Ads 468x60px

Senin 08 Februari 2016

Hari Imlek / Sinchia - Tahun Baru Tionghoa
Pekan Biasa V
1Raj 8:1-7.9-13; Mzm 132:6-7.8-10; Mrk 6:53-56


"Gratias agimus tibi - Kami bersyukur kepadaMu."
Penginjil Markus memberikan pandangan sekilasmengenai suasana syukur yang pasti sudah muncul apabila Yesus tiba di suatu daerah. Orang banyak selalu datang mendekat dan bergegas membawa orang yang sakit dan memohon kepadaNya.

Pastinya, kita melihat bahwa aspek perjuangan iman dari orang yang ingin mendapat kesembuhan sangatlah menentukan. Mereka melakukan 3 hal dengan penuh syukur, antara lain:

1. Menjumpai: 
Mereka berusaha untuk datang-berjumpa dan menyentuhNya.

2. Mengimani: 
Mereka sungguh percaya bahwa bahkan hanya dengan menyentuh/menjamah jumbai jubahNya, mereka akan sembuh.

3. Mengamini: 
Mereka mentaati apa yang diajarkanNya.

Sederhana bukan? 
Kita melihat bahwa saat itu tidak ada pengajaran, tidak ada mukjizat/pengusiran setan, tapi mereka tetap saja datang dan percaya, menjumpai-mengimani dan mengamini Yesus.
Memang, tidak semua orang memiliki iman sesederhana itu. Ada orang yang memiliki iman rumit dan sulit, terlalu banyak berjuang untuk mengetahui Allah tapi tidak banyak berjuang untuk mengalami Allah sehingga kadang lupa untuk mensyukuri setiap rahmatNya. 
Bagaimana dengan kita?

"Dari Mekkah ke Kalkuta - Sudah bersyukurkah kita?"

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 7EDF44CE/54E255C0


NB:
1.Haec est Domus Mea; Inde Gloria Mea - Inilah RumahKu; darinyalah KemuliaanKu akan terpancar!"
Inilah salah satu kalimat harapan dari St Yohanes Bosco yang adalah pecinta dan pemerhati orang muda sekaligus pendiri tarekat salesian (SDB) yang dekat dengan Bunda Maria.

Nah, bersama dengan teladan Don Bosco dan perayaan IMLEK besok Senin, kita juga bisa sekaligus mengenangkan 3 panggilan dasar, antara lain:

A."Menjadi kaya": 
Gong xi fat chai! Inilah sebuah ungkapan khas Tionghoa yang arti harafiahnya bisa berarti "semoga anda menjadi kaya." Kita diajak untuk menjadi orang yang "kaya, yang "KAsihi Tuhan dan YAkini iman", dengan punyai "harta benda", yakni: "HARapan - cinTA - keBENaran dan keDAmaian" di tengah gulat geliat hidup bersama.

B."Menjadi bercahaya": 
Im= bulan, Lek= penanggalan. Lihatlah bulan, ia selalu bercahaya bukan? Ia memberikan terang keteduhan dan ketenangan. Kita diajak mengingat bahwa imlek menjadi momentum yang bercahaya, teduh dan damai, ketika musim dingin mulai beralih ke musim semi, ketika semua orang mulai saling berbagi kasih dan kisah yang meneduhkan, ketika kata menjadi sapa dan ketika cerita menjadi cinta. Yang pasti, bukankah dengan selalu memberi, hidup kita menjadi lebih bercahaya?

C."Jadilah berdaya": 
Tahun 2016 adalah tahun Monyet Api. Secara sederhana, monyet dikenal dengan sikapnya yang penuh daya: Ia gesit, berani dan pintar, maka inilah waktu yang tepat untuk bangkit, "next level", melakukan terobosan baik dalam hidup yang dipenuhi dengan keceriaan, pandangan optimis serta pikiran positif dan produktif. Pastinya,kita diajak untuk selalu “bekerja keras”, gesit dan rajin menebarkan jala cinta nyata, menginspirasi dan mengilustrasi banyak orang karena hidupnya selalu bergerak dan berdaya. Dengan karakter dan parameter monyet api, kita diajak menjadi orang beriman yang punya daya dan apinya Tuhan, yang menghangatkan dan tidak membumihanguskan, yang memberdayakan dan tidak memperdaya, yang berguna bagi yang lain, menjadi berkat bukan laknat, menjadi batu loncatan dan bukan batu sandungan.

"Ada rayap makan bakpau - Mohon maaf kagak ada angpau." (RJK)

2.“Fiat sana et sano - Jadilah sehat dan kuat!”
Allah membuat kita menjadi sehat dan kuat: yang gelap menjadi terang - yang lemah menjadi kuat - yang sakit menjadi sehat.

Sakit sendiri adalah kondisi tidak utuhnya dimensi fisik – mental dan sosial, jadi bukan soal tiadanya penyakit karena orang sakit tidak terbatas pada yang ada di rumah sakit saja. Bahasanya Patch Adams, kita menjadi sakit, karena adanya faktor hypo/kekurangan atau hyper/kelebihan. Sakit sendiri adalah pantulan pengalaman asli negatif manusia, bahkan ada buku suci yang membuka kitabnya dengan kata “samsara”, hidup adalah dukha/sakit.
Dalam buku saya, “TANDA” (RJK, Kanisius), sakit juga berarti “Saat Aku Kuatir Ingatlah Tuhan”. Belajar dari Yesus, ada 3 cara supaya kita bisa selalu ingat Tuhan, al:

A.Membawa pesan: 
Yesus sebagai “Yang Kudus” selalu membawa pesan kasih Tuhan. Di Lourdes, Maria sebagai “Yang terkandung tanpa dosa/Immaculado Councepciou”, juga selalu membawa pesan kasih Tuhan bahkan selama 18 kali penampakan dari 11 Februari sampai dengan 16 Juli 1858 pada sebuah gua/grotto Massabielle (Batu Besar), di tepi sungai Gave Lourdes, Perancis Selatan.

B.Memilih yg kecil: 
Yesus memilih untuk menyembuhkan banyak orang kecil yang sakit: "semua yang menjamahNya menjadi sembuh" (Mrk 6:56; Mat 9:20;14:36;Mrk 3:10;6:56; Luk 6:19). Bukankah Maria di Lourdes juga memilih untuk ”menjamah”org kecil? Ia “menyapa” Bernadette Soubirous, seorang anak sulung, yang buta huruf dan yang sepanjang hidupnya sakit asma/TBC, yang sampai sekarang jenazahnya utuh dan tersimpan dalam peti kaca indah di kapel St. Gildard Nevers.

Yang pasti, berkat Tuhan dan doa Bunda Maria selalu “menjamah” kita tapi apakah kita juga selalu mau “menjamahNya”, bukan cuma dalam iman yang diungkapkan dan dirayakan lewat ekaristi – adorasi – devosi aneka ibadat sakramentali, tapi juga terlebih dalam praktek iman yang diwujud nyatakan, lewat perHATIan dan tindakan kasih yang nyata pada sesama: “Voyes comme’est simple, il suffit d’aimer - Lihatlah bagaimana sederhananya, semua yang kau lakukan untuk mencintai”.

C.Menyatu dengan Gereja: 
Yesus bersatu untuk mengerti dan ber-empati dengan "masyarakat". Maria juga selalu berbaur dan bersatu dengan kita, bahkan dalam setiap penampakannya selalu meminta untuk dibangun sebuah kapel/gereja untuk berdoa dan beribadah. Kita juga diajak untuk menyatu dengan suka duka masyarakat dan gereja kita, mengerti dan berempati dengan keluarga – lingkungan – paroki –keuskupan dan keprihatinan Gereja Universal: “Medicus curat, Deus sanat - Dokter mengobati tapi Tuhan menyembuhkan.”
“Si Johan naik bukit di waktu subuh - 
Bersama Tuhan, semua yang sakit pasti sembuh”.
Tuhan memberkati dan Bunda merestui. 
Fiat Lux! (@romojostkokoh)

3.SKI - Sekolah Kerahiman Ilahi
"Devosi; Teks Konteks Praktek dalam Gereja Katolik"
@ Aula Gereja Servatius Kampung Sawah.
Minggu 7 Febr 2016, 20.00 - 21.30.

4.Holy Feast: "Misa Inkulturasi" "IMLEK 2016"
@ Gereja Robertus Cililitan Jkt
Senin, 8 Febr 2016, 08.00 - selesai

5. "MOSA" - "Misa Orang Sakit dan Adorasi" 
@ Gereja Robertus Cililitan Jkt
Sabtu, 13 Febr 2016, 18.00 - selesai

6. Monday, 8 February 
"Many were made well"
Scripture: Mark 6:53-56
And when they had crossed over, they came to land at Gennesaret, and moored to the shore. And when they got out of the boat, immediately the people recognized him, and ran about the whole neighborhood and began to bring sick people on their pallets to any place where they heard he was. And wherever he came, in villages, cities, or country, they laid the sick in the market places, and besought him that they might touch even the fringe of his garment; and as many as touched it were made well.
Meditation
Do you recognize the Lord's presence in your life? The Gospel records that when Jesus disembarked from the boat the people immediately recognized him. What did they recognize in Jesus? A prophet, a healer, the Messiah, the Son of God? For sure they recognized that Jesus had power from God to heal and to make whole bodies, limbs, minds, and hearts that were beset with disease, affliction, and sin. What happened when they pressed upon him and touched the fringe of his garment? They were made well. The Lord Jesus is ever ready to meet our needs as well. Do you approach him with expectant faith?
Faith is an entirely free gift which God makes to us through the power of the Holy Spirit. Believing and trusting in God to act in our lives is only possible by the grace and help of the Holy Spirit who moves the heart and converts it to God. The Holy Spirit opens the eyes of the mind and helps us to understand, accept, and believe God's word. How do we grow in faith? By listening to God's word with trust and submission. Faith also grows through testing and perseverance. The Lord wants to teach us how to pray in faith for his will for our lives and for the things he wishes to give us to enable us to follow him faithfully and serve him generously.
Jesus gave his disciples the perfect prayer which acknowledges God as our Father who provides generously for his children. The Lord's prayer teaches us to seek first the kingdom of God and to pray that God's will be accomplished in our lives. The Lord in turn, gives us what we need to live each day for his glory. The Lord is never too distant nor too busy to meet us and to give his blessing. Do you pray to the Father with confidence that he will show you his will and give you what you need to follow him? Ask the Lord to increase your faith and gratitude for his merciful love and provision for your life.
"Lord Jesus, let my heart sing for joy in your presence. Give me eyes of faith to recognize your presence and fill me with your Holy Spirit that I may walk in your way of love and peace."

Psalm 132:6-10
Behold, we heard of it in Ephrathah, we found it in
the fields of Jaar. 
“Let us go to his dwelling place; let us worship at 
his footstool.” 
Arise, O LORD, and go to your resting place, you 
and the ark of your might. 
Let your priests be clothed with righteousness, 
and let your saints shout for joy. 
For your servant David’s sake do not turn away 
the face of your anointed one.

Daily Quote from the Early Church Fathers

"The Lord of hosts was not signaling weakness as he gave sight to the blind, made the crooked to stand upright, raised the dead to life (Matthew 11:5), anticipated the effects of medicine at our prayers, and cured those who sought after him. Those who merely touched the fringe of his robe were healed (Mark 6:56). Surely you did not think it was some divine weakness, you speculators, when you saw him wounded. Indeed there were wounds that pierced his body (Matthew 27:35; Mark 15:24; Luke 23:33; John 19:18, 31-37), but they did not demonstrate weakness but strength. For from these wounds flowed life to all, from the One who was the life of all." (Ambrose of Milan, 339-397 A.D., excerpt from On the Christian Faith 4.5.54-55.16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar