Ads 468x60px

Jumat, 06 Februari 2015

Peringatan Wajib St. Paulus Miki
Ibr.13:1-8Mzm; 27:1,3,5,8b-9abc; Mrk. 6:14-29


“Veritas-Kebenaran!”
Pemberitaan kebenaran iman dapat membawa aneka-ria resiko.
Apa yang terjadi pada Yohanes adalah buktinya. Herodes menyuruh penjaganya untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis walaupun Herodes tahu bahwa tindakannya itu salah.

Raja Herodes yang dimaksudkan disini adalah Herodes Antipas, putra Herodes Agung dan raja seperempat wilayah Galilea dan Perea.


Adapun hubungan pernikahan Herodes memalukan karena Herodias adalah istri dari paman tirinya (Herodes Filipus I), tp Herodias ini meninggalkan suaminya untuk menikah dengan paman tiri yang lain/saudara sekandung suaminya sendiri, yakni Herodes Antipas.

Herodes Antipas sendiri sudah menikah dengan anak perempuan Aretas, raja di Arab, tapi istri ini diusir pulang olehnya. Itu sebabnya, Yohanes pernah menegornya berkali-kali sehingga Herodias menaruh dendam kepada Yohanes.

Secara harafiah dikatakan bahwa Herodias terus membenci Yohanes. Berbeda dengan Herodes, Herodias tidak tertarik kepada Yohanes dan khotbah-khotbahnya; justru sebaliknya, dia menunggu kesempatan untuk membunuh Yohanes.

Nah, kemartiran Yohanes sendiri membuatnya sejajar dengan para nabi yang dibunuh oleh bangsa mereka sendiri. (Mat 5:12, 23:29-36 dll.)

Bagi kita?
Resiko yang dihadapi juga nyata. Mungkin bukan kehilangan kepala, tapi kesempatan promosi dalam kerja, status sosial di masyarakat, rasa aman dll.
Jelasnya, ada konsekuensi: perlawanan, aniaya, penjara, bahkan mungkin nyawa.
Namun ini bukan alasan bagi kita untuk merasa takut.
Ini justru menjadi penghiburan karena merupakan suatu kehormatan bagi kita untuk ambil bagian dalam penderitaanNya dan untuk tetap berani menjadi orang beriman yang militan mewartakan kebenaranNya karena "barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya" (Mrk. 8:35). 

"Makan bakut di Kalimati -
Jangan takut Tuhan berkati."

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar