Ads 468x60px

22 Okt: Peringatan Santo Yohanes Paulus II.

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
22 Okt:
Peringatan Santo Yohanes Paulus II.
"Tidak ada negara yang begitu toleran seperti Indonesia di muka bumi." (Buku “XXI – Interupsi”, RJK, Kanisius).
Santo Paus Yohanes Paulus II yang nama aslinya: Karol Józef WojtyÅ‚a, lahir di Wadowice, Polandia, 18 Mei 1920 – meninggal di Istana Apostolik, Vatikan, 2 April 2005 pada umur 84 tahun adalah Paus, Uskup Roma, dan kepala Gereja Katolik Roma sejak 16 Oktober 1978 hingga kematiannya. Dia juga pemimpin dari Negara Kota Vatikan, negara berdaulat dengan luas terkecil di dunia.
Paus Yohanes Paulus II diangkat pada usia 58 tahun pada tahun 1978. Dia adalah Paus non-Italia pertama sejak Paus Adrianus VI, yang menjabat untuk sesaat antara tahun 1522-1523. Dia memerangi komunisme, kapitalisme yang tak terkendali dan penindasan politik. Dia dengan tegas melawan aborsi dan membela pendekatan Gereja Katolik Roma yang lebih tradisional terhadap seksualitas manusia.
Dia telah melakukan lawatan 129 negara selama menjadi Paus dan menjadi pemimpin dunia yang paling banyak melawat dalam sejarah. Dia berbicara dalam bahasa-bahasa Italia, Perancis, Jerman, Inggris, Spanyol, Portugis, Ukraina, Rusia, Kroasia, Esperanto, Yunani Kuno dan Latin selain bahasa ibunya bahasa Polski.
Sebagai bagian dari wewenang panggilan sucinya yang universal, ia telah melakukan beatifikasi terhadap 1.340 orang dan melakukan kanonisasi 483 santo/santa, lebih banyak dari gabungan beatifikasi dan kanonisasi yang dilakukan pendahulunya selama lima abad terakhir.
Selain itu, masa tugasnya sebagai Paus adalah yang ketiga terlama dalam sejarah, setelah Paus Pius IX dan Santo Petrus.
Pada tahun 1989, ia mengunjungi Indonesia. Kota-kota yang dikunjunginya adalah Jakarta, Medan (Sumatera Utara), Yogyakarta (Jawa Tengah, dan DIY) dan Dili (Timor Timur).
Setelah berkunjung ke Indonesia, komentarnya ialah: "Tidak ada negara yang begitu toleran seperti Indonesia di muka bumi."
Pada 19 Desember 2009, Yohanes Paulus II telah mendapat gelar venerabilis dari penerusnya Paus Benediktus XVI dan sebagai langkah pendahulu sebelum beatifikasi pada 1 Mei 2011 dan pada tanggal 27 April 2014 ia dikanonisasi oleh Paus Fransiskus.
ANEKA RIA KUTIPAN JP II.
“Belajarlah untuk menempatkan Ekaristi sebagai pusat hidupmu. Dengan merenungkan Injil,engkau akan memperdalam pemahamanmu akan maknanya. Hal ini akan membantumu untuk menemukan kembali nilai dan keindahan persekutuan Ekaristis hari Minggu, sukacita menjadi bagian dari orang-orang yang membawa Kristus yang disalibkan dan bangkit dalam hati mereka.” (Yohanes Paulus II)
“Tak ada yang lebih dibutuhkan manusia selain daripada Kerahiman Ilahi - cinta yang berlimpah belas kasih, yang penuh kasih sayang, yang mengangkat manusia di atas segala kelemahannya ke ketinggian yang tak terhingga dari kekudusan Allah.” ~ Paus Yohanes Paulus II, 7 Juni 1997
“Di mana, jika tidak dalam Kerahiman Ilahi, dunia dapat menemukan tempat pengungsian dan terang pengharapan? Umat beriman, pahamilah kata-kata itu dengan baik.” ~ Paus Yohanes Paulus II, 21 April 1993
“Jadilah rasul-rasul Kerahiman Ilahi di bawah bimbingan keibuan penuh kasih sayang dari Santa Perawan Maria” ~ Paus Yohanes Paulus II, 22 Juni 1993
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
Karol Józef Wojtyla...
Prolog
Setiap Rabu kedua dalam bulan, saya mengunjungi dan merayakan ekaristi di Rutan Salemba bersama para narapidana. Di sanalah, saya berjumpa dengan seorang sahabat baru bernama Sinaga. “Sinaga” dapat berarti Siap Naik ke Surga.
Kita yang masih hidup di tengah dunia pun diajak ingat bahwa kita bukan milik dunia, tapi kadang kita sadar bahwasannya kita kurang siap naik ke surga. Untuk itulah, kita akan belajar siap naik ke surga bersama teladan seorang imam diosesan dari tanah Polandia. Nama kecilnya Lolek. Karol Józef Wojtyla nama lengkapnya. Orang banyak mengenalnya sebagai Paus Yohanes Paulus II.
Sebuah Sketsa Profil
Karol Józef Wojtyla dilahirkan di Wadowice, sebuah kota kecil 50 kilometer jauhnya dari Krakow, pada tanggal 18 Mei 1920. Ia adalah anak bungsu dari dua putera pasangan Karol Wojtyla dan Emilia Kaczorowka. Ibunya meninggal dunia ketika melahirkan anaknya yang ketiga - bayinya lahir mati - pada tahun 1929. Kakaknya bernama Edmund, seorang dokter, meninggal pada tahun 1932 dan ayahnya seorang bintara angkatan bersenjata meninggal pada tahun 1941.
Karol menerima Komuni Pertama pada usia 9 tahun dan Sakramen Penguatan pada usia 18 tahun. Setelah lulus dari SMA Marcin Wadowita di Wadowice, ia masuk Universitas Jagiellonian, Krakow pada tahun 1938. Ia juga belajar di sebuah sekolah drama.
Karol mengalami pergolakan perang di bawah pendudukan Nazi. Nazi menutup universitasnya pada tahun 1939 dan Karol yang masih belia harus bekerja sebagai buruh kasar di sebuah pertambangan (1940-1944), dan kemudian di pabrik kimia Solvay guna menyambung hidup dan menghindarkan diri dari deportasi sebab sama seperti kebanyakan
orang sebangsanya, Karol senantiasa berada dalam ancaman dideportasi ke Jerman.
Pada tahun 1942, di tengah kekacauan perang, ia merasakan panggilan untuk menjadi seorang imam diosesan. Karenanya ia belajar di Seminari Krakow yang dikelola secara sembunyi-sembunyi oleh Kardinal Adam Stefan Sapieha, Uskup Agung Krakow. Pada saat yang sama, ia dan temantemannya merintis Teater Rhapsodic, juga secara sembunyi-sembunyi. Sesudah Perang Dunia II berakhir, ia melanjutkan kuliahnya di Seminari
Utama Krakow, setelah seminari dibuka kembali, dan di Fakultas Theologi,Universitas Jagiellonian, hingga ditahbiskan sebagai imam di Krakow pada tanggal 1 November 1946. Pada masa-masa ini, Pastor Wojtyla banyak dipengaruhi oleh ajaran dan pemikiran St. Louis Marie de Montfort dan St.Yohanes dari Salib.
Segera setelah penahbisannya, Kardinal Sapieha mengirimnya ke Roma di mana ia belajar di bawah bimbingan Garrigou-Lagrange, seorang imam Dominikan Prancis. Ia menyelesaikan doktoratnya dalam bidang teologi pada tahun 1948 di Angelicum, Roma dengan tesis bertopik “Iman dalam Karya-karya St. Yohanes dari Salib”. Pada masa itu, selama liburannya, ia menjalankan tugas pastoralnya di antara para imigran Polandia di Prancis, Belgia dan Belanda.
Pada tahun 1948, ia kembali ke Polandia dan menjabat sebagai Vikaris dari beberapa paroki di Krakow, sekaligus menjadi imam para mahasiswa hingga tahun 1951, saat ia memutuskan untuk memperdalam studinya dalam bidang filsafat dan teologi. Pada tahun 1953 ia mempertahankan tesisnya yang berjudul “Evaluasi mengenai kemungkinan membentuk etika Katolik dalam sistem etika Max Scheler” di Universitas Katolik Lublin.
Kemudian ia menjadi professor Teologi Moral dan Etika Sosial di Seminari Utama Krakow dan di Fakultas Teologi Lublin.
Pada tanggal 4 Juli 1958, Wojtyla diangkat sebagai Pembantu Uskup di Krakow oleh Paus Pius XII dan ditahbiskan sebagai Uskup pada tanggal 28 September 1958 di Katedral Wawel, Krakow oleh Uskup Agung Baziak. Pada tahun 1960, ia menerbitkan bukunya yang sangat terkenal Cinta dan Tanggung Jawab. Di sinilah, Paus Paulus VI sangat kagum atas cara Uskup Wojtyla mempertahankan ajaran-ajaran tradisional Gereja Katolik mengenai
perkawinan. Pada tanggal 13 Januari 1964, ia diangkat sebagai uskup agung Krakow oleh Paus Paulus VI. Bapa Suci sendiri banyak mengandalkan nasihat Uskup Agung Wojtyla dalam menuliskan ensiklik Humanae Vitae. Tanggal 26 Juni 1967, Paus mengangkatnya menjadi Kardinal.
Selain ambil bagian dalam Konsili Vatikan II dengan sumbangannya yang amat berharga dalam penyusunan konsep Konstitusi Gaudium et Spes, Kardinal Wojtyla juga ikut ambil bagian di seluruh pertemuan Sinode Uskup. Pada tanggal 16 Oktober 1978, pukul 05.15 sore, Kardinal Karol Wojtyla terpilih sebagai Paus yang ke-264. Dialah penerus Takhta Petrus yang ke-264. Ia menjadi paus non-Italia pertama sejak Paus Adrianus VI. Untuk menghormati pendahulunya, Paus Yohanes Paulus I, Karol Woytilla memilih nama Paus Yohanes Paulus II.
Sejak masa kepausannya, ia telah melakukan 104 kunjungan pastoral di luar Italia (mengunjungi 129 negara, termasuk ke Indonesia pada tahun 1989), dan 146 kunjungan pastoral dalam wilayah Italia. Sebagai Uskup Roma, beliau telah mengunjungi 317 dari 333 paroki. Ia juga banyak menulis dan membuat pelbagai surat dan dokumen. Dokumen-dokumen utamanya meliputi 14 ensiklik, 15 nasihat apostolik, 11 konstitusi apostolik
dan 45 surat apostolik. Paus juga menerbitkan lima buah buku: Di AmbangPintu Pengharapan (Varcare la Soglia della Speranza, Oktober 1994), Karunia dan Misteri: Pada Peringatan 50 tahun Imamat (Dono e Mistero, November 1996), Tritiko Romano - Sebuah Meditasi, Kumpulan Puisi (Maret 2003), Bangkit dan Berjalanlah! (Alzatevi, andiamo!, Mei 2004), dan Kenangan dan Identitas (Memoria e Identità, musim semi 2005).
Paus Yohanes Paulus II juga telah memimpin 147 upacara beatifikasi (1338 orang kudus dinyatakan sebagai yang berbahagia (beata/beato) dan 51 upacara kanonisasi (482 orang kudus dinyatakan sebagai santa/santo). Ia mengadakan 9 konsistori di mana ia mengangkat 231 (+ 1 in pectore) kardinal. Ia juga menyelenggarakan enam sidang pleno Dewan Kardinal. Selama masa pontifikatnya, Paus Yohanes Paulus II memimpin 15 Sinode para Uskup: enam Sinode biasa (1980, 1983, 1987, 1990, 1994, 2001), satu Sinode luar biasa (1985) dan delapan Sinode khusus (1980, 1991, 1994, 1995, 1997, 1998 [2] dan 1999). Tak ada Paus yang bertemu dengan begitu banyak orang seperti Paus Yohanes Paulus II: lebih dari 17.600.000 peziarah ambil bagian dalam Audiensi Umum yang diadakan setiap hari Rabu (lebih dari 1160 audiensi). Jumlah tersebut di luar audiensi-audiensi khusus dan upacara-upacara religius yang diselenggarakan (lebih dari 8 juta peziarah hanya pada Tahun Yubileum Agung 2000 saja) dan jutaan umat beriman sepanjang kunjungan-kunjungan pastoralnya baik di Italia maupun di seluruh dunia. Patut dicatat juga begitu banyak pertemuan dengan para pejabat negara dalam 38 kunjungan-kunjungan resmi, dan 738 audiensi serta pertemuan dengan pemimpin negara, dan bahkan 246 audiensi dan
pertemuan dengan para perdana menteri. Hingga akhir hidupnya pada tanggal 2 April 2005, beliau telah mengemban tugas mulia sebagai gembala tertinggi satu miliar lebih umat Katolik Roma sedunia selama 26 tahun 5 bulan; jabatan paus terpanjang ketiga setelah St. Petrus, Rasul (34 atau 37 tahun) dan Paus Pius IX (31 tahun 7 bulan).
Refleksi Teologi
a. Mariati, Maria Dicintai Sampai Mati
“Semoga kata-kata dari Maria yang diucapkan oleh banyak bibir manusia dapat menjadi terang di jalan kalian semua.”(Yohanes Paulus II, Lourdes, 22 Mei 1979)
Seperti kebiasaannya, Paus Yohanes Paulus II mempersembahkan setiap tempat yang ia kunjungi kepada Santa Perawan Maria. Pada tanggal 13 Mei 1983, Bapa Suci pergi ke Fatima guna mempersembahkan seluruh dunia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda. Di kemudian hari, beliau sekali lagi mempersembahkan seluruh gereja dan dunia kepada Bunda Maria, dalam persatuan dengan segenap Uskup Gereja Katolik, demi memenuhi
permintaan Bunda Maria di Fatima.
Pada musim panas 1995, Paus Yohanes Paulus II memulai suatu katekese yang panjang mengenai Santa Perawan Maria dalam Angelus mingguannya, yang berpuncak pada tanggal
25 Oktober 1995, dengan penjelasannya akan peran-serta aktif Bunda Maria dalam Kurban Kalvari. Peran-serta aktif Bunda Maria di Kalvari ini disebut sebagai co-redemption. Teladan yang paling utama tentu saja Bunda Maria, yang senantiasa ia sebut di akhir setiap ensikliknya, kepada siapa ia mempercayakan seluruh hidupnya. Bahkan ketika dia bisa selamat dari tragedi penembakan dirinya oleh Meghmed Ali Agca, ia sepenuhnya yakin
bahwa Bunda Maria yang menyelamatkan dia dari bahaya maut. Apalagi peristiwa penembakan di sore hari, di pelataran Basilika St. Petrus Vatikan itu terjadi, persis ketika Gereja merayakan peringatan St. Maria Fatima.
Baginya, Bunda Maria adalah teladan murid yang menghantar orang-orang lain datang kepada Kristus. Ia senantiasa mendorong umat beriman untuk berdoa rosario. Dia juga “mempersembahkan dirinya dan kepausannya kepada Bunda Maria”. Dalam lambang kepausannya, tertera huruf “M” yang berarti “Maria”, Bunda Allah, kepada siapa ia berdevosi secara mendalam. Moto pribadinya, yang disulamkan pada sisi jubah-jubahnya adalah Totus Tuus Sum Maria (Lat.: “Bunda Maria, aku sepenuhnya milikmu”). Moto Totus Tuus ini sendiri diinspirasikan oleh ajaran St. Louis-Marie Grignion de Montfort. Dua kata ini mengungkapkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Yesus melalui Maria, “Totus tuus ego sum et omnia mea tua sunt,” tulis St. Montfort, yang diartikannya sebagai, “Aku milik
Mu sepenuhnya dan segala milikku adalah milik-Mu, ya Yesus yang terkasih, melalui Maria, Bunda-Mu yang tersuci.”
Bapa Suci mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria dengan moto tersebut saat ia masih muda dan sedang belajar di sebuah sekolah drama. Baginya, di antara semua makhluk, Maria adalah yang paling serupa dengan Yesus Kristus. Maka di antara semua devosi, yang paling mampu menguduskan dan menyerasikan jiwa dengan Tuhan kita adalah devosi kepada Maria, ibu-Nya, dan semakin jiwa dikonsekrasikan kepada Maria, semakin ia dikonsekrasikan kepada Yesus Kristus.”Hanya dalam doa rosariolah kehidupan Yesus dan kehidupan Maria tampak begitu terpadu. Hanya dalam Kristus dan untuk Kristuslah Maria hidup.” (Paus Yohanes Paulus II ~ Rosarium Virginis Mariae)
b. Lia, Lihatlah Indahnya Allah
Ketika aku berdoa untuk tanah airku, Polandia, aku mendengar Yesus bersabda, “Dari Polandia akan muncul ‘anak api’ yang akan mempersiapkan dunia untuk kedatangan-Ku yang terakhir.” (St Faustina Kowalska, Buku Catatan Harian VI, 93)
Pada tanggal 6 Maret 1959, Paus Yohanes XXIII memaklumkan dilarangnya penyebarluasan Devosi Kerahiman Ilahi dalam bentuk seperti yang diajarkan dalam tulisan-tulisan Sr. Faustina. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1965, Kardinal Karol Wojtyla selaku Uskup Agung Cracow, dalam upayanya mendukung Devosi Kerahiman Ilahi, membuka Proses Informatif, yaitu proses di mana dilakukan penelitian resmi atas hidup,
keutamaan-keutamaan, tulisan maupun devosi yang diajarkan Sr. Faustina Kowalska. Proses Informatif berhasil dengan gemilang hingga menghantar dibukanya Proses Beatifikasi Sr. Faustina pada tanggal 31 Januari 1968.
Berkat perjuangan gigih Kardinal Karol Wojtyla, akhirnya pada tanggal 15 April 1978, Paus Paulus VI memaklumkan diterbitkannya “Notifikasi” yang menyatakan bahwa larangan yang dibuat pada tahun 1959 “tidak berlaku lagi”.
Bicara soal Paus Yohanes Paulus II dan Devosi Kerahiman Ilahi, tak bisa dilepaskan dari ensikliknya yang sangat indah, Dives In Misericordia (Kaya dalam Kerahiman), yang sepenuhnya bertutur mengenai Kerahiman Ilahi. Dalam ensiklik tertanggal 30 November 1980 ini, ia berbicara mengenai Kristus sebagai “inkarnasi kerahiman … sumber belas kasih yang tak habis-habisnya.” Lebih jauh ia menekankan bahwa “Program mesianik Kristus, program belas kasih haruslah menjadi program umat, program Gereja.” Sepanjang ensiklik tersebut, Bapa Suci menegaskan bahwa Gereja - teristimewa dalam masa modern sekarang ini - mengemban “tugas dan kewajiban” untuk “memaklumkan dan mewartakan belas kasih Allah”, untuk “memperkenalkan dan mewujudnyatakannya” dalam hidup segenap umat
manusia, serta untuk “datang kepada belas kasih Allah,” memohonkannya dengan sangat bagi seluruh dunia.
Ketika Paus Yohanes Paulus II, pada 7 Juni 1997, berziarah ke makam St. Faustina Kowalska, ia dengan begitu indah mengatakan hal ini, “Pesan Kerahiman Ilahi senantiasa dekat dan lekat di hati saya. Seolah sejarah telah mengukirkannya dalam pengalaman tragis Perang Dunia II. Dalam tahuntahun sulit itu, belas kasih Allah sungguh merupakan suatu penopang dan sumber pengharapan yang tak habis-habisnya, bukan hanya bagi rakyat Krakow, melainkan bagi seluruh bangsa. Itulah juga pengalaman pribadi saya yang saya bawa ke Takhta St. Petrus dan yang dalam tingkat tertentu membentuk gambaran akan pontifikat ini. Saya mengucap syukur kepada Penyelenggaraan Ilahi bahwa saya dapat ikut ambil bagian secara pribadi dalam digenapinya kehendak Kristus, melalui penetapan Minggu Kerahiman Ilahi. Di sini, dekat jasad St. Faustina Kowalska, saya juga mengucap syukur dapat memaklumkan beatifikasinya. Tak henti-hentinya saya berdoa kepada Tuhan: kasihanilah kami dan seluruh dunia.”
Pada tahun 1993, pada hari Minggu Kerahiman Ilahi yang jatuh pada tanggal 18 April, Paus Yohanes Paulus II juga memaklumkan Sr. Faustina Kowalska, biarawati sederhana dari Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih, sebagai beata. Tujuh tahun kemudian, juga pada hari Minggu Kerahiman Ilahi, pada tanggal 30 April 2000, Bapa Suci
mengangkat Beata Faustina, yang disebutnya sebagai “Rasul Besar Kerahiman Ilahi di jaman kita”, ke dalam himpunan para kudus Gereja. Semuanya itu, baik beatifikasi maupun kanonisasi St. Faustina Kowalska, dilakukannya di Roma, bukan di Polandia, guna menggarisbawahi bahwa Kerahiman Ilahi diperuntukkan bagi seluruh dunia.
Sepanjang 26 tahun masa pontifikat beliau, tak kunjung henti Bapa Suci Yohanes Paulus II menerangkan Kerahiman Ilahi kepada umat beriman, pula menyerukan pentingnya serta mendesaknya pesan Kerahiman Ilahi bagi segenap umat manusia, sebab itulah ia kemudian dikenal sebagai Paus Kerahiman. “Tak ada yang lebih dibutuhkan manusia selain daripada
Kerahiman Ilahi - cinta yang berlimpah belas kasih, yang penuh kasih sayang, yang mengangkat manusia di atas segala kelemahannya ke ketinggian yang tak terhingga dari kekudusan Allah.” Begitu katanya pada 7 Juni 1997. Jelasnya, lewat Kerahiman Ilahi, Paus ini mengajak kita semakin melihat indahnya Allah, bukan?
Epilog
Karol Woytilla alias Paus Yohanes Paulus II, sebagai pemimpin sekaligus pengajar iman dan dengan dibimbing oleh Roh Kudus, telah banyak berjasa bagi tumbuh mekarnya iman umat katolik. Ia menerbitkan Katekismus Gereja Katolik yang baru. Ia merevisi Kitab Hukum Kanonik dan merevisi Kitab Hukum Kanonik bagi Gereja-gereja Timur. Ia menuliskan 39 ajaran-ajaran utama yang meliputi seluruh spektrum doktrin Gereja, moral dan rohani. Ia menyampaikan pengajaran dan khotbah-khotbah yang tak terhitung banyaknya.
Salah satu fokus Karol Woytilla ialah menekankan panggilan umum menuju kekudusan dan menyadarkan umat beriman akan kehidupan sakramental yang dimulai sejak saat pembaptisan. Ia, yang menerima Sakramen Pengakuan setiap minggu, mendorong kita untuk membuka diri terhadap belas kasihan Tuhan yang tak terbatas dalam Sakramen Tobat.
Dalam ensikliknya yang terakhir mengenai Ekaristi Kudus, “Ecclesia de Eucharistia” ia mendorong devosi kepada Tuhan yang sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus dan persembahan kurban kudus Misa. Ia mengingatkan umat beriman bahwa melalui Ekaristi Kudus, Kristus tidak hanya sekadar bersama kita, melainkan Kristus sesungguhnya ada dan hadir di dalam diri kita.
Karol Woytilla merupakan seorang pembela moral Kristiani yang gigih. Ia menekankan kekudusan hidup sejak dari saat pembuahan hingga kematian yang wajar, martabat manusia, kesakralan hidup perkawinan dan cinta kasih dalam perkawinan. Ia memiliki keberanian dan kesetiaan untuk sama sekali tidak merekayasa Sabda Allah agar sesuai dengan perilaku masyarakat yang mementingkan diri sendiri, melainkan menantang setiap orang agar hidup sesuai dengan Sabda Allah. Dengan semua teladan iman dan sikap hidupnya, wajarlah kalau dia benar-benar sudah “siap naik ke surga”, bukan? Bagaimana dengan kita sendiri?

Selasa, 23 Oktober 2018

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Selasa, 23 Oktober 2018
Hari Biasa Pekan XXIX
Roma (5:12,15b,17-19,20b-21)
(Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17)
Lukas (12:35-38)
"Patientia vincit- Kesabaran itu menaklukkan!"
Inilah semboyan Sir Arthur Conan Doyle (penulis Sherlock Holmes) yang mengajak kita juga untuk menjadi orang beriman yang sabar dalam menantikan Tuhan.
Adapun Yesus hari ini berkata:
"Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang."
Inilah suatu berkat khusus dimana kehadiran dan perhatian Kristus, disediakan bagi mereka yang selalu sabar dalam berjaga dan "SIAP" - Selalu Ingat Akan Panggilan".
Adapun 3 ajakan iman yang diwartakanNya, antara lain:
1. Kesiagaan.
Kita diajak untuk siap siaga secara rohani, merapat dan mendekat yakni hangat terikat dan dekat akrab dengan Tuhan sebagai harta terbesar (Luk 12:34) sehingga semua pengharapan dan kerinduan hidup kita hanyalah bersumber pada Kristus (Luk 12:35-37).
2. Kelayakan.
Kita diajak untuk "berpakaian", yakni siap dan layak menyambut kedatangan Kristus yang tidak diketahui saatnya (Luk 12:38,40).
3. Kegairahan.
Kita diajak untuk punyai "pelita yang bernyala", cukup minyaknya-sumbunya & nyalanya. Jelasnya, kita harus berjuang untuk selalu menantikan dan mencari Kristus sendiri dengan hidup harian yang penuh gairah, yakni penuh nyala api semangat karna yakin dicintai Tuhan.
"Cari galah di Pasar Kenari - Berjaga jagalah setiap hari."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
Kutipan Teks Misa
“Maafkanlah semua orang yang pernah bersalah padamu.” (St. Antonius Maria Claret)
Antifon Pembuka (Rom 5:21)
Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia berlimpah. Jadi, sebagaimana dosa berkuasa dalam alam maut, demikian pula kasih karunia akan berkuasa karena Tuhan kita Yesus Kristus membenarkan kita untuk hidup kekal.
Doa Pembuka
Allah Bapa Maha Kuasa, Engkau membangun dunia dan manusia di atas Yesus, Adam Baru. Kami bersyukur, karena Engkau telah menganugerahkan daya pengharapan dan semangat baru. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Karena ketidaktaatan satu orang, manusia telah jatuh dalam dosa. Kita juga akhirnya dibenarkan karena ketaatan satu orang. Satu orang itu adalah Yesus Kristus, Tuhan kita.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Umat di Roma (5:12,15b,17-19,20b-21)
"Jika karena dosa satu orang maut telah berkuasa, betapa hebatnya mereka akan berkuasa dalam kehidupan."
Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Jika karena pelanggaran satu orang semua orang jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia dan anugerah Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus. Sebab jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa maka lebih benar lagi yang terjadi atas mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran: mereka akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu sebagaimana oleh satu pelanggaran semua orang mendapat penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang mendapat pembenaran untuk hidup. Jadi, sebagaimana oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua menjadi orang benar. Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia berlimpah-limpah. Jadi, sebagaimana dosa berkuasa dalam alam maut, demikianlah pula kasih karunia akan berkuasa karena Tuhan kita Yesus Kristus membenarkan kita untuk hidup kekal.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 850
Ref. Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu.
Ayat. (Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17)
1. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban baker dank urban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah Tuhan, aku datang!”
2. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.
3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
4. Biarlah bergembira dan bersukacita semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata, “Tuhan itu besar!”
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Luk 21:36)
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.
Setiap murid Tuhan diminta untuk selalu berjaga-jaga. Itulah sikap seorang hamba. Ia selalu siap melayani tuannya. Ia siap juga melaksanakan apa yang dikehendaki oleh tuannya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut
Lukas (12:35-38)
"Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dini hari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Antifon Komuni (Mat 24:42,44)
Waspadalah dan siap siagalah, sebab kamu tidak tahu, kapan Putra Manusia datang.
Doa Malam
Allah Bapa Mahamulia, kami kami mohon Kauingatkan akan kedatangan-Mu di tengah-tengah kami. Ajarilah kami mengenal tanda-tanda yang mengisyaratkan kehadiran-Mu dan mewartakan kekayaan penyelenggaraan-Mu kepada setiap orang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
B.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 24 Oktober 2017 : MASUK KE DALAM MISTERI YESUS
Bacaan Ekaristi :
Rm. 5:12,15b,17-19,20b-21;
Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17;
Luk. 12:35-38.
Pusat misteri Yesus Kristus yaitu Ia "mengasihiku" dan "menyerahkan diri-Nya" hingga wafat, bagiku. Itulah kata-kata Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 24 Oktober 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan, yang beliau katakan adalah sebuah meditasi tentang Sengsara Tuhan, Jalan Salib. Pergi ke Misa, berdoa adalah baik, menjadi umat kristiani yang baik, lanjut Paus Fransiskus, namun pertanyaan utamanya adalah apakah kalian telah memasuki misteri Yesus Kristus.
Bapa Suci mengawali homilinya dengan mengacu pada Bacaan Pertama liturgi hari itu (Rm 5:12,15b,17-19,20b-21), yang di dalamnya Santo Paulus menggunakan dosa, ketidaktaatan, kasih karunia, pengampunan, untuk mencoba "membawa kita memahami sesuatu". Di balik semua ini, ada kisah tentang keselamatan. Oleh karena itu, karena tidak ada kata-kata yang cukup untuk menjelaskan Kristus, Paulus "mengantar kita", karena kita jatuh di tengah misteri Kristus, Paus Fransiskus menjelaskan. Oleh karena itu, perbandingan-perbandingan ini hanyalah langkah-langkah dalam perjalanan menuju ke dalam misteri Kristus, yang tidak mudah dipahami. Memahami "siapakah Yesus Kristus bagimu", "bagiku", "bagi kita", Paus Fransiskus membahas, adalah jatuh ke dalam misteri ini.
Dalam perikop lain, Santo Paulus, memandang Yesus, mengatakan, "Ia mengasihiku dan menyerahkan diri-Nya bagiku". Beliau juga mencatat, "ada seseorang yang mau meninggal untuk satu orang benar, tetapi hanya Yesus Kristus yang mau memberikan hidup "untuk orang berdosa seperti aku". Dengan kata-kata ini, kata Bapa Suci, Santo Paulus mencoba memasukkan kita ke dalam misteri Kristus. Ini tidak mudah, "ini adalah kasih karunia". Tidak hanya orang-orang kudus yang dikanonisasi telah memahami hal ini, tetapi juga begitu banyak orang kudus "yang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari", orang-orang yang rendah hati yang hanya meletakkan pengharapan mereka dalam Tuhan : mereka memasuki misteri Yesus Kristus yang disalibkan, "yaitu sebuah kegilaan", Paulus mengatakan seraya mencatat bahwa jika ia membanggakan sesuatu, ia hanya bisa membanggakan "dosa-dosanya dan Yesus Kristus yang disalibkan", bukan belajar dengan Gamaliel di rumah ibadat, atau hal-hal lainnya. "Pertentangan lain", adalah hal ini, yang membawa kita pada misteri Yesus, yang disalibkan, "dalam dialog dengan dosa-dosaku".
Paus Fransiskus menekankan bahwa ketika kita pergi ke Misa, kita tahu bahwa Ia ada di dalam Sabda, bahwa Yesus datang, tetapi hal ini, Paus Fransiskus memperingatkan, tidak cukup untuk memasuki misteri tersebut : "Masuk ke dalam misteri Yesus Kristus adalah lebih dari itu, masuk ke dalam misteri Yesus Kristus adalah marilah pergi ke dalam jurang kerahiman di mana tidak ada kata-kata : hanya pelukan kasih. Kasih yang menyebabkan Ia wafat bagi kita. Ketika kita pergi untuk mengaku dosa karena kita memiliki dosa, kita mengatakan ya, aku harus mendapati dosa-dosaku terangkat, katakanlah, atau 'Allah mengampuni aku atas dosa-dosaku, katakanlah dosa-dosamu kepada bapa pengakuan, dan kita akan menjadi tenang dan bahagia. Jika kita melakukannya, kita tidak masuk ke dalam misteri Yesus Kristus. Jika aku pergi, aku pergi menemui Yesus Kristus, masuk ke dalam misteri Yesus Kristus, masuk ke dalam pelukan pengampunan yang dibicarakan Paulus, masuk ke dalam karunia pengampunan".
Ketika ditanya tentang siapakah "Yesus bagimu", kamu mungkin akan menjawab "Putra Allah", kamu dapat mengatakan seluruh Syahadat, seluruh katekismus, dan memang benar, tetapi kita akan sampai pada titik di mana kita tidak dapat mengatakan bahwa pusat misteri Yesus Kristus adalah Ia "mengasihiku" dan "menyerahkan diri-Nya bagiku". "Memahami misteri Yesus Kristus bukanlah masalah belajar", Paus Fransiskus mencatat, karena "Yesus Kristus hanya dipahami dengan kasih karunia semata-mata".
Dengan demikian, suatu latihan yang saleh membantu kita : Jalan Salib, yang berupa berjalan bersama Yesus ketika Ia memberi kita "pelukan pengampunan dan kedamaian".
"Senang sekali melakukan Jalan Salib. Melakukannya di rumah, memikirkan saat-saat dalam Sengsara Tuhan. Bahkan orang-orang kudus besar selalu menasehati agar kita memulai kehidupan rohani bersama perjumpaan dengan misteri Yesus yang disalibkan ini. Santa Teresa menasihati para biarawatinya : untuk melakukan doa kontemplasi, doa yang agung ia mulai dengan meditasi Sengsara Tuhan. Salib bersama Kristus. Kristus di kayu Salib. Mulailah dan pikirkanlah. Dan cobalah untuk memahami dengan hati bahwa Ia mengasihiku dan menyerahkan diri-Nya bagiku, "Ia menyerahkan diri-Nya hingga wafat bagiku".
Paus Fransiskus mengulangi bahwa di dalam Bacaan Pertama, Santo Paulus ingin membawa kita ke jurang misteri Kristus. "Aku adalah orang kristiani yang baik, aku pergi ke Misa pada hari Minggu, aku melakukan karya-karya kerahiman, aku berdoa, aku mendidik anak-anakku dengan baik : ini sangat bagus. Tetapi pertanyaan yang saya ajukan, 'Kamu melakukan semua ini, tetapi sudahkah kamu memasuki misteri Yesus Kristus?'".
Akhirnya, Paus Fransiskus mengingatkan untuk memandang Salib, "ikon misteri teragung penciptaan, ikon segalanya" : "Kristus yang disalibkan, pusat sejarah, pusat kehidupanku".

Doa Kepada Santo Yosef

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Pada bulan Rosario Oktober 1889, Paus Leo XIII (yang membuat rumusan "Doa kepada St. Michael) juga membuat dan mengajak umat untuk berdoa kepada St. Yosef yang didoakan setelah Doa Rosario, untuk meminta perlindungan atas Gereja dari kekuatan jahat.
Doa kepada St. Michael dan kepada St. Yosef, dikisahkan, dibuat oleh Paus Leo XIII di tahun 1886, terinspirasi dari pengalaman penglihatan yang ia dapatkan pada saat melangsungkan misa kudus.
Dikisahkan oleh beberapa Kardinal yang menyertai Paus saat itu, dan juga oleh sekretaris pribadinya,
"Paus Leo XIII mendapat penglihatan roh jahat mengelilingi kota abadi (Roma).
Dari pengalaman itu, Paus membuat doa memohon perlindungan yang ia ingin agar didoakan seluruh umat Gereja."
-------
DOA KEPADA ST. YOSEF.
(Paus Leo XIII)
Kepadamu ya Santo Yosef yang terberkati, kami yang telah berlindung saat kesusahan dan mendapat pertolongan dari ketiga Mempelai Sucimu,..
kini; dengan hati penuh keyakinan, kami meminta agar engkau menempatkan kami juga di dalam perlindunganmu.
Demi kebaikan yang kau satukan dengan Perawan Suci Bunda Allah,
dan demi kasih kebapaan yang kau berikan kepada Kanak Yesus,
kami memohon padamu dan berdoa dengan rendah hati,
agar engkau memandang dengan belas kasih,
umat pilihan yang dibayar Kristus dengan darahNya,
dan memberikan pertolongan pada kebutuhan kami di dalam kuasa dan kekuatanmu.
Belalah kami; ya engkau pemelihara keluarga kudus,
yang terpilih menjadi pemelihara Yesus Kristus di masa mudanya.
Jauhkan dari kami, o bapak yang pengasih,
dari kesalahan-kesalahan dan kecurangan.
Tolonglah kami dari ketinggianmu,
o pembela pemberani,
dari pertarungan terhadap kuasa kegelapan.
Dan seperti saat engkau menyelamatkan Kanak Yesus dari bahaya pada masa hidupnya;
di saat ini, belalah Gereja Kudus Allah dari jeratan musuh dan dari segala kesulitan.
Selubungi kami di bawah lindunganmu, supaya, mengikuti teladan dan dikuatkan oleh pertolonganmu,
kami dapat menjalani hidup yang suci,
mengalami kematian yang bahagia, dan
memperoleh rahmat abadi di Surga.
Amin.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)

Minggu, 21 Oktober 2018

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Minggu, 21 Oktober 2018
Hari Minggu Biasa XXIX
Yesaya (53:10-11)
(Mzm 33:4-5.18-19.20-22)
Ibrani (4:14-16)
Markus (10:35-45) Singkat: 10:42-45
“Servite in caritate - Layanilah dalam cinta kasih”
Inilah ajakan Yesus supaya kita bisa menjadi pribadi beriman yang terbesar dan terdahulu: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya" (Mrk 9:35).
Inilah jalan iman yang ditawarkan Yesus kepada kita hari ini, yakni belajar melayani dengan menjadi seperti anak-anak (children) dan bukan bersikap kekanak-kanakan (childish).
Adapun tiga indikasi dasar dari sikap anak-anak supaya kita bisa menjadi orang beriman yang terbesar dan terdahulu, yakni ‘TTS”, antara lain:
1. T = Tulus - dalam mengasihi:
Di tengah dunia yang penuh akal bulus, ketika banyak orang berpola “citius altius fortius – lebih cepat lebih tinggi lebih kuat”, Tuhan malahan mengajak kita mempunyai cinta kasih yang tulus, yang mengedepankan kemurnian hati tanpa banyak intrik, taktik dan aneka konflik. Ia mengharapkan cinta kasih kita adalah cinta kasih yang polos, murni dan tanpa banyak kepentingan terselubung.
2. T = Terbuka - dalam melayani:
Yesus kerap meminta para murid untuk menyambut-Nya seperti Ia menyambut seorang anak kecil, yakni dengan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Kalau Yesus menempatkan seorang anak kecil di tengah, itu artinya Ia menjadikan anak itu sebagai pusat perhatian.
Ya, Yesus juga kerap tergambarkan sedang memeluk anak kecil. Tindakan memeluk ini diawali dengan membuka dan merentangkan tangan untuk menyambut orang yang ingin dipeluk. Tangan yang terbuka dan terentang ini sesungguhnya mengungkapkan hati yang terbuka dalam melayani.
Hal ini berarti bahwa kita juga diharapkan membuka hati dengan penuh kasih dan sukacita untuk melayani semua sesama kita, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.
Dalam diri merekalah, Kristus hadir secara nyata untuk kita peluk, kita kasihi, dan pastinya untuk kita layani.
3. S = Sederhana - dalam mengimani:
"Simple is beautiful - Sederhana itu indah!” Inilah sikap seorang anak kecil pada umumnya. Mereka tidak mempunyai banyak pertanyaan, mudah menerima dan percaya. Bukankah Yesus sendiri datang dan terbaring sebagai anak kecil yang lemah di tempat yang sederhana? Kita bisa melihat dan mengingat Yesus kecil dengan tangan lemah terulur dan terbuka lebar. Ia memohon bantuan orang lain: Aku membutuhkan engkau. Tatapan mata bening dan uluran tangan lembutnya seolah menyapa siapa saja yang memandangnya. Begitu sederhana, bukan?
Pepatah Jawa yang berkata, “Aja Adigang, Adigung, Adiguna - Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti" kiranya tepat untuk membuat kita semakin mau sederhana dan rendah hati di hadapan Tuhan.
“Ada Wayan di kampung Bali - Jadilah pelayan bagi Sang Ilahi.”
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
1.
"Servus servorum - Hamba segala hamba."
Inilah semangat Yesus yang juga menjadi semangat dasar kepausan dan seharusnya juga menjadi semangat hidup, "capa/cara pandang, capi/cara pikir- cahi/cara hidup" kita setiap harinya.
Adapun sebagai hambaNya yang siap melayani, ber-"servus servorum", kita diajak memiliki "KRS" yang harus diisi setiap harinya, antara lain:
A."K: Keterbukaan hati":
Seperti sebuah lirik mazmur tanggapan, kita diajak untuk memiliki hati yang terbuka pada segala rencana dan sapaan sederhana Allah, berani mengalami perjumpaan dengan Allah lewat sesama, selalu siap untuk ber-kontak, dibentuk dan dirombak oleh Allah sendiri.
B."R: Rendah hati":
Ia mengajak kita untuk menanggalkan iri dan tinggi hati tapi kenakan semangat rendah hati, bersahaja-miskin di hadapan Tuhan, menjadi "humus" yang menyuburkan, yang siap untuk "menggerakkan" dan tidak malahan "menggerahkan" hidup orang lain.
C."S: Sepenuh hati":
Yesus berkata, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia mereka akan membunuhNya tapi tiga hari setelah dibunuh, Ia akan bangkit.” Para murid tidak mengerti dan segan bertanya kepadaNya tentang kata-kata-Nya, tapi para murid tidak pernah segan untuk tetap mengikutiNya. Mereka ingin sepenuh hati menjadi muridNya. Kita diajak untuk tidak setengah hati tp 100% mjd muridNya.
"Cari baju di Taman Sepatan - Mari maju dalam iman dan perbuatan."
2.
Wayne Dyer, seorang penulis terkenal, mengisahkan pengalamannya yang mengesan dalam bukunya “You Will See It When You Believe It”: Dalam perjalanan pulang dari sebuah urusan bisnis, Wayne Dyer menunggu antrian taksi di bandara. Tidak lama kemudian, sebuah taksi hitam mengkilap muncul dan mendekatinya. Sangsopir pun keluar dengan berpakaian rapi, tersenyum dan menyapa ramah lalu membukakan pintu mobil baginya.Sopir itu kemudian memberi sebuah kartu identitas dan berkata, "Nama saya Wally. Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya yang tertulis di balik kartu identitas ini“. Dyer kemudian membaca kartu identitas tersebut dan di sebaliknya tertulis “Misi Wally: Mengantar pelanggan ke tempat tujuan dengan cepat, aman, murah dan nyaman.” Wayne Dyer sangat heran, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih dan harum.
Setelah duduk di belakang kemudi, Wally berkata, “Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa, tanpa kafein”. Dyer menjawab “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” Wally berkata, “No problem. Saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air mineral, serta jus jeruk.” Dengan terkagum-kagum, Wayne Dyer berkata “Saya mau Diet Coke saja.” Setelah memberikan sebotol Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan, “Jika Anda ingin membaca koran, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated danUSA Today." Ketika taksi mulai berjalan, Wally kembali menawarkan radio mana yang ingin didengar. Danternyata masih ada lagi: Wally menanyakan apakah AC nya sudah pas atau belum. Selama perjalanan, Wayne Dyer pun penasaran. “Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” tanya Dyer. “Baru di dua tahun terakhir ini”, jawab Wally “Sebelumnya, saya banyak mengeluh seperti kebanyakan sopir taksi. Suatu ketika secara tidak sengaja saya mendengar seorang motivator di sebuah stasiun radio yang mengatakan bahwaketika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi pada hari itu. Maka jangan memulai hari dengan rasa pesimis, mengeluh atau berpikiran negatif. Berhentilah mengeluh! Jangan menjadi bebek melainkan jadilah elang. Bebek hanya mengeluh dan tidak punya inisiatif, hanya mengikuti saja kemana yang lain pergi. Elang dengan gagah perkasa membubung tinggi di angkasa. Pernyataan itu memukul saya.Rasanya ia sedang membicarakan saya. Saya kemudian mengubah sikap dan bertekad memilih untuk menjadi elang. Saya mengamati taksi-taksi lain: mobilnya kotor, sopirnya tidak ramah, akibatnya pelanggan merasa tidak nyaman. Lalu saya memutuskan untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit. Ketika pelanggan suka, saya meningkatkannya.”
“Apakah kau sudah merasakan manfaatnya” tanya Dyer. Dengan tersenyum Wally menjawab, "Di tahun pertama saya sebagai elang, penghasilan saya naik dua kali lipat. Tahun ini mungkin menjadi empat kali lipat. Anda beruntung bisa mendapatkan saya hari ini. Saya tak menunggu di pangkalan lagi. Pelanggan saya menelpon.Jika saya tak bisa menjemput mereka sendiri, saya meminta bantuan teman saya.”
Kisah Wally ini sangat inspiratif. Ia dicari dan dibutuhkan karena melayani dengan ikhlas dan penuh kegembiraan serta selalu memberi yang terbaik. Berkah Dalem.
3.
Kutipan Teks Misa.
"Kita harus merangkul/dekat dan ramah kepada semua manusia; tapi apa yang datang dari musuh tidak bisa dan tidak boleh bergabung. Anda tidak dapat menggabungkan Kristus dan Belial (pangeran kegelapan)!" (Kardinal Robert Sarah, Prefek Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata-tertib Sakramen)
Antifon Pembuka (Mzm 17:6.8)
Aku berseru kepada-Mu sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah kata-kataku. Jagalah aku bagaikan biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.
Ego clamavi, quoniam exaudisti me, Deus: inclina aurem tuam, et exaudi verba mea: custodi me, Domine, ut pupilam oculi: sub umbra alarum tuarum protege me.
Mzm. Exaudi Domine iustitiam meam: intende deprecationem meam.
To you I call; for you will surely heed me, O God; turn your ear to me; hear my words. Guard me as the apple of your eye; in the shadow of your wings protect me.
Doa Pembuka
Allah Bapa Yang Maharahim, kami bersyukur karena Putra-Mu telah rela menanggung kesalahan-kesalahan kami dan menderita demi keselamatan semua orang. Semoga, Ia senantiasa menjawai kami sehingga kami pun bersedia saling membantu untuk memanggul beban hidup kami masing-masing. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Yesaya (53:10-11)
"Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, dan umurnya akan lanjut."
Tuhan berkehendak meremukkan hamba-Nya dengan kesakitan. Tetapi apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman: Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, mi = cis, 4/4, PS 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 33:4-5.18-19.20-22)
1. Sebab Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan, Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh kasih setia-Nya.
2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah Penolong kita dan perisai kita! Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
Bacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani (4:14-16)
"Marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian."
Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai seorang Imam Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Agung yang kita punya, bukanlah imam agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya Ia sama dengan kita! Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do=a, 4/4, Pelog Bem, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 10:45)
Anak manusia datang untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:35-45) Singkat: 10:42-45
"Anak manusia datang untuk melayani dan untuk memberanikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang."
Sekali peristiwa Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya, "Guru, kami harap Engkau mengabulkan suatu permohonan kami!" Jawab Yesus kepada mereka, "Apa yang hendak Kuperbuat bagimu?" Mereka menjawab, "Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, seorang di sebelah kanan-Mu dan seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Sanggupkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka, "Kami sanggup." Yesus lalu berkata kepada mereka, "Memang, kamu harus meminum cawan yang harus Kuminum, dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya telah disediakan." Mendengar itu, kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil murid-murid-Nya lalu berkata, "Kamu tahu bahwa orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tetapi janganlah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Sebab Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami
Renungan
Perikop Injil yang disampaikan kepada kita hari ini mengajak kita untuk melayani. Ini adalah suatu undangan tetapi sekaligus menjadi kewajiban. Yesus mengajak dan mengundang murid-murid-Nya untuk melayani. Dan, sebagai jawaban, orang yang menerima undangan itu akan terikat untuk mewujudkan undangan tersebut dalam praktik hidup. Sikap melayani itu akan terwujud dari kerelaan para murid untuk memberi diri, menolong, berkorban, dan bahkan memberikan nyawa bagi orang lain. Pelayanan sedemikian akan menuntun para murid Yesus untuk mewujudkan misi Yesus yang datang untuk melayani. Seruan Yesus ini sejalan dengan seruan Yesaya dalam Bacaan I hari ini. Yesaya menyuarakan cita-cita Allah yang mesti dihidupi oleh hamba-Nya dengan cara mau menyerahkan diri. Hamba yang mau menyerahkan diri sebagai kurban akan mendapat ganjaran yang menggembirakan, yakni: melihat keturunan, umur lanjut, dikehendaki Tuhan dan menjadi orang yang benar bagi Tuhan. Buah dari cara hidup sedemikian, pada akhirnya akan menjadikan orang beriman sebagai orang yang besar dan terkemuka. Kebesaran itu tidak terutama dirasakan dalam hidup di dunia tetapi akan dirasakan dalam hidup di hadapan Allah. Itulah model panggilan hidup yang kita terima dari Tuhan sebagai konsekuensi dari iman yang kita terima. Maka, undangan untuk menjadi pelayan itu kiranya juga menjadi kewajiban bagi kita sebagai pengikut Yesus. Yesus adalah panutan hidup yang hadir sebagai Imam Agung, sebagaimana diserukan dalam bacaan II hari ini.
Antifon Komuni (Mzm 33:18-19)
Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang mengharapkan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
Behold, the eyes of the Lord are on those who fear him, who hope in his merciful love, to rescue their souls from death, to keep them alive in famine.
Atau (Mrk 10:45)
Anak Manusia datang untuk memberikan nyawa-Nya memnjadi tebusan bagi banyak orang.
The Son of Man has come to give his life as a ransom for many.

Doa Novena St. Padre Pio

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Setiap saat, terlebih menjelang Hari Peringatan Santo Padre Pio pada tanggal 23 September, kita dapat berdoa “NOVENA SANTO PADRE PIO”.
DOA PERTOBATAN.
Ya Tuhan, aku sangat menyesal telah menghina Engkau,
aku membenci semua dosaku dan takut akan kehilangan Surga dan menderita Neraka, dan terutama karena dosaku telah menyinggung Engkau, Tuhanku, -yang Mahabaik dan layak kucintai seluruhnya.
Aku sungguh memohon, dengan bantuan rahmatMu, untuk mengakui dosa-dosaku, untuk melakukan penitensi, dan untuk mengubah hidupku. Amin.
DOA PEMBUKA
Santo Padre Pio, selama 50 tahun, pada tubuhmu engkau mengenakan luka-luka Kristus dan engkau dengan rela menderita bagi orang lain.
Engkau tidak pernah melepaskan mahkota sengsara melainkan terus menyediakan waktu untuk berbicara, untuk mendengarkan, dan untuk mendoakan orang lain.
Perolehkanlah bagiku sekarang, seperti yang pernah kau katakan, “seperti mutiara disatukan dengan seutas benang, demikianlah kebajikan disatukan oleh amal budi, dan seperti mutiara akan jatuh ketika benangnya putus, begitu pula kebajikan hilang jika perbuatan amal melemah.”
HARI ke-1.
“Adalah untuk kebaikanmu, untuk menjalani penderitaan yang dikirimkan Yesus kepadamu.
Yesus tidak dapat tahan melihat engkau menderita dan Ia akan datang kepadamu dan menghiburmu, memberkatimu dengan banyak rahmat bagi jiwamu.”
-Padre Pio
Padre Pio terkasih, engkau telah menerima tanda sengsara Tuhan kita Yesus Kristus pada tubuhmu. Engkau telah mengenakan luka-lukaNya untuk semua orang, menanggung derita pada raga dan mentalmu dalam pengorbanan terus menerus.
Kami memohon kepadamu, doakanlah kami, agar kami dapat rela menerima salib besar dan kecil yang juga harus kami tanggung di dalam hidup kami di dunia, dan mempersembahkan penderitaan kami kepada Allah, dan dengan demikian boleh memperolehkan tempat bagi kami bersamaNya dalam kehidupan abadi.
Dilanjutkan dengan
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
Ya Yesusku, Engkau telah berkata:
“Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu".
Di hadapanMu aku mengetuk, aku mencari, dan aku memohon rahmat untuk... (sebutkan permohonan).
Bapa Kami...
Salam Maria...
Kemuliaan...
Hati Yesus yang Mahakudus, aku percaya kepadaMu.
Ya Yesusku, Engkau telah berkata :
"Apa saja yang kau minta kepada BapaKu dalam NamaKu, Dia akan memberikannya kepadamu",
Di dalam NamaMu, aku memohon kepada Allah rahmat untuk... (sebutkan permohonan).
Bapa Kami...
Salam Maria...
Kemuliaan...
Hati Yesus yang Mahakudus, aku percaya kepadaMu.
Ya Yesusku, Engkau telah berkata :
"Langit dan bumi akan musnah, tetapi SabdaKu tidak akan musnah"
Dengan penuh kepercayaan kepada SabdaMu, aku memohon rahmat untuk... (sebutkan permohonan)
Bapa Kami...
Salam Maria...
Kemuliaan...
Hati Yesus yang Mahakudus, aku percaya kepadaMu.
O Hati Kudus Yesus, yang tidak pernah tidak menaruh belaskasih kepada orang yang menderita, kasihanilah kami pendosa malang dan karuniakanlah rahmat yang kami mohonkan kepadaMu, melalui Hati Berduka Maria, BundaMu dan Bunda kami.
Doa SALAM YA RATU
Salam, Ya Ratu, Bunda yang berbelas kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami,
dengarkan kami anak Hawa yang terbuang.
Bunda, perhatikanlah keluh kesah kami
dalam lembah duka ini.
Ya Ibunda, ya pelindung kami, dengan mata
yang memancarkan belas kasihan pandanglah kami;
Dan kelak, tunjukkanlah kepada kami,
Yesus, buah rahimmu yang terpuji.
Maria, yang pemurah, ya Perawan yang baik hati.
O Ratu, o Ibu, o Maria Bunda Kristus.
Santo Yosep, doakanlah kami.
--------------
HARI Ke-2
"Miliki keberanian dan jangan takut akan serangan Iblis.
Ingatlah ini selamanya; bahwa adalah tanda yang baik jika iblis berteriak dan mengaum di sekitar hati nuranimu, karena ini menunjukkan bahwa dia tidak berada di dalam kehendakmu"
- Padre Pio
Santo Padre Pio, bersama dengan Tuhan kita Yesus Kristus, engkau telah dapat menahan godaan setan.
Engkau telah menderita dipukul dan ditindas iblis neraka, yang ingin agar engkau meninggalkan perjalanan kekudusanmu.
Kami memohon, doakanlah kami sehingga, dengan bantuanmu dan bantuan dari Kerajaan Surgawi, kami dapat menemukan kekuatan untuk menyingkirkan dosa dan bertekun dalam iman sampai saat kematian kami.
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
DOA SALAM YA RATU
--------------
HARI ke-3
"Maria adalah bintang yang menerangi jalanmu dan dia akan menunjukkan arah yang menuju kepada Bapa Surgawi.
Maria adalah jangkar yang harus kau pegang di saat pencobaan."
- Padre Pio
Santo Padre Pio yang saleh, engkau sangat mencintai Bunda Suci kita dan telah menerima rahmat dan penghiburan setiap hari darinya.
Tolonglah kami, doakanlah kami kepada Bunda Suci.
Tempatkan di tangannya segala kesedihan atas dosa-dosa kami, dan juga doa-doa kami, sehingga, seperti yang terjadi di Kana Galilea, Anak-Nya mengatakan 'ya' kepada Bunda-Nya, dan nama kami dapat ditulis dalam Kitab Kehidupan Kekal.
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
DOA SALAM YA RATU
--------------
HARI KE-4
"Libatkan dan mintalah selalu kepada Malaikat Pelindungmu, yang akan mencerahkan budimu dan membimbingmu.
Tuhan telah memberikan malaikat untuk melindungimu, oleh karena itu, kau harus memakainya untuk keperluan itu"
- Padre Pio
Santo Padre Pio, engkau yang mencintai Malaikat Pelindungmu, yang telah melayanimu dengan baik sebagai pemandumu, sebagai pembela dan pembawa pesan.
Para malaikat membawa doa putra putri rohanimu kepadamu.
Kami memohon, doakanlah kami, agar kami dapat belajar untuk memanggil Malaikat Pelindung kami yang selalu siap untuk membimbing kami kepada apa yang baik dan untuk menghindarkan kami terjatuh ke dalam perbuatan- perbuatan dosa.
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
DOA SALAM YA RATU
-----------------
HARI Ke-5
"Ya Tuhan, aku memohon,
Biarlah aku menanggung hukuman yang telah dipersiapkan untuk orang-orang berdosa dan jiwa-jiwa di Api Penyucian.
Lipat gandakan hukuman ini bagiku, agar Engkau bisa memaafkan dan menyelamatkan orang-orang berdosa dan membebaskan jiwa mereka dari api penyucian."
- Padre Pio
Santo Padre Pio yang suci, engkau memiliki pengabdian yang besar untuk Jiwa -jiwa di Api Penyucian, engkau menawarkan dirimu sebagai korban bagi hukuman mereka.
Doakanlah kami dan mintalah agar Tuhan memberikan kepada kami; perhatian, kasih sayang dan cinta yang sama seperti yang kau miliki untuk jiwa-jiwa ini.
Supaya dengan cara ini, kami juga akan membantu untuk mengurangi penderitaan mereka dan dengan pengorbanan dan doa kami, dapat memenangkan bagi mereka, indulgensi yang mereka butuhkan.
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
DOA SALAM YA RATU
-----------------
HARI KE-6
"Jika saya tahu bahwa seseorang menderita dalam pikiran, tubuh atau jiwanya, saya akan memohon kepada Tuhan untuk membebaskannya dari penderitaannya.
Saya dengan senang hati akan menerima pengalihan penderitaannya kepada diri saya sendiri, agar dia dapat diselamatkan, dan saya akan meminta agar dia mendapatkan keuntungan dari buah penderitaan ini ... jika Tuhan mengizinkan saya melakukannya."
-Padre Pio
Padre Pio yang patuh, engkau telah mengasihi orang-orang yang sakit lebih dari dirimu sendiri, karena engkau dapat melihat Yesus di dalam diri mereka.
Engkau telah melakukan banyak mukjizat dengan menyembuhkan orang dalam nama Yesus dan dengan demikian memberi mereka kedamaian.
Kami memohon, doakanlah kami, juga semua orang yang sakit, agar melalui perantaraan Bunda Maria, dapat disembuhkan dan kami dipulihkan sehingga boleh memperoleh manfaat dari Roh Kudus dan oleh karenanya, kami bersyukur dan memuji Tuhan selamanya.
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
DOA SALAM YA RATU
-----------------
HARI KE-7
"Jika saja orang-orang di dunia dapat melihat keindahan jiwa seseorang saat berada dalam kasih karunia Allah, semua orang berdosa dan orang-orang yang tidak percaya di dunia ini akan segera bertobat."
- Padre Pio
Santo Padre Pio, engkau telah turut bekerja dalam rencana keselamatan Allah, dengan menawarkan penderitaanmu untuk membebaskan orang-orang berdosa dari rantai Iblis.
Kami meminta, doakanlah kami, supaya orang-orang yang tidak percaya akan bertobat dan beralih kepada iman,supaya semua orang berdosa akan bertobat di dalam hati mereka dan mereka yang memiliki hati suam-suam kuku akan menemukan semangat baru dalam hidup Kristiani.
Doakanlah juga untuk semua orang yang setia, agar mereka bertekun dalam perjalanan menuju keselamatan.
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
DOA SALAM YA RATU
-----------------
HARI KE-8
"Akan paling memuaskan harapanku, jika Tuhan akan mengabulkan satu harapanku saja, jika mungkin; bahwa Dia akan berkata, "Masuklah ke Surga!"
Inilah satu-satunya harapan sejati saya; Bahwa Tuhan akan membawa saya ke Surga pada saat yang sama dengan yang terakhir dari anak-anak saya dan orang terakhir yang telah diserahkan ke dalam perawatan imamat saya telah masuk."
- Padre Pio
Santo Padre Pio yang murni, engkau memiliki cinta yang besar untuk anak-anak rohanimu dan telah membantu mereka dengan mendapatkan mereka untuk Kristus dengan pengorbanan darah.
Tolonglah dan berikanlah kepada kami, yang belum pernah bertemu dengan engkau secara pribadi, kesempatan untuk dianggap sebagai anak-anak rohanimu.
Dengan cara ini, dengan perlindungan, bimbingan dan kekuatanmu, engkau akan mendapatkan bagi kami berkat khusus dari Tuhan, sehingga kami dapat bertemu denganNya pada hari kematian kami di gerbang Surga.
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
DOA SALAM YA RATU
-----------------
HARI KE-9
"Kau harus selalu menjaga dirimu berada di jalan lurus dan sempit di Gereja Katolik Suci karena Gereja adalah satu-satunya Mempelai Kristus dan yang dapat memberimu kedamaian.
Gereja sendiri saja yang memiliki Yesus di dalam Sakramen Mahakudus, yang adalah Raja Damai sejati."
- Padre Pio
St. Padre Pio yang rendah hati, Engkau yang begitu mencintai Gereja Katolik Roma, doakanlah kami.
Semoga Sang Pemilik mengirim pekerja untuk mengumpulkan panenan dan memberi mereka kekuatan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi anak-anak Allah.
Doakanlah agar Bunda Suci kita akan mempersatukan orang-orang Kristen di mana saja, menghibur mereka semua di satu rumah besar Tuhan, pokok keselamatan kami dalam badai kehidupan, bagikan mercusuar yang menjadi tuntunan bagi keselamatan kembali ketika ada badai di laut.
DOA KEPADA HATI KUDUS YESUS.
DOA SALAM YA RATU
-----------------

Doa Novena St. Fransiskus Asisi

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Dalam hidup kita, terkhusus dalam menyambut Hari Peringatan Santo Fransiskus Asisi tanggal 4 Oktober, kita dapat berdoa Novena St. Fransiskus selama 9 hari.
Konon para sahabat St. Fransiskus memulai Novena menjelang Pesta St. Fransiskus dengan membuat burung-burung kertas yang bertuliskan ujud-ujud doa. Pax et bonum !
Santo Fransiskus sendiri adalah pendiri Ordo Fransiskan dan ikut mendirikan Ordo Claris bersama St Clara.
Meskipun memilih untuk tidak ditahbiskan sebagai imam, Santo Fransiskus adalah salah satu Orang Kudus Gereja yang paling dihormati serta menginspirasi banyak kelompok dan kota, termasuk pecinta lingkungan hidup, Greenpeace dan kota San Fransisco, USA.
Rasa hormat yang diberikan kepada St. Fransiskus terutama disebabkan oleh kehidupan pelayanannya, ajaran dan desakannya akan praktek kemiskinan total, dan teladan kerendahan hatinya yang besar.
Santo Fransiskus pernah mendapat penglihatan akan Yesus yang memintanya untuk "memulihkan" Gereja-Nya, dan adalah orang pertama yang mendapat stigmata luka-luka Yesus pada tubuhnya.
Tanpa keraguan, ia adalah seorang suci yang hidup dengan menjalankan Injil yang benar secara keras, walaupun pada masa sekarang, ia sering digambarkan sebagai seorang rahib yang lemah lembut.
Santo Fransiskus juga terkenal atas rasa cintanya terhadap kedamaian, keharmonisan alam dan juga kepada hewan-hewan.
Ia adalah pelindung mereka yang meninggal dalam kesendirian, perdamaian, pelindung binatang dan ekologi, dan pelindung keluarga.
Santo Fransiskus meninggal sambil menyanyikan mazmur pujian pada tanggal 3 Oktober 1226. Ia dinyatakan sebagai Orang Kudus pada tahun 1228 oleh Paus Gregorius IX, dan pestanya dirayakan pada setiap tanggal 4 Oktober.
-------------
A.
NOVENA UNTUK MEMOHON PERTOLONGAN MELALUI PERANTARAAN ST. FRANSISKUS.
HARI KE-1
Amal bakti :
Tunjukkan kerendahan hati Anda dengan melakukan perbuatan baik kepada seseorang hari ini.
Doa :
“Ya Tuhan, datanglah menolongku.”
Bapa Surgawi, Engkau Mahatahu segala sesuatu dan tidak ada yang tersembunyi daripadaMu.
Dalam belas kasihan dan kebaikanMu, dan melalui perantaraan Santo Fransiskus, datanglah menolongku dalam kesulitanku saat ini dan kabulkanlah permohonanku ini...(sebutkan permohonan). Amin.
Dilanjutkan dengan DOA DAMAI St. Fransiskus.
DOA DAMAI
TUHAN, JADIKAN AKU PEMBAWA DAMAI
Bila terjadi kebencian,
Jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan,
Jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan,
Jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kebimbangan,
Jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi kesesatan,
Jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kecemasan,
Jadikanlah pembawa harapan.
Bila terjadi kesedihan,
Jadikanlah aku sumber kegembiraan.
Bila terjadi kegelapan,
Jadikanlah aku pembawa terang.
Tuhan,
Semoga aku lebih menghibur daripada dihibur,
Memahami daripada dipahami,
Mencintai daripada dicintai.
Sebab dengan memberi aku menerima,
Dengan mengampuni aku diampuni,
Dengan mati suci aku bangkit lagi,
Untuk hidup selama-lamanya.
Amin.
-------------
HARI KE-2
Amal bakti :
Melihat dan menyadari penderitaan Kristus dalam diri seseorang di sekitar Anda, hari ini.
Doa :
“Dengarkanlah aku ya Tuhan, dan kasihanilah aku.”
Bapa di surga, cintamu kepada kami tidak pernah terputus meskipun atas banyak pelanggaran dan kegagalan kami.
Tunjukkanlah belas kasihanmu kepadaku dalam kesulitanku ini... (sebutkan permohonan), melalui perantaraan Santo Fransiskus dan demi Kristus, Juruselamat kami, kasihanilah aku. Amin.
Dilanjutkan DOA DAMAI
------------
HARI KE-3
Amal bakti :
Sepanjang hari ini, berilah perhatianmu kepada Allah.
Doa :
“Tuhan, janganlah jauh dari aku.”
Bapa yang penuh kasih, Engkau tidak jauh dari kami, karena di dalam Engkau sajalah kami hidup, bergerak dan memiliki keberadaan kami.
Tingkatkan kesadaranku akan kehadiranMu selalu dan melalui perantaraan Santo Fransiskus, penuhilah kebutuhanku yang mendesak ini...(sebutkan permohonan). Amin.
Dilanjutkan DOA DAMAI
-----------
HARI KE-4
Amal bakti :
Pikirkanlah bagaimana Anda bisa melakukan kehendak Tuhan pada hari ini.
Doa :
“Tunjukkanlah jalan-jalanMu kepadaku, ya Tuhan.”
Bapa Yang Mahakuasa, cara dan tujuanMu sering kali Kau sembunyikan dari kami.
Bimbinglah aku sekarang, dan melalui perantaraan Santo Fransiskus dari Assisi, kumohon kepadaMu dalam kesedihanku, dan oleh kuasa-Mu, beri tahulah aku kehendak-Mu dalam kebutuhan khususku ini... (sebutkan permohonan. Amin.
Dilanjutkan DOA DAMAI
----------
HARI KE-5
Amal bakti :
Lakukanlah kebaikan kepada orang(-orang) yang tidak Anda sukai hari ini, dan persembahkanlah itu kepada Tuhan.
Doa :
“Ya Tuhan lindungilah orang-orang yang mengharapkan perlindunganMu.”
Di dalam Engkau, ya Bapa Surgawi, dengan yakin kutempatkan kepercayaanku.
Pada tanganMu, kutinggalkan semua kecemasanku, dengan keyakinan akan penjagaanMu kepadaku.
Melalui perantaraan Santo Fransiskus dari Assisi, aku menunggu bantuan dariMu untuk penderitaanku saat ini... (sebutkan permohonan). Amin.
Dilanjutkan DOA DAMAI
---------
HARI KE-6
Amal bakti :
Hari ini, buanglah pikiran –pikiran buruk dari akal budi, dan buanglah kata-kata buruk dari mulut Anda.
Doa :
“Ya Tuhan, janganlah menghukumku dengan murka-Mu.”
Bapa yang pengasih, Engkau tahu kelemahan dan ketidaktaatanku. Namun, Engkau selalu siap untuk mengampuni dan mengasihaniku dalam setiap masalahku.
Dalam nama Kristus dan melalui perantaraan Santo Fransiskus dari Assisi, datanglah cepat untuk membantuku... (sebutkan permohonan). Amin.
Dilanjutkan DOA DAMAI
-----------
HARI KE-7
Amal bakti :
Meniru teladan Yesus dan Santo Fransiskus, berbuat baiklah kepada orang yang tidak menyukai Anda, hari ini.
Doa :
“Tuhan adalah benteng pada masa kesusahan.”
Bapa di Surga, Engkau tidak pernah menolak orang-orang yang mencari pertolonganMu dan selalu siap untuk menghibur orang-orang yang berduka.
Melalui perantaraan Santo Fransiskus dan atas nama Kristus, aku memohon kepadaMu untuk mengasihani aku atas kebutuhanku ini...(sebutkan permohonan), dan untuk menyelamatkanku dari segala penderitaan. Amin.
Dilanjutkan DOA DAMAI
---------
HARI KE-8
Amal bakti :
Bantulah seseorang yang Anda tahu memerlukan pertolongan dan support dari Anda hari ini.
Doa :
“Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.”
Bapa Surgawi, cepatlah menanggapi kesedihan kami.
Di dalam kesusahanku, aku memanggil Engkau untuk mendengar dan menjawab doaku... (sebutkan permohonan). Di dalam Engkau, ya Tuhan, aku akan terus percaya, apapun yang terjadi.
Kumohonkan ini dalam nama Kristus dan melalui perantaraan Santo Fransiskus dari Asisi. Amin.
Dilanjutkan DOA DAMAI
-----------
HARI KE-9
Amal bakti :
Dalam rasa syukur, jadilah seorang yang baik hati, hari ini.
Doa :
“Tuhan akan membebaskanku dan menyelamatkanku karena Dia mencintaiku.”
Bapa yang agung, aku berterima kasih kepadaMu setiap hari atas kebaikan dan belas kasihMu kepadaku.
Dengan bantuanMu, aku akan memuji kebaikanMu dalam segala permasalahanku.
Tolonglah aku sekarang, supaya dengan setia aku mengikuti Kristus Juruselamatku, dan dalam persahabatan dan perantaraan Santo Fransiskus dari Assisi, kabulkanlah permintaanku...(sebutkan permohonan). Amin.
Dilanjutkan DOA DAMAI.
-------------
B.
DOA NOVENA KEPADA ST. FRANSISKUS ASSISI
(Sama untuk 9 hari)
Santo Fransiskus yang agung,
yang dengan sukarela meninggalkan semua kenyamanan dan kekayaan keluargamu untuk mengikuti dengan lebih sempurna kehidupan kemiskinan dan pengabdian Yesus Kristus;
Kami mohon, dapatkanlah bagi kami, kerelaan merendahkan diri di dalam semua hal di dunia ini, supaya kami boleh mendapatkan hal-hal abadi surgawi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.
Santo Fransiskus yang agung,
yang sepanjang perjalanan hidupmu terus-menerus menangisi kesengsaraan Sang Penebus, dan berusaha dengan tekun untuk menyelamatkan jiwa-jiwa;
Kami mohon, dapatkanlah bagi kami, anugerah untuk terus menangisi dosa-dosa kami, yang dengannya kami telah menyalibkan Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kami dapat terhitung di antara orang-orang yang mendapat berkat belas kasih-Nya yang kekal selamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.
Santo Fransiskus yang agung,
yang mencintai penderitaan dan Salib Yesus di atas segalanya; yang dengan pantas boleh menanggung stigmata ajaib di dalam tubuhmu, yang dengannya engkau menjadi saksi hidup Yesus Kristus yang tersalib;
Kami mohon, berolehkan bagi kami anugerah untuk memaknai pengorbanan Kristus, di dalam tubuh kami, supaya suatu hari nanti, kami boleh menerima penghiburan yang dijanjikan kepada semua orang yang sekarang menangis.
“Jika kita mati bersama Yesus, kita juga akan hidup bersama Dia,” kata para Rasul.
“Jika kita menderita, kita juga kelak akan memerintah bersamaNya.”
Doakanlah kami ya Santo Fransiskus, supaya kami berolehkan rahmat dan pertolongan yang kami mohonkan dalam Novena ini.
Doakanlah kami secara istimewa, supaya kami beroleh rahmat ketekunan, kematian yang suci, dan kehidupan kekal.
Bapa Kami...
Salam Maria...
Kemuliaan... (5 x)
Litani Santo Fransiskus Asisi
LITANI SANTO FRANSISKUS ASISI
Tuhan, kasihanilah kami
Kristus, kasihanilah kami
Tuhan, kasihanilah kami
Kristus, dengarkanlah kami
Allah Bapa di Surga, kasihanilah kami
Allah Putra Penebus dunia, kasihanilah kami
Allah Roh Kudus, kasihanilah kami
Tritunggal Mahakudus, Allah Yang Mahaesa, kasihanilah kami
Maria Tersuci yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami
Maria Tersuci pelindung Ordo Santo Fransiskus, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pemimpin terhormat, doakanlah kami
Santo Fransiskus, yang amat bijaksana, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pembenci keduniawian, doakanlah kami
Santo Fransiskus, teladan pertobatan, doakanlah kami
Santo Fransiskus, penakluk kejahatan, doakanlah kami
Santo Fransiskus, peniru Sang Penyelamat, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pembawa luka-luka Kristus, doakanlah kami
Santo Fransiskus, yang menyerupai karakter Yesus, doakanlah kami
Santo Fransiskus, teladan kemurnian, doakanlah kami
Santo Fransiskus, citra kerendahan hati, doakanlah kami
Santo Fransiskus, yang berlimpah rahmat, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pembaharu ajaran, doakanlah kami
Santo Fransiskus, penyembuh yang sakit, doakanlah kami
Santo Fransiskus, tonggak pilar Gereja, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pembela iman, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pemenang bagi Allah, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pembela anak-anak Allah, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pelindung yang kuat, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pemersatu umat Tuhan, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pentobat mereka yang sesat, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pendukung kaum lemah, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pembangkit yang meninggal, doakanlah kami
Santo Fransiskus, penyembuh sakit lepra, doakanlah kami
Santo Fransiskus, pembela kami, doakanlah kami
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, dengarkanlah kami
Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami
Doakanlah kami, O Bapa terberkati Santo Fransiskus
Supaya kami dapat menikmati janji Kristus.
Marilah berdoa :
Ya Tuhan Yesus Kristus,
Engkau yang; ketika dunia ini menjadi dingin, mengobarkan kembali di dalam hati kami; api cinta kasih, dengan menjejakkan tanda suci kesengsaraanMu pada tubuh yang terberkati Bapa Fransiskus dari Asisi.
Dengan penuh belas kasih, karuniakanlah kepada kami, demi jasa dan doa-doanya, kami boleh berteguh di dalam memanggul salib kami sendiri dan boleh memperoleh buah-buah yang pantas dari pertobatan, sebab Engkaulah Allah yang hidup dan berkuasa untuk selama-lamanya. Amin.
C.
Mohon Bantuan Doa St Fransiskus dari Assisi.
Santo Fransiskus terkasih, yang dulu duniawi dan hidup sia-sia, dan lalu, menjadi rendah hati dan miskin demi Yesus; dengan kasih yang berkobar bagi sang Tersalib, yang menyatakan Diri-Nya dalam tubuhmu dengan tanda Luka-luka Tersuci Yesus.
Di abad yang sensual dan egois ini, betapa terlebih lagi kami membutuhkan rahasiamu yang menarik tak terhitung banyaknya laki-laki dan peremuan untuk meneladanimu.
Ajarilah kami juga kasihmu yang besar kepada kaum miskin papa dan kesetiaanmu yang tak tersangkal kepada Kristus dengan meneladanimu. Amin.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)