Ads 468x60px

Senin 31 Maret 2014

Yes 65:17-21; Mzm 30:2.4.5-6.11-12a.13b; Yoh 4:43-54.           

"Fides et veritas - Iman dan kebenaran." Inilah dua hal yang selalu diwartakan Yesus yang juga tampak dalam bacaan injil hari ini ketika Yesus berkata kepada pegawai istana yang anaknya sedang sakit keras: "Pergilah, anakmu hidup!" Bersama teladan pegawai istana, kitapun diajak memiliki iman an kebenaran dengan 3 langkah nyata, antara lain:

Minggu 30 Maret 2014

MINGGU PRAPASKAH IV
1 Sam 16:1b.6-7.10-13a; Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Ef 5:8-14; Yoh 9:1-41.    

"Lux veritatis-Cahaya kebenaran!" Inilah salah satu gelar untuk Yesus ketika Ia menyembuhkan seorang yang buta sejak lahir. Cahaya kebenaranNya membuat orang buta itu dapat melihat. Sebaliknya, orang Farisi yang merasa bisa melihat (merasa tahu dan lebih mengenal Allah) justru menjadi buta. Mereka tidak mampu melihat karya Allah dalam diri Yesus dan si buta yang disembuhkanNya karena hatinya penuh dengan kesombongan dan kemunafikan.

Sabtu 29 Maret 2014

Hos 6:1-6; Mzm 51:3-4.18-19.20-21ab; Luk 18:9-14.

"Beati pauperes spiritu - Berbahagialah mereka yang rendah hati". Inilah salah satu inti bacaan ketika Yesus lebih mencintai pemungut cukai yang merasa berdosa dan merendahkan hati daripada orang farisi yang merasa suci dan tinggi hati.Dalam bahasa Escriva: “Kita adalah kuas di tangan pelukis dan katakanlah kepadaku apa gunanya sebuah kuas jika ia tidak menuruti kehendak sang pelukis? Alkitab sendiri sangat menjunjung sikap rendah hati: Ganjaran kerendahan hati adl kekayaan-kehormatan dan kehidupan (Ams22:4) bahkan orang rendah hati akan mewarisi bumi: makan dan kenyang (Mzm22:7), dimahkotai dengan keselamatan (Mzm 149:4) dan menerima pujian (Ams 29:23).Yang pasti: Kerendahan hati bukanlah suatu sikap yang sekadarmenganggap diri penuh kekurangan tapi adalah suatu sikap yang merendah dan terbuka, yang menganggap orang lain sama penting dan mulianya dengan dirisendiri dan karena itu dengan ikhlas menghargai an mengasihinya tanpa merasa hina/rendah.

Jumat 28 Maret 2014

Hos 14:2-10; Mzm 81:6c.8a.8bc-9.10-11ab.14.17; Mark 12:28b-34.         

"Amor vincit omnia - Kasih mengalahkan segala." Inilah salah satu pesan inti dalam kantata prapaskah gereja kristiani se-Surakarta pada malam ini di Graha Anugerah bertema "Lift High The Cross." Adapun pelbagai tampilan paduan suara gerejani dan teatrikal orang muda dari Gereja Sragen serta Solo seakan mengamini dua pilar dasar yang dikatakan seorang Yahudi yang bijak kepada Yesus bahwa mengasihi Tuhan itu haruslah dengan segenap hati-segenap pengertian dan segenap kekuatan serta mengasihi sesama manusia itu jauh lebih utama daripada semua korban bakaran dan sembelihan.

Kamis 27 Maret 2014

Yer 7:23-28; Mzm 95:1-2.6-7.8-9; Luk 11:14-23.   

"Verbo ergo sum-Aku berkata kata maka aku ada." Inilah salah satu nuansa yang muncul ketika tadi saya menghadiri "Obrolan Tanpa Waton" bersama Butet Kertaredjasa-Mamik Prakoso dan para caleg DPR RI di Omah Sinten Solo. Ya, hidup kita kadang penuh dengan kata-kata dan kerap kali kita lebih mudah berkata buruk dan "semper accusat-selalu menuduh". Inilah juga yang dialami Yesus ketika menyembuhkan orang yang kerasukan setan. Ketika setan itu keluar dan orang bisu itu menjadi bisa berkata-kata, ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dg kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada Yesus untuk mencobai Dia. Dengan kata lain: Mereka yang menuduh adalah orang-orang yang pada dasarnya sudah tidak suka dengan Yesus. Akibatnya, apa pun yang dilakukan oleh Yesus selalu dilihat serba negatif. Adapun tiga indikasi dasar orang-orang yg suka menuduh, antara lain:

Rabu 26 Maret 2014

Ul 4:1.5-9; Mzm 47; Mat 5:17-19

"Lex aeterna - Hukum abadi." Dalam khotbah di bukit Yesus berkata: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat/kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya." Secara sosiologis, orang Yahudi mempunyai banyak hukum yang secara padat terungkap dalam 10 Perintah Allah yang pada awalnya tertulis di dua loh batu yang dibawa Musa ketika turun dari Gunung Sinai (Jabal Musa جبل موسَى). 

Selasa 25 Maret 2014

Hari Raya Kabar Sukacita
Yes 7:10-14; 8:10; Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11; Ibrani 10:4-10; Lukas 1:26-38. 

"Ecce ancilla Domini-Aku ini HAMBA Tuhan!" Inilah perkataan Maria yang penuh iman dalam perayaan Kabar Sukacita yang kita kenangkan hari ini bahwa kepenuhan segala rahmat yang ada dalam Kristus datang ke dalam Maria, meski dalam suatu cara yang berbeda. Adapun tiga alasan iman mengapa kita juga harus bersukacita seperti Maria, antara lain:

Senin 24 Maret 2014

2 Raj 5:1-15a; Mzm 42:2-3; 43:3-4; Luk 4:24-30.

"Spe gaudentes, in tribulation patientes, oration instants - Bersukacita dalam pengharapan, bersabar dalam kesesakan dan bertekun dalam doa.” Inilah salah satu ayat yang saya daraskan dalam misa kudus karena mengajak saya untuk selalu berani menghidupi iman lewat tiga sikap nyata: bersyukur-bersabar dan bertekun. Adapun hari ini, Yesus  juga menghidupi imannya, tidak hanya sebagai imam yang menguduskan/raja yang memimpin tapi juga sebagai nabi yang mewartakan kebenaran. Nabi berakar dari kata "naba" : kabar/ berita/sabda,  yang mendapat dan mewartakan kabar/berita/sabda ilahi walau dengan resiko kadang ditolak dan disingkirkan sesamanya. Dengan kata lain: Nabi/Messenger/Prophet" berarti juga menjadi jubir-juru bicara/jurkam-juru kampanye Allah yang harus memiliki beberapa sikap ilahi seperti yang saya sebut di atas, antara lain:

Minggu 23 Maret 2014

MINGGU PRAPASKAH III
Kel 17:3-7; Mzm 95:1-2,6-7,8-9; Rom 5:1-2.5-8; Yoh 4:5-42     

"Aqua vita-Air hidup." Inilah pesan pokok yang dihadirkan dalam perjumpaan dengan perempuan Samaria bahwa Yesus datang sebagai "CIVITA", semacam air hidup" (Sunda: Ci, Lat: vita) yang mempunyai caritas/kasih, vitalitas/hidup dan humilitas/kerendahan hati. Adapun 3 kalimat yang bisa kita renungkan, antara lain:

Sabtu 22 Maret 2014

Mikha 7:14-15.18-20; Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12; Luk 15:1-3.11-32.

"Pater Noster - Bapa Kami." Inilah salah satu doa khas dan juga panggilan kita kepada Allah dalam keseharian hidup. Sebenarnya, kita juga diajak dan dipanggil untuk menjadi "BAPA" yang rahim. Adapun sebuah buku  "The Return of The ProdigalSon" yang membedah bacaan injil hari ini tentang "anak yang hilang." Sang penulis, Henri Nouwen mengkontemplasikan secara mendalam tentang anak yang hilang dari lukisan Rembrandt dan “lukisan” St Lukas (15:11-32) dengan 3 tahapan yang kerap kita alami juga, antara lain:

Jumat 21 Maret 2014

Kej 37:3-4.12.13a.17b-28; Mzm 105:16-17.18-19.20-21; Mat 21:33-43.45-46.

"Iustitia omnibus-Keadilan untuk semua." Inilah salah satu harapan iman bahwa Tuhan itu berlaku adil pada umatNya. Hal ini ditegaskan dalam kisah Yusuf yang dibuang secara tidak adil oleh para kakaknya karena iri hati dan Yesus yang disalibkan secara tidak adil oleh para imam kepala dan ahli taurat karena sentimen dan iri hati juga. Ketika itulah Tuhan yang Maha Adil tetap berkarya dan melindungi setiap umatNya serta mengatakan bahwa "batu yang dibuang oleh tukang bangunan telah menjadi batu penjuru." Mengacu pada bacaan injil hari ini, ketidakadilan juga tampak ketika para penggarap anggur yang dipercaya malahan menolak dan membunuh para utusan dan bahkan putera majikannya sendiri. Dengan kata lain: Mereka hadir sebagai orang yang bersikap tidak adil dengan 3  ciri, antara lain:

Kamis 20 Maret 2014

Yer 17:5-10; Mzm 1:1-2.3.4.6; Luk 16:19-31.

"Memoria passionis-Kenangan penderitaan." Inilah salah satu pesan inti yang muncul dalam masa prapaskah yang juga menjadi salah satu inti bacaan injil hari ini bahwasannya Tuhan selalu mengenang dan mengingat segala sikap hidup kita, entah baik/buruk yang kita buat kini. Dalam bahasa St Yohanes Maria Vianney: "Saat hidup di dunia ini adalah saat kerahiman. Saat kematian nanti adalah saat penghakiman". Artinya: selama kita hidup, Tuhan selalu memberikan kerahimanNya, berupa pengampunan dan kesempatan untuk berbenah dan berbuah dengan kepedulian yang nyata. Dan, setelah kematian, kesempatan itu tidak ada lagi karena yang ada hanyalah penghakiman. Jelasnya, pada saat itulah kita harus mempertanggungjawabkan hidup kita kepada Tuhan (Mat 25:31-46). Adapun 3 dasar iman, supaya tidak mudah lupa ber-"memoria", antara lain:

Rabu 19 Maret 2014

HR St Yusuf, Suami SP. Maria
Sam 7:4-5a.12-14a.16; Mzm 89:2-3.4-5.27.29; Rom 4:13.16-18.22; Mat 1:16.18-21.24a / Luk 2:41-51a.

Hari ini, kira merayakan St. Yusuf, suami Bunda Maria dan bapak serta kepala keluarga kudus Nazaret yang memiliki 3 vitamin iman, antara lain:

1.Vit "D"-Doa yang berbuah kekudusan: Di satu pihak, Yusuf tidak mengerti kenapa Maria dapat hamil tapi di lain pihak ia yakin bahwa Maria tidaklah berdosa. Ia tidak mudah berpikir negatif apalagi emosi kpd Maria. Sebaliknya, ia tetap tekun berdoa shingga peka mendengarkan sapaan dari Yang Kudus. Adapun 4 alasan dasar kenapa kita harus berdoa, antara lain: untuk menyembah Allah,  berterima kasih kepada Allah,  meminta ampun dari Allah dan meminta pertolongan Allah.

Selasa 18 Maret 2014

Yes 1:10.16-20; Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23; Mat 23:1-12 

"Verba docent exempla trahunt-Kata kata itu mengajar tp teladan itu menyentuh hati." Inilah pepatah latin yang seakan mengamini pesan inti Yesus hari ini: “Lakukanlah segala sesuatu yang mereka (para ahli kitab + orang farisi) ajarkan kepadamu tapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan tapi tidak melakukannya. Dengan kata lain: Yesus membenci sikap ahli kitab + orang farisi yang munafik (Arab:  منافق, munāfiqūn, "MUlutnya pedas-Nalurinya iri-FIKirannya negatif"), yang tampak dalam beberapa ciri dasar: "bila berkata-ia berdusta; bila berjanji-ia mengingkari; bila diberikan kepercayaan-ia mengkhianati". 

Senin 17 Maret 2014

Dan 9:4b-10; Luk 6:36-38.

“Beati pauperibus spiritu - Berbahagialah mereka yang rendah hati." Inilah salah satu ungkapan Yesus pada Kotbah di Bukit yang juga mengantar kita untuk bisa menjadi pribadi yang murah hati seperti pesanNya pada bacaan hari ini: "Hendaknya kamu murah hati, sebagaimana BapaMu adalah murah hati." Adapun tiga indikasi orang yang mau selalu berjuang menjadi orang yang bermurah hati, lewat "KUD", "Karya-Ucapan dan Doa", antara lain:

Ora et Labora



 "Ora et labora-Berdoa dan bekerjalah."  
Seorang saudara berkata kepada Abas Antonius: “Doakanlah aku.” Sang penatua menjawab: “Aku tidak akan berbelaskasihan kepadamu, juga Allah tidak, jikalau engkau sendiri tidak berusaha dan tidak berdoa kepada Allah.”

Tempus Liberum


"Tempus liberum-Waktu bebas." Inilah istilah khas di seminari untuk para seminaris mengisi waktu luang di tengah kesibukan rutinitas harian mereka. Bukankah kita semua juga membutuhkan waktu yang berkualitas bernama "tempus liberum" itu? Inilah sepenggal kisah dari para bapa padang gurun: "Seorang pemburu di padang gurun melihat Abas Antonius sedang bersantai dengan para saudara sehingga ia menjadi terkejut. Untuk menunjukkan kepada si pemburu itu bahwa kadang-kadang perlu memenuhi kebutuhan para saudara, sang penatua berkata kepadanya: 

Donato ergo sum

"Donato ergo sum-Aku berbagi maka aku ada!" Para saudara datang kepada Abas Antonius dan berkata: “Katakanlah sepatah kata; bagaimana kami dapat selamat?” Sang penatua menjawab: “Kalian sudah mendengar dari Kitab Suci dan itulah yang seharusnya mengajar kalian bagaimana supaya selamat.” Akan tetapi mereka berkata: “Kami ingin mendengar juga dari Bapa.” 

Salve Regina

"Salve Regina - Salam Ya Ratu." Inilah salah satu doa khas dalam tradisi kristiani yang biasanya juga menjadi lagu pujian untuk penghormatan terhadap Bunda Maria di banyak biara dan pertapaan Katolik. Inilah isi doanya yang juga kerap dinyanyikan:

Caritas et humilitas

"Caritas et humilitas - Kasih dan kerendahan hati."
Inilah dua hal baik yang tampak ketika Abas Pambo bertanya kepada Abas Antonius: “Apa yang harus kulakukan?” Sang penatua itu menjawab: “jangan percaya pada kesalehanmu sendiri, jangan cemas akan masa lampau dan masa depan, serta selalu kuasailah lidah dan juga perutmu!” (APOGHTEMATA PATRUM).

Doa Angelus

Umat Katolik memiliki tradisi berdoa Angelus (Malaikat Tuhan) yg rutin didoakan sehari 3 kali: pagi, siang & sore. Berikut doanya:

DOA MALAIKAT TUHAN  (Angelus)
Malaikat Tuhan
Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan,
bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.
Salam Maria …..dst
Aku ini hamba Tuhan,
terjadilah padaku menurut perkataanmu.
Salam Maria …..dst
Sabda sudah menjadi daging,
dan tinggal di antara kita.
Salam Maria …..dst
Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah,
supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

Serahkanlah pada Allah

"Ketika Abas Antonius memikir-mikirkan rahasia pengadilan Allah, ia bertanya: “Tuhan, bagaimana bisa terjadi, ada beberapa orang yang mati muda, sementara yang lain hidup sampai usia sangat tua? Mengapa ada orang-orang miskin dan orang-orang kaya? Mengapa orang jahat hidupnya makmur dan orang baik hidupnya berkekurangan?” Lalu ia mendengar suatu suara menjawab: “Antonius, perhatikan saja dirimu sendiri. Serahkan hal-hal lainnya pada keputusan Allah. Tak ada gunanya bagimu untuk mengerti semuanya itu.” (APOGHTEMATA PATRUM).

Lakukanlah

"Ketika Abas Antonius yang suci hidup di padang gurun, ia dihinggapi rasa bosan dan diserang oleh banyak pikiran jahat. Ia berkata kepada Allah: “Tuhan, aku ingin selamat tetapi pikiran-pikiran ini tidak mau hilang. 
Apa yang harus kuperbuat dalam kemalanganku ini? Bagaimana aku dapat diselamatkan?”

PRIA - PRajurit Idaman Allah

Seorang saudara dalam sebuah biara difitnah dan mendapat tuduhan palsu berzinah. Lalu ia bangkit dan pergi ke Abas Antonius. Para saudara dari biara itu juga datang untuk menuduh dan membawa dia kembali. Mereka mulai membuktikan bahwa ia telah melakukan hal itu. Akan tetapi ia mempertahankan diri dan menyangkal bahwa ia tidak melakukan hal seperti yang di tuduhkan. 

Doa memohon hati yang berbelas kasih


Doa Memohon Hati yang Berbelas Kasih" (Kerahiman St.Faustina):

"O Yesus, aku tahu bahwa belas kasih-Mu melampaui segala akal budi kami, sebab itu aku mohon kepada-Mu, buatlah hatiku demikian besar hingga cukup ruangan bagi kepentingan segenap jiwa-jiwa yang hidup di atas muka bumi maupun segenap jiwa-jiwa menderita dalam api penyucian. Berilah aku hati yang peka terhadap segala penderitaan sesamaku, baik penderitaan jiwa maupun raga.

Minggu 16 Maret 2014

MINGGU PRAPASKAH II
Kej  12:1-4; Mzm 33:4-5.18-19.20.22; 2 Tim 1:8b-10; Mat 17:1-9.

"Deus iluminatio mea - Tuhan adalah cahaya hidupku! " Inilah motto Oxford yang juga menjadi pesan hari ini ketika Yesus mengajak kita untuk menjadi "cahaya" ("CAri Tuhan-HAdapi cobaan-YAkini iman") dengan 3 sikap dasar, antara lain:

Ave crux spes unica

"Ave crux spes unica-Salam ya Salib satu satunya harapan kami! 
Doa di depan Salib adalah doa pertama yang disusun oleh St.Fransiskus Asisi. Tanggal penyusunannya diperkirakan sekitar tahun 1205 dan 1206, pada waktu Fransiskus masih mencari-cari tahu mengenai panggilannya dan berjuang melawan berbagai godaan dan keragu-raguan. Doa ini dinamakan juga “doa pertobatan Fransiskus”, namun hal itu tidak berarti bahwa doa tersebut disusun pada saat pertobatannya. Orang kudus ini telah menghaturkan doa-doa dengan cara yang sama sebelum dia menyusunnya seperti kita kenal sekarang:  

Doa Koronka


"KORONKA" adalah doa devosi yang repetisi (diulang-ulang) seperti doa rosario, yang diberikan oleh Yesus lewat St. Faustina untuk mendapatkan rahmat dan belaskasih/pengampunanNYA lewat devosi Kerahiman Ilahi. Devosi Kerahiman Ilahi inipun sah dan diresmikan oleh Gereja lewat ensiklik "Dives in Misericordia", bahkan diperluas oleh Paus Yohanes Paulus II yang rencananya pada Minggu Kerahiman Ilahi tahun 2014 ini akan dikanonisasi sebagai santo di Gereja St. Petrus Vatican. Doa KORONKA ini sendiri bisa didoakan dengan menggunakan rosario biasa dan waktunya bisa kapan saja, terlebih pada jam 15.00 untuk mengenangkan sengsara dan wafatNYA.

Deus semper maior- Tuhan selalu lebih besar !

"“Tuhan. Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.” (Mz.139:2-3) 

Via Illuminativa

 Via Illuminativa-Jalan Pencerahan. Aku tak punya waktu untuk membenci orang yg membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai mereka yang mencintaiku." SOP - "Simple Optimist Positive Thinking." Semangat pagi. Selamat berbagi. 

Tuhan memberkati + Bunda mrestui. 
Fiat Lux! @RomoJostKokoh 

(PIN HIK: 752D878C).

Syahadat Kerendahan Hati

Hati Maria sebagai Tahta Kebijaksanaan -“Berbuatlah kebaikan tanpa banyak bicara! Cintailah Tuhan dan sesama Tanpa banyak bicara! Kerjakan tugasmu Tanpa banyak bicara! Terimalah kehendak Allah. Tanpa banyak bicara! Bahagialah bersama orang lain. Tanpa banyak bicara! Tutupilah kesalahan orang lainTanpa banyak bicara! Berdamba  dan bercita-citalahTanpa banyak bicara! Peluklah salib YesusTanpa banyak bicara!Berkorban dan serahkan dirimuTanpa banyak bicara! Tataplah surgaTanpa banyak bicara! Tataplah keutamaanTanpa banyak bicara! Bertahanlah sampai mati Tanpa banyak bicara!”

Perfectae Caritatis - Kasih yang Sempurna

Kalau kita merasa sepi, kita terus-menerus mencari orang lain dan mengharapkan orang itu dapat menyingkirkan kesepian kita. Hati kita yang sepi berteriak, "Peganglah tanganku, sentuhlah aku, ajaklah aku berbicara, berilah aku perhatian."

Akan tetapi, dalam waktu singkat kita akan merasa bahwa orang yang kita harapkan dapat menyingkirkan kesepian kita, ternyata tidak dapat memenuhi harapan kita. Tidak jarang orang itu merasa tertekan dengan kemauan kita dan pergi meninggalkan kita dalam kekecewaan.

Penyerahan diri

Seorang yang hidupnya sangat saleh dan menyerahkan diri kepada Tuhan menemui seorang sufi. Kepada sufi itu dia berkata, "Lihatlah betapa berserahnya aku kepada Tuhan, ontaku kubiarkan tidak tertambat diluar, Tuhan akan menjaganya". Sufi itu langsung berkata: "Keluarlah hai orang bodoh dan tambatkan ontamu pada tiang, karena apa yang bisa dilakukan oleh manusia tidak dikerjakan oleh Tuhan!"

Cerita diatas bisa jadi menjawab banyak pertanyaan mengenai penyerahan diri dan sikap kita terhadap Tuhan. Seringkali kita bersikap kurang ajar ke Tuhan, menyuruh Tuhan untuk berbuat ini itu buat kita, bahkan lebih gila lagi menyuruh Tuhan untuk menyetujui semua tindakan kita termasuk yang jelek kepada orang atau pihak lain, bikin tanda salib terus memukul/menganiaya orang. Apakah Tuhan mau memenuhi permintaan dan 'perintah' kita, tentunya tidak, akibatnya secara tidak sadar kita membentuk "tuhan-tuhan" baru, yang sesuai dengan keinginan dan kemauan kita sendiri.

Tuhan memberkati , Bunda merestui.
Fiat Lux! @RomoJostKokoh

(PIN "HIK": 752D878C)

Orang Mulia

Orang yang mulia adalah orang yang sibuk mencari kekurangan diri sendiri dan suka memperbaikinya. Orang yang hina adalah orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain dan suka menyebarkannya. Oleh sebab itu: Hendaklah kita tidak meremehkan kebaikan sekecil apapun, meski hanya menemui saudara kita dengan wajah yang berseri dan hendaklah kita tidak meremehkan keburukan sekecil apapun, meski hanya mempergunjingkan orang lain tanpa sengaja.

Semangat pagi. Selamat berbagi.
Selamat berakhir pekan
Tuhan memberkati dan Bunda merestui.
Fiat Lux!! @RomoJostKokoh

Mengasihi dengan sungguh

Tuhan memang tinggi sekali, namun ia melihat ke bawah, ke tempat yang rendah. Sebab itu janganlah mencari gunung yang tinggi untuk bertemu dengan Tuhan. Bila engkau meninggikan dirimu setinggi-tingginya, Tuhan akan menarik Diri-Nya sejauh-jauhnya darimu. Namun jika engkau merendahkan diri serendah-rendahnya, Ia akan tunduk mendekatimu sedekat-dekatnya.”

Kalau kita datang kepada Tuhan karena cinta, kalau kita hidup saling mengasihi, maka Tuhan hadir bersama dengan kita, karena di mana orang saling mengasihi di sana Allah hadir.

Mari kita hadirkan Allah di tengah dunia ini dengan mengasihi - mengasihi - dan mengasihi dengan lebih sungguh.”

Semangat Pagi, Selamat Berbagi
Fiat Lux @RomoJostKokoh

Sabtu 15 Maret 2014

Ul 26:16-19; Mzm 119:1-2.4-5.7-8; Mat 5:43-48.   

"Misericordia-Kerahiman Ilahi." Inilah salah satu devosi yang ditekankan pada saat prapaska dan paska sebagai masa yang penuh dengan kerahiman. Adapun hari ini Yesus sang Raja Kerahiman berkata kepada para muridNya: "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." Dengan kata lain: Kita diajak menjadi orang yang memiliki "kerahiman ilahi" dengan memiliki "kado": "KAsihi+DOakan". Kita diajak menjadi "kado", terlebih bagi musuh yakni orang yang menyakiti dan membenci kita. Tidak usah dibalas/digerutu, cukuplah dikasihi dan didoakan. Bagi banyak orang, musuh sendiri adalah orang yang dibenci karena menyebabkan kerugian-sakit hati-kecewa-terpuruk-gagal dll, bisa rekan seiman dan seimam, serumah/se-tempat kerja. Yang pasti, akibat adanya musuh, kita malahan bisa dikotori oleh perasaan benci dan keinginan untuk membalas dendam serta menghancurkan orang lain. Atau paling tidak, kita ingin melihat mereka menderita. Manusiawi tapi sebenarnya dengan cara demikian, kita malahan akan selalu dipenuhi perasaan dan pikiran negatif, mudah marah dan tersinggung. 

Jumat 14 Maret 2014

Yeh 18:21-28; Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8; Mat 5:20-26.

"Homo homini lupus - Manusia adalah serigala bagi sesamanya!" Inilah kenyataan yang kadang terjadi di negara kita yang katanya beragama. Kita senang melihat setiap jumat: banyak mesjid penuh, setiap minggu: pelbagai gereja hiruk pikuk oleh pelbagai ritus dan kultus keagamaan. Tapi kita juga gamang melihat di balik kemegahan perayaan keagamaan: yang suka ke gereja tapi malas kerja, yang suka berkata halus ternyata penuh akal bulus, yang suka sholat tapi suka menghojat, yang bawa kitab suci ternyata juga getol korupsi, yang suka bicara pelayanan tapi malahan penuh dengan skandal dan ke-irihati-an. Jelaslah bahwa "sensus fidelium/citarasa iman" kerap kalah oleh "sense of markets/citarasa pasar", dimana beragama tidak menjamin orang menjadi beriman, karena beragama kadang penuh dengan "tata lahiriah" sedangkan beriman lebih pada "tata laku": cara pikir dan cara hidup. Mengacu pada bacaan injil hari ini,  Yesus berkata: "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."

Memaknai Puasa dan Pantang

Mea culpa mea culpa mea maxima culpa-Saya berdosa, saya berdosa saya sungguh berdosa!" Inilah salah satu ungkapan dasar ketika kita berdoa tobat terlebih pada hari jumat, yang "JUjur + penuh rahMAT ini, hari puasa dan pantang yang dikatakan Gereja bahwa: “Seluruh hari Jumat sepanjang tahun dan selama Masa Prapaskah adalah hari-hari tobat….” (CIC 1250).

Di hari Jumat ini, banyak orang Katolik kadang menjalankan puasa/pantang. Ada yang  puasa karena taat buta pada aturan pimpinan agamanya. Ada yang punya ujud khusus. Ada yang karena kebiasaan saja. Ada pula yang puasa  karena malu pada orang lain di sekitarnya. Puasa sendiri dikenal oleh setiap tradisi agama. Waktu dan caranya berbeda-beda. Tetapi tujuan puasa, umumnya dapat diringkas: latihan fisik demi latihan jiwa. Olah batin, itulah yang mau disasar. Dalam bahasa RA Kartini: "Melalui menahan diri/berpuasa, kita pergi menuju terang, berpuasa adalah cara mengatasi yang jasmani oleh yang rohani." 

Dum spiro spero

“Dum spiro spero-Aku berharap selagi aku masih bernafas!"
"Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan!"  (Mz.130:7).

Inilah juga yang menjadi harapan iman kita semua termasuk para teolog besar. Disinilah saya hadirkan sebuah doa pribadi dari Karl Rahner, teolog yang banyak memberi warna dalam Gereja Katolik Pasca Konsili Vatican II:   

Ave Maria - Salam Maria!

Ave Maria - Salam Maria! Inilah salah satu doa khas dalam Gereja Katolik untuk menghormati dan mengasihi Bunda Gereja yang adalah pendoa, pembela dan sekaligus perantara kita kepada Yesus, Per Mariam Ad Jesum." Dan, inilah salah satu doa gereja untuk Bunda Gereja: "

"Ingatlah, Ya Maria, perawan yang amat baik bahwa belum pernah terdengar seorang yang berlindung kepadamu, memohon pertolonganmu dan meminta perantaraanmu pernah ditinggalkan olehmu. Hai kusuma segala perawan, Hai Bunda, kepadamu aku berlari, digerakkan hati oleh harapan yang demikian itu, kepadamu aku datang, di hadapanmu aku seorang berdosa, berdiri seraya mengadu. Hai Bunda Sabda Allah, jangan mengabaikan perkataanku, melainkan dengarkan dengan belas kasihan dan luluskanlah. Amin."

Tuhan memberkati dan Bunda merestui
Fiat Lux!  @RomoJostKokoh
PIN HIK 752D878C

Kamis 13 Maret 2014

Ester 4:10a.10c-12.17-19; Mzm 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Mat 7:7-12.  

"Orate-Berdoalah!" Inilah ajakan ilahi yang kerap kita dengar, bahkan kadang terdengar klise, padahal doa itu punya arti yang indah, "Dikuatkan Oleh Allah!" Mengacu pada injil hari ini, doa bukan sekedar "simsalabim" atau "abrakadabra", tapi doa menjadi suatu proses komunikasi dan perjuangan yang terus menerus dengan 3 pola dasar, antara lain:

Rabu 12 Maret 2014

Yun 3:1-10; Mzm 51:3-4.12-13.18-19; Luk 11:29-32.

"Signum-Tanda! " Inilah yang menjadi kekhasan iman kita bahwa Tuhan sebagai "Penanda Pertama", hadir lewat banyak tanda, bahkan setiap praksis liturgi dan mistagogi kita juga penuh dengan tanda. Yang pasti, kita juga diajak utk menjadi tanda yang hidup, dalam bahasa saya, menjadi "significant minority", minoritas yang memberi "tanda" (arti/guna/faedah) bagi gereja dan masyarakat kita. Adapun Yesus menegur orang yang tidak bertobat sehingga kurang peka pada pelbagai tanda jaman: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda tapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus!" Disinilah kita diajak benar-benar bertobat dan peka pada pelbagai tanda yang diberikanNya skaligus menjadi "sakramen" yang hidup, "tanda hadirnya Allah lewat 3 pilar, antara lain:

Bila aku tersenyum

Tuhan, bila aku tersenyum bahagia 
biarlah namaMu yang kusebut
bila aku menangis meratap 
biarlah hatiMu yang kucari 
bila aku memandang ke surga 
biarlah wajahMu yang kulihat.

Tuhan, jiwaku milikMu 
cintaku untukMu 
usahaku berkatMu 
kematianku undanganMu 

Rabu Abu

Pulvis et umbra sumus - Kita hanyalah debu dan bayangan. 

1.
Apakah Rabu Abu itu?
Rabu Abu adalah permulaan Masa Prapaskah, yaitu masa pertobatan dan pemeriksaan batin guna mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Paskah: Kebangkitan Kristus.

2.
Mengapa orang Katolik membubuhi dahinya dengan tanda salib pada hari Rabu Abu? 
Sebab menurut Injil, tanda di dahi adalah lambang kepemilikan seseorang. Dengan tanda salib didahinya melambangkan bahwa orang tersebut adalah milik Yesus Kristus, yang wafat di Kayu Salib. Tanda itu serupa dengan tanda rohani atau meterai yang dimeteraikan dalam Baptisan Kristiani, yaitu ketika manusia dibebaskan dari perbudakan dosa, serta dijadikan hamba kebenaran. (Roma 6:3-18). Tanda itu juga serupa dengan gambaran orang-orang benar dalam Kitab Wahyu: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" (Why 7:3)

Selasa 11 Maret 2014

Yes 55:10-11; Mzm 34:4-5.6-7.16-17.18-19; Mat 6:7-15. 

 "Homo est animal loquens - Manusia adalah makluk yang berkomunikasi." Inilah salah satu keyakinan saya bahwasannya tindakan kita yang paling dasar adalah komunikasi ("comunicare: berbagi), dengan sesama dan semesta. Secara sederhana, doa sendiri bukan melulu soal meminta-minta kepada Allah tapi juga adalah sebuah tindakan komunikasi kita dengan-Nya, yang penuh dengan rasa dan nuansa: syukur-pujian-ratapan-permohonan dll. 

Hari ini, Yesus sendiri mengajarkan doa - berdoa lewat "Doa Bapa Kami", dimana salah satu penekananNya: “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata, doa mereka dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta padaNya!" Adapun "P3K" dalam doa "Bapa Kami", antara lain:

Tempus Fugit

“Tempus fugi - Waktu itu terbang!" Ia tidak bisa mundur, selalu maju dan bertambah, kerap kita seakan kehabisan waktu dan merasa waktu begitu cepat berputar dan kita pun terputar olehnya. Itu sebabnya, pemazmur pernah mendaraskan: "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mz.90:12)   Di bawah ini, saya lampirkan sebuah doa pribadi dari St. Kanisius, yang selalu berjuang untuk mengisi waktunya dengan hal-hal yang berkualitas dan pantas.   

Audio ergo sum

"Audio ergo sum - Aku mendengar maka aku ada." Inilah sebuah harapan baik ketika banyak orang lebih mudah besar mulut dibanding lebar telinga, lebih mudah berlaku ribut daripada berhati lembut, lebih sering ber-akal bulus daripada penuh dengan hal-hal yang tulus. Hari inilah, kita diajak belajar untuk mendengarkan. Orang yang terbiasa mendengarkan org lain juga akan lebih terbiasa dan bisa mendengarkan sapaan Tuhan sendiri, bukan?  

Ite Inflamante Omnia

"Ite inflamante omnia-Pergilah dan kobarkan api Tuhan bagi dunia!" Inilah semangat dasar seorang misionaris Jesuit bernama St "FX" (Fransiskus Xaverius), dan inilah salah satu doa pribadinya yang masih cocok untuk kita renungkan dan doakan juga tentunya:

"Ya Allahku, aku cinta padaMu melampaui segala sesuatu Dan aku dengan seutuh jiwa membenci dosa-dosa karena dengan dosa, Engkau telah kuhina, karena Engkau memang tidak berkenan ada dosa di hadirat Dikau yang mahabaik dan pantas dicinta.   Aku akui, aku harus mencintai Engkau dengan cinta yang melampaui segala dan aku harus mencoba membuktikan cintaku padaMu. Aku terima Engkau di hati dan pikiranku sebagai yang jauh tak terhingga lebih besar daripada segala yang ada di dunia tak peduli betapapun bernilai dan indahnya.   Oleh karenanya, dengan tekad bulat aku berketetapan Tak pernah aku akan setuju Engkau terhina atau melakukan sesuatu yang tak berkenan di hatiMu yang baik dan berkuasa ataupun menempatkan diri dalam bahaya akan jatuh dari rahmatMu yang suci.   Sekuat daya yang ada padaku, aku bertekad untuk tetap dalam rahmat sampai hembusan nafas terakhir pada saat aku mati. Amin".   

Doa Mukjizat


"Tuhan Yesus, Aku datang menghadap Engkau dalam keadaanku seperti ini, Aku mohon ampun atas segala dosaku, Aku menyesal atas segala dosa-dosaku harap diampuni, Di dalam nama-Mu, aku memaafkan semua orang yang membenciku termasuk semua perbuatanku. Aku menyangkal setan, roh jahat, termasuk semua perbuatannya, Aku serahkan semua hidupku padaMu, Tuhan Yesus, Sekarang dan selamanya.

Aku mengundang Engkau masuk dalam hidupku, Yesus.Aku menerima Engkau sebagai Tuhanku, Allahku dan Penyelamatku, Sembuhkan aku, ubahlah aku, kuatkan tubuhku, jiwaku dan rohku,Datanglah Tuhan Yesus, bungkuslah aku dengan Darah Suci-Mu, dan, Penuhilah aku dengan Roh-Mu yang kudus, Aku cinta pada-Mu Tuhan Yesus, Aku bersyukur pada-Mu Yesus, Aku mau mengikuti Engkau setiap hari dan selama hidupku, Bunda Maria, Ibuku, Ratu Damai, St. Peregrinus, Pelindung para penderita, para malaikat dan semua orang Kudus, tolonglah aku. Amin."

Salam Maria (3x).

Tuhan memberkati + Bunda merestui.
Fiat Lux! (@RomoJostKokoh).
PIN HIK: 752D878C..

Pax et Bonum

"Pax et Bonum - Damai dan kebaikan". Inilah dua sikap dasar yang diwartakan oleh St. Fransiskus Asisi  dalam doa GITA SANG SURYA:  
"Yang Mahaluhur, Mahakuasa, Tuhan yang baik, milikMulah pujaan, kemuliaan dan hormat dan segala pujian. KepadaMu saja,Yang Mahaluhur, semuanya itu patut disampaikan, namun tiada insan satu pun, layak menyebut namaMu, Terpujilah Engkau, Tuhanku, bersama semua makhlukMu, terutama Tuan Saudara Matahari; dia terang siang hari, melalui dia kami Kauberi terang. Dia indah dan bercahaya dengan sinar cahaya yang cemerlang; tentang Engkau, Yang Mahaluhur, dia menjadi tanda lambang. 
Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari Bulan dan Bintang-bintang, di cakrawala Kau pasang mereka, gemerlapan, megah dan indah. 
Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari Angin, dan karena udara dan kabut, karena langit yang cerah dan segala cuaca, dengannya Engkau menopang hidup Makhluk ciptaanMu. 

Dominus Vivit - Allah itu Hidup!"


Di awal hari ini, kami lampirkan sebuah doa yang biasa disebut sebagai "Berkat Dominikan". Marilah berdoa: 
"Semoga Allah Bapa memberkati kita. Semoga Allah Putra menyembuhkan kita. Semoga Allah Roh Kudus menerangi kita dan memberi kepada kita mata untuk melihat telinga untuk mendengar tangan untuk melaksanakan karya Allah kaki untuk berjalan dan mulut untuk mewartakan Sabda Keselamatan. semoga Malaikat Perdamaian menjaga kita, dan akhirnya berkat Rahmat Tuhan membawa kita ke Kerajaan-Nya Amin."

Semangat pagi. Selamat berbagi.

Tuhan memberkati + Bunda merestui.
Fiat Lux! (@RomoJostKokoh).

Pin HIK: 752D878C.  

O Sancta simplicitas - O kesederhanaan yang kudus.

O Sancta simplicitas - O Kesederhanaan yang kudus. Itulah salah satu sifat yang melekat-erat pada seorang wanita berjubah biru dan berwajah haru. Namanya adalah Maria, yg artinya "MAu Rendahhati Ikut Allah". Dialah perantara, pembela dan pendoa kita.

 Inilah salah satu doanya yang bisa kita doakan sembari memohon pertolongan St. Perawan Maria dari Guadalupe:  

"Bunda tercinta, kami mengasihimu. Kami berterima kasih atas janjimu untuk menolong kami, bila kami berada dalam kesesakan. Kami mempercayakan diri ke dalam kasihmu yang kuasa mengeringkan air mata dan menghibur hati kami. Ajarilah kami menemukan damai di dalam diri Yesus Puteramu dan berkatilah kami di sepanjang hari-hari hidup kami. Tolonglah kami membangun sebuah bait di dalam hati kami. Jadikanlah bait kami itu seindah bait yang telah dibangun di atas Gunung Tepeyac bagimu. Suatu bait penuh penyerahan, penuh pengharapan iman dan cinta kasih kepada Yesus yang terus berkembang setiap hari. Bunda tercinta, Engkau memilih tinggal bersama kami dengan menghadiahkan gambar dirimu sendiri yang amat ajaib dan suci pada jubah Santo Juan Diego. Biarlah kami menikmati kehadiranmu yang penuh kasih itu apabila kami memandangi wajahmu. Berilah kami keberanian seperti Juan Diego untuk menyampaikan pesan pengharapanmu kepada semua orang. Engkaulah Bunda kami dan sumber inspirasi kami. Sudi dengarkanlah dan jawablah doa-doa kami. Amin.

(3x Salam Maria...)".

Tuhan memberkati + Bunda merestui.
Fiat Lux! @RomoJostKokoh

PIN HIK: 752D878C.

Seruan pada Kerahiman

Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah Jiwa dan Ke-Allah-an PutraMu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.'  

(Hening sejenak, renungkanlah Sengsara Yesus. Kemudian, daraskanlah seruan berikut diakhiri dengan kalimat: "kasihanilah kami dan seluruh dunia")  

Demi Yesus yang menetapkan Ekaristi sebagai kenangan akan Sengsara-Nya, …. 
Demi Yesus yang menderita sakrat maut di Taman Getsemani, …. 
Demi Yesus yang didera dan dimahkotai duri, …. 
Demi Yesus yang dijatuhi hukuman mati, …. 
Demi Yesus yang memanggul salib-Nya, …. 
Demi Yesus yang jatuh di bawah beban berat salib, …. 
Demi Yesus yang berjumpa dengan BundaNya yang berduka, …. 
Demi Yesus yang menerima uluran tangan dalam memanggul salib-Nya, …. 
Demi Yesus yang menerima belas kasih Veronica, …. 
Demi Yesus yang menghibur para perempuan, …. 
Demi Yesus yang ditelanjangi, …. 
Demi Yesus yang disalibkan, …. 
Demi Yesus yang wafat di Salib, …. 
Demi Yesus yang dimakamkan, …. 
Demi Yesus yang dibangkitkan dari antara orang mati, ….   

"Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia".... 

CANTUS dan COMPLETORIUM


Setiap hari selama masa Prapaskah, kami mengajak segenap umat di Paroki Sragen, untuk ber-“cantus” dan ber”completorium” bersama setiap hari, pada jam 21.00 di Gereja St Maria Fatima. Adapun lagu-lagunya kami ambil dari buku ibadat yang biasa didaraskan dan dinyanyikan oleh para rahib di pelbagai pertapaan kontemplatif, seperti para rahib di Rawaseneng atau para rubiah di Gedono.

Senin 10 Maret 2014

Im 19:1-2.11-18; Mzm 19:8.9.10.15; Mat 25:31-46.

"Fido et acto - Imani dan lakukan! Inilah yang menjadi pesan Yesus hari ini tentang "penghakiman terakhir", bahwa Yesus bukan cuma datang sebagai "Yang Baik", tapi sekaligus sebagai "Yang Adil". Ia memisahkan "kambing" dengan "domba", penghuni surga dan neraka, yang mendapatkan berkat dan yang mendapat kutuk. Adapun 3 semangat yang bisa kita imani dan jalani secara aktual, antara lain:

Verbum est evangelium

"Verbum est evangelium - Kata adalah warta (gembira)". Masyarakat kita dibanjiri dengan kata-kata: kata-kata di papan reklame, televisi, koran, buku sampai di warta paroki. Kata-kata yang kadang redup kadang menyala, kata kata yg berganti-ganti warna dan makna. Kata-kata yang lirih, keras, hiruk-pikuk dan riuh menantang. Kata-kata yang berseru, "Belilah ini, rasakan itu, minumlah ini, makanlah itu." Lebih-lebih kata yang berbunyi, "Belilah aku." Dengan adanya begitu banyak kata di sekitar kita, kita cenderung untuk berkata, "Ah, itu semua hanya kata-kata." Dengan demikian, kata kerap telah kehilangan dayanya. Meskipun demikian, kata itu sebenarnya mempunyai daya untuk mencipta. 

Minggu 09 Maret 2014

Minggu Prapaskah I
Kej 2:7-9.3:1-7; Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14-17; Rom 5:12-19; Mat 4:1-11 

"Consuetudinis vis magna est-Pengaruh sebuah kebiasaan itu luar biasa!" Yesus mengajak kita untuk biasa bertahan dan biasa teruji mengatasi setiap godaan yang biasa datang dan pergi di hidup kita. Biasanya, godaan itu selalu "mengundang" tapi tidak "memaksa", karena biasanya godaan kerap ada dalam dua tegangan: "bisa tapi tidak boleh" atau "tidak boleh padahal bisa". Selain itu, godaan yang datang berkali-kali itu juga biasanya datang dari kelemahan tapi bisa juga datang dari kelebihan dan kemampuan kita. Nah, adapun 3 kebiasaan yang bisa kita buat supaya biasa dan teruji mengatasi aneka godaan, terlebih godaan "kenikmatan-kesombongan dan kekayaan" seperti yang dialami Yesus, antara lain: 

SEMPER GAUDPE


 "SEMPER GAUDE-BERSYUKURLAH SENANTIASA! AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN. 

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.'' 

MPK - "Merah darahku, Putih tulangku, Kerahiman Ilahi devosiku."

JEZU, UFAM TOBIE (YESUS, ENGKAU ANDALANKU)
@ Jaringan Kerasulan Kerahiman Ilahi (JKKI) Surakarta



1. Novena Kerahiman Ilahi adalah novena yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus sendiri kepada St. Faustina (Rasul Besar Kerahiman Ilahi) berdasarkan BHSF (Buku Harian St. Faustina no.1209 ).

2. Hari Minggu Kerahiman Ilahi (HMKI) 2014, untuk merayakan Pesta Kerahiman Ilahi yaitu pada hari Minggu 27 April 2014, juga bersamaan dengan kanonisasi di Roma 2 Beato yaitu :
- Beato Yohanes XXIII
- Beato Yohanes Paulus II (Paus Kerahiman Ilahi)

Adapun cara merayakan Pesta Kerahiman Ilahi :
a. Penerimaan Sakramen Tobat
b. Novena Kerahiman Ilahi + Berdoa Ujub Paus.
c. Merayakan Perayaan Ekaristi HMKI

3. Siaran radio HMKI lewat Radio 104,7 FM Metta yaitu pada hari Minggu, 13 – 4 – 2014 pukul 18.00 – 19.00 dengan tema “Tujuh Jalan Cinta Yesus dan Paus YP II” bersama narasumber Rm Jost Kokoh Prihatanto dkk.

Catatan :
Novena Kerahiman Ilahi:
1) Novena Kerahiman Ilahi I Jumat Agung 2014 jatuh pada tanggal 18 April 2014
2) Novena Kerahiman Ilahi II Sabtu Suci jatuh pada tanggal 19 April 2014
3) Novena Kerahiman Ilahi III Minggu Paskah jatuh pada tanggal 20 April 2014
4) Novena Kerahiman Ilahi IV Senin oktaf Paskah jatuh pada tanggal 21 April 2014
5) Novena Kerahiman Ilahi V Selasa oktaf Paskah jatuh pada tanggal 22 April 2014
6) Novena Kerahiman Ilahi VI Rabu oktaf Paskah jatuh pada tanggal 23 April 2014
7) Novena Kerahiman Ilahi VII Kamis oktaf Paskah jatuh pada tanggal 24 April 2014
8) Novena Kerahiman Ilahi VIII Jumat oktaf Paskah jatuh pada tanggal 25 April 2014
9) Novena Kerahiman Ilahi IX Sabtu oktaf Paskah jatuh pada tanggal 26 April 2014

Sabtu 8 Maret 2014

Yes 58:9b-14; Mzm 86:1-2.3-4.5-6; Luk 5:27-32.

"Ecclesia est peccatorum - Gereja identik dengan kaum pendosa!" Inilah salah satu status twitter saya yang didasari keyakinan bahwa Gereja yang ada di tengah gulat-geliat dunia ini bukanlah melulu museum orang kudus tapi sekaligus rumah sakit buat para pendosa, bukan? Hal ini juga terinspirasi ketika saya bertemu dengan Bo Sanchez, seorang aktivis Katolik dari Filipina yang mencoba untuk selalu merangkul banyak "pendosa" yang tidak tersapa oleh Gereja, yang disebutnya sebagai "unchurch people".

Doa Mohon Kebijaksanaan Ilahi

Ya Yesus, berikanlah aku akal budi yang baik supaya aku dapat lebih mengenal Engkau. Sebab semakin aku mengenal Engkau, semakin aku akan mencintai-Mu.

Ya Yesus, berilah aku akal budi yang mendalam agar aku dapat memahami perkara-perkara Ilahi, agar aku bisa memahami kodrat Ilahi-Mu, dan agar aku dapat menjiwai Sang Tritunggal.

Ya Yesus, aku mengetahui bahwa Engkau memiliki rahmat kebijaksanaan yang luar biasa, karena itu aku memohon agar Engkau memberikan rahmat-Mu itu kepada aku. Semoga Engkau berkenan dengan doa ku ini ya Tuhan. Amin.

Relung Karung Puisi Untuk Bunda Maria

TTM – TRIBUTE TO MARY
@Omah Poenakawan

“Hendaklah kita mencari rahmat, dan marilah kita mencarinya melalui Maria.”


1.BINTANG LAUT
Salam Bintang Laut, Cahaya Nirmala
Tolonglah yang papa
Bimbinglah yang buta
Hiburlah yang duka
Sembuhkan yang luka

Salam Bintang Laut, Cahaya Nirmala
Bantulah yang jatuh
Dampingilah yang teguh.
Kuatkanlah yang rapuh
Bangunkanlah yang runtuh

Salam Bintang Laut, Cahaya Nirmala
Dengarkanlah kami semua
Yang bermohon dan berdoa, dengan hati yang percaya
Bila ditimpa bencana, kami mohon pertolongan
Bila terancam dosa, kami mohon perlindungan
Bila senja hidup tiba, kami mohon penyertaan

Salam Bintang Laut, Cahaya Nirmala
Kami mohon pengharapan,
Kami mohon iman,
Kami mohon kasih
Izinkanlah kami meneladani jejakmu dengan gembira
Tariklah kami mengikuti engkau dalam harum kesucian.
Ya Bintang Laut, Cahaya Nirmala

Mea culpa mea culpa mea maxima culpa

"Mea culpa mea culpa mea maxima culpa - saya berdosa saya berdosa saya sungguh berdosa." Hari ini kita masuk pada jumat pertama dalam bulan dan sekaligus dalam masa prapaskah dengan dua semangat dasar, menciptakan pertobatan dan mengenangkan pembaptisan.

“Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Mz 51:13-16)    

Yesus, Dalam diriku aku merasa ingin sekali menyenangkan Dikau. Namun, aku juga sekaligus merasa sama sekali tak mampu berbuat itu tanpa terang dan bantuan khususMu, yang dapat aku harapkan hanya dari Engkau. Laksanakanlah kehendakMu dalam diriku bahkan kendati hanya dalam diriku (St.Klaudius de la Colombiere, pembimbing rohani St.Margaretha Maria Alacoque).

Semangat pagi. Selamat berbagi. 

Tuhan memberkati + Bunda merestui.
Fiat Lux! (@RomoJostKokoh).
PIN HIK: 752D878C.

Jumat 07 Maret 2014

Yes 58:1-9a; Mzm 51:3-4.5-6a.18-19; Mat 9:14-15. 

 "Misericordia motus est -Tergerak oleh belaskasih." Inilah salah satu ajakan Paus Fransiskus pada masa Prapaskah ini yang juga menjadi pesan pokok pada bacaan hari Jumat Pertama ini. Mengacu pada pertanyaan murid-murid Yohanes kepada Yesus: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Adapun jawaban Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” 

Ora pro​no nobis

"Ora pro nobis-Doakanlah kami!"   "O, Tuhan Yesus! Aku berdoa kepadaMu untuk seluruh Gereja. Berilah kepadanya cinta dan terang Roh Kudus. Kuatkanlah kata-kata para imam, supaya hati yang keras menjadj bertobat dan berpulang kepadaMu, ya Tuhan. Berilah kami, ya Tuhan imam-imam yang kudus. Semoga Engkau sendiri menjaga kesalehan mereka. O, Imam Ilahi dan Mahaagung, semoga kekuatan kerahimanMu menyertai mereka di mana-mana, dan menjauhkan mereka dari perangkap dan jaring iblis, sebab setan selalu memasang jerat untuk menangkap jiwa imam-imamMu. Semoga kekuatan kerahimanMu, ya Tuhan, menghancurkan dan melenyapkan segala sesuatu yang dapat meredupkan kesalehan imam-imam. Karena Engkau, ya Tuhan yang Maha Rahim, berkuasa melakukan segala-galanya. Amin." 
(St. Yohanes Maria Vianey, Imam Diosesan dari Ars - Prancis, Pelindung Para Imam Sedunia).  

Domine, doce nos orare - Tuhan, ajarlah kami berdoa


Domine, doce nos orare - Tuhan, ajarlah kami berdoa…” (Luk 11:1). Itulah permintaan para murid kepada Yesus. Bicara lebih lanjut seputar doa, sebenarnya yang perlu kita garisbawahi adalah bahwa doa itu mesti berpola salib, kayu palang. Artinya tidak hanya “aku dan Tuhan” (vertikal), tetapi juga “aku dan sesama” (horisontal) juga. Artinya, pelbagai doa apa pun, betapapun bagusnya kata dan indahnya nuansa, jika tidak bermuara dalam relasi dengan sesama, menjadi hambar dan mungkin malah kehilangan nilainya. Tak ada gunanya kita berdoa "ampunilah aku Tuhan" tapi kita tak mau mengampuni orang lain. Atau 'berilah kami rejeki", sementara kita sendiri tidak pernah mau memberi. Karena itu Matius menuliskan sebuah pesan Yesus: "jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu .akan mengampuni kamu juga. Jika tidak, .Bapamu juga tidak akan mengampunimu juga.”

Masa Prapaskah: Sermo 6 de Quadragesima (St. Leo Agung)


Sahabat-sahabat terkasih, setiap saat bumi penuh dengan belas kasih Tuhan, dan alam raya sendiri merupakan suatu pengajaran bagi segenap umat beriman dalam menyembah Tuhan. Langit, laut serta segala isinya memberi kesaksian atas kebaikan dan kemahakuasaan Penciptanya; dan semarak keindahan dari kekuatan alam semesta sementara mereka mentaati perintah Penciptanya merupakan suatu ungkapan yang serasi atas ucapan syukurnya.


Catatan Mengenai Perpuluhan dalam Iman Katolik


Pertama:
Hukum persepuluhan seperti yang dipraktikkan banyak (tidak semua) Gereja Kristen berarti bahwa setiap anggota jemaat yang mempunyai penghasilan, wajib memberikan sepersepuluh (10 persen) dari penghasilan bulanan/mingguan mereka kepada Gereja. Praksis ini didasarkan pada tindakan Abraham setelah menang perang, yaitu memberikan sepersepuluh dari hasil rampasan perang itu kepada Melkisedek, Imam Agung (Kej 14:17-24). Tindakan Abraham ini dipandang sebagai kewajiban yang harus dijalankan oleh umat Israel sebagai keturunan Abraham dalam tradisi mereka (Ul 14:22-23; 26:12-15; Bil 18:20-22; Neh 10:37-38; Im 27:32-33). Karena orang-orang Kristiani adalah keturunan Abraham (Gal 3:7), maka mereka juga wajib membayar sepersepuluh dari penghasilan mereka kepada penerus imam Melkisedek, yaitu Yesus Kristus (bdk Ibr 7:1-28). Dalam hal ini, Kristus diwakili Gereja atau pemimpin Gereja. Praksis dalam kebanyakan Gereja Kristen ini dipandang sesuai dengan ungkapan Yesus berkaitan dengan persepuluhan (Mat 23:23), yaitu bahwa Yesus tetap menyetujui praksis persepuluhan itu.

Ad Maiorem Dei Gloriam


AMDG-Ad Maiorem Dei Gloriam - Demi Semakin Besarnya Kemuliaan Tuhan." Inilah salah satu semangat dasar yang bisa kita kenangkan setiap kali memulai hari, dalam hidup doa dan aneka karya kita.

"Ya Roh Allah, aku mohon kepadaMu; sudilah Engkau membantuku mengarahkansegala ulah tindakankudengan ilham-ilhamMu serta melaksanakannya dengan bantuan rahmatMu agar setiap doa dan karyakuselalu dimulai dari Dikau berlangsung lewat Dikau,serta berakhir selamat kepada Dikau. Amin."

Semangat pagi. Selamat berbagi.
Selamat merayakan hari Tuhan

Tuhan berkati+Bunda mrestui.
Fiat Lux! (@RomoJostKokoh).

Kamis 06 Maret 2014

Ul 30:15-20; Mzm 1:1-2.3.4.6; Luk 9:22-25. 

"Optio fundamentalis - Pilihan mendasar!" Yesus mengajak kita untuk menjadi murid yang total dengan pilihan yang mendasar yakni menjadi orang beriman dengan pola "sangkuli", SANGkal diri - piKUL salib - Ikuti Tuhan. Meskipun de facto banyak pilihan yang real kita hadapi: kehidupan/kematian, keberuntungan/kecelakaan, berkat/kutuk, Tuhan selalu menghendaki agar kita memilih kehidupan-keberuntungan dan berkat dengan tiga pilihan dasar yang bs kita buat, antara lain:

Misteri Paskah & Kerahiman Ilahi

(Paus Yohanes Paulus II, Ensiklik “Dives in Misericordia”).

Peristiwa-peristiwa Jumat Agung dan, bahkan sebelum itu, dalam doa di Getsemani, menghantar pada suatu perubahan fundamental ke dalam keseluruhan rangkaian pewahyuan kasih dan belas kasihan dalam misi mesianik Kristus. Dia yang “berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang” dan “melenyapkan segala penyakit dan kelemahan” sekarang Ia Sendiri tampaknya teramat mengharapkan dan memohon belas kasihan, ketika Ia ditangkap, dianiaya, dijatuhi hukuman mati, didera, dimahkotai duri, ketika Ia dipaku pada kayu salib dan mati dalam penderitaan penuh sengsara. Pada saat itulah Ia secara istimewa pantas mendapatkan belas kasihan dari orang-orang kepada siapa Ia telah berbuat kebajikan, namun Ia tiada mendapatkannya. Bahkan mereka yang paling dekat dengan-Nya tak dapat melindungi-Nya dan merenggut-Nya dari tangan-tangan para penganiaya. Pada tahap akhir dari aktivitas nesianik-Nya ini, kata-kata yang diucapkan para nabi, terutama Yesaya, mengenai Hamba Yahwe digenapi dalam Kristus: “Oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Via crucis – Via dolorosa

Jalan salib – Jalan dukacita
“Kami menyembah Dikau , ya Kristus, dan bersyukur kepadamu.”

INFORMASI
Sejak abad pertama, umat Kristiani telah mengadakan ziarah ke tanah kelahiran Yesus. Santa Helena, ibunda Raja Konstantinus, melakukan ziarahnya yang terkenal itu pada abad ke-4 dalam usahanya untuk mengenali dari dekat tempat Yesus dilahirkan, wafat dan dimakamkan.

Untuk jangka waktu yang pendek, yaitu setelah tahun 1199 ketika tentara-tentara Perang Salib berhasil menguasai Yerusalem dan wilayah sekitarnya, ziarah dapat dilakukan tanpa kesulitan. Tetapi sejak tahun 1291 setelah mereka kehilangan kekuasaan mereka atas daerah tersebut, ziarah menjadi lebih berbahaya dan mahal.

Maka, ibadat Jalan Salib bertujuan untuk menghadirkan Tanah Suci baik bagi mereka yang tidak dapat berziarah ke sana maupun bagi mereka yang sudah berziarah ke sana.

Minggu Palma:Teks Konteks Praktek

INFORMASI
Minggu Palma adalah awal Pekan Suci. Pekan Suci sendiri adalah pekan di mana kita seharusnya tidak melupakan Tuhan. Ia telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita agar kita dapat hidup kekal. Kita patut melalui pekan ini sebagai pekan yang lain daripada yang lainnya, sebagai pekan yang sungguh-sungguh suci. Secara khusus pada Minggu palma, inilah pengenangan iman ketika Yesus memasuki kota Yerusalem dengan jaya.

Di masa silam para raja mempunyai kebiasaan untuk setiap tahun sekali mengunjungi berbagai desa dan kota di wilayah kerajaannya. Kunjungan seperti itu dalam bahasa Yunani disebut "Epifani". Mereka mengadakan sidang dan bertindak sebagai hakim serta menjatuhkan vonis (hukuman). Mereka juga mengumumkan peraturan-peraturan serta memungut pajak. Sebagian kunjungan epifani bersifat damai, sementara sebagian lagi lebih menyerupai perang.

Minggu Prapaskah

Minggu Prapaskah Pertama:
Matius 4:1-11
Iblis berusaha mencobai Yesus untuk melakukan sesuatu yang tidak benar; 
tetapi, meskipun Yesus lelah dan lapar, Ia melakukan hanya apa yang benar.

Komentar Kitab Suci:
Terkadang memang sulit untuk melakukan apa yang baik dan benar, ya kan?
Katakan pada Tuhan, atau tunjukkan pada Tuhan dalam hatimu suatu saat di mana terasa sulit bagimu untuk melakukan apa yang baik dan benar. Luangkan waktu untuk menceritakan atau menunjukkannya pada Tuhan.

Rabu 05 Maret 2014

Rabu Abu
Yoel 2:12-18; Mzm 51:3-6a.12-14-17; 2 Kor 5:20 - 6:2; Mat 6:1-6.16-18. 

“Pulvis et umbra sumus - Kita hanya debu dan bayangan.” Abu adalah lambang biblis dari sesal dan tobat. Sejak lama, bahkan berabad-abad sebelum Kristus, abu menjadi tanda tobat (Yun 3:6, Est 4:13, Ayb 42:6, Dan 9:3). Gereja Perdana pun mewariskan penggunaan abu untuk alasan yang sama seperti yang dikatakan Eusebius dan secara khusus Tertulianus dalam De Poenitentia: "pendosa yang bertobat harus “hidup tanpa bersenang-senang dengan mengenakan kain kabung dan abu.” Adapun 3 semangat iman abu, antara lain:

Habemus Papam

"Habemus Papam-Kami memiliki Paus". Inilah pesan Paus Fransiskus menyambut Rabu Abu dan awal masa Prapaskah:    "Pekan ini kita akan menjalankan masa Pra-Paskah, yaitu perjalanan umat Allah menuju Paskah, sebuah perjalanan pertobatan, perjuangan melawan kejahatan dengan senjata-senjata seperti doa, puasa dan belas-kasih (PDA: Puasa Doa Amal).. Lebih baik berbagi amal kasih kepada sesama, karena kita membawa ke Surga hanya apa yang kita bagikan kepada sesama."

Puasa & Pantang Katolik

MENGAPA KITA BERPUASA?
1. Berpuasa mempertajam mata rohani kita - membantu kita melihat apa yang Tuhan lihat.
2. Berpuasa berarti semakin serupa dengan Kristus, yang sering kali berpuasa.
3. Berpuasa adalah cara yang baik guna mengingatkan kita untuk berdoa, sebagai ganti makan.
4. Berpuasa membantu kita mengurangi berat badan dan merasa tetap bugar.
5. Berpuasa berarti menghemat uang (membeli lebih sedikit makanan!)
6. Berpuasa berarti menghemat waktu (melewatkan waktu makan!) di mana semua orang serba sibuk dan tidak punya waktu luang.
7. Berpuasa membuat kita merasa bahagia (jika kita melewatkan hari puasa dengan berhasil.)
8. Berpuasa meningkatkan rasa disiplin diri sehingga kita dapat berbuat lebih banyak kebaikan kepada sesama.

Selasa 04 Maret 2014

Pekan Biasa VIII
1 Ptr 1:10-16; Mzm 98:1.2-3ab.3c-4; Mark 10:28-31. 

"Ad astra per aspera-Sampai ke bintang dengan jerih payah." Inilah motto negara bagian Kansas di Amerika Serikat yang juga menjadi salah satu semangat kita sebagai para muridNya. Mengacu pada bacaan injil hari ini, kita mengenangkan perkataan Petrus kepada Yesus, “Kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau" dan jawaban Yesus: “Barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu ATAU bapa, anak-anak ATAU ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali 100xlipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak DAN ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal."

“Lima Cara Tobat Sejati” (St. Yohanes Krisostomus)

Apakah engkau ingin aku menyebutkan juga cara-cara tobat sejati? Ada banyak cara dan variasi, dan semuanya menghantarmu ke surga.
Cara tobat pertama adalah menggugat dosa-dosamu sendiri: Jadilah yang pertama mengakui dosa-dosamu, maka engkau akan dibenarkan. Karena alasan ini juga, pemazmur menulis: “aku berkata: `Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,' dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.” Sebab itu, engkau juga patut mengakui dosa-dosamu sendiri; hal itu akan menjadikan cukup alasan bagi Tuhan untuk mengampunimu, sebab orang yang menggugat dosa-dosanya sendiri lebih lambat dalam melakukan dosa-dosa itu lagi. Bangkitkanlah nuranimu untuk menggugatmu dalam rumahmu sendiri, agar ia tidak menjadi pendakwamu di hadapan tahta pengadilan Tuhan.