Sebuah terjemahan dari salah satu puisi
mistikus gereja, St Yohanes dari Salib, yang kami beri judul dalam bahasa
Indonesia sebagai: "Nyala Cinta yang Hidup".
Pati Sajroning Urip, Urip Sajroning Pati
Pati
sajroning urip, urip sajroning pati - Hidup itu dengan sendirinya sudah
menggendong kematian, hanya dengan demikian, orang boleh hidup dengan
sungguhan." Itulah pepatah orang Jawa yang mengamini pepatah orang latin:
"Homo proponit, sed Deus disponit, yg berarti "manusia berencana,
Tuhan yang memutuskan."
"HIK": Senyuman - SEtia NYUMbangkan iMAN."
“Hadapi dengan senyuman - semua yang terjadi biar
terjadi - hadapi dengan tenang jiwa - semua kan baik-baik saja. Bila ketetapan
Tuhan - sudah ditetapkan - tetaplah sudah - tak ada yang bisa merubah - dan
takkan bisa berubah.Relakanlah saja ini -bahwa semua yang terbaik - terbaik
untuk kita semua - menyerahlah untuk menang.”.
RIP-Requescat in Pace, Beristirahatlah dalam damai
RIP-Requescat in Pace, Beristirahatlah dalam damai. Inilah sebuah ajakan iman
Gereja untuk setiap arwah orang beriman. Tentunya kedamaian ini juga berlaku
buat setiap pribadi yang pernah/sedang ditinggal mati. Untuk itulah, saya
tampilkan lagi sepenggal puisi sastrawi yang juga saya kenangkan ketika
"in memoriam", memperingati meninggalnya bapak saya di tahun 2007:
Langganan:
Postingan (Atom)