Ads 468x60px

St. Benedictus

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Benediktus adalah seorang santo besar dalam Gereja, namun sayangnya tidak banyak yang dapat kita ketahui tentang riwayat hidupnya kecuali dari buku “Dialogue” yang ditulis oleh St. Gregorius.
Di kota Norcia, Italia, lahirlah seorang putera dari keluarga petani kaya yang bernama Benediktus. Ia memiliki seorang saudari kembar, yaitu Santa Skolastika yang sejak masa kecilnya telah membaktikan hidupnya untuk Tuhan.
Ketika menginjak masa remaja, Benediktus dikirim ke Roma oleh orang tuanya. Namun, rupanya cara hidup yang tidak baik di kota Roma membuatnya menjadi tidak tahan. Keadaan dunia di sekitarnya pada saat itu penuh dengan bangsa-bangsa kafir, Aria dan dunia tampaknya sudah mengarah ke barbarisme. Para pejabat saat itu kebanyakan jika bukan seorang atheis, adalah seorang barbarian atau seorang heretic. Banyak para pemuda yang mengikuti jejak para pendahulunya itu.
Benediktus muda yang melihat keadaan tersebut akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Roma. Pada saat itu ia kira-kira mendekati umur 20 tahun. Mereka pergi ke desa Enfide di pengunungan, 30 mil dari Roma.
Dalam pencarian akan kesunyian yang total, Benediktus mulai mendaki lebih jauh lagi ke antara bukit-bukit hingga akhirnya ia mencapai sebuah tempat yang disebut Subiaco.
Di tempat yang berbatu cadas ini, ia bertemu dengan seorang rahib yang bernama Romanus. Kepada rahib ini Benediktus menjelaskan maksud hatinya untuk hidup sebagai seorang eremit/pertapa.
Romanus sendiri tinggal di sebuah pertapaan yang tidak jauh dari situ. Ia mau membantu pemuda ini, maka ia memberikan sebuah pakaian dari bulu domba dan membawa Benediktus ke sebuah gua di pegunungan.
Di tempat tersembunyi inilah, Benediktus hidup selama tiga tahun, tanpa diketahui oleh siapa pun juga kecuali Romanus. Setiap hari ia membawa roti bagi pertapa muda ini. Makanan itu ditaruh dalam sebuah keranjang, yang diturunkan dengan tali melalui batu-batuan.
Orang yang pertama kali menemukan Benediktus adalah seorang pastor. Ketika itu pastor tersebut sedang mempersiapkan makan malam, tiba-tiba ia mendengar suara yang mengatakan kepadanya, “Engkau mempersiapkan bagi dirimu makanan yang enak, sedangkan hambaku Benediktus sedang kelaparan.”
Pastor ini pun segera keluar dan mencari Benediktus, dengan susah payah akhirnya ia menemukannya. Tidak lama kemudian beberapa gembala menemukan Benediktus. Ketika mereka menemukannya, mereka sangat terkesan dan belajar banyak dari percakapan mereka. Mulai saat itulah ia mulai dikenal orang, banyak orang mengunjunginya, membawa makanan dan menerima petunjuk dan nasihat darinya.
Meskipun Benediktus hidup jauh dari dunia, seperti para bapa padang gurun yang lain, ia harus menemui godaan-godaan.
Pada suatu saat ketika ia sendirian, sang penggoda mulai menunjukkan dirinya. Seekor burung hitam mulai terbang mengitari mukanya, dan mendekat begitu dekatnya sehingga jika Benediktus mau, ia dapat menangkapnya dengan tangannya. Akan tetapi, akhirnya burung tersebut pergi dengan membuat tanda salib.
Kemudian godaan hawa nafsu muncul seperti yang belum pernah ia alami sebelumnya. Si jahat membawa ke dalam imajinasinya seorang wanita yang pernah ia temui sebelumnya. Si jahat membakar hatinya dengan hawa nafsu, sehingga pikirannya hampir dikuasai untuk meninggalkan pertapaannya. Akan tetapi dibantu oleh kerahiman ilahi, ia menemukan kekuatan untuk menolak godaan tersebut. Ketika ia melihat tumbuhan dan semak berduri di dekatnya, ia melemparkan dirinya ke sana dan berguling-guling sehingga tubuhya terasa sakit. Melalui luka-luka di tubuhnya, ia menyembuhkan luka-luka di jiwanya, dan tidak pernah lagi mendapat kesukaran yang sama.
Di antara Tivoli dan Subiaco, terdapat sebuah tempat yang bernama Vicovaro. Di puncak bukit itu terdapat suatu komunitas rahib yang pemimpinnya baru saja meninggal. Mereka meminta Benediktus menggantikan pemimpin mereka.
Pada mulanya ia menolak permintaan tersebut. Akan tetapi, karena mereka terus mendesak, akhirnya ia pun menyetujui.
Namun, tidak lama kemudian mereka mulai membenci Benediktus, karena cara hidup dan disiplin yang diterapkan Benediktus terlalu keras bagi mereka yang sudah terbiasa hidup secara tidak benar.
Bahkan mereka juga berusaha untuk meracuni minumannya, tetapi ketika ia membuat membuat tanda salib botol anggur itu pun pecah berkeping-keping. Walaupun demikian Benediktus tidak marah kepada mereka; ia hanya berkata, “Tuhan mengampunimu, saudara-saudara. Mengapa engkau bersekongkol merencanakan hal yang jahat ini? Bukankah sudah kukatakan bahwa caraku tidak cocok dengan caramu? Pergi dan carilah kepala biara menurut seleramu sendiri, karena setelah kejadian ini kalian tidak bisa menahan saya di sini lagi di antara kalian.” Setelah berkata demikian, ia pun kembali ke Subiaco.
Pada saat Benediktus kembali ke Subiaco, Tuhan mulai mengirim banyak orang kepadanya. Pada saat itu Tuhan mulai mengerjakan karya besar dalam dirinya.
Rupanya Tuhan ingin memakai Benediktus untuk mempersatukan para rahib yang selama ini terpencar-pencar, untuk lebih menguatkan mereka. Maka Benediktus mengumpulkan mereka yang mau mengikutinya dalam dua belas biara dari kayu, masing-masing terdiri dari 12 rahib dan memiliki kepala biaranya masing-masing. Ia menjadi pembimbing utama, namun tinggal secara terpisah dengan beberapa rahib yang dilatih secara khusus.
Selama itu mereka tidak memiliki peraturan tertulis sendiri, tetapi mereka diberi pengetahuan tentang hidup religius dan mengikuti-contoh kebajikan-kebajikan dari cara hidup Benediktus sendiri. Mulai saat itu banyak orang dari berbagai daerah dan bangsa ingin bergabung bersama Benediktus.
Suatu hari ada seorang bangsa Goth yang kasar dan tak terdidik datang kepada Benediktus dan ia diterima dengan sukacita serta diberi jubah biara.
Dengan sabit besar, ia disuruh untuk membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh subur di dekat danau. Ia bekerja dengan sangat keras sampai kepala sabit tersebut terbang dan hilang ke dalam danau. Orang muda yang malang ini pun sangat sedih.
Ketika Benediktus mendengar tentang kejadian itu, ia membawanya ke ujung danau dan mengambil sabit tersebut dan melemparkannya ke dalam danau. Segera kepala sabit itu muncul dari danau dan menempel pada tongkatnya.
Benediktus lalu mengembalikan sabit itu dan berkata, “Ambillah! Lanjutkanlah pekerjaanmu dan janganlah bersedih hati!” Ini bukanlah mujizat Benediktus yang terakhir, yang menghapuskan pendapat orang bahwa pekerjaan tangan atau pekerjaan kasar itu menurunkan martabat dan merendahkan orang. Benediktus percaya bahwa pekerjaan kasar bukan saja bermartabat, tetapi juga baik untuk mencapai kesucian.
Sesuatu yang baik pasti juga akan menimbulkan reaksi dan tantangan. Di daerah sekitar Subiaco tinggallah seorang imam yang bernama Florentius. Ia menjadi iri hati melihat keberhasilan Benediktus. Berbagai macam cara dilakukannya untuk menjatuhkan nama baik Benediktus. Ia menyebarkan fitnah-fitnah yang jahat kepada orang-orang di sekitarnya, bahkan hendak membunuh Benediktus dengan mengirimkan roti beracun.
Namun Tuhan tidak tinggal diam, Ia mengirim seekor burung gagak untuk mengambil roti itu dari Benediktus. Menyadari adanya maksud jahat dari Florentius, yang ditujukan kepada dirinya secara pribadi, maka akhirnya Benediktus memutuskan untuk meninggalkan Subiaco. Ia pergi ke daerah Monte Cassino, yang berada di tempat yang tinggi dan terpencil di perbatasan Campania.
Monte Cassino dikelilingi lembah-lembah sempit yang naik ke atas menuju puncak gunung pada ketiga sisinya, dan di sisi yang lain adalah dataran Mediteranean.
Benediktus mengawali karya pertamanya di kota ini dengan berpuasa 40 hari lamanya, kemudian ia berkotbah untuk mempertobatkan mereka. Pengajaran dan mujizat yang dilakukannya membawa penduduk kota tersebut kepada pertobatan.
Dengan bantuan mereka, Benediktus merobohkan kuil Apollo yang berdiri di puncak Monte Cassino kemudian mendirikan sebuah biara di sana, yang kemudian menjadi biara paling terkenal di dunia, dasar yang didirikan oleh Benediktus di sekitar abad 530. Dari sinilah mulai suatu pengaruh yang memainkan peranan besar dalam sejarah Gereja dan kebudayaan Eropa sesudah masa Romawi.
Di Monte Cassino, Benediktus kembali menjalani kehidupannya sebagai seorang eremit. Namun tidak lama kemudian para muridnya segera berbondong-bondong ke Monte Cassino juga. Belajar dari pengalaman peristiwa di Subiaco, ia tidak lagi menempatkan mereka dalam rumah-rumah yang terpisah melainkan mengumpulkan mereka semua dalam satu tempat, yang diatur oleh seorang kepala biara dan wakil-wakil di bawah pengawasannya.
Keadaan situasi di Monte Cassino berbeda dengan Subiaco, banyak orang datang ke sana, bukan hanya kaum awam namun juga para pembesar Gereja yang ingin berkonsultasi dengna Benediktus karena reputasi kesucian dan kebijaksanaannya. Apalagi letak Monte Cassino mudah dicapai dari Roma dan Capua.
Pada saat ini pula Benediktus menulis peraturan-peraturannya. Pada mulanya peraturan tersebut ditujukan bagi para rahibnya di Monte Cassino, namun Paus Hormidas menginginkan peraturan itu ditulis bagi semua rahib di Barat.
Peraturan-peraturan tersebut ditujukan bagi mereka yang ingin menyangkal keinginan mereka sendiri, dan mengambil “senjata yang kuat dan terang akan ketaatan untuk berperang di bawah Yesus Kristus, Raja kita yang sesungguhnya,” dan peraturan tersebut menyarankan suatu kehidupan doa liturgi, pengetahuan (“bacaan suci”) dan kerja tangan, hidup bersosialisasi dalam sebuah komunitas di bawah seorang pemimpin umum.
Abbas kudus ini tidak hanya melayani mereka yang mau mengikuti peraturannya, tetapi juga melayani umat di sekitar tempat tersebut; ia menyembuhkan orang-orang yang sakit, memberikan penghiburan bagi orang yang tertekan, membagikan amal dan makanan kepada yang miskin, juga pernah dikatakan bahwa ia membangkitkan orang mati tidak hanya satu kali.
Ketika Campania menderita kelaparan yang amat sangat, ia memberikan semua persediaan makanan di biara kecuali lima potong roti. “Kamu mungkin tidak memiliki cukup makanan hari ini,” katanya kepada para rahibnya ketika melihat kesedihan mereka, “tetapi besok kamu akan memiliki makanan yang berlebihan.”
Esok paginya ada banyak terigu tergeletak tanpa diketahui siapa yang meletakkannya di pintu gerbang biara. Juga dari cerita turun temurun dalam ilustrasi kekuatan profetis Benediktus, dikatakan bahwa ia dapat membaca pikiran manusia.
Seorang bangsawan yang baru ia pertobatkan pada suatu waktu melihatnya menangis dan bertanya apa penyebab kesedihannya. Ia menjawab, ”Biara yang telah saya dirikan dan semua yang telah dipersiapkan bagi saudara-saudaraku telah diserahkan ke surga oleh hukuman Yang Mahakuasa. Hampir-hampir aku tidak dapat memohon belaskasihan bagi hidup mereka.” Nubuat ini terbukti sekitar empat puluh tahun kemudian, ketika biara Monte Cassino dihancurkan oleh bangsa Lombard.
Ketika Totila, orang Goth menang atas Itali, ia menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan Benediktus karena telah banyak mendengar tentangnya.
Oleh karena itu, ia mengirim utusan untuk memberitahukan kedatangannya ke Sang Abbas. Untuk membuktikan apakah orang kudus ini benar memiliki kemampuan seperti yang telah ia dengar, Totila memerintahkan Riggo, kapten pengawalnya untuk mengenakan jubah ungu kebesarannya dan mengirimnya bersama dengan tiga bangsawan yang biasa menyertai raja ke Monte Cassino.
Namun, penyamaran ini tidak dapat mengelabui Benediktus yang menyambut Riggo dengan kata-kata, “Anakku, lepaskanlah jubah yang kau pakai itu karena itu bukan kepunyaanmu.” Maka cepat-cepat Riggo pergi dan melaporkan kepada tuannya bahwa ia telah diketahui.
Ketika Totila sendiri datang kepada hamba Tuhan tersebut, diceritakan bahwa ia begitu terpesona hingga ia sujud berlutut di hadapannya.
Akan tetapi, Benediktus mengangkatnya dari tanah, serta menegurnya karena kelakukan-kelakuannya yang jahat, dan meramalkan kepadanya semua yang akan menimpanya.
Kemudian raja itu mengharapkan doanya dan pergi, dan sejak saat itu tidak menjadi tidak sejahat semula. Kejadian ini terjadi pada tahun 542 dan Santo Benediktus tidak hidup cukup lama untuk melihat semua kepenuhan dari seluruh ucapan profetisnya sendiri.
Santo hebat ini juga telah meramalkan banyak hal lainnya dan bahkan juga akan kematiannya yang mendekati. Ia memberitahukan kepada para muridnya dan enam hari sebelum harinya ia meminta mereka untuk menggali kuburnya.
Segera setelah hal ini dilakukan ia terkena demam, dan pada hari terakhir ia menerima Tubuh dan Darah Yesus. Kemudian, ketika tangan-tangan penuh kasih dari saudara-saudaranya menopang tubuhnya yang lemah, ia mengucapkan kata-kata doa terakhirnya dan iapun meninggal – berdiri di atas kakinya dalam kapel, dengan tangannya terangkat ke atas mengarah ke surga.
Ia dikuburkan di sebelah saudarinya Santa Skolastika di tempat altar dewa Apollo yang ia telah rubuhkan.
Keutamaan dan Teladan Hidup St. Benediktus:
1. Pribadi yang sangat mengasihi Allah
Terlahir sebagai seorang putra dari keluarga kaya, tentunya Benediktus dapat menikmati semua kenikmatan yang disediakan oleh dunia ini. Namun, rupanya Tuhan jauh lebih memikat hati Benediktus dibandingkan dengan kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia. Baginya hidup sederhana bersama Allah jauh lebih indah dibandingkan dengan hidup yang berlimpah harta dan kedudukan. Tanpa ragu-ragu Benedistus muda meninggalkan keluarga dan hartanya, kemudian ia hidup sangat sederhana dalam sebuah gua di pegunungan dan hanya berpakaian bulu domba. Ia menghabiskan waktunya untuk berdoa dan bermati raga, untuk mengasihi Allah dengan segenap hati dan kekuatannya.
2. Tegas dalam menolak godaan
Hidup secara tersembunyi bagi Allah dan jauh dari dunia rupanya tidak membuat Benediktus terluput dari godaan si jahat. Seringkali Benediktus digoda untuk keluar dari doa-doanya, untuk meninggalkan pertapaannya dan kembali ke dunia. Namun, Benediktus selalu menolak godaan tersebut secara radikal, ia tidak pernah mau mengikuti godaan tersebut.
Satu ketika Benediktus pernah digoda begitu hebat oleh roh jahat yang membawa ke dalam imajinasinya seorang wanita yang ia temui sebelumnya. Hatinya dibakar dengan kobaran nafsu, hingga hampir menguasai pikirannya untuk meninggalkan pertapaan. Akan tetapi, dibantu oleh kerahiman ilahi, Benediktus segera melawan godaan tersebut dengan melemparkan dirinya ke semak-semak berduri. Sejak saat itu ia tidak pernah lagi mendapat kesukaran yang sama.
3. Pemimpin yang bijaksana
Cara hidup radikal yang dijalani oleh Benediktus rupanya merupakan suatu persiapan untuk suatu karya besar yang telah disiapkan oleh Tuhan baginya. Cara hidup, kesucian, dan kesalehannya banyak menarik orang-orang di sekitarnya untuk mengikuti cara hidupnya yang keras. Benediktus merupakan seorang pemimpin yang bijaksana, ia memimpin murid-muridnya dengan penuh kasih namun tegas dalam menjalankan peraturan biara demi kebaikan hidup bersama. Ketika ia diminta menjadi pemimpin sebuah biara yang merosot kehidupannya, dengan segera ia menerapkan kembali disiplin dan peraturan biara. Meskipun menemui banyak tantangan, ia tetap berusaha sekuat tenaga untuk membawa mereka kembali pada semangat religius yang benar.
4. Pembimbing rohani yang ulung
Santo Benediktus bukan hanya seorang pemimpin yang bijaksana, tetapi juga seorang pembimbing rohani yang ulung. Ia selalu menolong orang-orang yang datang kepadanya, yang mencari bimbingan rohani dan nasehatnya. Dalam mengajar para rahibnya, Benediktus tidak hanya menekankan doa tetapi menekankan juga pekerjaan tangan. Baginya hidup rohani itu harus seimbang antara doa dan kerja. Pekerjaan tangan ia pandang tidak hanya bermartabat tetapi juga baik untuk kesucian.
5. Seorang yang lembut hati
Kasihnya yang begitu besar kepada Allah juga meluap kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, khususnya bagi orang-orang yang miskin, menderita, dan sakit. Benediktus seringkali melayani umat yang ada di sekitar biaranya, menyembuhkan yang sakit, memberikan kelegaan kepada orang yang tertekan, membagikan amal dan makanan kepada orang-orang miskin, dan lain-lain.
Benediktus begitu mudah jatuh iba melihat orang yang menderita, dan ia akan berusaha semampunya untuk membantu mereka. Suatu ketika terjadi kelaparan yang amat sangat di Campania. Namun karena belas kasihan dan kelembutan hatinya, ia memberikan semua persediaan makanan di biara kecuali lima potong roti. Pengorbanan dan belas kasihan St. Benediktus rupanya sangat berkenan di hadapan Tuhan, sehingga keesokan harinya ada begitu banyak tepung terigu tergeletak di pintu gerbang biara tanpa diketahui siapa yang meletakkannya.
6. Penuh dengan belas kasih dan pengampunan
Kasihnya yang begitu besar kepada Allah rupanya juga membuat Benediktus menjadi orang yang penuh dengan belas kasihan serta pengampunan kepada orang lain. Baginya kasih kepada sesama adalah perwujudan dari kasihnya yang begitu besar kepada Allah. Kasih bagi Benediktus juga berarti menerima orang lain dalam segala kekurangan dan kelemahan mereka, juga mengampuni segala kesalahan mereka. Namun, itu bukan berarti ia kompromi dengan dosa. Sikapnya ini seperti apa yang diteladankan oleh Yesus sendiri, Ia mengasihi para pendosa tetapi Ia membenci dosa. Sikap ini nampak ketika para rahib di biara memusuhinya, bahkan hendak meracuninya. Belas kasihannya yang begitu besar juga nampak ketika Florentius, seorang imam, membencinya karena iri hati kepada Benediktus.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
“Crux Sacra Sit Mihi Lux - Semoga salib suci ini menjadi penerangku!”
Inilah kalimat pada salib St Benediktus (C.S.P.B - Crux Sancti Patris Benedicti - "Salib Bapa Suci Benediktus").
St. Benediktus yang kita peringati setiap 11 Juli sendiri mempunyai medali atau salib ini, yang dipercaya oleh sebagian orang sebagai medali pengusir setan/kutukan sihir
Adapun pada sekeliling lingkaran salibnya, kita mendapati huruf-huruf “V.R.S.N.S.M.V - S.M.Q.L.I.V.B” yang merupakan semangat iman yang tegas untuk melawan setan, sebuah kode iman yang merupakan singkatan dari:
A.Vade Retro Satana - "Enyahlah setan!
B.Nunquam Suade Mihi Vana - Jangan menggodaku dengan kesombonganmu!
C.Sunt Mala Quae Libas - Apa yang kau tawarkan padaku adalah kejahatan.
D.Ipse Venena Bibas - Minumlah sendiri racunmu!
Inilah sebuah spirit iman yang diberikan St Benediktus dan mengacu pada bacaan injil, Yesus juga memberikan beberapa spirit iman, al:
1. "Prior/lebih utama":
Ia ajak kita punyai "prioritas" u/lebih mengutamakan Allah daripada segala sesuatu. Allah menjadi yang lebih utama dan pertama daripada segala hobi/minat/urusan hidup kita: “Barangsiapa mengasihi bapa/ibunya lebih daripadaKu, ia tidak layak bagiKu. Dan barangsiapa mengasihi putera/puterinya lebih daripadaKu, ia tdk layak bagiKu."
2. "Sanior/lebih baik":
Ia ajak kita u/miliki "kualitas" hidup yang lebih baik, dengan berani menjadi orang beriman yang selalu berani mewartakan "bonum/kebaikan", dan bukan "malum/kejahatan", yang mau menjadi berkat bukannya malah menjadi laknat, yang mau menjadi batu penjuru bukannya malah menjadi batu yang suka berseteru karena penuh dg gosipan dan pergunjingan.
3. "Maior/lebih besar":
Kita diajak u/punyai "komunitas" demi kemuliaan Tuhan, sebuah "komunitas kontras" yang jelas jelas ada di tengah dunia tapi tidak menjadi milik dunia, yang terlibat tapi tidak terlipat, yang berani memberi rasa "3'K", "kasih-ketulusan dan kecakapan", walau harus menjalani pelbagai "HTAG”-“Hambatan Tantangan Ancaman Gangguan." Bukankah dengan berani menjadi komunitas "sang kuli", yang "SANGkal diri, piKUL salib dan Ikuti Tuhan," kita semakin bisa menampakkan cinta yang lebih banyak semata mata bagi nama dan kemuliaan Tuhan yang lebih besar?
"Cari baju cari bahan - Mari maju bersama Tuhan."
1. ASAL-USUL MEDALI/SALIB BENEDIKTUS
Kita tahu bahwa dalam pergulatannya yang sering dengan roh-roh jahat, St Benediktus (dilahirkan di Nursia, Italia, pada tahun 480) biasa menggunakan Tanda Salib dan mengadakan banyak mukjizat dengannya. Ia juga mengajarkan kepada para muridnya untuk menggunakan Tanda penebusan kita itu dalam melawan serangan setan dan dalam bahaya-bahaya lain.
St Maurus dan St Placidus, para murid pertamanya yang paling terkenal, mengadakan banyak mukjizat melalui kuasa Salib Suci dan dalam nama dan demi jasa-jasa pendiri suci ordo mereka.
Medali St Benediktus menjadi terkenal melalui peristiwa manakjubkan berikut. Bruno, yang sesudahnya menjadi Paus Leo IX, pada masa mudanya digigit oleh seekor reptil berbisa yang menyebabkannya sakit parah selama dua bulan. Ia tak dapat berbicara dan segera tubuhnya menjadi kurus kering.
Tak ada harapan hidup, ketika sekonyong-konyong ia melihat suatu tangga kemilau yang ujungnya mencapai surga, dari mana turun seorang laki-laki tua mulia yang mengenakan jubah seorang biarawan. Ia adalah St Benediktus, di tangannya ia memegang sebuah salib bercahaya, dengan mana ia menyentuh wajah Bruno yang bengkak dan serta-merta menyembuhkannya. Lalu penampakan pun berakhir.
Bruno, yang mengalami mukjizat penyembuhan, di kemudian hari mengabungkan diri dalam Ordo St Benediktus. Ia dinobatkan sebagai paus pada tahun 1048 dengan nama Leo IX dan terkenal karena kekudusannya, devosinya kepada Salib Suci dan kepada St Benediktus.
Melalui paus inilah Medali St Benediktus diperkaya dengan berkat-berkat istimewa, dan penghormatan terhadapnya tersebar luas. Penggunaan medali mendapatkan persetujuan dan dianjurkan kepada umat beriman oleh Paus Benediktus XIV pada tahun 1742.
2. PENJELASAN TENTANG MEDALI/SALIB ST BENEDIKTUS
Ada dua jenis Medali St Benediktus: medali biasa dan medali Monte Cassino yang dikenal sebagai Medali Peringatan. Berikut adalah penjelasan tentang Medali Peringatan [= Jubilee or Centenary Medal]. Medali Peringatan dibuat pada tahun 1880 di bawah supervisi para biarawan Monte Cassino, Italia, guna menandai peringatan 1400 tahun kelahiran St Benediktus.
Di satu sisi medali terdapat sebuah Salib, tanda penebusan kita, perisai pelindung yang dianugerahkan Allah kepada kita guna menangkis anak-anak panah keji si jahat. Di atas salib biasa terdapat huruf PAX  damai) atau monogram IHS  Yesus). Pada siku-siku Salib kita dapati empat huruf: C.S.P.B. yang merupakan singkatan Crux Sancti Patris Benedicti - "Salib Bapa Suci Benediktus".
C = Crux (arti dalam bahasa Indonesia adalah Salib).
S = Saint (arti dalam bahasa Indonesia adalah Santo).
P = Patris (arti dalam bahasa Indonesia adalah ayah / bapa).
B = Benedicti (arti dalam bahasa Indonesia disebut Benedictus).
Pada palang vertikal salib terdapat huruf-huruf C.S.S.M.L. yang merupakan singkatan dari Crux Sacra Sit Mihi Lux dan pada palang horizontal terdapat huruf-huruf N.D.S.M.D yang merupakan singkatan dari Non Draco Sit Mihi Dux , yang berarti: "Semoga salib suci ini menjadi penerangku! Semoga iblis tidak akan pernah menjadi pedomanku!"
Sekeliling lingkaran Medali, dimulai dari pojok kanan atas, kita dapati huruf-huruf V.R.S.N.S.M.V.--S.M.Q.L.I.V.B. yang merupakan singkatan dari : "Vade Retro Satana! Nunquam Suade Mihi Vana! Sunt Mala Quae Libas. Ipse Venena Bibas!" Yang dalam bahasa Indonesia berarti: "Enyahlah setan! Jangan menggodaku dengan kesombonganmu! Apa yang kau tawarkan padaku adalah kejahatan. Minumlah sendiri racunmu!"
Pada sisi sebaliknya terdapat gambar St Benediktus dengan tangan kanannya memegang Salib, kuasa dengan mana ia mengadakan begitu banyak mukjizat, dan tangan kirinya memegang Regula Suci, yang membimbing semua pengikutnya dengan jalan Salib menuju terang abadi.
Di kanan bawah St Benediktus terdapat gambar cawan beracun, yang dihancurkannya ketika ia membuat Tanda Salib atasnya. Di kiri bawah St Benediktus terdapat seekor gagak yang hendak membawa pergi seketul roti beracun yang dikirimkan seorang musuh yang dengki kepada St Benediktus. Di atas cawan dan burung gagak terdapat tulisan Latin: Crux S-Patris Benedicti. [Singkatan C.S.P.B. kita dapati di sisi baliknya.]
Sekeliling medali terdapat tulisan: Eius in obitu nostro praesentia muniamur, yang berarti "Semoga kehadirannya melindungi kita di saat ajal." St Benediktus adalah pelindung mereka yang di ambang ajal, sebab peristiwa kematiannya yang mulia, ia menghembuskan jiwanya sementara berdiri dalam doa di hadapan Sakramen Mahakudus. Di bawah St Benediktus kita baca: ex SM Casino MDCCCLXXX yang berarti: dari Monte Cassino suci, 1880. Yang pasti, kata-kata yang tertera pada medali tersebut merupakan kata-kata dari Santo Benedictus sendiri. Kata-kata itu memiliki kuasa untuk mengusir kekuatan jahat.
3. DAYA KUASA MEDALI/SALIB BENEDIKTUS
Medali St Benediktus merupakan salah satu sakramentali Gereja. Nilai dan kuasa medali bersumber pada jasa-jasa Kristus tersalib, kuasa doa St Benediktus, berkat yang dianugerahkan Gereja yang kudus atas medali, dan khususnya iman dan disposisi batin yang saleh dari mereka yang menggunakannya. Melalui penggunaan saleh Medali St Benediktus ini telah begitu banyak mukjizat dan kesembuhan yang mengagumkan diperoleh.
Medali St Benediktus ampuh dalam menangkis segala bahaya jiwa dan badan yang berasal dari si jahat. Kita rentan terhadap serangan-serangan jahat iblis, baik siang maupun malam. St Petrus menulis, "Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya" ( 1 Petrus 5:8). Dalam kisah hidup St Benediktus kita lihat bagaimana iblis berupaya mencelakai jiwa dan badannya, dan juga jiwa dan badan anak-anak rohaninya.
Oleh karenanya Medali/Salib ini merupakan sarana ampuh untuk:
- Memusnahkan sihir dan segala pengaruh roh-roh jahat lainnya.
- Menangkal kutukan sihir dan orang-orang yang berniat jahat.
- Mendatangkan perlindungan atas orang-orang yang dicobai, diperdaya atau dianiaya oleh roh-roh jahat.
- Mendatangkan rahmat pertobatan atas orang-orang berdosa, teristimewa saat dalam bahaya maut.
- Sebagai perisai dalam pencobaan melawan kemurnian suci.
- Menawarkan racun.
- Para ibu yang hendak melahirkan agar anak lahir pada waktunya dan dalam keadaan sehat.
- Perlindungan terhadap badai, angin ribut dan segala bahaya laut dan udara.
- Sebagai obat mujarab sakit badani dan sarana perlindungan terhadap penyakit menular.
- Perlindungan di saat ajal.
- Mendatangkan pengaruh menakjubkan bahkan atas hewan-hewan yang terjangkit wabah atau penyakit lainnya, dan juga atas ladang-ladang yang terserang hama.
4. PENGGUNAAN MEDALI/SALIB
Tak ada catatan khusus mengenai cara pemakaian atau penggunaan medali. Medali dapat dikalungkan pada leher, dipasangkan pada skapulir atau rosario, atau dibawa dengan saleh kemanapun kita pergi. Bagi mereka yang sakit, medali dapat ditempatkan pada luka, dicelupkan dalam obat atau dalam air yang hendak diminum si sakit.
Medali juga biasa ditempatkan dalam pondasi rumah atau dalam tembok atau digantungkan di atas pintu atau ditempatkan di kendaraan guna memohon berkat Allah dan perlindungan St Benediktus.
Tak ada rumusan doa khusus, sebab penggunaan medali ini sendiri sudah dianggap sebagai suatu doa hening yang terus-menerus kepada Allah agar mengabulkan bagi kita, melalui jasa-jasa St Benediktus, permohonan yang kita panjatkan.
Akan tetapi demi terlebih didengarkannya doa kita, disarankan agar kita melakukan devosi khusus demi menghormati St Benediktus, misalnya, pada hari Selasa, di mana Gereja memperingati wafatnya. Jalan Salib juga sangat dianjurkan atau Novena St Bendediktus. Pesta St Benediktus dirayakan setiap tanggal 21 Maret, dua hari sesudah Hari Raya St Yosef.
5. DOA MOHON BANTUAN ST BENEDIKTUS.
Ya St Benediktus yang mulia, teladan agung segala keutamaan, bejana murni rahmat Allah! Lihatlah aku yang dengan rendah hati bersimpuh dalam doa.
Aku mohon hatimu yang lemah-lembut untuk mendoakanku di hadapan tahta Allah. Kepadamulah aku datang mohon pertolongan dalam segala mara bahaya yang setiap hari mengepungku. Lindungilah aku dari para musuhku, ilhamilah aku untuk meneladanimu dalam segala hal. Kiranya berkatmu menyertaiku senantiasa, agar aku menolak apapun yang dilarang Allah dan menghindari kesempatan-kesempatan dosa.
Sudi perolehkanlah bagiku dari Allah karunia dan rahmat yang begitu aku butuhkan dalam pencobaan, kemalangan dan penderitaan hidup. Hatimu senantiasa penuh cinta, kasih sayang dan belas-kasih terhadap mereka yang menderita ataupun mengalami kemalangan. Engkau tiada pernah membiarkan orang yang datang mohon pertolonganmu pergi tanpa penghiburan dan pertolongan.
Sebab itu aku mohon perantaraanmu yang berdaya-kuasa, yakin dalam pengharapan bahwa engkau akan mendengarkan doaku dan memperolehkan bagiku karunia dan permohonan yang dengan sangat aku mohon (sebutkan), jika itu demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan jiwaku.
Tolonglah aku, ya St Benediktus agung, untuk hidup dan mati sebagai anak Allah yang setia, untuk senantiasa berserah pada kehendak-Nya yang kudus dan untuk memperoleh kebahagiaan abadi di surga. Amin.
6.DOA SANTO BENEDIKTUS
Ya Bapa Suci yang terberkati, penolong bagi mereka yang memohon kepadamu, lindungilah aku.Jagalah aku dari segala cobaan dalam hidupku, bangkitkanlah dalam hatiku rasa sesal dan tobat sejati untuk menyesali segala dosa yang telah kuperbuat, serta untuk memuji dan memuliakan Allah sepanjang hidupku.
Engkau yang berkenan di hati Allah, ingatlah aku di hadapan yang Mahakuasa, agar aku yang telah dibebaskanNya dari dosa, dibuatNya bertahan dalam kebajikan dan tak dibiarkan berpaling dariNya, sehingga aku diterimaNya dalam paduan suara orang – orang yang terpilih, bersama dengan engkau dan para kudus yang menyertaimu dalam berkat abadi.
Ya Allah yang kekal dan kuasa, demi segala kebajikan dan teladan dari Santo Benediktus dan saudarinya perawan Skolastika serta semua pertapa suci, pulihkanlah aku dalam RohMu yang kudus.
Berikan aku kekuatan dalam perjuangan melawan segala godaan iblis, ketabahan dalam menghadapi cobaan hidup dan kehati-hatian dalam menghadapi setiap bahaya. Tambahkanlah dalam diriku cinta akan kemurnian, kerinduan akan semangat kemiskinan, semangat ketaatan dan iman yang sederhana untuk hidup secara kristiani.
Dalam penghiburanMudan dalam kasih sesamaku, semoga aku melayaniMu dengan penuh sukacita, dan semoga aku meraih kejayaan bersama para kudusMu dalam rumah surgawi, demi Kristus Tuhan kami. Amin.
7. LITANI SANTO BENEDIKTUS
Tuhan, kasihanilah kami.
Kristus, kasihanilah kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
Kristus, dengarkanlah kami.
Kristus, kabulkanlah doa kami.
Allah Bapa di surga, kasihanilah kami.
Allah Putera, Penebus Dunia, kasihanilah kami.
Allah Roh Kudus, kasihanilah kami.
Allah Tritunggal Mahakudus, Tuhan yang Mahaesa, kasihanilah kami.
Santa Maria, doakanlah kami*
Bapa Suci yang terberkati, *
Kemuliaan para Bapa Gereja, *
Penyusun peraturan suci, *
Gambaran segala kebijaksanaan, *
Teladan kesempurnaan, *
Mutiara kesucian, *
Matahari yang bersinar di Gereja Allah, *
Matahari yang bersinar di Rumah Allah, *
Ilham para Kudus, *
Pembuat mukjizat, *
Seraf yang bernyala-nyala, *
Kerub yang menjelma, *
Bapa Suci yang terberkati, *
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, selamatkanlah kami, ya Tuhan.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami ya Tuhan.
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilahkami.
Antifon :
Kami berlindung padamu, Bapa Suci yang terberkati, Janganlah mengabaikan kami dalam segala derita, kebutuhan dan kemalangan. Tolonglah kami dalam segala pertempuran melawan musuh yang jahat, dan tolonglah kami untuk mencapai kehidupan abadi demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
Dia diberkati Allah
Yang melindungi semua anakNya dari surga.
Marilah berdoa :
Allah yang Mahakuasa, St. Benediktus telah Kauanugerahi dengan karunia cinta yang mahabesar, sehingga tak terkira banyaknya jiwa yang datang kepadaMu.
Melalui perantaraannya, dengan rendah hati, kami mohon kepadaMu agar Engkau menyalakan hati kami dengan cintaMu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin
-1:05

Kamis, 28 September 2017





HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH. 
Kamis, 28 September 2017
Hari Biasa Pekan XXV
Hagai (1:1-8)
(Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b) 
Lukas (9:7-9)
"Rex - Raja"
Pada bacaan hari ini ditampilkan dua figur raja yakni "Herodes"/sang pecundang dan Yesus, "Hero"/sang pahlawan.
Herodes tampil sebagai "raja pecundang" yang childish (kekanak-kanakan), sebaliknya Yesus tampil sebagai "RAJA PAHLAWAN" yang mencintai anak-anak (children).
Yang pasti: raja Herodes ingin melihat Yesus sang RAJA dan ada beberapa tahapannya sebelum dia bisa melihat Yesus, antara lain:
1. Pendengaran.
Herodes MENDENGAR segala berita tentang "Hero" bernama Yesus, termasuk sabda & tindakanNya yang ajaib.
2. Perasaan.
Hati Herodes penuh rasa cemas terhadap Yesus sang "Hero" sebab ada orang yang mengatakan bahwa "Yohanes telah bangkit, Elia telah muncul kembali, seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit!" Perasaan cemas adalah simbol hati yang terus bergulat dan mendekat kepadaNya. Adapun dalam tradisi Israel, kedatangan tokoh-tokoh tersebut mempunyai makna yang sangat serius bahwa hari turun tangan Allah sudah tiba.
3. Pengakuan.
Herodes mengakui dosanya karena telah memenggal kepala Yohanes.Ia tahu benar apa yang diperbuatnya itu salah karena telah membunuh orang benar yang tidak bersalah.
Disinilah, kita diajak untuk memiliki jurus "3P", pendengaran- perasaan- pengakuan terhadap Tuhan sehingga kita bisa melihat Tuhan dalam keseharian hidup sebagai RAJA.
Kita diajak untuk rajin membuka telinga, hati dan budi; mendengarkan sabdaNya, peka merasakan kehadiranNya serta selalu suka untuk datang bertobat dan memohon kerahimanNya.
"Dari Tangerang ke Kramat Jati - Jadilah terang yang benar benar sejati."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
Kutipan Teks Misa:
Berada dalam Gereja, Tubuh Mistik Kristus, bagaimanapun implisit dan misteriusnya, adalah syarat esensial untuk keselamatan. (St. Yohanes Paulus II, Paus; Audiensi 31 Mei 1995)
Antifon Pembuka (Mzm 149:1-2)
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan. Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak sorai atas raja mereka.
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahamulia, berkenanlah membangun bait suci di dalam diri kami dan tinggallah di antara manusia di mana saja, tempat kami mencari kedamaian berkat Yesus, Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Menunda melakukan kehendak Tuhan membuat terhalangnya rahmat Allah. Selain itu, pekerjaan kita menjadi sia-sia dan terasa berat.
Bacaan dari Nubuat Hagai (1:1-8)
"Bangunlah rumah Tuhan dan Aku akan berkenan menerimanya."
Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada hari pertama bulan keenam, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya, “Beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan!’ Maka datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya: Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan? Oleh sebab itu beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Perhatikanlah keadaanmu! Kalian menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit. Kalian makan, tetapi tidak sampai kenyang. Kalian minum, tetapi tidak sampai puas. Kalian berpakaian, tetapi badanmu tidak menjadi hangat. Dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja tetapi upahnya ditaruh dalam pundit-pundi yang berlubang!’ Beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Perhatikanlah keadaanmu! Maka naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah rumah Tuhan. Maka aku akan berkenan menerimanya, dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan akan umat-Nya.
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.
Dosa membuat hidup menjadi kehilangan rasa damai dan selalu dihantui oleh dosa itu terus-menerus. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap tobat sesegera mungkin. Lebih cepat, lebih baik.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:7-9)
"Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"
Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala sesuatu yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, “Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?” Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Antifon Komuni (Hagai 1:7)
Perhatikanlah keadaanmu! Maka naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah rumah bagi-Ku.
Doa Malam
Allah Bapa sumber segala kebaikan, semoga benih yang telah Kautaburkan kini menghasilkan buah. Semoga sabda-Mu mendatangkan kedamaian dan membuat kami bersedia mengabdi sesama tanpa pamrih. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
LITANI ST. YOHANES PEMBAPTIS
Tuhan, kasihanilah kami
Kristus, dengarkanlah kami
Tuhan, kasihanilah kami
Allah Bapa di Surga,
kasihanilah kami
Allah Putera Penebus dunia,
kasihanilah kami
Allah Roh Kudus,
kasihanilah kami
Allah Tritunggal, Tuhan Yang Esa,
kasihanilah kami
Santa Maria, doakanlah kami
Ratu para Nabi, doakanlah kami
Ratu para Martir, doakanlah kami
St Yohanes Pembaptis, doakanlah kami
St Yohanes Pembaptis, pendahulu Kristus,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, pelopor mulia Surya Keadilan,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, pembaptis Yesus,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, lampu yang menyala bagi dunia,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, malaikat kekudusan sebelum kelahiran,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, teman teristimewa Kristus,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, yang berkekuatankan doa,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, pengkotbah kebenaran,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, suara berseru di padang gurun,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, mujizat pertobatan,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, teladan kesederhanaan,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, martir mulia pembela hukum Allah,
doakanlah kami.
St Yohanes Pembaptis, pemenuhan misi Tuhan,
doakanlah kami.
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, Ampunilah kami ya Tuhan.
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, Dengarkanlah kami ya Tuhan.
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, Kasihanilah kami ya Tuhan.
Doakanlah kami,
ya St Yohanes Pembaptis,
Supaya kami dapat menikmati janji Kristus.
Marilah berdoa :
Ya Tuhan,
Engkau yang telah menganugerahkan kepada dunia, St Yohanes Pembaptis,
Berilah rahmat umatmu agar bersuka di jalan keselamatan, melalui Yesus Kristus Tuhan kami.
Amin.

Happy birthday, Jesuit



HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
27 September 1540-2017:
Happy birthday, Jesuit
A small pathway to God by global collaboration for better humanity.
27 September 1540:
Paus Paulus III mengukuhkan Ordo Jesuit melalui Bulla Kepausan “Regimini Militantis Ecclesiae” (27 September 1540), tetapi pada awalnya membatasi jumlah anggotanya hanya boleh 60 orang.
Tuhan sendiri memilih Inigo (Ignatius Loyola) untuk mendirikan Jesuit dengan awalnya rela meletakkan pakaian perang serta pedangnya di Montserrat, di depan Bunda Maria. Ignatius juga memulai menggeluti hidup rohani, belajar bersama para sahabat, berziarah dan membuat buku latihan rohani untuk karya Tuhan dan kemuliaan Tuhan yg lebih besar ("AMDG" - Ad Maiorem Dei Gloriam - Amrih Mulya Dalem Gusti).
Jesuit atau Serikat Yesus (Latin: Societas Jesu) sendiri adalah salah satu ordo dalam Gereja Katolik Roma yang didirikan oleh mantan tentara yang kemudian menjadi seorang mistikus, Ignatius Loyola.
Dengan semangat berusaha untuk "menemukan Tuhan dalam segala hal", para Jesuit mendedikasikan diri untuk “kemuliaan Allah yang lebih besar - Ad Maiorem Dei Gloriam - For the Greater Glory of God" dan sekaligus kebaikan seluruh umat manusia.
Adapun “Ad Maiorem Dei Gloriam” (AMDG) ini sendiri merupakan ciri mendasar dari Serikat Yesus, yang tentunya berakar dari jiwa dan semangat Latihan Rohani Ignatius, sang pendirinya, yakni: mengabdi dan memuliakan Tuhan dalam segala hal.
Dengan 16.000 lebih para imam, bruder, dan novis di seluruh dunia, Jesuit menjadi ordo laki- laki yang sangat besar dalam Gereja Katolik, yang memberi pelayanan dalam segala bidang, baik di dalam Gereja dan di masyarakat, dengan berdasarkan pada tradisi dan spiritualitas Ignasian.
Anggota Ordo, yang melihat diri sebagai "sahabat- sahabat Yesus" mengambil tiga sumpah: kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan; dan sumpah keempat adalah ketaatan khusus kepada Paus dalam hal misi ke seluruh dunia.
Setiap Jesuit harus siap untuk menerima misi apapun yang dibutuhkan Paus, sumpah yang mencerminkan dedikasi yang lebih luas kepada Gereja universal, dan untuk kebaikan semua orang dari berbagai agama dan budaya.
Dalam bingkai historis, Ordo Jesuit awalnya didirikan pada 1534 oleh sekelompok mahasiswa pasca-sarjana dari Universitas Paris yang merupakan teman-teman Iñigo López de Loyola (Ignatius Loyola).
Mereka bersumpah untuk melanjutkan persahabatan mereka setelah selesai studi, hidup dalam kemiskinan sesuai Injil dan pergi mengemban perutusan di Yerusalem. Mereka menyebut diri mereka "amigos en el Señor — sahabat-sahabat di dalam Tuhan."
Pada HR Maria Asumpta, 15 Agustus 1534, Ignatius Loyola dan enam sahabat lainnya (Fransiskus Xaverius, Alfonso Salmeron, Diego Laynez, dan Nicolas Bobadilla, semuanya orang Spanyol, Pierre Favre dari Perancis dan Simão Rodrigues, orang Portugis) bertemu di Montmartre di luar Paris, kemungkinan dekat Kapel St. Denys, Rue Antoinette, pada masa kini.
Pada 1537, mereka pergi ke Italia untuk mendapatkan persetujuan Paus atas ordo mereka. Paus Paulus III memberikan mereka persetujuan dan mengizinkan mereka untuk ditahbiskan menjadi pastor dalam Gereja Katolik.
Mereka menerima tahbisan di Gereja St Marco Venesia oleh Uskup Arbe (24 Juni). Mereka mengabdikan diri untuk menyebarkan agama Katolik dan kerja amal di Italia, karena rencana perjalanan mereka ke Yerusalem terhalang oleh pecahnya kembali perang antara kaisar, Venesia, Paus, dan Kerajaan Ottoman.
Bersama Favre dan Laynez, Ignatius pergi ke Roma pada Oktober 1538, untuk mendapatkan persetujuan Paus atas konstitusi ordo baru tersebut.
Sebuah dewan Kardinal memberikan laporan yang positif bagi usul konstitusi yang diajukan, dan Paus Paulus III mengukuhkan ordo ini melalui Bulla kepausan "Regimini militantis Ecclesiae" (27 September 1540), tetapi membatasi jumlah anggotanya 60 orang. Inilah tanggal berdirinya Jesuit secara resmi yang kerap disebut sebagai "hari ulang tahun Jesuit."
Batasan 60 orang ini sendiri dihapuskan tiga tahun kemudian melalui Bulla “Injunctum Nobis” (14 Maret 1543). Ignatius dipilih menjadi pemimpin umum pertama. Dia mengirim para sahabatnya sebagai misionaris ke seluruh Eropa untuk mendirikan sekolah, kolese, dan seminari.
Ignatius menulis Konstitusi Serikat Yesus yang disahkan pada 1554. Konstitusi ini menciptakan organisasi dengan kepemimpinan tunggal dan menetapkan penyangkalan diri dan ketaatan mutlak kepada Paus dan para pemimpinnya. Prinsip utamanya menjadi Motto Yesuit: Ad Maiorem Dei Gloriam ("demi lebih besarnya kemuliaan Allah").
Serikat Yesus sendiri didirikan bertepatan dengan Reformasi Katolik (Kontra-Reformasi), gerakan dalam Gereja Katolik yang ditujukan untuk melawan Reformasi Protestan (yang ajarannya menyebar ke seluruh Eropa yang beragama Katolik).
Mereka melaksanakan ketaatan total kepada Kitab Suci dan doktrin Katolik. Ignatius pernah menyatakan dalam Latihan Rohaninya: "Saya percaya bahwa putih yang saya lihat adalah hitam bila hirarki Gereja mendefinisikan begitu."
Ignatius Loyola dan para Yesuit pengikutnya percaya bahwa pembaruan Gereja harus dimulai dengan pertobatan hati. Salah satu sarana utama untuk menghasilkannya adalah Latihan Rohani yang disebut retret Ignasian. Selama empat minggu dalam kebisuan orang menjalani meditasi terpimpin mengenai hidup Kristus.
Pada masa itu, mereka secara teratur bertemu dengan seorang pembimbing rohani yang menolong mereka memahami panggilan atau pesan Tuhan melalui meditasi mereka.
Retret ini mengikuti pola Penyucian-Pencerahan-Kesatuan sesuai dengan tradisi mistik Yohanes Kasianus dan para Bapa Padang Gurun. Ignatius menciptakan inovasi yang membuat mistisisme kontemplatif ini bisa diikuti oleh semua orang, dan menggunakannya sebagai sarana membangun kembali kehidupan rohani Gereja.
Yesuit juga mendirikan banyak sekolah, yang menarik anak para elite karena metode pengajaran mereka yang maju dan moral yang tinggi. Sekolah Yesuit memainkan peranan penting dalam memenangkan beberapa negara Eropa kembali ke Katolik, setelah beberapa lama didominasi oleh Protestan, terutama di Polandia
Sesuai dengan tradisi Katolik Roma, mereka mengajarkan penggunaan upacara dan dekorasi di dalam ritual dan devosi Katolik. Karena itu, banyak Yesuit perdana yang menonjol dalam seni visual dan pertunjukan maupun dalam musik.
Kaum Yesuit berhasil mendapatkan pengaruh yang menonjol pada Periode Modern Awal karena para imam Yesuit sering bertindak sebagai "konfesor" raja-raja pada masa itu.
Mereka juga berperan penting dalam Reformasi Katolik dan dalam berbagai misi Katolik karena struktur mereka yang kendur (tanpa harus tinggal dalam suatu komunitas, melakukan "doa ofisi" bersama, dan lain-lain) membuat mereka lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan orang-orang pada masa itu: "Ite imflammate omnia - Pergilah & kobarkan api bagi semua."
Ya, sebuah “perusahaan” – Serikat Yesus – yang merintis suatu formula kepemimpinan unik telah berhasil menjadi salah satu “perusahaan” paling sukses dalam sejarah dan sistem pendidikan tinggi yang paling ekstensif di dunia.
Seperti sudah saya sebut di atas, jejak kelahiran “perusahaan” bernama Serikat Yesus berawal dari persahabatan tiga pribadi yang pertama: Ignatius Loyola, Petrus Faber dan Fransiskus Xaverius. Tidak lama kemudian bergabung Bobadilla dan Simon Rodríguez serta Lainez dan Salmeron.
Ketika bentuk dan isi persahabatan semakin menyatukan mereka, mereka mengucapkan “kaul” di Montmartre pada tanggal 15 Agustus 1534 dalam sebuah rekreasi bersama. Menarik, bahwa mungkin Serikat Yesus adalah satu-satunya ordo religius dalam Gereja Katolik yang cikal bakalnya muncul dalam rekreasi bersama di sebuah taman di kota Paris.
Adapun isi “kaul” mereka adalah rencana berziarah bersama ke Yerusalem dan meneruskan studi teologi untuk melayani Tuhan dan berikrar bersama sebagai Serikat Jesus.
Sementara mereka meneruskan teologi di París, bergabunglah tiga lelaki yang lain lagi, yakni: Codure, Jay dan Bröet. Dalam satu suratnya di kemudian waktu Ignatius menyebut mereka "sembilan sahabat saya dalam Tuhan" (nueve amigos míos en el Señor). Lima dari mereka adalah orang Spanyol, dua orang Perancis, dua orang Saboya dan seorang Portugis.
Jelaslah bahwa “perusahaan” ini didirikan oleh segelintir laki-laki kristiani tanpa banyak modal dan rencana bisnis yang mutakhir, tapi pada prakteknya, “perusahaan” bernama Serikat Yesus ini telah menjadi suatu sumber inovasi sampai saat ini.
Tapi sejarah gelap juga pernah melingkupinya. Tepat tanggal 21 Juli, Serikat Jesus dibubarkan oleh Bapa Suci. Oleh Paus Clement XIV, Serikat Jesus dibubarkan, dan dekritnya diumumkan ke seluruh Eropa kecuali di Rusia, tempat dimana beberapa Jesuit “mengungsi” dan rupanya tetap menjaga “eksistensi” Serikat secara faktual.
Syukurlah, Czarina Katerina menolak untuk mengumumkan dekrit Paus tersebut di Rusia, sehingga memungkinkan para Jesuit untuk tetap bekerja di sana. Paus Clement membubarkan Serikat Jesus dengan alasan demi suasana damai di dalam Gereja lebih-lebih berkaitan dengan hubungan politik dengan negara-negara eropa. Setelah 41 tahun resmi bubar, pada tahun 1814, Serikat Jesus direstorasi kembali oleh Paus Pius VII.
Dalam perkembangan sejarah dunia, sekarang para anggotanya tersebar-pencar dalam pelbagai kompetensi dan aksi, seperti pendidik, ahli bahasa, teolog, diplomat, astronom, politikus handal, aktivis hak asasi manusia, dan dalam bidang-bidang lain, entah sakral maupun sekular. Paus Fransiskus - pun berasal dari Ordo Jesuit ini.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
“KOPASSUS”
KOmando PASukan YeSUS
Ambillah ya Tuhan kebebasanku,
kehendakku, budi ingatanku.
Pimpinlah diriku dan Kau kuasai
perintahlah, akan ku taati.
Hanya rahmat dan cintaMu padaku
yang ku mohon menjadi milikku.
Hanya rahmat dan cinta dariMu
berikanlah menjadi milikku.
Lihatlah semua yang ada padaku
kuhaturkan menjadi milikMu.
Pimpinlah diriku dan Kau kuasai,
perintahlah akan kutaati.
Inigo, begitulah nama Ignatius Loyola, adalah seorang anak bungsu dari 12 bersaudara. Ia terlahir di Basque, daerah utara spanyol dari keluarga bangsawan di Puri Loyola. Di tempat inilah, Inigo dibesarkan dan memulai takdirnya dalam hidup kebangsawanan dan juga ksatria.
Pada umur 14 tahun, dia mulai dididik untuk menjadi bagian dari kebangsawanan Raja Spanyol. Sebagian orang lebih terkesan dengan Ignatius karena dia adalah seorang bangsawan spanyol, atau lebih sering dikenal sebagai sosok “prajurit” ataupun ksatria.
Kisah hidupnya yang menjadi awal dimana Tuhan menyapa dirinya, yaitu pertempuran di Pamplona, merupakan kisah Ignatius yang heroik sekaligus tragis, yang akhirnya menjungkirbalikkan logika dan perspektif hidupnya.
Dari kisahnya, kita bisa melihat bahwa Ignatius sendiri dengan rendah hati mengakui bahwa dirinya adalah pendosa, bukan sosok yang sempurna, penuh dengan ambisi, ketakutan dan egoisme, sosok yang idealis.
Namun dalam perjalanan hidupnya lebih jauh kita bisa melihat sosok Ignatius yang adalah seorang mistikus, pendoa, pemimpin rohani dan juga teman yang baik serta rendah hati.
Lewat Ignatius jugalah, sebuah spiritualitas untuk menemukan Tuhan di dalam segala sesuatu, dalam realitas konkret hidup kita sehari-hari menjadi sebuah bentuk spiritualitas yang sangat pokok dalam pertumbuhan Gereja dan umat beriman.
Warisan Ignatius lainnya adalah “Pembedaan Roh” yang tentunya menjadi alat bantu yang jitu dalam membangun dan menghayati iman katolik dan hidup rohani kita.
Merupakan sebuah kewajaran bahwa sebagian orang mungkin melihat dan menganggap Ignatius sebagai seorang santo tipikal abad pertengahan: seorang pendoa, seorang yang bijaksana, asketik/bermati raga, dan seorang beriman.
Tapi, teman-teman Ignatius selama kuliah di Paris, tidak hanya melihat Ignatius sebagai orang yang asketik/bermati raga tetapi juga merupakan seseorang yang sungguh antusias dengan jamannya, akrab dengan perkembangan jaman dan sesuatu yang baru di jamannya waktu itu.
Singkat kata, walau menjadi seorang yang sangat religius, Ignatius juga bergaul secara dekat dengan hiruk-pikuk dunia dan menikmati kegembiraannya.
Ignatius menggarisbawahi sebuah pandangan bahwa dunia ini adalah baik adanya. Ignatius melihat dunia sebagai sesuatu yang indah, penuh dengan karya dan keagungan Tuhan.
Maka tak heran ketika ia mengirim banyak pengikutnya ke berbagai penjuru dunia, dalam korespondensinya, selain meminta para pengikutnya untuk melaporkan karya apostolik mereka, ia juga meminta sharing laporan-laporan menarik lainnya berkaitan dengan situasi tempat karya: budayanya, bahasa, alam dan tumbuhannya, adat istiadat, musim dan cuacanya, bahkan sampai dengan soal-soalnya yang berkaitan dengan ilmu alam, astronomi dan juga budaya.
Jelasnya, Ignatius adalah seseorang yang mencintai dunia. Mungkin bukan tipikal seorang santo yang “menolak” dunia, sebaliknya Ignatius sangat dekat dengan mentalitas jaman dan berusaha untuk merangkul banyak orang di jamannya merengkuh kekayaan dunia dan mempersembahkannya kepada Tuhan sendiri.
Ignatius ingin mengajak kita semua untuk
menyadari sungguh indahnya dunia.
Ignatius ingin supaya kita sungguh bisa memanfaatkan dunia yang kompleks, indah dan penuh pesona ini sebagai sebuah medan untuk pada akhirnya membawa semakin banyak orang mencintai penciptanya.
Dunia perlu kita rangkul dan dari situ pula kita mengusahakan kesucian: menjadi semakin manusiawi, menjadi semakin “mendunia” tetapi tetap demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar. Ignatius selalu mengajak kita untuk mengenal sungguh potensi kemanusiaan kita, mengenal lingkungan kita, mengenal kelemahan kita dan pada saat yang sama memahami hidup kita di dalam dunia ini merupakan sebuah pejiarahan bersama Tuhan sendiri.
Jelaslah, bicara seputar Jesuit memang tak bisa lepas dari St Ignatius Loyola, pendirinya Jesuit, dimana arti nama "ignatius" adalah "api semangat". Ia memang selalu mengobarkan api ilahi lewat hidup doa dan karyanya bahkan di usianya yang menjelang 40 tahun, ia rela untuk belajar bahasa latin dengan anak-anak usia 20 tahun.
Mengacu pada Ignatius, ada beberapa semangat ignasian yang bisa kita buat supaya selalu bisa menjadi "api" yang hidup, antara lain:
1."Ad Maiorem Dei Gloriam - Semuanya demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar":
Ia menyadari diri sebagai pendosa yang dicintai Tuhan. Ia bukan sosok yang sempurna tapi penuh dengan ambisi-gengsi dan emosi, itu sebabnya ia terus belajar untuk menjadi sahabat dan pemimpin yang baik serta rendah hati dimana semuanya ini diarahkan semata untuk kemuliaan Tuhan.
2."Deus semper maior - Tuhan selalu lebih besar":
Ia tinggalkan Puri Loyola dan berziarah supaya bisa lebih mengutamakan Tuhan. Di Manresa tepatnya di Biara Montserrat, ia melakukan pengakuan dosa dan menuliskan pengalamannya tentang doa/latihan rohani.
Ia juga mempersembahkan pedangnya di altar dan diberikannya jubah kebangsawanannya kepada pengemis karena baginya Allah yang selalu lebih besar.
3."Christo regi cor et labor - Hati dan jerih payah untuk Kristus Raja":
Ia adalah orang yang mencintai dunia, yang merengkuh kekayaan dunia dan selalu mempersembahkannya kepada Tuhan. Ia mengajak kita menjadi orang yang selalu mengikutsertakan yang ilahi dalam segala yang insani, karena jelaslah dunia perlu dirangkul untuk mengusahakan kesucian: menjadi semakin manusiawi, semakin mendunia tapi demi kemuliaan Tuhan.
Ya, lewat dialah, spiritualitas untuk menemukan Tuhan dalam segala sesuatu, dalam realitas konkret harian menjadi sebuah bentuk spiritualitas yang sangat pokok dalam Gereja. Jelasnya, ia antusias dan akrab di tengah perkembangan jaman dan segala hiruk pikuknya yang khas.
"Ayam jago di warung Indomie - St Inigo doakanlah kami."
B.
NOVENA ST.IGNATIUS LOYOLA
(VERSI I)
Tidak mungkin ada pelayanan iman tanpa penegakkan keadilan
Pengalaman masuk ke dalam kebudayaan-kebudayaan
Keterbukaan pada pengalaman agama-agama lain
Tidak mungkin ada penegakkan keadilan tanpa,
Mengkomunikasikan iman
Transformasi kebudayaan
Kerja-sama dengan tradisi-tradisi lain
Tidak mungkin ada inkulturasi tanpa,
Mengkomunikasikan iman
Dialog dengan tradisi-tradisi lain
Komitmen terhadap keadilan
Tidak mungkin ada dialog tanpa,
Berbagi iman dengan orang lain
Memperhatikan kebudayaan-kebudayaan lain
Keprihatinan pada keadilan
Novena St. Ignatius Loyola (Salah satu bentuk).
Ambillah Tuhan dan terimalah seluruh kemerdekaanku, ingatanku, pikiranku dan segenap kehendakku, segala kepunyaan dan milikku.
Engkaulah yang memberikan, pada-Mu Tuhan kukembalikan. Semua milikmu, pergunakanlah sekehendak-Mu. Berilah aku cinta dan rahmat-Mu, cukup itu bagiku.
Ya Tuhan, berilah aku rahmat agar dengan sepenuh hati aku menginginkan, mencari dan melaksanakan kehendak-Mu yang kudus.
Aku mempersembahkan ujub dan permohonanku ini dengan pengantaraan Santo Ignatius Loyola hambamu….
….(Sebutkan ujub dan permohonan anda)….
Semoga entah sehat atau sakit, miskin atau kaya, dihormati atau dihina, aku selalu lepas bebas dari kelekatan tidak teratur, sehingga aku semata-mata menginginkan dan memilih apa yang lebih membawaku bagi semakin besarnya kemuliaan nama-Mu dan keselamatan sesama. Amin.
———–
Hari Pertama: Hasrat dan Imajinasi
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, ketika tengah menjalani pemulihan akibat terluka dalam peperangan, engkau membayangkan ingin seperti Santo Dominikus dan Santo Fransiskus Asisi melakukan hal-hal yang mengagumkan untuk Tuhan.
Engkau mengalami suka cita batin yang mendalam sehingga berani memutuskan meninggalkan karier duniawi dan berlabuh meniti misi hidup baru untuk mengikuti Yesus.
Santo Ignatius terkasih, ajarilah kami bagaimana kami menggunakan imajinasi kami dengan bijak. Engkau tahu bahwa sebagian besar dosa dikarenakan pikiran kotor dan imajinasi liar yang menyerbu batin.
Tolonglah kami untuk memiliki pikiran yang jernih dan bersih dan memperkaya batin dengan fantasi suci yang mulia, sehingga kami boleh mengalami suka cita sejati yang telah mengobarkan hasratmu untuk menjadi kudus.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
Hari Kedua: Hati Lapang Jiwa Besar
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, engkau mencari keheningan dan tinggal 40 hari di gua Manresa, berkanjang dalam doa dan matiraga, dan Tuhan mengganjar dengan anugerah kehadiran-Nya.
Engkau menjadi mahir menemukan kehadiran Tuhan dan mengajar para pengikutmu untuk membedakan Roh dalam hidup mereka.
Jadilah pengantara kami di hadirat tahta Ilahi, sehingga kamipun memiliki ketrampilan memilah dan memilih gerak batin dalam penegasan rohani. Mohonkanlah kepada Yesus apa yang menjadi kehendak-Nya bagi kami, khususnya ketika kami harus mengambil keputusan penting dan besar dalam hidup kami.
Santo Ignatius, gerakkan kami dengan inspirasi hidupmu agar kami menyediakan ruang lapang untuk Yesus, sehingga kami peka akan kehadiran-Nya dan mendengarkan suara-Nya.
Pandanglah dengan penuh kasih sayang kebapaanmu, begitu banyak orang muda, pria dan wanita, yang galau dan risau karena tidak pernah merasakan dan mengalami kehadiran Allah yang menyentuh hidup mereka, baik dalam keheningan maupun dalam doa.
Ajarilah kami untuk berani memasuki keheningan dan kesendirian untuk berjumpa dengan Yesus dan membiarkan Dia menuntun kami dalam kehidupan dan setiap keputusan kami. Amin.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
Hari Ketiga: Memulai Peziarahan
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, engkau memutuskan untuk menjadi seorang peziarah dan meminta-minta untuk makan sekedar hidup sepanjang perjalanan sambil berdoa dan berkhotbah. Engkau mengunjungi tempat-tempat ziarah dan berdoa di tempat itu sambil memenuhi kebutuhan seorang peziarah.
Ajarilah kami untuk memiliki sikap hati sebagai seorang peziarah sejati, sehingga memandang hidup di dunia ini sebagai peziarahan sementara tidak selamanya, sehingga tetap menatap surga sebagai rumah tujuan yang sejati dan abadi.
Namun sementara masih dalam peziarahan dalam lembah duka ini, bukalah budi hati kami terhadap mereka yang berkekurangan dan kurang beruntung, menjadi peka terhadap kebutuhan mereka, dan selalu membuka mata dan pintu hati kami bagi sesama yang datang mengharap pertolongan dan uluran tangan kami. Amin.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
Hari Keempat: Belajar Tiada Henti
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, engkau mengerti bahwa engkau hanya bisa mengajar dan berkhotbah dengan baik, kalau engkau belajar dengan serius akan Sabda Allah.
Engkau pergi belajar ke Paris kendati usiamu relatif sudah tua dan banyak orang menertawakan dan mencemoohmu. Engkau tidak peduli semuanya itu, karena engkau ingin memuliakan Tuhan dan meluhurkan nama Tuhan dengan khotbahmu yang berwibawa.
Mohonkanlah kami rahmat dan gairah yang sama, sehingga kamipun terdorong untuk mendalami dan mempelajari Sabda Allah dengan serius dan mendalam, sehingga dapat menjadi alat yang handal di tangan Tuhan.
Kami ingin menjadi murid dan rasul yang mewartakan Sabda Allah dengan wibawa dan kuasa. Berilah kami kerendahan hati untuk mendalami Sabda Allah dan menerapkannya sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman kami. Amin.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
Hari Kelima: Sahabat Dalam Tuhan
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, engkau mengalami Yesus sungguh menyertaimu bahkan tanpa engkau rencanakan sekalipun, engkau memikat para sahabat seperti Petrus Faber dan Fransiskus Xaverius yang dengan penuh semangat mewartakan Injil ke Eropa dan seluruh dunia.
Yesus menganugerahimu dengan para sahabat yang heroik yang menanamkan benih iman di pelbagai tempat di belahan bumi ini.
Bantulah kami untuk memahami bahwa hidup kami tidak semata ada di tangan kami dan mengerti bahwa hal yang paling penting dalam hidup adalah tinggal semakin dekat dengan Yesus dan melaksanakan kehendak-Nya.
Semoga kami selalu bersama Yesus, semakin dekat dengan-Nya, dan menanti dalam kesunyian, pengorbanan dan matiraga, demi kehendak-Nya yang kudus. Amin.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
Hari Keenam: Membaharui Gereja
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, kendati engkau bermimpi untuk menghabiskan hidupmu di tanah suci Yerusalem dan dalam perutusan, peziarahanmu bermuara di Roma, dekat dengan Paus dan siap sedia diutus menanggapi tantangan dan perutusan baru di mana Gereja dan dunia membutuhkannya.
Engkau menjadi pribadi yang terkait erat dengan Tahta Suci, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk meneladan kerendahan hatimu, kesediaanmu berkorban dan kedalaman hidup doamu. Kehadiranmu membawa pembaharuan di dalam Gereja.
Santo Ignatius yang mulia, bantulah kami untuk mencintai Gereja, untuk taat setia kepada para gembala, di bawah bimbingan para Uskup dan Bapa Suci. Mampukanlah para gembala untuk memahami betapa pentingnya tugas perutusan mereka dan menuntun Gereja kepada Kerajaan Allah yang tidak pernah berkesudahan. Amin.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
Hari Ketujuh: Rasa Kagum dan Syukur
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, rasa kagum akan karya ciptaan dan alam semesta merupakan bagian tidak terpisahkan dari devosi dan doa harian yang kau lakukan. Di malam hari, engkau memandang bintang di langit dan terpekur dalam rasa kagum akan keindahan dan keagungan alam semesta ciptaan Tuhan.
Itulah sebabnya engkau dengan amat mudah mengucap syukur kepada Allah Sang Pencipta dan menyampaikan kidung pujian syukur. Kendati engkau mengalami berbagai macam kendala dan perkara, menanggung banyak pengorbanan, engkau tidak pernah luput bersyukur kepada Sang Pencipta. Rasa kagum dan syukur yang engkau miliki memungkinkan engkau selalu optimis dan bersemangat dalam hidup.
Sudilah menjadi pengantara kami kepada Yesus supaya kami memiliki rahmat yang sama yakni rasa kagum akan alam ciptaan, sehingga seperti engkau, kami selalu bersyukur kepada Allah Bapa di surga. Amin.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
Hari Kedelapan: Mewartakan Iman Menegakkan Keadilan
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, para pengikutmu mendirikan banyak sekolah, universitas dan karya-karya yang tetap bertahan sampai sekarang. Engkau menghendaki pendidikan Katolik yang baik untuk semua orang sehingga mereka yang masih muda beliapun mampu mempertahankan iman mereka melawan segala gerakan dan kelompok yang mau menggerogoti ajaran iman Katolik.
Berilah kami keberanian dan kebijaksanaan untuk membela iman kami dari berbagai macam gerakan ataupun kelompok yang mau melemahkan dan menghancurkan ajaran iman dan moral Katolik dengan pengajaran yang sesat. Berilah kami kebesaran hati untuk memahami mereka yang menyerang ajaran iman Katolik dan bersabar penuh kasih untuk menanggapi berbagai macam tuduhan dan celaan.
Mampukanlah kami untuk menjadi prajurit Yesus Kristus yang tahu bagaimana mesti membela dan mempertahankan iman Katolik dari pelbagai serangan musuh. Amin.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
Hari Kesembilan: Teman dalam Perutusan
Doa Harian:
Santo Ignatius Loyola, dalam doamu engkau mengatakan berjuang tanpa menghitung untung rugi, tanpa mengharap upah, dan memohon supaya dapat meninggal sebagai orang yang bahagia. Surga telah menantimu sebagai ganjarannya. Tuhan telah menganugerahkan berbagai macam pengalaman penampakan terutama tentang surga dan Allah Tritunggal Maha Kudus.
Ketika masih di dunia, sejatinya engkau telah mengalami kehidupan surgawi, engkau bercakap-cakap dengan Yesus sebagai seorang sahabat, dan Dia senantiasa menyertai engkau.
Oh, Santo Ignatius yang agung, bantulah kami untuk memahami segala sesuatu yang bisa kami lakukan untuk Yesus dan karya penyelamatan-Nya di dunia ini, merupakan hal terbaik yang bisa kami lakukan di dunia ini. Tiada suka cita sejati selain mengorbankan segalanya dalam nama Yesus dan melalui semuanya itu, kami menggapai surga dan menantikan saat kematian yang membukakan pintu kebahagiaan kekal. Amin.
Jiwa Kristus…
Bapa Kami….
Salam Maria….
Kemuliaan…
Terpujilah…
Santo Ignatius Loyola, doakanlah kami.
=====
Doa-doa Rumusan dalam Ekaristi Novena St. Ignatius Loyola (Sebuah Usulan) :
DOA PEMBUKAAN:
Mohon keluhuran hati
Sang Sabda yang tercinta,
ajarlah aku berhati luhur,
sebagaimana pantas bagi-Mu.
Ajarlah aku memberi tanpa pamrih,
berjuang tanpa mengeluh kesakitan,
dan bekerja tanpa mengharap upah.
Ajarlah aku
menyerahkan diri sepenuhnya
kepada kehendak Allah, sebab satu-satunya yang kuharapkan adalah
hasrat yang tulus
untuk selalu melaksanakan
kehendak-Nya
di dalam segala-galanya. Amin
DOA PERSEMBAHAN:
Ambilah ya Tuhan
Ambilah ya Tuhan kebebasanku
kehendakku, budi, ingatanku.
Lihatlah semua yang ada padaku,
kuhaturkan menjadi milik-Mu.
Pimpinlah diriku dan Kaukuasai,
perintahlah akan kutaati.
Hanya rahmat dan kasih dari-Mu
yang kumohon menjadi milikku.
Hanya rahmat dan kasih dari-Mu
cukup sudah itu bagiku
DOA PENUTUP:
Masukkan aku dalam lingkaran sahabat- sahabat-Mu.
Sejak awal, Tuhan Yesus,
Dikau mengundang orang-orang sederhana datang ke tempat tinggal-Mu.
Apabila mereka datang, Engkau sambut, Engkau panggil
untuk bekerja, berkarya, bersukaria bersama Dikau.
Engkau sungguh manusia
paling baik di antara semua manusia dan aku hampir tidak percaya
bahwa aku Engkau kehendaki menjadi sahabat-Mu.
Engkau kuasa, ya Tuhan;
masukkan aku semakin dalam, ke dalam lingkaran sahabat-sahabat-Mu
dan bimbinglah aku menyusur jalan-Mu, jalan kemuridan
bersama rekan-rekan-Mu.
MARILAH BERDOA
Allah yang mahamulia, untuk menyebarkan kemuliaan namaMu engkau menampilkan St. Ignatius di tengah umat.
Semoga dengan bantuan dan teladannya kami berjuang di dunia, agar dimahkotai sertanya di surga.
Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin
DOA MEMOHON SIKAP KEMURAHAN HATI
- St. Ignatius Loyola
Ya Tuhan,
Ajarilah aku, supaya aku bermurah hati,
Ajarilah aku untuk melayani Engkau dengan pantas,
Supaya aku memberi tanpa menghitung harganya,
Supaya aku berjuang tanpa memperhatikan luka-luka karenanya,
Supaya aku bekerja tanpa mencari istirahat,
Supaya aku mengorbankan diri tanpa memikirkan imbalan,
Asalkan dengan demikian,
aku tahu bahwa aku telah melakukan kehendak-Mu.
Amin.
Ambillah ya Tuhan dan terimalah,
Segenap kemerdekaanku, ingatanku, budiku,
serta segenap kehendakku;
apa saja yang kupunyai dan kumiliki.
Engkaulah yang telah
memberikan itu kepadaku.
KepadaMu lah, ya Tuhan,
semua itu kupersembahkan kembali.
Segalanya itu milik-Mu,
pergunakanlah itu menurut kehedak-Mu.
Berilah saja aku cinta dan rahmat-Mu,
sebab sudah cukuplah itu bagiku.
Amin.
ANIMA KRISTI (JIWA KRISTUS )
Jiwa Kristus, kuduskanlah aku.
Tubuh Kristus, selamatkanlah aku.
Darah Kristus, rasukilah aku.
Air Lambung Kristus, basuhlah aku.
Sengsara Kristus, kuatkanlah aku.
O Yesus yang Baik, sudi dengarkanlah aku.
Dalam Luka-luka-Mu, sembunyikanlah aku.
Jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu.
Dari musuh yang jahat, belalah aku.
Di saat ajalku, panggillah aku
dan suruhlah aku datang kepada-Mu,
agar bersama para kudus-Mu aku boleh memuliakan Engkau
untuk selama-lamanya.
Amin.
Take Lord, and receive all my liberty, my memory, my understanding, and my entire will, all that I have and possess. Thou hast given all to me. To Thee, O lord, I return it. All is Thine, dispose of it wholly according to Thy will. Give me Thy love and thy grace, for this is sufficient for me.