Ads 468x60px

Sabtu 31 Januari 2015

PW. St. Yohanes Bosko
Ibr. 11:1-2,8-19; Mzm. MT; Luk1:69-70,71-72,73-75;
Mrk. 4:35-41 


"O Adonai-O Tuhan."
Inilah salah satu gelar Yesus yang saya bawakan dalam perayaan natal "YOS-Yayasan Oikumene Surakarta" hari ini yang dibuka dengan pujian dari Kopassus Kandang Menjangan Kartasura bersama dengan ribuan warga Solo Raya.

Inilah juga yang dihadirkanNya ketika Ia menghardik taufan dan taufan pun diam mendengar gertakanNya. Dengan kata lain: Ia menjadi Tuhan atas diri kita dan semua yang ada di skitar kita, atau dalam bahasa St Clara, "Deus meus et omnia- Tuhanku dan Tuhan semua."

Jumat 30 Januari 2015

Ibr. 10:32-39; Mzm. 37:3-4,5-6,23-24,39-40;Mrk. 4:26-34.

"Adveniat regnum Tuum - Datanglah kerajaanMu."
Adapun kerajaanNya yang datang itu digambarkan dengan perumpamaan biji sesawi yang "SEderhana, SAbar dan manusiaWI." Ya, KerajaanNya itu dimulai hanya dengan Yesus dan sekelompok kecil murid yang sederhana dan penuh penyerahan diri (Yoh 20:22; Kis 2:4).

Akan tetapi, perwujudan yang kelihatan dari kerajaan itu bertumbuh sampai menjadi besar dan meneduhkan banyak orang. Sesawi yang dimaksudkan di sini sendiri ialah sejenis tanaman yang dapat tumbuh setinggi kira-kira tiga meter dan merupakan tanaman terbesar yang tumbuh di Israel. Pertumbuhannya yang luar biasa dari biji yang terkecil menjadi sebuah semak yang seukuran dengan sebuah pohon kecil secara nubuat melukiskan pertumbuhan Kerajaan Allah dari awal yang tak berarti berupa murid-murid Yesus yang sederhana menjadi suatu Gereja yang besar dan mekar di tengah dunia. 

Kamis 29 Januari 2015

Ibr. 10:19-25; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Mrk. 4:21-25.

"Veritas-Kebenaran."

Inilah salah satu tema pokok dalam drama musikal yang besok akan ditampilkan oleh ratusan pelajar dalam rangka "Tumbuk Ageng", HUT ke-64 SMA Ursulin di kota Solo, "Spirit Of Loving Others". 
Bersamaan dengan upaya untuk menebar mutiara kebenaran, Yesuspun jelas hadir sebagai KEBENARAN.Yesus menyatakan sebuah prinsip yang berlaku dalam KerajaanNya: orang percaya harus terus-menerus mencari dan menebar mutiara kebenaran karena jikalau tidak demikian maka apa yang ada pada mereka itu akan hilang: Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”

Rabu 28 Januari 2015

St. Thomas Aquino Ibr. 10:11-18; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 4:1-20

"Via illuminativa- Jalan pencerahan."
Inilah salah satu hal yang diwartakan Yesus.Inilah juga yang ikut diperjuangkan St Thomas Aquinas yang kita kenangkan hari ini. Kitapun diajak untuk menjadi "illuminata et illuminatrix-cerah dan mencerahkan" dengan belajar pada Yesus, Sang Penabur Sejati yang memiliki beberapa pencerahan, antara lain: 

Selasa 27 Januari 2015

Peringatan St. Angela Merici 
Ibr. 10:1-10; Mrk. 3:31-35.

"Caritas et fraternitas Kasih dan persaudaraan."
Inilah tema yang diangkat ketika saya mempersembahkan misa "Angela's Day" di aula besar sekolah St Maria Juanda Jakarta. Yesuspun memberikan dua hal itu pada bacaan hari ini:
"Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu."
 

Senin 26 Januari 2015

St. Timotius dan St. Titus
Ibr.9:15.24-28, Mrk. 3:22-30

"Semper accusat-Selalu menuduh." 
Inilah salah satu kecenderungan orang yang kadang berpikir buruk tentang yang lain. Inilah juga yang kadang kita perbuat dan dibuat juga oleh para ahli Taurat sehingga apapun yang diperbuat org lain selalu salah dan dicap jelek bhkan dituduh macam-macam. Yesus-pun yang jelas-jelas berbuat aneka kebaikan ternyata juga dipergunjingkan-disudutkan-dikambing hitamkan: dianggap mencari popularitas/"kejar setoran" bahkan dituduh bersekutu dengan iblis.

Tuduhan yang sungguh kejam dan tidak masuk akal karena pola pikir yang cenderung negatif dan memandang jelek orang lain membuat kita mudah menilai orang dan lupa me-refleksikan diri sendiri. 

Minggu 25 Januari 2015

Minggu Biasa III Yun. 3:1-5,10; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9; 1Kor. 7:29-31; Mrk. 1:14-20.

“Venite post me - Mari ikutlah Aku!”
Itulah pesan pokok hari ini bahwa kita dipanggil menjadi "kolaborator-mitra Allah" di tengah dunia dengan 3 pola, antara lain:

1.”See”: Yesus adalah Tuhan yang "melihat": mengenaln dan mencintai dunia. Ia benar-benar ilahi tapi juga insani. Ia sangat religius tapi juga bergaul dengan hiruk-pikuk sekitarnya sehingga menjadi semakin manusiawi dan membumi. Ia keluar masuk desa dan kota. Ia naik-turun gunung dan bukit. Secara khusus hari ini, Ia berjejak-tapak di pesisir danau: Ia berhenti lalu melihat dan menoleh kpd 4 sekawan dari Galilea: Simon-Andreas-Yakobus-Yohanes. Di tengah jerih letih dan kesibukan di “Galilea” kita, bukankah Tuhan juga kerap berhenti lalu menoleh dan menyapa kita? 

Intisari Homili 25 Januari 2015

Hari Minggu Biasa III B
Yun 3:1-5.10; 1Kor 7:29-31; Mrk 1:14-2

Menemukan Tuhan Dalam Segala
1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, 1:15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" 1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 1:17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 1:18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. 1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Sabtu 24 Januari 2015

St. Fransiskus dari Sales 
Ibr. 9:2-3,11-14; Mrk. 3:20-21

“Do ut des - Saya berbuat sesuatu kepadamu, supaya engkau juga berbuat sesuatu untukku".
Ungkapan Latin ini sangat singkat tetapi punya arti yang dalam. Maksudnya bahwa kalau kita berbuat kebaikan kepada orang lain, kita kerap berharap akan mendapat balasan langsung dari orang tersebut. Nah, mengacu pada bacaan hari ini, pola “do ut des” bukanlah standard yang Yesus ajarkan. Yesus menghendaki agar kita punya sikap “memberi tanpa pamrih" (unconditional love-cinta tak bersyarat).

Jumat 23 Januari 2015

Pekan Biasa II
Ibr. 8:6-13; Mrk. 3:13-19.

"Deus vult- Tuhan menghendakinya."
Inilah semboyan ksatria Perang Salib yang terkenang ketika Yesus memanggil dan memilih 12 orang Galilea untuk menjadi rasul pada bacaan hari ini. Merekapun yang dipanggil dan dipilihNya meninggalkan pekerjaan dan keluarga mereka untuk membaktikan diri kepadaNya. Yesus juga meminta hal yang sama dari kita saat ini untuk mengikuti, mengasihi, mentaati dan memberitakan injil kepada semua orang. Indahnya, ketika Tuhan memilih, Ia memilih orang-orang yang sederhana tak sempurna (Markus 3:13-19): ada yg berlatar belakang nelayan, ada yang tidak jujur, ada yg berperangai keras, ada juga yg peragu.

Kamis 22 Januari 2015

Ibr. 7:25 - 8:6; Mrk. 3:7-12.

"Imitatio Christi- Mengikuti Kristus."
Inilah yang terkenang ketika bacaan hari ini memberikan gambaran ttg meluasnya ketenaran Tuhan yang membuat orang dari jauh dan dari dekat datang untuk melihat-tendengar dan mengikutiNya. Orang banyak itu terdiri dari orang-orang yang berasal dari semua daerah, bahkan juga dari wilayah di luar Palestina seperti Tirus dan Sidon. Popularitas yang besar ini berkembang karena Yesus menyembuhkan banyak orang. 

Rabu 21 Januari 2015

Peringatan St. Agnes 
Ibr. 7:1-3,15-17; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 3:1-6

"Ad veritatem per caritatem - Mencari kebenaran melalui cinta kasih."
Inilah salah satu pesan iman yang ditekankan Yesus dalam pertanyaanNya:
"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Kitapun diajak selalu mewartakan kasih secara nyata setiap harinya, seperti kata Yesus juga pada hari ini, "ulurkanlah tanganmu."

Senin 19 Januari 2015

Pekan Biasa II 
Ibr 5:1-10; Mzm 110; Mrk 2:18-22

"Merdeka!"
Itulah sepenggal kata yang keluar dari para kader ketika saya diminta memberi permenungan natal bersama keluarga besar PDI Perjuangan di Jakarta tadi malam.

Hari inipun, Yesus juga mengajak kita menjadi orang beriman yang merdeka, yang siap ber-"reformatio vitae", mempunyai "kantong baru" yang siap untuk diisi dengan "anggur baru."

Minggu, 18 Januari 2015

Hari Minggu Biasa II
1Sam. 3:3b-10,19; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 6:13c-15a,17-20; Yoh. 1:35-42

“Totus tuus sum - Aku sepenuhnya milikmu!”
Inilah keyakinan iman kita yang telah menjawab panggilanNya dengan 3 dimensi iman, antara lain:

1.Dimensi aktif:
"Marilah dan kamu akan melihatnya."
Ya, menjadi muridNya bukan melulu untuk menyerap ilmu/pengajaran-Nya tapi untuk tinggal bersama dengan Dia (Yoh 15:4-10). Ada dinamika pemuridan untuk melihat-mengikuti-mencari tahu- tinggal bersama Dia- mengenal jati DiriNya+beriman kepada-Nya.Dengan kata lain: Menjadi muridNya bukan hanya melihat dan mengikuti Dia tapi tinggal bersama (dalam Dia) yang mengandaikan adanya relasi personal, yang dalam bahasa Bo Sanchez, “discipleship is a relationship”, karena pemuridan sejatinya adalah peristiwa tinggal di dalam Dia, bukan hanya bersama-sama dengan Dia.
 

St Antonius Abas

17 Jan 2015
PW. St Antonius Abas 

Ia hidup dari tahun 250 dan meninggal tahun 356. Antonius sendiri adalah seorang pemuda dari Mesir.Antonius seorang pemuda yang kaya raya, karena mendapatkan harta dari orang tuanya, yang meninggal pada saat Antonius berumur 20 tahun.Antonius membagi semua hartanya kepada orang-orang miskin, kemudian ia hidup lebih dekat dengan Tuhan dengan bertapa, berdoa dan bermatiraga.

Sabtu 17 Januari 2015

PW. St Antonius Abas
Ibr 4:12-16; Mzm 19; Mrk 2:13-17


"Vade mecum- Ikutilah aku!"
Inilah seruan Yesus ketika memanggil Lewi, pemungut cukai, untuk mengikuti ‘tapak-tapak-Nya’ (Mrk 2:14). Indah, bahwa sebuah panggilan berawal dari inisiatif ilahi yg menyapa semua pribadi insani, bahkan pribadi yqng dianggap hina-dina, dipinggirkan dan dikucilkan oleh dunia.

"Madah Ibadat Bacaan + Ibadat Pagi

(Sabtu, 17 Januari 2015) 

PERINGATAN S.ANTONIUS, ABAS.
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad.
Amin.
Alleluya. 

MADAH IBADAT BACAAN
Kita bergembira
Menghormati hamba
Yang dalam hidupnya
Tekun membiara
Demi cinta Tuhan
Hidup dibaktikan
Untuk mengikuti
Panggilan ilahi
Dalam segalanya
Slalu berusaha
Mengabdi sesama
Dengan kasih setia
Terpujilah Bapa
Bersama Putra
Serta RohNya pula
Selama-lamanya.
Amin. 

Madah Ibadat Siang-Sore-Malam

(Jumat, 16 Januari 2015)

"MADAH IBADAT SIANG"
Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Madah Ibadat Bacaan Dan Ibadat Pagi

(Jumat 16 Januari 2015)

"Madah Ibadat Bacaan":
Kristus dampingilah kami
Dengan kasih yang sejati
Yang sudah Kau perjuangkan
Di salib sebagai kurban

Kami mohon penuh iman
Kelimpahan pengampunan
Atas segala tindakan
Yang tak tertanggungjawabkan

Lindungilah para putra
Dari segala bencana
Berkat salib tanda jaya
Yang tersiram darah mulya

Terpujilah Yesus Kristus
Sabda Bapa yang diutus
Menjadi juruselamat
Membagikan Roh dan rahmat.
Amin.

Jumat 16 Januari 2015

Pekan Biasa I
Ibr 4:1-5.11; Mzm 78; Mrk 2:1-12
"Fides-Iman!"
Iman yang menjadi dasar tindakan (Ibr 11:1), adalah alasan utama sehingga Yesus menyembuhkan si lumpuh (Mrk 2:5). 
Adapun penyembuhan itu menimbulkan kontroversi sebab Yesus pertama-tama memberi pengampunan dosa, sesuatu yang oleh para ahli Taurat dianggap sebagai penghojatan kepada Allah. Bagi Yesus, pengampunanperlu agar hubungan si lumpuh dengan Allah dipulihkan.

Madah Harian Malam

(Kamis, 15 Januari 2015)

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajah-Mu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tangan-Mu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hati-Mu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan Roh-Mu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu.
Amin.

Madah Harian Pagi

(Kamis, 15 Januari 2015)

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S’moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Kamis 15 Januari 2015

Pekan Biasa I
Ibr 3:7-14; Mzm 95; Mrk 1:40-45

"Splagxnizomai- tergerak hati." 
Inilah yang saya rasakan ketika tadi siang mempersembahkan misa untuk para narapidana di penjara wanita Tangerang dan mendoakan salah satu napi yang akan dieksekusi mati beberapa hari lagi. 

Rabu 14 Januari 2015

Pekan Biasa I
Ibr 2: 14-18; Mzm 105; Mrk 1:29-39


"Custodi nos-Lindungilah kami." 

Inilah harapan kita kepada Yesus yang menunjukkan kuasa/wibawa (Yun: 'exousia'), baik dalam mengajar maupun mengusir roh jahat (Ibr 2:14-18). Kuasa Allah sendiri juga merajai Yesus karena seluruh kegiatanNya mengandalkan kuasa ilahi yang diperoleh lewat hidup imani yang seimbang dalam doa dan 
karya (Mrk 1:29-39).

Selasa 13 Januari 2015

Pekan Biasa I
Ibr 2:5-12; Mzm 8; Mrk 1:21b-28

"Omnipotentem-Mahakuasa."
Inilah yang dihadirkan Yesus lewat doa dan karya nyatanya. 
Adapun selama sehari penuh, Yesus melaksanakan 4 misi utama dengan penuh kuasa, antara lain: mengajar (ay.21-22.27),mengusir roh jahat (ay.23-26.32.34.39), menyembuhkan yg sakit (ay.30-31.32-34) dan memberitakan Injil (ay.38-39). 

Contemplatio in actione - Bermenung dalam kesibukan

Contemplatio in actione - Bermenung dalam kesibukan

Inilah salah satu semangat para imam, yang terinspirasi dari semangat para pendiri dan perintis ordo jesuit, salah satunya adl Petrus Faber. Di bawah ini adalah salah satu doa pribadinya:
"Aku mohon kepadaMu, ya Tuhan, agar Engkau menyingkirkan segala sesuatu yang memisahkan aku dari Engkau dan Engkau dari aku. Singkirkan segala sesuatu yang membuat aku tak pantas Engkau pandang Engkau kuasai Engkau cela Engkau bicarakan Engkau baiki Engkau cintai   Buanglah dari diriku setiap kejahatan yang menghalangi aku untuk melihat Engkau, mendengar, mengecap, menikmati, dan menyembah Engkau, takut dan memperhatikan Engkau; mengenal, percaya,mencintai dan memiliki Engkau, sadar akan hadiratMu, dan sedapat mungkin mengenyam Engkau   Ini adalah apa yang aku minta untuk diriku dan yang aku inginkan sekali dari Engkau." 

Senin 12 Januari 2015

Pekan Biasa I
Ibr.1:1-6, Mrk. 1:14-20


"Confitemini Domino- Bersyukurlah kepada Tuhan."
Hidup dan iman kita semestinya penuh syukur karena Allah berkenan memanggil dan memilih kita untuk bekerja bersamaNya: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia!”. Ia memanggil kita melalui peristiwa biasa dan manusiawi. Ia tidak pernah mencabut akar kemanusiaan kita namun menyempurnakannya.

Minggu 11 Januari 2015

Pesta Pembaptisan Tuhan
Yes. 55:1-11; Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; 1Yoh. 5:1-9;
Mrk. 1:7-11.

"Asperges Me- Percikilah aku!" 
Inilah harapan kita dalam pesta pembaptisan Tuhan.
Adapun pembaptisan Yesus oleh Yohanes adalah wujud "kenosis", pengosongan diri-Nya (Flp 2:6-7; Ibr 4:15 ) dengan 3 point permenungan, antara lain:

Sabtu 10 Januari 2015

Pekan Biasa Sesudah Epifani
1 Yoh 5:15-21; Yoh 3:22-30.


"Altissimus-Yang Maha Tinggi." 
Inilah yang diwartakan Yohanes Pembatis tentang diri Yesus.  Kitapun diajak untuk menjadi "pewarta" yang berani bersaksi tentang keunggulan Yesus sebagai Yang Maha Tinggi dengan tiga modal dasar yang diteladankan Yohanes Pembaptis, antara lain: 

Jumat 09 Januari 2015

1 Yoh 5:5-13; Mzm 147; Luk 5:12-16.

"Gratias agimus tibi -  Kami bersyukur kepadaMu!"
Bisa jadi, inilah seruan iman si kusta ketika ditahirkan Yesus. Yesus sendiri punyai 2 pola syukur yang akrab disebut, "ora et labora", dokar-doa dan kerja.

1.Bekerja:
Dalam tradisi biblis, kusta itu penyakit yang “menyeramkan” karena para penderita tak boleh ikut ibadat (dianggap najis). Ia baru akan diterima setelah dinyatakan sembuh dalam ibadat yang hanya dapat dilakukan para imam, yang berhak menyatakan "najis"/"tahir" (Im 14:2-32). Padahal, hampir semua upacara keagamaan dipusatkan pada Bait Allah di Yerusalem.

Kamis 08 Januari 2015

1 Yoh. 4:19 - 5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a.

"Salvator Mundi- Penyelamat Dunia."
Inilah salah satu gelar untuk Yesus yang memproklamasikan diri: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik." Dengan kata lain : Ia menjadi penyelamat yang membawa kabar baik (Yun: "euanggelion, injil").

Adapun tiga jalan cinta yang diajarkanNya sebagai pembebas yang membawa kabar baik, antara lain: 

Rabu 07 Januari 2015

Pekan Biasa sesudah Epifani
1 Yoh 4:11-18; Mrk 6:45-52

"Salva nos-Selamatkanlah kami!" 

Inilah harapan orang yang beriman.
Sebaliknya, kita melihat sikap para murid yang "kuman, kurang beriman".
Mereka "heran" menyaksikan mukjizat-mukjizat yang menyelamatkan.
Mereka ketakutan menyaksikan Yesus berjalan di atas air ketika perahu mereka sedang diombang-ambingkan angin sakal.
Ia melihat dan “datang” untuk menolong mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang memiliki relasi akrab dengan Yesus, tidak pernah lepas dari perhatianNya.

Selasa, 06 Januari 2015

Hari Biasa setelah Epifani
1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.
"Panis-Roti."
Inilah salah satu pernyataan diri Yesus yang datang untuk mengenyangkan yang lapar. Hal ini tampak bernas-lugas dalam mukjizat lima roti dan dua ikan yang dicatat dalam keempat Injil (Mat 14:13-21; Mark 6:34-44; Luk 9:12-17; Yoh 6:1-14), yang menunjuk kepada diri Yesus yang adalah roti hidup (Yoh 6:35).

Senin 05 Januari 2015

1 Yoh. 3:22 - 4:6; Mzm. 2:7-8,10-11;Mat. 4:12-17,23-25.

"Lumen-Terang."
Inilah yang diwartakan Yesus lewat karya dan wartaNya. Ia pergi ke Zebulon dan Naftali, "bangsa yang diam dalam kegelapan" (Mat 4:16). Ia juga mengawali karya ketika Yohanes ditangkap di daerah itu untuk menghadirkan terang Allah.
Jelasnya, Yesus benar-benar menjadi terang yang punya efek buat sekitarnya. Kitapun diajak untuk menjadi terang yang punya efek buat sekitar dengan 3 panggilan yang diteladankan Yesus, antara lain:

Minggu 04 Januari 2015

Hari Raya Penampakan Tuhan 
Yes 60:1-6; Ef. 3:2-3a.5-6; Mat 2:1-12

"Stella Aeterna-Bintang Abadi." 
Inilah salah satu karakter ilahi dari pribadi Yesus yang kehadirannya selalu mencerahkan-meneduhkan+menghangatkan. Sinarnya menyatukan para gembala yang bersahaja dengan para majus yang bijaksana. Kasihnya mengajak orang yang jauh menjadi dekat, untuk sama-sama datang dan bersembah sujud kepadaNya.

Ketika kumohon

Ketika kumohon pada Allah Kekuatan... 
Allah memberiku Kesulitan agar aku menjadi Kuat 
Ketika kumohon pada Allah Kebijaksanaan ..
Allah memberiku Masalah untuk Kupecahkan 
Ketika kumohon pada Allah Kesejahteraan ..
Allah memberiku akal untuk Berpikir
Ketika kumohon pada Allah Keberanian... 
Allah memberiku Kondisi Bahaya untuk Kuatasi 
Ketika kumohon pada Allah Bantuan ..
Allah memberiku Kesempatan 
Ketika kumohon pada Allah sebuah Cinta ..
Allah memberiku orang-orang yg butuh bantuan untuk Kutolong 

Ya, ternyata aku tak pernah selalu menerima apa yang Kupinta ..
Tetapi aku menerima segala yang Kubutuhkan ..”
Amin.

Sabtu 03 Januari 2015

Nama Yesus Yang Tersuci, 
1 Yoh. 2:29-3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6;  Yoh. 1:29-34

"Agnus Dei- Anak Domba Allah!"
Inilah kesaksian Yohanes tentang Yesus:"Lihatlah Anak Domba Allah. Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya." Bersama dengan pembukaan Tahun Hidup Bakti di Gereja Katedral hari ini, mengacu pada karakter "domba" (Damai OMongannya Bersama Allah), adapun 3 ajakan iman yang bisa kita buat supaya semakin hidup dan berbakti kepadaNya, al: