Ads 468x60px

Kamis 28 Feb 2013


Yer 17:5-10; Luk 16:19-31

“Iustitia omnibus-Keadilan utk semua.” Inilah s
alah satu core values yang saya angkat dalam buku “HERSTORY” (Kanisius) yang juga menjadi inspirasi hari ini. Ya, Tuhan datang dengan keadilannya yang paripurna. Adapun tiga cara supaya kita mendapatkan keadilan Tuhan, al: 

1. Berbagi dalam kehidupan: 

“Donato ergo sum- A ku berbagi maka aku ada”, karena dengan memberi, bukan dengan menerima, kita bisa menjadi kaya, bukan? Yesus mengajak kita menjadi kaya dengan melaksanakan keseimbangan dan perilaku keagamaan yang tidak berkanjang dalam ruang domestifikasi belaka, tapi menjadi daya gerak-daya ubah-katalisator untuk berbelarasa bagi sesama. Ia jelas menunjukkan jati diri kemanusiaan dan keberimanan bahwa manusi membawa gambar diri “Yang Ilahi” dalam dirinya, saat tindakan belas-kasihan kepada sesama merajai kehidupan dan berbuah dalam tindakan kepedulian yang dibagikan secara nyata. Jelasnya, Ia menyamakan kasih kepada Tuhan (“Yang Ilahi”) dengan kasih yang dibagikan kepada sesama (“yang insani”). Seberapa besar kasih kepada orang lain terlebih yang kecil dan miskin, sedemikianlah kasih yang (sebenarnya) hadir untuk “Yang Ilahi”. Yang pasti, masalahnya bukan apakah kita akan mati, tapi bagaimana cara kita hidup karena bukankah orang kaya yang tidak mau berbagi, akhirnya menjadi tidak kaya dan mengalami derita kekal? 

Rabu 27 Feb 2013


Prapaskah II
Yer 18:18-20; 20:17-28

"Servus servorum
- Pelayan dari segala pelayan". Inilah salah satu semangat kepausan yang ditampil-kenangkan oleh Gereja Katolik dan Tahta Suci. Adapun hari ini adalah juga audiensi umum terakhir Hamba Tuhan, Benediktus XVI di Vatikan. Menurut reportase: 200.000an orang dan bendera/poster dari bangsa dan komunitas awam, al: Comunione e Liberazione, Movimento Focolare, Rinnovamento dello Spirito Santo, Azione Cattolica, dll mewarnai "farewel" dengan Hamba Tuhan ini. 

Hari ini, Yesus juga mengajak k
ita menjadi murid yang bersemangat "hamba" (Bdk. Buku "3 Bulan 5 Bintang 7 Matahari", Kanisius, RJK: "Hangat Andal Militan Bahagia Aktual"). Adapun 3 jalan iman seorang murid yang bersemangat "hamba", al: 

Selasa 26 Feb 2013


Prapaskah II
Yes 1:10.16-20; Mat 23:1-12

“Exempla in terries - Teladan di tengah dunia”. Inilah harapan Yesus bahwa kita bisa menjadi teladan iman, bukan hanya dengan kata-kata (”verbum”) tapi lebih pada tindakan nyata yang penuh kebaikan (”bonum”). Adapun 3 ajakan Yesus sebagai Sang Teladan Utama, al: 

1.”TE”guhkan iman dengan kerendahan hati: 
Menyitir pesan Nabi Yesaya, "Basuhlah - bersihkanlah dirimu dan jauhkanlah perbuatanmu yang jahat dari mataKu. Berhentilah berbuat jahat dan belajarlah berbuat baik”. Yesus dengan penyalibanNya sendiri dengan tegar mau meneguhkan iman kita: Ia rela mengalami sengsara fisik-sengsara rohani -sengsara sacramental dan sengsara aktual. Inilah derita, “passio” yang meneguhkan iman kita untuk bertindak. Jelasnya, Yesus meneguhkan iman kita karena Ia jelas hadir demi GerejaNya yang dikejar-kejar, dalam mereka yang sakit-menderita dan yang mengalami ketidakadilan. 

Senin, 25 Feb 2013

"Beati pauperibus spiritu"
Prapaskah II
Dan 9:4b-10; Luk 6:36-38

"Beati pauperibus spiritu – Berbahagialah yang murah hati". Kemurahan hati itulah yang menjadi ciri khas Allah sehingga kita selalu diberkatiNya: Ia selalu mengasihi dan mengampuni kita (Luk 6:36; Dan 9:4-9). Pengalaman akan kemurahan hatiNya ini seharusnya membuat kita juga mau selalu bermurah hati bagi sesama dengan rela dan bahagia, terlebih bagi yang kecil-lemah-miskin-tersingkir/disingkirkan. 

Murah hati berarti mau menjadi berkat dan juga tidak mudah menghakimi/menghukum tapi mudah mengampuni dan memberikan diri (Luk 6:37b-38a), tentunya bukan dengan sikap "munafik/penuh akal bulus" tapi dilandasi sikap "munajat/setulus hati". 

Adapun tiga hal nyata sebagai bentuk kemurahan hati seperti yang saya tulis dalam buku "3 Bulan 5 Bintang 7 Matahari" (Kanisius), al: 

Minggu Prapaskah II/C : 24 Feb 2013


Kej 15:5-18; Flp 3:17-4:1; Luk 9:28-36

“Fides in transfiguration - Iman dalam perubahan.” Tiga bacaan pada misa hari ini menekankan dimensi perubahan: Abram menjadi Abraham - Saulus menjadi Paulus dan Yesus menjadi Kristus. Bukankah iman dan pertobatan terkait-paut dengan tindakan dan perubahan: Yang pemarah menjadi penyabar - yang sombong menjadi rendah hati - yang malas menjadi rajin - yang penakut menjadi pemberani dll. 

Adapun 3 jalan iman supaya kita bisa ber-“transfigurasi”- berubah setiap hari seperti yang saya tulis dalam buku “HERSTORY”, al: 

Minggu 31 Mrt 2013, HR Paskah

“Gaudium Magnum"
Kis 10:34a-43; Kol 3:1-4; Yoh 20:1-9

“Gaudium Magnum - Sukacita Agung”. Inilah yang kita rayakan pada Hari Paskah yang merupakan hari raya terbesar: Ia telah bangkit dari kematian! Ia telah mengalahkan dosa dengan kebangkitanNya sebagai bukti bahwa Ia benar-benar Putera Allah! Oleh sebab itu, pantaslah kita berkumandang seperti kata pemazmur hari ini: “Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan GEMBIRA.” 


Bicara soal arti ”gembira”, ada sebuah kisah tentang Jorge, salah satu tokoh antagonis dalam novel Umberto Eco, “The Name of the Rose”. Jorge adalah seorang rahib tua fransiskan yang bertugas sebagai penjaga perpustakaan. Ia menemukan sebuah buku kuno yang membahas soal rasa gembira bahwasannya Allah itu tertawa+bergembira. Bagi Jorge, buku karangan Aristoteles ini sangat berbahaya, bahkan menghujat Allah. Katanya: “Tertawa dan bergembira ria adalah kelemahan-pengrusakan-ketololan dari daging, tapi dalam buku ini fungsi tertawa dan bergembira ria dibalik, dinaikkan derajadnya menjadi seni, pintu-pintu pengetahuan kita membuka ke arahnya, dijadikan pembicaraan filsafat dan teologi yang durhaka.” 

Lepas dari sosok dan pergulatan Jorge tentang tawa dan gembira-ria ini, ternyata kata ”gembira” mengandung 3 sikap iman mendasar, seperti yang pernah saya tulis dalam buku ”BBM” (Kanisius), antara lain:

Sabtu 23 Feb 2013


Prapaskah I
Ul 26:16-19; Mat 5:43-48

“Deus caritas est-Allah adalah kasih.” Itulah ensiklik pertama Paus Benediktus XVI yang juga saya tulis dalam buku “HERSTORY” (Kanisius). Ya, karena Allah adalah kasih, kita juga diharapkan selalu memancarkan wajah Allah yang penuh dengan vitamin “C “-CINTAKASIH. Jelasnya, seperti Allah yang menjadi “gift/kado” bagi hidup kita, kita juga diajak menjadi “gift/kado” bagi hidup sesame dan dunia kita. 

Dalam buku saya, “TANDA” (Kanisius), ada dua jalan iman supaya kita bisa menjadi “kado” dan berbagi ”kado”, yakni: "KAsihi dan DOakan", bahkan termasuk kepada orang yang menjadi ”musuh”: menyakiti hati/membenci diri kita: “KAsihilah musuhmu dan berDOalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Mat 5:44). Musuh sendiri bisa berarti seseorang yang kita benci, mungkin karena menyebabkan kerugian-sakit hati-kekecewaan/kejatuhan, dan karenanya mereka ini tidak layak diampuni apalagi dikasihi. Tapi bukankah cinta itu kasih dan bukankah kasih itu adalah inti hukum kristiani? 

Jumat 22 Feb 2013:



Pesta Tahta Santa Petrus
1Ptr 5:1-4; Mat 16:13-19

"Pastor Bonus" - Gembala Baik. Itulah salah satu "core values" yang saya tulis dalam buku "HERSTORY" (Kanisius) dan yang juga menjadi dasar iman ketika kita merayakan Pesta Tahta Sant.Petrus hari ini, saat Yesus memberikan kuasa pada Petrus yang menjadi "raison d'etre", alasan adanya Gereja (Bhs Porto: "Igreja - persekutuan umat beriman"). Adapun 3 semangat dasar dari "gembala baik", al: 

Kamis, 21 Feb 2013


“Spes fides et caritas"
Est 4:10a.10c-12.17-19; Mat 7:7-12

“Spes fides et caritas - Harapan iman+kasih.” Itulah trilogi sikap Yesus pada hari ini yang juga saya tulis dalam buku “HERSTORY” (Kanisius). Setiap kali saya mengingat trilogi ini, saya juga teringat “warung angkringan” di Solo, yakni warung “HIK -Hidangan Istimewa Kampung” yang bagi saya memiliki 3 menu dasar, yaitu “Harapan-Iman-Kasih.” 

Adapun di warung “HIK” Karang Anyar, kadang ada menu tambahan, yakni sop. “SOP” ternyata juga merupakan pesan pokok iman kita hari ini, al: 

Rabu 20 Feb 2013


Prapaskah I
Yun 3:1-10; Luk 11:29-32

" Homo est animale symbolicum"

“Homo est animale symbolicum-Mns adl makluk yg pnh simbol". Bukankah hdp kt jg pnh tanda: KTP/Kartu TANDA Pnduduk, STTB/Surat TANDA Tamat Blajar, STNK/Surat TANDA Nmr Kndaraan, TANDA cinta-TANDA mata-TANDA tangan-TANDA baca dll. Dlm buku sy, “TANDA” (Kanisius) berarti “Tempat Aku Nampakkan Damai Allah”.

Hari ini Yunus mjd tanda pertobatan bg org Niniwe+Salomo mjd tanda kebijaksanaan bagi rakyat Israel. Tanda pertobatan Yunus+kebijaksanaan Salomo ditanggapi positif: Org Niniwe mau berpuasa u/berbalik pd Allah+org Israel mau berjuang u/mdpt kebijaksanaan Allah. Sbaliknya, kata+warta Yesus yg jls2 lbh agung drpd Yunus/ Salomo justru ditanggapi negatif: Mrk bertegar hati+cuek bebek pd Yesus shingga Yesus mnyebut mrk sbg angkatan yg jahat.

Senin 18 Feb 2013

Im 19:1-2.11-18; Mat 25:31-36

“Cor unum et anima una-Sehati dan sejiwa”. Kita diajak u/sehati sejiwa dg Yesus yang hadir+bersolider lewat sesama, yg kecil-lemah-miskin-tersingkir-difable (Mat 25:35-45). Adapun 3 buah jika kita bs hdp bersolider+menemukan Tuhan dlm khidupan harian, al: 

1. Beriman: “Fides et action-Iman+tindakan". Ada tiga dimensi dsr iman: pengungkapan-perayaan+perwujudan. Iman tdk cm diungkapkan/dirayakan, tp iman jg hrs diwujudnyatakan. Tind solidaritas membuat kt smakin hdp kudus+ beriman scara penuh-utuh+menyeluruh. 

Carpe Diem I : "O" rang Kudus


“Dari para kudus, kita mendapatkan teladan hidup mereka,
persahabatan dalam persekutuan dengan mereka,
dan pertolongan melalui perantaraan mereka.”

Prapaska I/C–17 Minggu Feb 2013


Ul 26:4-10; Rm 10:8-13; Luk 4:1-13

“Vade Retro satana-Enyahlah iblis!” Inilah semangat iman ketika Yesus mengalahkan cobaan iblis. Nama lain iblis adalah setan (Arab: Satana, musuh). Hari ini iblis muncul dg 3 karakter dasar seperti yg pernah saya tulis dalam buku “TANDA” (Kanisius), al:

a.Perempuan/perayu: Ia datang berkali2 pd Yesus. 

b.Playboy/penipu: Ia pura-pura tampil baik bahkan dg kesan seakan ia rajin membaca KS (dg kata: ”ada tertulis”). 

c.Panglima/penyerang: Ia datang+menggoda ktika Yesus lapar-haus-kering-sepi-sendiri+alami ‘situasi padang gurun”. 

Berangkat dari 3 karakter dasar dari setan inilah, ada 3 pokok iman yang mau sy angkat, al: 

Sabtu 16 Feb 2013


Yes 58:9b-14; Luk 5:27-32

“Via fides et spes-Jalan iman+harapan”. Itulah dua hal yg dberikan Yesus pd Lewi. Lewi sendiri adl seorang pemungut pajak (Yun: Publicani) dr masy Yahudi u/diserahkan kpd bangsa Romawi. Dua pajak yg hrs dibayarkan al: pajak kepala (tributum capitis)+pajak tanah (tributum soli). Selain pajak utama, msh ada pajak2 u/brg yg memakai transportasi laut+darat, al: pakaian-makanan-brg krajinan+budak. 

Adapun pmungut cukai di-cap buruk krn: pajak memberatkan masy; pajak itu diberikan u/bangsa Romawi yg dianggap musuh rakyat; cara yg digunakan kerap tdk adil. Teks injil ttg pmungut cukai al: kisah Zakheus (Luk 19:1-10), Org Farisi+pemungut cukai (Luk 18:9-14)+kisah panggilan Lewi (Mark 2:13-17) yg mjd bacaan hari ini. Ya, hari ini Yesus membuat Lewi smakin beriman+berpengharapan, dg 3 jalan imannya, al: 

Jumat 15 Feb 2013


Yes 58:1-9a; Mat 9:14-15

“Fides cum ecclesia-Beriman bersama Grj.” Ya, bersama iman Grj Universal, hari ini kt memasuki hari Jumat di masa Prapaska, dimana Grj mengatakan “seluruh hari Jumat sepanjang tahun+selama Masa Prapaska adalah hari-hari tobat” (CIC.1250). Dalam "Lima Hukum/Lima Perintah Gereja", ada juga perintah ke-3, yakni: "Berpuasa+berpantanglah pd hari yg ditentukan”. 

Memang sejak abad XII serta mengacu pada Kitab Hukum Kanonik (No.1249-1253) dan Statuta Keuskupan Regio Jawa No.111, ditentukan bahwa puasa+pantang wajib pada hari Rabu Abu+Jmt Agung, serta pantang ditambah pada 7 Jumat slama Prapaskah u/mengenangkan bhw Yesus wafat pd hari Jmt. 

Dalam buku “BBM” (Kanisius), sy tampilkan 3 kegunaan dsr puasa, al: mempertajam mata rohani, blajar menyerupai Kristus+melatih “kedisiplinan iman”. Lebih daripada itu, puasa bukan cm sekedar ritual/kwajiban tp mestinya berporos pd tiga dasar, al: 

Kamis 14 Feb 2013


Ul 30:15-20; Luk 9:22-25

“Via caritas-Jalan cintakasih.” Itulah slh satu semangat iman hari ini yg jatuh persis bertepatan dg hari Kasih Sayang/Valentine’s Day. Kalau hari ini, Musa memberikan “via caritas” dg "3M", MengasihiNya-Mendengarkan suaraNya+Mempautkan hati pdNya, maka Yesus jg memberikan “via caritas” dg metode “3 M” yg lbh militan seperti yg sy tulis dlm buku "TANDA" (Kanisius), al:

Rabu Abu 13 Febr 2013


Yoel 2:12-18; 2 Kor 5:20-6:2; Mat 6:1-18

“Mea culpa mea culpa mea maxima culpa-Saya berdosa saya berdosa saya sungguh berdosa.” Itulah slh satu smangat pertobatan pada awal masa Prapaskah di hari Rabu Abu. Abu sendiri adl tanda tobat yg byk digunakan dlm KSPL (Bdk: Ktb Yunus+Ester). Yesus jg menyinggungnya ketika mengutuk kota Betsaida+Khorazim. Dlm buku “De Poenitentia”, Tertulianus menulis bhw pendosa yg bertobat hrs kenakan kain kabung+abu.

Salah satu tujuan masa prapaskah juga adl pertobatan. Bertobat (Yun:metanoia) adl "berbalik". Dkl: pertobatan hrs disertai tindakan. Dlm buku sy, “BBM” (Kanisius), ada 3 dsr pokoknya, al:

Selasa 11 Feb 2013

Kej 1:20-2:4a; Mrk 7:1-13

“Bonum et malum-Kebaikan+kejahatan”. Hati yg tulus melahirkan kebaikan, tp hati yg penuh akal bulus melahirkan kejahatan. Bukankah dunia kita marak o/”kejahatan” ketika hukum semarak dipermainkan+ketulusan berarak dipinggirkan? Jelasnya, kt mengalami apa yg disebut Vaclav Havel, ”the aesthetics of banality” (pendangkalan makna), ktika kt jg hidup+beriman dlm suatu kesadaran palsu krn iman kt trpisah dr hdp harian+nurani. 

Dlm bac hari ini, byk org Yahudi mjd org ”legalistis”, yg hatinya pnuh basa-basi, yg cm sibuk perihal luaran seputar hukum ”najis/halal”. Sbaliknya Yesus mjd org “realistis”, yg hatinya asli bersaksi, yg brani menyingkap makna terdalam dr sbuah hukum. BagiNya: yg menajiskan bkn makanan yg masuk ke dlm tubuh/tangan yg digunakan u/memasukkannya; tp rasa-prasangka/niat buruk yg keluar dari hati-pikiran+mulut kt (bdk.Mat 15:11-20). 


Senin 11 Feb 2013


HOS-Hari Org Sakit
Kej 1:1-19; Mrk 6:53-56

“Fiat sana et sano-Jadilah sehat+kuat!” Inilah slh satu warta ketika hari ini Gereja mengadakan “MOS”-Misa Org Skt+”HOS”-Hari org Skt, brtepatan dg penampakan Maria di Lourdes, 155 thn yg lalu. Ya, Allah membuat kita mjd sehat+kuat: yg gelap mjd terang-yg lemah mjd kuat-yg sakit mjd sehat. Sakit sndiri adl kondisi tdk utuhnya dimensi fisik-mental+sosial, jd bukan soal tiadanya penyakit krn org sakit tdk terbatas pd yg ada di rumah sakit saja. Bhs nya Patch Adams, kt mjd sakit, krn adanya faktor hypo/kekurangan, atau hyper/kelebihan. Sakit sendiri adl pantulan pengalaman asli negatif mns, bahkan ada bukusuci yg membuka kitabnya dg kata “samsara”,hidup adl dukha/sakit.

Dlm buku sy, “TANDA” (Kanisius), sakit jg berarti “Saat Aku Kuatir Ingatlah Tuhan”. Blajar dari Yesus+Maria, ada 3 cara spy kt bs sll ingat Tuhan, al: 

Minggu V, 10 Feb 2013


Yes 6:1-8; 1Kor 15:1-11; Luk 5:1-11

"Gong xi fa chai-Slmt mjd “kaya”/"be happy-go lucky". Itulah motto kala sy mrayakan misa minggu ini yg berpas-an dg HR Imlek. Scr insani, Imlek (Im: bulan, lek: penanggalan) adl awal prgantian dr musim dingin ke semi.

Scr imani, sperti yg sy tulis dlm “BBM” (Kanisius), Imlek berarti “Ikut Maria Lwt Ekaristi Kudus”, dg 3 jln, al:

Sabtu 9 Febr 2013

Ibr 13:15-17.20-21; Mrk 6:30-34

“In nomine Dei feliciter–Dalam nama Tuhan semoga berbuah”. Itulah slh satu harapan yg ditampakkan Yesus yg jg sy tulis dm buku “Mimbar Altar” (Kanisius). Harapan yg pnuh semangat inilah yg mjd dasar dr karya+warta Yesus brsama para muridNya sehingga mrk sll membawa smua warta+karyanya dlm nama Tuhan. 

Adapun tiga jln spy kita smakin berbuah dlm nama Tuhan, al: 

Jumat, 8 Februari 2013


Ibr 13:1-8; Mzm 27:1.3.5.8b-9abc; Mrk 6:14-29

 “Virtus stat in medio-Keutamaan itu berada di tengah”. Itulah salah satu filosofi instrospeksi yang saya tulis dalam buku “BBM” (Kanisius). Ia tidak condong ke kiri/kanan karena ia tidak berlebihan, contohnya, keberanian adalah keutamaan: Ia ada di antara kepengecutan dan kenekadan.

Hari ini, kita juga belajar filosofi instrospeksi dari Herodes yang punyai kekuasaan tapi tidak memiliki keutamaan karena mudah mengorbankan orang lain. Herodes yang dimaksud adalah Herodes Antipas, anak termuda dari Herodes Agung+Maltake, yang mewarisi wilayah Galilea dan Perea. Dicatat bahwa Yesus menjulukinya 'si serigala' (Lukas 13:31).

Kamis 7 Febr 2013


Ibr 12:18-19.21-24; Mzm 48:2-4.9-11; Mrk 6:7-13

“Ite missa est
 - Pergilah kamu diutus!” Itulah kata-kata di akhir misa yang juga saya tulis dalam buku “HERSTORY” (Kanisius). Ya, kita diutus untuk bermisi sebagai “duta cinta”, tergerak-bergerak dan berarak dari altar perjamuan ke pasar kehidupan.

Jelasnya, kita
 diutus ber-misi sebagai “model”/teladan iman umat Allah, “mediator”/perantara kuasa Allah dan “messenger/pembawa pesan Allah”. Dalam bahasa Dom Helder Camara yang saya tulis dalam buku “XXI-Interupsi” (Kanisius), bermisi sebagai duta cintaNya berarti meninggalkan, pergi dan keluar dari diri sendiri, memecah dinding egoisme, yang memenjarakan kita, dalam ke”AKU”an. Misi berarti berhenti berkisar pada diri sendiri. Misi selalu berarti meninggalkan, tapi tidak selalu mengadakan perjalanan. Di atas semua itu, misi berarti membuka diri dan hati bagi Tuhan dan bagi yang lain, sebagai saudara dan saudari, menemukan dan menjumpai mereka dalam Tuhan. Adapun 3 semangat dasar sebuah karya misi ilahi, al: 

Rabu, 6 Febr 2013


Pw.St.Paulus Miki dkk. Martir
Ibr 12:4-7.11-15; Mrk 6:1-6

"Ave crux spes unica - Salam hai Salib, harapan yang utama." Inilah salah satu semangat yang juga saya tulis dalam buku "HERSTORY" (Kanisius) bersama dengan kemartiran St. Paulus Miki dkk yang dibunuh dengan cara disalibkan. Kemartiran St. Paulus Miki dkk menegaskan bahwa iman tak bisa lepas dari "pengalaman salib", seperti yang juga dialami Yesus. Adapun "trilogi salib", al: 

Selasa, 5 Feb 2013


Pw. St. Agata, Perawan dan Martir
Ibr 12:1-4; Mrk 5:21-43

“Fides et action – Iman dan tindakan.” Iman tak lepas dari tindakan, tindakan yang membuat kita lebih punya nurani karena sejatinya iman (Yun: πίστιν– pistis) adalah rasa percaya pada Tuhan yang juga harus ditampak-nyatakan dalam hidup harian. Secara sederhana, iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat (Ibr 11:1), dengan 7 fungsi dasar seperti yang saya tulis dalam buku "3 Bulan 5 Bintang 7 Matahari" (Kanisius), al:
- menyembuhkan/Mat 9:29;
- menyelamatkan/Luk 8:48;
- menghidupkan/Yoh 20:31;
- menguatkan/Ef 6:16;
- membenarkan/Gal 2:16;
- melakukan perkara besar/Mat 17:20, serta
- memperoleh pengampunan/Kis 26:18. 

Senin, 4 Febr 2013


Hr Biasa Pekan IV
Ibr 11:32-40; Mrk 5:1-20

“IHS” - Itulah salah satu slogan iman kita yang juga saya tulis dalam buku "HERSTORY" (Kanisius), yang berarti “In Hoc Signum - Dalam Tanda Ini”. Ya, Yesus datang sebagai “tanda” bagi dunia, tanda kebaikan yang mengalahkan kejahatan, tanda cinta yang mengalahkan sengketa dan tanda ketulusan yang mengalahkan kebusukan dengan segala akal bulus dunianya. Kehadiran Yesus sebagai “sign” yang “significant” bahkan bisa juga menghancurkan “legion”, segerombolan roh jahat yang kadang meracuni tubuh kita. Adapun trilogi dasar kehadiran Yesus, al:

Minggu Biasa IV/C–3 Febr 2013



Yer 1:4-5.17-19; Kor 12:31-13:13; Luk 4:21-30

“O Rex gentium-O Raja para bangsa.” Dalam kacamata kristiani, Yesus hadir sebagai Raja bagi semua bangsa dengan semangat kenabiannya. Bicara soal nabi, ada banyak macamnya. Dalam dunia sosial: ada nabi modern, misalnya, Romero, Uskup Elsalvador yang ditembak karena menyuarakan keadilan. Ada juga nabi palsu, yang cuma memberikan nasehat dusta untuk menyenangkan raja ( 1 Raj 18). Dalam dunia seni, Kahlil Gibran menulis buku Sang Nabi, dll.

Yang pasti, akar kata nabi adalah, “naba” (kabar/ berita/sabda). Nabi adalah orang yang mendapat kabar/berita/sabda, agennya Allah (Ibr: Nabiy, messenger/utusan dan prophet/pembawa berita). Seperti yang saya tulis dalam buku “BBM” (Kanisius), seorang nabi mempunyai 4 sifat, al: Siddiq/konsisten-bukan pembohong; Amanah/terpercaya-bukan pengkhianat; Fathonah/rajin-bukan pemalas; Tabligh/suka berbagi-bukan org pelit. Secara khusus, kita juga dipanggil menjadi nabi untuk semua orang dengan 3 fungsi pokok, al: 

Sabtu, 2 Febr 2013


Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah
Mal 3:1-4; Luk 2:22-32

"In omnibus Deo - Dalam semuanya adalah Allah". Yah, 40 hari lalu kita merayakan kelahiran Yesus, dan hari ini kita memperingati Yesus yang dipersembahkan. Hal ini sesuai dengan tuntutan Hukum Taurat bahwa setiap anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah pada hari yang ke-40 "life begins at forty". Adapun tiga teladan dari tokoh hari ini supaya bisa ber-"in omnibus Deo", al:  

Jumat, 1 Febr 2013


Ibr 10:32-39; Mrk 4:26-34

"In Te Domine speravi - PadaMu Tuhan aku berharap." Ya, bersama dengan HatiNya yang lemah lembut dan murah hati, Tuhanlah yang seharusnya menjadi pengharapan kita, sebagai yang empunya Kerajaan Surga. Seperti yang saya tulis dalam buku "XXX-Family Way" (Kanisius), ada banyak nama tentang surga al: Firdaus/2Kor 12:2 - Kerajaan Allah/Ef 5:5 - Rumah Bapa/Yo 14:2- Tanah Air surgawi/Ibr 1116,  dengan beberapa ciri: kekal dan abadi, diciptakan Allah, tidak terukur, tinggi, kudus dan tahta Allah.