HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
12 Desember,
Peringatan Maria dari Guadalupe.
Our Lady of Guadalupe - Bunda dari Guadalupe."
“PENJELASAN SOSIO HISTORIS-TEOLOGOS SEPUTAR GAMBAR MARIA GUADALUPE.”
(Buku "MOM - Mary Our Mother" - RJK)
'The Lord is good and upright.
He shows the path to those who stray,
He guides the humble in the right path,
He teaches his way to the poor.'
Our Lady of Guadalupe, pray for us.
Inilah yang diakui Gereja sebagai penampakan Bunda Maria, dan kita
peringati setiap tgl 12 Desember. Inilah salah satu penampakan tertua
Perawan Maria terjadi di Meksiko pada tahun 1531.
Dalam
penampakannya kepada Juan Diego pada tanggal 8, 9 dan 12 Desember 1531,
Maria memberi “bukti” gambar dirinya yang timbul pada tilma/ kain Juan
Diego ketika Juan Diego membukanya di hadapan Uskup dan beberapa saksi
lain.
Sejak saat itu hingga kini, telah sangat banyak kali tilma
bergambar itu diteliti oleh para ahli dengan menggunakan berbagai
teknik, namun tak ada kesepakatan yang bisa membuktikan secara ilmiah
(untuk membuktikan ketidak asliannya).
Tidak dapat dibuktikan waktu/
tahun/ masa pembuatannya, tekniknya, cat yang digunakan, bahkan tidak
ada jejak kuas (jika gambar tersebut adalah palsu atau buatan manusia).
Dan sejumlah fakta lain, antara lain kenyataan bahwa kain tersebut
tidak rusak atau pudar selama waktu berabad-abad ini dan bahkan ketika
terjadi ledakan bom yang menghancurkan bangunan dan benda- benda berat
di sekitarnya, kain ini tetap utuh tak kurang suatu apapun, dan
banyaknya mukjizat yang terjadi yang diakui sebagai pertolongan yang
didapat dari kepercayaan kepadanya.
Secara singkat, beberapa keterangan menarik tentang gambar Maria Guadalupe :
1. Ada yang mempercayai, kata-kata Maria : “Panggil / sebut aku dan
gambarku itu sebagai “Santa Maria de Guadalupe” itu kemungkinan salah
diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, karena Juan Diego dan pamannya (
yang mendapat pesan itu) berbahasa asli Indian Aztec.
Bisa jadi kata
yang dimaksud adalah "coatlaxopeuh" yang diucap "quatlasupe" yang
berarti “dia yang menginjak/menghancurkan ular”. (lihat Kej 3:15)
2. Gambar figur Maria berdiri di depan cahaya matahari:
Ini melambangkan bahwa Maria lebih besar daripada dewa matahari yang disembah orang-orang Indian saat itu.
Lihat Wahyu 12 : 1, Maka tampaklah suatu tanda besar di langit:
Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya....
3. Kakinya berdiri di atas bulan sabit berkulit ular :
Ini melambangkan bahwa Maria lebih besar daripada dewa ular yang
disembah orang-orang Aztec, sebagai lambang kemenangan atas
kejahatan/setan.
Kepercayaan kepada Maria ini kemudian mengurangi
dan mengakhiri pengorbanan manusia yang dilakukan bangsa Aztec sebagai
persembahan kepada setan/dewa ular.
4. Seorang Cherub menopang Maria :
Malaikat dipercayai sebagai makhluk surgawi.
Ini menandakan bahwa Maria datang dari Surga.
5. Wajah Maria :
Adalah wajah etnik, sebuah wajah baru perpaduan antara suku asli Indian dan bangsa penakluk mereka, Spanyol.
6. Kepala dan mata Maria tertunduk :
Dewa dewi suku Aztec selalu digambarkan menatap lurus dengan mata besar dan kepala tegak.
Kepala dan mata Maria yang tunduk ke bawah memberitahu bahwa ia bukan
dewa atau dewi, bahwa ada kuasa yang lebih besar daripada ia.
7. Rambut Maria :
Kebiasaan suku Aztec, wanita yang rambutnya tidak diikat menandakan sedang mengandung.
Sedangkan rambut belah tengah adalah untuk para gadis.
Rambut Maria yang tidak diikat dan berbelah tengah menandakan bahwa ia adalah "ibu yang perawan".
8. Salib pada kalungnya :
Maria mengakui Tuhannya adalah Kristus, Tuhan orang-orang Spanyol.
9. Posisi tangan :
Tangannya berada dalam gerakan menyembah, menandakan bahwa ia menyembah suatu kuasa yang lebih besar dari dirinya sendiri.
10. Warna biru mantelnya :
Ini adalah warna yang dikenakan para kaum bangsawan atau petinggi, menunjukkan ia adalah seorang ratu.
11. Ikat pinggang hitam :
Pada budaya Aztec, ini dipakai oleh wanita yang sedang mengandung.
12. Bintang-bintang pada mantelnya :
Ini menandakan bahwa ia lebih besar daripada bintang-bintang yang disembah bangsa Aztec. Sebuah gambar virgo
(= perawan) ada di tengah badannya dan sebuah bintang utara pada kepalanya.
Gambar bintang-bintang pada mantel Maria adalah sama seperti gugusan
bintang yang tampak di langit pada hari itu, 12 Desember 1531 jam 10
malam waktu setempat.
Kebudayaan Aztec mempercayai bahwa suatu masa
berakhir dan sebuah era baru dimulai selalu ditandai dengan kemunculan
komet atau gugusan bintang.
Penampakan Maria di Mexico ini
mengakhiri kepercayaan suku Indian akan dewa-dewi, mengakhiri ritual
pengorbanan manusia, dan dalam waktu beberapa tahun saja mempertobatkan 9
juta (dari total 10 juta) orang suku Aztec kepada iman Kristiani.
Paus St. Yohanes Paulus II menetapkan Maria Guadalupe sebagai pelindung
Mexico dan Amerika, dan Kuil Maria Guadalupe termasuk salah satu tempat
yang paling banyak dikunjungi peziarah setiap tahunnya.
====
Salah satu penampakan tertua Perawan Maria terjadi di Meksiko pada tahun 1531.
Juan Diego, seorang pria pribumi tua berusia 57 tahun yang telah
bertobat dan beralih ke iman Katolik, sedang dalam perjalanan menuju
Misa hariannya ketika melewati bukit Tepeyac, di barat laut Meksiko.
Tertarik oleh suara burung bernyanyi, ia memanjat bukit dan melihat seorang wanita muda dalam gaun panjang yang bersinar.
Batu-batu di sekelilingnya berbinar, dan Juan Diego melihat pelangi memenuhi langit.
Wanita muda tersebut, yang menyatakan kepadanya bahwa dia adalah
Perawan Maria, memerintahkan Juan Diego untuk meminta Uskup untuk
membangun sebuah kapel di tempat itu.
Juan Diego melaporkan hal itu dua kali kepada Uskup tapi tidak dipercayai.
Pada tanggal 12 Desember, Maria memberinya tanda yang dengannya
kemudian dapat meyakinkan Uskup dan Imam lainnya: jubah Juan Diego
secara ajaib tercetak dengan gambaran Maria.
Tanpa ragu lagi, mereka memulai pembangunan tempat kudus, sebuah gereja yang segera menarik para peziarah hingga saat ini.
Sampai pada hari ini, gambar ajaib yang muncul di jubah Juan Diego
masih sejelas seperti pada saat pertama kali muncul, dan kain biasa yang
sudah berumur beberapa abad itu masih dalam kondisi baik.
Analisa ilmiah yang dilakukan tanpa hasil yang jelas hanya semakin memperdalam misterinya.
Pada 14 November 1921, seorang pekerja pabrik menaruh bom dan meledakkan altar Gereja dimana disimpan jubah tersebut.
Ledakan menghancurkan lantai altar dari marmer dan kaca-kaca gereja
serta rumah-rumah sekitar, melengkungkan salib tembaga di altar, tetapi
kain jubah Juan Diego bergambar Maria tersebut tidak mengalami
kerusakan.
Sejak 1993, kain tersebut kemudian dilindungi, disimpan dalam kotak kaca anti peluru.
Dengan lebih dari lima belas juta pengunjung tiap tahun, Gereja Nuestra
Senora de Guadalupe di bukit Tepeyac menjadi salah satu tempat ziarah
terkenal di dunia dan La Virgen de Guadalupe diakui menjadi pelindung
Meksiko dan Amerika Latin.
====
Kutipan Bunda Maria dari Guadalupe, Pelindung Evangelisasi Baru :
“Aku sungguh adalah Ibundamu yang berbelas kasih : Ibumu dan ibu dari
semua orang yang berdiam di tanah ini dan Ibunda bagi segala bangsa yang
mencintai aku dan memanggil serta memohon kepadaku. Akulah Ibu dari
semua orang yang mencari aku dan menempatkan kepercayaan mereka didalam
Aku”
“Ketahuilah, dan taruhlah di dalam hatimu, putra kecilku,
yang paling kusayangi, bahwa Akulah Santa Perawan Maria Selamanya yang
sempurna, dan Aku memiliki hak untuk Menjadi Ibu Allah yang benar,
Pemberi Kehidupan, Pencipta orang-orang, Pemilik apa yang dekat dan
jauh, Tuhan Langit dan Bumi”
“Karena sebenarnya aku merasa
terhormat untuk menjadi Ibunda yang berbelas kasih kepada kalian semua,
kamu dan semua orang yang tinggal bersama di tanah ini, dan semua orang
dari leluhur yang berbeda, mereka yang mencintai aku, mereka yang
menangis kepadaku, mereka yang mencari aku, mereka yang menghormati aku
dengan menempatkan kepercayaan mereka dalam perantaraanku.
Karena aku akan selalu mendengar tangisan mereka, dukacita mereka, untuk
membersihkan, menyembuhkan semua penderitaan mereka, permasalahan
mereka, penderitaan mereka”
“Dengar, taruhlah didalam hatimu, yang paling kecil dari putra-putraku :
Jangan biarkan apapun menakutkan atau membuatmu sedih
Jangan biarkan hatimu diganggu
Jangan takut akan penyakit atau penderitaan
Bukankah aku ada disini, yang adalah Ibumu?
Bukankah kamu ada dalam perlindunganku?
Bukankah aku adalah kesehatanmu?
Tidakkah kamu gembira ada di dalam lipatan jubahku, digenggam aman didalam tanganku?
Apakah kamu memerlukan sesuatu yang lain lagi?
Jangan biarkan apapun mencemaskanmu atau mengganggumu”
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
Doa Mohon Pertolongan Bunda Maria dari Guadalupe (Buku "DOA – Dikuatkan Oleh Allah" - Romo Jost Kokoh)
Bunda tercinta, kami mengasihimu.
Kami berterimakasih atas janjimu untuk menolong kami bila kami berada dalam kesesakan.
Kami mempercayakan diri ke dalam kasihmu yang kuasa mengeringkan airmata dan menghibur hati kami.
Ajarilah kami menemukan damai di dalam diri Yesus Putramu dan berkatilah kami di sepanjang hari-hari hidup kami.
Jadikanlah hati kami menjadi seindah bait yang telah dibangun di atas gunung Tepeyac bagimu.
Suatu bait penuh penyerahan, pengharapan dan cinta kasih kepada Yesus yang terus berkembang setiap hari.
Bunda tercinta,
Engkau memilih tinggal bersama kami dengan menghadiahkan gambar dirimu sendiri yang amat ajaib dan suci pada jubah Juan Diego.
Biarlah kami menikmati kehadiranmu yang penuh kasih itu apabila kami memandang wajahmu.
Berilah kami keberanian seperti Juan Diego untuk menyampaikan pesan pengharapanmu pada semua orang.
Engkaulah bunda kami dan sumber inspirasi kami.
Sudi dengarkanlah kami dan jawablah doa-doa kami.
Amin.
Salam Maria... (3 x)
B.
Remembering the apparitions of Our Lady of Guadalupe.
First Apparition: Saturday, December 9, 1531
Juan Diego was on his way to the church in Mexico – Tlatilolco, near
the hill called Tepeyac, when he heard someone singing like the song of
many precious birds
Then, he heard someone calling him, *“Juanito, Dearest Juan Diego”.
She told him: “Know, know for sure, my dearest and youngest son, that I
am the perfect ever virgin holy Mary, Mother of the One Great God of
truth who gives us life…I want very much that they build my sacred
little house here…”
Second Apparition: end of day, Saturday, December 9, 1531
Juan Diego begs our Lady to send someone more esteemed than him to deliver the message.
Our Lady told him: “Listen, my youngest and dearest son, know for sure
that I have no lack of servants or messengers to whom I can give the
task of carrying my breath, my word…; but it is very necessary that you,
personally, go and plead, that my wish, my will, become a reality…”
C.
Novena in Honor of Our Lady of Guadalupe (Feast: December 12)
Memorare of Our Lady of Guadalupe
(to be prayed each day...)
Remember, O most gracious Virgin of Guadalupe, that in your heavenly
apparitions on the mount of Tepeyac, you promised to show your
compassion and pity towards all who, loving and trusting you, seek your
help and call upon you in their necessities and afflictions.
You promised to hear our supplications, to dry our tears, and to give us consolation and relief.
Never has it been known that anyone who fled to your protection,
implored your help, or sought your intercession, was left unaided.
Inspired by this confidence, we fly to you, O Mary, ever-Virgin Mother
of the true God!
Though grieving under the weight of our sins, we
come to prostrate ourselves before you. We fully trust that, standing
beneath your shadow and protection, nothing will trouble or afflict us,
nor do we need to fear illness or misfortune, or any other sorrow.
O Virgin of Guadalupe, you want to remain with us through your
admirable Image, you who are our Mother, our health, and our life.
Placing ourselves beneath your maternal gaze, and having recourse to you
in all our necessities, we need do nothing more.
O Holy Mother of God, despise not our petitions, but in your mercy hear and answer us. Amen
1.
First Day - December 4
Dearest Lady of Guadalupe, fruitful Mother of holiness, teach me your
ways of gentleness and strength. Hear my humble prayer offered with
heartfelt confidence to beg this favor...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe
2.
Second Day - December 5
O Mary conceived without sin, I come to your throne of grace to share
the fervent devotion of your faithful children who call upon you under
the glorious title of Guadalupe. Obtain for me a lively faith to do your
Son’s holy will always: May His will be done on earth as it is in
heaven...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe
3.
Third Day - December 6
O Mary, most sorrowful, whose Immaculate Heart, was pierced by seven
swords of grief, help me to walk valiantly amid the sharp thorns strewn
across my pathway. Obtain for me the strength to be a true imitator of
you. This I ask you, my dear Mother...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe
4.
Fourth Day - December 7
Dearest Mother of Guadalupe, I beg you for a fortified will to imitate
your divine Son’s charity, to always seek the good of others in need.
Grant me this, I humbly ask of you...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe
5.
Fifth Day - December 8
O most holy Mother, I beg you to obtain for me the pardon of all my
sins, abundant graces to serve your Son more faithfully from now on, and
lastly, the grace to praise Him with you forever in heaven...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe
6.
Sixth Day - December 9
Mary, Mother of vocations, we beg you to multiply priestly vocations
and fill the earth with religious houses which will be light and warmth
for the world, and safety in stormy nights. Beg your Son to send us many
holy priests and religious. This we ask of you, O Mother...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe
7.
Seventh Day - December 10
O Lady of Guadalupe, we beg you that parents live a holy life and
educate their children in accordance with the true Catholic faith; that
children obey and follow the directions of their parents; and that all
members of the family pray and worship together. This we ask of you, O
Mother...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe
8.
Eighth Day - December 11
O Lady of Guadalupe, with my heart full of the most sincere veneration,
I prostrate myself before you, O Mother, to ask you to obtain for me
the grace to fulfill the duties of my state in life with faithfulness
and constancy...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe
9.
Ninth Day - December 12 - Feast of Our Lady of Guadalupe
O God, you have been pleased to bestow upon us unceasing favors by
having placed us under the special protection of the Most Blessed Virgin
Mary. Grant us, your humble servants, who rejoice in honoring her today
upon earth, the happiness of seeing her face to face in heaven...
(Here mention your requests)
Our Father, Hail Mary, Glory Be and Memorare of Our Lady of Guadalupe.
===
Dalam penampakannya kepada Juan Diego di Tepeyak Mexico pada Desember 1531, Maria menyatakan hal hal ini:
“Aku sungguh adalah Ibundamu yang berbelas kasih.
Ibumu dan ibu dari semua orang yang berdiam di tanah ini dan Ibu bagi
segala bangsa yang mencintai aku dan memanggil serta memohon kepadaku.
Akulah Ibu dari semua orang yang mencari aku dan menempatkan kepercayaan mereka didalam Aku.”
“Ketahuilah, dan taruhlah didalam hatimu, putra kecilku, yang paling
kusayangi, bahwa Akulah Santa Perawan Maria Selamanya yang sempurna, dan
Aku memiliki hak untuk menjadi Ibu Allah yang benar, Pemberi Kehidupan,
Pencipta orang-orang, Pemilik apa yang dekat dan jauh, Tuhan Langit dan
Bumi.”
“Karena sebenarnya aku merasa terhormat untuk menjadi
Ibunda yang berbelas kasih kepada kalian semua, kamu dan semua orang
yang tinggal bersama di tanah ini, dan semua orang dari leluhur yang
berbeda, mereka yang mencintai aku, mereka yang menangis kepadaku,
mereka yang mencari aku, mereka yang menghormati aku dengan menempatkan
kepercayaan mereka dalam perantaraanku.
Karena aku akan selalu
mendengar tangisan mereka, dukacita mereka, untuk membersihkan,
menyembuhkan semua penderitaan mereka, permasalahan mereka, penderitaan
mereka.”
“Dengar, taruhlah didalam hatimu, yang paling kecil dari putra-putraku:
Jangan biarkan apapun menakutkan atau membuatmu sedih
Jangan biarkan hatimu diganggu
Jangan takut akan penyakit atau penderitaan
Bukankah aku ada disini, Aku yang adalah Ibumu?
Bukankah kau ada dalam perlindunganku?
Bukankah aku adalah kesehatanmu?
Tidakkah kamu gembira ada di dalam lipatan mantolku, digenggam aman didalam tanganku?
Apakah kamu memerlukan sesuatu yang lain lagi?
Jangan biarkan apapun mencemaskanmu atau mengganggumu.”
-------------
NB:
HOMILI PAUS FRANSISKUS
DALAM MISA PESTA SANTA MARIA DARI GUADALUPE (MISA UNTUK AMERIKA LATIN) 12 Desember 2017 :
"BUNDA MARIA ADALAH POLA GEREJA"
Bacaan Ekaristi :
Za 2:14-17; Ydt 13:18bcde,19; Luk 1:26-38
Injil (Luk 1:26-38) yang baru saja dikumandangkan adalah kata pengantar
dua kidung agung : kidung Maria yang dikenal sebagai "Magnificat" dan
kidung Zakaria, "Benedictus", dan saya suka menyebutnya "kidung Elisabet
atau kidung kesuburan".
Ribuan umat kristiani di seluruh dunia
mengawali hari menyanyikan : "Terpujilah Tuhan", dan mereka mengakhiri
hari "mengumandangkan keagungan-Nya karena Ia telah memperhatikan
kerendahan hamba-Nya".
Jadi, hari demi hari, orang-orang percaya
dari berbagai bangsa berusaha mengingat, mengingat bahwa dari generasi
ke generasi kerahiman Allah meluas ke semua bangsa, seperti yang
dijanjikan-Nya kepada para nenek moyang kita.
Dan dalam konteks
kenangan penuh syukur ini, kidung Elisabet berkembang dalam bentuk
sebuah pertanyaan : "Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang
mengunjungi aku?". Kita mendapati Elisabet, perempuan yang ditandai
dengan tanda kemandulan, berkidung di bawah tanda kesuburan dan
keheranan.
Saya ingin menggarisbawahi dua aspek ini : Elisabet,
perempuan yang berada di bawah tanda kemandulan dan di bawah tanda
kesuburan.
1. Elisabet, sang perempuan mandul, dengan semua itu
menyiratkan mentalitas keagamaan pada zamannya, yang menganggap
kemandulan sebagai hukuman ilahi, buah dari dosanya atau dosa suaminya.
Tanda perasaan malu ditanggungkan dalam tubuhnya sendiri atau karena
dianggap patut dihukum atas sebuah dosa yang tidak ia lakukan atau
karena merasa dirinya tidak berarti apa-apa karena tidak sesuai dengan
ukuran apa yang diharapkan dari dirinya.
Marilah kita
membayangkan, sejenak, pandangan kerabatnya, tetangganya, terhadap
dirinya ... kemandulan, yang membuatnya terpuruk dan akhirnya
melumpuhkan seluruh hidupnya. Kemandulan yang bisa memiliki banyak nama
dan bentuk setiap kali sehingga seseorang merasakan di dalam tubuhnya
perasaan malu melihat dirinya mengalami stigmatisasi atau merasakan
dirinya tak berarti apa-apa.
Kita bisa merasakan hal tersebut
dalam diri Juan Diego, seorang Indian yang sederhana, ketika ia berkata
kepada Maria, "Sebenarnya aku tidak berarti apa-apa, aku Mecapal, aku
Cacaxtle, aku adalah ekor, aku merasa bersayap, tunduk dan hingga
tuntutan ke luar negeri, bukan darimana asalku atau bukan apakah aku
pergi ke sana ke tempat engkau berkenan mengutusku".[1]
Jadi,
perasaan ini juga bisa ada - seperti diperlihatkan oleh para uskup
Amerika Latin kepada kita - dalam "komunitas-komunitas Indian dan
Afro-Amerika kita yang, pada banyak kesempatan, tidak diperlakukan
dengan martabat dan persamaan kondisi; atau dalam banyak perempuan, yang
dikucilkan oleh karena jenis kelamin, ras atau keadaan sosial ekonomi
mereka; kaum muda yang menerima pendidikan bermutu rendah dan tidak
memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi mereka atau memasuki pasar
kerja untuk mengembangkan diri mereka dan membentuk sebuah keluarga;
banyak orang miskin, pengangguran, migran, pengungsi, penggarap lahan,
yang mencoba bertahan dalam ekonomi informal; anak laki-laki dan anak
perempuan yang menjadi sasaran pelacuran anak yang seringkali terkait
dengan pariwisata seksual".[2]
2. Dan, bersama dengan Elisabet, sang peremuan mandul, kita merenungkan Elisabet sang perempuan yang subur dan keheranan.
Dialah orang pertama yang mengenali dan memberkati Maria. Dia itulah
yang sudah lanjut usia mengalami dalam hidupnya, dalam tubuhnya,
penggenapan janji yang dibuat oleh Allah. Dia yang tidak memiliki anak
mengandung dalam rahimnya sang perintis keselamatan.
Kita
memahami dalam dirinya impian Allah itu tidak atau tidak akan menjadi
mandul atau menstigmatisasi anak-anak-Nya atau memenuhi mereka dengan
rasa malu, tetapi berkembang dalam diri mereka dan dari mereka sebuah
kidung berkat.
Kita melihatnya dengan cara yang sama dalam diri
Juan Diego. Sebenarnya dialah, dan tidak ada orang lain, yang memajang
dalam tilma (semacam jubah khas Indian yang terbuat dari serat kaktus
dan dipakai di bagian depan, seringkali digunakan untuk membawa
benda-benda)-nya gambar Sang Perawan : Sang Perawan berkulit hitam dan
berwajah Mestizo, yang ditopang oleh seorang malaikat bersayap burung
quetzal, pelikan dan macaw; Sang Bunda dapat mengambil ciri-ciri
anak-anaknya untuk membuat mereka merasakan bagian dari berkatnya.
Tampaknya berulang kali Allah bertekad untuk menunjukkan kepada kita
batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru
(bdk. Mzm 118:22).
Saudara-saudara terkasih, di tengah-tengah
dialektika kemandulan-kesuburan ini marilah kita lihat kekayaan dan
keragaman budaya bangsa-bangsa Amerika Latin dan Karibia, inilah tanda
kekayaan yang besar di mana kita diundang tidak hanya melestarikannya
tetapi, terutama di zaman kita, menjaganya dengan keberanian dari semua
upaya penyeragaman, yang diakhiri dengan pemaksaan - di bawah
slogan-slogan yang menarik - hanya satu cara pikir, cara keberadaan,
cara merasakan, cara hidup, yang akhirnya membuat tidak sah atau mandul
semua yang telah kita warisi dari leluhur kita; yang akhirnya membuat
kita merasakan, terutama kaum muda kita, sedikit hal yang menjadi milik
budaya ini atau itu.
Singkatnya, kesuburan kita memanggil kita
untuk menjaga bangsa-bangsa kita dari sebuah penjajahan ideologis yang
menghapuskan <bagian> yang terkaya, entah mereka orang-orang
Indian, Afro-Amerika, Mestizo, para petani atau orang-orang pinggiran
kota.
Bunda Allah adalah pola Gereja (Lumen Gentium, 63) dan dari
dirinya kita ingin belajar menjadi Gereja dengan wajah Mestizo, dengan
wajah petani Indian, Afro-Amerika, atau seorang anak laki-laki atau
seorang anak perempuan, orang tua atau orang muda, sehingga tak seorang
pun yang merasa mandul atau tidak berbuah, sehingga tak seorang pun yang
merasa malu atau tak berguna.
Tetapi, sebaliknya, sehingga
masing-masing orang, seperti Elisabet dan Juan Diego, merasakan dirinya
memiliki sebuah janji, sebuah harapan, dan mampu mengatakan dari
keberadaannya yang terdalam : "ya Abba, ya Bapa!" (Gal 4:6) dari misteri
hubungan darah itu yang, tanpa menghapuskan sifat masing-masing orang,
kesemestaan kita membentuk kita sebagai sebuah umat.
Saudara-saudara, dalam atmosfir kenangan penuh syukur akan keberadaan
kita sebagai orang-orang Amerika Latin ini, marilah kita mengidungkan di
dalam hati kita, kidung Elisabet, kidung kesuburan, dan marilah kita
mengatakannya bersama-sama kepada bangsa-bangsa kita agar tidak bosan
mengulanginya : Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah
tubuhmu, Yesus.
[1] Nican Mopohua, 55.
[2] bdk. Aparecida, 65.
===
Pope Francis' Homily at Mass for Latin America (December 12, 2017)
■ “Blessed is she who has believed”: with these words, Elizabeth
anoints the presence of Mary in her house. Words born of her womb, that
come from within; words that manage to echo all that she experienced
with the visit of her cousin.
■ When God visits us, He leaves us
restless, with the healthy restlessness of those who feel they have been
invited to proclaim what He lives, and is in the midst of His people.
■ This is what we see in Mary, the first disciple and missionary, the
new Ark of the Covenant who, far from remaining in the reserved space of
our temples, goes out to visit and accompany with her presence the
gestation of John.
■ The society we are building for our children
is increasingly marked by the signs of division and fragmentation,
leaving many people out of play, especially those who find it difficult
to obtain the minimum necessary to lead a dignified life.
■ A
society that likes to vaunt its scientific and technological advances,
but that has become blind and insensitive to the thousands of faces that
are there along the way, excluded by the blind pride of the few.
■ A society that ends up establishing a culture of disillusionment,
disenchantment and frustration in many of our brothers, and even anguish
in many others due as they experience the difficulties they need to
face so as not to lose their way.
■ It would seem that, without
realising, we have become used to living in a society of distrust, with
all that this presupposes for our present and especially for our future;
distrust that gradually engenders states of apathy and dispersal.
■ Celebrating Mary is, first and foremost, making memory of the mother,
remembering that we are not and never will be an orphaned people. We
have a Mother! And where there is the mother, there is always the
presence and flavour of home.
■ To look at the Guadalupana is to
recall that the visit of the Lord always passes through those who manage
to “make flesh” His Word, who seek to embody the life of God within
themselves, becoming living signs of His mercy.
■ To celebrate
the memory of Mary is to assert against all odds that “in the heart and
life of our peoples there is a strong sense of hope, notwithstanding
conditions of life that seem to overshadow all hope”.