Ads 468x60px

Senin, 28 Januari 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Senin, 28 Januari 2019
Peringatan Wajib St. Tomas Aquino, Imam, Pujangga Gereja
Ibrani (9:15.24-28)
(Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6; Ul: 1a)
Markus (3:22-30)
"Semper accusat - Selalu menuduh."
Inilah salah satu kecenderungan orang yang kadang berpikir buruk tentang yang lain. Inilah juga yang kadang kita perbuat dan dibuat juga oleh para ahli Taurat sehingga apapun yang diperbuat org lain selalu salah dan dicap jelek bhkan dituduh macam-macam.
Yesus-pun yang jelas-jelas berbuat aneka kebaikan ternyata juga dipergunjingkan-disudutkan-dikambing hitamkan: dianggap mencari popularitas bahkan dituduh bersekutu dengan iblis.
Tuduhan yang sungguh kejam dan tidak masuk akal karena pola pikir yang cenderung negatif dan memandang jelek orang lain membuat kita mudah menilai orang dan lupa me-refleksikan diri sendiri.
Disinilah, Yesus mengundang kita untuk selalu belajar bersikap positif dalam membina persekutuan denganNya dan dengan sesama, tidak mudah menghakimi tapi belajar memahami, tidak mudah menyakiti tapi belajar memberkati: “think before speak”.
Sebagai seorang saksi iman, kebiasaan untuk belajar ber-empati seandainya kita berada di posisi orang itu bisa membuat kita lebih ber-lapang dada dan mensyukuri setiap rahmat perjumpaan dengan yang lain: "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatlah dengan segala kesabaran dan pengajaran” (2Timotius 4:2), karena sebenarnya Roh Kudus yang penuh dengan nilai-nilai positif itu bekerja dalam kesabaran dan kelembutan hati, membuat kita rendah hati dan berucap serta berbuat dengan lebih hati-hati, bukan?
"Dari Tangerang ke Singaparna - Jadilah orang yang benar benar bijaksana."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
“Contemplari et contemplata aliis trader – Berkontemplasilah dan bagikan buah-buahnya".
Inilah inti pewartaan para Dominikan seperti yang saya tulis dalam buku "XXI" (RJK, Kanisius), dimana St. Tomas Aquinas menjadi salah satu anggotanya.
Beberapa tahun lalu saya bersama beberapa umat di pinggiran Bengawan Solo yang mengalami musibah banjir juga membagikan buah-buah doa: Kami pergi ke Kedung Ombo untuk mengambil perahu kayu berwarna biru dan putih yang kami beri nama “Stella Maris/Bintang Laut” (P:5,8m; L:1,2m). Adapun salah satu relawannya bernama Mbah Jumadi, “JUMpai Allah secara pribaDI”.
Nah, bersama dengan bacaan injili, kita juga diajak untuk bisa berpola “jumadi” dengan 3 modal dasar hari ini, al:
1."Conscience: Kesadaran diri".
Yesus selalu sadar akan konteks aktual-nya. Ia juga selalu 'aware' atau sadar terhadap macam-macam “salib” dalam karya dan wartanya: dicurigai, dianggap-buruk dan disalahpahami. Di balik "salib" itu, Ia 100% sadar bahwa semua karyaNya hanya untuk kemuliaan Bapa. Ia tetap ber-“gaudium etsi laboriosum – bergembira meski melelahkan”. Dalam bahasa Tomas Aquinas, penulis "Summa Theologiae" dan "Tantum Ergo": “Tiada apapun yang kuinginkan selain Tuhan sendiri.”
2."Competence: Kecakapan budi".
Sehati dan sepikir menjadi Allah adalah tujuan hidup kita supaya cakap berbicara dengan dan dalam Tuhan. Dua jalan supaya kita mendapat kecakapan, al "dodi"-DOa dan stuDI".
Ya, kita perlu "dodi" yang cakap karena ada 3 karakter setan (Lat.Rohani 313-327):
-seperti "perempuan"/perayu: lemah jika dilawan tapi kuat jika dibiarkan;
-seperti "playboy"/penipu
-seperti "panglima"/mencari titik lemah kita.
3."Compassion: Kedalaman hati".
Banyak orang kudus dekat dengan doa rosario dan devosi Maria: “consolatrix afflictorum-auxilium christianorum, spes nostra-regina apostolorum – penghibur orang yang berduka-pertolongan orang Kristen, harapan kita, ratu para rasul.”
Menjelang wafat, St Tomas pernah berkata "Ini tempat perhentianku - disini aku mau diam sebab aku menginginkannya". Bukankah devosi dan hidup rohaninya adalah buah dari compassion cum Deo-kedalaman hati dengan Allah? " Bagaimana dengan kita>
Cari bahan di Jepara - Ikut Tuhan harus berani sengsara."
B.
Kutipan Teks Misa:
Pohon yang baik ialah: hati dan budi yang dijiwai oleh cinta kasih, tidak dapat melakukan lain daripada perbuatan baik dan suci --- St. Angela Merici
Saudara-saudari terkasih, dalam sekolah para kudus, hendaklah kita jatuh cinta dengan sakramen ini! Marilah kita berpartisipasi dalam Misa Kudus dengan rekoleksi, untuk memperoleh buah-buah rohaninya, marilah kita memperkaya diri kita dengan Tubuh dan Darah Tuhan kita, tiada henti diberi makan oleh rahmat ilahi! Hendaklah kita dengan rela dan lebih sering berdiam bersama Sakramen Mahakudus, dalam percakapan dari hati ke hati! (Audiensi Umum Paus Benediktus XVI tentang St. Thomas Aquinas)
Antifon Pembuka (Dan 12:3)
Orang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kemilau laksana bintang abadi.
Those who are wise will shine brightly like the splendor of the firmament and those who lead the many to justice shall be like the stars for ever
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahabijaksana, berkat pertolongan-Mu Santo Tomas Aquino telah mempersembahkan ilmu dan pengabdiannya guna menyemarakkan Gereja-Mu. Kami mohon, semoga kami selalu terbuka terhadap ajaran pujangga-Mu ini, dan berilah kami kemampuan untuk menyelami dan menghayati iman kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (9:15.24-28)
"Darah Kristus akan menyucikan hati nurani kita."
Saudara-saudara, Kristus adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah dipanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana imam agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian, Kristus harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali saja menyatakan diri, untuk menghapuskan dosa lewat kurban-Nya. Manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi. Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Atau: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib.
Ayat (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6; Ul: 1a)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa, Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!
Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (2 Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:22-30)
"Kesudahan setan telah tiba."
Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem dan berkata tentang Yesus, "Ia kerasukan Beelzebul!" Ada juga yang berkata, "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan." Maka Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan, "Bagaimana Iblis dapat menusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri, kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, malahan sudah tamatlah riwayatnya! Camkanlah, tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat, untuk merampas harta bendanya, kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu. Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seseorang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun untuk selama-lamanya, sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal." Yesus berkata demikian karena mereka bilang bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Thomas lahir di Aquino, dekat Monte Cassino, Italia pada tahun 1225. Keluarganya adalah sebuah keluarga bangsawan yang kaya raya. Ayahnya adalah Pangeran Landulph, berasal dari Aquino, sedang ibunya adalah Theodors, adalah putri bangsawan dari Teano.
Ketika berusia 5 tahun, Thomas dikirim pada para rahib Benediktin di biara Monte Cassino. Disana Thomas memperlihatkan suatu kepandaian yang luar biasa. Ia belajar dan tekun berefleksi serta tertarik pada segala sesuatu tentang Tuhan. Ketika berusia 14 tahun, Abbas Monte Cassino, yang kagum akan kepintaran Thomas mengirimnya ke Universitas Napoli.
Di Universitas itu, Thomas berkembang pesat dalam pelajaran filsafat, logika, retorik, musik dan matematika. Ia bahkan jauh lebih pintar dari guru gurunya pada masa itu. Di Napoli, untuk pertama kalinya ia bertemu dengan karya karya Aristoteles yang sangat mempengaruhi pandangan pandangannya di kemudian hari.
Thomas yang tetap menjauhi semangat duniawi dan korupsi yang merajalela di Napoli, segera memutuskan untuk menjalani kehidupan membiara. Ia tertarik pada corak hidup dan karya pelayanan para biarawan Ordo Dominikan yang tinggal di sebuah biara dekat kampus universitas tempat ia belajar. VERITAS (kebenaran) yang menjadi motto bagi para Biarawan Dominikan sangat menarik perhatian Thomas. Keluarganya berusaha menghalang halangi dia agar tidak menjadi seorang biarawan Dominikan. Mereka lebih suka kalau Thomas menjadi seorang biarawan Benediktin di biara Monte Cassino. Untuk itu berkat pengaruh keluarganya, dia diberi kedudukan sebagai Abbas di biara Monte Cassino. Tetapi Thomas dengan gigih menolak hal itu. Agar bisa terhindar dari campur tangan keluarganya, ia pergi ke Paris untuk melanjutkan studi. Tetapi di tengah jalan, ia ditangkap oleh kedua kakaknya dan dipenjarakan di Rocca Secca selama 2 tahun. Selama berada di penjara itu, keluarganya memakai berbagai cara untuk melemahkan ketetapan hatinya. Meskipun demikian, Thomas tetap teguh pada pendirian dan panggilannya.
Di dalam penjara itu, Thomas menceritakan rahasianya kepada seorang sahabat, bahwa ia telah mendapat rahmat istimewa. Ia telah berdoa meminta kemurnian budi dan raga pada Tuhan. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengutus dua orang malaekat untuk meneguhkan dia dan membantunya agar tidak mengalami cobaan-cobaan yang kotor dan berat.
Selama berada di penjara, Thomas di ijinkan membaca buku-buku rohani dan terus menerus mengenakan jubah Ordo Dominikan. Ia menggunakan waktunya untuk mempelajari Kitab Suci, Metafisika Aristotelesdan buku-buku dari Petrus Lombardia. Ia sendiri membimbing saudarinya dalam merenungkan Kitab Suci hingga akhirnya tertarik juga menjadi biarawati. Akhirnya keluarganya menerima kenyataan bahwa seorang Thomas tidak dapat dipengaruhi. Mereka membebaskan Thomas dan membiarkan dia meneruskan panggilannya sebagai seorang biarawan Dominikan.
Untuk sementara Thomas belajar di Paris.ia kemudian melanjutkan studinya di Cologna, Jerman di bawah bimbingan Santo Albertus Magnus, seorang imam Dominikan yang terkenal pada waktu itu.
Di Cologna, Thomas ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1250. Pada tahun 1252 ia diangkat menjadi Professor Universitas Paris dan tinggal di biara Dominikan Santo Yakobus. Ia mengajar Kitab Suci dan lain-lainnya di bawah bimbingan seorang professor kawakan. Tak seberapa lama Thomas terkenal sebagai seorang pujangga yang tak ada bandingannya pada masa itu. Ia jauh melebihi Albertus Magnus pembimbingnya di Cologna dalam pemikiran dan kebijaksanaan.
Tulisan-tulisannya menjadi harta Gereja yang tak ternilai hingga saat ini. Taraf kemurnian hatinya tidak kalah dengan ketajaman akal budinya yang mengagumkan; kerendahan hatinya tak kalah dengan kecerdasan budi dan kebijaksanaannya. Oleh karena itu, Thomas diberi gelar Doctor Angelicus, yang berarti Pujangga Malaekat.
Pada tahun 1264, ia ditugaskan oleh Sri Paus Urbanus IV (1261 - 1264) untuk menyusun teks liturgi misa dan Ofisi pada pesta Sakramen Mahakudus. Lagu-lagu pujian (hymne) antara lainnya adalah Sacris Solemniis dan Lauda Sion menunjukkan keahliannya dalam sastra Latin dan Ilmu Ke-Tuha-nan.
Dalam suatu penampakan, Yesus Tersalib mengatakan kepadanya Thomas engkau telah meulis sangat baik tentang diri-Ku. Balasan apakah yang kau inginkan daripada-Ku? Thomas menjawab: Tidak lain hanyalah diri-Mu.
Dalam perjalanannya untuk menghadiri Konsili Lyon, Prancis, Thomas meninggal dunia di Fossa Nuova pada tahun 1274.
Antifon Komuni (Mrk 16: 15; Mat 28: 20)
Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Go into all the world, and proclaim the Gospel. I am with you always, says the Lord.

Sabtu, 26 Januari 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Sabtu, 26 Januari 2019
Lukas (10:1-9)
Ite missa est - Pergilah kamu diutus!"
Inilah seruan gereja setiap akhir misa bahwa Yesus mengajak kita "pergi & diutus" dari mimbar altar ke pasar, dengan 3 sikap dasar yang diberikanNya, antara lain:
1. Otoritas.
Inilah saat Yesus memberikan tenaga & kuasa ilahi serta mengutus ke-70 muridNya untuk mewakili Dia dalam kata & tindakan. Ke-70 murid itu kini menjadi orang yang berkuasa untuk mengusir setan & menyembuhkan penyakit. Mereka bukan bangsawan tapi dipakai Allah secara menawan untuk mewartakan KerajaanNya. Adapun perintah yang diberikan kepada ke-70 orang itu, menurut ayat paralelnya di kitab Matius adalah pergi kepada "domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Mat 10:6). Tapi setelah kebangkitanNya, Yesus mengubah jangkauannya kepada segala bangsa, "sampai akhir zaman" (Mat 28:18-20; Mrk 16:15-20).
2. Prioritas.
Misi utama Yesus adalah untuk memberitakan Kerajaan Allah dengan perintah untuk menyembuhkan orang sakit & mengusir setan (Mat 9:35-38; 10:7-8; Mrk 3:14-15; 6:7-13; Mrk 16:15,17; Luk 9:2,6; 10:1,9; bdk Luk 4:17-19). Dengan kata lain: Kita diajak menomorsatukan kehendak Allah dimana pemberitaan Injil juga harus disertai dengan penyembuhan & pembebasan secara real-aktual & kontekstual.
3. Totalitas.
Yesus berpesan supaya para murid tidak membawa apa-apa dalam perjalanan, termasuk bekal (Yun: pēra). Bekal yang dimaksud adalah dompet yang dibawa seorang pengemis, dengan kata lain: Yesus melarang mereka mengemis sebagaimana kadang dilakukan penganut agama lainnya.
Jelasnya, mereka tidak diperkenankan mengandalkan penampilan luar tapi harus sepenuh hati mengandalkan pemeliharaan Allah & kebaikan orang lain sehingga selalu terfokus pada tujuan utama tugas perutusan yaitu memberitakan Injil kerajaan Allah.
"Ada galah ada kaktus - Pergilah kamu semua diutus!"
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
Kutipan Teks Misa:
“Tidak seorang pun dapat memberikan apa yang tidak dimilikinya. Dia harus memilikinya dulu” (St. Teresa dari Avila)
Antifon Pembuka (Yeh 34:11; 23-24)
Tuhan bersabda, "Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka."
atau (Mzm 96:3-4)
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.
Tell among the nations his glory, and his wonders among all the peoples, for the Lord is great and highly to be praised.
Doa Pembuka
Allah Bapa Maha Pengasih, Santo Timotius dan Titus Kaulimpahi bakat, yang mereka perlukan dalam kegiatan kerasulan. Semoga berkat doa restu mereka kami di dunia ini hidup secara jujur dan saleh, agar kelak dapat Kauterima di tanah air surgawi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Paulus mencurahkan isi hatinya kepada Timotius untuk memberi semangat kepadanya agar tidak malu bersaksi tentang Tuhan. Selain itu, agar dia tidak malu karena Paulus itu seorang hukuman, dan agar tetap mau ikut menderita karena Injil-Nya.
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (1:1-8)
Dari Paulus, rasul Yesus Kristus, yang oleh kehendak Allah diutus memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus; kepada Timotius, anakku yang terkasih: Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Dan bila terkenang akan air mata yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike, dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia. Tetapi berkat kekuatan Allah ikutlah menderita bagi Injil-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Atau
Paulus berpesan kepada Titus agar tetap melakukan pesannya yaitu mengatur apa yang masih perlu diatur. Selain itu, agar dia mengangkat penatua-penatua di setiap kota.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (1:1-5)
Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus, yang ditugaskan memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita; jadi berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. Kepada Titus, anakku yang sejati dalam iman bersama: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur, dan supaya engkau mengangkat penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 96:1-2a.2b-3.7-8.9-10a.c; Ul: 3)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, ya seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
2. Kabarkanlah dari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, di antara segala suku.
3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
Nasihat Yesus berlaku bagi para murid segala zaman. Mereka diutus untuk menghadirkan damai sejahtera. Itu berarti bahwa setiap murid hendaknya selalu hidup dalam damai sejahtera bersama Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:1-9)
Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini’. Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu’.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Timotius dan Titus adalah sahabat dan rekan Yesus dalam karya pewartaan Injil. Paulus berpesan supaya mereka sungguh-sungguh memelihara iman. Paulus juga memberikan peneguhan dan kekuatan supaya tetap bertahan bila mengalami banyak tantangan. Setiap murid Tuhan diingatkan bahwa dalam pewartaan sabda Allah dan pertumbuhannya, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan kita sendiri. Hanya dengan kekuatan Tuhan, benih sabda yang ditaburkan akan bertumbuh, berkembang dan menghasilkan banyak buah. Bersediakah kita untuk menjadi alat di tangan Tuhan dalam karya pewartaan Kerajaan Allah?
Injil-injil ditulis oleh manusia-manusia, yang termasuk orang-orang beriman pertama Bdk. Mrk 1:1; Yoh 21:24. dan yang hendak menyampaikan imannya kepada orang lain. Karena mereka mengetahui dari iman, siapa Yesus, mereka dapat melihat dalam seluruh kehidupan duniawi-Nya jejak-jejak rahasia batin-Nya dan mengarahkan orang lain kepada-Nya. Dalam kehidupan Yesus segala sesuatu - mulai dari kain lampin waktu kelahiran-Nya Bdk. Luk 2:7. sampai kepada cuka waktu kesengsaraan-Nya Bdk. Mat 27:48. dan kain kafan waktu kebangkitan-Nya Bdk. Yoh 20:7. - merupakan tanda-tanda rahasia batin-Nya. Oleh perbuatan-Nya, mukjizat-Nya, perkataan-Nya menjadi nyata, bahwa "di dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an" (Kol 2:9). Kemanusiaan-Nya sendiri tampak sebagai "sakramen", artinya sebagai tanda dan sarana ke-Allah-an-Nya dan keselamatan, yang Ia bawakan. Apa yang kelihatan dalam kehidupan-Nya, menunjukkan misteri keputeraan-Nya sebagai Anak Allah dan perutusan-Nya sebagai Penebus. --- Katekismus Gereja Katolik, 515
Antifon Komuni (Mrk 16: 15; Mat 28: 20)
Pergilah ke seluruh dunia, dan wartakanlah Injil. Aku bersamamu selalu, sabda Tuhan.
Go into all the world, and proclaim the Gospel. I am with you always, says the Lord.
B.
Madah Ibadat Harian
(26 Jan 2019)
PW St. Timotius & Titus, Uskup.
Ya Allah, bersegeralah menolong aku
Ya Tuhan, perhatikanlah umat-Mu
Kemuliaan..
Alleluya
MADAH IBADAT BACAAN
Kita semua gembira
Sambil mengenangkan jasa
Para gembala Gereja
Yang cinta pada umatnya
Jiwa raga seluruhnya
Dibaktikan dengan nyata
Supaya kawanan Tuhan
Sungguh terjamin dan aman
Segala mara bahaya
Ditangkis gagah perkasa
Mereka tak kenal lelah
Melayani umat Allah
Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putera dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada kita semua
Amin
MADAH IBADAT PAGI
Pemimpin mulia bapa bijaksana
Yang hari ini kita peringati
Kini berjaya penuh sukacita
Di surga baka
Diberi beban memegang pimpinan
Selaku guru imam umat baru
Dengan teladan memberi bimbingan
Di keuskupan
Semoga kita ditolong doanya
Dan menerima pengampunan dosa
Dihantarkannya menunju ke surga
Menghadap Bapa
Dimulyakanlah Bapa mahamurah
Bersama Putra penebus dunia
Roh kudus pula penghibur Gereja
Slama-lamanya
Amin
MADAH IBADAT SIANG
Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan
Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian
Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu
Amin
DOA
Ya Allah, santo Timotius dan Titus Kau luhurkan dalam kegiatan sebagai rasul.
Semoga berkat doa mereka kami hidup di dunia ini secara adil dan saleh hingga nanti dapat diterima di tanah air surgawi.
Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa,
Amin.
SKI - JALAN KERAHIMAN
Iman kepada Kristus membawa kita mengarah kepada sebuah perjalanan yang berlangsung seumur hidup, menjadi "Bermurah Hati Seperti Bapa".

Jumat 25 Januari 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Jumat 25 Januari 2019
Pesta Bertobatnya Santo Paulus
Kisah (22:3-16) / Kisah (9:1-22)
(Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15)
Markus (16:15-18)
"Oportet Illum Regnare - Dia Harus Meraja”.
Itulah salah satu semangat yang saya tulis dalam buku “HERSTORY" (RJK, Kanisius). Bersama dengan pesta hari ini, pertobatan St. Paulus, “Persatuan Antar Umat yang tuLUS", kita juga diajak untuk membuat nama Kristus selalu meraja di hati dan hidup kita. Bagaimanakah caranya?
Sebuah kisah dari Yogya:
Setelah berpastoral, kadang saya diajak beberapa romo dan para frater lain untuk berwisata kuliner, al: Gudeg Yu Djum di Wijilan, Bakso Bawor, Soto Kadipiro, Sate Klatak di Imogiri, Bakmi Mbah Mo Bantul, Lotek Bu Ning, Kopi Joss di angkringan Stasiun Tugu, Lotek di Moses Sadhar, “Sengsu” di Concat dan Lotis di Gejayan.
Bicara soal “lotis“, ia adalah aneka buah yang mungkin hampir sama dengan “rujak“. Sst..Paulus ternyata juga punya "spiritualitas lotis“, al:
1."LOving: Mencintai".
Berkat perjumpaan dengan Kristus secara pribadi, ia menjadi orang yang "lahir kembali". Ia penuh dengan vitamin “C” (cintakasih). Cintakasih Kristus membuat hidupnya juga menjadi penuh cinta. Kata Paulus: ada trilogi "iman, harapan, kasih" dan yang terbesar adalah kasih. Bukankah kita hidup karena ada kasih dan bukankah kasih juga selalu mengalirkan kebaikan? "Amor vincit omnia - cinta kalahkan segala"
2."Transforming: Perubahan dari dalam".
Saulus menjadi Paulus, taker menjadi giver, pengejar menjadi pengajar, pembelot menjadi pembela, pecundang menjadi pahlawan, fanatik menjadi simpatik. Ia berubah secara radikal karena bisa menjumpai Kristus yang menyapa dan menyentuh relung hati terdalam: "Scio cui credidi - Aku tahu kepada siapa aku percaya"
3."Serving: Melayani".
Paulus adalah Rasul Agung. Ia terus melayani Tuhan dari Roma-Korintus-Galatia-Filipi-Kolose-Tesalonika sampai Efesus. Kita juga diajak untuk menjadi rasul dan pelayanNya, karena Ia juga sudah memberi 5 daya, al:
a. Mengusir setan: Bertingkah laku kudus
b.Bicara dalam bahasa baru: Berkata-kata penuh kasih
c.Memegang ular: Berkarya penuh kuasa
d.Tidak mati meski minum "racun maut": Berdaya tahan meski disakiti/difitnah e.Meletakkan tangan dan menyembuhkan org sakit: Tangannya selalu terulur untuk memberkati dan mengampuni: "Servito ergo sum - Aku melayani maka aku ada."
"Tahu Petis di mobil Xenia - Selamat menjadi Lotisnya Dunia”.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
1.
"Metanoia - Berbalik!"
Inilah arti dasar dari "pertobatan" St Paulus yang kita pestakan hari ini bahwa setiap orang yang bertobat/ber-"SITORUS-SIap berTObat tRUS" diajak untuk mau berbalik secara real dan aktual dari gelap menjadi terang, dari dusta ke cinta dari setan ke Tuhan.
Adapun tiga ajakan dasar Yesus yang bisa dibuat dengan belajar dari Paulus, yang "menyaPA Umat dg tuLUS", antara lain:
A.“Pergilah":
Dari Tarsus ("tak genTAR ikut YeSUS"), Paulus pergi ke Roma-Korintus-Galatia-Efesus dll. Ia mengajak kita untuk pergi ke seluruh dunia, meninggalkan pola lama menjadi manusia baru dengan lahir hidup baru, dari pengejar menjadi pengajar, dari pecundang menjadi pahlawan, dari "taker" mjd "giver", dari saulus menjadi paulus.
B."Beritakanlah injil":
Yesus mengutus Paulus untuk mewartakan Injil. Kata "Injil" (Yun: "ευαγγέλιον"/euangelion) berarti kabar baik/gembira. Dengan kata lain: Bersama Yesus dan Paulus, kita juga diajak u/mjd pewarta kabar baik-bukan kabar burung, menjadi kabar yang penuh ketulusan-bukan penuh pergunjingan dan kepalsuan. Kita diajak untuk terus menjadi "injil yang hidup" dengan doa-kata dan tindakan nyata kita yang membawa kebaikan dan kegembiraan (bonum et gaudium).
C."Baptislah setiap orang":
Kardinal pertama Indonesia , Rm Darmayuwana mengenalkan konsep "katolik anonim", orang yang tidak beragama katolik tapi hidup dan sikapnya benar-benar katolik, org yang juga mengenal dan menghargai iman katolik tanpa harus menjadi katolik. Hal ini bisa terjadi karena pewartaan Gereja yang berdaya jadi ikat dan tanpa sekat lewat pendidikan-kesehatan dan sosial ekonomi.
Dengan kata lain:
Kita juga diajak semakin menjadi gereja yang berdaya pikat, yang mendengarkan dan mewartakan, Gereja sebagai "peristiwa" yg selalu tanggap dan berdialog dengan dunia aktual sekitar, yang up to date dengan suka-duka dan tawa tangis dunia hariannya.
"Dari Lebak Bulus ke Sukabumi - St Paulus doakanlah kami."
2.
25 January
Feast of the Conversion of Saint Paul the Apostle: "Go into all the world and preach the Gospel"
Old Testament Reading: Acts 22:3-16
"I am a Jew, born at Tarsus in Cilicia, but brought up in this city at the feet of Gamaliel, educated according to the strict manner of the law of our fathers, being zealous for God as you all are this day.
I persecuted this Way to the death, binding and delivering to prison both men and women, as the high priest and the whole council of elders bear me witness.
From them I received letters to the brethren, and I journeyed to Damascus to take those also who were there and bring them in bonds to Jerusalem to be punished.
"As I made my journey and drew near to Damascus, about noon a great light from heaven suddenly shone about me. And I fell to the ground and heard a voice saying to me: `Saul, Saul, why do you persecute me?'
And I answered:
'Who are you, Lord?'
And he said to me:
`I am Jesus of Nazareth whom you are persecuting.'
Now those who were with me saw the light but did not hear the voice of the one who was speaking to me. And I said:
`What shall I do, Lord?'
And the Lord said to me:
'Rise, and go into Damascus, and there you will be told all that is appointed for you to do.'
And when I could not see because of the brightness of that light, I was led by the hand by those who were with me, and came into Damascus.
"And one Ananias, a devout man according to the law, well spoken of by all the Jews who lived there, came to me, and standing by me said to me:
`Brother Saul, receive your sight.'
And in that very hour I received my sight and saw him. And he said:
`The God of our fathers appointed you to know his will, to see the Just One and to hear a voice from his mouth; for you will be a witness for him to all men of what you have seen and heard. And now why do you wait? Rise and be baptized, and wash away your sins, calling on his name.'
Meditation:
Mark ends his Gospel account with Jesus' last appearance to the apostles before his ascension into heaven.
Jesus' departure and ascension was both an end and a beginning for his disciples. While it was the end of Jesus' physical presence with his beloved disciples, it marked the beginning of Jesus' presence with them in a new way.
Jesus promised that he would be with them always to the end of time.
Now as the glorified and risen Lord and Savior, ascended to the right hand of the Father in heaven, Jesus promised to send them the Holy Spirit who would anoint them with power on the Feast of Pentecost, just as Jesus was anointed for his ministry at the River Jordan.
When the Lord Jesus departed physically from the apostles, they were not left in sorrow or grief. Instead, they were filled with joy and with great anticipation for the coming of the Holy Spirit.
Jesus' last words to his apostles point to his saving mission and to their mission to be witnesses of his saving death and his glorious resurrection and to proclaim the good news of salvation to all the world.
Their task is to proclaim the good news of salvation, not only to the people of Israel, but to all the nations. God's love and gift of salvation is not just for a few, or for a nation, but it is for the whole world - for all who will accept it.
The gospel is the power of God, the power to forgive sins, to heal, to deliver from evil and oppression, and to restore life. Do you believe in the power of the gospel?
This is the great commission which the risen Christ gives to the whole church. All believers have been given a share in this task - to be heralds of the good news and ambassadors for Jesus Christ, the only savior of the world.
We have not been left alone in this task, for the risen Lord works in and through us by the power of his Holy Spirit.
Today we witness a new Pentecost as the Lord pours out his Holy Spirit upon his people to renew and strengthen the body of Christ and to equip it for effective ministry and mission to every land and peoples. Do you witness to others the joy of the gospel and the hope of the resurrection?
Conversion of Paul the Apostle:
Many Christians celebrate today the conversion of St. Paul who became an apostle to the Gentile nations.
Paul testified how he first opposed the gospel and persecuted Christians, but was converted when Christ appeared to him on the road to Damascus (Acts 22:3-16).
Paul's encounter with the person of Christ radically changed his life and opened his eyes to the truth of the gospel.
Benedict XVI reflects on the significance of Paul's conversion for the whole Christian people:
"Paul's conversion matured in his encounter with the Risen Christ; it was this encounter that radically changed his life.
What happened to him on the road to Damascus is what Jesus asks in today's Gospel: Saul is converted because, thanks to the divine light, "he has believed in the Gospel". In this consists his and our conversion: in believing in Jesus dead and risen and in opening to the illumination of his divine grace.
In that moment Saul understood that his salvation did not depend on good works fulfilled according to the law, but on the fact that Jesus died also for him the persecutor and has risen.
This truth by which every Christian life is enlightened thanks to Baptism completely overturns our way of life. To be converted means, also for each one of us, to believe that Jesus "has given himself for me", dying on the Cross (cf. Galatians 2:20) and, risen, lives with me and in me.
Entrusting myself to the power of his forgiveness, letting myself be taken by his hand, I can come out of the quicksands of pride and sin, of deceit and sadness, of selfishness and of every false security, to know and live the richness of his love." (From address given on January 25, 2009)
"Lord Jesus, through the gift of your Holy Spirit, you fill us with an indomitable spirit of praise and joy which no earthly trial can subdue. Fill me with your resurrection joy and help me to live a life of praise and thanksgiving for your glory. May I witness to those around me the joy of the gospel and the reality of your resurrection."
Psalm 117:1-2
Praise the LORD, all nations! Extol him, all peoples!
For great is his steadfast love toward us; and the
faithfulness of the LORD endures for ever. Praise
the LORD!
Daily Quote from the Early Church Fathers:
"For [Paul] truly became a witness to [Jesus], and a witness as one should be, both by what he did and by what he said.
We too must be such witnesses and not betray what we have been entrusted. I speak not only of doctrines, but also of our way of life.
Look, what he knew, what he heard, he bore witness to this before all, and nothing hindered him.
We too have heard that there is a resurrection and ten thousand good things; therefore, we ought to bear witness to this before all. 'We do in fact bear witness,' you say, 'and believe.' How, since we do the opposite?
Tell me, if someone should say he was a Christian but should then apostatize and act like a Jew, would his testimony be sufficient? No, not at all; for people would look for testimony through his actions.
Likewise, if we say that that there is a resurrection and ten thousand good things but then look down upon them and prefer the things here, who will believe us?
For all people pay attention not to what we say but to what we do. 'You will be a witness,' [Christ] says, 'to all.' That is, not only to the friends, but also to the unbelievers.
For this is what witnesses are for: they persuade not those who know but those who do not. Let us become trustworthy witnesses. How will we become trustworthy? By the life we lead."
(John Chrysostom, 347-407 A.D,
excerpt from Homilies on the Acts of the Apostles 47)
3.
Kutipan Teks Misa.
“Rasul Paulus kaya akan cinta Kristus. Selama ia memiliki itu, ia menganggap dirinya yang paling bahagia di antara raja, pemerintah dan penguasa” (St. Yohanes Krisostomus)
Antifon Pembuka (2Tim 11:12; 4:8)
Aku tahu kepada siapa kupercayakan diriku, dan aku yakin bahwa Ia sanggup memelihara semuanya sampai hari terakhir, sebab Ia hakim yang adil.
I know the one in whom I have believed and I am sure that he, the just judge, the mighty, will keep safe what is my due until that day.
Pada Misa ini ada Kemuliaan
Doa Pembuka
Allah Bapa cahaya dunia, hari ini kami mengenangkan pertobatan Santo Paulus, dan mohon, agar kami pun Kaupertobatkan dan Kaupanggil menjadi pewarta sabda-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Paulus bersaksi bahwa sebetulnya dia membawa surat perintah untuk membinasakan para pengikut Yesus di Damsyik. Akan tetapi, di tengah jalan dia berjumpa dengan Yesus yang dia aniaya. Paulus bertobat, dibaptis dan mulai mewartakan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (22:3-16)
"Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan."
Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini. Aku dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Agung maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik, dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang ada di situ, dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah dari langit cahaya yang menyilaukan mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah, dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidaklah mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Sebab aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang hidup menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar, dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan kaudengar. Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Atau:
Saulus yang kejam dibutakan oleh Tuhan sebagai peringatan. Namun Tuhan membuatnya melihat lagi melalui tangan Ananias. Saulus dibaptis dan memberitakan nama Yesus.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (9:1-22)
Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, dengan hati berkobar-kobar Saulus mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Agung, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia dapat menangkap dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba memancarlah cahaya dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya aku?” Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya, “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Saulus bangun dan berdiri lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; teman-temannya harus menuntun dia masuk ke Kota Damsyik. Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat, dan tiga hari lamanya ia tidak makan serta minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, “Ananias”. Jawabnya, “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan, “Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang sedang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangan ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jawab Ananias, “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetapi firman Tuhan kepada Ananias, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepda bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah Yudas. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat kembali dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah ada selaput gugur dari mata Saulus, sehingga ia dapat melihat kembali. Saulus bangun, lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama dengan murid-murid Tuhan di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata, “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan siapa saja yang memanggil nama Yesus? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud menangkap dan membawa murid-murid Tuhan ke hadapan imam-imam kepala?” Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya, dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan (do-f, 4/4 PS 827)
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 15:16)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.
Yesus yang bangkit, mengutus kesebelas murid-Nya untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk. Mereka dilengkapi dengan kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-18)
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil."
Sekali peristiwa Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Paulus berkisah mengenai masa lampaunya. Ia yang adalah seorang penganiaya murid-murid Tuhan, mengalami kasih Yesus yang luar biasa. Ia dipilih menjadi murid-Nya. Paulus kelak dengan penuh semangat mewartakan tentang Injil Yesus Kristus. Kita pun dipanggil untuk menjadi seorang pewarta Injil. Hal itu bisa kita lakukan dengan penuh semangat bila kita juga pernah merasakan kasih Tuhan dalam hidup ini. Yesus mengutus kita untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan Injil kepada segala makhluk. Hal-hal luar biasa akan kita alami, bila kita hidup dari iman dan mengandalkan Tuhan.
Antifon Komuni (Gal 2:20)
Aku hidup dalam kepercayaan kepada Putra Allah yang mengasihi aku dan telah mengorbankan diri-Nya bagiku.
Doa Malam
Ya Tuhan, aku bersyukur atas penyertaan-Mu sampai pada malam ini. Berkatilah siapa saja yang telah membantu pekerjaanku hari ini. Berilah mereka rahmat yang dibutuhkan pada saat-saat ini dan semoga malam ini mereka juga dapat mempersembahkan semuanya
kepada-Mu dengan penuh rasa syukur. Amin.
===
25 Januari / PERTOBATAN ST. PAULUS.
Paulus adalah sebuah bejana rahmat yang besar dan merupakan salah satu orang kudus Gereja yang paling terkemuka.
Namun demikian, Paulus tidak pernah melupakan “siapa dirinya dulu”, dan bagaimana Allah telah menyelamatkannya.
Bertahun-tahun setelah peristiwa di jalan menuju Damsyik itu, di mana dia “berjumpa” dengan Tuhan Yesus dan mendengar sendiri
Dia berbicara kepadanya dan mengubah dia dari seorang pengejar dan penganiaya orang-orang Kristiani yang tak mengenal lelah, menjadi pewarta KABAR BAIK YESUS KRISTUS yang nyaris tak tertandingi. Seorang penginjil sejati!
Paulus menulis kepada salah seorang rekan kerjanya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa” (1Tim 1:15).
Paulus tidak pernah mengedepankan peranan dirinya sendiri dalam transformasi pribadinya. Paulus sangat mengetahui bahwa dia berhutang segalanya kepada belas kasihan dan pengampunan mutlak dari Allah: “… aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang yang ganas tetapi telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. Malah anugerah Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus” (1 Tim 1:13-14).

Kamis, 24 Januari 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Kamis, 24 Januari 2019
Peringatan Wajib St. Fransiskus de Sales
Ibrani (7:25-8:6)
(Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17; R: 8a.9a)
Markus (3:7-12)
"Odor sanctitas - Aura Kekudusan".
Itulah yang tampak pada diri Yesus Anak Allah. “KUD”, yakni Karya, Ucapan dan Doa Nya menyebar-pancarkan aura kekudusan sehingga dapat dirasakan oleh banyak orang.
Dengan aura kekudusan inilah, aneka dusta dan nista, kejahatan pun kepalsuan akan tersungkur dengkur dan terlelah kalah.
Seperti yang saya tulis dalam buku "HERSTORY" (RJK, Kanisius), adapun 3 jalan kekudusanNya, antara lain:
1. "Via purgativa - Jalan pemurnian". Dalam hidup karya, Ia memiliki "intentio pura" (penuh ketulusan), bukan "intentio pura-pura" (penuh akal bulus). Tindakan kasihNya bukan untuk menjadi terkenal/dikagumi tapi murni demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan manusia. Hatinya bebas dari intrik taktik dan konflik problematik.
2. "Via illuminativa - Jalan pencerahan". Dalam hidup doa dan matiraga, Ia memiliki "lux aeterna - terang sejati". Kata dan hidupnya yang "sentire cum Deo - sehati dengan Bapa" bisa mencerahkan hati dan pergulatan banyak orang sehingga banyak orang yang dating dan mau selalu berjumpa dengan-Nya.
3. "Via unitiva - Jalan persatuan".
Dalam hidup sosialita dengan sesama, Yesus tidak cuek, Ia hadir dan terlibat di tengah pergulatan hidup sesamanya. Ia satu hati dan menjadi teman satu perjalanan bagi semua orang, terlebih yang kecil lemah sakit dan tersingkir.
Bagaimana dengan kita?
"Cari kardus di kompleks Kopassus - Hiduplah kudus dalam Tuhan Yesus".
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
Kutipan Teks Misa:
“Hanya percaya bahwa Allah itu ada, tidak akan saya sebut sebagai komitmen. Bahkan iblis pun percaya bahwa Allah itu ada! Percaya [kepada Allah] berarti [kita] harus mengubah cara hidup kita.” – Bunda Angelica, Pendiri EWTN
“Hidup saleh membuat setiap tugas menjadi menyenangkan penuh gembira” (St. Fransiskus de Sales)
Antifon Pembuka (Sir 15:5)
Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihiasi semarak kemuliaan.
Doa Pembuka
Allah Bapa Yang Mahamulia, demi keselamatan jiwa-jiwa, Engkau menghendaki Santo Fransiskus, Uskup, menjadi pewarta kebijaksanaan-Mu bagi semua orang. Kami mohon, agar dengan mengikuti teladannya, kami selalu menunjukkan kelembutan cinta-Mu dalam pelayanan kepada sesama saudara. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (7:25-8:6)
"Kristus mempersembahkan diri sekali untuk selama-lamanya."
Saudara-saudara, Yesus sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang demi Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup lestari untuk menjadi Pengantara mereka. Imam Agung seperti inilah yang kita perlukan: yakni saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang telah dipisahkan dari orang-orang berdosa, dan ditinggikan mengatasi segala langit; yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya. Hal itu sudah dilakukan Yesus satu kali untuk selama-lamanya, yakni ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban. Hukum Taurat menetapkan orang-orang yang tidak sempurna menjadi imam agung. Tetapi sesudah hukum Taurat itu, diucapkanlah sumpah, yang menetapkan Putera yang sudah sempurna sampai selama-lamanya, menjadi Imam Agung. Inti segala yang kita bicarakan ini ialah: Kita mempunyai Imam Agung yang seperti itu: Ia duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di surga, dan melayani ibadat di tempat mahakudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan buatan manusia. Setiap Imam Agung ditetapkan untuk mempersembahkan kurban atau persembahan kepada Allah. Oleh karena itu Yesus harus mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. Sekiranya Ia berada di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini sudah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. Tetapi pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah. “Ingatlah!” demikian firman Tuhan, “Buatlah semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu!” Tetapi sekarang Yesus telah mendapat tugas pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 850
Ref. Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu
Ayat. (Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17; R: 8a.9a)
1. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!"
2. "Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."
3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
4. Biarlah bergembira dan bersukacita semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan daripada-Mu tetap berkata, "Tuhan itu besar!"
Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2 Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:7-12)
"Roh-roh jahat berteriak, "Engkau Anak Allah." Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia."
Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon datanglah banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka. Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah oleh-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Dari zaman Yesus sampai sekarang ini, zaman milenial, bila ada penyembuhan di iuaf ilmu kedokteran selalu mendatangkan kekaguman. Orang-orang akan berduyun, duyun mendatangi “orang hebat” itu. Dengan adanya teknologi gadget, berita “kehebatan geseorang” dengan cepat beredar. Video cara penyembuhan bisa tersebar dengan cepatnya ke seluruh penjuru dunia. Teknologi internet mengatasi ruang dan waktu. Apa yang terjadi di sini, dengan cepat akan diketahui, didengar, dibaca, dan dilihat di benua seberang. Demikian kehebatan Yesus pada zaman itu. Walau belum ada HP, namun berita dari mulut ke mulut juga cepat tersebar di seluruh desa dan tetangga desa. Dengan cepat orang-orang membawa saudaranya yang sakit kepada Yesus agar disembuhkan. Bahkan ada yang berkeyakinan, “asal aku bisa menjamah-Nya, aku akan sembuh.”
Kita sebenarnya setiap hari tidak hanya bisa menjamah Yesus. Lebih dari itu. Lewat perayaan Ekaristi, kita bisa “menerima” Yesus dalam rupa roti (dan anggur) yang adalah Tubuh dan Darah Yesus. Dia yang berkuasa atas penyakit tidak hanya kita jamah, tetapi kita terima dan kita masukkan ke dalam tubuh kita.Kita cecap dan kita telan. Apakah semua itu tidak lebih daripada menjamah-Nya?
Berkali-kali Yesus mengatakan, “Imanmulah yang menyelamatkan”. Di sini kita ditantang untuk berani melihat diri kita sendiri: seberapa besar imanku? Seberapa dalam kepercayaanku kepada Yesus, Sang Penyembuh? Benarkah kita hadir dalam Misa dengan persiapan dan konsentrasi yang baik? Apakah aku mengikuti perayaan Ekaristi dengan seluruh diri dan hatiku? Andalah yang bisa menjawabnya. Selamat merenung. Tuhan memberkati!
Antifon Komuni (Mzm 56:14)
Engkau telah meluputkan daku dari maut, bahkan menjaga kakiku jangan sampai tersandung. Maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.
Doa Malam
Allah Bapa sumber kasih setia, kami bersyukur atas kasih setia yang kami peroleh dari Putra-Mu. Semoga kami Kaubangun ke dalam tubuh-Nya, yaitu Gereja. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Rabu, 23 Januari 2019

HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Rabu, 23 Januari 2019
Hari Biasa Pekan II
Ibrani (7:1-3.15-17)
(Mzm 110:1.2.3.4)
Markus (3:1-6)
"Salus animarum - Keselamatan jiwa-jiwa".
Itulah hukum terutama yang ditekankan Yesus yang juga saya tulis dalam buku "HERSTORY" (RJK, Kanisius).
Ia sebagai yang "benar-benar Tuhan dan humanis" mencela orang-orang Farisi yang "sok menjadi tuhan dan legalis", yang demi hukum Sabat tidak membolehkan kita berbuat baik.
Tampak, ketika hukum dijadikan alat kekuasaan dan kepentingan gol. Maka manusia tidak lagi menjadi tuan atas kemanusiaanya, sehingga iman dan kehidupan yang seharusnya beradab menjadi biadab, apa yang seharusnya mendalam menjadi mendangkal/banal. Dkl: kita alami apa yang saya sebut: "dehumanisasi" dan "banalisasi".
Adapun 3 macam dimensi yang saya angkat, al:
1.Pengetahuan iman:
Orang Farisi yang dikenal ahli agama dan tahu banyak kitab suci ternyata munafik dan punya banyak intrik. Mereka suka "otak-atik", menggunakan hukum sebagai "mainan": kadang sebagai senjata menyerang "musuh" tapi juga kerap sebagai "alat" pembenaran diri. Istilah saya: "mentalitas blangkon: bisa kotbah, 'ngga bisa nglakoni".
2.Perayaan iman:
Orang Farisi yang dikenal sebagai penjaga hukum Taurat dan selalu merayakan aneka ibadah suci ternyata suka berkonflik dan banyak taktik. Karena merasa "dikritisi" oleh Yesus, mereka malah berencana untuk membunuhNya.
Inilah contoh iman yang terpisah dari kenyataan harian, ketika iman jauh dari kehidupan, hanya menjadi "sabda" di mulut tapi tidak menjadi "daging" di tingkah laku. Ketika iman cuma sibuk di "altar-mimbar perjamuan" tapi tidak mau terlibat di "pasar kehidupan". Istilah saya: "karakter abal-abal" alias iman yang pura-pura, mulutnya mendekat ke Tuhan tapi hatinya penuh dengan iri, dengki dan nafsu kejahatan."
3.Perwujudan iman:
Yesus mengajak kita beriman secara otentik: "3M”, yakni: “mengetahui” tentang imannya, “merayakan” bersama komunitasnya serta “mewujudkan” dalam kenyataan hidup". Ia tidak pernah memisahkan ibadah keagamaan dengan kaidah kehidupan.
BagiNya, iman yang baik membuat hidup juga semakin baik, "root create the fruit". Iman yg bukan basa-basi tapi yang ber-refleksi dan bertranformasi (Bdk: SC, KV II art. 10, Liturgi berdoa supaya mereka amalkan dalam hidup sehari-hari apa yang mereka peroleh dalam iman).
"Ada minuman dari ketan - Iman harus selalu diwujudnyatakan."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)

NB:
A.
"Ad veritatem per caritatem - Mencari kebenaran melalui cinta kasih."
Inilah salah satu pesan iman yang ditekankan Yesus dalam pertanyaanNya: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?"
Kitapun diajak selalu mewartakan kasih secara nyata setiap harinya, seperti kata Yesus juga pada hari ini, "ulurkanlah tanganmu."
Pastinya, berbuat kasih itu tidak mengenal batasan tempat dan saat, dalam bahasa St.Bernadette, "love is no limit." Dimana pun, kapanpun dan dalam situasi apa pun, kita diajak untuk hidup dengan nada dasar "c", cinta yang mengasihi-bukan melukai, yang memberkati-bukan menyakiti, yang memahami-bukan menghakimi.
Ya semoga kata dan warta, ucapan dan tindakan, hati dan budi kita bisa menjadi tanda kasih Tuhan yang hidup bagi sesama dan semesta, setiap harinya, terlebih bagi sesama yang kecil, miskin dan terpinggirkan oleh dunia.
"Dari Bekasi ke Surakarta - Mari bersaksi dengan penuh cinta."
B.
“Pastor Bonus – Gembala Baik!”
Inilah salah satu identitas Yesus, yang hatiNya rahim, mudah tergerak oleh belas kasihan.
Adapun tiga sikap gembala baik, antara lain:
1. Keseimbangan
Yesus bekerja tp tidak mabuk kerja.
Ia sibuk tp tidak larut dan hanyut dalam kesibukan karena menyadari perlunya keseimbangan.
2. Kerahiman:
Ketika Yesus melihat orang banyak, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Inilah suatu perasaan kasih yang menggerakkan hati, yang membuat seseorang merasa ber-empati, sedih melihat derita sesamanya dan disertai dorongan yang kuat untuk menolong, tergerak dan bergerak.
Inilah ciri khas Allah (Ul 30:3; 2Raj 13:23; Maz 78:38; Maz 111:4) dan Yesus (Mr 1:41; Mat 9:36; 14:14; 15:32; Luk 7:13;Mr 8:2).
Dengan kata lain:
Kasih-Nya adalah kasih yg penuh kerahiman, walaupun yg lain “libur”, Ia tetap “lembur” untuk terus mewartakan kerahiman ilahiNya.
Ia selalu memberi, tidak pernah merasa cukup/selesai. Love always feel inadequate.
3. Kesaksian:
Keprihatinan Yesus melihat orang byk terlantar mengingatkan kita akan keprihatinan Musa di akhir pengembaraan bangsa Israel: "Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.” (Bil 27:16-17).
Disinilah, kita diajak untuk mewujudkan panggilan sebagai gembala di tengah banyak ancaman “serigala dunia”.
"Cari jala di Kalimati - Jadilah gembala yg murah hati."
C.
“In nomine Dei feliciter – Dalam nama Tuhan semoga berbuah”.
Itulah salah satu harapan yang ditampakkan Yesus yang juga saya tulis dalam buku “Mimbar Altar” (RJK, Kanisius).
Harapan yang penuh semangat inilah yang menjadi dasar dari karya dan warta Yesus bersama para muridNya sehingga mereka selalu membawa semua warta dan karyanya dalam nama Tuhan.
Adapun tiga jalan supaya kita semakin berbuah dalam nama Tuhan, antara lain:
1. Reflektif:
Setelah berkarya, Yesus tak lupa untuk mengadakan refleksi. Kita juga diajak untuk selalu masuk ke ruang hati: meluangkan waktu untuk berdoa, setelah sibuk dengan karya, agar tidak dihanyut-larutkan oleh afeksi, emosi, friksi dan ambisi serta terpaan/gosipan.
Dalam keheningan, bukankah kita lebih mudah menggapai kedalaman? Bukankah seorang empu pembuat keris, tidak cuma membuat pisau tajam berkelak-kelok belaka, tapi harus ada pamor nya? Bukankah seorang penari tidak cuma menari dengan baik, tapi harus memiliki greget nya? Bukankah "pamor dan greget" itu bisa dicapai dalam "sabat"-perjumpaan pribadi dalam hadirat hening dengan Tuhan?
2. Transformatif:
Walaupun Yesus dan para murid sedang “off track/libur” karena hari sabat, tapi hatiNya selalu “on track/lembur”: tergerak oleh belas kasihan.
Ya, Yesus mengajak kita untuk selalu berani bertransfomasi/berubah haluan dari “egosentris ke kristussentris, menjadi pribadi yang beriman sekaligus berbelarasa. Bukankah seperti harapan Paulus, “kita adalah surat cinta Tuhan, yang ditulis bukan dengan tinta di atas loh batu, tapi dengan roh pada hati?
3. Integratif:
Doa tak terpisah dari karya. Inilah sebuah hidup dan iman yang ber-integritas, utuh-penuh dan menyeluruh. Dalam bahasa Bunda Teresa yang juga saya tulis dalam buku “HERSTORY” (RJK, Kanisius): “The fruit of silence is prayer, The fruit of prayer is faith, The fruit of faith is love, The fruit of love is service, The fruit of service is peace”.
Disinilah, doa menjadi kekuatan karya sekaligus karya menjadi buah-buah dari doa kita. Sudahkah kita juga beriman dengan utuh dan penuh?
“Kayu jati di Jati Asih – Milikilah hati yang selalu berbelaskasih”.
D.
Kutipan Teks Misa.
“Hari Sabat adalah akhir dari penciptaan yang pertama, sedangkan hari Tuhan adalah awal dari penciptaan yang kedua, di mana Ia memperbaharui dan memperbaiki yang lama, dengan cara yang sama seperti Ia menentukan bahwa mereka harus menerapkan Sabat sebagai peringatan akan akhir dari penciptaan pertama, maka kita menghormati hari Tuhan sebagai peringatan akan penciptaan yang baru.” (St. Athanasius, On Sabbath and Circumcision 3)
Antifon Pembuka (Mzm 110:4)
Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal, "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek."
Doa Pembuka
Allah Bapa, Pencipta alam semesta, Engkau telah mengutus Sang Raja damai datang ke dunia untuk menyelamatkan kami. Semoga kami dapat meneladan cinta kasih-Nya kepada manusia yang menjiwai seluruh hidup-Nya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (7:1-3.15-17)
"Engkaulah imam untuk selama-lamanya menurut tata imamat Melkisedek."
Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, Melkisedek menyongsongnya dan memberkati dia. Dan kepadanya Abraham memberikan sepersepuluh dari semua jarahannya. Menurut arti namanya, Melkisedek pertama-tama adalah raja kebenaran, atau juga raja Salaem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah; harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan! Dan karena dijadikan sama dengan Anak Allah, ia menjadi imam sampai selama-lamanya. Sungguh, Yesus telah ditetapkan sebagai imam menurut tata imamat Melkisedek; artinya: Menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Sebab tentang Yesus diberikan kesaksian, "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut tata imamat Melkisedek".
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Engkaulah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek.
Ayat (Mzm 110:1.2.3.4)
1. Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuhmu Kubuat menjadi tumpuan kakimu!"
2. Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah Engkau di antara musuhmu!
3. Engkau meraja di atas gunung yang suci sejak hari kelahiranmu sejak dalam kandungan, sejak fajar masa mudamu.
4. Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek".
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 4:23)
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:1-6)
"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?"
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu, "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Yesus jengkel karena kedegilan mereka! Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi, "Ulurkanlah tanganmu!" Ia pun mengulurkan tangannya dan sembuhlah seketika. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Tata tertib atau aturan dibuat dan diberlakukan sebagai tuntunan untuk berbuat atau bertindak baik, sehingga hidup bersama berjalan dengan baik dan siapapun yang berada dalam kebersamaan tersebut merasa damai, tenteram dan aman serta selamat. Akhir-akhir ini dikeluhkan kemacetan lalu lintas di kota metropolitan Jakarta, ibu kota Negara kita. Berbagai pikiran dan alasan terlontar, entah mencari sebab kemacetan maupun usul pemecahan, misalnya pemindahan ibu kota Negara, pertambahan jumlah kendaraan yang tak seimbang dengan kemampuan jalan, dst… Tetapi ada juga pengamatan yang menarik, yaitu: jika para pengendara mentaati tata tertib atau aturan lalu lintas, meskipun berjalan lambat, kiranya tidak terjadi kemacetan yang menjengkelkan dan membuat stress banyak orang. Hemat saya pengamatan ini benar dan baik, mengingat dan memperhatikan di berbagai Negara atau kota besar seperti Jakarta di negara-negara lain, dimana warganya taat dan setia pada tata tertib atau aturan yang berlaku, kemacetan dapat diatasi. Dengan kata lain rasanya mayoritas warganegara kita tidak taat dan setia pada tata tertib atau aturan yang berlaku. Meskipun ada tata tertib atau aturan yang cukup jelas, mereka tetap berbuat jahat alias melanggar tata tertib atau aturan. Ketika orang setia dan mentaati tata tertib atau aturan yang berlaku dengan baik, maka pada suatu saat, yang memang mendesak dan penting, ia dengan tenang melanggar tata tertib atau aturan. Mengapa? Karena yang ia lakukan demi keselamatan jiwa manusia lain (misalnya ambulan pengantar pasien sakit berat, mobil pemadam kebakaran dst..). Dengan kata lain asal demi keselamatan jiwa atau apa yang lebih baik daripada yang diatur, kita tidak perlu takut melanggar tata tertib atau aturan yang berlaku. Keselamatan jiwa itulah pedoman kita untuk berbuat baik.
Antifon Komuni (Mzm 110:2)
Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah engkau di antara musuhmu!