Ads 468x60px

Selasa, 22 Jan 2013


Ibr 6:10-20; Mrk 2:23-28
“Hari Sabat diadakan utk manusia”

"Lex in Caritas-Hukum di dlm kasih". Hidup kita tak lepas dari hukum: Ada hukum pidana-perdata, adat, agama dan kanonik. Secara real, hukum kerap disalahgunakan/dipermainkan, padahal secara ideal, hukum artinya "Hadir Untuk Kebahagiaan Umat Manusia". Itu sebabnya Yesus tidak mengajak kita untuk jatuh pada sikap mental "legalistis", apa-apa serba hukum, tapi hukum itu harus didasari dengan nada dasar "C" alias cinta kasih.

Bicara soal hukum dan kasih, kemarin saya mempersembahkan misa arwah untuk Ibu Suharsi. Dari namanya, kita diajak punya 3 tujuan dasar hukum seperti yang saya tulis dalam buku "Family Way" (Kanisius), al: 

Senin 21 Jan 2013


Pw.St Agnes
Ibr 5:1-10; Mzm 110:1-4; Mrk2:18-22

“Crescit en eundo - Bertumbuh sambil berjalan.” Itulah “kritik ideologis” Yesus bahwa hidup iman kita harus selalu bertumbuh dalam realitas. Iman yang tumbuh seperti anggur baru karena berasal dari kedekatan dengan Tuhan, bukan yang secara terpaksa melulu cuma demi mentaati aturan. Iman yang bertumbuh dari dalam hati karena yakin bahwa Tuhan yang diimaninya adalah Tuhan yang aktual, yang “gaudere cum gaudentibus et fiere cum fientibus-bergembira dengan yang bersukacita dan yang menangis dengan yang berdukacita”. 

Minggu 20 Jan 2013

Pekan Biasa II/C
Yes 62:1-5; 1Kor 12:4-11; Yoh 2:1-11
“Apapun kata Yesus, lakukanlah itu” 

“Unitas et caritas  persatuan
 dan kasih.” Itulah tema pokok yang terjadi pada pesta pernikahan di Kana. Pernikahan(Bhs Inggris:wedding, Bhs Arab:nikkah) adalah pengikatan janji untuk meresmikan ikatan kawin secara hukum agama-negara dan adat. Dalam sebuah pernikahan, format perkawinan/perpaduan fisik-biologis menjadi salah satu bagian identik di dalamnya.  

Sabtu 19 Jan 2013

Ibr 4:12-16; Mzm 19:8-9.10.15; Mrk 2:13-17
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar tapi orang berdosa”

"Deus vult - Tuhan menghendakinya!” Inilah semboyan pokok dari para ksatria Perang Salib y
ang kerap saya tulis dalam bagian epilog di beberapa buku saya yang diterbitkan Kanisius. Adapun 3 hal yg dikehendaki oleh Tuhan, al:

1."Mediator" (in medio: di tgh2): Ia mengajar
 dan berjumpa dengan banyak orang dalam hidup keseharian yang biasa-biasa. Lewat Yesus yang membumi inilah, Allah semakin mudah menjumpai kita dan lewat Yesus yang merakyat, kita juga semakin mudah menjumpai Allah. Yesus menjadi gambaran Allah yang otentik sekaligus pintu bagi surga menjaga dunia dan juga sebaliknya. Ia adalah link – ex officio – jembatan ulung antara Allah dan kita, terlebih kita yang kecil dan tersingkir/disingkirkan. Ia mengantar kita untuk mengalami kasih Allah yang peduli dan berbelaskasihan pada kita, yang adalah pendosa yang dikasihi Tuhan.