Ads 468x60px

Minggu 31 Agustus 2014

Pekan Biasa XXII
Yer. 20:7-9;Rm. 12:1-2;Mat. 16:21-27. 


“Ad maiorem natus sum - Aku dilahirkan untuk hal-hal yang lebih luhur".
Inilah panggilan dasar yang saya ingat ketika tadi pagi diminta memimpin acara rohani di Group 2-Kandang Menjangan Kopassus Kartasura bagi komandan dan para prajurit kopassus yang beragama Kristiani. Sebenarnya, kitapun juga dipanggil sebagai "kopassus", yakni "komando pasukannya Yesus" dengan "three costs of discipleship", 3 tuntutan kemuridan yang dikemukakan Yesus secara khusus, yakni "sangkuli": antara lain:

Sabtu 30 Agustus 2014

Pekan Biasa XXI
1 Kor 1: 26-31; Mzm 33; Mat 25:14-30
"Adveniat-Datanglah!" Inilah salah satu seruan iman supaya Tuhan datang dan merajai hidup kita setiap harinya. Adapun, dalam Injil hari ini Yesus menceritakan perumpamaan tentang tuan rumah yang datang dan menitipkan talenta kepada hamba-hambanya. Inilah perumpamaan yang datang terakhir dalam injil Matius dimana Tuhan hadir sebagai tuan rumah dan kita sebagai hamba-hamba yang diberikan kepercayaan olehNya. Ada beberapa kearifan yang bisa kita petik, antara lain:

Crescit en eundo - Bertumbuh sambil berjalan

Kejahatan di balas kejahatan adalah dendam.Kebaikan dibalas kebaikan adalah normal. Kebaikan dibalas kejahatan adalah zalim. Kejahatan dibalas kebaikan adalah kemuliaan.
Pastinya: Orang yang mulia itu terus belajar.yang pertama adalah belajar diam,
yang kedua adalah belajar mendengar dengan tekun,
yang ketiga adalah belajar faham dan hafal,
yang keempat adalah belajar mengamalkannya,
dan yang kelima adalah belajar menyebarluaskannya.

Jumat 29 Agustus 2014

PW. Wafatnya St Yohanes Pembaptis
Yer. 1:17-19; Mrk. 6:17-29.

"Oase-Mata air." Inilah nama sebuah siaran rohani di radio Cakrawala yang diisi oleh beberapa imam KAJ setiap paginya. Adapun St Yohanes Pembabtis yang kita kenangkan wafatnya hari ini hadir sebagai "oase" yang membangunkan semangat kemartiran (kesaksian) kita di tengah masyarakat. Ada "pancasila iman" yang bisa kita lihat dari figur nya sebagai "oase", antara lain:

Kamis 28 Agustus 2014

PW.St. Agustinus
1 Kor. 1:1-9; Mat. 24:42-51

"Tolle et legge - Ambil dan bacalah!" Inilah seruan khas yang lekat dengan St Agustinus yang kita kenangkan hari ini. Agustinus Hippo ("Yang tahu banyak") yang terlahir 13 November 354 dan meninggal pada 28 Agustus 430 adalah seorang santo dan doktor Gereja serta diakui sebagai salah satu tokoh terpenting dalam perkembangan Kekristenan Barat. Adapun tiga sikapnya yang bisa kita teladani, antara lain:

10 Jalan Kebijaksanaan

1. "Hadapilah segala masalah dengan santai dan tenang." 1 Kor 10:13
2. "Bersedih hati janganlah terlalu berkepanjangan." Roma 12:12
3. "Aktiflah dalam kerja dan ,  pelayanan." Roma 12:11
4. "Jauhkanlah amarah karena amarah memakan energi." Amsal 19:19
5. "Bila sesuatu dapat diselesaikan dengan ketenangan, mengapa harus dibarengi dengan ketegangan". Amsal 17:19

Rabu 27 Agustus 2014

PW. St. Monika
2Tes. 3:6-10,16-18; Luk. 7:11-17.

"Mater et Magistra -Bunda dan Guru." Inilah salah satu gelar yang bisa kita berikan kepada St Monika yang kita peringati hari ini. Lewat teladan hidup St. Monika-lah, kita juga dipanggil untuk selalu mengenang dan menghormati semua ibu dan guru kita karena dari merekalah kita mengalami aneka berkat/rahmat ilahi secara insani.

Selasa 26 Agustus 2014

Pekan Biasa XXI
2 Tes 2:1-3a. 13b- 17 Mzm 96 Mat 23:23-26

"Ut Digitalis Invicem - Kasihilah seorang akan yang lain" Inilah semangat iman yang terkenang ketika tadi pagi saya merayakan misa dan sekolah iman di penjara Pondok Bambu, Jakarta bersama beberapa sahabat dan ratusan narapidana kristiani.

Senin 25 Agustus 2014

Pekan Biasa XXI
2 Tes 1:1-5.11b-12; Mzm 96; Mat 23:13-22

"Sincerus - genuine/asli." Inilah sebuah kata latin yang berarti "tulus, kudus-murni-asli". Inilah juga harapan Yesus kepada kita dan itulah juga sebabnya Ia mengecam "tomat-tokoh umat"dan "tomas-tokoh masyarakat", yakni orang Farisi dan ahli Taurat yang menyimpan banyak kepalsuan. Yesus menyebut mereka sebagai “orang munafik” yang akan mendapat "celaka". Dalam bahasa Yunani, kata “munafik” disebut "hypokritos", yang juga banyak dipakai untuk menyebut para pemain drama/sandiwara. Dengan kata lain: Inilah sebuah sikap penuh dengan kepura-puraan/tidak otentik, tidak tulus tapi penuh akal bulus.

Minggu 24 Agustus 2014

Minggu Biasa XXI
Yes. 22:19-23 Rm. 11:33-36; Mat. 16:13-20.

"Vox Dei - Suara Tuhan." Pengenalan akan suara Tuhan yang mempunyai "KUNCI"-"Kuasa Untuk Nampakkan Cinta Ilahi" adalah sebuah proses "on becoming" yang sebenarnya terdiri dari tiga tahapan iman, antara lain:

Sabtu 23 Agustus 2014

Pekan Biasa XX
Yeh 43:1-7a; Mat 23:1-12

"Via purgativa - Jalan pemurnian." Inilah sebuah keutamaan imani yang diwartakan Yesus. Ia menasehati para muridNya untuk mendengarkan dan melakukan segala yang diajarkan para pemimpin agama, namun tak boleh meniru perbuatan mereka. Jelasnya, mereka yang dianggap sebagai "tokoh/pemuka" ternyata bukan pemimpin tapi pemimpi, bukan pahlawan tapi pecundang, tidak otentik tapi munafik.

Jumat 22 Agustus 2014

PW. SP Maria Ratu
Yeh. 37:1-14; Mzm. 107:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 22:34-40.

"Regna - Ratu". Inilah salah satu gelar Maria yang dikenangkan hari ini. Ia menjadi pribadi sederhana tapi kaya makna karena sepenuh hati dibentuk oleh Allah dan boleh menikmati kemuliaan Allah, tulus lurus dan kudus, penuh-utuh dan teduh. 

Kamis 21 Agustus 2014

PW. St. Pius X
Yeh. 36:23-28; Mat. 22:1-14

Giuseppe-Yosef." Inilah nama seorang pelajar miskin di Italia yang kelak menjadi seorang Paus yang kita peringati hari ini. Dalam keluarga, ia biasa dipanggil "Beppi" dan ditahbiskan imam dengan nama "Don Sarto" (Italia: Don: Pater: Romo). Ia berkarya di paroki-paroki miskin selama 17 tahun dengan penuh kerendahan hati.

Rabu 20 Agustus 2014

PW St. Bernardus Abas.
Yeh. 34:1-11; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 20:1-16a.

"Pastor-Gembala!" Inilah figur yang dihadirkan Tuhan kepada kita, seperti tampak dalam mazmur Daud pada bacaan hari ini, "Tuhan adalah gembalaku" (Maz 23). Adapun beberapa sifat dasar gembala baik, antara lain:

Berbagi untuk sesama


Suatu hari Sang Khalik memanggil Air dan bersabda, ‘Hai Air, ciptaanku, maukah kau berbuat sesuatu yang sulit tapi amat bermanfaat, bagiKu?’. ‘Silahkan, Tuhan’, sahut Air.

‘Begini’, kata Tuhan, ‘Lihat di seberang gurun disana ada tanah yang amat memerlukan air. Pergilah kesana dan buatlah tanah itu subur.’ ‘Maaf, Tuhan, untuk pergi kesana aku harus lewat gunung, karang, jurang dan gurun. Apa aku bisa?’ Tuhan tak menyahut. 

Kasih Sejati


Ada sebuah kisah tentang dua orang yang saling berkasih-kasihan. Sepasang kekasih itu, sebut saja, Luno dan Luna namanya. Sewaktu mereka baru berpacaran, Luno melipat 1000 burung kertas buat Luna, dan menggantungkannya di dalam kamar Luna. Luno mengatakan, “1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan kasih dalam hatiku”. Waktu itu, mereka setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua. Tetapi pada suatu saat, Luna tiba-tiba menjauhi Luno. Ia memutuskan untuk pergi ke Perancis, ke kota Paris, tempat yang diimpikannya selama ini. 

Sebuah kisah tentang kasih:


Adalah seorang ayah yang mendadak berubah menjadi pemabuk dan menjadi kasar sejak isteri tercintanya meninggal. Putri satu-satunya yang baru berusia 7 tahun juga menjadi pemurung karena kerap diperlakukan ayahnya dengan kasar. 

“Buku Telepon”


Alkisah di ruang kelas SMP Swasta Katolik, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas: "Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?"

Penyejuk Setiap Insan


Suatu ketika, Lao Tsu sedang bepergian dengan murid-muridnya dan mereka menemukan hutan dimana para penebang pohon sedang menebangi semua pohon, kecuali sebuah pohon besar dengan ribuan cabang. 

Mengapa Kita Berpantang Daging Pada Hari Jumat?

Pada abad ke-4 sudah ada hukum Gereja tentang berpantang pada hari-hari tertentu. Dahulu setiap hari Rabu, Jumat dan Sabtu adalah hari-hari pantang. Sejak abad ke-12 pantang ditetapkan hanya pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat - untuk mengenang bahwa Yesus wafat pada hari itu. Pada tahun 1965 Paus Paulus VI mengijinkan Konferensi Para Uskup untuk menetapkan masa pantang dan puasa. Maka ditetapkan hari Rabu Abu dan Jumat Agung sebagai masa puasa dan pantang serta setiap hari Jumat dalam Masa Prapaskah sebagai masa pantang. 

Mengapa Kita Berpantang?

Ada dua alasan utama. 
Pertama, sebagai kurban silih atas dosa-dosa kita. Kita melukai hati Tuhan dan sesama ketika kita berdosa. 
Kedua, dan yang paling utama, kita melukai hati Tuhan dan sesama karena kita kurang dapat mengendalikan diri. Ketika kita tergoda untuk melakukan sesuatu yang jahat (atau tidak melakukan sesuatu yang baik). Kita jatuh dalam pencobaan karena kita tidak mempunyai kehendak yang kuat untuk melakukan yang baik. 

Mengapa Kita Berpuasa?

1. Berpuasa mempertajam mata rohani kita - membantu kita melihat apa yang Tuhan lihat.
2. Berpuasa berarti semakin serupa dengan Kristus, yang sering kali berpuasa.
3. Berpuasa adalah cara yang baik guna mengingatkan kita untuk berdoa, sebagai ganti makan.
4. Berpuasa membantu kita mengurangi berat badan dan merasa tetap bugar.
5. Berpuasa berarti menghemat uang (membeli lebih sedikit makanan!)
6. Berpuasa berarti menghemat waktu (melewatkan waktu makan!) di mana semua orang serba sibuk dan tidak punya waktu luang.
7. Berpuasa membuat kita merasa bahagia (jika kita melewatkan hari puasa dengan berhasil.)
8. Berpuasa meningkatkan rasa disiplin diri sehingga kita dapat berbuat lebih banyak kebaikan kepada sesama.

" Berikan Hatimu dan Ulurkan Tanganmu:Nada Dasar “C”


Alkisah, ada seorang imam paroki, yang sudah tua tapi tetap baik hati, yang bernama Romo Joss Gandos. Dia tidak pernah bergunjing atau berbicara tentang kejelekan orang lain. Suatu hari, ia pergi ke sebuah stasi yang dekat untuk mengunjungi seorang umat tua renta yang sakit-sakitan, dan ketika ia meninggalkan stasi itu untuk pulang kembali ke pastoran, ada seorang wanita yang di stasi itu dikenal sebagai salah seorang penyebar gosip. Wanita itu mendekati Romo Joss Gandos dan bertanya apakah dia diberi ijin untuk berjalan bersamanya. Romo Joss Gandos tentunya tidak berkeberatan. 

Aku mau jadi suster “


Kisah dan Kasih Kehidupan: …”

Penggalan kalimat lugas-sederhana di atas keluar dari mulut mungil seorang gadis manis yang muda belia pun jenaka. Bening manis-klasik garis-garis wajah sederhananya, mata bening cerdasnya seperti burung gelatik zaman Adam Hawa yang segar canda tawanya. Sisilia Triyanawati namanya. Sisil panggilannya. Nama yang indah. Ia kini duduk di kelas dua SMP Kanisius, Panembahan Senopati-persis sebelah kiri terminal bus Tirtomoyo, Wonogiri.

Tunjukkan padaku


@XXX - FAMILY WAY (RJK, KANISIUS).

Suatu hari, seorang kaya mengajak anaknya mengunjungi suatu keluarga miskin di desa dengan maksud agar anaknya paham betapa miskin orang itu. Mereka menginap semalam. Waktu perjalanan pulang si ayah bertanya, “Gimana kesannya, nak”?” “Oh, mengesankan”, sahut si anak. “Kau lihat betapa miskin mereka?” tanya si ayah. “Yeah”, sahut si anak. “Dan apa yang kau pelajari, nak?” kejar si ayah. 

AMDG - Ad Maiorem Dei Gloriam - Demi Semakin Besarnya Kemuliaan Tuhan."


Inilah salah satu semangat dasar yang bisa kita kenangkan setiap kali memulai hari, dalam hidup doa dan aneka karya kita. 

"Ya Roh Allah, aku mohon kepadaMu; sudilah Engkau membantuku mengarahkan segala ulah tindakanku dengan ilham-ilhamMu serta melaksanakannya dengan bantuan rahmatMu agar setiap doa dan karyaku selalu dimulai dari Dikau berlangsung lewat Dikau, serta berakhir selamat kepada Dikau. Amin." 

Perlunya Berteman


@XXX - FAMILY WAY (RJK, KANISIUS).

Sebuah ilustrasi yang cukup ironis seputar dunia yang kadang tidak kita mengerti: 

Alkisah di suatu negeri lewatlah seorang pertapa. Ia mengumumkan pada orang-orang di negeri itu bahwa dalam tempo sebulan negeri ini akan dilanda gempa, dan bahwa sehabis gempa semua air minum akan membuat orang menjadi gila. Tentu saja orang-orang menertawakan si pertapa gila itu, kecuali seseorang tua yang bijak. Ia mulai mengumpulkan air dan membawanya ke suatu tempat sampai penuh cukup untuk seumur hidupnya. Betul, selang sebulan negeri itu ditimpa gempa. Semua air minum menyebabkan orang yang meminumnya menjadi gila. 

Dua Ekor Singa

Suatu sore di tengah telaga terlihat dua orang, ayah dan anak, sedang memancing. Dengan perahu kecil, keduanya sibuk mengatur joran dan umpan. Air telaga bergoyang perlahan-lahan, membentuk riak-riak air. Suasana begitu tenang, hingga terdengar sebuah
percakapan.

Dashyatnya Sebuah Senyuman


Seorang psikolog di Universitas Michigan yang bernama Prof. James V. McConnell pernah mengatakan bahwa, “orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar, dan menjual dengan lebih efektif, serta mampu membesarkan anak-anak yang lebih bahagia. Ada lebih banyak informasi tentang senyuman daripada sebuah kerut di kening. Karena senyum itulah yang mendorong semangat, alat pengajar yang jauh lebih efektif daripada hukuman.” 

Mertua – Menantu


@XXX - FAMILY WAY (RJK, KANISIUS).

Dua perempuan setengah baya membawa seorang wanita muda ke hadapan Raja Salomo. Keduanya mengaku bahwa wanita itu adalah menantunya. Salomo hening sejenak, kemudian berkata, “Ambilkan pedangku dan aku akan membelah wanita itu menjadi dua. Kalian masing-masing akan memperoleh setengah darinya.”

Opa Oma


Opa-kailah cinta, Oma-tikanlah dosa

Oma adalah sebutan untuk masing-masing ibu dari orang tua seseorang. Seseorang dapat disebut sebagai oma, jika anaknya telah memiliki anak, atau dengan kata lain ia telah memiliki cucu. Panggilan oma merupakan panggilan dari seorang cucu yang ditujukan kepada ibu dari ayahnya maupun dari ibunya. Selain itu, secara tradisi, dalam sebagian besar bahasa/kebudayaan setiap perempuan tua dapat dipanggil dengan sebutan oma/nenek, meskipun mereka tidak memiliki cucu dan masih perawan. 

Ada sebuah kisah-kasih dari kota kembang


@XXX - FAMILY WAY (RJK, KANISIUS).

Ada sebuah kisah-kasih dari kota kembang. 
Begini kisahnya: 

Tahun 1990-an, ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar.

Perselingkuhan


@XXX - Family Way (RJK).

Banyak orang mengamati bahwa perselingkuhan kerap menyakiti lebih dari satu jiwa. Sebab itu para moralis dan selalu menganjurkan agar sedapatnya diperbaiki. Artinya pasangan yang berselingkuh sebisa mungkin dimaafkan. Mengapa harus dimaafkan kendati telah terlanjur sakit hati? Alasannya adalah menyelamatkan jiwa-jiwa. Sering waktu dan kesabaran pun bisa menyembuhkan sebagian dari luka jiwa itu. 

Pertapa Yang Serakah


Alkisah adalah seorang PERTAPA yang sudah begitu suci hingga Allah memberi kuasa pada dia untuk boleh mengubah batu di dekat padepokannya menjadi manusia dengan cara menuliskan huruf “M” (=Manusia) pada batu itu dan bisa mengembalikannya menjadi batu kembali dengan menulis “B” (=Batu) pada dahi. 

Rumah 1000 Cermin


Alkisah di ada sebuah rumah dengan 1000 cermin. Seekor anjing kecil menemukan rumah itu. Dia masuk dan menggonggong kegirangan sambil mengibas-ngibaskan ekornya dengan riang, dan melihat ada 1000 anjing kecil lain yang ramah kegirangan dengan ekor berkibas-kibas seperti dia. Waktu ia meninggalkan rumah itu, ia pikir “Ini tempat yang menakjubkan, lain kali aku akan singgah lagi disini”. 

Takut Bayangan Sendiri


Seekor anjing yang kehausan pergi ke sungai mencari air. Ia melihat anjing lain di dalam air lalu karena takut ia lari. Tetapi karena kehausan tak tertahankan ia kembali dan mengalahkan rasa takutnya. Ia nekad melompat ke air menyerang anjing dalam air – yang adalah bayangannya sendiri. 

Cahaya Lilin


Di suatu tempat di suatu petang aku bertemu dengan seorang anak yang sedang membawa lilin bernyala. “Nak”, aku menyapanya, “lilinmu ini tadi tidak ada nyalanya dan sekarang ada nyalanya. Menurutmu darimana asalnya nyala itu? “ Anak itu tertawa lalu memadamkan nyala lilin, lalu berkata, “Nah, Bapak lihat nyalanya pergi. Kemana perginya? Silahkan anda beritahu aku”.

Seringkali jawaban yang paling baik adalah pertanyaan. Alangkah baiknya kita belajar dari kepolosan seorang anak.

Amarah Itu Neraka, Keharuan Itu Surga


Seorang pertapa sedang duduk bermeditasi dengan khusuk. Seorang samurai yang kasar dengan suara mengelegar mengganggu kekhusukannya. 

“Pak Tua, ajarkan padaku tentang surga dan neraka”.
Setelah komat-kamit beberapa lama dan membiarkan samurai menjadi tak sabar, ia berkata, 
“Kau samurai buas, kotor, kurang ajar, nafas bau, tak tahu aturan, pedang berkarat. Kau ingin tahu tentang surga dan neraka?”.
 

Senyum Yang Mengubah Segalanya


Aku mengalami banyak kesulitan keuangan. Orangtuaku tak mampu lagi membiayai penyelesiakan kuliahku. Aku menjadi pemurung dan menganggap nasibku paling sial di dunia ini. Aku terpaksa kuliah sambil bekerja dengan susah-payah sebagai kasir di suatu toko. Suatu hari datang pasangan setengah baya masuk bersama seorang gadis kecil di kursi roda. Waktu aku amati lebih dekat, gadis itu ternyata tak punya kaki dan tangan. Waktu pasangan itu selesai belanja dan datang padaku membayar, aku menatap gadis di kursi roda, dan ia memberikan senyuman paling manis dan mempesona yang pernah kualami. Senyuman manis dan hangat itu meluluhkan semua bebanku.

Cara Berpikir Pembawa Maut


Seorang pekerja di suatu pabrik pada suatu petang tanpa sengaja terkurung dalam kamar pendingin yang biasanya bersuhu beku. Semua pekerja telah pulang. Pekerja itu panik, merasa putus asa dan menyerah. Ia menulis surat pada isterinya untuk mengucapkan selamat tinggal. Pada akhir suratnya, ia menulis, “Isteriku, aku mulai merasa membeku, sebentar lagi aku akan mati, selamat tinggal …”. Keesokan harinya para pekerja lain menemukannya sudah mati. Mereka heran, karena ruang pendingin kebetulan sejak kemarinnya sedang rusak sementara lobagn angin pun ada.

Teruslah Berenang


Dua katak terjatuh dalam wadah berisi bubur. Yang satu putus asa lalu tenggelam mati. Yang satu lagi berkata, “Aku memang tak bisa meloncat tapi aku takkan menyerah begitu saja. Aku akan berenang terus hingga tenagaku habis, hingga aku mati dengan puas.” 
Lalu ia berenang terus sampai bubur menjadi lebih cair, sampai suatu ketika sudah cukup cair dan … hop, ia berhasil meloncat keluar.

Hidup baru berharga bila orang mencoba terus. Kegagalan bukanlah hal paling buruk, kecuali bila orang berhenti mencoba. Tak ada kegagalan, kecuali bila berhenti mencoba; tak ada kekalahan, kecuali datang dari dalam; tak ada rintangan buntu, kecuali kelemahan tujuan yang melekat pada diri.

Tak Pernah Bisa Terbang Lagi


Seekor kupu-kupu sedang berjuang keluar dari kepompong melalui sebuah lubang sempit. Seseorang mengamati perjuangan kupukupu itu dan ingin membantu. Ia ambil gunting dan memperbesar lobang keluar, hingga kupukupu bisa keluar. Memang bisa keluar, tetapi ia tak bisa terbang karena sayapnya masih lemah dan badannya luka kena gunting. Sayapnya ternyata tak menjadi lebih merentang seperti diharapkan orang yang membantunya tadi. Kupukupu malang itu tak pernah bisa terbang lagi. Kenapa? Ia telah ditolong terlalu cepat padahal proses kekuatan sayapnya belum matang. Kekuatan sayapnya justru menjadi matang melalui gelepar perjuangannya untuk keluar dari kepompongnya.

Ember Bocor Pun Berguna


Seorang pelayan tiap hari turun ke sungai mengambil air bagi tuannya dengan dua ember yang digantungkannya pada kedua ujung pikulan. Satu ember agak bocor hingga setiba di rumah tuan sudah tak penuh lagi seperti ember yang lain yang sempurna. Suatu ketika ember bocor merasa minder dan mengeluh bahwa ia tak berguna lagi.

Terima Kasih Yang Mengharukan


Kisah ini dikutip oleh Dr. Roger Fireslion dalam bukunya “Leading on the Creative Edge”. Peter Grazer adalah kepala proyek pembangunan pusat silikon di St Lous Missouri. Tahun 1981, waktu sedang membangun suatu bangunan sulit di lereng suatu bukit, ia mengalami suatu yang mengharukan. Ia mempekerjakan sejumlah pekerja. Proyek itu selesai sebelum waktunya dengan baik. Sebagai rasa terimakasih ia mengirim surat terimakasih yang diposkan ke rumah masing-masing pekerja, dan mengundang para pekerja untuk suatu jamuan makan malam yang meriah sekali. 

Induk Burung Itu Tidak Mati


Alkisah, adalah seekor burung yang bekerja keras mengumpulkan makanan dalam menghadapi musim dingin, agar ketiga anaknya dapat bertahan hidup. Musim dingin tiba, tetapi ternyata jauh lebih lama daripada biasanya. Induk burung itu kehabisan makanan. Untuk menghidupi anaknya ia mematuk dadanya sendiri sehingga keluar darah dan anaknya disuruh meminumnya. 
Pada akhir musim dingin induk burung itu tewas kehabisan darah, namun ketiga anaknya bertahan dan meneruskan kehidupan ibunya.

Arwana Itu Berhenti Mencoba


Seekor arwana ditempatkan di suatu aquarium bersama ikan-ikan kecil. Tentu saja arwana menyantap ikan-ikan kecil itu. Suatu pembatas kaca kemudian ditempatkan antara arwana dan ikan-ikan. Setiap kali arwana hendak menyerang moncongnya kena kaca dan sakit. Setelah sekian lama ia menyerah. Kaca itu kemudian diambil. Heran, arwana diam saja. Di pikirannya telah tertanam keyakinan adanya kaca penghambat itu.

Katak Itu Terlena Lalu Mati

Seekor katak dimasukkan ke suatu wadah air yang sedang mendidih. Seketika katak itu meloncat keluar. Kemudian katak yang sama diletakkan di atas air yang sejuk dan banyak makanan dalam suatu wadah. Katak itu senang. Kemudian wadah air itu dipanaskan secara amat pelan. Heran, setelah beberapa jam, katak itu tidak bergeming, dan bahkan sampai mendidih ia tinggal disitu dan akhirnya mati.

Bukan hanya katak. Bahkan manusia suka mati karena terlena alias terlambat berubah

Alice In Wonderland


Suatu hari Alice berjalan-jalan di tengah hutan. Suatu ketika ia bertemu dengan Kucing dan bertanya, “Maukah kau menunjukkan ke arah mana aku harus pergi?”
“Ya, tergantung kemana anda harus pergi,” sahut kucing.
“Aku ndak peduli kemana pergi,” timpal Alice.
“Kalau begitu tak ada jalan bagi anda,” sahut kucing

Jejak Kaki Tuhan


Semalam aku bermimpi menyisir pantai. Di cakrawala aku melihat kembali jalan kehidupanku dan aku melihat dua pasang jejak kaki. Aku tahu yang sepasang adalah jejak kaki Tuhan, Pelingdungku. Tetapi pada saat-saat kritis kehidupanku aku hanya melihat sepasang jejak. Kemanakah Tuhan pada saat sulit itu? ‘Tuhan, mengapa Kau justru menghilang pada saat-saat aku menghadapi sejuta rintangan?’. Kudengar Tuhan menjawab, ‘Anakku, pada saat-saat seperti itu aku menggendongmu, sehingga kau hanya melihat sepasang jejak kaki.’

Kebanyakan kita salah paham terhadap Allah: seolah-olah Ia tak menolong kita pada saat-saat kritis.

Memberi Adalah Keajaiban


Seorang gadis suatu sore sedang berjalan-jalan sambil memikirkan karirnya karena ia baru saja di-PHK. Ia menemukan seorang pengemis cacat yang kelaparan. Karena gadis itu tak punya makanan, ia memberikan seluruh uang di dompetnya dan menyuruh orang itu membeli makanan. Gadis itu berpikir aku tak butuh uang sore itu. 

Pelajaran Berharga

Suatu hari kami mahasiswa diberikan soal oleh seorang profesor pada waktu ujian akhir. Pertanyaan terakhir dari rangkaian test itu berbunyi, 
‘Siapa nama depan wanita yang setiap pagi membersihkan ruang-ruang kuliah di universitas ini?’. 

Sensasi

Seorang pemilik restoran spesialis sate sadar sepenuhnya bahwa setiap orang menyukai sensasi (excitement). Ia menyajikan sate ‘hot plate’ yaitu sate di atas wadah besi yang panas. Setiap kali pelayan mengangkat hot plate itu ke meja pelanggan ia menaruh sebongkah es batu di sisinya hingga terdengar suara ‘sssrrrr’ yang menimbulkan selera dan sensasi

Harga Kerakusan Itu Kematian


Seseorang yang jatuh miskin dan terliit utang berdoa terus-menerus agar ia bisa mengatasi masalahnya. Suatu hari seseorang singgah di gubugnya di suatu desa dan meminta bantuan agar memelihara angsanya dengan baik-baik selama ia bepergian beberapa bulan. Orang miskin itu semua ragu karena orang itu tidak memberi biaya atau imbalan untuk memeliharanya. Tapi karena orang itu membujuk dan meyakinkan, akhirnya ia terima juga. 

Manusia Bodoh Karena Kerakusan

Alkisah, seorang kakek di Baghdad pergi ke berbagai negeri mencari kebahagiaan. Di sebuah oase, dia melihat seekor burung pipit yang sangat indah. Dia berhasil menangkapnya. 

Burung ini ternyata bisa bicara. 
"Kakek, tolong lepaskan aku, nanti permintaan kakek akan aku penuhi," kata si burung.
"Baik, kalau dapat menjawab pertanyaan aku, kamu aku lepaskan," kata si kakek. 
"Dimana, kapan, dan bagaimana memperoleh kebahagiaan?"
"Pertama", jawab si burung, "jangan percaya siapa pun kecuali Tuhan. Kedua, jangan berharap sesuatu yang kamu tak akan sanggup mendapatkannya. Ketiga, jangan sesali masa lalumu".

Harga Keangkuhan


Seseorang milyoner tertarik akan suatu undangan menghadiri suatu konvensi penyembuhan. Di keretaapi ia duduk bersebelahan dengan seorang tua miskin berjenggot yang berpakaian agak kumal. Milyoner itu merasa jijik dan dengan pandangan menghina ia minta tempat duduk lain pada kondektur. Sesampai di kota tujuan, ia melihat di stasiun orang berduyun-duyun menyambut kedatangan si penyembuh yang tak lain adalah orangtua kumal yang dihina si milyoner tadi. 

Nasib atau Keberuntungan


Seorang wanita mencurahkan nasibnya sebagai seorang wanita pada seorang konsultan perkawinan. ‘Itu bukan nasib tapi keberuntungan’, kata si konsultan.

‘Kau menjadi seorang wanita memang adalah nasib. Keberuntungan adalah bagaimana kau menerima nasibmu sebagai wanita dan menciptakan jalan hidup yang terbaik dari kewanitaanmu itu’.

Kebenaran Menjadi Agama


Dua setan sedang berjalan-jalan. Mereka menemukan seorang manusia yang amat bersemangat. Setan kemudian tahu bahwa orang itu baru saja menemukan KEBENARAN. 

Salah satu setan berkata pada temannya, ‘Mari kita kacaukan dan sesatkan kebenaran yang ia temukan.’
‘Jangan,’ sahut yang lain, ‘Biarkan saja. Ia akan segera menetapkan aturan-aturan dan norma dan bahkan mendirikan suatu agama atas kebenarannya. Setelah itu ia akan dengan sendirinya menyesatkan banyak orang dan dirinya sendiri juga.’

Ayam dan Burung Elang


Seseorang menemukan sebutir telur burung elang dan kemudian menetaskannya bersama telur ayam piaraannya. Anak elang pun menetas dan tumbuh berkembang bersama ayam lainnya. Suatu hari ada seekor burung elang terbang di atas ayam-ayam itu. Si anak elang heran dan bertanya pada induk ayam, ‘Siapa dia?’ yang dijawan indu ayam, ‘O itu burung elang raja segala burung’. ‘Mengapa kita tak bisa seperti dia?’, tanya anak elang itu lagi. ‘O, tak bisa, tempat kita di bawah sini, tempat dia di langit sana.’ Si anak elang berhenti bertanya dan hanya menerima nasibnya.

Dibutakan Oleh Keyakinan

Buku "Thinkertoys" oleh Michael Michalko menceriteraiakan tentang sekelompok ilumwan yang mengunjungi suatu suku di Papua. Suku itu percaya bahwa dunia berakhir di seberang sungai di dekat tinggal mereka. Ketika salah seorang ilmuwan harus pulang, ia menyeberangi sungai dan melambaikan tangan pada orang-orang sambil menyeberang sungai. Orang-orang suku itu tak menjawab. Ketika ditanya kenapa tak menjawab mereka bilang bahwa mereka belum pernah melihat seseorang menyeberang sungai itu. 

LULU, LULU


Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil terus-menerus menggumam, "Lulu, Lulu." 
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." 
Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihatpenghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". 
"Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."

Cantik Itu Bagaimana?


Jawabannya selalu sama: Cantik itu dari luar dan dari dalam. Kalau cuma dari luar? Tidak cantik. Kalau cuma dari dalam? Masih cantik. Pilih yang mana? Kalau boleh sih ... keduanya! Cantik itu obyektif atau subyektif? Kalau melihat kerumunan orang banyak atau foto orang banyak, kita bisa menunjuk: Yang ini, dan ini, dan ini cantik... Seperti bintang film atau foto model untuk reklame sabun, dll. Jadi ada ukuran obyektif. 

Mertua

Sepasang suami-isteri menikah tanpa mendapat restu dari kedua orangtua mereka. Orangtua suami berkata bahwa Yenny, isterinya, bukan tampang orang yang bisa mengurus rumah. Orangtua isterinya berkata bahwa, Rico, si suami bukan tampang suami yang bisa menghargai seni. 

Pasangan itu tinggal agak jauh dari kedua orangtua mereka. Namun dua kali setahun orangtua Rico berkunjung dan tinggal selama 3 minggu, dan menjelang setiap kunjungan, Rico dan Yenny menata rumah mereka serapi dan senyaman mungkin agar orangtua mereka senang. Tapi dasar mertua, kondisi itu diubah oleh orangtua mereka. Orangtua Yenny juga datang dua kali per tahun dan tinggal beberapa minggu dan selalu mengobrak-abrik kebun dan taman serta memberi khotbah panjang tentang bagaimana mendidik anak. 

Serakah


Seekor kera berhasil merebut sebuah pisang di tangan kanannya, lalu ia memindahkannya ke tangan kirinya, lalu berusaha lagi merebut pisang dengan tangan kanannya. Ketigka kedua tangannya sudah memegang pisang dan melihat masih ada lagi pisang lain, ia menaruh pisang yang telah diperolehnya dan merebut pisang baru itu. 

BERTOBAT - "Beri cinta, Tolak dosa, Bantu doa"


Hidup kita seperti sebuah perjalanan bukan? Dan ada macam-macam jalan bukan? Ada jalan buntu, jalan setapak, jalan tikus, jalan tol, jalan layang, jalan pintas, dan aneka jalan yang lainnya. Sebagai manusia biasa, kadang kita juga pernah salah jalan, bukan? 

Disinilah Gereja perlu mensyukuri rahmat yang bisa dialami lewat Sakramen Tobat/Pengakuan Dosa atau Rekonsiliasi (Yoh 20:21-23, Amsal 28:13). Kristus memberikan kuasa kepada para Rasul untuk mengampuni dosa atas nama-Nya, dan para Rasul meneruskan kuasa tersebut kepada penerus-penerus mereka, yaitu para Uskup dan Imam. 

Salam Maria: Aneka Versi


SEMBAH BEKTI (Jawa)
Sembah bekti kawula dewi Maria kekasihing Allah, pangeran nunggil ing panjenengan dalem, sami-sami wanita sang dewi pinuji piyambak, saha pinuji ugi wohing salira dalem sri Yesus.
Dewi Maria, ibuning Allah, kawula tiyang dosa sami nyuwun pangapunten dalem, samangke tuwin benjing dumugining pejah. Amin.


LUGRAHA DEWI MARIA (Bali)
Lugraha dewi Maria, ebek pahiang, Widi nyarengin ida. I ratu pinih kasuecanin yan ring para istri sami, tur kapuji ida sang hyang Yesus who weteng I ratu.
Dewi Maria, biang Widi, astawayang titiang I jadma dosa, mangkin miwah ring pademe. Amin.

Selasa 19 Agustus 2014

Pekan Biasa XX
Yeh. 28:1-10; Mat. 19:23-30.

"Fide-Percayalah!" Inilah harapan yang diwartakanNya hari ini bahwa hidup kita akan benar-benar penuh dengan "providentia divina-penyelenggaraan ilahi" ketika kita mau percaya total kepadaNya dengan hidup "miskin" di hadapannya setiap hari. Mengacu pada pesan hari ini: "Lebih mudah seekor unta masuk lubang jarum daripada seorang kaya masuk surga", adapun pintu yang disebut sebagai 'lubang jarum' adalah pintu yang sempit memanjang, dijaga oleh tentara dan berada di tembok pembatas kota dan hanya digunakan pada saat pintu gerbang kota sudah tutup. Disinilah kita diajak mempunyai spiritualitas "unta", antara lain:

Senin 18 Agustus 2014

Pekan Biasa XX
Yeh. 24:15-24;  Mat. 19:16-22

"Totalitas - Kepenuhan!" Inilah semangat iman yang diwartakanNya pada hari ini untuk mencapai kesempurnaan dan kehidupan kekal. Pertanyaan anak muda pada Yesus: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal" mengajak kita menjadi muridNya yang memiliki 3 fase iman, antara lain:

Minggu 17 Agustus 2014

Hari Raya Kemerdekaan RI
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56.

"Dulce et decorum est pro patria mori-Adalah hal yg manis dan mulia bila seseorang gugur demi negerinya." Inilah kutipan dari Horatius yang terkenang pada hari proklamasi bangsa kita. Dengan kata lain: Kita diajak menjadi orang beriman yang sekaligus juga mencintai nusa dan bangsa. Mengacu pada bacaan hari ini, Yesus mengajak kita membayar "pajak" dengan bijak ("Pajak-Perintah Allah Jangan Anda Kacaukan") lewat "tritura keutamaan imani, antara lain:

Sabtu 16 Agustus 2014

Pekan Biasa XIX
Yeh. 18:1-10,13b,30-32; Mat. 19:13-15.

"Filius Dei-Putra Allah." Inilah salah satu gelar Yesus yang kita imani. Ia hadir sebagai pribadi yang sangat dekat dengan BapaNya seperti anak yang dekat dengan ayahnya. Hari inipun, Gereja menegaskan dekatnya Gereja dengan anak-anak kecil, terlebih mengacu pada Philippe Aries dalam Centauries of Childhood, diyakini bahwa wajah dan hati anak adalah wajah dan hati tanpa dosa. Bahasanya hadits nabi: “setiap anak lahir dalam keadaan suci/fitrah.”

Jumat 15 Agustus 2014

Pekan XIX
Yeh. 16:1-15,60,63 atau Yeh. 16:59-63; Mat. 19:3-12.

"Stella Maris-Bintang Laut". Inilah salah satu tanda iman yang saya lihat ketika ikut mempersembahkan misa HUT di Goa Kerep Ambarawa hari ini. Adapun patung Bunda Marianya berwarna dominan: putih ("bintang" yang mencerahkan) dan biru ("laut" yg meneduhkan). Kitapun diajak menjadi pribadi yang "mencerahkan dan meneduhkan" mulai dari keluarga, terlebih bacaan hari ini banyak berbicara seputar perkawinan. Adapun beberapa semangat dasar supaya kita bisa menjadi orang yang "mencerahkan dan meneduhkan", antara lain:

Kamis 14 Agustus 2014

PW.St Maksimilianus Kolbe
Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21-19:1.  BcO Za. 11:4 - 12:8

"Debitte nobis - Ampunilah kami!" Inilah sebuah seruan iman dalam doa Bapa Kami yang menekankan dimensi pengampunan. Mengacu pada bacaan injil, Yesus juga mengajak kita tidak hanya sibuk "minta ampun" tapi juga berani untuk "beri ampun": "Bukan sampai 7x melainkan sampai 70x7 kali" (Yoh 18:22). "7" adalah lambang ksempurnaan/kepenuhan, maka "70x7" adalah lambang dari kesempurnaan yang benar-benar mutlak. De facto, kita memang sulit mengampuni, terlebih kalau kita yang menjadi "korban", dirugikan dan dikambinghitamkan entah secara sosial-moral/finansial.
Nah, berangkat dari pengalaman ketika tadi pagi doa brevir dan misa harian bersama para suster Ursulin di Labuan Bajo yang terkenal dengan Pulau Komodo-nya, kitapun diajak menjadi pribadi pengampun dengan jurus "KOMODO", antara lain:

Rabu 13 Agustus 2015

Pekan Biasa XIX 
Yeh. 9:1-7; 10:18-22 Mat. 18:15-20. 

"Fraternitas-Persaudaraan" Inilah salah satu "core values", semangat dasar yang hadir ketika tadi pagi saya mempersembahkan "holy feast", misa kudus bersama para suster dan anak-anak asrama Ursula di kota Ende. Inilah juga yang diwartakanNya pada hari ini. Ia datang sebagai "SAUDARA" dan mengajak kita untuk hidup ber-"saudara" ("se-udara"). Beberapa indikasi dasar yang bisa menambah-tingkatkan semangat persaudaraan kita, antara lain: 

Selasa 12 Agustus 2014

Pekan Biasa XIX
Yeh. 2:8 - 3:4; Mat. 18:1-5,10,12-14

"Christus Regi - Kristus Raja". Inilah nama Gereja Katedral di Ende, Flores. Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus yang hadir sebagai Raja menjelaskan tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga" (Mat 18:1-5). Figur seorang anak kecil dipilih Yesus untuk menyatakan siapa yang terbesar dalam KerajaanNya Sebagai anak-anak Raja, kitapun juga diajak menjadi anak raja yang berhati anak-anak (child) tapi yang tidak kekanak-kanakkan (childish).  Ada banyak hal positif yang dapat kita pelajari dari anak-anak kecil, beberapa diantaranya adalah:

Senin 11 Agustus 2014

PW. St. Klara
Yeh. 1:2-5,24 - 2:1a; Mat. 17:22-27.

"Chiara - Cahaya". Inilah nama asli dari St Clara yang kita kenangkan hari ini. "Cahaya" inilah juga yang saya rasakan ketika "napak tilas": berkunjung ke rumah pembuangan Bung Karno dan sekaligus "Taman Pancasila", tempat dia dulu menemukan inspirasi soal Pancasila di bawah pohon sukun, di dekat biara para pastor SVD di tengah kota Ende. Bung Karno sendiri jelas menjadi orang yang bercahaya karena hidupnya penuh dengan pelbagai keutamaan. Ia tidak menjadi "batu sandungan" tapi terus berjuang menjadi "batu loncatan" bagi bangsa dan rakyatnya dengan cucuran airmata-darah dan keringat . Itu juga yang diajarkan Yesus hari ini tentang "membayar pajak" (Perintah Allah Jangan Anda Kacaukan"), supaya kita tidak menjadi "batu sandungan" tapi menjadi orang yang benar-benar bercahaya dengan "pancasila" keutamaan iman setiap harinya, antara lain:

Minggu 10 Agustus 2014

HR. Maria Diangkat ke Surga
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab1Kor. 15:20-26Luk. 1:39-56

"Maria Asumpta-Maria yg diangkat ke surga." Inilah salah satu gelar untuk Bunda Maria yang dirayakan Gereja persis bertepatan juga dengan hari tahbisan kami. Bicara soal Maria (MAu Rendah hati Ikut Allah), kita diajak untuk rendah hati karena Allah "meninggikan orang-orang yang rendah" (Luk 1:52). Mengacu pada bacaan hari ini, Maria yang rendah hati hadir sebagai "BBM", Bulan-Bintang dan Matahari (Wahyu 12:1) dengan 3 daya cinta, antara lain: 

Sabtu 09 Agustus 2014

Pekan Biasa XVIII
Hab. 1:12 - 2:4;Mzm. 9:8-9,10-11,12-13;Mat. 17:14-20.

"Vade retro satana -Enyahlah hai iblis". Inilah salah satu seruan dalam upacara exorcisme khas St Benediktus. Secara sederhana, ada 7 iblis, antara lain: "Luciver-kesombongan; Mamon-ketamakan; Satan-kemarahan; Belphegor-kemalasan; Beelzebub-kerakusan; Leviathan-keirihatian dan Asmodeus-percabulan".

Jumat 08 Agustus 2014

Pw St. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkotbah.
Nah. 1:15; 2:2; 3:1-3,6-7; Mat. 16:24-28

"Ordo Praedicatorium - Ordo Pengkotbah." Inilah nama ordo/tarekat yang dirintis/didirikan oleh Santo Dominikus yang kita kenangkan hari ini. Dominikus yang berarti "miliknya Tuhan" ini mengajak kita mempunyai 4 jalan iman yang sederhana tapi kaya makna: "DOa yang khusyuk-MIsa yang kudus-NIat yang tulus dan KUSuskan buat Yesus." Mengacu pada riwayatnya sebagai "founding father" Ordo Pengkotbah yg terkenal dengan hidup "dodi-doa dan studi", kita diajak mengingat tiga warisan iman yang diwartakannya sebelum meninggal, antara lain:

Kamis 07 Agustus 2014

Yer. 31:31-34; Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Mt. 16:13-23.

"Fons vitae - Dasar hidup." Inilah yang selalu dihadirkan Yesus bahwa hidup itu mesti terus mempunyai pondasi yang kuat dan harus diperjuangkan dengan penuh pengorbanan. Sebaliknya, jika kita tidak mempunyai dasar yang kokoh, kita akan terus mempunyai gambaran yang tidak mendalam. Inilah juga yang dialami Petrus, ketika ia menganggap Yesus sebagai Mesias yang akan menjadi "raja" dengan kejayaan padahal senyatanya Yesus akan mengalami diriNya sebagai Mesias yang menjadi "hamba", yang menderita sengsara dan mengalami penganiayaan. Disinilah kita diajak memiliki trilogi iman sebagai dasar hidup kita, antara lain:

Rabu 06 Agustus 2014

Pesta Yesus Menampakkan KemuliaanNya
Dan. 7:9-10,13-14 / 2Ptr. 1:16-19, Mat. 17:1-9.

"Filius Dei-Anak Allah." Inilah salah satu gelar Yesus yang dimaklumkan pada hari ini. Beberapa dasar biblis yang menekankan identitas Yesus sebagai "Filius Dei", antara lain:

Per Mariam ad Jesum

Yohanes 2:1-11: “Per Mariam ad Jesum”

Visi Gereja Indonesia, khususnya Keuskupan Agung Jakarta sejak 1990 adalah menjadi Gereja yang Mandiri, Misioner, Berdaya Pikat dan Berdaya Tahan. Setiap keluarga dipandang juga sebagai gereja mini (basic eccelesia),maka juga dipanggil menjadi gereja yang Mandiri, Misioner, Berdaya Pikat dan Berdaya Tahan. Mengambil inspirasi dari kisah perkawinan di Kana, di mana lewat Maria, Yesus membuat mukjijat untuk pertama kalinya (Per Mariam ad Jesum), saya angkat satu perangkat nilai yang bisa dibangun oleh sebuah komunitas beriman, dalam filosofi “CaBe LoTiSS”:

MARIA - Mau Rendah Hati Ikut Allah

Maria adalah seorang gadis belia, mungkin usianya masih belasan tahun, ketika ia menjadi Bunda Yesus. Kemungkinan besar Maria dilahirkan di kota Sepphoris, yang terletak di sebelah utara Palestina. Sepphoris adalah sebuah kota besar di mana bangsa Yahudi dan bangsa Romawi hidup berdampingan dengan damai. 

"SUKIRMAN" - Sukacita karena iman

Maria (Aram-Yahudi מרים Maryām "pahit"; Bahasa Yunani Septuaginta Μαριαμ, Mariam, Μαρια, Maria; Bahasa Arab: Maryem, مريم) adalah ibu Yesus dan tunangan Yusuf (bdk. Matius 1:18-20, Lukas 1:35) dalam Kekristenan dan Islam. Menurut sumber-sumber non-kanonik, orangtuanya bernama Yoakim dan Hana. Karena Lukas 1:48 ("mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia"), Maria banyak diagungkan di kalangan orang Kristen, khususnya di lingkungan Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks. Umat Muslim pun sangat menghormatinya. Gereja Ortodoks dan Katolik Roma juga mempunyai banyak hari perayaan lainnya untuk menghormati Maria.

“LOTIS” – Loving, Transforming dan Sharing.

Ketika saya masih belajar di kota Yogyakarta, ada banyak makanan yang saya minati, antara lain: Gudeg Yu Djum di Wijilan, Bakso Bawor di dekat gapura seberang kolam renang UNY, Soto Kadipiro, Bakmi Kadin di Bintaran, Lotek Bu Ning dan teh poci di Tamansiswa, Wirogunan, Gado-gado di Moses Sanata Dharma, juga ada “tongseng asu” di Condong Catur, Mataram dan Kalasan, angkringan di depan Kentungan, pecel di Samirono, lele mangut di Kasihan Bantul, juga ada lotis di dekat Gejayan. Biasanya, saya bersama beberapa frater dari Seminari Kentungan mencari makan ketika ada waktu senggang atau setelah mengurus sebuah acara komunitas bersama rekan-rekan frater lainnya.
"ROSARIO" – ROh Allah SAdarkan Rapuhnya Iman Orang

Ratu Rosari Ratu terkudus
Bunda melahirkan Tuhanku Yesus
Di muka tahtamu anakmu berseru
Doakan kami, Maria
Doakan kami, Maria.

Ratu Rosari Ratu tersuci
kami anakmu bermadah memuji.
nyanyian pujian 
madah pengharapan
Lindungi kami Maria
Lindungi kami Maria.

Per Mariam Ad Jesum: Apakah Umat Katolik Harus Berdoa melalui Bunda Maria?

Sebenarnya, umat Katolik tidak diharuskan untuk berdoa melalui Bunda Maria. Kita dapat berdoa langsung kepada Yesus, atau kepada Allah Bapa, dengan Pengantaraan Yesus. Hal ini jelas terlihat dalam doa penyembahan yang tertinggi bagi umat Katolik, yaitu di dalam perayaan Ekaristi Kudus, atau di dalam doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri, doa Bapa Kami, langsung ditujukan kepada Allah Bapa. Namun demikian, Kitab Suci juga mengajarkan secara implisit akan peran permohonan/ doa syafaat Bunda Maria kepada Yesus, dalam kisah mukjizat Yesus yang pertama di pesta perkawinan di Kana (lih. Yoh 2:1-11) dan dalam doanya menantikan Roh Kudus menjelang hari Pentakosta (Kis 1:14).

Doa Santa Maria Fatima

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami.
Selamatkanlah kami dari api neraka,
dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke surga,
terutama mereka yang membutuhkan kerahimanMu.
Bunda Maria, lindungilah kami.
Kami mencintai Engkau.
Selamatkanlah kami, selamatkanlah dunia.

Aneka Doa Devosi Hati Kudus

CORDIS IESU:

1. PEMBAKTIAN KEPADA HATI YESUS YANG MAHA KUDUS.

Yesus yang amat manis, Penebus bangsa manusia, lihatlah kami yang sekarang dengan rendah hati menghadap-Mu. Kami ini umat-Mu, dan ingin tetap menjadi umat-Mu. Tetapi agar persatuan kami dengan Engkau lebih erat lagi maka sekarang ini kami masing-masing dengan rela hati menyerahkan diri kepada hati-Mu yangMaha Kudus. Banyak orang yang belum pernah mengenal Engkau, banyak pula yang menghinakan perintah-perintah-Mu, dan menolak cinta kasih-Mu, Yesus yang mahamurah, kasihanilah semua orang itu dan tariklah mereka kepada hati-Mu yang Maha Kudus.

Doa-Doa Bersama Bunda Maria

Totus tuus ego sum 
et omnia mea Tua sunt 
Aku adalah milikmu 
dan segala milikku adalah milikmu.




1. PENYERAHAN KEPADA MARIA
Santa Maria, bunda Tuhan kami Yesus Kristus, Engkaulah ratu dunia temulia. Sudilah Engkau menjadi ratu bagi kami semua. Tunjukkanlah kepada kami jalan menuju kesucian, dan bimbinglah kami supaya jangan tersesat. Kuasailah budi kami, supaya kami hanya mencari yang benar. Kuasailah kehendak kami, supaya kami hanya menginginkan yang baik. Kuasailah hati kami, supaya kami saling mengasihi sebagai saudara. Kuasailah diri kami masing-masing dan segenap anggota keluarga, kuasailah segenap warga masyarakat, segala bangsa, dan pembesar-pembesar dunia. Sudilah Engkau menjadi tali pengikat mereka semua dalam persatuan yang teguh.

"Sacra Familia - Keluarga Kudus"

 DOA-DOA KEPADA SANTO YUSUF

1. PENYERAHAN KEPADA SANTO YUSUF
Pengantin tersuci Bunda Allah. Pemelihara setia Yesus Kristus, lihatlah, aku datang kepadamu untuk menyatakan cinta dan syukurku kepadamu.
Aku mempersatukannya dengan cinta murni Yesus dan Maria kepadamu, bersama dengan segala cinta yang mereka buktikan kepadamu.
Yusuf yang baik hati, jadilah senantiasa pelindung dan pengantara bagiku kepada Allah, demi pahala-pahala Yesus dan Maria dan pahalamu sendiri, perolehlah bagiku pengampunan dosa dan segala siksanya. Perolehlah pula bagiku kemurnian hati seperti yang telah kudapat sesudah aku dipermandikan. Mintalah bagiku kebajikan-kebajikan yang perlu: iman yang hidup, pengharapan yang teguh serta kasih yang mesra.

Selasa 05 Agustus 2014

Pekan XVIII
Yer 30:1-2.12-15.18-22Mat 15:1-2, 10-14

"Bona diagnosis bona curatio - Diagnosa yang baik adalah juga obat yang baik." Inilah salah satu kutipan medis dalam bahasa latin yang secara tidak langsung mengajak kita untuk memilih dan memilah secara bijaksana. Hal ini juga berlaku dalam pemahaman terhadap hukum ilahi, karena sebenarnya hukum itu mempunyai arti yang baik, yakni: "Hadir Untuk Keselamatan Umat Manusia."

"Societas Iesu" - Para Sahabat Yesus.

JOST - Jadikan Orang Sahabatnya Tuhan.

DOA KEPADA PARA SANTO

1. DOA SANTO MIKHAEL
( Doa Paus Leo XIII )
Malaikat Agung Santo Mikhael, lindungilah kami dalam pertempuran, tolonglah kami melawan kekejian dan tipu daya iblis. Kami mohon kepadamu, biarlah Tuhan mengambil semua kekuasaan iblis yang merugikan kami.
O Panglima bala tentara surgawi, karena kusa Ilahi usirlah ke dalam neraka iblis beserta seluruh bala tentara roh jahatnya yang berkeliaran di dunia untuk membinasakan jiwa-jiwa.

In Memoriam": Penanggalan Orang Kudus

JANUARI - DESEMBER.

JANUARI

1. HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH.
S. Konkordius, Fulgensius, Odilo, Efrosina.
2. Peringatan S. Basilius dan Gregorius, Isodorus, Makarius.
3. S. Florensius, Daniel, Genoveva.
4. S. Priskus, Kayus, Benedikta.
5. S. Telesforus, Simeon, Emiliana.
6. S. Melanius, Makra.
7. S. Raymundus dari Penyafort, Yanuarius, Feliks.
8. S. Lusianus, Teofilus, Severinus, Maksimus.
9. S. Yulianus, Yakundus, Basilisa.
10. S. Mikanor, Agato, Wilhelmus, Marsianus.
11. S. Higinus, Alexander, Salvius, Honorata.
12. S. Arkadius, Modestus, Tasiana.
13. S. Leonsius, Vivensius, Veronika.
14. S. Hilarius, Feliks, Malakhias, Makrina.
15. S. Paulus, Maurus, Mikaes.
16. S. Marselus, Benardus, Ajutus, Akursius, Henoratus, Prisila.
17. Peringatan S. Antonius Abas – S. Sulpisius, Yulianus, Marianus.
18. S. Anonius, Priska, Liberata.
19. S. Marius, Kanutus, Ponsianus, Gerlakus, Marta.
20. S. Febianus, Sabastianus, Maurus.
21. Peringatan S. Agnes – S. Meinardus, Epifanius.
22. S. Vinsensius, Anastasius, Gaudensius.
23. S. Raymundus, Klemens, Ildefonsus, Emerensiana.
24. Peringatan S. Fransiskus dari Salas, - S. Felisianus, Mardonius, Eugenius.
25. Pesta bertobatnya S. Paulus, - S. Ananias, Donatus, Sabinus.
26. Peringatan S. Timoteus dan Tinus, - S. Polikarpus, Paula.
27. S. Angela, Yulianus, Vitalianus.
28. Peringatan S. Thomas dari Aquino, - S. Flavianus, Valerius, Agnes.
29. S. Konstansius.
30. S. Martina, Hipolitus, Felisianus, Alexander, Hiasinta, Aldegonda.
31. Peringatan S. Yohanes Bosko, - S. Victor, Yulianus, Marsela, Ludovika.