Ads 468x60px

MOM - MARY OUR MOTHER : "MARIA MENYUSUI YESUS, PUTRANYA."


HIK - HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI
HARAPAN IMAN KASIH.
 MEMOAR 100TH Fatima.
MOM - MARY OUR MOTHER :
"MARIA MENYUSUI YESUS, PUTRANYA."
Gambaran, baik lukisan ataupun patung “Maria yang sedang menyusui bayi Yesus” dapat ditelusuri kembali ke zaman Kristen awal dan populer selama periode Renaissance Abad Pertengahan.
Akan tetapi mulai dari abad ke-16, gambaran tersebut menghilang seiring dengan munculnya Calvinisme dan agama Protestan lain yang melihat representasi dari gambaran semacam itu ke arah 'seksualitas' yang pada dasarnya dianggap berdosa dan tidak pantas.
Pemikiran tersebut ditentang oleh Roma tapi diterima oleh umat Katolik khususnya di Perancis, Irlandia dan Eropa Utara, yang pada akhirnya mengakibatkan hilangnya gambaran semacam itu, hingga sekarang ini.
Beberapa tahun terakhir ini, sejak th 2008, Vatican menyatakan ingin agar para seniman membuat lebih banyak karya Maria menyusui bayi Yesus yang hilang selama 400 tahun belakangan.
Lucetta Scaraffia, seorang sejarawan gereja, menyerukan, gambar-gambar semacam ini adalah mengungkapkan citra Maria sebagai seorang manusia, seorang wanita yang lembut dan seorang ibu yang penuh kasih:
"Bayi Yesus adalah bayi seperti semua manusia lain, keilahian-Nya tidak mengecualikan kemanusiaanNya."
Dikatakan juga oleh seorang profesor bidang Sastra Klasik dan Kristiani di Roma, pastor Enrico dal Covolo bahwa Perawan Maria yang merawat anaknya adalah salah satu tanda yang paling jelas bahwa “Firman Allah yang benar-benar dan tidak diragukan lagi menjadi manusia".
Pada masa populernya, Patung Maria menyusui Yesus banyak dihormati sebagai pelindung bagi para keluarga yang mengharapkan segera memiliki keturunan, sebagai pelindung para ibu-ibu yang memiliki bayi, pelindung para bayi-bayi, lambang kasih sayang keibuan Maria kepada semua anak-anaknya dan juga sebagai teladan bagi semua ibu dalam merawat anak.
Banyak organisani laktasi dan rumah sakit bersalin yang kini membuat dan memiliki patung ‘Maria menyusui Yesus’ dalam posisi menyusui yang benar.
Hal ini dimaksudkan tidak hanya untuk menginspirasi para ibu muda untuk mau memberi ASI kepada bayi mereka, tetapi juga untuk mengajarkan kepada para ibu cara yang tepat untuk memegang bayi mereka pada saat menyusui.
----------
LITANI MARIA FATIMA
Maria dari Fatima,
doakanlah negeri tercinta kami.
Maria dari Fatima,
kuduskanlah imam-imam kami.
Maria dari Fatima,
kuatkanlah iman Katolik kami.
Maria dari Fatima,
bimbing dan terangilah pemerintah kami.
Maria dari Fatima,
sembuhkanlah semua orang sakit yang percaya kepadamu.
Maria dari Fatima,
bantulah orang yang memanggil pertolonganmu.
Maria dari Fatima,
bebaskan kami dari mara bahaya.
Maria dari Fatima,
bantulah kami menolak pencobaan.
Maria dari Fatima,
perolehkan bagi kami apa yang dengan cinta, kami mohonkan.
Maria dari Fatima,
tolonglah orang-orang yang kami kasihi
Maria dari Fatima,
bawalah iman yang benar kepada orang-orang yang hidup dalam kesalahan.
Maria dari Fatima,
kuatkan kembali semangat kami.
Maria dari Fatima,
perolehkan pengampunan bagi kami atas bermacam-macam dosa dan penghinaan kami.
Maria dari Fatima,
bawalah semua orang ke kaki Kerahiman Ilahi.
Maria dari Fatima,
berilah damai bagi dunia.
O Maria yang semula jadi tak bercela, doakanlah kami yang berlindung kepadamu.
Hati Maria tak bernoda, doakanlah kami sekarang dan waktu kami mati.
Amin.
Marilah berdoa :
Ya Allah, kerahiman ilahi yang tak terbatas, penuhi hati kami dengan kepercayaan penuh kepada Bunda terkasihMu, yang kami puja dalam nama Maria Fatima, Ratu Rosario, dan berilah kami; dengan perantaraannya yang penuh kuasa, segala rahmat ilahi dan insani, yang kami butuhkan, demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
========
Biarkanlah Maria ada dalam bibirmu, dalam hatimu serta dalam doamu.
Jangan sampai tidak memperhatikannya.
Ya Maria, mendekatlah pada hatiku dalam segala kemegahanmu.”
(“Magnificat”, RJK – Kanisius 2015).
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar