Ads 468x60px

Lima Jalan Cinta Prapaskah (Paus Yohanes Paulus II).


1. Masa Prapaskah merupakan masa yang dikhususkan untuk berdoa, berpuasa dan memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Masa Prapaskah menawarkan kesempatan kepada orang-orang Kristiani untuk mempersiapkan Paska dengan merenungkan hidupnya, secara khusus dengan memperhatikan Sabda Allah, yang menerangi perjalanan sehari-hari umat beriman. Tahun ini, sebagai pengarahan renungan Prapaskah, saya menawarkan sebuah naskah yang diambil dari Kisah Para Rasul, "Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima" (Kis 20: 35). Yang terkandung di dalamnya bukan hanya suatu pesan moral biasa, atau suatu perintah yang muncul tanpa alasan. Pengarahan yang mau disampaikan berakar dalam kedalaman hati manusia: setiap orang memiliki kesadaran untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan setiap orang menemukan kepenuhan dalam saling memberikan diri secara bebas kepada sesamanya.

Berikan Hatimu dan Ulurkan Tanganmu: Nada Dasar “C”

Alkisah, ada seorang imam paroki, yang sudah tua tapi tetap baik hati, yang bernama Romo Joss Gandos. Dia tidak pernah bergunjing atau berbicara tentang kejelekan orang lain. Suatu hari, ia pergi ke sebuah stasi yang dekat untuk mengunjungi seorang umat tua renta yang sakit-sakitan, dan ketika ia meninggalkan stasi itu untuk pulang kembali ke pastoran, ada seorang wanita yang di stasi itu dikenal sebagai salah seorang penyebar gosip. Wanita itu mendekati Romo Joss Gandos dan bertanya apakah dia diberi ijin untuk berjalan bersamanya. Romo Joss Gandos tentunya tidak berkeberatan. 

Setelah beberapa saat, wanita itu berkata, “Romo, wanita tetangga saya itu sangat jahat!” “Oh, benarkah demikian? Kalau begitu marilah kita berdoa Rosario untuknya, sehingga dia bisa bertobat ”Demi nama Bapa..... dan seterusnya sampai selesailah kelima peristiwa, dan dalam Rosario tersebut wanita itu sibuk untuk menjawab Salam Maria penuh rahmat.... 

MASA PRAPASKAH: Sebuah Historiografi Mini.

Masa Prapaskah dengan dua ciri pokoknya - mengenang pembaptisan dan membina pertobatan - merupakan masa istimewa untuk mempersiapkan Paskah dengan ber-PDA: “Puasa – Doa – Amal”. Adapun sejak masa awal Gereja, terdapat bukti akan adanya semacam masa persiapan menyambut Paskah. Sebagai contoh, St. Ireneus (wafat 203) menulis kepada Paus St. Victor I, perihal perayaan Paskah dan perbedaan-perbedaan dalam perayaannya antara Timur dan Barat, “Perbedaan tidak hanya sebatas hari, tetapi juga ciri puasa yang sesungguhnya. Sebagian berpendapat bahwa mereka wajib berpuasa selama satu hari, sebagian berpuasa selama dua hari, lainnya lebih lama lagi; sebagian menetapkan 'masa' mereka selama 40 jam. 


Kisah dan Kasih Kehidupan: “Aku mau jadi suster…”

Penggalan kalimat lugas-sederhana di atas keluar dari mulut mungil seorang gadis manis yang muda belia pun jenaka. Bening manis-klasik garis-garis wajah sederhananya, mata bening cerdasnya seperti burung gelatik zaman Adam Hawa yang segar canda tawanya. Sisilia Triyanawati namanya. Sisil panggilannya. Nama yang indah. Ia kini duduk di kelas dua SMP Kanisius, Panembahan Senopati-persis sebelah kiri terminal bus Tirtomoyo, Wonogiri.

Ia tinggal bersama bapak dan simboknya di Ngrejo. Sebuah dusun terpencil-35 km dari gereja paroki St.Yusuf Baturetno, Jawa Tengah. Sebuah desa yang terletak di dekat bukit bekas tempat pembantaian manusia zaman PKI-Muso. Bukit yang membatasi teritori Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Bukit yang sangat kering dan masih lengang oleh derap pembangunan. Bulan-bulan ini, mereka tidak bisa menanam jagung seperti biasanya dan setiap hari harus terus mencari sumber air untuk keperluan harian. Setiap malam, mereka bergantian pergi dengan berbekal senter dan selang sepanjang 300 meter, untuk mencari mata air baru sekedar untuk keperluan harian.