Ads 468x60px

Sabtu, 17 November 2018

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Sabtu, 17 November 2018
Peringatan Wajib Sta. Elisabeth dari Hungaria
3 Yohanes ( 5 - 8 )
(Mzm 112:1-2.3-4.5-6)
Lukas (18:1-8)
"Spes salvi - Harapan keselamatan."
Inilah rasa-perasaan yang bisa muncul ketika mengingat bahwa doa kita didengarkan dan dikabulkanNya.
Mengacu pada bacaan hari ini:
"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Luk 18:7).
Disinilah, kita diajak untuk terus ber-DOA ("Dikuatkan Oleh Allah") dengan penuh harapan akan keselamatan.
Adapun beberapa sikap dasar untuk mengiringi doa yang penuh dengan harapan, antara laiin:
1.Keyakinan.
Doa selalu didasari sebuah keyakinan iman bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan harapan mereka yang berseru kepadaNya.
Di satu sisi, kita berdoa dengan gigih agar kuasa Allah dan keadilan-Nya dinyatakan.
Di sisi lain, kita harus datang dengan kesadaran akan siapa kita di hadapan Allah. Datang pada Allah bukan karena perbuatan baik atau karena segala sesuatu yang dimiliki, tetapi karena keyakinan akan hadirnya Allah yang penuh dengan kasih karunia.
2.Ketekunan.
Tuhan kita adalah Tuhan yang adil, yang selalu melihat usaha dan ketekunan kita:
"yang menabur dengan bercucuran air mata-akan menuai dengan bersorak sorai." Ia pun tidak mengulur-ulur waktu untuk menolong umatNya yang setia datang kepadaNya.
3.Kerahiman.
Kita juga diajak untuk peka mendengarkan dan menguatkan orang lain, karna benarlah "barangsiapa bermurah hati, ia akan beroleh kemurahan."
Marilah kita belajar ber-murah hati, mendengarkan dan menguatkan yang lain. “Salva nos Domine- Selamatkanlah kami ya Tuhan!”
"Dari Gowa ke Tawangmangu - Mari berdoa dengan tak jemu jemu."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
"Domine doce nos orare - Tuhan ajarlah kami berdoa!"
Dalam buku saya ("Via Veritas Vita"), tercandra 6 sikap doa, al:
seperti mantra-magic "sim salabim abra gedabra bra",
seperti surat-harus dikirim & jelas isinya,
seperti HP - semakin canggih medianya semakin sampai,
seperti proposal - harus pandai dirumuskan, seperti uang pelicin - harus dengan banyak ziarah dll,
dan hari ini doa seperti "senapan - terus diberondong".
Ya, Yesus mau kita terus berdoa dengan tidak jemu, karena doa adalah sebuah harapan bahwa Allah selalu menjadi Imanuel - Allah yang menyertai dalam gulat geliat dan aneka pencobaan hidup kita. Pencobaan itu bisa bermacam macam, seperti takut a/masa depan - sakit - konflik di keluarga, kerja/relasi), juga pencobaan rohani: godaan menjadi sombong/memperguncingkan orang lain karena merasa lebih suci.
Pastinya: Yesus tidak cuma hadir sebagai "man for others, tapi juga sebagai "man of prayer". Ia pergi sendiri untuk berdoa (Mrk 1:35), berdoa bersama murid (Luk 9:28-30), berdoa ketika bersyukur di pinggir Danau Tiberias (Yoh 6:1-15) / berdoa ketika berpasrah di Getsemani (Luk 22:39-46).
DoaNya membuatNya semakin mesra dengan Bapa. Ia alami "intimitas cum Deo-kemesraan dengan Allah": "makananku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku" (Yoh 5:19).
Sebaliknya, kita kadang mudah bosan dan berputus asa ketika doa kita seakan tak didengarkanNya, ketika tak ada yang dikabulkanNya, tapi yakinlah satu hal: "Dia tahu apa yang kita perlukan, bukan apa yang kita mohonkan".
Selain itu menurut St Theresia, Allah bertahta di lubuk hati kita, jadi masuklah dalam teras hati dan heningkanlah diri dari segala "keributan" sehingga kita sungguh tahu apa yang kita minta, seperti kata novelis Rusia, Dostoyevsky, "stiap kali kamu berdoa, jika doamu sungguh tulus akan terjadi suatu perasaan baru. Itu akan memberimu "Veritas" - Kebenaran yang menyegarkan karena sejatinya doa juga mesti berpola "salib": tidak hanya "aku dan Tuhan" (vertikal) tapi juga "aku dan sesama" (horisontal). Dkl: doa mesti bermuara dalam hidup dan diwujudkan dalam hidup harian.
"Dari Sumbawa ke Pondok Indah - Rajin berdoa membuat hidup lebih indah"
B.
Kutipan Teks Misa.
Ekaristi, sebagai sakramen cinta kasih, memiliki hubungan istimewa dengan kasih antara laki-laki dan perempuan yang dipersatukan dalam perkawinan. Suatu pemahaman yang lebih mendalam akan hubungan ini diperlukan pada masa sekarang.
Paus Yohanes Paulus II kerap kali berbicara mengenai karakteristik perkawinan dari Ekaristi dan hubungan istimewanya dengan Sakramen Perkawinan: “Ekaristi adalah sakramen penebusan kita. Ekaristi adalah sakramen dari Sang Pengantin dan Sang Mempelai.”
Di samping itu, “Seluruh kehidupan Kristen diwarnai cinta mempelai antara Kristus dan Gereja. Pembaptisan, langkah masuk ke dalam Umat Allah, sudah merupakan satu misteri mempelai; ia boleh dikatakan `permandian perkawinan', yang mendahului perjamuan perkawinan, Ekaristi.
Secara tanpa batas Ekaristi menguatkan kesatuan dan kasih yang tak terpisahkan dalam setiap perkawinan Kristen. Dengan kuasa sakramen, ikatan perkawinan secara intrinsik dipertalikan dengan persatuan ekaristis Kristus sang Pengantin dengan Mempelai-Nya, yakni Gereja (bdk Efesus 5:31-32).
Kesepakatan bersama yang saling dipertukarkan suami dan isteri dalam Kristus, yang menjadikan mereka sebagai suatu komunitas hidup dan kasih, juga memiliki dimensi ekaristik.
Sungguh, dalam teologi St Paulus, kasih suami isteri merupakan suatu tanda sakramental akan kasih Kristus bagi Gereja-Nya, kasih yang mencapai puncaknya pada Salib, ungkapan “perkawinan-Nya” dengan umat manusia dan pada saat yang sama merupakan asal mula dan jantung Ekaristi.
Untuk alasan ini Gereja menyatakan kedekatan rohaninya yang istimewa kepada mereka semua yang telah membangun keluarga mereka dalam Sakramen Perkawinan. (Anjuran Apostolik “Sacramentum Caritatis” No. 27, Paus Benediktus XVI, 22 Februari 2007)
Antifon Pembuka (Mzm 19:2-3)
Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, kisahkanlah segala mukjizat-Nya. Berbahagialah atas nama-Nya yang kudus, bergembiralah kamu semua yang mencari Tuhan.
Doa Pembuka
Allah Bapa kami yang mahabaik, perkenankanlah kami selalu dengan setia menjaga misteri yang telah Kaunyatakan kepada kami dalam diri Yesus Putra-Mu terkasih. Semoga hidup kami memperlihatkan bakti setia kami kepada sabda-Nya yang membawa kehidupan dan kebebasan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin
Tuhan sungguh mencintai umat-Nya. Israel bisa belajar dari sejarah perbudakan di Mesir dan perjalanan menuju Tanah Terjanji. Ia tidak menghendaki anak-anak-Nya celaka. Ia selalu menuntun umat-Nya menuju kebahagiaan.
Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (18:14-16;19:6-9)
"Jalan tanpa rintangan muncul di Laut Merah, dan rakyat melonjak-lonjak bagaikan anak domba."
Ketika segalanya diliputi sunyi senyap dan malam telah mencapai puncak peredarannya yang cepat maka sabda-Mu, yang mahakuasa, laksana pejuang yang garang, melompat dari dalam surga, dari atas takhta kerajaan ke tengah-tengah negeri yang celaka. Bagaikan pedang yang tajam dibawanya perintah-Mu yang lurus. Sambil berdiri tegak ia memenuhi seluruh negeri dengan maut. Ia menjamah langit sambil berdiri di bumi. Sungguh dengan taat kepada perintah-Mu seluruh tata ciptaan diubah sama sekali, supaya anak-anak-Mu jangan sampai mendapat celaka. Maka nampaklah awan membayangi perkemahan, tanah kering muncul di tempat yang tadinya berair, jalan tanpa rintangan muncul dari Laut Merah, dan lembah kehijau-hijauan timbul dari empasan ombak yang hebat. Di bawah lindungan tangan-Mu seluruh bangsa melewati tempat itu, seraya melihat pelbagai tanda yang menakjubkan. Mereka pergi seperti kuda menuju padang rumput, dan melonjak-lonjak bagaikan anak domba, sambil memuji Engkau, ya Tuhan, yang telah menyelamatkan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan.
Ayat. (Mzm 105:2-3.36-37.42-43)
1. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
2. Dibunuh-Nya anak-anak sulung di seluruh negeri, pangkal segala kegagahan mereka: Ia menuntun umat-Nya keluar membawa perak dan emas, dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir.
3. Sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus, yang disampaikan-Nya kepada Abraham, hamba-Nya. Ia menuntun umat-Nya keluar dengan kegirangan, dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak sorai.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (2Kor 8:9)
Allah memanggil kita agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Kita diminta untuk terus berdoa, jangan gelisah. Dalam kesulitan, kita bisa belajar untuk percaya. Pada akhirnya, Tuhan akan memberikan jawabannya. Ia akan mengabulkan permohonan umat-Nya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (18:1-8)
"Bukankah Allah akan membenarkan pada pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?"
Pada suatu ketika Yesus menceritakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Ia berkata, “Di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Belalah hakku terhadap lawanku’. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya, ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku.” Lalu Yesus berkata, “Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu, ‘Ia akan segera menolong mereka’. Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Antifon Komuni (Keb 18:14)
Ketika segalanya diliputi kesunyian dan malam mencapai puncak peredarannya turunlah sabda-Mu yang kuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan.
Doa Malam
Tuhan Yesus, tambahkanlah dalam diriku, ketekunan dan kesetiaan dalam doa yang dilandasi oleh iman yang hidup. Semoga aku mampu mengalahkan kemalasan dan kesombongan, bahwa tanpa doa dan kekuatan rahmat-Mu pun aku bisa melakukan sesuatu yang baik. Tuhan, ampunilah aku dan berbelas kasihlah kepadaku, kini dan untuk selama-lamanya. Amin.
=====
GURU
(Asal-usul Kata)
Di desa-desa zaman dulu, yang namanya guru itu sungguh luar biasa. Guru, menjadi jujugan (tempat yang dituju), digugu lan ditiru (orang yang dapat dipercaya dan diteladani), bahkan seperti dhalang, yang wedhar piwulang (mewejang pengajaran). Tetapi zaman now, kita tahu sendiri siapa itu guru.
Guru sebenarnya adalah sapaan bagi guru spiritual dalam agama Hindu dan Sikh. Kata in diambil dari bahasa Hindu, gurū dan dari bahasa Sansekerta, guruh yang berarti berat atau berbobot. Dengan kata berbobot, hal ini menandakan bahwa seorang guru itu pandai dan berilmu, sehingga ia menjadi pakar dan tokoh yang amat menonjol.
Dari zaman Yunani kuno hingga zaman now, guru memiliki sejarahnya yang sangat panjang (Bdk. Samuel Smith dalam bukunya yang berjudul, “Gagasan-gagasan Besar Tokoh-tokoh dalam Pendidikan”). Lihat saja nama-nama yang berkaitan dengan guru, misalnya: pendidik, pengajar, educator, teacher, mentor, master, pendeta, coaching, dosen, dan pedagog.
Mungkin kita pernah mendengar Tai Chi Master. Master yang berarti guru itu dari Prancis kuno, maistre dan bahasa Latin, Magister. Magister atau magistra untuk guru-guru novisiat. Magister dari kata magis yang berarti lebih dari yang lainnya. Yesus bersabda, “A student is not above his teacher...” – seorang murid tidak lebih dari pada gurunya (Mat 10:24).
Kita juga kenal dengan tokoh pewayangan yang bernama Pendhita Durna. Dinamakan pendhita karena dia adalah guru yang sangat disegani oleh Pandawa dan Kurawa. Kata pendhita itu dipinjam dari bahasa Hindi, pandit dan dari bahasa Sansekerta pandhita yang berarti seorang yang terpelajar atau cendekiawan. Dari kata pandita ini muncul istilah pendeta yang diartikan sebagai pemuka agama.
Hanya sayang nama Pendhita Dorna tidak begitu baik. Dia memunyai murid kesayangan bernama Arjuna. Dan ketika ada orang lain yang melebihi keahlian Arjuna, Dorna berlaku curang. Dorna meminta Ekalaya memberikan jempolnya kepada Arjuna, sehingga Ekalaya tidak bisa memanah lagi seperti sedia kala - MM MSC
“Sejak suaminya meninggal, kesucian Elisabet berkembang penuh” (Kunrad dari Marburg, bapa rohani St. Elisabeth dari Hungaria)
Antifon Pembuka (Mzm 149:1-2)
Marilah kalian yang diberkati oleh Bapa-Ku, sebab Aku sakit dan kalian mengunjungi Aku. Sungguh Aku bersabda kepadamu: Apa saja yang kalian lakukan bagi saudara-Ku yang terhina sekali pun, itu kalian lakukan bagi-Ku.
Doa Pembuka
Ya Allah, Santa Elisabet melihat dan menghormati Kristus dalam diri kaum miskin. Semoga karena doa dan teladannya kami pun melayani orang malang dan papa dengan cinta kasih sejati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Berbuat baik dan berlaku kasih tidak mengenal tempat dan waktu, atau kepada siapa kasih itu dilakukan. Tuhan telah mengasihi kita, maka layaklah kita juga membagikan apa yang kita terima bagi saudara kita, siapa pun dia.
Bacaan dari Surat Ketiga Rasul Yohanes ( 5 - 8 )
"Kita wajib menerima para pelayan jemaat agar kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran."
Saudaraku terkasih, engkau bertindak sebagai orang beriman, ketika engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka orang asing. Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, ketika menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan di hati Allah. Sebab demi nama Allah, mereka telah berangkat tanpa mau menerima sesuatu pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita wajib menerima orang-orang yang demikian supaya kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.
Ayat. (Mzm 112:1-2.3-4.5-6)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
3. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (2Tes 2:14)
Allah memanggil kita agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Yesus menghendaki supaya kita tekun dalam berdoa. Hal ini berarti doa harus mengalir sebagai napas hidup, walau pada saat-saat tertentu kita akan mengalami kekeringan dalam berdoa. Inilah sebuah ketekunan.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (18:1-8)
"Bukankah Allah akan membenarkan pada pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?"
Pada suatu ketika Yesus menceritakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Ia berkata, “Di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula seorang janda yang yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Belalah hakku terhadap lawanku’. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya, ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku.” Lalu Yesus berkata, “Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu, ‘Ia akan segera menolong mereka’. Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Renungan
Berbuat kasih adalah tanda nyata seorang beriman. Dengan tindakan kasih, bahkan bagi saudara yang tidak dikenal, seorang beriman telah memberi kesaksian tentang Allah. Sederhana namun sungguh berdampak besar bagi orang lain untuk makin mengenal Allah. Marilah kita memohon dengan tidak jemu, "Tuhan, berilah kami kemampuan untuk berbagi kasih dengan siapa pun, juga bagi mereka yang tidak kami kenal."
Antifon Komuni (Yoh 15:13)
Tiada cinta kasih yang lebih besar daripada cinta kasih orang, yang menyerahkan nyawanya untuk sahabatnya.
Doa Malam
Tuhan, hari ini telah menjelang malam. Maka, lindungilah aku dari kegelapan dunia ini. Bebaskanlah aku dari segala kelekatan yang kurang sehat dan tanamkanlah kerinduan dalam diriku akan perkara-perkara rohani sehingga kelak aku dapat sampai kepada persatuan dengan Engkau. Amin.

Jumat, 16 November 2018

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Jumat, 16 November 2018
Peringatan Wajib Sta. Elisabeth dari Hungaria
Kebijaksanaan (13:1-9)
(Mzm 19:2-3.4-5; Ul: lih.5a)
Lukas (17:26-37)
"Fiat Lux - Jadilah Terang!"
Inilah semboyan dasar yang menjadi kekhasan program "HIK", "Hidangan Istimewa Kristiani."
Inilah sebuah harapan dari keterbutaan menjadi keterbukaan, dari kegelapan menjadi pencerahan.
Inilah juga salah satu tugas kita sebagai murid Yesus, yakni mengantar orang untuk semakin ber-"aletheia", mengalami "ketersingkapan/keterbukaan" sehingga lebih bisa melihat dan merasakan kehadiran dan kerahiman Tuhan dalam pelbagai tanda jaman lewat sesama dan semesta.
Mengacu pada konteks dunia, kita mencandra bahwa ada banyak keterbutaan yang menyebabkan dunia kita mengalami keterbelahan dan keterpecahan.
Disinilah, kita bisa belajar menjadi terang kecil yang peka dan sekaligus mengantar orang kepada Tuhan dengan 3 poros dasarnya, al:
1.MengenaliNya:
Kita diajak untuk peka mengenali kehadiran Tuhan di tengah sesama dan perjalanan hidup kita masing2.
2.MengalamiNya:
Kita diajak untuk mengalami Tuhan, entah secara personal atau komunal.
Kita benar2 mengalami Tuhan yang turun-tangan dalam setiap gulat geliat hidup kita.
3.MensyukuriNya:
Kita sebenarnya telah mendapat banyak berkatNya yang membuat kita bisa bersyukur tanpa sebab. Kita banyak merasakan sapaan dan kebaikanNya lewat perjumpaan dengan sesama dan semesta. Inilah sebuah nada dasar yang membuat hidup lebih berwarna dan berjiwa.
"Dari Tangerang ke Bekasi - Jadilah terang yang siap bersaksi."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
Kutipan Teks Misa:
“Sacrosanctum Concilium” mengingatkan kepada kita bahwa “setiap perayaan liturgi, sebagai karya Kristus sang Imam serta Tubuh-Nya yakni Gereja, merupakan kegiatan suci yang sangat istimewa. Tidak ada tindakan Gereja lainnya yang menandingi daya dampaknya dengan dasar yang sama serta dalam tingkat yang sama” (SC, 7).
Kita perlu memupuk kesadaran iman ini mengenai liturgi, agar liturgi tidak pernah direduksi menjadi sesuatu yang kita manipulasi sesuka hati.
Benediktus XVI pernah mengatakan: “sayangnya, kita juga sebagai gembala dan para ahli, lebih memandang liturgi sebagai sesuatu yang perlu diperbaharui daripada sebagai subyek yang mampu membaharui hidup Kristiani” (Homili 6 Mei 2011).
Ketika kita merayakan ataupun mempelajari liturgi, kita mesti bersikap penuh hormat bagaikan nabi Musa yang menghampiri semak duri yang menyala, sebagai tanda kehadiran Allah yang hidup. (Homili Yang Mulia Antonio Guido Filipazzi: “Keindahan Liturgi Terkait dengan Hakikat Liturgi”)
Antifon Pembuka (Mzm 149:1-2)
Marilah kalian yang diberkati oleh Bapa-Ku, sebab Aku sakit dan kalian mengunjungi Aku. Sungguh Aku bersabda kepadamu: Apa saja yang kalian lakukan bagi saudara-Ku yang terhina sekali pun, itu kalian lakukan bagi-Ku.
Doa Pembuka
Ya Allah, Santa Elisabet melihat dan menghormati Kristus dalam diri kaum miskin. Semoga karena doa dan teladannya kami pun melayani orang malang dan papa dengan cinta kasih sejati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (13:1-9)
"Jika mereka mampu menyelidiki jagad raya, mengapa mereka tidak menemukan penguasa semuanya itu?"
Sungguh tolol karena kodratnya semua orang yang tidak mengenal Allah sama sekali; mereka yang tidak mampu mengenal Dia yang ada dari barang-barang yang kelihatan! Walaupun berhadapan dengan karya-karya-Nya mereka tidak mengenal Senimannya. Sebaliknya yang mereka anggap sebagai allah penguasa jagat raya ialah api atau angin atau pun badai, gugusan bintang-bintang atau air yang bergelora, atau pun penerang-penerang yang ada di langit. Jika dengan menikmati keindahannya mereka sampai menganggapnya allah, maka seharusnya mereka mengerti betapa lebih mulianya Penguasa kesemuanya itu. Sebab Bapa dari keindahan itulah yang menciptakannya. Jika mereka sampai terpesona oleh kuasa dan daya, maka seharusnya mereka menjadi insyaf karenanya, betapa lebih kuasanya Pembentuk semuanya itu. Sebab orang dapat mengenal Pencipta dengan membanding-bandingkan kebesaran dan keindahan ciptaan-ciptaan-Nya. Namun demikian dalam hal ini mereka hanya sedikit saja salahnya, sebab mungkin mereka hanya tersesat, tetapi mereka mencari Allah dan berusaha menemukan-Nya. Karena sibuk mengamat-amati karya-karya Allah dan menyelidikinya. Mereka hanya terpukau oleh apa yang mereka lihat, sebab memang indahlah semua yang kelihatan itu. Tetapi bagaimana pun mereka tidak dapat dimaafkan. Sebab jika mereka mampu mengetahui sebanyak itu, sehingga dapat menyelidiki jagat raya, mengapa mereka tidak terlebih dahulu menemukan Penguasa semuanya itu?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 834
Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.
Ayat. (Mzm 19:2-3.4-5; Ul: lih.5a)
1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.
Bait pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Luk 21:28)
Angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah mendekat.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:26-37)
"Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri."
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula kelak pada hari Anak Manusia. Pada zaman Nuh itu orang-orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera. Lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian pula yang terjadi pada zaman Lot. Mereka makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun, sampai pada hari Lot keluar dari Sodom. Lalu turunlah hujan api dan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari Anak Manusia menyatakan diri. Pada hari itu barangsiapa sedang ada di peranginan di atas rumah, janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang di dalam rumah. Demikian pula yang sedang berada di ladang, janganlah ia pulang. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu kalau ada dua orang di atas ranjang, yang satu akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Kalau ada dua orang wanita yang sedang bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” Para murid lalu bertanya, “Di mana, Tuhan?” Yesus menjawab, “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Bacaan Injil hari ini, mengingatkan kita bahwa kedatangan Kerajaan Allah tanpa tanda-tanda. Karena itu, manusia perlu senantiasa waspada dan berjaga-jaga. Namun pada dasarnya manusia itu hidup menurut gerakan pikirannya sendiri, bertindak seturut yang dikehendakinya. Namun, tanpa sadar hidup menurut yang kebanyakan orang lakukan: mengejar kekayaan, kesenangan, naluri serta nafsunya.
“Nyawa” dalam terjemahan Vulgata adalah kata yang berarti ‘jiwa’. Di ayat ini jiwa/nyawa artinya sama dengan hidup. Kata ‘hidup’ dapat mengacu kepada hidup di dunia dan hidup kekal. Di sini Yesus mengajarkan bahwa walaupun kematian dapat mengakhiri hidup di dunia, namun Ia dapat mengubah kematian menjadi kehidupan kekal. Dengan demikian, maksud-Nya adalah: barangsiapa yang mengutamakan hidup duniawi, ia akan kehilangan hidup surgawi, namun barangsiapa kehilangan hidup duniawi demi Tuhan Yesus dan Injil, ia akan memperoleh hidup surgawi. Apakah artinya ‘mengutamakan hidup duniawi’? Artinya: membiarkan hidup dipimpin oleh keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (lih. 1 Yoh 2:16). Maka kehilangan hidup duniawi artinya adalah penyangkalan diri terhadap ketiga kecenderungan ini; dan hidup macam ini adalah hidup memikul salib, sambil selalu memikirkan hal- hal surgawi daripada yang duniawi (lih. Kol 3:1-2). Hidup kaya atau memiliki harta benda, bukanlah sesuatu yang jahat. Tetapi kita pun tahu dan sadar bahwa kekayaan atau harta benda tidak menjadi jaminan manusia bisa hidup bahagia dan gembira. Bahkan jika tidak hati-hati dalam mengelola kekayaan atau harta benda, manusia bisa celaka. Sebagai orang beriman, kita mesti sadar bahwa harta kekayaan itu bukan segala-galanya. Harta kekayaan itu sarana untuk mencapai hidup yang bahagia. Harta kekayaan itu benda yang dapat binasa. Ketika orang tidak mengalami kebahagiaan dalam hidup karena harta kekayaan, orang mesti meninggalkannya. Orang mesti berpegang teguh pada imannya akan Tuhan.
====
ELIZABETH MELIHAT KRISTUS DALAM DIRI ORANG MISKIN DAN MENCINTAINYA.
Surat Kunrad dari Marburg, Bapa Rohani Sta. Elisabet
Catatan:
Sta. Elizabeth dari Hungaria lahir pada 7 Juli 1207 dan meninggal pada 17 November 1231. Dinyatakan sebagai santa pada 28 Mei 1235 oleh Paus Gregorius IX
Sejak suaminya meninggal, kesucian Elisabet berkembang benuh. Seumur hidup ia selalu menolong orang miskin: sekarang ia menjadi pembantu orang menderita.
Di luar istananya, ia membangun rumah penampungan dan di dalamnya ia mengumpulkan orang-orang sakit, menderita dan orang-orang lumpuh. Apalagi setiap orang yang datang minta derma mendapat pemberian tak habis-habisnya dan cinta kasihnya. Ia berbuat yang sama di masa suaminya berkuasa, melimpahkan semua harta yang dimilikinya ke semua bagian dalam wilayahnya, hingga pada akhirnya ia bahkan sampai menjual permata dan pakaiannya yang mewah.
Dua hari sekali ia mengunjungi orang sakit, pagi-pagi buta dan menjelang malam, dan yang menderita penyakit paling menjijikkan dirawatnya sendiri. Ia sendiri memberi mereka makan, mengatur dan membersihkan tempat pembaringan mereka; ia mengangkat mereka dengan tangannya sendiri dan memelihara mereka menurut kebutuhannya. Suaminya almarhum memberikan persetujuan sepenuhnya kepada semua yang dilakukannya.
Aku mendengar pengakuannya sebelum meninggal. Aku bertanya, apa yang harus diperbuat dengan harta milik dan pakaian-pakaiannya? Ia menjawab, bahwa apa yang masih ada padanya itu milik orang miskin, dan ia menugaskan aku untuk membagikan semua itu kepada mereka, kecuali sehelai pakaian yang telah usang, yang dipilih bagi pemakamannya. Lalu ia menerima Tubuh Tuhan.
Kemudian, sampai Ibadat Sore, ia banyak berbicara tentang perkara-perkara kecil yang pernah didengarnya dari kotbah-kotbah. Sesudah itu penuh cinta ia mendoakan orang-orang di sekitarnya, lalu, seperti tertidur, ia meninggal.
Antifon Komuni (Yoh 15:13)
Tiada cinta kasih yang lebih besar daripada cinta kasih orang, yang menyerahkan nyawanya untuk sahabatnya.

Kamis, 15 November 2018

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Kamis, 15 November 2018
Hari Biasa Pekan XXXII
Filemon (7-20)
(Mzm 146:7-8-9a.9bc-10; R: 2b)
Lukas (17:20-25)
"Ubi caritas et amor, Deus ibi est-
Dimana ada cintakasih, hadirlah Tuhan."
Kasih adalah tanda hadirnya yang Ilahi dalam keseharian kita yang insani.
Mengacu pada bacaan hari ini, Yesus sang sumber kasih menegaskan bahwa Kerajaan Allah ada di antara kita, dan makna ini sungguh real-aktual dan kontekstual jika kita juga selalu hidup dalam kasih karna Allah menjadi hadir dan meraja secara nyata melalui diri kita.
Hal ini mengundang dan menantang kita untuk berjuang menjadi "imago et similitudo Dei", citra Allah, cerminan dan gambaran dari figur Allah yang penuh kasih.
Implikasinya:
pikiran dan tindakan, ucapan dan tingkah laku kita benar2 penuh kasih dan bisa menghadirkan keselamatan yang ditawarkan Allah, bukan berbagi gosipan tapi penghiburan, bukan berbagi cacian tapi pujian.
Dkl: kita menjadi "alter Christi", Kristus yang lain", karna kita telah dipilih dan dipanggil menjadi "yesus-yesus kecil" yang selalu mau untuk belajar mengasihi, mengampuni, melayani dan mengilhami sesama dan semesta lewat doa dan karya nyata, yang peka pada tanda2 kehadiran Allah lewat perjumpaan konkret dengan sesama dan semesta, yg berani mengubah hal-hal buruk menjadi baik:
yang "MARAH" menjadi "RAMAH",
yang "BERANTEM" menjadi "BERTEMAN",
yang "MALAS" menjadi "SALAM",
yang "CAPEK" menjadi "CAKEP" dll.
Sudahkah kita menjadi "TANDA" hadirnya Allah yang hidup, "Tempat Aku Nampakkan Damai Allah" lewat doa, ucapan dan karya kita?
"Cari galah di Kalisari -
Hadirkanlah Allah setiap hari"
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
Kutipan Teks Misa.
“Roti dan anggur bukan melambangkan Tubuh dan Darah Kristus - Sama sekali tidak! - melainkan sungguh Tubuh Kristus yang Kudus, oleh sebab Kristus Sendiri mengatakan: 'Inilah Tubuh-Ku'; dan bukannya 'Ini melambangkan Tubuh-Ku' melainkan 'Tubuh-Ku,' dan bukan 'melambangkan Darah-Ku' melainkan 'Darah-Ku'” (St. Yohanes Damaskus, The Orthodox Faith, IV [PG 94, 1148-49]).
“Doa tidak membutuhkan perkataan yang banyak. Hanya katakan, ‘Tuhan, Engkau Mahatahu, jadilah kehendak-Mu, kasihanilah aku.’ Jika musuh menyerangmu, hanya katakan: ‘Tuhan, kasihanilah!’ Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita, dan menganugerahkan kita belas kasih.” — St. Makarius dari Mesir
Antifon Pembuka (Mzm 146:7)
Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina, menjamin keadilan bagi orang yang ditindas. Tuhan memberi makan orang yang lapar, membebaskan orang yang terbelenggu.
Doa Pembuka
Allah Bapa kami di surga, bagaikan benih di tanah demikianlah tumbuhnya Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Kami mohon, berilah kami keberanian untuk mewartakan misteri kehadiran-Mu dalam diri kami dalam segala tingkah laku kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Rasul Paulus berharap agar Filemon menerima Onesimus apa adanya sebagaimana ia juga menerima Rasul Paulus sebagai temannya. Filemon diharapkan untuk dimaafkan Onesimus atas masa lalunya dengan penuh persaudaraan.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Filemon (7-20)
"Terimalah dia kembali, bukan lagi sebagai budak, melainkan sebagai saudara terkasih."
Saudara terkasih, aku sudah memperoleh kegembiraan besar dan kekuatan karena kasihmu, sebab engkau telah menghibur hati orang-orang kudus. Karena itu, sekalipun dalam Kristus aku bebas memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, namun mengingat kasihmu itu lebih baik aku memintanya kepadamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua dan kini dipenjarakan demi Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anak yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. Dahulu dia memang tidak berguna bagimu tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia, buah hatiku itu, kusuruh kembali kepadamu. Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan demi Injil, tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu kaulakukan, bukan karena terpaksa, melainkan dengan sukarela. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selamanya bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari itu, yaitu sebagai saudara terkasih. Bagiku ia sudah saudara, apalagi bagimu, baik secara manusiawi maupun dalam Tuhan. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. Dan kalau dia sudah merugikan dikau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku. Aku Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: aku akan membayarnya, untuk tidak mengatakan “Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” karena engkau berhutang padaku, yakni dirimu sendiri. Ya Saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburlah hatiku di dalam Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 838
Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.
Atau: Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.
Atau: Alleluya.
Ayat. (Mzm 146:7-8-9a.9bc-10; R: 2b)
1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.
3. Anak yatim dan janda ditegakkannya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion turun-temurun!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (bdk Yoh 15:5)
Akulah pokok anggur, kalian ranting-rantingnya, sabda Tuhan. Tinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal besertamu, dan kalian akan berbuah banyak.
Mencintai sesama dalam semangat pengampunan dan persaudaraan adalah wujud hadirnya Kerajaan Allah di dunia ini. Cinta kasih itu tidak bisa digegam, tidak bisa dilihat, tetapi akan terasa sentuhannya pada saat kita berbagi kasih dan pengampunan.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:20-25)
"Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu."
Sekali peristiwa orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan Kerajaan Allah datang. Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak dapat dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini’, atau ‘ia ada di sana’. Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.” Yesus berkata kepada para murid, “Akan datang waktunya kalian ingin melihat salah satu hari Anak Manusia itu. Tetapi kalian tidak akan melihatnya. Orang akan berkata kepadamu, ‘Lihat dia ada di sana! Lihat, dia ada di sini!’ Tetapi jangan kalian pergi ke situ, jangan kalian ikut. Sebab seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pula halnya dengan Anak Manusia, pada hari kedatangan-Nya kelak. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Dimanakah Kerajaan Allah bisa ditemukan? Itulah pertanyaan yang kerap diajukan orang beriman. Yesus menjawab, "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah." Kerajaan Allah bukanlah dicari tetapi dirasakan. Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah kita. Satu usaha yang perlu dilakukan, merasakannya, bukan mencarinya.
Antifon Komuni (Luk 17:10b. 21b)
Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah-Mu.
Doa Malam
Bapa yang Mahabaik dan penuh belas kasih, jadikanlah kami orang Kristiani yang baik, mampu memancarkan kasih dalam diri sesama. Semoga sikap dan perbuatan kami dapat menghadirkan karya keselamatan, dan membawa banyak orang untuk makin mengimani Engkau dan Putra-Mu, Tuhan, dan Juruselamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Rabu, 14 November 2018

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Rabu, 14 November 2018
Hari Biasa Pekan XXXII
Titus (3:1-7)
(Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; R:1)
Lukas (17:11-19)
“In Te speravi - PadaMu aku berharap."
Inilah yang bisa kita petik dari bacaan Injil hari ini ketika para orang kusta terus berharap pada Yesus.
Dengan penuh harapan, kita yang sebenarnya telah banyak menerima kasih, kasih karunia, keselamatan, dan semua berkat rohani dari Allah juga diharapkan untuk tidak lupa menjadi saksi kerahimanNya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, adapun langkah awal yang kita buat sebagai saksi kerahimanNya adalah datang kepadaNya dengan sebuah keyakinan dasar: "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1Yoh 4:19).
Setelah datang dan mendapat banyak berkat dariNya, kita kadang seperti ke-9 orang kusta yang lupa berterima kasih. Sebaliknya, orang kecil yang kerap kita singkirkan dan kucilkan ternyata malahan "tak lupa".
Di tengah dunia kita yang cenderung menganggap diri sebagai orang yang paling suci, kudus, ber-Tuhan dan telah diselamatkan. Di tengah klaim bahwa kita pasti masuk surga dan mereka yang lain kita anggap kafir-berdosa, tidak ber-Tuhan dan pasti menjadi penghuni neraka. Di tengah aneka pernyataan yang kerap sombong, angkuh, picik dan sempit inilah, Yesus mengajarkan harapan yang penuh kerendahan hati dari orang Samaria: Ia kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring dan tersungkur di depan Yesus.
Melihat kesungguhan dan ketulusan ucapan syukur itu, maka Yesus mengatakan: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau". Sungguh, ucapan syukur yang begitu tulus dan mulia akan menyelamatkan hidup kita, bukan? Sudahkah kita bersyukur hari ini?
Sudahkah kita juga mengucapkan terimakasih kepada Tuhan dan sesama yang kita jumpai, yang secara langsung/tak langsung telah banyak membantu hidup harian kita?
"Burung tekukur di Gunung Sahari - Mari bersyukur setiap hari."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
“O bone Jesu, exaudi me – Yesus yang murah hati luluskanlah doa kami!”
Yesus menyembuhkan para penderita kusta yang dianggap terkutuk (Bdk Imamat 13,14): “Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata, ‘Aku mau, jadilah engkau tahir!’ Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya.”
Adapun orang kusta itu pertama tama datang dan sujud menyembah Yesus. Ini merupakan kepercayaan iman kepada kuasa Yesus: “jika Tuan mau”, bukan “jika Tuan bisa”.
Pastinya, dengan mujizat-mujizatNya Yesus menyatakan kekuasaanNya atas alam (Mat 8:23-27; Mat 14:22-23), khususnya atas penyakit (Mat 8:1-4,5-13,14-15; Mat 9:1-8,20-22,27-31; Mat 14:34-36; Mat 15:30; Mat 20:29-34; Mar 7:32-37; 8:22-26; Luk 14:1-6; 17:11-19; Yoh 5:1-16; 9:1-41), atas kematian (Mat 9:23-26; Luk 7:11-17; Yoh 11:1-44), dan atas roh-roh jahat (Mat 8:29).
Ya, Ia berkuasa bukan saja menyembuhkan badan, tetapi juga memulihkan harga diri dan harkat hidup seseorang: yang kusta menjadi tahir, yang hina menjadi mulia, yang lemah menjadi kuat.
"Cari usus di Sukabumi - Tuhan Yesus sembuhkanlah kami."
B.
Kutipan Teks Misa
Menyembah Allah berarti dengan penuh hormat dan ketaklukan absolut mengakui, "keadaan makhluk yang tidak bernilai", yang memperoleh seluruh keberadaannya dari Allah. Menyembah Allah berarti memuja Allah, sebagaimana Maria di dalam Magnificat, bersyukur kepada-Nya dan merendahkan diri dihadapan-Nya, waktu orang mengakui dengan penuh terima kasih bahwa Ia telah melakukan yang besar dan bahwa nama-Nya kudus adanya Bdk. Luk 1:46-49.. Menyembah satu-satunya Allah membebaskan manusia dari ingat diri, perbudakan dosa, dan pendewaan dunia. (Katekismus Gereja Katolik, No. 2097)
Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal. (Amsal 19:1)
Antifon Pembuka (Mzm 23:1-3a)
Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku.
Doa Pembuka
Allah Bapa Maha Pengasih di Surga, berkenanlah menyampaikan sabda penuh daya penyembuhan dan jadikanlah kiranya kami serupa dengan Hamba-Mu yang agung, ialah Yesus Mesias Putra-Mu, yang yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, kini sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (3:1-7)
"Dahulu kita sesat, tetapi berkat rahmat-Nya kita diselamatkan."
Saudara terkasih, ingatkanlah semua orang agar tunduk pada pemerintah dan para penguasa. Hendaklah mereka taat dan siap sedia melakukan setiap pekerjaan yang baik. Janganlah mereka memfitnah atau bertengkar. Hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. Sebab dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: Tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji dan saling membenci. Tetapi ketika telah nyatalah kerahiman dan kasih Allah serta Juruselamat kita kepada manusia maka kita diselamatkan oleh-Nya. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya berhak menerima hidup yang kekal sesuai dengan pengharapan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS. 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; R:1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (1Tes 5:18)
Hendaklah kalian mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kalian di dalam Kristus Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:11-19)
"Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing itu?"
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perkotaan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak, "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Yesus lalu memandang mereka dan berkata, "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam." Dan sementara dalam perjalanan mereka menjadi tahir. Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa dirinya telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang tadi? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Firman Tuhan hari ini mengisahkan tentang sepuluh orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus. Ketika mereka berteriak mohon kesembuhan, Yesus mengabulkan permohonan mereka dan meminta mereka untuk memeriksakan diri mereka di hadapan imam-imam. Mereka menjadi tahir. Namun dari sepuluh orang yang disembuhkan, hanya satu orang kembali dan mengucap terima kasih dan bersyukur kepada Tuhan.
Dalam kehidupan kita, tidak jarang rahmat berkat, dan kebaikan entah Tuhan maupun sesama kita anggap sebagai sebuah keharusan. Karena itu sering kita merasa tidak perlu berterima kasih. Pertolongan orang, kebaikan sesama, sering kita anggap sebagai hal yang biasa dan memang harus demikian sehingga kita tidak perlu berterimakasih. Orang Samaria yang disembuhkan oleh Yesus, memberi contoh kepada kita untuk tahu berterimakasih dan bersyukur atas kebaikan Tuhan maupun kebaikan sesama kita.
Contemplatio
Dalam keheningan hati dan pikiran, hadirkanlah diri anda di hadapan Tuhan. Renungkan dan sadari betapa banyak dan melimpahnya rahmat dan berkat Tuhan serta kebaikan dari sesama yang boleh anda alami hari ini. Sudahkah anda bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan maupun sesama? Camkanlah itu.
Oratio
Tuhan, ajarilah aku untuk senantiasa bersyukur atas anugerah-Mu dan juga kebaikan sesama yang boleh aku alami hingga hari ini.
Missio
Hari ini aku akan berdoa secara khusus untuk sekian banyak orang yang telah berbuat baik terhadapku.
Doa Kehendak Yang Kuat:
Ya Allah, Engkau telah memberikan kehendak yang kuat pada Yesus, Tuhan kami. Tanpa rasa takut atau goyah Ia berpegang pada kehendak-Mu meski harus menanggung pengurbanan yang berat. Takala digoda iblis, Ia tidak goyah. Demikian pula ketika harus menderita sengsara sampai mati. Bunda Maria pun Kauberikan kepada kami sebagai panutan yang berkehendak kuat. Berilah kami kehendak yang kuat, agar pada saat goyah kami tidak berbelok arah dan menyeleweng. semoga kami tidak kecil hati menghadapi aneka kesulitan dan tantangan.
Allah, gunung batu kami, berilah kami kehendak yang kuat laksana batu karang yang tetap tegar meski tak henti diterpa gelombang. Semoga kami tetap teguh bila kami digoda untuk menyeleweng, bila kami dibujuk untuk menipu dan berlaku tidak jujur, bila kami digoda berlaku munafik, bila kami digoda untuk berbuat dosa, mencuri, berkhianat; terlebih bila kami dibujuk untuk menghianati Kasih-Mu.
Ya Allah, kekuatan kami, buatlah kami kuat seperti Yesus yang lebih suka mati dari pada menyimpang dari kehendak-Mu. Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjan masa. Amin
Antifon Komuni (Luk 17:19)
Yesus berkata kepada orang Samaria bekas penderita kusta, "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau."

Selasa, 13 November 2018

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Selasa, 13 November 2018
Hari Biasa Pekan XXXII
Titus (2:1-8.11-14)
(Mzm 37:3-4.18.23.27.29)
Lukas (17:7-10)
"Servus servorum - Hamba dari segala hamba".
Inilah salah satu semangat kepausan yang ditampil-kenangkan oleh Gereja Katolik dan Tahta Suci.
Hari ini, Yesus juga mengajak kita menjadi murid yang bersemangat "HAMBA" (Bdk. RJK, Buku "3 Bulan 5 Bintang 7 Matahari": "Hangat Andal Militan Bahagia Aktual").
Adapun 3 jalan iman seorang murid yang bersemangat "hamba", antara lain:
1. Mengasihi:
Deus caritas est / Allah itu Kasih" adalah ensiklik pertama kepausan Paus Emeritus Benediktus XVI.
Gereja mengajak kita untuk saling mengasihi karena Allah juga terlebih dulu sudah mengasihi kita.
Tentunya kasih itu bisa terwujud dalam “KUD”,
K arya yang murah hati –
U capan yang memberkati, dan
D oa yang sepenuh hati.
2. Melayani:
Yesus berkata, "Aku datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani".
Bukankah inilah hakekat dasar Gereja bahwa kita datang sebagai "server"/pelayan, bukan melulu "leader/pemimpin".
Gereja bukan melulu sebagai "Gereja yang memimpin", tapi juga “Gereja yang mendengarkan", yang mau melayani semua reksa pastoral, terlebih bagi para "korban tersalib" di tengah dunia yang terluka.
3. Mengampuni:
Bukankah menjadi murid Tuhan selalu penuh resiko, "a troubled comitment - komitmen yang menggelisahkan?
Bukankah sebagai muridNya, kita juga harus siap mengalami "trilogi penyaliban": stigmatisasi/cap buruk, marginalisasi/disingkirkan dan stigmatisasi/dikorbankan. Yeremia dan Yesus juga mengalami hal ini.
Banyak orang juga pernah/sedang mengalami "salib", bahkan Gereja perdana kita adalah gereja yang dikejar dan dianiaya, yang terampas dan terhempas.
Tapi bukankah Yesus mengajak kita juga mengingat wasiat pertamanya, "Ya Bapa ampunilah mereka....." (Luk 23:34).
Adapun "caritas et misericordia – kasih dan belaskasihan" adalah hal pokok yang mendasari jalan iman ketiga ini.
Nah, siapkah kita belajar untuk mengasihi-melayani dan mengampuni?
"Cari domba di Pangkalan Jati - jadilah HAMBA dengan sepenuh hati".
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
"Ancilla Domini - Hamba Tuhan"
Inilah panggilan iman kita yang diangkat pada bacaan hari ini: "Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yg ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
Dengan kata lain:
Yesus mengajarkan agar kita bersikap sebagai sahabat yang bersemangat "hamba" (Hangat-Andal-Militan-Bahagia-Aktual), yang tidak memikirkan jasa sendiri, yang selalu siap menjalankan tugas yang diberikan.
Yesus sendiri menjalani hidup yang sepenuhnya mengiyakan apa yang dikehendaki Bapanya, bukan?
Jelas bahwa kita juga diajak menjadi seorang hamba yang "SIAP-Selalu Ingat Akan Panggilan", yang tak mengharapkan pamrih/ucapan terima kasih karena telah menjalankan tugas. Sebaliknya yang merasa diri tak pantas karena semua yang dilakukannya hanya demi tugas.
Disinilah Yesus mengajak kita berpikir mengenai pelayanan iman yang tidak ada selesainya dan si pelayan sendiri akhirnya mesti mengaku sebagai “orang tak berguna”.
Kesimpulannya?
Bagi kita yang mengaku beriman, berbuat baik adalah kewajiban, bukan keutamaan. Kitalah yang berhutang kebaikan kepada Tuhan atas semua berkatNya setiap hari. Kitalah yang berterima kasih kepada sesama yang menjadi tanda kehadiran Tuhan bagi kita.
Bunda Teresa dari Kalkuta pernah memberi nasehat, "Apabila kebaikanmu diabaikan, apabila orang lain salah paham atau mencurigai dan berpikir buruk tentang perbuatan baikmu, tetaplah berbuat baik...." Itulah keutamaan kristiani yang membawa kebahagiaan sejati karena kita semua sejatinya adalah "hamba", yang selalu berjuang untuk tetap "hangat andal militan bahagia dan aktual" setiap harinya.
"Cari Babat di Pulau Sumba - Jadilah sahabat yang bersemangat hamba."
B.
Kutipan Teks Misa.
Buatlah ya Tuhan supaya aku tetap setia akan apa yang kuakui dalam syahadat kelahiran-kembali diriku, ketika aku dibaptis dalam Bapa, dalam Putera dan dalam Roh Kudus. Semoga aku menyembah Engkau Bapa kami, dan Putera-Mu bersama dengan Dikau; semoga aku pantas menerima Roh Kudus-Mu yang berasal dari Engkau melalui Putera-Mu yang tunggal. ... Amin. – St. Hilarius dari Poitiers, Uskup Poitiers dan Doktor Gereja
“O Kristus, ubahlah daku sehingga hidupku melulu merupakan pantulan cahaya hidup-Mu” (Beata Elisabet dari Tritunggal)
Antifon Pembuka (1Sam 2:35)
Percayalah kepada Tuhan dan lakukanah yang baik. Diamlah di negeri dan berlakulah setia. Bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu.
Doa Pembuka
Allah Bapa kami di surga, perkenankanlah kami patuh setia akan sabda-Mu dan semoga hidup kami mewujudkan pengabdian bagi kebahagiaan sesama, baik yang dekat maupun yang jauh berkat Yesus Putra-Mu, yang telah melayani kami semua serta menjadi Cahaya Hidup kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:1-8.11-14)
"Hendaklah kita hidup saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan Allah dan penyelamat kita Yesus Kristus."
Saudaraku terkasih, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat. Para lanjut usia hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, kasih dan ketekunan. Demikianlah pula para wanita tua hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik, dan dengan demikian mendidik wanita-wanita muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suami, agar sabda Allah jangan dihujat orang. Demikian pula terhadap orang-orang muda. Nasihatilah mereka, supaya menguasai diri dalam segala hal, dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. Sebab sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan penyataan kemuliaan Allah yang mahabesar, dan Penyelamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat. (Mzm 37:3-4.18.23.27.29)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hati-Mu!
2. Tuhan mengetahui hari hidup orang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.
3. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan memiliki tempat tinggal yang abadi; tetapi orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana untuk selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:7-10)
"Kami hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan."
Yesus bersabda kepada para murid, “Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba, yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang, ‘Mari segera makan?’ Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu, ‘Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum! Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum’. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena ia telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kalian. Apabila kalian telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kalian berkata, ‘Kami ini hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan,’.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Antifon Komuni (Tit 2:14)
Kristus telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Doa Malam
Bapa yang Mahabaik, ampunilah kami bila sepanjang hari ini kami berbuat baik tetapi tidak dengan tulus, punya maksud dan pamrih yang tersembunyi. Sadarkan bahwa kami adalah hamba-hamba-Mu yang tak berguna, agar rela mengabdikan diri kepada-Mu dan kepada sesama dengan setia dan rendah hati. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Minggu, 11 November 2018

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Minggu, 11 November 2018
Hari Minggu Biasa XXXII
(1Raj 17:10-16)
(Mzm 146:7.8-9a.9bc-10, Ul:2b)
Ibrani (9:24-28)
Markus (12:38-44)
"Intentio pura - Maksud yang murni."
Inilah salah satu ciri orang beriman, hidupnya penuh kebaikan dan bukan kejahatan, penuh ketulusan dan bukan kepalsuan. Sebaliknya para ahli Taurat yang notabene adalah tokoh agama malahan kerap ber-"intentio pura pura."
Disinilah, Yesus mengingatkan kita agar hati-hati terhadap sikap hidup palsu dan munafik (Mat 23:13-15,23,25,29) yang mengutamakan kebenaran lahiriah semata (Mat 23:25-28). Orang semacam ini tidak didiami oleh Roh Kudus dan kasih karunia-Nya (Rom 8:5-14).
Lebih lanjut, Yesus secara tulus memberi perHATIan bagi wanita yang hidup sendirian yang tetap bermurah hati.
Adapun, di daerah Bait Suci yang dinamakan Pelataran untuk perempuan, terdapat peti persembahan yang berisi tiga betas peti berbentuk nafiri untuk memasukkan persembahan.
Rupanya Yesus terus mengawasi orang-orang yang memberikan persembahan untuk beberapa waktu dan Ia melihat sejumlah orang kaya memberikan persembahan sebaliknya janda tersebut mempersembahkan uang seharga dua peser/satu duit (satu peser/lepton adalah kepingan mata uang terkecil senilai seperdelapan sen; Duit/kodrantēs adalah kepingan mata uang Romawi senilai seperempat sen).
Jelasnya, Yesus mengukur persembahan bukan dari jumlah yang dipersembahkan tapi dari kasih, pengabdian dan pengorbanan yang terkandung di dalamnya (Luk 21:1-4). Janda ini telah mempersembahkan jumlah yang paling kecil, tapi justru lebih berharga daripada semua persembahan lainnya, sebab dia mempersembahkan semua yang ada padanya.
"Dari Kramat Jati ke Kalisari - Jadilah orang yang murah hati setiap hari."
1.
"Non multa sed multum - Bukan banyaknya tapi mutunya"
Inilah yang diwartakan Yesus ketika memuji janda miskin di Bait Allah: "Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya tapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya!"
Ya, memberikan persembahan bisa dilakukan oleh semua orang, tak usah menunggu tua-kaya atau jaya. Tuhan melihat bukan pertama-tama berapa "kuantitas" jumlah yang dipersembahkan tetapi "kualitas" ketulusan pemberiannya dengan "dua tas" yang melengkapi, antara lain:
A. Totalitas - Keseluruhan:
Pemberian seseorang ditentukan bukan oleh jumlah yang ia berikan tetapi oleh jumlah pengorbanan yang terlibat dalam pemberian itu. Seringkali kita hanya memberi dari kekayaan kita dan hal ini tidak meminta pengorbanan. Sebaliknya, pemberian janda ini menuntut segalanya: Ia memberi sebanyak-banyaknya yang dapat diberikannya.
B. Loyalitas - Pengabdian:
Ia menilai pekerjaan/pelayanan kita tidak berdasarkan ukuran atau pengaruh atau keberhasilannya, tetapi berdasarkan kadar pengabdian, iman dan kasih yang tulus yang terlibat di dalamnya (Luk 22:24-30; Mat 20:26;Mrk 12:42)
Dari Kediri ke Kramat Jati - Berikanlah diri sepenuh hati."
2.
"Docendo discimus - Kita belajar dengan mengajar".
Bersama dengan datangnya hari baru ini, kita diajak untuk terus belajar sebagai orang beriman dengan mengajarkan iman lewat tindakan nyata.
Adapun tiga tokoh yang mengajarkan pelbagai tindakan nyata kepada kita untuk terus belajar "menolong tanpa mengharap balas budi" - "mempersembahkan segenap diri" & "merendahkan isi hati", al:
A. Rafael (Ibr: Rafa - Elohim: Allah yang menyembuhkan):
Ia menolong Tobit, Tobia & Sara dg tulus tanpa mengharapkan balas budi.
B. Janda miskin:
Tokoh yang "bersahaJA & tak berNoDA" ini mempersembahkan semua yang ada padanya, yakni seluruh nafkahnya kepada Tuhan.
C. Bunda Maria:
Figur beriman yg "MAu Rendahhati Ikut Allah" ini terbuka dibentuk oleh Allah. Ia berkenan dg rendah hati menyerahkan seluruh hidup dan isi hatinya u/melaksanakan kehendak Tuhan. Hatinya suci krn ia mau "miskin" di hadapan Tuhan: Aku ini hamba Tuhan" (Luk 1:38).
"Cari sikat di Pasar Lama - Jadilah berkat buat sesama."
Disini juga saya lampirkan catatan kritis mengenai “perpuluhan” dalam iman Katolik:
Pertama:
Hukum persepuluhan seperti yang dipraktikkan banyak (tidak semua) Gereja Kristen berarti bahwa setiap anggota jemaat yang mempunyai penghasilan, wajib memberikan sepersepuluh (10 persen) dari penghasilan bulanan/mingguan mereka kepada Gereja.
Praksis ini didasarkan pada tindakan Abraham setelah menang perang, yaitu memberikan sepersepuluh dari hasil rampasan perang itu kepada Melkisedek, Imam Agung (Kej 14:17-24). Tindakan Abraham ini dipandang sebagai kewajiban yang harus dijalankan oleh umat Israel sebagai keturunan Abraham dalam tradisi mereka (Ul 14:22-23; 26:12-15; Bil 18:20-22; Neh 10:37-38; Im 27:32-33).
Karena orang-orang Kristiani adalah keturunan Abraham (Gal 3:7), maka mereka juga wajib membayar sepersepuluh dari penghasilan mereka kepada penerus imam Melkisedek, yaitu Yesus Kristus (bdk Ibr 7:1-28).
Dalam hal ini, Kristus diwakili Gereja atau pemimpin Gereja. Praksis dalam kebanyakan Gereja Kristen ini dipandang sesuai dengan ungkapan Yesus berkaitan dengan persepuluhan (Mat 23:23), yaitu bahwa Yesus tetap menyetujui praksis persepuluhan itu.
Kedua:
Gereja Katolik tidak mempraktikkan persepuluhan, artinya umat Katolik tidak dikenakan kewajiban membayar persepuluhan kepada Gereja.
Namun demikian, dalam Konsili Trente, Gereja Katolik pernah mewajibkan umat Katolik untuk membayar persepuluhan.
Tetapi, praksis membayar persepuluhan itu lenyap pelan-pelan, yaitu sejak Revolusi Perancis pada abad ke-XVIII, meskipun peraturan itu sendiri belum pernah dicabut. Keputusan Konsili Trente itu bukanlah keputusan dogmatis, karena itu bisa saja diubah oleh pemimpin Gereja berikutnya bila dipandang kurang tepat.
Lenyapnya praksis membayar pesepuluhan dalam Gereja Katolik ini sebenarnya sangat sesuai dengan catatan sejarah Gereja bahwa praksis persepuluhan itu tidak tampak dalam Perjanjian Baru dan tidak dilakukan pada Gereja apostolis.
Ada juga catatan dari bapa-bapa Gereja bahwa praksis persepuluhan itu kurang sesuai dengan semangat Perjanjian Baru, yaitu memberi secara sukarela seperti yang dikatakan Paulus: "Hendaknya masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita" (2 Kor 9:7).
Ketiga:
Adalah sangat baik memberikan sumbangan kepada Gereja karena selama Gereja masih hidup di dunia ini, tetap akan dibutuhkan dana untuk mendukung kehidupan dan pelayanan Gereja. Demikian pula tetap dibutuhkan bantuan untuk orang-orang miskin.
Gereja mengajarkan dengan tegas bahwa membantu Gereja dan membantu orang miskin bukan bersifat manasuka tetapi suatu "kewajiban" (KHK Kan 222 # 1 dan 2; bdk Kan 1260-1266).
Namun demikian, pelaksanaan kewajiban ini tidak ditentukan dengan jumlah tertentu, misalnya sepersepuluh, tetapi diserahkan kepada kerelaan hati umat.
Keempat:
Perubahan penting yang hendak ditegaskan di balik "lenyapnya praksis persepuluhan" dalam Gereja Katolik ini ialah perubahan semangat dasar yang harus menggerakkan umat untuk memberikan sumbangan, yaitu dari semangat berdasarkan hukum (sebagai kewajiban) ke semangat cinta kasih kepada Allah dan sesama.
Janda miskin yang memberikan persembahan seluruh miliknya menjadi contoh cinta kasih yang memberikan diri tanpa batas (Luk 21:1-5). Cinta kasih ini bebas dari pamrih, yaitu memberi untuk menerima (do ut des).
Cinta kasih ini yang menggerakkan kita untuk mengakui karunia kesejahteraan yang telah dilimpahkan Tuhan kepada kita, suatu ungkapan syukur atas berkat Tuhan disertai keinginan untuk membalas kasih-Nya.
Cinta kasih inilah yang menggerakkan kita menyadari diri sebagai bagian dari Gereja, dan karena itu selalu bersedia untuk saling mendukung dalam karya pelayanan. Cinta kasih inilah yang menggerakkan kita membagikan harta milik kita kepada orang miskin (KGK 2443-2447).
Dengan ini menjadi nyata bahwa Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya (Mat 5:17). Juga menjadi nyata bahwa semua hukum dirangkum dalam perintah cinta kasih kepada Allah dan sesama krn sbenarnya hukum punya arti yg indah, "Hadir Untuk Keselamatan Umat Manusia."
Nah, itu dari perspektif historis dan teologis kristiani yg coba dimaknai dlm Gereja Katolik, pastinya kita ingat sebuah kalimat dari St Ignatius Loyola, "Tujuan stiap manusia diciptakan adalah utk memuji & memuliakan Tuhan, dan stiap benda yg ada di muka bumi ini ada utk membantu manusia mencapai tujuan ia diciptakan itu."
3.
Kutipan Teks Misa
“Jika kamu ingin tahu, jalan mana yang harus kamu ikuti, pilihlah Kristus, karena Dia itu jalan” (St. Tomas dari Aquino)
“Lebih baik berjalan pincang mengikuti jalan, yakni Kristus, daripada berjalan kencang tetapi menyimpang.” (St. Tomas dari Aquino)
Antifon Komuni (Mrk 12:44)
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan” (Mat 23:23)
Antifon Pembuka (Mzm 88:3)
Tuhan, biarlah doaku naik ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada permohonanku.
Let my prayer come into your presence. Incline your ear to my cry for help, O Lord.
Intret oratio mea in conspectu tuo: inclina aurem tuam ad precem meam Domine.
Mzm. Domine Deus salutis meæ: in die clamavi, et nocte coram te.
Doa Pembuka
Ya Allah, Engkau tidak melihat besarnya jumlah, tetapi ketulusan kami dalam mempersembahkan diri dan milik kami kepada-Mu. Anugerahilah kami kerelaan untuk berbagi satu sama lain atas segala sesuatu yang Kauanugerahkan kepada kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (1Raj 17:10-16)
"Janda itu membuat sepotong roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia."
Sekali peristiwa Nabi Elia bersiap-siap, lalu pergi ke Sarfat. Ketika ia tiba di dekat gerbang kota itu, tampaklah seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Elia berseru kepada perempuan itu, “Cobalah, ambilkan aku sedikit air dalam kendi untuk kuminum!” Ketika perempuan itu pergi mengambil air, Elia berseru lagi, “Cobalah juga bagiku sepotong roti!” Perempuan itu menjawab, “Demi Tuhan, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, sebentar lagi aku pulang dan mengolanya bagiku dan bagi anakku, dan setelah memakannya, maka kami akan mati.” Tetapi Elia berkata kepadanya, “Janganlah takut, pulanglah, dan buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku; kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman Tuhan, Allah Israel. Tepung dalam tempayan itu takkan habis, dan minyak dalam buli-buli itu pun takkan berkurang sampai tiba waktunya Tuhan menurunkan hujan ke atas muka bumi.” Maka pergilah perempuan itu, berbuat seperti yang dikatakan oleh Elia. Maka Elia, perempuan itu dan anaknya mendapat makanan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang sesuai dengan firman Tuhan yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do=a, 2/2, PS 863
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
Ayat. (Mzm 146:7.8-9a.9bc-10, Ul:2b)
1. Dialah yang menegakkan keadilan, bagi orang yang diperas, dan memberikan roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.
3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun temurun.
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (9:24-28)
"Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang."
Saudara-saudara, Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri, untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagaimana Imam Agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian Kristus harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali saja menyatakan diri untuk menghapus dosa lewat kurban-Nya. Seperti manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957.
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 5:3)
Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh karena Roh Kudus, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:38-44)
"Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."
Pada suatu hari, dalam pengajaran-Nya, Yesus berkata kepada orang banyak, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat! Mereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Pada suatu hari lain, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya; semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Janda di Sarfat bersedia memberikan roti yang ia buat sendiri dan sedikit tepung yang ada di rumah. Ia sendiri mengatakan bahwa ia akan membuat roti dari sedikit tepung itu untuk dia dan anaknya. Setelah makan roti itu mereka akan mati karena tidak ada lagi tepung. Atas permintaan Elia, roti dari sedikit tepung itu akan diberikan juga kepada Elia.
Bayangkan, roti terakhir yang tersedia, harus dibagi lagi kepada orang lain yang sedang kelaparan. Janda sarfat memberi roti dari kekurangan kepada Elia.
Demikian pula halnya dengan janda miskin yang memasukkan persembahan ke dalam peti persembahan. Yesus mengatakan bahwa pemberian janda itu lebih besar karena Ia memberi dari kekurangan.
Dua janda dalam bacaan-bacaan kitab suci hari ini menunjukkan kepada kita, iman yang sesungguhnya. Iman tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk yang lain. Iman yang sesungguhnya dilihat dari tindakan atau perbuatan kasih. Mereka adalah contoh orang beriman yang meneladani Yesus Kristus yang rela menyerahkan hidup-Nya demi keselamatan dunia.
Antifon Komuni (Mzm 23:1-2)
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.
The Lord is my shepherd; there is nothing I shall want. Fresh and green are the pastures where he gives me repose, near restful waters he leads me.
Dominus regit me, et nihil mihi deerit: in loco pascuæ ibi me collocavit: super aquam refectionis educavit me.