Ads 468x60px

Rabu 31 Juli 2013

"Societas Iesu."Pw.St.Ignatius Loyola
Kel 34:29-45; Mat 13:44-46

"Societas Iesu - Serikat Yesus." Inilah nama kelompok religius yg dirintis o/Ignatius (Inigo) yg kita kenangkan hari ini+terkenal dg "Lat.Rohani Ignasian-nya." "LRI" adalah kumpulan doa-meditasi+"manual" u/membangun hdp rohani yg disusunnya pd 1522-1524. Saya sendiri pernah retret 30hari, ber-AWG "Alone With God" dg gunakan byk bahan "LRI" di Pacet (2007)-Girisonta (2009)+Rawaseneng (2012). 

Nah, mengacu pd bac Injil bhw surga itu spt mutiara yg sgt berharga, adapun 3 keutamaan dsr yg bs kita ambil brsama teladan St Inigo, al: 

Novena St Ignatius Loyola

Tanggal 31 Juli adalah Pesta Santo Ignatius Loyola. Di bawah ini disaji-kenangkan cuplikan kisah hidup Santo Ignatius dan juga renungan singkat yang bisa dipakai, tentunya untuk membantu pelaksanaan novena kita secara pribadi. 

1. Inigo dan Masa Mudanya-Novena Hari 1
Hari ini adalah Hari Pertama dari Novena Santo Ignatius Loyola. Dalam hari-hari ini kita bisa merenungkan kisah hidup Santo Ignatius dan juga bercermin dari kisah itu, perlahan-lahan melihat hidup kita sendiri, dan akhirnya berefleksi serta bisa mendoakan novena Santo Ignatius berturut-turut sampai tanggal 30 Juli. Berikut ini kisah Santo Ignatius, untuk hari pertama.

Inigo, begitulah nama Ignatius Loyola, adalah seorang anak bungsu dari 12 bersaudara. Lahir di Basque, daerah utara spanyol dari keluarga bangsawan di Puri Loyola. Di tempat inilah Inigo dibesarkan dan memulai takdirnya dalam hidup kebangsawanan dan juga ksatria. Pada umur 14 tahun dia mulai dididik untuk menjadi bagian dari kebangsawanan Raja Spanyol.

Masa mudanya penuh dengan semangat dan gaya hidup bangsawan serta didikan untuk menjadi seorang ksatria, yang tentunya menarik hati banyak wanita dalam romantisme kebangsawanan atau juga machoisme sebagai seorang ksatria. Sulit untuk menduga bahwa garis hidup yang demikian adalah cara Tuhan “menggodok” seorang Santo 

Selasa 30 Juli 2010

“Lumen Fidei”.
Kel 33:7-11; 34:5b-9.28' Mat 13:36-43

"Lumen Fidei - Terang Iman”. Inilah ensiklik pertama Paus Fransiskus yang melengkapi dua tema dari ensiklik sebelumnya dari Paus Benediktus XVI, yakni tema kasih dalam “Deus Caritas Est” dan tema harapan dalam “Spe Salvi”. Adapun ensiklik tentang iman yang dikeluarkan bertepatan dengan Tahun Iman ini mengajak kita untuk semakin beriman dalam kehidupan harian karena iman bukanlah sesuatu yang terpisah dari realitas. 

Mengacu pada bacaan injil hari ini, adapun tiga sikap dasar supaya kita semakin memiliki terang iman, al:

Senin 29 Juli 2013

“Adveniat regnum Tuum!”
Pw. St. Marta, Maria, dan Lazarus, 
Kel 32:15-24.30-34; Mat 13:31-35

“Adveniat regnum Tuum – Datanglah kerajaanMu!” Itulah harapan iman yang kita daraskan dalam doa Bapa Kami bersama dengan teladan St. Marta, Maria, dan Lazarus yang kita kenangkan hari ini sebagai “sahabat-sahabat Tuhan”. Mereka sendiri menjadi sahabat Tuhan karena selalu membuka rumah dan hatinya untuk menerima kehadiran Tuhan dan mendengarkan Dia (Luk 10:38-42).

Nah, mengacu pada teladan Maria (Ibr: Miryam, Mesir Marye, 'yang dicintai') Martha (Ibr: puteri) dan Lazarus (Ibr: Allah yang menolong) serta perumpamaan Yesus tentang biji sesawi dan ragi, adapun tiga syarat dasar supaya kerajaanNya sungguh datang di tengah carut marut hidup harian kita, al: 

Minggu 28 Juli 2013

"Orate."
Hr Minggu Biasa XVII
Kej 18:20-32; Kol 2:12-14; Luk 11:1-13

"Orate - Berdoalah! Inilah pokok ajakanNya pd hari ini: "Aku berkata kepadamu: Setiap org yg meminta akan menerima, setiap org yg mencari akan mendapat dan setiap org yg mengetuk akan dibukakan pintu."

Doa sendiri yg punyai arti dsr, "Dikuatkan Oleh Allah" mengajak kita u/ber-karakter "prodia", al: 

1. "PRO"aktif dan bukan reaktif: 
Para murid proaktif+berinisiatif meminta pd Yesus: "Tuhan ajarlah kami berdoa." Mrk haus u/mencari kebenaran, bukankah org yg mencari kbenaran tanpa sadar ia skaligus jg mencari Tuhan? 

Novena Santa Anna (keturunan, keselamatan anak dalam kandungan & kesejahteraan keluarga.)

Hari Pertama sd Hari Kesembilan

Novena untuk mendapatkan keturunan, keselamatan anak dalam kandungan dan kesejahteraan semua anggota keluarga.


Hari Pertama
Santa Ana yang mulia, walaupun saya bukanlah anak yang hilang, aku bersimpuh dan merebahkan diriku di bawah kaki keibuanmu yang penuh kasih. Dengarkanlah doa-doaku dan kabulkanlah permohonanku. Lihatlah hatiku yang menyesal, dan tunjukkanlah kebaikanmu yang tak habis-habisnya.
Berkenanlah menjadi penuntunku dan mohon-kanlah bagiku rahmat-rahmat Allah yang tak terbatas. Anugerahkanlah pengampunan Allah atas dosa-dosaku dan kuatkanlah aku untuk memulai hidup baru yang akan aku lalui sampai akhir hidupku.
Santa Ana yang terberkati, aku juga mohon rahmat untuk mencintai, untuk melayani dan untuk menghormati anakmu, perawan maria yang tersuci. Hantarkanlah permohonan-permohonan-ku kepadanya dan berdoalah kepadanya untuk aku. Dia tidak akan menolak permintaanmu, namun sebaliknya akan menyambutnya dengan cinta kasih, semua yang engkau minta.
Yesus yang mahabaik, kasihanilah hamba-hamba yang setia nenek-Mu, santa Ana. Amin

Novena Santa Anna

St Anna terutama dipandang sebagai pelindung ibu-ibu, penghibur bagi mereka yang sedih, bunda bagi yang menderita, kesehatan bagi yang sakit, pelindung mereka yang tak punya anak, pertolongan bagi yang sedang mengandung, teladan wanita menikah dan para ibu, serta pelindung para janda, pelindung para bidan dan wanita yang melahirkan.
Santa Anna juga Pelindung Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI).

St Anna diperingati setiap tanggal 26 Juli, bersama dengan suaminya, St Yoakim; mereka adalah orangtua St Perawan Maria, Bunda Yesus.

Sembilan hari menjelang peringatannya itu, para ibu biasanya mengadakan novena St Anna, untuk meminta pertolongan darinya.

Berikut adalah doa Novena kepada St Anna, yang didaraskan selama sembilan hari berturut-turut:

Sabtu 27 Juli 2013

“Fiat justitia ruat caelum !”
Kel 24:3-8; Mzm 50:1-2,5-6,14-15; Mat 13:24-30

“Fiat justitia ruat caelum - Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh. Inilah kalimat dari Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM). Adapun hari ini, Yesus juga menjelaskan tentang keadilan universal lewat perumpamaan tentang gandum dan lalang. 

Yesus sendiri tidak memberi penjelasan yang lebih mendalam tentang perumpamaan ini karena Ia menggunakan lambang-lambang yang sering dipakainya. Yang pasti, penabur benih gandum ini melambangkan Allah dan para pekerjanya adalah para malaikat/hamba Tuhan sedangkan penabur benih lalang melambangkan Setan dan anak buahnya. Setan akan terus berusaha menabur lalang ditengah-tengah gandum. Perhatikan bahwa kedua tanaman ini tumbuh di tempat yang sama dan kelihatannya cukup sulit untuk dipilah. 

Inilah perumpamaan yang berbicara tentang orang benar dan orang jahat yang dibiarkan hidup berdampingan. Di saat gandum itu mulai berbulir, lalang pun mulai kelihatan juga. Keduanya jelas mempunyai karakteristik berbeda, tapi tumbuhnya berbarengan di tempat yang sama. Bahkan dalam bahasa Inggrisnya gandum dan ilalang ini pun hampir sama namanya: Wheat dan Weeds.

Jumat 26 Juli 2013

“O sapientiae et misericordiae.”

Pw.St.Anna dan St. Yoakim, Orangtua Maria
Sirakh 44:1.10-15, Matius 13:16-17

O sapientiae et misericordiae - O kebijaksanaan dan kerahiman.” Inilah dua keutamaan dari St.Anna dan St Yoakim, orangtua Santa Maria yang kita kenangkan pada hari ini (“memoria obligatoria”). Mereka dikenal sebagai suami (“SUAra yang mengayoMI”) dan istri (“ISilah dengan teladan - TRImalah dengan iman) yang setia menjalankan kewajiban agamanya serta dengan bahagia mengasihi Allah dan sesamanya. 

Mengacu pada “The Other Bible” (kumpulan teks-teks injil yang tidak lolos masuk seleksi kanon), Injil Yakobus, the Gospel of James, nama Anna dan Yoakim sendiri sungguh menggambarkan kebijaksanaan dan kerahiman Allah: Anna berarti “Rahmat atau Karunia”, sedangkan Yoakim berarti ”Persiapan bagi Tuhan.” Adapun tiga modal yang bisa kita pelajari dari suami-istri saleh yang berbahagia memiliki kebijaksanaan dan kerahiman Allah ini, al:

Kamis 25 Juli 2012

“Servite in caritate”
Pst. St Yakobus Rasul
2Kor. 4:7–15, Mat 20: 20 - 28

“Servite in caritate – Layanilah dalam cinta kasih”. Inilah salah satu semangat dasar Yesus yang kita kenangkan pada Pesta Rasul Yakobus hari ini. Adapun Yakobus adalah nama Yunani (Ibrani: Ya’aqob). Ia dijuluki sebagai Yakobus Tua, anak Zebedeus dan Salome (Mat 27:56, Mrk 15:40) dari Kapernaum, sebuah keluarga pedagang ikan yang kaya raya. 

Bagi saya sendiri, nama “Yakobus” mengandung tiga ajakan iman agar kita melayani dalam cinta kasih, al: “YA”kinkan (persaudaraan), “KOB”arkan (pewartaan) dan “US”ahakan (pertobatan). 

Rabu 24 Juli 2013

"Tolle et legge!"
Kel 16:1-5.9-15; Mat 13:1-9

"Tolle et legge - Ambil+bacalah!" Inilah salah satu kalimat St.  Agustinus, pelindung kota Milan. Ia mengajak kita untuk mau mengambil dan membaca pelbagai pesan Yesus dalam injil. Hari inipun, saya mengambil dan membacakan sabda Yesus lewat perumpamaan tentang penabur: "Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!” 

Selasa 23 Juli 2013

“Familiaris consortio!”Kel 14:21-15:1; Mat 12:46-50

“Familiaris consortio – Persekutuan keluarga” adalah salah satu ensiklik kepausan yang berbicara banyak tentang hubungan kekerabatan dan kekeluargaan sebagai sebuah persekutuan umat beriman.

Adapun hari ini, Yesus berkata: “Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku.”
Bukankah kita merasa senang dan bangga kalau dikenal oleh orang yang hebat dan terkenal, terlebih kalau dianggap sebagai saudara. Memang, untuk menjadi saudara Yesus, ada syarat yang harus kita penuhi, yakni melaksanakan kehendak Bapa di surga. 

Nah, mengacu pada empat sifat dasar Gereja sebagai sebuah keluarga/persaudaraan umat beriman, adapun sikap dasar yang bisa kita ingat dan buat sebagai saudara dan kerabat Yesus, al:

Senin 22 Juli 2013

"Iluminata et Illuminatrix."
Pw.St Maria Magdalena
Kel 14:5-18; Yoh 20:1.11-18

"Iluminata et Illuminatrix - Cerah+Mencerahkan." Inilah sebutan Uskup Agung Genoa, Mgr Jacobus de Voragine dalam buku "Golden Legend" terhadap Maria Magdalena yg kt kenangkan hari ini. Dialah murid perempuan paling terkenal dlm KSPB, namanya disebut 12x dlm injil. 
Dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani, nama "Maria Magdalena" memang beberapa kali ditulis dalam injil:

- Μαρία ἡ Μαγδαληνή (Maria hē Magdalēnē) di Matius 27:56; Markus 15:40; Markus 15:47; Markus 16:1; Yohanes 19:25; Yohanes 20:1

- Μαριὰμ ἡ Μαγδαληνή (Mariam hē Magdalēnē) di Matius 27:61; Matius 28:1; Yohanes 20:18

- Μαρία τῇ Μαγδαληνή (Maria tē Magdalēnē) di Markus 16:9

- Μαρία ἡ καλουμένη Μαγδαληνή (Mariam hē kaloumenē Magdalēnē. "Maria yang disebut Magdalena") di Lukas 8:2

- ἡ Μαγδαληνή Μαρία (hē Magdalēnē Maria, "Maria dari Magdala") di Lukas 24:10

Doa Fatima

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami.
Selamatkanlah kami dari api neraka,
dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke surga,
terutama mereka yang membutuhkan kerahimanMu.

Bunda Maria, lindungilah kami.
Kami mencintai Engkau.
Selamatkanlah kami, selamatkanlah dunia.
Salam Ratu Suci. (5X)
Saya percaya akan Allah. (5X)

Rosario adalah rahasia hatiku yang tak bernoda,
Maria Perawan terberkati. (3X)

SALAM PUTERI ALLAH BAPA, Salam Maria...
SALAM BUNDA ALLAH PUTERA, Salam Maria...
SALAM MEMPELAI ALLAH ROH KUDUS, Salam Maria...

Oh, Yesus pandanglah air mata darah dari Dia yang paling mencintai Engkau selama di dunia dan yang paling mencintai Engkau secara mendalam di surga.

Surat Apostolik Bapa Suci Benediktus XVI Porta Fidei

-Sebuah Pintu Gerbang kepada Iman-

A. Alasan Diadakan Tahun Iman
Kita menyadari bahwa pintu kepada iman selalu terbuka bagi siapa saja yang hendak mendekat kepada Allah. Pintu itu akan menghantarkan untuk masuk ke dalam persekutuan hidup dengan Allah. Seperti orang yang hendak berjabat tangan, Allah senantiasa mengulurkan tangan-Nya. Ia memberi tawaran kepada orang-orang untuk masuk kedapam Gereja-Nya. Sebagai orang Kristiani, memasuki pintu Iman adalah sebuah perjalanan yang belangsung seumur hidup. Perjalanan itu dimulai dari baptisan hingga menuju kepada kehidupan kekal (art 1). Segenap Umat Beriman Kristiani mempunyai tanggung jawab penuh terlibat secara sadar dan aktif untuk mau bergerak keluar dari padang gurun (situasi kegelapan) menuju ke tempat kehidupan, menuju persahabatan dengan Allah Tritunggal yang senantiasa memberi kelimpahan (art 2).

Metode Doa dengan Kitab Suci

Ada beberapa metode doa yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan, kecenderungan, dan karakteristik setiap orang. Metode doa ini merupakan latihan agar manusia dapat mengalami persatuan dengan Allah. Secara garis besar, ada tiga metode doa yang dipakai manusia dari semua agama yang ada di dunia ini, yaitu: 

1. Meditatio 

Meskipun akal budi (intellectus) tidak dapat menjangkau Allah, tetapi akal budi dapat dipakai sebagai pintu masuk ke dalam doa. Aktivitas dalam meditatio pertama-tama adalah akal budi sebagaimana dikatakan Rasul Paulus, “... aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” (iKor 14:15). 
Di dalam doa meditasi, seseorang diajak merenungkan, menalari, menggali, dan menganalisis kebenaran atas sabda Allah hingga pesannya meresap sampai ke dalam hidup dan hati. Lalu, hal itu diungkapkan dalam wujud doa. 

Belajar Berdoa dari Yesus

Selayang Pandang

1. Kebiasaan Yesus Berdoa 
Markus 1:35 “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” 
Markus 6:31 “Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!’ Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.” 
Lukas 4:42 “Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.”
Lukas 5:16 “Akan tetapi, Ia mengundurkan diri ke tempat tempat yang sunyi dan berdoa.”
Lukas 22:45 “Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.”

Tanya Jawab tentang Meditasi

a. Apa itu meditasi? 
Meditasi adalah doa hening. Dalam keheningan hati dan pikiran, kita bersatu dengan Tuhan. Kesulitan banyak orang adalah bagaimana masuk dalam keheningan karena keheningan membutuhkan keberanian untuk melepaskan segala keterikatan. Pikiran dan perasaan merupakan bagian hidup yang paling dekat dengan diri kita. Bagaimana kita harus tidak berpikir? Bagaimana kita harus tidak merasa? Maka, kita mengambil cara yang paling sederhana, yaitu dengan mengarahkan dan menyerahkan pikiran serta perasaan kita kepada Tuhan. 
Dalam meditasi, Tuhan hadir terutama melalui keheningan hati kita. Santa Teresa Avilla menggambarkan keheningan dalam tiga perkara, yakni “keheningan batin, keheningan mulut, dan keheningan mata”. Keheningan mata berarti kita tidak bicara, tetapi lebih mendengarkan, sebagaimana dicontohkan oleh Bunda Maria. Ia membiarkan segala perkara dan menyimpan dalam batinnya. dalam bermeditasi, konsentrasi mengambil bagian yang sangat penting. Pemusatan perhatian kepada Yesus akan sangat membantu kita untuk masuk dalam keheningan. Cara atau sikap yang terbaik dalam meditasi adalah hati kita harus penuh kesadaran dan terbuka bagi kehadiran Tuhan yang bertahta dalam puri batin kita; disertai harapan akan rahmat dan karunia yang akan dilimpahkan kepada kita. 

Doa Hening dan Kerinduan Manusia

SEJAK manusia pertama jatuh dalam dosa, manusia terpisah dari kasih karunia Tuhan di Taman Eden. Mereka menjadi takut ketika mendengar langkah-langkah Tuhan dan mereka bersembunyi di balik rerimbunan pohon (bdk. Kej 3:1-24). Tuhan memanggil mereka, “Di manakah engkau? ... Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”. Maka jawab Adam, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Si perempuan itu pun berkata, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Mereka saling melemparkan kesalahan. 

Sejak manusia jatuh dalam dosa, mereka menderita, terpisah dari Tuhan, takut, saling menyalahkan, menderita dalam mencari nafkah, saling membenci, dan “saling membunuh. Manusia merindukan Taman Eden, tempat mereka hidup dalam harmoni agung dengan Tuhan, harmoni dengan sesama, dan harmoni dengan seluruh alam semesta. Semuanya dalam keadaan baik adanya dan damai sejahtera. 

Tuntunan Praktis Meditasi

1. Persiapan Doa 

a. Tempat 
Tempat doa yang ideal adalah bersih dan udara bisa keluar masuk secara leluasa sehingga tidak pengap. Dalam berdoa, alangkah baiknya jika tidak berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Semakin suatu tempat sering dimanfaatkan untuk berdoa, semakin baik untuk kegiatan berdoa. Contohnya, tempat perziarahan Lourdes atau tempat makam Fransiskus Assisi, yang membuat banyak peziarah benar-benar bisa merasa dekat dengan Tuhan pada saat berdoa di tempat itu. 

Minggu 21 Juli 2013.

“Gaudete”

Pekan Biasa XVI 
Kej 18:1-10a; Kol 1:24-28; Luk 10:38-42

“Gaudete - Bergembiralah!”Allah mengajak kita bergembira seperti tiga tokoh dalam bacaan hari ini: Abraham, Paulus dan Maria - Martha. Mereka dikunjungi oleh Tuhan: Abraham di dekat pohon tarbantin di Mamre, Paulus di Tarsus dan Maria serta Martha di Betania. 

Secara khusus tentang Maria dan Martha yang sama-sama bergembira karena dikunjungi Yesus. Mereka berdua yang adalah saudari dari Lazarus (Eleazar: Allah yang menyelamatkan) mempunyai tujuan yang sama yakni ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Martha mewakili orang yang berdaya roh karya/aksi, sedangkan Maria mewakili roh doa/kontemplasi. Bukankah kesibukan karya yang berlebihan sehingga melupakan hidup doa dapat menyebabkan kita teralienasi (terasing) dari diri sendiri, sesama dan Tuhan?

Gagasan Homili Minggu Biasa XVI-C, 23 Juli 2013

Kej 18:1-10a; Kol 1:24-28; Luk 10:38-42

Kisah Injil hari ini sudah sering kita dengarkan dan renungkan. Marta dan Maria adalah dua bersaudara. Menurut Injil Yoh 11, mereka adalah dua saudari dari Lazarus, sahabat-sahabat Yesus. Lukas tidak memuat kisah mengenai Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus dari mati. Selain itu di dalam Lukas (lihat perikop di atas) tidak disebut bahwa kampung mereka bernama Betania (bdk. Yoh 11:1). Terjemahan Injil Yoh 11 dalam Indonesia memberi kesan bahwa Marta lebih muda dari Maria. Namun begitu, kita dapat meragukannya, karena teks aslinya tidak memberi penjelasan mengenai hal ini. Kisah Lukas memberi kesan yang lebih meyakinkan, Marta kiranya lebih tua daripada Maria.

Sabtu 20 Juli 2013

"Qui credit, habeat vitam aeternam."
Kel 12:37-42; Mat 12:14-21

"Qui credit, habeat vitam aeternam-barangsiapa percaya ia beroleh hidup yang kekal." Inilah sebuah keyakinan iman kita kepada Yesus sang batu penjuru. Adapun Yesus pada awalnya menjadi “batu sandungan” bagi orang-orang Farisi, para ahli Taurat maupun para imam karena sabda dan karya Yesus bertentangan dengan mereka. Ini juga terjadi karena faktor kedegilan, ketidakpercayaan dan kecemburuan yang disebabkan popularitas dan kualitas Yesus jauh mengatasi orang-orang Farisi, para ahli Taurat maupun para imam.

Mengacu pada injil hari ini, adapun tiga matra dasar supaya kita benar benar percaya padaNya, al:

"Mendengarkan !"

Bukankah kata sederhana ini sering diulang-kenangkan dalam Kitab Suci? Bukankah dalam keseharian hidup kita, perihal mendengarkan itu cukup penting? Pernahkah kita tidak didengarkan? Betapa kita kecewa ketika merasa tidak didengarkan, bukan? Betapa kita merasa malu, atau ketinggalan jaman ketika tidak mendengar apa pun yang terjadi atas mereka yang dekat dengan kita: keluarga, tetangga, kerabat, sahabat juga, bukan? 

De facto, kebanyakan orang mendengar, tetapi belum tentu mendengarkan. Misalnya: Orang Niniwe dipuji Tuhan karena mereka mendengarkan pewartaan Nabi Yunus. Ratu dari Selatan dipuji Yesus, karena ia mendengarkan hikmat Raja Salomo. Pewartaan Yunus maupun hikmat Salomo pun didengar oleh banyak orang. Maka yang dimaksudkan dengan "mendengarkan" rupanya punya arti: yang didengar itu lengket di hati dan menggerakkan hati. Yang didengar itu tidak hanya masuk - keluar telinga kita, tetapi masuk telinga, kemudian sampai ke lubuk hati.

Jumat 19 Juli 2013

“Audiatur et altera pars.” Kel 11:10-12:14; Mat 12:1-8

“Audiatur et altera pars - Dengarlah semua sisi”. Ini adalah sebuah ungkapan yuridis yang konteksktual karena kita kadang mudah menghakimi dan mengadili yang lain, tanpa pernah mencoba memahami konteksnya yang lain secara utuh, penuh dan menyeluruh. Kita mudah asyik “berbicara tentang dia”, tapi belum atau bahkan tidak pernah “berbicara dengan dia”. Ini bisa terjadi di masyarakat tapi juga sangat bisa terjadi di lingkungan gereja kita sendiri. Mungkinkah ini wajah sebuah masyarakat “farisi” jaman sekarang ketika kita sibuk memperbincangkan belaskasihan tapi sebenarnya tak pernah punya rasa belaskasihan? Kasih yang hanya pada kata-kata tapi tidak menjadi “daging” karena apa yang dikatakan tidak sekaligus dinyatakan.

ROSARIO ARWAH: Devosi bagi Jiwa-jiwa di Api Penyucian

Selayang Pandang

DASAR DAN LATAR BELAKANG 

1. Dasar Biblis
a. 2 Makabe 12:38-45 
Perlunya mendoakan arwah orang yang sudah meninggal untuk penghapusan dosa atau kesalahan mereka.
b. 1 Korintus 3:10-16 
Manusia harus diuji dan dibersihkan dengan api agar dimurnikan, maka perlu dibantu atau didoakan agar cepat dibersihkan. 
c. Mazmur 103:8 
Perlunya mendoakan atau menyerahkan semua arwah pada belas kasih, kerahiman dan pengampunan dari Allah, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. 

Maria Teladan Dalam Hidup Kristen.

Selayang Pandang

Bulan Mei dan Oktober adalah bulan-bulan yang khusus dipersembahkan untuk menghormati Bunda Maria. Gereja menetapkan dua bulan tersebut dalam setahun sebagai bulan Maria dan Bulan Rosario. Hal ini menunjukkan bahwa Maria bukanlah pribadi yang biasa dalam kehidupan Gereja. Dia memiliki peran dan kedudukan yang penting sekali dalam kehidupan Kristen. Siapakah sebenarnya Maria itu dan apa perannya dalam kehidupan Gereja dan dalam hidup kita sebagai orang Kristiani? 

Kerendahan hati itu . . .

“Kerendahan hati Yesus jelas: 
di Betlehem, di Nazaret, di Kalvari.
Akan tetapi, lebih tampak jelas di Ekaristi: 
Ia merendahkan diri dalam hosti terkudus.
Lebih daripada diBetlehem, 
lebih daripada di Nazaret, 
lebih daripada di Kalvari. 
Itulah sebabnya mengapa aku seharusnya mencintai Ekaristi.” 

(Jose Maria Escriva, El Camino Opus Dei, no. 533).

Ubi dubium, ibi libertas.

Ubi fumus, ibi ignis. 
Di mana ada asap, di sana ada api. 
Ubi mel ibi apes. 
Di mana ada madu, di sana ada lebah. 
Ubi bene, ibi patria. 
Di mana seseorang merasa betah, di sana tanah airnya. 
Ubi concordia, ibi victoria. 
Di mana ada keselarasan, di sana ada kemenangan. 
Ubi dubium, ibi libertas. 
Di mana ada keraguan, di sana ada kebebasan

Kamis 18 Juli 2013

“Venite!Kel. 3:13–20, Mat. 11:28–30

Venite – Datanglah!” Itulah sepenggal ajakan Yesus pada hari ini: ”Marilah datang kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

Ajakan sendiri merupakan suatu tawaran. Biasanya ajakan pertama-tama ditujukan kepada orang-orang terdekat yang dikenal; setelah itu baru untuk umum. Mengapa? Kedekatan merupakan hakekat pokok hubungan manusia. Begitu pentingnya suatu hubungan, menjadikan tingkat hubungan bisa dilihat dari kedekatannya. Sabda hari ini berisi ajakan Mesias (Juru Selamat). Tentu saja sesuai dengan sebutannya Juru Selamat, maka ajakanNya pun untuk memperoleh keselamatan. Ia sungguh memperHATIkan semua orang yang letih lesu dan berbeban berat dengan hatiNya yang lemah lembut dan rendah hati. Kita juga diajak memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati dengan mengenangkan tiga ajakanNya, al:

Buatlah aku . . .

Buatlah agar aku menghayati sengsara-Mu, 
ya Yesus. 
Sengsara-Mu memisahkan aku dari dunia
dan mengangkat aku ke surga.
Sengsara-Mu menjelaskan hidup,
mendorong aku untuk menjadi kurban,
mengajar pengampunan,
dan menjadikan manis setiap penderitaan.

Buatlah agar aku menghayati sengsara-Mu, ya Yesus,
dan mengenal keindahan kebenaran serta kasih abadi
agar iman kepercayaanku penuh tanpa keraguan.

Rabu 17 Juli 2013

"O punctae simplicitas."
Kel 3:1-6.9-12; Mat 11:25-27

"O punctae simplicitas - O titik titik kesederhanaan." Inilah salah satu rubrik dalam blog saya yang berisi "apogthematha partum dan katekese pakhomius", semacam renungan-renungan singkat dan sederhana dari para bapa padang gurun tentang kristianitas. Hari ini, Yesus juga menegaskan kecintaannya pada orang-orang sederhana: “Aku bersyukur kepadaMu, Bapa Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai tapi kaunyatakan kepada orang kecil." 

Hadirkan Allah di tengah dunia ini

“Tuhan memang tinggi sekali, namun ia melihat ke bawah,
ke tempat yang rendah.
Sebab itu janganlah mencari gunung yang tinggi
untuk bertemu dengan Tuhan.
Bila engkau meninggikan dirimu setinggi-tingginya,
Tuhan akan menarik Diri-Nya sejauh-jauhnya darimu.
Namun jika engkau merendahkan diri serendah-rendahnya,
Ia akan tunduk mendekatimu sedekat-dekatnya.”
Kalau kita datang kepada Tuhan karena cinta,
kalau kita hidup saling mengasihi, maka Tuhan hadir bersama dengan kita,
karena di mana orang saling mengasihi di sana Allah hadir.
Mari kita hadirkan Allah di tengah dunia ini
dengan mengasihi - mengasihi - dan mengasihi dengan lebih sungguh.”

Nasehat Sekolah Moendoet

“Berkembangbiaklah dan jadilah keluarga yang besar!
Dari keluarga-keluarga kalianlah sedapat mungkin dilangsungkan pendidikan Katolik
dan ciptakanlah suasana Katolik dalam keluarga 
agar daripadanya muncul panggilan suci 
untuk menjadi biarawan-biarawati dan imam.”

(Nasehat Sekolah Moendoet – Moentilan dan Mendoet)

Janganlah pernah merasa cukup

belajar tanpa pengorbanan,
menilik tanpa kekaguman,
taat tanpa sukacita,
bertindak tanpa semangat ilahi,
mengenal tanpa kasih,
mengerti tanpa kerendahan hati,
berjuang keras tanpa rahmat ilahi.

(St Bonaventura)

Selasa 16 Juli 2013

“Festina lente!”
Kel. 2:1–15, Mat. 11:20–24

“Festina lente - Bergegaslah tapi perlahan! Kalimat ini diucapkan oleh Kaisar Agustus yang dimaksudkan supaya kita melakukan segala sesuatu dengan cepat tapi dengan cermat. Hari ini,Yesus juga mengajak kita untuk bergegas melakukan pertobatan dengan cermat. Ia mengecam kota-kota yang tidak lekas bergegas untuk bertobat: ”Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Dan engkau Kapernaum!” 

Mengacu pada bacaan hari ini, kita bisa belajar bergegas dari Musa (Ibrani: מֹשֶׁה Mošé; Arab: موسى, Mūsā; Ge'ez:
ሙሴ Musse). Ia adalah anak Amram dari suku Lewi, anak Yakub bin Ishak. Namanya disebutkan sebanyak 873 kali dalam 803 ayat tersebar di 31 buku di Alkitab Terjemahan Baru dan 136 kali di dalam Al-Quran. 

Indahnya, awal kehadiran Musa terjadi karena peran “kerahiman” para perempuan. Pertama, ibu kandungnya: Yokhebed (Kel. 6:19) seorang ibu rumah tangga sebuah keluarga Ibrani, keturunan Lewi. Lewat keberanian dan kecerdikannya, Musa dilindungi di rumahnya dari rencana keji Firaun untuk menumpas bayi-bayi lelaki Ibrani. Dengan hikmat Tuhan, Yokhebed kemudian menyembunyikan bayi Musa dalam sebuah peti pandan di tepi Sungai Nil. Kedua, kakak perempuan Musa: Miryam menjaga sang adik yang disembunyikan di tepi sungai Nil itu dengan setia. Tuhan memakai Miryam (Kel. 15:20) untuk menjadi penghubung bagi ibu Musa untuk menjadi inang pengasuh putranya sendiri, yang nantinya diangkat anak oleh putri Firaun. Ketiga, ibu angkat Musa: Dialah sang putri Firaun. Dalam kedaulatan Tuhan, putri Firaun jatuh hati dan mengangkat Musa sebagai anak. Dalam hikmat Tuhan, Musa mendapatkan perlindungan-Nya justru di rumah sang musuh, yaitu Firaun.

Senin 15 Juli 2013

"O buona ventura."
Pw.St. Bonaventura, Uskup+Pujangga Gereja
Kel 1:8-14.22; Mat 10:34-11:1

"O buona ventura- O keberuntungan yg baik." Inilah ucapan St Fransiskus Asisi kpd Bonaventura kecil yg terlahir dengan nama Giovanni di Fidanza pada tahun 1221 di kota Bargnoreggio, dekat Orvieto, Italia yang juga kita kenangkan hari ini. Adapun Bonaventura yg dijuluki sbg "pendiri kedua ordo fransiskan" adl seorang pujangga grj yg dikenal sbg "doktor para malaikat" krn kesucian hdp+kecakapan iman yg bnr2 tampak dlm keseharian+tulisan2 rohaninya. 

Mengacu pd injil hari ini, Yesus jg ajak kita punyai 3 sikap dsr spy kt bs punyai "buona ventura-keberuntungan yg baik", al: 

Minggu 14 Juli 2013

“Adauge nobis fidem .
Pekan Biasa XV 
Ul. 30:10–14, Kol. 1:15–20, Luk. 10:25–37

“Adauge nobis fidem - Tambahkanlah iman kami.” Keyakinan sebagai umat terpilih (the chosen people) seharusnya mendorong kita untuk beriman secara penuh dengan mengingat tiga dimensi iman yang ditampilkan pada tiga bacaan hari ini, al: 

1.Diungkapkan: 
Rm Van Lith mengharapkan para muridnya di Muntilan untuk menghidupi semboyan “4GO: GOlek seGO GOlek swarGO”. Rm Mangun mengharapkan agar Gereja bisa menjadi “admiranda et amanda” (dikagumi dan dicintai). Mgr Soegija mengharapkan kesadaran bersama bahwa kita bukan yang paling banyak (“pars maior”) tapi harus berjuang jadi yang paling baik (“pars sanior”). Bukankah hidup itu penuh harapan? Harapan berarti mimpi dan mimpi berarti pekerjaan! Hari ini, Musa juga mengungkapkan imannya dengan berharap kepada segenap orang Israel: “Hendaklah engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat. Selain Taurat, ada juga literatur rabbinis seperti Talmud dan Midrash yang berisi rincian kewajiban-kewajiban konkret sehari-hari yang diturunkan dari Taurat (maka disebut sebagai “pagar di sekeliling Taurat”) agar hukum Taurat dilaksanakan secara utuh dan penuh. Dalam Perjanjian Lama sendiri terdapat begitu banyak larangan dan perintah (613 aturan yang terdiri dari 148 perintah dan 365 larangan). 

Sabtu 13 Juli 2013

“Deo Vindice!” 
Kej 49:29-32; 50:15-24; Mat 10:24-33

“Deo Vindice - (Dengan) Tuhan sebagai Pelindung (Kita)”. Inilah motto Konfederasi Amerika yang bisa kita ingat hari ini. Pelbagai bacaan hari ini mengingatkan bahwa kita akan menghadapi aneka tantangan, penolakan bahkan penganiayaan, yang kadang disebut dengan “HTAG – Hambatan Tantangan Ancaman dan Gangguan” tapi tetap diyakinkan bahwa Tuhan setia melindungi kita: "Jangan mohon agar salibmu diringankan, tetapi mohonlah agar punggungmu dikuatkan."

Jumat 12 Juli 2013

"Non multa sed multum
Kej 46:1-7.28-30; Mat 10:16-23

"Non multa sed multum - Bukan banyaknya tapi mutunya." Pepatah orang latin ini mengajak kita untuk lebih memperHATIkan kualitas daripada kuantitasnya. Dalam konteks aktual, di tengah maraknya islamisasi ruang publik dan intoleransi di wilayah konflik, kita sebagai kaum minoritas memang bukan bagian yang paling banyak (“pars maior“) tapi kita harus berjuang jadi bagian yang paling baik (“pars sanior“). Kita dipanggil untuk berani menjadi "significant minority" (Jawa: alit nanging mentes), kecil-kecil cabe rawit sehingga tercapailah apa yang menjadi harapan Rm. Mangun, menjadi gereja yang "admiranda et amanda - dikagumi sekaligus dicintai". Itu sebabnya juga hari ini Yesus bersabda: "Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah serigala maka cerdiklah seperti ular dan tulus seperti merpati!"

Konferensi Santo Thomas Aquino

Sebuah Perbincangan Tentang Iman.

Salib memberi teladan bagi setiap keutamaan. Apa perlu, Putera Allah menderita bagi kita ? Hal itu mutlak perlu, karena dua hal: Pertama sebagai pengobatan dari dosa kita; Kedua, sebagai contoh bagi kita dalam perbuatan hidup. Dalam kesengsaraan Kristus, kita menemukan obat bagi semua kejahatan yang menimpa kita, karena dosa-dosa kita. Tetapi kesengsaraan tidak kurang berguna bagi kita sebagai teladan. Memang, kesengsaraan Kristus dari sendirinya sudah cukup untuk member ajaran penuh bagi seluruh hidup kita. Sebab, jika seseorang ingin menjalani hidup sempurna, ia cukup menghina yang dihina oleh Kristus di salib, dan menginginkan apa yang diinginkan oleh Kristus. Salib member contoh setiap keutamaan.

Crux Sacra Sit Mihi Lux


- Salib Benediktus Selayang Pandang -

Itulah kalimat yang pernah saya tulis pada sebuah rumah kayu dan salib kayu besar di kawasan BSD Tangerang. Adapun kalimat itu berasal dari St Benediktus yang kita peringati setiap tanggal 11 Juli. St. Benediktus sendiri mempunyai medali atau salib yang dipercaya oleh sebagian orang sebagai medali pengusir setan. Dan pada salib/medali tersebut terpampang tulisan-tulisan yang merupakan kode. Dan saya akan menjelaskan dengan singkat tentang sejarah dan makna dari tulisan-tulisan dalam medali ini.

1. ASAL-USUL MEDALI/SALIB BENEDIKTUS
Kita tahu bahwa dalam pergulatannya yang sering dengan roh-roh jahat, St Benediktus (dilahirkan di Nursia, Italia, pada tahun 480) biasa menggunakan Tanda Salib dan mengadakan banyak mukjizat dengannya. Ia juga mengajarkan kepada para muridnya untuk menggunakan Tanda penebusan kita itu dalam melawan serangan setan dan dalam bahaya-bahaya lain. St Maurus dan St Placidus, para murid pertamanya yang paling terkenal, mengadakan banyak mukjizat melalui kuasa Salib Suci dan dalam nama dan demi jasa-jasa pendiri suci ordo mereka.

Kamis, 11 Juli 2013

“Crux Sacra Sit Mihi Lux!”
Pw. St. Benediktus Abas
Kej 44:18-21.23b-29; 45:1-5; Mat 10:7-15

“Crux Sacra Sit Mihi Lux - Semoga salib suci ini menjadi penerangku! Inilah kalimat pada salib St Benediktus (C.S.P.B - Crux Sancti Patris Benedicti - "Salib Bapa Suci Benediktus").
yang kita peringati hari ini. St. Benediktus sendiri mempunyai medali atau salib yang dipercaya oleh sebagian orang sebagai medali pengusir setan/kutukan sihir 

Adapun pada sekeliling lingkaran salibnya, kita mendapati huruf-huruf “V.R.S.N.S.M.V - S.M.Q.L.I.V.B” yang merupakan semangat iman yang tegas untuk melawan setan, sebuah kode iman yang merupakan singkatan dari: 

1.Vade Retro Satana - "Enyahlah setan!
2.Nunquam Suade Mihi Vana - Jangan menggodaku dengan kesombonganmu!
3.Sunt Mala Quae Libas - Apa yang kau tawarkan padaku adalah kejahatan.
4.Ipse Venena Bibas - Minumlah sendiri racunmu!

Inilah sebuah spirit iman yang diberikan St Benediktus untuk mengaktualisasikan pesan Yesus hari ini: “Pergilah dan wartakanlah, Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan." 

Rabu 10 Juli 2013

"Homo studentes.”
Kej 41:55-57; 42:5-24a; Mat 10:1-7

"Homo studentes - Manusia pembelajar." Yesus memanggil dan memilih ke-12 muridNya u/mjd "mns pembelajar" yang handal dan berkarya bersamaNya. Mrk yg nantinya disebut “para rasul” ini kbanyakan adl org2 orang dari Galilea dan diberikan kuasa oleh Yesus u/mengusir roh jahat dan melenyapkan segala penyakit serta kelemahan.

Para Rasul sendiri adalah orang-orang yang dipilih, diajarkan dan ditugaskan oleh Yesus Kristus untuk mewartakan Kabar Gembira (Injil) untuk selanjutnya juga membaptis, mendirikan, mengarahkan, dan memelihara Gereja-Nya sebagai pelayan-pelayan Allah dan penjaga misteri-misteri-Nya. Injil Santo Matius (Matius 10:1-4) menunjukkan daftar para Rasul dalam urut-urutan seperti ini: Simon Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Thomas, Matius, Yakobus, Yudas Thadeus, Simon dan Yudas Iskariot.

Selasa 09 Juli 2013

"Serviam!”
Kej 32:22-32, Mat 9:32-38

"Serviam - Aku melayani." Inilah semboyan sekolah Ursula yg selalu digemakan, terlebih ktika 3 hari ini sy diminta memberikan retret u/para guru SMA Regina Pacis Ursulin Solo. 

Adapun Yesus juga datang dg smangat "serviam"/melayani: Ia hadir sbg "pastor bonus - gembala baik" yg sll siap utk melayani byk org. Tiga hal dsr yg bs kita buat u/melayani, al: 

Senin 8 Juli 2013


“Gaudere cum gaudentibus et fiere cum fientibus”
Kej 28:10-22; Mat 9:18-26

“Gaudere cum gaudentibus et fiere cum fientibus - Bersukacitalah dg yg bersukacita+menangislah dengan yang menangis”. Inilah kata pembuka “Gaudium et Spes” bahwa Tuhan selalu hadir dalam suka/duka asal kita memiliki iman yang kokoh. Kemarin sore, saya mempersembahkan misa arwah untuk seorang ibu tua dari Madura, Maria Suwarni (“SUkacita WARtakan yang diimani”). Kitapun diajak untuk selalu memiliki “SUkacita WARtakan yang diimani” karena Tuhan kita adalah Tuhan yang hadir di tengah hiruk pikuk dan ruwet renteng hidup harian. Apa itu iman? Iman (Yun: "πίστις", "pistis", Lat: fides) yang tercatat sebanyak 155x adalah rasa percaya kepada Tuhan: dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat (Ibr 11:1): Nil sine numina - Tak ada yang dapat terjadi tanpa kehendak Ilahi. Mengacu pada bacaan hari ini, iman mempunyai 3 tabiat seperti yang saya tulis dalam buku “BBM”, al:

Novena & Doa kepada Santo Peregrinus


RIWAYAT SINGKAT SANTO PEREGRINUS
Santo Peregrinus adalah pelindung para penderita kanker dan penyakit yang sulit disembuhkan serta gangguan kaki. Santo Peregrinus INI dilahirkan di Forli, Italia tahun 1260. Sebagian besar dari masa hidupnya dihabiskan bersama para orang sakit dan yang hampir mati. Kemudian ia menderita kanker pada kakinya. Para dokter mau mengamputasi kakinya, tetapi Peregrinus menolak dan memutuskan untuk berdoa kepada Allah. Dia mendapatkan penyembuhan yang ajaib setelah mendapat sebuah penglihatan dimana Yesus menyentuh kakinya dan kankernya pun lenyap. Karena hal ini, Santo Peregrinus dikenal sebagai pelindung para penderita kanker. Ia wafat pada tahun 1345 dan pesatanta dirayakan pada tanggal 2 Mei

Doa Wasiat dan Janji Yesus kepada St Brigitta


Lima belas doa ini di sampaikan oleh Yesus kepada St. Brigitta dari Swedia di Gereja St. Paulus, Roma, karena sudah lama St. Brigitta ingin mengetahui, berapa banyak pukulan yang di derita Yesus selama masa sengsara-Nya. Pada suau hari, Yesus menampakan diri dan berkata: "Aku menerima 5840 pukulan pada tubuh-Ku. Bila kamu ingin menghormatinya, berdoalah 15 kali Bapa Kami dan 15 kali Salam Maria selama satu tahun berturut-turut. Bila tahun itu selesai, kau telah menghormati setiap luka-luka-Ku."

Doa-doa ini kemudian direstui oleh Paus Pius IX dengan harapan agar kita lebih menghayati masa sengsara Yesus.

Doa Novena Tiga Salam Maria


Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalma kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.

Baik keluhuran Tuhan, penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar sesuai dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku moho, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.

Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St.Mechtildis yang kau bertahukan tentang kebaikan doa "Tiga Salam Maria", yang sangat besar manfaatnya itu.

Doa Tiga Salam Maria sebelum Menyambut Komuni Kudus.


(doa pribadi Paus Benediktus XVI)
“mohon diperhatikan: tidak dalam keadaan dosa berat”

Ya, Maria, Bunda Gereja.

Kesetiaan Iman-mu tak tertandingkan,
Mengikuti jejak Sang Juruslamat Yesus Kristus, Putra Allah.
Kami memohon kepada-mu dengan rendah hati,
Kami yang lemah dan berdosa ini,
Merasa tak layak dan tak pantas,
Menyambut hari ini.
Tetapi melalui Anugerah yang telah engkau terima dari Allah Bapa.
Sudi kiranya mendoakan dan menuntun kami,
Kehadirat Putra-mu - Manna dari Surga
Bagi kesembuhan kehidupan rohani kami.
Amin

Salam Putri Allah Bapa – 1 Salam. Maria.
Salam Bunda Allah Putra – 1 Salam Maria.
Salam Mempelai Allah Roh Kudus – 1 Salam Maria.
Kemuliaan…… Amin.


Minggu 7 Juli 2013

”Ego Mitto Vos.”Yes 66:10-14c; Gal 6:14-18; Luk 10:1-12,17-20

”Ego Mitto Vos - Aku sekarang mengutus kamu.” Inilah ajakan misi Tuhan dengan menunjuk tujuh puluh murid dan mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Sering jumlah 70 ini dikaitkan dengan jumlah anggota sanhedrin. Namun, lebih tepat jika jumlah ini dikaitkan dengan Kejadian 10 tentang jumlah 70 bangsa di dunia ini (bdk. Ul 32:8; Kel 1:5). Jadi, misi Yesus bersifat universal kepada bangsa-bangsa di dunia, bukan hanya partial kepada bangsa Yahudi saja. Yesus juga tidak berkarya sendirian di dalam mewartakan Kerajaan Allah tapi Ia membutuhkan para murid sebagai “co-laborator”: mitra karya bersama.

Sabtu 6 Juli 2013

“In vino veritas.” 
Kej. 27:1-5,15-29; Mat. 9:14-17.

“In vino veritas - Di dalam anggur adalah kebenaran.” Inilah salah satu pepatah Latin yang menyiratkan betapa dekatnya anggur dengan kehidupan harian mereka. Yesus sendiri datang sebagai “pokok anggur yang baru”. 

Bicara soal anggur, ia termasuk buah dalam keluarga Vitaceae, yang bisa diolah untuk membuat juice, jelly, minuman anggur, minyak biji anggur dan kismis, atau juga bisa dimakan langsung. Kita perlu ingat bahwa anggur sebetulnya adalah tanaman tertua yang dibudidayakan manusia. Adalah sebuah penelitian historis: Pada mummi di Mesir (yang telah berusia lebih dari 3000 tahun), ditemukan biji-biji anggur yang diduga merupakan bekal kematian. Adapun, anggur adalah buah meja di lingkungan Kekaisaran Yunani dan Mesir Kuno, jelasnya buah anggur ini telah dikonsumsi sejak zaman pra sejarah dengan beberapa warnanya, yaitu: merah, ungu, hijau dan kuning. 

Jumat 5 Juli 2013

“Libertas, égalitas, fraternitas” 
Kej 23:1-4.19; 24:1-8.62-67; Mat 9:9-13

“Libertas, égalitas, fraternitas - Kebebasan, persamaan, dan persaudaraan” merupakan trilogi semboyan yang marak pada waktu Revolusi Perancis (1789–1799). Tiga semangat dasar inilah yang juga tampak pada bacaan hari ini ketika Yesus memanggil Matius: “Ikutlah Aku!” Secara historis, latar belakang Matius mirip dengan Zakheus yang adalah seorang pemungut cukai. Pada masa itu pemungut cukai adalah profesi yang sangat dibenci dan dianggap sebagai pengkhianat bangsa Yahudi. Mereka dicap sebagai pengkhianat dan antek-antek penjajah karena menyetorkan pajak kepada bangsa Romawi. 

Nama asli Matius sendiri sebelum panggilan Yesus datang kepadanya adalah Lewi. Bisa dipastikan, Lewi ini adalah seorang yang kaya dalam hal harta, selain karena profesinya sebagai pemungut cukai, juga disiratkan oleh Alkitab bahwa dia juga mengadakan jamuan makan bersama untuk Yesus dan rekan-rekan seprofesinya. Ketika kemudian menjadi salah satu di antara 12 rasul, Lewi lebih dikenal dengan nama Matius, yang dalam bahasa Yunani berarti “anugerah/hadiah dari Allah”. 

Kamis 4 Juli 2013

“Dives in Misericordia”

Pekan Biasa XIII
Kej 22:1-9; Mat 9:1-8

“Dives in Misericordia - Kaya dalam Kemurahan Hati" adalah nama dari ensiklik yang ditulis oleh Paus Yohanes Paulus II yang berbicara tentang kemurahan hati Tuhan. Dalam Injil hari ini, Yesus jelas menampakkan kemurahan hatiNya terhadap orang lumpuh: “Percayalah hai anakKu, dosamu sudah diampuni.” Mengacu pada injil sinoptik yang lain (Mrk. 2:1-12; Luk. 5:17-26), hal ini terjadi di kota-Nya sendiri yaitu Kapernaum (Mrk. 2:1; Mat. 4:13).