Ads 468x60px

Jumat, 22 Februari 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Jumat, 22 Februari 2019
Pesta Takhta St. Petrus, Rasul
1 Petrus (5:1-4)
(Mzm 23:1-3.3b-4.5.6; Ul: 1)
Matius (16:13-19)
"Pastor bonus - Gembala Baik!"
Inilah salah satu keutamaan dasar yang dikenangkan ketika Gereja merayakan pesta tahta suci kepausan/Santo Petrus.
Petrus yang adalah paus pertama kita, "pastor bonus" dan yang identik dengan pemegang "kunci surga" ("Kuasa Untuk Nampakkan Cinta Ilahi") memberikan 3 semangat dasar supaya kita semua juga bisa mempunyai "kunci", "kuasa untuk menampakkan cinta ilahi", antara lain:
1."Servant": Hamba.
Ia mengajak kita untuk rendah hati menggembalakan karena didorong oleh semangat pengabdian, bukan untuk mendapatkan keuntungan/ketenaran pribadi seperti motto kepausan "servus servorum/hamba segala hamba."
Adapun 3 ciri pokok seorang "servant", yakni: melayani/service, mendukung/support dan memberdayakan/empowerment.
2."Shepherd": Gembala.
Ia ajak kita menggembalakan dengan murah hati, yakni sukarela, bukan karena terpaksa/sukar-rela, mempunyai "intentio pura" (tulus) bukan "intentio pura-pura" (penuh akal bulus) sehingga benar-benar menjadi "pastor aeternus/gembala abadi.
Adapun 3 ciri pokok "shepherd", yakni: peduli/caring, berani/courage dan berbelarasa/compassion.
3."Steward": Minister.
Ia mengajak kita menjadi gembala yang baik hati, yang tidak suka banyak memberi perintah tetapi yang banyak menjadi model dan memberi teladan, yang tidak suka memberi instruksi tapi banyak berkomunikasi.
Adapun 3 ciri pokok "steward" yakni: dapat dipercaya/trustworthy, dapat bertanggungjawab/responsibility, dapat digugat/accountability.
"Mas Wayan mencari pita - Jadilah pelayan dengan penuh sukacita."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
1.
"Caritas Pastoralis" – “Cinta kasih kegembalaan”.
Itulah salah satu "core values" yang saya tulis dalam buku "HERSTORY" (RJK, Kanisius) dan yang juga menjadi dasar iman ketika kita merayakan Pesta Tahta Santo Petrus hari ini, saat Yesus memberikan kuasa pada Petrus yang menjadi "raison d'etre", alasan adanya Gereja (Bhs Porto: "Igreja - persekutuan umat beriman").
Adapun 3 semangat dasar dari "gembala baik", al:
A. GEMbira dalam karya:
“Engkaulah Petrus” (Mat 16:18). Ia diajak berubah oleh Tuhan. Dari Simon (pendengar) menjadi Petrus (batu karang), penjala ikan menjadi penjala manusia, nelayan menjadi pelayan, hamba menjadi sahabat, dari murid menjadi guru, dari orang yang penakut dan mudah menyangkal Yesus menjadi orang yang berani dan rajin bersaksi tentang Yesus, serta dari karyanya hanya di sekitar danau Galilea berubah menjadi karyanya bagi segala dan seluruh penjuru dunia.
Angelo Roncalli alias Paus Yohanes XXIII juga pernah mengatakan, “Setiap hari adalah panggilan bagi kita untuk berubah, jangan sampai hari-hari kita menjadi menakutkan seakan-akan kita tak dapat berkembang lebih baik lagi.” Dalam bahasa Davis Miles, “Marilah kita belajar memenuhi panggilan Ilahi untuk mencipta, karena “Aku selalu berpikir mengenai mencipta. Masa depanku mulai ketika aku bangun tiap pagi. Tiap hari aku menemukan sesuatu yang baru, yang kreatif dalam hidupku.”
Yang pasti, bukankah perubahan yang baik itu selalu mendatangkan sukacita dan kegembiraan dalam karya? Gaudete - Bersyukurlah!
B. BAjaga dalam doa:
Ketika Yesus ditangkap, Petrus ketakutan. Saat itulah, Petrus berbuat dosa dengan menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Tapi, syukurnya Petrus berdoa dan bertobat: ia menyesali perbuatannya dengan sepenuh hati. Ia menangisi penyangkalannya sepanjang hidupnya.
Di Israel, ada sebuah gereja dengan nama Gereja Petrus Ayam Berkokok (St.Peter Galicantu) bekas rumah Kayafas. Sebuah permenungan singkat: Yesus bisa jadi sangat sedih karena penyangkalan Petrus, murid kepercayaanNya.
Sekarang ini, Yesus yang sama juga sedang menatap kita. Dia berharap bahwa kita pun akan mau belajar seperti Petrus: mau berdoa dan bertobat - mengeluarkan air mata penyesalan atas dosa-dosa kita. Bukankah benar isi sebuah teks yang tertulis pada Scala Santa, “semakin kita berdoa dan bertobat, menangis dan menyesali dosa kita karena menyebabkan kesedihan yang mendalam terhadap Yesus, akan semakin kuat cinta kita akan Yesus.”
Scala Sancta sendiri adalah “Tangga Suci”, yang dipercaya sebagai tangga marmer dari bagian luar bekas rumah Pontius Pilatus di Yerusalem, yang dilalui Yesus saat hari penghukumanNya. Scala Santa ini sendiri terdiri 28 buah anak tangga yang ditutupi dengan papan kayu untuk melindunginya. Para peziarah dapat memperoleh indulgensi dengan cara naik tangga ini sambil jalan berlutut.
Yang pasti, kita bersama Gereja diutus seperti domba ke tengah "serigala", simbol carut marut dunia yang "SRakah iRI+GALAk". Bukankah doa membuat segalanya lebih ringan? Bukankah segala sesuatu jika dibuat bersama Allah pasti terasa lebih indah dan lebih mudah, dan itu bisa dibuat dengan doa-doa dan "latihan rohani" bukan? Orate - Berdoalah!
C. LAyani dalam cinta:
Petrus pergi dari Israel menuju kota Roma. Roma sendiri adalah pusat seluruh Kerajaan Romawi pada waktu itu. Di sanalah, Petrus berkarya: mewartakan Injil sekaligus mempertobatkan banyak orang. Di akhir hidupnya, Petrus meminta juga agar ia bisa menjalani hukuman mati dengan cara disalibkan, tetapi dengan kepalanya berada di bawah, sebab ia merasa tidak layak menderita seperti Yesus. Ia akhirnya wafat sebagai martir di Bukit Vatikan sekitar tahun 67.
Sebuah informasi:
Pada abad keempat, karena cintanya kepada Gereja, Kaisar Konstantinus membangun sebuah gereja besar di atas tempat sakral tersebut.
Dari sikap yang ketiga ini, baiklah juga kalau kita ingat bahwa tidak akan ada cinta yang diterima sebelum kita juga berani belajar memberikan cinta buat orang lain. Maka adalah tindakan yang amat baik, bila kita berani berkarya dalam pelayanan yg penuh cinta kasih: memberi cinta sekaligus per-HATI-an, menunjukkan dan membuktikan cinta dan kehangatan kita terlebih dahulu. Kadang kita juga lupa, semua karya baik kita: kehangatan, cinta kasih dan dukungan, ternyata juga bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan kita sendiri.
Yang pasti, sebagai paus pertama dan "ketua" (bidel/pelayan) para rasul, Petrus menasihati kita: "Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan terpaksa tapi sukarela sesuai kehendak Allah, jangan mau mencari keuntungan tapi dengan pengabdian diri.
Itu sebabnya setiap ada paus yang terpilih dalam konklav di Kapel Sistine Roma, selalu ditampil-ulangkan motto kepausan, "Servus servorum - hamba dari segala hamba". Bukankah kita sebagai Gereja menjadi exist karena karya playanan yang murah hati di tengah dunia? Servite - layanilah!
"Cari kemeja dan kardus sepatu buat mas Kelik – Kita adalah Gereja yang Satu Kudus Katolik dan Apostolik".
2.
"Founding Father - Bapa Pendiri."
Inilah julukan yang bisa kita berikan pada St Petrus: "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini akan Kudirikan GerejaKu."
Pastinya, kita bisa belajar beberapa keutamaan dari orang kudus ini, antara lain:
A."Reformatio vitae - Perubahan hidup":
Petrus dulunya adalah Simon. Ia mengalami "perubahan", dari nelayan menjadi pelayan, dari penjala ikan menjadi penjala manusia, dari pecundang menjadi pejuang. Dengan kata lain: Ia mengajak kita untuk lahir baru setiap harinya.
B."Imitatio Christi"- Mengikuti jejak Kristus:
Ia menjadi murid yang bergulat jatuh dan bangun dalam mengikutiNya. Ia seperti Yesus: sama-sama pernah dipenjara dan wafat sebagai martir (Yun: saksi). Petrus wafat pada era Kaisar Nero pada tahun 64 M dengan cara disalib kepala di bawah karena merasa tidak layak menyamai penyaliban Yesus. Jenazahnya dimakamkan di bukit Vatikan yang di kemudian hari, oleh Kaisar Konstantinus dibangun basilika Santo Petrus dengan altar utama persis di atas makamnya.
C."Illuminatio cum Deo - Pencerahan bersama Tuhan:
Petrus mengalami sapaan dan perjumpaan pribadi dengan Yesus. Hal inilah yang menguatkan dan mencerahkan kendati ia harus menghadapi risiko yang besar: Petrus ditangkap dan dipenjarakan dengan terbelenggu serta dijaga ketat oleh para prajurit (Kis 12:4-6). Bisa jadi, satu keyakinan imannya karena dicerahkan Tuhan, yakni: "Cukuplah kasih karuniaKu bagimu sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna" (2 Kor 12:9).
"Dari Belarus ke Sukabumi - Santo Petrus doakanlah kami."
3.
“Unam sanctam catholicam et apsotolicam Ecclesiam – Gereja yang satu kudus katolik dan apostolik.”
Inilah salah satu ciri Gereja Katolik ketika Yesus bersabda kepada Simon: "Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya!"
Dengan kata-kata ini, Yesus berjanji untuk mendirikan gereja-Nya berlandaskan kebenaran apostolik dari pengakuan Petrus, Paulus dan para rasul lainnya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup (Mat 16:16; Kis 2:14-26). Yesus sendiri menyebut muridNya itu "Petrus" (Yun: Petros, batu kecil) tapi Ia melanjutkan dengan mengatakan: "di atas batu karang ini (Yun: petra, batu karang besar) Aku akan mendirikan jemaatKu."
Jelas bahwa Yesus sendirilah yang menjadi Batu Karang, landasan utama dan pertama dalam Gereja (1 Kor 3:11). Dalam bahasa St Petrus: “Yesus adalah batu hidup dan terpilih, batu penjuru yang mahal" (1Pet 2:4,6-7). Pada saat yang bersamaan, Petrus-Paulus serta kita semua merupakan batu-batu hidup untuk mendirikan rumah rohani yang dibangun oleh Allah (1Pet 2:5), dimana alam maut yakni iblis dan semua usaha jahatnya tidak akan menguasai gerejaNya (Mat 16:18).
Lebih lanjut, Yesus memberikan “kunci” kepada Petrus, ”Kuasa Untuk Nampakkan Cinta Ilahi” lewat Gereja untuk:
(1) Menegur dosa dan melaksanakan hdp gerejani (Mat 18:15-18)
(2) Berdoa bagi terjadinya kehendak Allah (Mat 18:19-20);
3) Mengikat kuasa setan serta membebaskan orang yg tertawan
(4) Memberitahukan kesalahan dosa+kebenaran Allah (Kis 2:23; 5:3,9)
(5) Memberitakan keselamatan+pengampunan dosa (Yoh 20:23; Kis 2:37-40; Kis 15:7-9).
"Bang Jaja masuk majalah HIDUP - Jadilah Gereja yang benar-benar hidup!"
4.
"Be merciful as your Father is merciful"
A.
Gospel Reading: Luke 6:36-38
Alternate reading: Matthew 16:13-19
Be merciful, even as your Father is merciful. "Judge not, and you will not be judged; condemn not, and you will not be condemned; forgive, and you will be forgiven; give, and it will be given to you; good measure, pressed down, shaken together, running over, will be put into your lap. For the measure you give will be the measure you get back."
B.
Old Testament Reading: Daniel 9:4-10
I prayed to the LORD my God and made confession, saying, "O Lord, the great and awesome God, who keeps covenant and steadfast love with those who love him and keep his commandments, we have sinned and done wrong and acted wickedly and rebelled, turning aside from your commandments and ordinances; we have not listened to your servants the prophets, who spoke in your name to our kings, our princes, and our fathers, and to all the people of the land. To you, O Lord, belongs righteousness, but to us confusion of face, as at this day, to the men of Judah, to the inhabitants of Jerusalem, and to all Israel, those that are near and those that are far away, in all the lands to which you have driven them, because of the treachery which they have committed against you. To us, O Lord, belongs confusion of face, to our kings, to our princes, and to our fathers, because we have sinned against you. To the Lord our God belong mercy and forgiveness; because we have rebelled against him, and have not obeyed the voice of the LORD our God by following his laws, which he set before us by his servants the prophets.
C.
Meditation
Do you know and experience the mercy God has for you through the blood of Jesus Christ that was shed for you and for your sins upon the cross? The Lord Jesus took our sins upon himself and nailed them to the cross so that we could receive pardon rather than condemnation, freedom rather than slavery to sin, and healing for the wounds caused by sin, injustice, and evil.
God's mercy knows no limits
God the Father never tires of showing his steadfast love and mercy to those who seek him. Scripture tells us that his mercies never cease. "The steadfast love of the Lord never ceases, his mercies never come to an end; they are new every morning; great is your faithfulness" (The Lamentations of Jeremiah 3:22-23). What can hold us back from receiving God's mercy and pardon? Anger, resentment, an unwillingness to forgive or to ask for pardon can hold us back from the healing power and merciful love that has power to wash away guilt and condemnation, fear and anger, pride and resentment. The Lord Jesus offers us freedom to walk in his way of love and forgiveness, mercy and goodness.
Imitate God the Father's mercy
We are called to be merciful towards one another just as our heavenly Father has been merciful towards each one of us. Do you quickly forgive those who wrong you or cause you grief or pain, or do you allow ill-will and resentment to grow in your heart? Do you pray for those who have lost sight of God's mercy, pardon, truth, and justice?
In the Old Testament we see the example of Daniel, a man of great faith in God's mercy and just ways, who prayed daily, not only for himself, but for his own people, and for his persecutors as well. Daniel was 'shamefaced' before God because he recognized that his own people who had been called and chosen by God as the people of Israel, were now suffering in exile due to their sins and unfaithfulness to the covenant God had made with them (see Daniel 9:4-10). Daniel did not sit in judgment over the failings and sins of his own people, instead he pleaded with God for compassion, pardon, and restoration. Our shame will turn to joy and hope if we confess our sins and ask for God's healing love and mercy..
Do not judge
Why does Jesus tell his followers to "not judge lest they be judged"? Jesus knew the human heart all too well. We judge too quickly or unfairly with mixed motives, impure hearts, and prejudiced minds. The heart must be cleansed first in order to discern right judgment with grace and mercy rather than with ill will and vengeance.
Ephrem the Syrian (306-373 AD), a wise early Christian teacher and writer, comments on Jesus' exhortation to not condemn:
Do not judge, that is, unjustly, so that you may not be judged, with regard to injustice. With the judgment that you judge shall you be judged. This is like the phrase "Forgive, and it will be forgiven you." For once someone has judged in accordance with justice, he should forgive in accordance with grace, so that when he himself is judged in accordance with justice, he may be worthy of forgiveness through grace. Alternatively, it was on account of the judges, those who seek vengeance for themselves, that he said, "Do not condemn." That is, do not seek vengeance for yourselves. Or, do not judge from appearances and opinion and then condemn, but admonish and advise. (Commentary on Tatian's Diatessaron 6.18B)
Grace and mercy
What makes true disciples of Jesus Christ different from those who do not know the Lord Jesus and what makes Christianity distinct from any other religion? It is grace - treating others not as they deserve, but as God wishes them to be treated - with forbearance, mercy, and loving-kindness. God shows his goodness to the unjust as well as to the just. His love embraces saint and sinner alike. God always seeks what is best for each one of us and he teaches us to seek the greatest good of others, even those who hate and abuse us. Our love for others, even those who are ungrateful and unkind towards us, must be marked by the same kindness and mercy which God has shown to us. It is easier to show kindness and mercy when we can expect to benefit from doing so. How much harder when we can expect nothing in return. Our prayer for those who do us ill both breaks the power of revenge and releases the power of love to do good in the face of evil.
Overcome evil with mercy and goodness
How can we possibly love those who cause us grief, harm, or ill-will? With God all things are possible. He gives power and grace to those who trust in his love and who seek his wisdom and help. The Lord is ready to work in and through us by his Holy Spirit, both to purify our minds and hearts and to help us do what is right, good, and loving in all circumstances. Paul the Apostle reminds us that "God's love has been poured into our hearts through the Holy Spirit which has been given to us" (Romans 5:5) God's love conquers all, even our hurts, injuries, fears, and prejudices. Only the cross of Jesus Christ and his victory over sin can free us from the tyranny of malice, hatred, revenge, and resentment, and give us the courage to overcome evil with good (Romans 12:21). Such love and grace has power to heal, restore, and transform us into the image of Christ. Do you know the power of Christ's redeeming love and mercy?
"Lord Jesus, your love brings freedom, pardon, and joy. Transform my heart with your love that nothing may make me lose my temper, ruffle my peace, take away my joy, or make me bitter towards anyone."
D.
Psalm 79:8-11,13
Do not remember against us the iniquities of our
forefathers; let your compassion come
speedily to meet us, for we are brought very
low.
Help us, O God of our salvation, for the glory of
your name; deliver us, and forgive our sins,
for your name's sake!
Why should the nations say, "Where is their
God?" Let the avenging of the out-poured
blood of your servants be known among the
nations before our eyes!
Let the groans of the prisoners come before you;
according to your great power preserve those
doomed to die!
Then we your people, the flock of your pasture,
will give thanks to you for ever; from
generation to generation we will recount your
praise.
E.
Daily Quote from the Early Church Fathers
"The practice of mercy is twofold: when vengeance is sacrificed and when compassion is shown. The Lord included both of these in his brief sentence: 'Forgive, and you shall be forgiven; give, and it shall be given to you.' This work has the effect of purifying the heart, so that, even under the limitations of this life, we are enabled with pure mind to see the immutable reality of God. There is something holding us back, which has to be loosed so that our sight may break through to the light. In connection with this the Lord said, 'Give alms, and behold, all things are clean to you.' Therefore the next and sixth step is that cleansing of the heart." (Augustine of Hippo, 354-430 A.D., excerpt from Letter 171A.2)
5.
Kutipan Teks Misa:
“Dari seluruh dunia hanya seorang, yaitu Petrus telah dipilih untuk mengetuai panggilan para bangsa, semua rasul dan para Bapa Gereja” (St. Leo Agung)
Antifon Pembuka (Luk 22:32)
Tuhan bersabda kepada Simon Petrus, "Aku sudah berdoa bagimu, hai Simon supaya imanmu jangan luntur dan supaya engkau setelah bertobat meneguhkan saudara-saudaramu."
The Lord says to Simon Peter: I have prayed for you that your faith may not fail, and, once you have turned back, strengthen your brothers.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahakuasa, Engkau telah mendirikan Gereja-Mu di atas wadas, dan mendasari iman kami dengan pengakuan iman para rasul. Kami mohon, selamatkanlah kami dan jangan sampai Gereja-Mu digoncangkan oleh kekuatan apa pun. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (5:1-4)
"Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu."
Saudara-saudara yang terkasih, sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak, aku menasihati para penatua di antara kamu: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan terpaksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2,4, PS 849/646
Ref. Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku
Ayat. (Mzm 23:1-3.3b-4.5.6; Ul: 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Mat 16:18)
Engkau adalah Petrus, di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (16:13-19)
"Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku."
Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.
Demikianlah Injil Tuhan.
U.Terpujilah Kristus.
Renungan
Di dunia politik, kita mengenal dengan perebutan kursi. Ada kursi presiden, kursi DPR, kursi gubernur atau bupati. Para politikus selalu berebut kursi ini. Apa yang terbayang di sini: kursi kekuasaan. Kursi menjadi simbol posisi terhormat, pemegang kekuasaan dengan segala hak dan kewajiban. Dengan menduduki kursi itu, orang menjadi penguasa dan sangat dihormati rakyat atau khalayak. Bila orang terhormat dan penguasa itu lewat di jalan, mobilnya diiringi oleh barisan polisi dan voorijder atau motor pengawal dengan suara sirine yang mengaum-aum. Semua orang di jalan harus memberi tempat dan jalan bagi orang terhormat itu. Itulah sebabnya, orang berebut betul dengan segala cara untuk meraih kekuasaan kursi kehormatan itu
Hari ini kita merayakan Pesta Takhta Santo Petrus Rasul. Pertanyaannya: apakah kita juga merayakan kekuasaan dan kehormatan Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja pertama, Paus pertama? Memang dari sisi penampilah, Paus yang menggantikan Santo Petrus selalu juga dihormati di mana-mana. Tetapi sebenarnya ada perbedaan mendasar antara kursi jabatan politis di atas dan takhta Santo Petrus di sini. Untuk meraih kursi jabatan presiden atau gubernur, orang dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum. Sedangkan Santo Petrus ataupun para Paus penggantinya, meskipun dipilih dalam sebuah konklav (pemilihan Paus), seorang Paus dipilih oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri, bukan oleh umat Katolik katakanlah melalui pemilihan umum sedunia. Itulah makna sabda Yesus dalam Injil hari ini: "Dan Aku pun berkata kepadamu (Petrus): Engkaulah Petrus dan di atas batu karang ini akan Kudirikan Gereja-Ku." Tuhan Yesus sendirilah yang mendirikan Gereja dan memilih para pemimpinnya, sebab Ia pun bersabda: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu." (Yoh 15:16). Dengan demikian, Pemimpin Utama dan Gembala Utama Gereja cuma ada satu sepanjang zaman yakni Yesus Kristus sendiri! Lalu takhta Santo Petrus justru lambang pelayanan seorang pemimpin Gereja yang dipilih Tuhan untuk menggembalakan domba dengan sukarela, pengabdian dan menjadi teladan, seperti dikatakan oleh Santo Petrus dalam suratnya.
Marilah kita mensyukuri pemimpin Gereja kita, Sri Paus yang sekaligus Uskup Roma. Bukan kekuasaan duniawinya yang kita pestakan tetapi perutusannya sebagai gembala dan wakil Kristus di dunia yang tugas utamanya adalah melayani umat dan bahkan semua bangsa manusia serta sekaligus mempersatukan seluruh Gereja dan umat manusia pula. Akhirnya menghadirkan kemuliaan Kristus bagi semua orang adalah tugas paling pokok bagi Sri Paus, para uskup, dan para Imam yang dibantu oleh para Diakon. Kita doakan mereka semua.
Antifon Komuni (Bdk. Mat 16:16,18)
Petrus berkata kepada Yesus: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.
Dan Yesus menjawab: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku.
Peter said to Jesus: You are the Christ, the Son of the living God. And Jesus replied: You are Peter, and upon this rock I will build my Church

Kamis, 21 Februari 2019

HIK – HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
Kamis, 21 Februari 2019
Hari Biasa Pekan VI
Kejadian (9:1-13)
(Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23; R: 20b)
Markus (8:27-33)
"Vade retro satana - Enyahlah engkau iblis!"
Inilah hardikan Yesus kepada Petrus: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Mrk 8,33)
Dalam diri Petrus ada dua kekuatan atau kuasa yang bekerja sekaligus, yakni kuasa Allah dan iblis.
Dengan kuasa Allah, ia dapat berkata dan berwarta dengan benar bahwa Yesus adalah Mesias. Namun, tidak lama berselang, iblis dalam dirinya membelokkan pemahaman dan pemaknaan yang ia miliki tentang jati diri Mesias. Ia memikirkan Mesias yang berjaya, bukan Mesias yang menderita sengsara. Apa yang ia pikirkan ini tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan Allah. Dengan kata lain, iblis yang menguasai Petrus menjadikan dirinya berpikir, berkata dan bertindak secara tidak sesuai dengan kehendak Allah.
Bicara soal iblis, menurut St. Ignatius, ada 3 karakter dasar iblis (LR 313-327): seperti perempuan/pintar merayu, seperti pria playboy/pintar berpura-pura dan seperti panglima/pintar mencari titik lemah.
Secara sederhana, iblis/setan ini juga kerap hadir di kitab suci sebagai "serigala" yang rakus, "ular" yang licik dan "naga" yang pemarah. Dengan kata lain: Jika kita mudah rakus-licik dan marah, kita membuat iblis lahir di hati dan hidup kita.
Adapun Yesus yang diakui Petrus sebagai "Mesias" ("yang terurapi"), yang selalu hadir untuk mengenyahkan iblis mengatakan bahwa sebelum mengalami pemuliaan dan kebangkitan, Ia harus menanggung banyak penyaliban dan kesakitan, antara lain: ditolak dan dibunuh oleh para tua, imam kepala dan ahli Taurat.
Nah, sebenarnya kitapun juga diajak untuk selalu mengenyahkan iblis dengan berani mengikuti 4 jalan iman seperti yang saya dapatkan ketika memberi sesion untuk para suster rubiah Claris di Singkawang, antara lain:
1."Lihat salibNya":
Kita diajak untuk selalu mengarahkan mata dan hati kepada misteri Tuhan yang tersalib.
2."Pegang salibNya":
Kita diajak untuk dekat-erat dan bersahabat dengan salibNya, berani memegang dan mengarahkan tangan kita kepada tanganNya, pergulatan salib kita kepada salibNya.
3."Pikul salibNya":
Kita diajak u/rela memikul aneka salib dengan ringan dan terbuka, dengan sabar dan tegar karena kita boleh ikut sedikit merasakan apa yang dulu dialamiNya.
4."Bawa salibNya":
Kita diajak untuk selalu berani membawa salibNya dalam segala gerak-polah, doa karya dan pergulatan harian kita karena didasari keyakinan ala Camara, "Tuhan bila salib menimpa kami maka hancurlah kami tapi bila Engkau yang datang bersama salib - Engkaulah yang setia memeluk kami."
"Bunga tulip banyak di Belanda - Bersama salib kita bersih dari aneka noda."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
Hidup lepas bebas dan ikhlas
Yes 50:5-9a; Yak 2:14-18; Mrk 8:27-35
01. Perikop tanya jawab tentang identitas Yesus di mata orang banyak serta bagi para murid ini merupakan pusat Injil Markus, mengakhiri paruh pertama dan mengawali paruh kedua. Paruh kedua ini ditandai dengan perjalanan Yesus dari Galilea naik ke Yerusalem. Kalau dalam paruh pertama Yesus selalu melarang semua pihak entah roh-roh jahat, setan, orang banyak dan bahkan para murid sekali pun untuk mewartakan identitas-Nya sebagai Mesias (the Mesianic Secret, lih. Mrk 1:25.34; 3:12; 5:43; 7:36 dan 8:30), dalam paruh kedua sedikit demi sedikit Yesus mewahyukan dan menjelaskan isi Rahasia Mesias itu yang memuncak pada peristiwa salib, yakni sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Yesus merasa perlu menyembunyikan jati diri-Nya untuk menghindari kesalahpahaman. Jati diri Yesus sebagai Mesias, Putra Allah tidak mungkin dipahami secara tepat bila hanya berdasarkan mukjizat yang dilakukan-Nya dengan penuh kuasa, seperti memberi makan 5000 orang (Mrk 6:30-44), berjalan di atas air (Mrk 6:45-52), menyembuhkan orang-orang sakit (Mrk 6:53-56), orang tuli (Mrk 7:31-37) dan buta (Mrk 8:22-26). Pemahaman akan mesianitas Yesus baru utuh bila telah menyaksikan misteri salib yakni sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya (Mrk 9:9).
02. Pertanyaan Yesus kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” (ay. 27b) mengantar pada pertanyaan yang kedua dan pemberitahuan tentang penderitaan-Nya dalam ayat 31-33. Dengan pertanyaan ini, Yesus ingin mendengar pendapat orang-orang yang tidak termasuk kelompok para murid tentang diri-Nya, tanggapan dan kesan mereka akan sabda dan karya-Nya. Orang-orang memang melihat Yesus sebagai pribadi yang luar biasa tetapi tidak lebih dari seorang nabi seperti nabi Elia, Yohanes Pembaptis, atau seperti para nabi pada zaman dahulu (Matius menambahkan nama “Nabi Yeremia”). Kekaguman mereka hanyalah sebatas kekaguman kepada seorang nabi.
Asosiasi pertama orang banyak terhadap Yesus adalah Yohanes Pembaptis. Nampaknya kemasyuran, kuasa dan wibawa Yohanes dalam menyerukan pertobatan menjadi salah satu alasan mengapa orang mengasosiasikan Yesus sebagai Yohanes yang berinkarnasi, sebagaimana diungkapkan dalam Mrk 6:14, “… orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”
Ada juga yang mengasosiasikan Yesus dengan nabi Elia, sosok nabi penuh kuasa yang telah datang kembali seperti yang dijanjikan Allah dalam kitab Maleakhi 4:5, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu”.
Seorang ekseget, William L. Lane, berpendapat bahwa menyamakan Yesus dengan seorang nabi seperti Yohanes Pembabtis atau Elia atau para nabi lain yang pernah hadir di sepanjang sejarah Israel menunjukkan kegagalan orang banyak untuk mengenali keistimewaan Yesus. Pendapat-pendapat itu nampaknya merupakan indikasi penolakan terhadap Yesus sebagai kepenuhan wahyu Allah dan pelaksana definitif karya penyelamatan Allah.
03. Di sepanjang sejarah, umat Israel pada umumnya, termasuk juga para murid Yesus, mengharapkan kehadiran seorang Mesias yang berperan sebagai pemimpin politis yang diutus Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan asing. Mesias diyakini berasal dari keturunan raja Daud yang akan melanggengkan tahta Daud dan mengembalikan umat menjadi umat Allah yang setia pada perjanjiannya dengan Allah. Bahkan Sang Mesias itu juga digambarkan adalah tokoh dunia yang bukan hanya memimpin bangsa Israel tetapi juga bangsa-bangsa lain agar menyembah Allah yang satu di gunung Sion. Petrus dan para murid pun mempunyai gambaran Mesias seperti itu.
Harapan ini dilatar-belakangi oleh situasi Israel yang selalu berada dalam penderitaan dan tekanan bangsa asing yang menjajah mereka. Karena itu ketika kekaisaran Romawi menguasai Israel, berulangkali muncul orang-orang yang dianggap sebagai Mesias, yang memimpin perjuangan untuk membebaskan dari penjajahan oleh kekaisaran Romawi. Umat Israel selalu mengharapkan kedatangan seorang Mesias yang agung, tangguh, tidak terkalahkan dan mampu membawa mereka kepada kemerdekaan politis. Maka ketika menyaksikan kuasa Yesus dalam melakukan berbagai mukjizat, harapan mereka kepada-Nya melambung. Mereka mengharapkan Yesus dari Nazaret inilah yang mampu membebaskan dari penjajahan Romawi dan memberikan kesejahteraan dengan kuasaNya. Kuasa itu telah ditunjukkan dengan menaklukkan alam dan menggandakan roti.
Harapan seperti itu pulalah kiranya yang ada dalam benak Petrus ketika dia mewakili para murid yang lain mengungkapkan pengakuan imannya bahwa Yesus bagi mereka adalah Mesias. Karena itu mereka sangat terkejut saat Yesus menyatakan: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari” (ay. 31).
Pernyataan itu sulit dipahami, maka Petrus langsung bereaksi dengan menarik Yesus ke samping dan menegur-Nya. Reaksi Petrus mewakili ketidakpahaman para murid bahkan semua orang Yahudi mengenai citra Mesias yang diwahyukan oleh Yesus. Dengan sangat tegas Yesus memarahi Petrus, "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Dapat dibayangkan betapa terkejutnya para murid menyaksikan kemarahan Yesus. Gambaran Mesias yang penuh kuasa, kekuatan, kemuliaan duniawi, kudus dan menjadi utusan Allah seperti yang selama ini mereka idolakan ternyata disebut sebagai "pemikiran manusia". Bahkan Yesus menegur Petrus dan menyebutnya Iblis. Yesus tidak menolak sebutan Mesias bagi diri-Nya. Namun ada satu aspek dari Mesianitas Yesus yang tidak mudah dimengerti karena mengandung sejumlah ironi. Ironi tersebut adalah citra Mesias yang menderita, ditolak dan dibunuh oleh para tokoh agama. Bagaimana mungkin Sang Mesias yang menjadi utusan Allah ditolak oleh tokoh-tokoh agama?
04. Dalam Perjanjian Lama gelar “Anak Manusia” (Ibrani : "BEN ADAM" atau dalam bahasa Aram "BAR NASHA") dapat diartikan seorang manusia (lih. Ayb 25:6, Bil 23:19; Mzm 8:4; Sir 17:30), dengan segala keterbatasannya. Istilah itu juga dipakai untuk sebutan seorang nabi, seperti Yehezkiel, nabi yang mengalami banyak penderitaan dan kesulitan di masa pembuangan (lih. Yeh 2:1.3; 4:9; 5:1 dst). Mirip dengan gambaran akan Hamba Yahwe dalam kitab nabi Yesaya. Hamba Yahwe adalah gambaran seorang tokoh penuh iman yang harus menderita sengsara untuk keselamatan orang lain meskipun dia tidak melakukan kesalahan apapun bahkan mati dibunuh. Dia dapat bertahan dalam penderitaan karena percaya bahwa Tuhan Allah adalah kekuatannya. Dan karena kesalehan dan kesetiaannya itu ia tidak ditinggikan oleh Allah (Yes 50:5-9a, bacaan pertama).
Namun mengacu pada penglihatan Nabi Daniel, istilah “Anak Manusia” juga dipakai untuk seorang tokoh eskatologis yang meraja dalam kemuliaan untuk selama-lamanya, “Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.” (Dan 7:13-14). Kedua makna “anak manusia” itu disatukan dalam Diri Yesus. Dalam Dia kesusahan, penderitaan dan kematian menyatu dengan kekuasaan dan kemuliaan.
05. Mengikuti berarti berjalan di belakang yang diikuti. Jalan yang ditempuh oleh yang diikuti dan cara yang dipilih untuk menempuh jalan itu menjadi jalan dan cara yang harus dipilih oleh pengikutnya juga. Yesus tidak hanya menubuatkan penderitaan-Nya sendiri tetapi juga salib yang harus ditanggung oleh para pengikut-Nya. Bahkan dengan tegas Yesus menetapkan prasyarat untuk menjadi pengikut-Nya, “Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (ay. 34). Pertanyaan Yesus “Siapakah Aku menurut kamu?” tidak membutuhkan jawaban verbal tetapi jawaban nyata dalam tindakan seperti yang ditegaskan oleh Santo Yakobus dalam suratnya yang dibacakan hari ini bahwa iman tanpa disertai perbuatan pada hakekatnya mati.
06. Menyangkal diri dan memikul salib berarti hidup bebas lepas dengan melepaskan beban hidup yang membuat langkah hidup ini menjadi berat dan menjalani hari demi hari dengan keikhlasan. Beban itu bisa berupa kenangan yang menyakitkan atau kegagalan. Membersihkan pikiran, melepaskan kekawatiran dan prasangka buruk, ikhlas menerima kenangan pahit dan tidak menyimpannya tetapi membiarkan hal-hal itu berlalu akan menjadikan kita memiliki banyak ruang dan waktu untuk mengalami kebahagiaan.
07. Menyangkal diri maksudnya melawan kecenderungan diri yang mengarah kepada dosa, yang membawa kita kepada kebinasaan. Melatih tersenyum ramah yang berasal dari ketulusan hati dengan berusaha mengubah apa yang kita rasakan di dalam hati, memandang hidup dengan positif, melihat sisi baik dari setiap pribadi yang dijumpai atau peristiwa yang dialami, berusaha untuk melakukan dan menjadi yang terbaik adalah bentuk-bentuk konkret menyangkal diri. Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya membiarkan diri kita merasa bahagia dan percaya pada diri sendiri, bahwa kita dapat memiliki kehidupan yang berharga.
Belajar menerima kenyataan dengan tenang, belajar menghadapi krisis dengan ikhlas dan lebih memilih bekerja keras daripada mengeluh merupakan bentuk-bentuk konkret memanggul salib. Mengeluh dan menyerah adalah halangan yang akan mencegah datangnya keberhasilan dan kebahagiaan. Menerima kegagalan dengan tenang adalah cara cerdas mengelola pengalaman negatif. Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan, hanya kerja keras yang bisa membawa kembali harapan. Meskipun tidak semua mimpi dapat menjadi kenyataan, namun impian indah dapat membawa keindahan pada hidup kita. Dengan pemahaman ini menyangkal diri dan memanggul salib merupakan sebuah keharusan dan jalan satu-satunya menuju kebahagiaan.
Pada kesempatan lain Yesus mengingatkan, "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Luk 9:62). Sabda ini mengingatkan kita untuk mengambil tindakan dengan cepat dan sigap, tanpa ragu-ragu. Setelah mengambil keputusan, jangan ragu untuk melaksanakannya. Melangkah maju, mengarahkan pandangan ke masa depan dan jangan menoleh ke belakang. Kesempatan muncul sekejab dan hanya kecepatan dan ketegasan yang dapat menangkapnya. Bila merasa yakin bahwa tindakan kita baik, bertindaklah secepat bisa melakukannya, jika Anda melihat peluang yang baik, tangkaplah. Keraguan akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup.
Berkah Dalem.
B.
“Ad maiorem natus sum - Aku dilahirkan untuk hal-hal yang lebih luhur".
Inilah panggilan dasar yang saya ingat ketika pernah diminta memimpin acara rohani di Group 2 - Kandang Menjangan Kopassus Kartasura.
Sebenarnya, kitapun juga dipanggil sebagai "kopassus", yakni "komando pasukannya Yesus" dengan "three costs of discipleship", 3 tuntutan kemuridan yang dikemukakan Yesus, yakni "sangkuli": antara lain:
1."SANG"kal diri:
Ia mengajak kita untuk mengosongkan diri, lepas dari keterikatan pada harta dan gegap gempita/cinta dunia. Ia memberi teladan pengosongan diri (kenosis), yang “menganggap diri sendiri tak ada”, membiarkan diri “terlupakan" demi Tuhan, tidak lagi egois-narsis dan autis tapi hidup berpola “kristus-sentris”. Dengan kata lain: Yesus mengajak kita menomorsatukan kehendak Allah dimana hal-hal sorgawi jauh lebih penting daripada hal-hal duniawi. Kita akan memperoleh "hidup kekal" karena kita tidak begitu mengindahkan dunia ini dan kita bersedia mengorbankannya semata-mata demi Tuhan. (Mat 16:24-25; Mrk 8:34-35).
2.pi"KUL" salib:
Kita diajak untuk siap menghadapi semua resiko/kemungkinan, seperti dialami Yesus karena kesetiaan iman kepada Allah. Memikul salib juga merupakan salah satu cara kita untuk "mengenakan Kristus" secara real setiap hari yang bisa diartikan bahwa perjuangan iman ini butuh konsistensi untuk mematikan “HEM - Hedonisme-Egoisme dan Materialisme”.
3."I"kuti Tuhan:
Petrus yang tadinya dipuji Yesus kini disebut sebagai iblis, "vade retro satana - enyahlah iblis!" Hal ini terjadi karena ia menjadi batu sandungan bagiNya karena hanya mengikuti kemauan sendiri dan bukan kemauanNya Tuhan.Indahnya, kata “mengikut Aku” dalam bahasa Yunani, ”apisw”, artinya: “di belakang”, "menjadi murid/pengikut/pergi bersamanya."
Nah, bukankah kalau kita berani mengikuti Tuhan kita juga harus berani "ada di belakangNya", ikut dalam sengsara dan wafatNya supaya layak juga untuk bangkit bersamaNya? Inilah jalan iman bahwa penderitaan mendahului kemuliaan, kasih Allah yang mulia mewujud melalui salib yang hina.Yesus sendiri berbicara tentang kematian-Nya sebagai suatu kemuliaan abadi dan bukan sebagai tragedi.
“Ikan louhan di Kramat Jati – Jadilah murid Tuhan sepenuh hati."
C.
Kutipan Teks Misa.
Hendaklah lidahmu hanya mengatakan apa yang benar, hingga kamu menjauhi dosa dan tidak tergelincir dalam cakap hampa. (St. Ambrosius)
Antifon Pembuka (Kej 9:9.11.13)
Aku mengadakan perjanjian dengan kalian dan keturunamu. Sejak kini segala yang hidup takkan dilenyapkan air bah, dan takkan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi. Busur-Ku akan Kutempatkan di awan sebagai tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahabaik, berilah kiranya kami sabda-Mu dan sesuaikanlah kami dengan Putra-Mu. Semoga kedamaian di dunia ini menjadi tanda kesanggupan-Mu kepada kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Setelah peristiwa air bah, Allah membarui perjanjian-Nya dengan Nuh. Alah menegaskan kembali bahwa peristiwa air bah tak akan terulang lagi. Perjanjian tersebut ditandai dengan busur yang ditempatkan di awan.
Bacaan dari Kitab Kejadian (9:1-13)
"Pelangi-Ku akan Kutempatkan di awan sebagai tanda perjanjian antara Aku dan bumi."
Sesudah air bah, Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta bersabda kepada mereka, "Beranakcucu dan bertambahbanyaklah, serta penuhilah bumi. Kalian akan ditakuti oleh segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut. Ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan. Segala yang bergerak dan hidup akan menjadi makananmu. Aku memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kalian makan. Tetapi mengenai darahmu, yakni nyawamu, Aku akan menuntut balasnya. Dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Siapa yang menumpahkan darah, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia menurut gambar-Nya sendiri. Tetapi kalian, beranakcucu dan bertambahbanyaklah, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambahbanyaklah di atasnya". Bersabdalah Allah kepada Nuh dan anak-anaknya, "Camkanlah, Aku mengadakan perjanjian dengan kalian dan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang ada besertamu; yakni burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi, segala yang keluar dari bahteramu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kalian, bahwa sejak kini segala yang hidup takkan dilenyapkan oleh air bah lagi dan takkan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi". Allah bersabda pula, "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kalian serta segala makhluk hidup yang ada sertamu, turun-temurun untuk selama-lamanya: Busur-Ku akan Kutempatkan di awan sebagai tanda perjanjian anta Aku dan bumi".
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan memandang dari surga ke bumi.
Ayat. (Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23; R: 20b)
1. Bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu, supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.
Petrus dan para murid mengakui Yesus sebagai Mesias. Namun, bukan mesias seperti yang dipikirkan manusia, tetapi seperti yang dipikirkan Allah. Mesias yang diakui karena sungguh mengenal secara pribadi dan diamini sebagai bentuk pelaksanaan kehendak Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (8:27-33)
"Engkaulah Kristus.... Anak Manusia harus menderita banyak."
Pada suatu hari Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, "Kata orang, siapakah Aku ini?" Para murid menjawab, "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi". Yesus bertanya lagi kepada mereka, "Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini" Maka Petrus menjawab, "Engkaulah Mesias!" Dan Yesus melarang mereka dengan keras, supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan. Ia akan ditolak oleh para tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh, dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur-Nya. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, katanya, "Enyahlah Iblis! Sebab Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia".
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Dalam doa Bapa Kami, kita mendoakan, "Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga." Namun , yang sering terjadi atau kita harapkan adalah, "Jadilah kehendakku". Memang membahagiakan kalau dalam hidup ini apa yang kita harapkan bisa terjadi. Hanya saja, tidak semua yang kita inginkan itu baik untuk kita. Tuhanlah yang paling tahu apa yang paling baik untuk kita. Oleh karena itu, kita mesti selalu "memikirkan apa yang dipikirkan Allah". Bukankah hal ini yang diajarkan Yesus hari ini?
Antifon Komuni (Mrk 8:31)
Putra Manusia harus menanggung banyak penderitaan, ditolak para tua-tua, imam kepala, dan ahli Taurat, lalu dibunuh, tetapi bangkit sesudah tiga hari.
Doa Malam
Tuhan, Engkau sungguh mencintai manusia dengan mengorbankan hidup-Mu sendiri. Berilah rahmat yang kubutuhkan agar aku dapat melakukan korban-korban kecil dalam hidup demi silih atas dosaku. Amin.

Maria Magdalena

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Inilah pelajaran-pelajaran besar yang bisa kita pelajari dari kehidupan Maria Magdalena. Temukan bagaimana Yesus mengubah hidupnya, dari wanita yang kerasukan setan menjadi salah satu pengikut Tuhan yang paling bersemangat!
Ada banyak orang yang namanya Maria dalam Alkitab. Bahkan, nama Maria disebutkan lebih dari 50 kali dalam Alkitab. Di sisi lain, bentuk Ibrani Maria, yaitu Miriam, disebutkan dalam Perjanjian Lama sekitar 15 kali.
Dengan demikian, tidak sulit untuk melihat bahwa perbedaan harus dibuat untuk mengidentifikasi subjek diskusi kita kali ini.
Saya ingin kita memfokuskan pikiran kita pada tokoh Alkitab yang menarik yang dikenal sebagai Maria Magdalena. Mari kita lihat kehidupannya dan pelajari pelajaran penting yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
*Siapakah Maria Magdalena?*
Maria Magdalena, atau lebih dikenal sebagai Maria Magdalena atau Migadan, adalah di antara banyak wanita yang melayani Yahshua / Yesus Kristus selama pelayanan-Nya.
Dia berasal dari Magdala (dengan demikian namanya), yang merupakan sebuah kota di pantai barat Danau Tiberias.
Dalam Alkitab, Magdala hanya disebutkan satu kali. Matius 15:39 menyatakan:
"Dan dia mengirim orang banyak, dan mengambil kapal, dan datang ke pantai Magdala."
Namun, dalam terjemahan Alkitab lainnya, Magdala di sini diterjemahkan sebagai Migadan.
Magdala berarti "menara."
Saat ini, orang masih dapat melihat sisa-sisa kota ini setelah penggalian dilakukan pada awal 1970-an.
Yesus Kristus mengusir tujuh setan dari Maria Magdalena. Karena rasa terima kasihnya yang besar, dia menjadi pengikut Yesus Kristus.
Maria Magdalena telah disebutkan dalam Perjanjian Baru beberapa kali.
Karena alasan ini, sudah sepantasnya bagi kita untuk mencari tulisan suci dan belajar pelajaran yang penuh "hik", harapan iman dan kasih dari kehidupan Maria Magdalena.
Pelajaran 1:
Jangan pernah mencoba-coba roh jahat.
Di zaman dan zaman modern kita, banyak yang disebut para ahli, psikolog, dan dokter akan menolak anggapan bahwa orang dapat dirasuki oleh setan. Mereka berpikir itu hanya cara primitif untuk menjelaskan penyakit mental.
Di ujung lain spektrum, ada banyak orang saat ini yang menggoda dunia roh untuk mendapatkan "pencerahan" dan kekuatan khusus.
Kita membaca dalam Alkitab bahwa Maria Magdalena telah dirasuki oleh setidaknya tujuh setan.
Beberapa komentar mengira bahwa itu bisa saja lebih sejak istilah "tujuh" dapat menjadi ungkapan untuk menggambarkan totalitas.
Kita membaca:
“Ketika Yesus bangun pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, ia pertama-tama menampakkan diri kepada Maria Magdalena, yang dari padanya Ia telah membuang tujuh setan” (Markus 16: 9, bandingkan dengan Lukas 3: 2).
Apa pun masalahnya, Alkitab menyatakan bahwa setan itu sangat nyata.
Mereka bukan isapan jempol dari imajinasi kreatif dan kita harus berjaga-jaga terhadap antek Setan ini.
Syukurlah, Alkitab memberi tahu kita bahwa setan tidak berdaya selama kita dekat dengan Allah.
Yakobus 4: 7 memberi tahu kita:
“Karena itu tunduklah kepada Tuhan.
Tolaklah setan, dan dia akan lari darimu. "
Namun, jika Anda memilih untuk bermain dengan dunia roh jahat, Anda melangkah ke wilayah berbahaya. Ini dapat menempatkan Anda tidak hanya dalam bahaya rohani, tetapi juga kerentanan fisik.
Setan tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kita kecuali kita membiarkannya dengan provokasi.
Kita dapat mengundang mereka untuk mengambil alih pikiran dan tubuh kita dengan terlibat dalam ilmu gaib, sihir, astrologi, dan sihir, untuk beberapa nama.
Apa pun yang memberi iblis pijakan dalam kehidupan kita pasti akan membawa kita lebih dekat dengan pengaruh mereka dan jauh dari Allah.
Maria Magdalena dirasuki setan dan dia tidak akan disembuhkan jika dia tidak bertemu Juruselamat kita.
Dengan cara yang sama, kita hanya bisa dibebaskan dari setan ketika kita semakin dekat dalam hubungan kita dengan Tuhan dan Kristus.
Untuk memerangi musuh kita, iblis dan Setan, sudah sepantasnya kita belajar lebih banyak tentang mereka.
Semakin banyak kita tahu, semakin banyak informasi yang kita miliki untuk berurusan dengan perangkat jahat mereka.
Pelajaran no. 2:
Kita harus mengikuti Kristus sampai mati.
Mengikut Yesus ketika segala sesuatunya berjalan menurut jalanmu itu mudah, tetapi mengikuti Kristus bahkan sampai mati jauh lebih sulit.
Mayoritas orang Kristen yang memproklamirkan diri tidak akan mau menempuh jalan ini.
Kebanyakan hanya akan menyukai perasaan senang-senang dan kabur yang mereka dapatkan dari menjadi religius.
Ketika Yesus disalibkan, semua murid-Nya kecuali satu, meninggalkan Dia.
Ketika Kristus sangat membutuhkan mereka, itu adalah saat yang sama ketika mereka pergi dan menyelamatkan kulit mereka sendiri.
Namun, ini tidak terjadi dengan Maria Magdalene dan wanita lain.
Kita membaca:
Ada banyak wanita di sana, memandang dari kejauhan, yang mengikuti Yesus dari Galilea dan membantunya.
Di antara mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan istri Zebedeus (Matius 27: 55-56).
“Berdiri di dekat salib Yesus adalah ibunya, saudara perempuan ibunya, Maria, istri Klopas, dan Maria Magdalena” (Yohanes 19:25).
Dibutuhkan keberanian untuk mengikuti Kristus.
Para wanita ini tahu persis bahwa mereka mempertaruhkan hidup mereka untuk tetap dekat dengan Yesus.
Ketika para pria kehilangan keberanian mereka, para wanita ini menunjukkan kasih sayang saleh mereka kepada Kristus bahkan jika itu berarti membahayakan nyawa mereka.
Tentu saja, mengikuti Kristus tidak selalu merupakan masalah hidup dan mati.
Tetapi sebagai orang Kristen, kita harus mau menunjukkan kesediaan kita untuk mengikuti Kristus bahkan dalam hal-hal kecil.
Karena jika kita tidak bisa menangani itu, bagaimana bisa Tuhan mempercayai kita dengan hal-hal besar?
Pelajaran no. 3:
Semakin kita menginginkan Kristus, semakin kita akan melihat Dia.
Maria Magdalena adalah salah satu pengikut Kristus yang berani yang terjebak bersama-Nya melalui tebal dan tipis.
Tidak ada keraguan; Maria Magdalena menunjukkan keinginan besar untuk selalu bersama Kristus, baik dalam hidup maupun mati.
Ketika kita memiliki keinginan untuk bersama Kristus, itu akan menuntun kita kepada-Nya. Semakin kuat keinginan kita, semakin kita semakin dekat dengan-Nya.
Sama seperti Maria Magdalena, karena hasratnya yang kuat dan tak terhentikan untuk bersama Kristus, ia diberi hak istimewa yang besar untuk PERTAMA melihat Kristus yang bangkit.
Kita membaca:
Setelah Yesus bangkit dari kematian pada hari Minggu pagi, ia pertama-tama menampakkan diri kepada Maria Magdalena, yang darinya ia mengusir tujuh setan (Markus 16: 9).
Maria Magdalena bahkan berpegang teguh pada Yesus.
Keinginannya yang besar untuk bersama Juruselamatnya bukan hanya kondisi mental.
Tindakannya menunjukkan apa artinya sebenarnya menginginkan kehadiran Kristus.
Jadi, seberapa besar keinginan Anda untuk bersama Tuhan?
Apakah keinginan itu cukup kuat bagi Anda untuk meninggalkan dosa?
Apakah keinginan itu akan membawa Anda lebih dekat kepada Tuhan?
Yang terpenting, hal-hal apa yang ingin Anda berikan untuk memenuhi keinginan untuk bersama Kristus?
Ini adalah pertanyaan sulit yang harus kita jawab dengan jujur.
Jika kita ingin bersama Kristus, kita harus seperti Maria Magdalena yang telah mengabdikan sisa hidupnya untuk melayani Tuhan dan umat-Nya.
Pelajaran no. 4:
Kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan.
Setelah kematian Kristus, para pengikut-Nya berpikir bahwa semuanya sudah berakhir - bahwa semua harapan hilang dan tidak ada yang dinanti-nantikan.
Faktanya, sebagian besar pengikut Kristus kembali ke kehidupan lama mereka.
Namun, Kristus memiliki rencana yang lebih besar untuk semua orang termasuk kita, orang Kristen dewasa ini.
Ketika Kristus pertama kali menampakkan diri kepada Maria Magdalena, Dia memberinya misi segera untuk dipenuhi.
Kita membaca:
Yesus berkata kepadanya, “Maria!” Ia menoleh ke arahnya dan berkata dalam bahasa Ibrani, “Rabboni!” (Ini berarti “Guru.”).
“Jangan berpegang teguh kepadaku,” kata Yesus kepadanya, “karena aku belum kembali kepada Bapa. Tetapi pergilah kepada saudara-saudaraku dan beri tahu mereka bahwa aku akan kembali kepadanya yang adalah Bapa dan Ayah mereka, Allahku dan Allah mereka. ”
Maka Maria Magdalena pergi dan memberi tahu para murid bahwa dia telah melihat Tuhan dan menceritakan kepada mereka apa yang telah dikatakannya kepadanya (Yohanes 20: 16-18).
Kristus memberi Maria misi untuk memberitakan kabar luar biasa tentang kebangkitan-Nya kepada orang lain. Kebangkitan Kristus adalah bukti sempurna dari sifat ilahi-Nya dan Mesias.
Dengan cara yang sama, kita dapat memiliki kepastian penuh bahwa Kristus benar-benar bangkit dan kita dapat dengan percaya diri memberi tahu orang lain tentang fakta ini.
Pelajaran no. 5:
Tuhan tidak memainkan favoritisme.
Dalam masyarakat di mana wanita dianggap rendah, patut dicatat bahwa Kristus tidak menunjukkan dirinya terlebih dahulu kepada pria, raja, penguasa, dan bahkan orang-orang hebat dengan standar dunia.
Kristus menunjukkan diri-Nya terlebih dahulu kepada Maria Magdalena, seorang wanita.
Ini membuktikan bahwa Tuhan dan Yesus tidak menunjukkan pilih kasih. Mereka tidak menganggap pria lebih besar dari wanita atau wanita lebih besar dari pria.
Mereka sama di mata Tuhan.
Keduanya memainkan peran unik yang diberikan Tuhan dan mereka sangat diperlukan dalam memenuhi tujuan Tuhan.
Dengan menunjukkan diri-Nya kepada Maria Magdalena terlebih dahulu, ini menunjukkan bahwa jenis kelamin Anda bukan masalah selama Anda dengan sepenuh hati mencari Tuhan. Tidak peduli apakah Anda kaya atau miskin, muda atau tua, Tuhan memandang hati Anda.
Pelajaran no. 6:
Kita harus tahu suara Tuhan dan Yesus.
Yesus memperingatkan bahwa akan ada penipuan agama dan banyak yang akan diambil olehnya.
Jika kita ingin melawan penipuan, kita harus terbiasa dengan suara Allah kita atau Yesus Kristus.
Maria Magdalena menghabiskan banyak waktu bersama Yesus Kristus. Karena itu, dia mengenal Dia dengan sangat baik.
Pagi mereka menemukan makam kosong, Maria menangis karena dia pikir seseorang mencuri tubuh Kristus.
Kita membaca:
“Sekarang ketika dia mengatakan ini, dia berbalik dan melihat Yesus berdiri di sana, dan tidak tahu bahwa itu adalah Yesus.
Yesus berkata kepadanya, “Wanita, mengapa kamu menangis? Siapa yang kamu cari? "
Dia, seandainya Dia menjadi tukang kebun, berkata kepada-Nya, "Tuan, jika Engkau membawa-Nya, katakan padaku di mana Engkau meletakkan Dia, dan Aku akan membawanya pergi."
Yesus berkata kepadanya, "Maria!"
Dia berbalik dan berkata kepada-Nya, "Rabboni!" (Artinya, Guru). "(Yohanes 20: 14-16).
Pada awalnya, Maria tidak mengenali Kristus. Tetapi ketika Kristus akhirnya menyatakan diri-Nya kepada Maria, dia segera tahu bahwa itu adalah Tuannya, Yahshua / Yesus.
Kita perlu menyadari bahwa Tuhanlah yang pertama kali menjangkau kita. Kecuali Dia memanggil kita, kita akan selalu terhilang.
Dan ketika Dia akhirnya memanggil kita ke dalam lipatan-Nya, kita harus terbiasa dengan suara-Nya.
Seperti yang disebutkan dalam Yohanes 10: 27-28:
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Dan Aku memberi mereka hidup yang kekal, dan mereka tidak akan binasa; tidak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku. "
Pelajaran no. 7:
Peliharalah Hari Sabat.
Perlu dicatat bahwa Maria Magdalena, sama seperti Kristus dan para pengikut-Nya, memelihara Sabat.
Kita membaca:
“Dan para wanita juga, yang datang bersamanya dari Galilea, mengikuti setelah itu, dan melihat kubur itu, dan bagaimana tubuhnya diletakkan.
Dan mereka kembali, dan menyiapkan rempah-rempah dan salep; dan beristirahat pada hari Sabat sesuai dengan perintah ”(Lukas 23: 55-56).
Tidak peduli sesibuk apa pun mereka, mereka tetap merayakan hari Sabat.
Meskipun mereka memiliki alasan sempurna untuk pergi ke kubur dan mengurapi mayat Kristus, mereka tetap menghormati hari Sabat dan beristirahat pada hari itu.
Apakah mereka memelihara Sabat karena mereka adalah orang Yahudi?
Tentu saja tidak!
Mereka memelihara Sabat karena itu adalah PERINTAH Allah.
Belakangan, kita melihat bukan hanya orang-orang Yahudi tetapi juga orang-orang bukan Yahudi yang memelihara Sabat (Kis. 13: 42-44)!
Sabat bukanlah hari untuk mencegah kita melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan, tetapi itu adalah berkah yang memungkinkan kita untuk beristirahat tanpa perasaan bersalah bahwa kita sedang malas atau tidak produktif.
Padahal, yang terjadi justru sebaliknya.
Sabat membantu kita fokus pada Tuhan dan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita kasihi.
Pelajaran no. 8:
Jangan pernah berhenti melayani Tuhan.
Saya percaya bahwa Maria Magdalena adalah salah satu contoh terbaik tentang bagaimana kita harus melayani Allah kita.
Setelah Kristus mengusir setan dari Maria, dia memutuskan untuk mengikuti Dia.
Dalam perjalanannya bersama Yesus, dia melayani dengan berbagai cara yang dia tahu caranya. Dia tidak hanya melayani Kristus, tetapi juga para pengikut-Nya.
Dia tidak takut untuk mengambil tugas-tugas kasar. Dia senang melakukan bagiannya dalam memajukan firman Tuhan.
Maria Magdalena adalah KONSISTEN dalam memiliki sikap melayani.
Dia melayani Kristus selama pelayanan-Nya di bumi ini.
Dia hadir ketika orang-orang menganiaya Kristus.
Dia ada di sana ketika Kristus dipakukan di kayu salib.
Dia ada di sana ketika tubuh Kristus dimasukkan ke dalam kubur.
Dia sibuk mempersiapkan rempah-rempah untuk mengurapi tubuh Kristus.
Sebagai hasilnya, ia telah melihat Kristus yang dimuliakan dan dibangkitkan.
Sekarang, tidak berhenti di situ.
Setelah menyaksikan bukti Kristus yang tak terbantahkan tentang sifat ilahi-Nya, dia terus melayani Dia dan juga saudara-saudara, melakukan segala daya untuk melayani.
Dengan cara yang sama, kita harus selalu siap sedia, siap untuk melayani.
Kita harus mau mengambil setiap kesempatan untuk melakukan kehendak Tuhan.
Pelajaran no. 9:
Kristus melihat nilai dalam diri setiap orang.
Jika Anda hidup pada zaman Kristus dan Anda melihat Maria Magdalena memiliki tujuh setan, apa yang Anda pikirkan tentang dia?
Di mata banyak orang, dia TIDAK BERHARAP. Satu iblis sudah cukup untuk menyiksa hidup Anda. Tetapi dalam kasus Maria Magdalena, ia telah dirasuki bahkan oleh TUJUH!
Orang-orang bisa menyembunyikan wajah mereka dari Maria. Mereka mungkin memandangnya dengan jijik atau kasihan. Tetapi jelas bahwa tidak ada yang dapat membantunya sampai Kristus datang.
Bagi banyak orang, Maria Magdalena adalah tujuan yang hilang. Tidak ada yang bisa menyembuhkannya.
Namun, Kristus memiliki sesuatu yang berbeda dalam pikiran.
Dia tidak membiarkan apa yang dipikirkan orang lain tentang Maria Magdalena mencegahnya menyembuhkannya.
Apa yang dilihat orang sebagai tanpa harapan, Kristus melihat sebagai putri Allah.
Kristus mengubah hidupnya, dari seorang iblis menjadi seorang wanita yang kontribusinya bagi pelayanannya tidak terukur.
Dalam kehidupan Maria Magdalena, kita telah melihat kuasa Allah untuk menggunakan bahkan situasi yang paling tanpa harapan untuk kemuliaan-Nya dan mengambil keuntungan dari itu untuk pemenuhan kehendak-Nya di bumi ini.
Pelajaran no. 10:
Mencari penyembuhan Tuhan.
Kematian Yesus tidak hanya membuat keselamatan tersedia untuk seluruh dunia, tetapi juga memungkinkan bagian yang sangat penting dari kehidupan Kristen kita: penyembuhan ilahi Tuhan.
Kita membaca dalam pesan kenabian Yesaya bagaimana penderitaan dan kematian Kristus memungkinkan kita untuk disembuhkan.
Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,
Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
Hukuman bagi perdamaian kita ada pada-Nya,
Dan dengan garis-garis-Nya kita disembuhkan (Yesaya 53: 5).
Salah satu alasan mengapa kita sakit dan lemah adalah ketidakmampuan untuk membedakan tubuh Tuhan.
Kita lupa bahwa pengorbanan Kristus memungkinkan kita untuk datang dengan berani kepada Tuhan dan meminta kesembuhan.
Inilah tepatnya yang terjadi pada gereja Korintus:
Karena dia yang makan dan minum dengan cara yang tidak layak makan dan minum penghakiman untuk dirinya sendiri, tidak membedakan tubuh Tuhan. Karena alasan ini banyak yang lemah dan sakit di antara kamu, dan banyak tidur (II Korintus 29:30).
Maria Magdalena mengalami kuasa penyembuhan Allah melalui Yesus Kristus.
Itu menggambarkan jenis penyembuhan yang juga dapat kita nikmati ketika Kristus akhirnya akan disalibkan dan dibangkitkan.
Jadi, ketika kita sakit, kita harus mencari kesembuhan dari Tuhan.
Dia adalah sumber kesehatan yang baik.
Dia lebih dari bersedia untuk menyembuhkan kita dari kelemahan kita selama itu adalah bagian dari kehendak-Nya.
Pelajaran no. 11:
Tuhan dapat membersihkan kita dari dosa-dosa kita.
Tidak peduli dosa apa yang telah Anda lakukan sebelumnya, Anda selalu dapat pergi kepada Allah dan meminta pengampunan.
Tidak ada dosa yang cukup besar sehingga Tuhan tidak bisa mengampuni.
Selama kita sungguh-sungguh bertobat dari mereka, kita pasti bisa mendapatkan belas kasihan di hadapan takhta kasih karunia Allah.
Maria Magdalena bisa saja melakukan banyak dosa sebelumnya, baik besar maupun kecil. Hidup terpisah dari Allah membuatnya rentan terhadap pengaruh iblis yang mengerikan.
Namun, begitu dia bertemu Kristus, hidupnya berubah secara dramatis menjadi lebih baik. Setelah menerima kesembuhan dari Tuhan, ia memiliki dua pilihan: untuk kembali ke kehidupan lamanya atau menjalani kehidupan baru yang didedikasikan untuk Tuhan.
Sungguh menghibur mengetahui bahwa pengorbanan Kristus memungkinkan dosa-dosa kita diampuni.
Dia mencurahkan darahnya untuk membasuh kita dari dosa-dosa kita.
Kita membaca:
“Tetapi jika kita berjalan di dalam terang seperti Dia di dalam terang, kita memiliki persekutuan satu sama lain, dan darah Yesus Kristus Putra-Nya membersihkan kita dari semua dosa ... Jika kita mengakui dosa-dosa kita, Dia setia dan adil untuk mengampuni kita dosa-dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan ”(I Yohanes 1: 7-9).
Pelajaran no. 12:
Tuhan mengubah kesedihan kita menjadi sukacita.
Hidup terkadang sangat sepi. Hidup bisa menimbulkan banyak masalah yang bisa membuat kita berlutut.
Namun, ketika hidup membuat Anda terpukul, ke mana Anda berpaling?
Apakah Anda beralih ke hiburan duniawi?
Apakah Anda beralih ke minum berlebihan?
Apakah Anda mengunci diri di kamar sepanjang hari?
Atau apakah Anda beralih kepada Tuhan, sumber penghiburan dan sukacita?
Maria Magdalena adalah salah satu pengikut Yesus yang paling bersemangat.
Dia sangat mencintai Kristus sehingga dia tidak takut mati hanya untuk tetap dekat dengan-Nya.
Namun, melihat Yesus yang sangat menderita dalam jarak sedekat itu dapat menghancurkan hati siapa pun.
Melihat Kristus mandi dalam darah-Nya sendiri, dipenuhi dengan begitu banyak luka dan luka, sudah cukup bagi Maria untuk dipenuhi dengan kesedihan dan kesedihan.
Ketika Maria Magdalena menemukan bahwa makam itu kosong dan seseorang bisa saja mencuri mayat Kristus, kesedihan dan kesedihannya segera membuat lebih buruk.
Bagi Maria, tidak dapat dibayangkan untuk berpikir bahwa seseorang bahkan dapat berpikir untuk mencuri tubuh Kristus.
Apakah tidak cukup bagi mereka untuk membunuh Kristus secara sadis sehingga mereka bahkan harus menodai mayat-Nya?
Kita bisa membaca reaksi Maria ketika ia tahu bahwa tubuh Kristus hilang:
“Tetapi Maria berdiri di luar dekat kubur sambil menangis, dan ketika dia menangis dia membungkuk dan melihat ke dalam kubur itu” (Yohanes 20:11).
Jika Anda melihat kata Yunani menangis dari ayat ini, itu berarti "meratap dengan keras"
Jadi, kita melihat manifestasi luar dari kesedihan dan kesedihan yang luar biasa dari Maria Magdalena.
Anda dapat membayangkan gelombang luapan emosi dari kesedihan dan ketidakbahagiaan dari pengikut Kristus ini.
Ketika para murid pergi, dia masih berada di dekat makam untuk meratapi tubuh Kristus yang hilang.
Betapa dedikasi luar biasa yang dimiliki Maria Magdalena bagi Kristus.
Perlu juga dicatat bahwa kesedihan kita juga dapat menuntun kita menuju ketidakberdayaan atau keraguan.
Maria, yang menghabiskan persahabatan erat dengan Kristus, seharusnya tahu bahwa Yesus meramalkan bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga. Maria seharusnya mengingat kata-kata itu, tetapi hatinya dipenuhi dengan kesedihan yang luar biasa bahwa ia kehilangan pandangan akan janji kebangkitan Yesus.
Syukurlah, Yesus menampakkan diri kepadanya.
Kesedihan yang tak terlukiskan dari Maria Magdalena tiba-tiba berubah menjadi ledakan kelegaan, kegembiraan, dan kegembiraan yang penuh sukacita.
Ketika Yesus memanggil nama Maria, dia tahu bahwa itu adalah Tuannya.
Tidak perlu melihat, Maria segera mengenali suara yang biasa didengarnya.
Seperti yang Anda lihat, tidak ada sukacita yang lebih besar daripada berada di hadirat Allah dan Putra-Nya, Yesus Kristus.
Jadi, jika pernah Anda sedih, kesepian, dan tertekan, ingatlah bahwa Anda tidak pernah sendirian.
Alih-alih lari dari Tuhan, Anda harus lari ke arah-Nya. Dari sana, Anda akan menemukan kenyamanan batin, kegembiraan, dan kedamaian.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
Pesta St. Maria Magdalena:
“Socius - Sahabat .”
Itulah salah satu julukan saya pada Maria Magdalena. Tercandra, dialah murid perempuan yang paling terkenal, yang tercatat-ketat dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Namanya disebut belasan kali dalam ke-4 Injil, kebanyakan pada waktu penyaliban dan kebangkitan Yesus.
Seperti yang saya tulis dalam buku "HERSTORY" (RJK, Kanisius), peran pentingnya adalah sebagai orang pertama yang bertemu dan mewartakan tentang Yesus yang bangkit: Ia melihat makam terbuka (Yoh 20:2); bertemu malaikat (Mat 28:1; Mark 16:1; Luk 24:10), bahkan bertemu juga dengan Yesus (Mat 28:1; Mark 16:9; Yoh 20:8).
Mengacu pada beberapa naskah injil apokrif, Henri-Dominique de Lacordaire dlm “Sainte Marie Madeleine 1860”, menegaskan: “Magdalena tak setinggi Petrus dalam hirarki tapi lebih dekat kepada Yesus melalui hatinya".
Nah, kalau mengacu pada injil kanonik (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes), beberapa sketsa tentang Maria Magdalena, antara lain:
- Wanita pendosa yang membasuh kaki Yesus dengan air mata, mengeringkan dengan rambut dan mengurapi dengan minyak wangi (Lukas 7:36-50).
- Wanita yang mengurapi kepala Yesus (Mark 14:3-9; Mat 26:6-13)
- Maria dari Magdalane yang dibebaskan dari 7 roh jahat (Lukas 8:2)
Adapun 3 sikap dasarnya sebagai sahabat Tuhan, antara lain:
1.Sabar:
“Dia adalah seorang perempuan yang menemukan hidup baru dalam Kristus”, itulah kata Paus Gregorius tentang Magdalena. Ia adalah perempuan berdosa tapi ia dengan sabar memohon pengampunan dan persahabatan dengan Kristus. Ia banyak hadir di dekat Yesus: saksi karya Yesus, sengsara-wafat-pemakaman dan kebangkitan Yesus.
Jelasnya, ia adalah seorang figur beriman yang dengan sabar dan setia berdiri di bawah kaki salib. Ia adalah teladan bagi kita untuk selalu bersabar dan berjuang mengejar kekudusan.
2. Tegar:
Patutlah kita merenungkan sikap Maria yg tegar sekaligus cinta kasihnya yang sangat besar kepada Kristus; karnu meskipun para murid telah pergi meninggalkan makam, ia tetap tinggal. Ia tetap tegar dan mencari Dia yang tidak ia jumpai. Ia juga menangis karena terbakar oleh rasa kasih yang hebat kepada Tuhannya.
Dan demikianlah terjadi bahwa ketegaran kasih perempuan yang setia mencari Tuhan menjadikan dia adalah orang yang pertama melihat Yesus yang bangkit: “orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”
3. Berkobar:
Pengalaman akan Yesus yang bangkit, membuat Maria Magdalena menjadi ikut bangkit kembali. Dengan semangat berkobar, ia bersaksi di hadapan para murid, "Aku telah melihat Tuhan!"
Hal yang sama terjadi dalam diri Petrus. Kebangkitan Yesus membuatnya berkobar dalam memberi kesaksian bahwa Yesus adalah Tuhan (penguasa, pemilik, pengatur) dan Kristus (Dia yg diurapi untuk menebus dan menyelamatkan manusia).
“Cari semangka di Istana - Kita bersuka punya Maria Magdalena”.
1.
"Iluminata et Illuminatrix – Cerah dan Mencerahkan."
Inilah sebutan Uskup Agung Genoa, Mgr Jacobus de Voragine dalam buku "Golden Legend" terhadap Maria Magdalena yang kita kenangkan hari ini. Dialah murid perempuan paling terkenal dalam KSPB, namanya disebut 12x dlm injil.
Dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani, nama "Maria Magdalena" memang beberapa kali ditulis dalam injil:
- Μαρία ἡ Μαγδαληνή (Maria hē Magdalēnē) di Matius 27:56; Markus 15:40; Markus 15:47; Markus 16:1; Yohanes 19:25; Yohanes 20:1.
- Μαριὰμ ἡ Μαγδαληνή (Mariam hē Magdalēnē) di Matius 27:61; Matius 28:1; Yohanes 20:18
- Μαρία τῇ Μαγδαληνή (Maria tē Magdalēnē) di Markus 16:9
- Μαρία ἡ καλουμένη Μαγδαληνή (Mariam hē kaloumenē Magdalēnē. "Maria yang disebut Magdalena") di Lukas 8:2
- ἡ Μαγδαληνή Μαρία (hē Magdalēnē Maria, "Maria dari Magdala") di Lukas 24:10
Memang ada beberapa ahli yang menyatakan bahwa Magdalena berasal dari kata “Magdala”. Magdala sendiri terletak di pesisir Danau Galilea dekat Tiberias, merupakan sebuah kota makmur yang terkenal akan hasil perikanannya yang melimpah. Bangsa Romawi pernah menghancurkan kota ini karena kebejatan moral masyarakatnya dan karena peran sertanya dalam pemberontakan bangsa Yahudi.
Hal lain lagi yang menarik: Dalam Talmud (ikhtisar undang-undang dan ajaran Yahudi), dari kata Magdalena terbentuklah istilah khas “rambut keriting perempuan,” yang berarti seorang pezinah.
Ada juga beberapa sketsanya yang saya bedah dalam buku "HERSTORY" (RJK, Kanisius), al: sebagai wanita dengan 7 roh jahat (Luk 8), yang mengurapi kaki Yesus (Yo 12), yang membasuh kaki Yesus (Luk 7), yang juga mengurapi kepala Yesus (Mrk 14) dll. Ia diyakini bertapa 30 tahun di goa La Sainte Baume Marseilles dan mewartakan injil di Provence Prancis.
Adapun 3 permenungan singkat agar kita bisa menjadi cerah dan mencerahkan, al:
A. "Aku melihat Tuhan":
Inilah kata kata Magdalena kepada para murid yang lain. Ia telah melihat Tuhan dan terus mewartakanNya. Bukankah Magdalena sekaligus adalah "saksi" yang benar benar telah banyak melihat Tuhan? Ia melihat karya dan wartaNya, sengsara dan deritaNya, kematian dan kebangkitanNya.
Jelasnya, ia dekat-bersahabat dan melihat karya Tuhan dalam seluruh hidupnya.
B. "Rabbuni":
Inilah kata kata Magdalena kepada Yesus dalam bahasa Ibrani yang berarti: "GURU". Ia menjadi murid yang benar benar menghormati sekaligus mencintai GURUnya karena keyakinan imannya bahwa lewat Yesus-lah, ia bisa menemukan hidup baru.
Mengacu pada opini Henri Dominique (1860): "Ia tak setinggi Petrus dalam hirarki tapi lebih dekat pada Yesus melalui hatinya." Ia adalah murid yang setia berdiri di bawah salib dan datang di makam Yesus. Ketika murid lain pergi, ia tetap tinggal-mencari dan merindukan Yesus. Ia menjadi teladan bagi setiap murid Kristus yang berjuang mengejar kekudusan.
C. "Ibu mengapa menangis?:
Inilah sapaan Yesus yang tidak langsung dikenali o/Magdalena karena larut-hanyut dalam kesedihan.
Disinilah, ia mendapat pengampunan sekaligus persahabatan dengan Kristus. Kita juga diajak peka dan mempunyai pengalaman personal, bahwa Tuhan berkenan datang dan menyapa, terlebih ketika kita sedang larut dan hanyut dalam kesedihan.
"Sikat gigi di kota Asisi - Mari kita pergi dan terus bersaksi".
2.
Di lain matra, mengacu pada pelbagai injil apokrif, ada juga beberapa sketsa menarik seputar Maria Magdalena.
Beberapa diantaranya:
- Mengacu pada Injil Thomas (100-200 M), ditampilkan Petrus yang protes karena Maria Magdalena mengikuti Yesus dan karena Yesus akan menjadikan Maria Magdalena seperti murid pria yang lainnya.
- Dalam Injil Maria Magdalena (120-180 M) ditampilkan bahwa Maria Magdalena "dicintai lain daripada wanita lain". Ia juga "menerima vision"; "menerima ajaran lain daripada yang diterima murid laki-laki"; dan Petrus lagi-lagi protes.
- Mengacu pada naskah dalam “Dialog Penyelamat” (150 M), dinyatakan bahwa Maria Magdalena bersama Matius dan Thomas diajar secara khusus. Ia disebut "Saudara perempuan" oleh Yesus. Ia juga berbicara sebagai wanita yang "mengerti seutuhnya"
- Injil Filipus (180-350 M) menekankan Maria Magdalena sebagai "partner Yesus". Ia juga "lebih dikasihi daripada semua murid lain", sehingga murid-murid lain protes.
- Dalam naskah “Pistis Sophia” (250-300 M), terkesan bahwa Maria Magdalena takut berbicara karena diancam oleh Petrus.
Tercandra juga bahwa tafsiran Maria Magdalena juga dipuji Yesus.
Ternyata Maria Magdalena bukan hanya diperbincangkan dalam injil kanonik maupun non-kanonik (apokrif). Dia juga diperbincangkan secara berbeda dalam tradisi Gereja Barat dan Gereja Timur.
Mengacu pada tradisi Gereja Barat/Latin, ada beberapa penampilan figur seputar Maria Magdalena, antara lain:
- Bapa-bapa Gereja pada abad 3 dan 4 mengatakan bahwa Maria Magdalena adalah “Rasul para rasul”.
- Paus Gregorius Agung, pada abad 6 mengatakan bahwa Maria Magdalena dipestakan setiap tanggal 22 Juli. Dia merupakan gabungan tiga figur wanita: Pendosa besar (pelacur), Maria dari Betania (saudari dari Martha dan Lazarus), Maria dari Magdala (seorang wanita penzinah).
- Tradisi populer pada Abad Pertengahan (abad ke-5 sampai abad ke-15) juga menampilkan beberapa figur Maria Magdalena. Pada waktu itu, muncul sebuah legenda bahwa Maria Magdalena alias Maria Betania, Martha, Lazarus dan kawan-kawannya mendarat di Marseilles (Perancis Selatan). Mereka mewartakan injil di Provence.
Banyak tradisi populer mengatakan bahwa pada akhir hidupnya, Maria Magdalena bertapa di gua La Sainte-Baume (dekat Marseilles) selama 30 tahun sebagai ungkapan tobatnya.
- Beberapa praktek suci umat juga menambah warna-warni khazanah sosok Maria Magdalena. Sebagai contohnya, pada abad pertengahan, marak tradisi berziarah ke makam Maria Magdalena di Vézelay (Burgundy - Perancis) dan Basilika Saint-Maximin di Provence, Perancis. Para umat juga kerap berziarah ke La Sainte-Baume (goa tempat Maria Magdalena bertapa).
- Menurut Thomas Aquinas, dalam sebuah homilinya ketika memperingati pesta Maria Magdalena: Yesus dan Maria Magdalena bagaikan "Pelangi" tanda perjanjian Allah dan Nuh. Yesus adalah “Cahaya”, sedangkan Maria Magdalena adalah “Air” (air mata tobat). Atribut Maria Magdalena, yakni: Biru gelap sebagai lambang pertobatan dan kerendahan hati. Merah sebagai lambang iman serta botol minyak wangi sebagai lambang pembawa pengurapan. Atribut lain yang kerap dikenakan juga pada figur Maria Magdalena, adalah:Tengkorak, yang berarti mati terhadap dunia; Buku, sebuah kekayaan iman dan pengetahuan mistik; Memandang ke atas, mengartikan bahwa Maria Magdalena adalah seorang pribadi yang kontemplatif sekaligus visioner.
- Pada perkembangan terakhir, mengacu pada Penanggalan Liturgi 1969, dinyatakan bahwa Maria Magdalena yang dipestakan pada 22 Juli adalah satu figur wanita, yaitu Maria dari Magdala.
Sedangkan dalam Gereja Timur atau tradisi Yunani, Maria Magdalena Yunani disetarakan dengan para rasul. Ia dipestakan setiap tanggal 22 Juli, sebagai seorang kudus dan mewakili satu figur wanita, yaitu: Maria dari Magdala (yang dibebaskan dari 7 roh jahat dan merupakan saksi pertama kebangkitan). Sedangkan pesta Maria dan Marta dari Betania pada tanggal 4 Juni.
Tradisi populer lainnya yang berkembang pada abad ke-2 dan seterusnya di Gereja Timur, adalah:
• Maria Magdalena bertemu Kaisar Tiberius. Ini merupakan awal tradisi adanya telur Paska
• Maria Magdalena berkarya di Roma sampai Petrus dan Paulus wafat
• Maria Magdalena menyusul Yohanes Rasul dan Bunda Maria ke Efesus
• Maria Magdalena berkarya bersama Yohanes Rasul di Efesus.
• Maria Magdalena wafat dan dimakamkan di Efesus (kesaksian tertulis dari Barat: Gregorius Tours pada tahun 575, dan St. Willibaldus pada tahun 785)
• Jenazah Maria Magdalena dibawa ke Konstantinopel (tahun 886) dan ada kemungkinan dibawa ke Roma pada masa Perang Salib.
Mengacu pada pelbagai tradisi dan sejarah Gereja Timur, dikatakan bahwa dalam akhir hidupnya, Maria Magdalena tinggal dengan Yohanes Rasul dan Bunda Maria di Efesus. Ia juga mewartakan Injil bersama Yohanes Rasul di Efesus dan sekitarnya. Ia wafat dan dimakamkan di Efesus.
Pebagai tradisi yang lain juga mewarnai profil Maria Magdalena. Salah satu diantaranya, legenda mengenai Holy Grail. Mengacu pada Christien de Troyes, dalam Conte de Graal, (1180-1240), dikisahkan dalam legenda itu bahwa Yosef Arimatea mendarat di Glastonbury, Inggris, dengan membawa piala Perjamuan Terakhir.
Di abad-abad kemudian, San Graal (Holy Grail/Cawan, dibaca "Sang Real"/Royal Blood), dikaitkan dengan Maria Magdalena, yaitu Maria Betania, Lazarus dll mengikuti Yosef Arimatea ke Inggris. Ada lagi profil Maria Magdalena yang dikaitkan dalam sebuah spiritualitas New Age, sebuah aliran abad modern. Dalam hal ini, Maria Magdalena dipandang sebagai tokoh yang mencapai kesempurnaan kerohanian. Ia menjadi jembatan antara yang manusiawi dan ilahi, sebagai "divine ascended masters"
Lepas dari pelbagai karakter dan sketsa wajah serta profil Maria Magdalena, ia sendiri menjadi pelindung dalam banyak hal, seperti: apoteker; kota Atrani, Italia; kota Casamicciola Terme, Ischia; hidup bersamadi; orang-orang yang masuk menjadi penganut Kristus; pembuat sarung tangan; penata rambut; orang berdosa yang bertobat; orang yang dihina karena kesengsaraan; pembuat parfum; tukang obat; pelacur yang bertobat; penyamak kulit; dan yang pasti pelindung kaum perempuan.
Dan, mengacu pada Injil Maria Magdalena, terdapatlah sebuah pesan Maria Magdalena kepada para murid lain, setelah Yesus “pergi”, “Janganlah membayangkan pekerjaan Sang Guru sebagai pekerjaan besar dunia di mana kau akan menghadapi para politisi dan penguasa. Anggaplah pekerjaan-Nya sebagai pekerjaan kecil, biasa, untuk mengurusi diri sendiri. Dengan mengurusi diri kita masing-masing, kita sudah berkontribusi terhadap urusan dunia. Dengan mengurusi diri masing-masing, kita sudah sedikit meringankan beban dunia.”(Injil Maria Magdalena, hal. 75). Begitu sederhana pemikiran Maria Magdalena, bukan?
3.
“Perfectae caritas - Cinta kasih yg sempurna”.
Ini yang ditampil-kenangkan sosok perempuan yang kerap disebut Maria dari Betania atau kadang juga disebut sebagai Maria Magdalena ini.
Memang, ada banyak nama “Maria” dalam Injil, bahkan National Geographic meneliti bahwa nama terpopuler bayi perempuan dari thn 1905-1995 di Amerika ialah “Mary”. Tapi, yang mana dan siapakah persisnya Maria yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu dan mengeringkan dengan rambutnya ini?
Seperti yang saya tulis dalam buku “HERSTORY” (Kanisius), Paus Gregorius Agung (abad VI) pernah mengatakan bahwa Maria yang dimaksudkan hari ini merupakan gabungan tiga figur: “Pendosa besar/pelacur - Maria Betania dan Maria Magdalena”. Adapun perdebatan tentang identitas dan entitas “Maria” telah berlangsung sejak Gereja Perdana. Mengacu pada naskah injil apokrif, Henri-Dominique de Lacordaire, malah menegaskan bahwa “Ia tak setinggi Petrus dalam hirarki, tapi lebih dekat kepada Yesus melalui hatinya".
Lepas dari itu semua, kita bisa belajar pada tokoh ini yang jelas-jelas adalah pengikut Yesus, dengan 3 sikap dasar, al:
A. Meminyaki kaki Yesus: Murah hati
Walaupun harga setengah kati minyak Narwastu adalah mahal, yakni 300 dinar (1 dinar=upah buruh sehari, berarti orang harus bekerja 300 hari untuk dapat membelinya), tapi Maria bermurah hati. Ia tidak hitung-hitungan pada Tuhan, bahkan minyak mahal ini dipakainya untuk meminyaki kaki Yesus. Jelas, cinta dan kemurahan hatinya tulus dan tanpa pamrih karena ia mempunya “intentio pura-maksud yang murni”, bukan “intentio pura-pura” yang palsu dan penuh akal bulus.
B. Menyeka dg rambutnya: Rendah hati
Rambut adl mahkota bg perempuan, tp ia berkenan menyeka minyak di kaki Yesus dg rambut indahnya yg panjang+bergelombang. Ia merendahkan hati: Bagian yg paling tinggi (rambutnya Maria) diberikannya utk bagian yg paling rendah (kaki Yesus) krn ia sadar sbg org berdosa yg tlh memperoleh pengampunan+persahabatan dg Tuhan.
C. Menyebarkan keharuman: Sepenuh hati
Ia menjadi saksi sepenuh hati, bukan seperti para murid lain yang setengah hati. Ia adalah murid yang selalu setia menyertai Yesus: saksi karya dan sengsara Yesus, saksi wafat-pemakaman dan kebangkitan Yesus. Ada sebuah legenda populer bahwa Maria Betania-Martha- Lazarus mendaratdan bersaksi di Marseilles dimana “Maria Betania” juga bertapa 30-an tahunan di goa La Sainte-Baume. Adapun atribut “Maria Betania” yakni: Biru gelap/lambang harapan-pertobatan; Merah/simbol iman; Botol minyak narwastu/simbol kasih dan pengurapan. Atribut-atribut lain yang juga dikenakannya adalah “tengkorak”/mati terhadap dunia; Buku/kekayaan iman; Memandang ke surga/pribadi yang kontemplatif, “jembatan” antara yang manusiawi dan ilahi: "divine ascended masters". Yang pasti dari banyak atribut itulah, ia menyebarkan “keharuman“ cinta Tuhan bagi gereja dan dunia sekitar kita, bukan?
“Cari bahan bakar di Jalan Sudirman - Mari selalu berakar di dalam iman.”
4.
"Tremendum et fascinosum - Menggentarkan sekaligus menggetarkan."
Inilah dua perasaan yang bisa jadi muncul ketika kita bertemu dengan seorang yang kita kasihi.
Adapun, dalam film "Jesus Christ Superstar" di era tahun 1970an, ditampilkan Magdalena yang juga berkidung secara tremens et fascinans: "I don't know how to love Him....."
Ia tergentar sekaligus tergetar karena kasihnya kepada Yesus. Dalam bingkai biblis, aneka sketsa seputar Magdalena tersebar dalam injil, antara lain: Luk 7:36-50, Mark 14:3-9; Mat 26:6-13, Yoh 12:1-9, Luk 8:2.
Secara sederhana, gambaran umumnya adalah: wanita pendosa yang mengurapi kaki Yesus (Luk 7) dan yang dibebaskan dari tujuh roh jahat (Luk 8). Tiga permenungannya, antara lain:
A."Maria":
Inilah kata Yesus pertama kepadanya. Tuhan menyapanya secara personal.
B."Rabuni":
Inilah kata Maria yang berarti "Guru", ketika berpaling dan menjawab sapaan Yesus. Ia menjawab sapaan ilahi dengan penuh imani dalam semangat pemuridan yang dengan tulus hati selalu berjuang mengejar kekudusan. Itu sebabnya Henri-Dominique de Lacordaire, dalam “Sainte Marie Madeleine 1860”: “Magdalena tak setinggi Petrus dalam hirarki tapi lebih dekat kepada Yesus melalui hatinya".
C."Aku telah melihat Tuhan":
Inilah kesaksiannya kepada para murid yang lain bahwa Ia menemukan hidup baru dalam Kristus. Ia tidak hanya melihat makam terbuka (Yoh 20:2) tapi juga bertemu malaikat (Mat 28:1; Mark 16:1; Luk 24:10) bahkan bertemu dengan Yesus yang bangkit (Mat 28:1; Mark 16:9; Yoh 20:8), itulah sebabnya kenapa Uskup Agung Genoa, Jacobus de Voragine menyebut Maria Magdalena dalam karya monumentalnya Golden Legend (1250), sebagai “Iluminata sekalugus Illuminatrix - Ia yang Cerah dan Mencerahkan.”
"Ikan louhan ikan pari - Lihatlah Tuhan setiap hari."
5.
Dengan mengurusi diri masing-masing,
kita sudah sedikit meringankan beban dunia.”
(Pesan Paripurna St Maria Magdalena, "Injil Magdalena")
Ketika Maria Magdalena datang ke makam dan tidak menemukan jenasah Kristus, ia berpikir bahwa jenasahnya telah diambil orang, maka ia pun memberitahukannya kepada para murid. Setelah para murid datang dan melihat makam, mereka juga percaya akan apa yang dikatakan Maria. Kemudian dikatakan; ‘Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah, tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis.’
Patutlah kita merenungkan sikap Maria Magdalena yang "tts"-"tulus terbuka+sederhana" sekaligus cinta kasihnya yang begitu besar kepada Kristus; karena meskipun para murid telah pergi meninggalkan makam, ia tetap tinggal. Ia tetap mencari Dia yang tidak ia jumpai, dan sementara ia mencari, ia menangis; terbakar oleh rasa kasih yang hebat kepada Tuhannya, ia merindukan Dia yang dikiranya telah diambil orang.
Dan demikianlah terjadi bahwa perempuan yang tinggal untuk mencari Kristus adalah satu-satunya yang pertama melihat Dia. Karena ketekunan diperlukan dalam setiap perbuatan baik, seperti sang kebenaran mengatakan kepada kita: “orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat, bukan?” Itu sebabnya ia mjd perempuan yang paling terkenal, yang tercatat-ketat dalam Perjanjian Baru, di bwh Bunda Maria.
Namanya disebut 12 kali dalam keempat Injil, kebanyakan pada saat penyaliban dan kebangkitan Yesus krn ia mjd saksi smuanya itu.
Jelasnya, Maria Magdalena adalah perempuan berdosa, kaum marginal yang telah bertobat tp yang sdh memperoleh pengampunan sekaligus persahabatan dengan Kristus. Ia adalah seorang figur orang beriman yang berdiri dengan setia di bawah kaki salib, dan yang melihat Kristus yang bangkit.
Singkatnya, ia adalah teladan yang mengagumkan bagi setiap orang beriman yg mencari wajah ilahi dlm stiap pengalaman insani.
"Mba Nana suka makan indomie - St Magdalena doakanlah kami."
=====
Madah Ibadat Bacaan, Pagi, Siang
(22 Juli)
PESTA ST. MARIA MAGDALENA
Ya Allah, bersegeralah menolong aku
Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu
Kemuliaan
Alleluya
MADAH IBADAT BACAAN
Marilah kita memuji
Wanita yang tabah hati
Terkenal dimana-mana
Karena kesuciannya
Penuh cinta pada Tuhan
Teguh kuat dalam iman
Gagah ditempuhnya jalan
Berpedoman pengabdian
Badan diatur puasa
Hati dikuatkan doa
Maka kini menikmati
Kegembiraan surgawi
Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada hamba yang setya
Amin
MADAH IBADAT PAGI
Mari bernyanyi untuk menghormati
Wanita suci yang pantas dipuji
Hati berbakti sungguh tahan uji
Slalu mengabdi.
Tak terkalahkan oleh jerat lawan
Namun bertahan di tengah godaan
Memperjuangkan kerajaan Tuhan
Dan persatuan.
Berat tapanya tekun dalam doa
Siap sedia mengabdi sesama
Di mana-mana menyumbangkan jasa
Dengan gembira.
Dimulyakanlah Bapa mahamurah
Bersama Putra penebus dunia
Roh kudus pula penghibur Gereja
Slama-lamanya.
Amin
MADAH IBADAT SIANG
Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan
Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama
Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi
Amin
BACAAN SINGKAT
(Rom 12,1-2)
Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu!
Persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati.
Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya dan apa yang sempurna.
DOA
Allah yang mahamulia,
PuteraMu yang tunggal menyampaikan kabar sukacita paskah yang mulia pertama-tama kepada Maria Magdalena.
Semoga berkat teladan dan doanya kami mewartakan Kristus yang hidup dan kelak melihatNya meraja dalam kemuliaanMu.
Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin