Ads 468x60px

Sabtu, 27 April 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Sabtu, 27 April 2019
Hari Sabtu dalam Oktaf Paskah
Today is the 5th anniversary of the canonization of Pope John Paul II. He was canonized together with Pope John XXIII. The Canonization Mass was celebrated by Pope Francis. About 150 Cardinals and 700 bishops concelebrated the Mass, and at least 800,000 people attended the Mass.
Kisah Para Rasul (4:13-21)
(Mzm 118:1.14-15.16ab-18.19-21)
Markus (16:9-15)
Christus surrexit - Kristus telah bangkit!"
Adapun bacaan hari ini merupakan ringkasan dari penampakan-penampakan Kristus yang telah bangkit, ditutup dengan kenaikan-Nya. Penampakan kepada sebelas orang murid terjadi langsung sesudah dua orang dari Emaus melaporkannya. (Luk. 24:36-49: Yoh. 20: 19-25).
Para penginjil tidak memberikan kesan bahwa Yesus memarahi mereka atas ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, tetapi bahwa Dia mengetahui betapa sulit bagi mereka untuk percaya. Dan Yesus berusaha menghilangkan kesulitan mereka dengan menawarkan bukti-bukti kebangkitan-Nya.
Ya, para murid sangat lamban untuk percaya. Mereka sulit menerima kesaksian dari orang-orang yang sudah melihat Yesus yang bangkit. Mereka tidak langsung menerima pemberitaan Maria Magdalena dan dua murid dalam perjalanan ke Emaus (Luk. 24:13-35), sehingga Yesus sendiri harus menampakkan diri dan menegur kedegilan hati mereka.
Meski demikian, Yesus terus mendorong mereka dengan otoritas-Nya untuk menjalankan misi mereka memberitakan Injil ke seluruh dunia.
Yesus menjanjikan penyertaan-Nya. Itulah yang menjadi kekuatan yang mengubah hidup para murid.Seperti apakah penyertaan Yesus kepada para murid?
Pertama, Yesus turut bekerja di dalam dan melalui para murid sehingga berita Injil dapat disebarkan sehingga banyak orang yang bertobat.
Kedua, firman yang Yesus ajarkan kepada mereka menjadi dasar yang teguh bagi pemberitaan Injil.
Ketiga, tanda-tanda yang menyatakan otoritas Kristus memperteguh para murid bahwa mereka memberitakan Injil bukan dengan kekuatan sendiri melainkan dengan kuasa Allah yang dicurahkan bagi mereka.
Pastinya, kuasa yang sama, yang menyertai para murid generasi pertama, juga menyertai kita, sampai sekarang bukan?
"Ada pepaya ada srikaya - Haleluia Tuhan bercahaya."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
Kutipan Teks Misa:
“Kebangkitan terutama mensahkan apa yang telah dilakukan atau diajarkan Kristus” (Katekismus Gereja Katolik, 651)
Antifon Pembuka (Mzm 105:43)
Tuhan mengantar umat-Nya dalam kegembiraan, dan para pilihan-Nya dengan sukacita. Alleluya.
The Lord brought out his people with joy, his chosen ones with shouts of rejoicing, alleluia.
Selama Oktaf Paskah Madah Kemuliaan diucapkan atau dinyanyikan.
Doa Pembuka
Ya Allah, Engkau telah melimpahkan rahmat-Mu kepada bangsa-bangsa yang percaya kepada-Mu. Pandanglah umat pilihan-Mu yang telah dilahirkan kembali dalam pembaptisan. Semoga kami Kauperkenankan memperoleh kebahagiaan abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin,
Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:13-21)
"Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
Pada waktu itu Rasul Petrus dan Yohanes dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi. Ketika para pemimpin Yahudi dan tua-tua umat serta ahli-ahli Taurat melihat keberanian mereka, padahal keduanya adalah orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka. Dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan para rasul itu berdiri di samping kedua rasul itu mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. Maka mereka enyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang. Lalu berundinglah mereka, dan berkata, “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mukjizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya.Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.” Setelah kedua rasul itu disuruh masuk lagi, mereka diperintahkan supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: Taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = bes, 2/4, PS 831
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!
Atau. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku.
Ayat. (Mzm 118:1.14-15.16ab-18.19-21)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik. Kekal abadi kasih setia-Nya. Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku; ia telah menjadi keselamatanku. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar.
2. Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan, tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan. Tuhan telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan daku kepada maut.
3. Bukakan aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut
Markus (16:9-15)
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."
Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu Maria Magdalena pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari para murid, ketika keduanya dalam perjalan ke luar kota. Ketika mereka kembali dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan. Yesus mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Yesus memberikan perintah kepada para rasul-Nya agar melanjutkan karya penyelamatan-Nya dengan memberitakan Injil kepada segala makhluk. Penampakan diri Yesus kepada Maria Magdalena, kedua orang murid yang berjalan ke Emaus dan kepada kesebelas rasul dimaksudkan oleh Yesus sebagai sebuah pembelajaran dan pemberian kekuatan kepada mereka untuk memberitakan Injil.
Injil yang diberitakan adalah kabar baik bahwa Allah menyelamatkan umat-Nya lewat Yesus Kristus Putra-Nya. Allah mendamaikan diri-Nya dengan manusia lewat wafat Yesus. Kebangkitan Yesus adalah pembenaran bahwa Allah menerima manusia ke dalam kehidupan-Nya. Allah peduli kepada manusia.
Lewat baptisan, kita dipanggil juga untuk menjadi rasul Yesus: memberitakan Injil ke seluruh penjuru dunia. Semoga kita selalu berani untuk bersaksi tentang Yesus di tengah dunia dengan memberitakan warta cinta: Tuhan cinta dan menerima manusia sebagai umat-Nya.
Contemplatio: Duduklah dalam keheningan dan membayangkan Anda sedang dipanggil oleh Yesus sambil berkata, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk". Apakah Anda bersedia menjadi pewarta-Nya?
Oratio: Tuhan Yesus, jadikanlah aku perpanjangan tangan-Mu yang setia untuk mewartakan Injil kepada orang lain melalui cara hidupku yang baik. Amin
Missio: Hari ini saya akan berusaha untuk memberi kesaksian hidup dengan cara hidup yang baik dan saleh.
Antifon Komuni (Gal 3:27)
Kita sekalian yang telah dibaptis dalam Kristus sudah dipersatukan dengan Kristus. Alleluya.
All of you who have been baptized in Christ have put on Christ, alleluia.
Doa Malam
Ya Yesus, jagalah kami malam ini dari gangguan kuasa kegelapan. Kuasailah hati dan budi kami agar terarah hanya kepada-Mu. Semoga istirahat malam ini menjadikan jiwa dan raga kami sehat dan segar kembali. Amin.

Kamis, 25 April 2019

HIK – HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN, IMAN, KASIH.
Kamis, 25 April 2019
Pesta St Markus, Penulis Injil
1 Petrus (5:5b-14)
(Mzm 89:2-3.6-7.16-17)
Markus (16:15-20)
“Ite et donate – Pergi dan Bagikanlah”.
Gereja pada hari Kamis ini mengenangkan salah satu penulis Injil yakni St Markus (Lat: Mārcus, Yun: Μᾶρκος; Koptik: Μαρκοϲ; Ibr: מרקוס). Ia adalah seorang Yahudi dari suku Lewi yang terlahir di Gyréne, satu dari lima kota barat di Libya, di sebuah desa kecil bernama Aberyatolos dan besar di Yerusalem. Ibunya adalah salah satu "Maria" yang mengikuti Kristus dan ayahnya adalah Artistopolos, sepupu istri Santo Petrus Rasul.
Adapun tiga semangat dasarnya yang penuh Harapan Iman dan Kasih, al:
1.Bersemangat:
Lambang Markus sebagai penulis injil adalah singa bersayap, yang menggambarkan keadaan siaga serta semangat penuh keyakinan/optimisme yang terus menyala. Markus yang adalah keponakan Barnabas dan dipermandikan oleh Petrus berkarya dengan semangat. Ia antusias menemani para rasul dari Yerusalem ke Antiokia, Siprus, Roma dan Alexandria (Mesir).
Hidupnya bersemangat, walau kadang juga pernah “gagal”, ketika ia kembali lagi ke Yerusalem karena “tidak tahan” menemani Paulus-Barnabas di Siprus. Ia pernah jatuh tapi bangkit lagi.
2.Bersahabat:
St. Markus bukan termasuk bilangan dua belas Rasul Yesus tapi dia bersahabat dengan para rasul. Dia adalah teman perjalanan St. Paulus dan Barnabas dalam karya Pewartaan Injil ke Antiokia (Kis12:25) dan Siprus (Kis13:4-5). Dia juga seorang murid serta asisten St. Petrus. Bahkan St. Petrus memperlakukannya seperti "anak sendiri": “Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku” (1 Ptr 5:13).
Selain itu, rumah Markus biasanya digunakan sebagai pertemuan para sahabatnya. Ketika Petrus dipenjarakan, banyak sekali orang Kristen berkumpul di rumahnya dan berdoa bagi keselamatan Petrus. Dkl: Ia mengenal-mencintai dan semakin bersahabat dengan Yesus melalui pewartaan dan perjumpaan iman dengan para Rasul yang adalah para sahabatnya.
3.Bermanfaat:
Markus (nama Romawi ) yang berarti “palu”, ternyata memiliki nama lain, yaitu "Yohanes" yang adalah nama Yahudi dan berarti "Kebaikan Allah/Allah yang menganugerahi" (Kis 13:5, 13). Seperti “palu” yang bermanfaat bagi tukang bangunan, ia juga bermanfaat bagi Gereja: Ia mahir berbahasa Yunani, Latin dan Ibrani. Dia juga belajar hukum, kitab suci dan sejarah para nabi.
Dengan kekayaan pengetahuan itulah, ia melayani Barnabas-Paulus di Antikohia dan Siprus. Di Roma, ia menjadi pembantu dan juru bicara Petrus. Menurut Eusebius dari Kaisarea, pada tahun ke-2 Kaisar Claudius, Markus mendampingi Petrus sebagai penterjemah. Ia mencatat segala sesuatu yang diingatnya tentang ucapan Petrus kepada orang banyak.
Ia juga berangkat ke Aleksandria dan mendirikan gereja Aleksandria, yang sekarang menjadi gereja Koptik Ortodoks. Dia menjadi uskup pertama di Aleksandria dan dihormati sebagai pendiri kristianitas di Afrika dan penulis injil Markus.
Jelas, hidupnya benar-benar bermanfaat, bahkan Paulus mengakui Markus (yang dulu telah ditolaknya dan di cap ‘orang yang gagal’) sebagai rekan yang sangat berharga: "Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku” (2 Tim 4:11).
Bersama teladan St Markus yang “bersemangat-bersahabat dan bermanfaat, kita sebenarnya juga diutus untuk selalu bersaksi: pergi dan membagikan warta Injil (Yun: "euangalion"= kabar baik, "KAsih-saBAR dan Bahagia Ikut Kristus”, buku “TANDA”, Kanisius) tentunya dengan hati yang bersemangat, hidup yang bersahabat dan karya yang bermanfaat bagi kemuliaan Tuhan dan keselamatan jiwa-jiwa.
"Ada tikus suka makan bakmie - Santo Markus doakanlah kami”
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
1.
Pesta St Markus.
"Pax tibi Marce, evangelista meus. Hic requiescet corpus tuum-
Damai padamu, Markus, penginjilKu. Di sini berbaring tubuhmu".
St Markus Penginjil yang adalah pelindung kota Venesia juga adalah pelindung dari notaris, penulis, pekerja kaca, pelukis kaca dan pembuat kacamata.
Ia lahir di luar Palestina dari keluarga kaya dan wafat pd tahun 68 sebagai Martir di kota Alexandria, Mesir.
Pd 24 April tubuhnya ditarik di sepanjang jalan ke Alexandria dengan tali diikat dilehernya lalu dibuang ke penjara.
Keesokan harinya ia dianiaya dengan keji dan meninggal. Tubuhnya yg dibakar berhasil diselamatkan oleh umat beriman.
Relikwi St Markus berhasil dibawa dari Alexandria ke Venesia pd tahun 828 oleh dua legenda pedagang Venesia: Rustico dari Torcello dan Buono dari Malamocco.
Relikwi disambut dg sukacita di Venesia dan menarik para peziarah dari seluruh Eropa.
Sebuah Basilika kemudian dibangun th 832 tp mengalami kebakaran th 976 yg menyebabkan rakyat marah dan melawan Duke Candiano IV yg saat itu memimpin Venesia.
Tubuh St Markus pun hilang tak diketemukan.
Tahun 1063 berhasil dibangun kembali Basilika dan dipersembahkan u/St Markus tanggal 25 Apr 1094.
Proses konsakrasinya didahului dg tiga hari masa tobat dan puasa dan doa untuk memohon mukjizat diketemukannya tubuh Orang Kudus itu.
Setelah Misa pemberkatan Basilika oleh Uskup, terjadilah mukjizat itu dengan terbelahnya batu marmer yg melapisi sebuah pilar di sebelah kanan basilika di samping altar kotbah (ambo), dan tampaklah sebuah peti kaca yang menyimpan relikwi St Markus dan segeralah tercium wangi harum di seluruh Basilika.
Adapun simbol St Markus adalah sebuah patung singa yg mengangkat pedang dan satu kakinya menginjak sebuah buku bertuliskan:
"Pax tibi Marce, evangelista meus.
Hic requiescet corpus tuum."
2.
“Ite missa est - Pergilah kamu diutus!”
Itulah kata-kata di akhir misa yang juga saya tulis dalam buku “HERSTORY” (RJK, Kanisius).
Ya, bersama teladann St Markus, kita diutus untuk bermisi sebagai “duda” : “duta damai”, tergerak - bergerak dan berarak dari altar perjamuan ke pasar kehidupan.
Jelasnya, kita diutus ber-misi sebagai “model”/teladan iman umat Allah, “mediator”/perantara kuasa Allah dan “messenger/pembawa pesan Allah”.
Dalam bahasa Dom Helder Camara yang saya tulis dalam buku “XXI - Interupsi” (RJK, Kanisius), bermisi sebagai duta damaiNya berarti: mau meninggalkan, pergi dan keluar dari diri sendiri, memecah dinding egoisme, yang memenjarakan kita, dalam ke”AKU”an. Misi berarti berhenti berkisar pada diri sendiri. Misi selalu berarti meninggalkan, tapi tidak selalu mengadakan perjalanan. Di atas semua itu, misi berarti membuka diri dan hati bagi Tuhan dan bagi yang lain, sebagai saudara dan saudari, menemukan dan menjumpai mereka dalam Tuhan.
Adapun 3 semangat dasar sebuah karya misi ilahi, al:
A."Societas: Kebersamaan".
Ia memanggil 12 murid dan mengutus mereka berdua-dua. Iman kita tidak hanya berdimensi personal tapi juga sosial (socius: sahabat, sosial:bersahabat). Gereja sebagai “Umat Allah” diajak berjalan bersama sebagai sahabat seperjalanan, sebagai suatu gerakan komunio, “societas perfecta” menuju surga abadi.
B. "Simplicitas: Kesederhanaan".
Mereka dilarang membawa banyak bekal, kecuali tongkat-sehelai baju dan alas kaki, supaya lebih fokus pada tugas perutusan dan bersemangat “lepas bebas” - tidak terbebani dengan kelekatan tak teratur pada berbagai bekal jasman dan materi. Bukankah Yesus yang ber-“kenosis”- yang mengosongkan diri juga sekaligus datang sebagai “yang sederhana”: terbaring di palungan dan terpaku di penyaliban?
C. "Totalitas: Kepenuhan",
Inilah sikap berserah secara utuh, penuh dan menyeluruh. Mereka diajak untuk cuma bersandar pada Tuhan, terlebih mereka telah diberi “bekal ilahi”, kuasa untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan orang sakit. Nilai dasar yang ditawarkan adalah “Deus providebit - Tuhan yang menyelenggarakan”, semacam kepercayaan akan “providential divina - penyelenggaraan ilahi”, bahwa Tuhan akan selalu ikut berkarya dalam suka duka hidup dan gulat geliat karya kita.
“Ikan louhan cari makan - Ikut Tuhan semuanya akan dicukupkan".
3.
"Ite inflammate omnia - Pergilah kobarkan API bagi dunia!"
Inilah seruan Ignatius kepada Xaverius yang diyakini kesadaran magis bahwa Yesus mengajak kita "pergi & diutus" dari altar ke pasar, dengan 3 sikap dasar yang diberikanNya, antara lain:
A. Otoritas.
Inilah kenangan iman bahwa Yesus pernah memberikan tenaga & kuasa ilahi serta mengutus ke12 muridNya untuk mewakili Dia dalam kata & tindakan. Ke12 murid itu kini menjadi orang yang berkuasa untuk mengusir setan & menyembuhkan penyakit. Mereka bukan bangsawan tapi dipakai Allah secara menawan untuk mewartakan KerajaanNya. Adapun perintah yang diberikan kepada ke12 orang itu, menurut ayat paralelnya di kitab Matius adalah pergi kepada "domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Mat 10:6). Tapi setelah kebangkitanNya, Yesus mengubah jangkauannya kepada segala bangsa, "sampai akhir zaman" (Mat 28:18-20; Mrk 16:15-20).
B. Prioritas.
Misi utama Yesus adalah untuk memberitakan Kerajaan Allah dengan perintah untuk menyembuhkan orang sakit & mengusir setan (Mat 9:35-38; 10:7-8; Mrk 3:14-15; 6:7-13; Mrk 16:15,17; Luk 9:2,6; 10:1,9; bdk Luk 4:17-19). Dengan kata lain: Kita diajak menomorsatukan kehendak Allah dimana pemberitaan Injil juga harus disertai dengan penyembuhan & pembebasan secara real-aktual & kontekstual.
C. Totalitas.
Yesus berpesan supaya para murid tidak membawa apa-apa dalam perjalanan, termasuk bekal (Yun: pēra). Bekal yang dimaksud adalah dompet yang dibawa seorang pengemis, dengan kata lain: Yesus melarang mereka mengemis sebagaimana kadang dilakukan penganut agama lainnya. Jelasnya, mereka tidak diperkenankan mengandalkan penampilan luar tapi harus sepenuh hati mengandalkan pemeliharaan Allah & kebaikan orang lain sehingga selalu terfokus pada tujuan utama tugas perutusan yaitu memberitakan Injil kerajaan Allah.
"Ada galah ada kaktus - Pergilah kamu semua diutus!"
4.
"Fiat voluntas Tua - Jadilah kehendakMu."
Inilah kalimat terakhir yang saya tulis dalam buku pertama saya tentang Maria di tahun 2008 ("BBM", RJK, Kanisius) yang mengajak kita untuk tidak takut karena bukan kehendakku tapi KehendakNya saja yang berkuasa. Dan, ketika diutus datang ke dunia, Yesus jelas berkehendak untuk membinasakan perbuatan Iblis (Mr 1:27; 1Yoh 3:8) dan membebaskan mereka yang ditindas oleh Iblis (Luk 4:18).
Kitapun juga diutus untuk menjadikan kehendakNya nyata dalam hidup semua orang. Itu sebabnya, Yesus memberikan "kuasa" kepada kita untuk mengalahkan kejahatan dengan beberapa modal, antara lain:
A."Keberdayaan".
Ia memberikan daya/kuasa untuk mengusir setan. (Mrk 3:14-15; Mat 10:1)
Dan, setelah mengutus 72 murid, Ia memberikan kepada mereka "daya dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh". (Luk 10:1,17-19; Mat 10:1-8; Mr 6:7,13)
B."Keberagaman"
Para murid itu bukan saja diutus untuk memberitakan Injil. (Mrk 3:14; Mat 10:7), supaya mereka bertobat dan percaya kepada Injil (Mrk 1:14), tapi juga untuk mewartakan aneka ragam keselamatan ilahi, al melawan Iblis, mengusir roh jahat dan menyembuhkan segala penyakit (Mat 10:1,7-8). Adapun penyembuhan dengan jalan mengoleskan minyak (Yak 5:14) sebagai lambang dari kehadiran dan kuasa Roh Kudus (Za 4:3-6)
C."Kebersamaan".
"Ia memanggil ke12 murid itu dan mengutus mereka berdua-dua."
Jelaslah bahwa perutusan kita itu bukan berpola "single fighter dan popularitas" tapi ada dalam suasana "keterbukaan dan komunitas" yakni kebersamaan untuk bekerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik.
Ya, kita tidak dipanggil sendiri tapi diajak untuk berjalan bersama di belakang Yesus, mengikutiNya dengan semangat rendah hati sekaligus murah hati.
"Dari Brastagi ke Korintus - Mari pergi kita diutus!"
5.
Madah Ibadat Bacaan-Pagi-Siang
PESTA ST. MARKUS
Ya Allah bersegeralah menolong aku
Ya Tuhan perhatikanlah hambaMu
Kemuliaan..
Alleluya..
MADAH BACAAN
Allah mahkota mulia
Bagi pahlawan yang jaya
Kami memuji martirMu
Sambil mohon doa restu
Ia menumpahkan darah
Rela mati dengan tabah
Tetap teguh dalam iman
Tanpa dapat digoncangkan
Berkat doa pahlawanMu
Ya Allah yang mahatahu
Ampunilah dosa kami
Meski ynag besar sekali
Dipuji dimulyakanlah
Allah Bapa mahamurah
Bersama Putra dan RohNya
Sepanjang segala masa
Amin
MADAH PAGI
Ya martir pahlawan suci
Jejak Kristus kau ikuti
Musuh sudah kau kalahkan
Kini engkau dimulyakan
S’moga doamu yang sakti
Menghapuskan dosa kami
Menyingkirkan kejahatan
Yang merusak kesatuan
Terlepas sudah tubuhmu
Dari ikatan belenggu
Lepaskan belenggu kami
Agar dapat hidup suci
Dipujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dan Roh penghibur ilahi
Selalu tak kunjung henti
Amin
MADAH SIANG
Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami
Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini
Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci
Amin
BACAAN PILIHAN
Segala kesempurnaan dalam hidup ini biasanya masih mengandung hal-hal yg tidak sempurna; dan segala pandangan kita kebanyakan tentu masih berkabut.
Mengenal diri sendiri dengan kerendahan hati adalah jalan lebih aman menuju Allah daripada pemeriksaan mendalam dan teliti berdasarkan ilmu pengetahuan.
Sudah barang tentu kita tidak boleh mencela ilmu atau pengetahuan yg sederhana mengenai hal apa pun juga yg pada hakikatnya adalah baik dan diatur oleh Tuhan, tetapi tidaklah dapat diingkari, bahwa suara hati yang baik dan hidup bertakwa adalah lebih baik daripada semuanya ini.
“….Dan kelak, di saat begitu banyak jalan - pergilah kemana HATI membawamu."
(Va’ dove ti porta il cuore)
6.
Kutipan Teks Misa:
Pesta St Markus, Penulis Injil
1 Petrus (5:5b-14)
(Mzm 89:2-3.6-7.16-17)
Markus (16:15-20)
Katekese memainkan peranan penting sekali dalam misi pewartaaan Injil, upaya yang utama untuk mengajarkan dan mengembangkan iman (bdk. Yohanes Paulus II, Anjuran Apostolik; “Catechesi Tradendae” tgl. 16 Oktober 1979, AAS, 71, 1979).
Antifon Pembuka (Mrk 16:15)
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk, alleluya.
Go into all the world, and proclaim the Gospel to every creature, alleluia.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
Doa Pembuka
Ya Allah, Engkau memuliakan Santo Markus, Penginjil-Mu, dengan anugerah sebagai pewarta Injil. Kami mohon, semoga berkat ajarannya kami makin berkembang dalam iman dan dengan setia mengikuti jejak Kristus. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (5:5b-14)
"Salam dari Markus, anakku."
Saudara-saudara terkasih, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya pada waktunya kamu ditinggikan oleh-Nya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Dialah yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, Si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Dialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai saudara yang dapat dipercaya, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa kasih karunia ini benar-benar datang dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya! Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya
Ayat. (Mzm 89:2-3.6-7.16-17)
1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
2. Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya Tuhan, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus. Sebab siapakah di angkasa yang sejajar dengan Tuhan, siapakah di antara penghuni surga yang sama seperti Tuhan?
3. Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorai, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah-megah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (1Kor 1:23-24)
Kami memberitahukan Kristus yang tersalib; Dialah kekuatan dan hikmat Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-20)
"Pergi ke seluruh dunia, beritakanlah Injil."
Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Tuhan turut bekerja dan meneguhkan itulah yang tertulis dalam Injil. Dan itulah memang kenyataannya sampai hari ini. Kadang dalam kesulitan, kita merasa kehilangan Tuhan. Tuhan merasa 'pergi' meninggalkan kita. Hati kita, mata kita terasa 'buta' untuk melihat bagaimana Tuhan yang bekerja dan meneguhkan. Kita merasa berjalan sendirian, berjuang sendirian. Dalam kesulitan dan tantangan kehidupan, dalam tangis dan air mata kita, kita tidak menemukan Tuhan yang bekerja, Tuhan yang meneguhkan. Tapi kalau kita berani duduk diam 'melihat' sepanjang perjalanan hidup kita, kita pasti akan mampu melihat, jejak-jejak penyertaan Tuhan dalam setiap perjuangan hidup kita. Tuhan tidak pernah diam dan membiarkan, Tuhan menyertai. Mungkin sekali-kali Tuhan marah melihat kebebalan kita, melihat kesombongan kita yang terkadang 'melecehkan' dan 'membiarkan' Tuhan, bahkan mungkin 'memanipulasi' Tuhan, dan 'memanfaatkan' Tuhan untuk suatu keserakahan dan kejahatan kita. Tapi Tuhan pasti tidak dapat mengingkari Diri-Nya sendiri, bahwa Ia sangat mencintai kita, dan memberikan sepenuh Diri-Nya pada kita. Semoga kita mempunyai kesadaran akan penyertaan Allah, akan Allah yang bekerja, dan meneguhkan semua pekerjaan, perjuangan dan harapan kita.
Antifon Komuni (Mat 28:20)
Sesungguhnya, Aku menyertai kamu senantiasa bahkan sampai akhir zaman, demikianlah firman Tuhan, alleluya.
Behold, I am with you always, even to the end of the age, says the Lord, alleluia.

Rabu, 24 April 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Rabu, 24 April 2019
Hari Rabu dalam Oktaf Paskah
Kisah Para Rasul (3:1-10)
(Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9; Ul: 7a.8a)
Lukas (24:13-35)
"Mane nobiscum Domine - Tuhan tinggallah bersama kami."
Inilah seruan dua murid Emaus ("Ekaristi Mengubah Aku Untuk Sembuh"), yang saya kenang ketika dulu rutin mempersembahkan misa dan novena kerahiman bersama para narapidana di rutan Salemba Jakarta dan Surakarta.
Adapun dua murid yang mengajak Yesus tinggal ini tadinya berjalan sepanjang 7 mil (Luk 24,13) dimana 7 mil adalah enam puluh stadia (1 stadia: 185 meter). Kemungkinan mereka berangkat dari Yerusalem masih pagi dan sampai di Emaus sudah menjelang malam (Luk 24,29).
Sepanjang perjalanan itu, Yesus hadir dan menyertai tanpa langsung dikenali dan disadari, meskipun mereka bisa merasakan daya-Nya (Luk 24,32).
Dengan kata lain:
Tuhan tidak akan membiarkan para muridNya tetap dalam kemurungan tapi selalu hadir dan berjalan bersama kita.
Bagaimana Yesus sendiri mewartakan kebangkitan-Nya?
1.Yesus menegur dan mengingatkan mereka bahwa penderitaan adalah bagian tidak terpisahkan dalam hidupNya.
2.Yesus menunjuk pada kesaksian kitab suci tentang diriNya. Karya penebusanNya melalui penderitaan sendiri merupakan tema utama PL (Kej 3:15; Kej 22:18; Kej 49:10; Bil 24:17; Maz 22:2,19; 110:1; Yes 25:8; 52:14; Yes 53:1-12; Yer 23:5; Dan 2:24,35,44; Mi 5:1; Za 3:8; 9:9; 13:7; Mal 3:1).
3.Yesus mengambil roti-memecah dan memberkatinya. Ya, inilah penampakan diri Kristus yang dikenal sebagai "nabi" yang diutus dari Allah (Ul 18:15-16,19; Mr 6:4; Kis 3:22; Luk 6:23). Mereka pada awalnya tidak mengenal Tuhan dan baru mengenal setelah Yesus memberi "tanda" (Luk 24:30, Luk 24:35,37, Luk 24:39-43; Yoh 20:14,16,20; Yoh 21:4,6-7; Mat 28:17).
Semoga kita juga bisa mengenali hadirnya Tuhan lewat pelbagai "tanda" dalam gulat geliat hidup harian kita.
"Ada kaktus di Jayawijaya - Bersama Kristus kita bangkit jaya."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
1.
"Christus surrexit - Kristus telah bangkit!"
Adapun bacaan hari ini merupakan ringkasan dari penampakan-penampakan Kristus yang telah bangkit, ditutup dengan kenaikan-Nya. Penampakan kepada sebelas orang murid terjadi langsung sesudah dua orang dari Emaus melaporkannya. (Luk. 24:36-49: Yoh. 20: 19-25).
Para penginjil tidak memberikan kesan bahwa Yesus memarahi mereka atas ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, tetapi bahwa Dia mengetahui betapa sulit bagi mereka untuk percaya.Dan Yesus berusaha menghilangkan kesulitan mereka dengan menawarkan bukti-bukti kebangkitan-Nya.
Ya, para murid sangat lamban untuk percaya.Mereka sulit menerima kesaksian dari orang-orang yang sudah melihat Yesus yang bangkit.Mereka tidak langsung menerima pemberitaan Maria Magdalena dan dua murid dalam perjalanan ke Emaus (Luk. 24:13-35), sehingga Yesus sendiri harus menampakkan diri dan menegur kedegilan hati mereka.
Meski demikian, Yesus terus mendorong mereka dengan otoritas-Nya untuk menjalankan misi mereka memberitakan Injil ke seluruh dunia. Yesus menjanjikan penyertaan-Nya. Itulah yang menjadi kekuatan yang mengubah hidup para murid.Seperti apakah penyertaan Yesus kepada para murid?
Pertama, Yesus turut bekerja di dalam dan melalui para murid sehingga berita Injil dapat disebarkan sehingga banyak orang yang bertobat.
Kedua, firman yang Yesus ajarkan kepada mereka menjadi dasar yang teguh bagi pemberitaan Injil.
Ketiga, tanda-tanda yang menyatakan otoritas Kristus memperteguh para murid bahwa mereka memberitakan Injil bukan dengan kekuatan sendiri melainkan dengan kuasa Allah yang dicurahkan bagi mereka.
Pastinya, kuasa yang sama, yang menyertai para murid generasi pertama, juga menyertai kita, sampai sekarang bukan?
"Ada pepaya ada srikaya - Haleluia Tuhan bercahaya."
2.
Kutipan Teks Misa:
“Misteri Paskah salib dan kebangkitan Kristus adalah jantung warta gembira.” – Katekismus Gereja Katolik, No. 571
Antifon Pembuka (Bdk. Mat 25:34)
Marilah, hai kamu yang diberkati Bapa-Ku. Terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan, alleluya.
Come, you blessed of my Father; receive the kingdom prepared for you from the foundation of the world, alleluia.
Selama Oktaf Paskah Madah Kemuliaan diucapkan atau dinyanyikan.
Doa Pembuka
Allah Bapa sumber sukacita kami, setiap tahun Engkau menggembirakan kami dengan perayaan Kebangkitan Kristus. Semoga perayaan yang kami langsungkan ini membimbing kami menuju sukacita abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (3:1-10)
"Apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, berjalanlah!"
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata, “Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku! Tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu Petrus memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian kemari dan mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah; ia berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Ketika seluruh rakyat melihat dia berjalan sambil memuji Allah, mereka mengenali dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah. Maka mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
Ayat. (Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9; Ul: 7a.8a)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya; percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya, Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
4. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (24:13-35)
"Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti."
Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?” Kata-Nya kepada mereka, “Apakah itu?” Jawab mereka, “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret! Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Dan beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Yesus hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat.” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju. Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanannya. Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat, “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, “Sungguh, Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon.” Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Kisah tentang dua murid Yesus yang pergi ke Emaus pasca wafat Sang Guru merupakan salah satu kisah favorit tentang kebangkitan. Kita pasti sudah tidak asing dengan kisah tersebut. Bahkan, boleh jadi kita sudah menghafalnya di luar kepala: kedua murid pergi ke Emaus, dalam perjalanan ketemu seseorang yang ternyata piawai menjelaskan Kitab Suci, lalu mereka makan bersama, dan .... pada sat itu kedua murid mengenal sosok tersebut sebagai Yesus, Guru mereka. Sayangnya, Dia segera lenyap.
Kalau kita membaca kembali kisah tersebut, ada bagian yang sesungguhnya menarik untuk direnungkan. Ketika mereka sudah mendekati Emaus, ....Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat, "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Apa yang menarik dengan kutipan itu? Yesus berpura-pura meneruskan perjalanan-Nya, tetapi kedua murid mendesak-Nya supaya tinggal bersama mereka.
Alasannya sederhana: hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam. Dengan kata lain, mereka mendesak Yesus agar ia berkenan menginap bersama mereka pada malam itu. Apakah upaya kedua murid itu berhasil? Ya, upaya mereka berhasil. Dan berkat itu, mereka pun mengenali Yesus pada saat perjamuan bersama. Syukur, berkat dan pembagian roti ini kita kenangkan atau peringati setiap kali kita merayakan Perayaan Ekaristi, puncak ibadat dan hidup Gereja.
Maka marilah setiap kali kita berpartisipasi dalam Perayaan Ekaristi kita persiapkan dengan sungguh-sungguh, bukan seperti orang mau menonton saja, agar kita sungguh dapat berpartisipasi dalam perayaan tersebut. Di dalam perayaan kita juga menerima Tubuh Kristus, pemberian Diri yang terdalam dan seutuhnya kepada kita.
Pada zaman sekarang ini, kita tidak perlu mengharapkan dapat berjumpa dengan Yesus secara fisik, seperti yang dialami para murid pada zaman dulu. Namun, kita dapat mengalami kehadiran Tuhan secaya nyata dan istimewa, yaitu dalam Perayaan Ekaristi.
Sebab, dalam setiap Perayaan Ekaristi, Tuhan Yesus selalu hadir dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrerir dalam Doa Syukur Agung. Jadi, dengan merayakan Ekaristi, kita sungguh-sungguh berjumpa dengan Yesus. Bahkan, tidak hanya berjumpa tetapi kita juga menerima-Nya dan bersatu dengan Dia melalui komuni suci. Oleh karena itu, marilah kita semakin mencintai dan menghargai Ekaristi serta memberinya tempat yang istimewa dalam hidup kita.
Antifon Komuni (Bdk. Luk 24:35)
Para murid mengenali Tuhan Yesus dalam pemecahan roti, alleluya.
The disciples recognized the Lord Jesus in the breaking of the bread, alleluia.
Doa Malam
Allah Bapa Mahapengasih, dampingilah kami dalam mencari kedamaian; kuatkanlah kami berkat sabda-Mu dan semoga di dalam diri kami cinta kasih tetap jaya melawan segala paksaan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Rencana ilahi untuk mendatangkan keselamatan melalui kematian keji "orang benar, hamba-Ku" (Yes 53:11) Bdk. Kis 3:14., sudah dimaklumkan lebih dahulu dalam Kitab Suci, sebagai misteri penebusan yang mencakup segala sesuatu, artinya sebagai tebusan, yang membebaskan manusia dari perhambaan dosa Bdk. Yes 53:11-12; Yoh 8:34-36.. Dalam sebuah pengakuan iman, yang tentangnya Ia berkata, bahwa Ia "telah menerimanya" sendiri (1 Kor 15:3), santo Paulus mengakui: "Kristus telah wafat untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci - (ibid.) Bdk. juga Kis 3:18; 7:52; 13:29; 26:22-23.. Wafat Yesus yang menebuskan terutama memenuhi nubuat mengenai hamba Allah yang menderita Bdk. Yes 53:7-8 dan Kis 8:32-35.. Yesus sendiri menjelaskan arti kehidupan-Nya dan kematian-Nya dalam terang kata-kata hamba Allah ini Bdk. Mat 20:28.. Setelah kebangkitan-Nya Ia memberi penjelasan tentang Kitab Suci ini kepada murid-murid Emaus Bdk. Luk 24:25-27. dan sesudah itu kepada para Rasul sendiri Bdk. Luk 24:44-45. (Katekismus Gereja Katolik, 601)

Senin, 22 April 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Senin, 22 April 2019
Hari Senin dalam Oktaf Paskah
Kisah Para Rasul (2:14.22-32)
(Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; Ul: 5a)
Matius (28:8-15)
"Haleluia - Puji Tuhan!"
Tuhan yang kita puji ini berkata di hari Paskah: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea dan di sanalah mereka akan melihat Aku" (Mat 28:10)
Rahmat keberanian dan perutusan iman diberikan-Nya kepada para perempuan yang menjadi personifikasi orang lemah.
Ya, walau lemah di mata dunia tapi mereka "kuat" di mata surga karena tetap setia ketika dunia menyalibkan dan menghina Dia.
Dengan kata lain :
Kita tidak perlu takut apabila kita tetap setia kepada-Nya di tengah-tengah dunia yang menolak kasih-Nya (bdk. 1Yoh 2:28: ”Manete in ME- Tinggallah dalam AKU")
Pastinya, Ia memang telah bangkit (Mrk 16:6, Mat 28:6, Luk 24:6) yang diperkuat oleh beberapa fakta, antara lain :
1. Kubur kosong:
Jika musuh Yesus mencuri mayat-Nya, mereka pasti memperlihatkannya untuk membuktikan bahwa Ia tidak bangkit. Jikalau murid yang mencuri mayat-Nya, mereka pasti tidak akan pernah mau mengorbankan nyawa dan harta mereka untuk apa yang mereka ketahui sebagai kebohongan.
2. Keberadaan, kuasa dan sukacita Gereja Perdana :
Jika Yesus tidak bangkit dan menampakkan diri, mereka yang menjadi Bapa Gereja Perdana tidak akan pernah berubah, bertransformasi dari kemurungan kepada sukacita dan kasih pengharapan yang luar biasa (Luk 24:52-53).
3. Penulisan Perjanjian Baru:
Perjanjian Baru ditulis oleh para rasul yang memberikan nyawanya bagi Yesus. Mereka pasti tidak akan pernah mau bersusah-payah untuk menulis tentang Yesus jikalau pelayanan-Nya berakhir dalam kematian dan ketidakpastian (1Kor 15:12-19).
4. Pentakosta:
Fakta bahwa Roh Kudus telah dicurahkan pada hari Pentakosta sebagai suatu kenyataan merupakan bukti bahwa Yesus telah bangkit dan ditinggikan di sebelah kanan Allah (Kis 1:3-5; 2:33). Jika Kristus tidak bangkit, tidak akan pernah ada pengalaman "baptisan dalam Roh Kudus" (Yoh 16:7).
5. Kesaksian orang :
Berjuta-juta orang sepanjang 2000-an tahun yang telah mengalami kehadiran Yesus dalam hati dan hidup mereka.
"Dari Tarsus jangan lupa ke sinagoga - Yesus itu Sang Alpha dan Omega"
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
Kutipan Teks Misa:
Harapan akan kebangkitan Kristen diwarnai seluruhnya oleh pertemuan-pertemuan dengan Kristus yang bangkit. -- Katekismus Gereja Katolik, No. 995
Antifon Pembuka (bdk. Kel 13:5.9)
Tuhan telah mengantar kamu masuk ke tanah yang berlimpah-limpah susu dan madu. Semoga hukum Tuhan kamu renungkan selalu. Alleluya.
The Lord has led you into a land flowing with milk and honey, that the law of the Lord may always be on your lips, alleluia.
Selama Oktaf Paskah ada Madah Kemuliaan.
Doa Pembuka
Allah Bapa sumber kehidupan, Engkau selalu menambah umat-Mu dengan anggota baru. Semoga kami, hamba-hamba-Mu ini, hidup sesuai dengan sakramen baptis yang telah kami terima dalam iman. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:14.22-32)
"Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."
Pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul. Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan, mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan. Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi, dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas tahtanya. Karena itu Daud telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
atau Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Ayat. (Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; Ul: 5a)
1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku."
2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
4. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.
Bait Pengantar Injil, do = d, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (28:8-15)
"Katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan disanalah mereka akan melihat Aku."
Pada waktu itu, perempuan-perempuan pergi dari kubur, diliputi rasa takut dan sukacita yang besar. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukan kepada para murid bahwa Yesus telah bangkit. Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka, “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” Ketika mereka masih di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga makam Yesus ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan kaum tua-tua, mereka mengambil keputusan, lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam dan mencuri jenazah-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Berita dan fakta tentang kebangkitan Yesus rupanya menimbulkan aneka macam reaksi dan tanggapan. Dalam Injil hari ini, kita melihat dua sikap berbeda yang ditampakkan oleh dua kelompok ketika menanggapi peristiwa kebangkitan Yesus. Kedua kelompok ini sama-sama menyaksikan dengan mata kepala sendiri, peristiwa dan fakta yang sama: kubur kosong, gempa bumi dan penampakan malaikat yang memberitakan bahwa Yesus telah bangkit dari mati.
Kelompok pertama, para wanita. Ketika melihat kubur kosong, mereka yakin dan percaya bahwa Yesus telah bangkit dari mati. Mengalami peristiwa itu, mereka diliputi sukacita dan ingin mewartakan peristiwa kebangkitan Yesus ini kepada yang lain. Sementara itu, kelompok kedua, para penjaga kubur, justru diliputi ketakutan dan kecemasan.
Para wanita tersebut dipenuhi sukacita warta Paskah karena selama ini mereka hidup dan beriman kepada Yesus. Mereka adalah orang-orang yang mau hidup dan menghidupi kebenaran iman akan Yesus. Sementara para penjaga dan imam kepala, malah ketakutan dan tidak bersedia menerima kebenaran akan fakta Yesus yang bangkit karena mereka takut jika mengakui kebenaran akta itu, akan ada yang harus diambil dari diri mereka: kesombongan, kekayaan, reputasi, serta rasa aman yang mereka nikmati selama ini.
Paskah memang bukan sekadar sebuah perayaan tentang bangkitnya Yesus dari kematian, tetapi juga sebuah pewartaan akan kebenaran iman, bahwa hidup, kata dan karya Yesus di dunia ini adalah satu-satunya JALAN KEHIDUPAN bagi siapa pun yang ingin menghayati hidup seturut kehendak Allah. Pewartaan ini menuntut sebuah tanggapan dari siapa pun yang merayakan Paskah.
Mereka yang dalam pergumulan hidupnya senantiasa merindukan Tuhan dan kebenaran-Nya akan memberikan tanggapan seperti para wanita yang ada dalam kisah Injil hari ini. Hidup mereka akan dipenuhi sukacita dan kesediaan untuk menjadi SAKSI akan kebangkitan Yesus. Sedangkan mereka yang pergumulan hidupnya hanya mencari keamanan, kenyamanan, kekayaan dan reputasi duniawi akan bersikap seperti para penjaga kubur Yesus. Mereka menolak kebenaran iman akan kebangkitan Yesus. Bagaimana dengan Anda sendiri menanggapi warta Paskah ini?
Antifon Komuni (Rm 6:9)
Kristus yang bangkit dari alam maut, takkan mati lagi. Maut takkan menguasai-Nya lagi. Alleluya.
Christ, having risen from the dead, dies now no more; death will no longer have dominion over him, alleluia.
Doa Malam
Tuhan Yesus, Engkau sungguh telah bangkit dan mengalahkan maut. Kebangkitan-Mu meneguhkan kami bahwa hidup hanyalah diubah, bukannya dilenyapkan. Oleh karena itu, ya Tuhan, aku bersyukur atas rahmat iman akan Engkau yang telah bangkit dan mulia namun senantiasa menyertai perjuangan hidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin.