Ads 468x60px

Berdoalah, Berharaplah & Janganlah Kuatir

"Berdoalah, Berharaplah & Janganlah kuatir!"

BACK TO NATURE
Belajar dari Rajawali
“Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31)

I.Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.


Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan.
Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.

Pada umur 40 tahun, paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.

Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya.

Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.

Burung rajawali ini ibarat kita sebagai manusia. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan kita dan kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil, dan sering dari pilihan yang kita ambil tersebut kita harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Namun ditengah kesulitan tersebut kita harus ingat ada Tuhan yang menyertai kita, ada masa depan yang Tuhan sediakan untuk kita diakhir perjuangan kita, suatu kehidupan yang lebih panjang, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu pemulihan hubungan, suatu kesembuhan, suatu sukacita yang melimpah.


II. Rajawali adalah burung yang secara luas dianggap memiliki penglihatan yang sangat baik dibandingkan dengan manusia. Hal ini disebabkan oleh foto reseptor di retina (lebih dari 1.000.000 per mm persegi untuk Buteo, sedangkan manusia hanya 200.000).
Rajawali juga mempunyai sayap yang lebar. Bahkan yang terlebar yang pernah diukur adalah selebar 2,5 meter (8 feet). Burung rajawali juga dikenal dengan ketahanannya pada saat ia terbang. Walau diperlukan energi yang cukup besar untuk mengepakkan sayap pada awalnya, tetapi begitu dia terbang, dia hanya mengeluarkan energi yang sangat kecil.
Hasil penelitian menyatakan bahwa rajawali hanya memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk mengepakkan sayap dalam tiap jam waktu terbangnya. Rajawali dapat terbang lama tanpa perlu mengepakkan sayapnya. Rajawali dapat terbang dengan melayang-layang di udara (gliding) ataupun terbang naik (soaring) dengan memanfaatkan udara thermal/panas yang naik pada daratan terbuka. Sedapat mungkin dia menggunakan kedua teknik itu untuk dapat terbang tanpa perlu mengepakkan sayapnya. Dengan begitu dia hanya memerlukan energi yang sangat kecil untuk dapat terbang lama. Tidak hanya itu saja, rajawali dapat menempuh jarak rata-rata 75 hingga 125 mil. Jarak terjauh yang pernah ditempuh adalah 1100 mil.

Itulah rahasia kekuatan dari burung rajawali yang naik terbang tinggi. Dia tidak akan pernah menjadi lelah karena dia tidak perlu menggunakan banyak energi untuk dapat terbang dalam waktu lama dan menempuh jarak yang jauh: “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.


III. Amsal pernah mengatakan, “Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti: jalan rajawali diudara” (Ams.30: 18- 19a). Pastinya, Burung Rajawali adalah burung yang buas (Ayub 9:26; Mat 24:28) dengan pelbagai jenisnya (Im 11:13,18; Yeh 17:3) dan dinamai - di angkasa (Rat 4:19). Alkitab sendiri menyebut kata burung Rajawali sebanyak 33- kali.
Lebih lanjut, dalam kacamata biblis, dilukiskan sebagai burung yang:
Dapat melihat dari jauh (Ayub 39:32)
Tangkas (2Sam 1:23)
Terbang ke angkasa (Ams 23:5)
Berbulu panjang (Dan 4:33)
Bersayap - besar dan panjang (Yeh 17:3,7)
Terbang dengan luar biasa (Ams 30:19). 
Bersarang di bukit-bukit batu yang tinggi (Ayub 39:30,31)
Suka akan puncak pohon aras (Yeh 17:3,4)
Memberi makan darah kepada anak-anaknya (Ayub 39:32,33) Menjadi lambang tentara Romawi (Mat 24:13,28).
Dalam kacamata biblis, rajawali juga melukiskan: 
Hikmat dan semangat pelayan Allah (Yeh 1:10; Wahy 4:7); 
Raja-raja yang besar dan berkuasa (Yeh 17:3; Hos 8:1); 
Kekuatan dan pembaruan orang-orang kudus (Mazm 103:5); Pemeliharaan Allah kepada jemaat-Nya (Kel 19:4; Ul 32:11); Perlindungan kepada jemaat (Wahy 12:14); 
Kekuatan rohani orang-orang kudus yang tetap berdoa (Yes 40:31)
Lebih luas, burung rajawali juga melambangkan beberapa sifat, yakni:
(1) Kegesitan dan kecepatan. Ia sering digunakan untuk melukiskan kecepatan gerak maju pasukan musuh atau para malaikat suruhan Allah (Ul 28:49; Ayb 9:26; Ams 23:5; Yer 48:40; Yeh 1:10; 10:14; 17:3, 7; Dan 7:4; Hos 8:1; Hab 1:8).
(2) Perlindungan dan pemeliharaan Allah yang luar biasa bagi umat-Nya (Kel 19:4; Ul 32:12).
(3) Pemulihan tenaga dan kekuatan masa muda (Mzm 103:5; Yes 40:31).


IV. Ketika Allah menciptakan burung Rajawali, Allah berkata kepada burung ini, “Bangunlah rumah bagimu, tetapi ingat! bahwa sampai langit yang biru adalah batas jangkauanmu”.
Ya, burung Rajawali memilih untuk membuat sarangnya di bukit-bukit dan gunung batu yang tinggi. Dimana badai selalu mengancam setiap saat. Untuk mendapatkan makanan burung ini harus terbang jauh, dimana hujan, angin badai dan salju tidak dapat dihindari. Demikianlah burung Rajawali, menjadi lambang dari negara Amerika.
Burung rajawali adalah salah satu jenis burung yang dikenal sebagai ‘raja burung udara’ (king of birds) atau ‘raja udara’ (king of sky).
Burung rajawali ini terdiri dari enam puluh jenis. Masing- masing dari burung- burung ini memiliki nama sesuai dengan keahlian mereka masing- masing. Bahkan salah satu jenis diantara burung rajawali ini dapat membunuh binatang buas seperti beruang.
Dari enam puluh jenis burung rajawali ini, dua jenis diantaranya sangat dikenal dinegara Timur tengah (Bible lands). Yaitu “ the Golden Eagle” dan “ the Imperial Eagle”. The Golden eagle ini umumnya mengillustrasikan God’ divine nature, sedangkan the Imperial eagle umumnya di- ilustrasikan sebagai raja- raja.

Adapun lima ciri khas burung rajawali:

1. Hidup Dalam Terang
Burung rajawali tergolong jenis burung siang hari. Ia terbang dan mencari makan pada siang hari. Ia tidak dapat melakukan apa- apa pada malam hari. Karena penglihatannya sangat jelek pada malam hari. Jadi burung rajawali ini menyukai terang. Bukankah, kita adalah pribadi yang seharusnya juga hidup di dalam terang? (Mat 5:13-16, Yoh. 3: 19 - 21; 1Pet. 2: 9; Ef. 5: 8; 1Kor. 6: 14). Fiat Lux - Be the Light!

2. Terbang Tinggi, 
Memang tidak ada satupun orang yang dapat mengerti jalan rajawali di udara, kecuali seorang nabi, yang bernama Yesaya. Nabi Yesaya mengatakan, “Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yes. 40: 31).

Burung rajawali adalah burung yang memiliki aerodinamika yang paling sempurna. Karena sayapnya jauh lebih besar daripada tubuhnya. The golden eagle memiliki tinggi badan tiga kaki sedangkan lebar sayap delapan kaki. Sehingga jenis ini dapat terbang dengan ketinggian 25.000 kaki. Sering sekali dalam ketinggian demikian maka pada kedua sayapnya terdapat es (es membeku pada sayapnya). Karena sayapnya yang besar dan lebar, maka burung rajawali ini (golden eagle) dapat memiliki kestabilitasan ketika ia sedang melayang- layang diudara. Sayapnya dapat menghindarkan pergolakan arus udara yang tidak teratur (turbulent). Bahkan burung ini dapat terbang diatas angin badai dan topan.
Burung rajawali ini dapat terbang melayang tinggi sepanjang hari tanpa lelah. Hal ini disebabkan karena dibantu oleh the ‘thermal currents’ atau ‘air currents’ (arus- arus udara yang panas). Jadi arus- arus udara yang panas itu menyediakan tenaga (the power) bagi kedua sayap burung rajawali ini sehingga burung ini dapat naik terbang tinggi serta melayang- layang tinggi diudara dalam waktu yang lama tanpa lelah.

Ketika pagi hari, dimana matahari mulai terbit, maka sekelompok jenis burung- burung terbang diudara. Mereka terbang bersama- sama sambil menikmati udara pagi yang masih sejuk. Kedengaran suara kicauan yang menyatakan bahwa sekelompok burung- burung ini bersuka- ria.

Tetapi burung rajawali menunggu atau menanti (burung rajawali membuat tempat baginya diatas batu karang yang tinggi terjal atau diatas pohon yang sangat tinggi). Ia sama sekali tidak terpengaruh oleh keadaan. Dan ketika bumi sudah terasa panas, dan matahari sudah tinggi, maka burung rajawali ini naik terbang. Ia hanya mengepakkan kedua sayapnya sebanyak hanya dua tiga kali saja dan kemudian membentangkan kedua sayapnya sambil melayang dalam ketinggian yang ia mau. Hal ini dapat terjadi karena arus- arus udara panas tersebut menyediakan tenaga pada kedua sayapnya sehingga burung ini tidak perlu mengepak- ngepakkan sayapnya. Ia dapat turun naik melalui penyesuaian arus- arus angin. Tanpa bersusah payah.

Jadi burung rajawali ini sangat peka dengan keadaan. Ia tahu kapan ia dapat bergabung dengan arus- arus udara panas sehingga ia dapat naik terbang/ melayang tinggi diudara tanpa lelah.

‘Thermal current’ ini berbicara mengenai ‘Roh Kudus’, sedangkan kata ‘naik terbang’ (mount up) berasal dari bahasa Ibrani, ‘aw- law’, yang dapat berarti ‘terangkat tinggi’. Disini nabi Yesaya berbicara mengenai roh kita yang dapat terangkat tinggi.

Jadi, nabi Yesaya menjelaskan bahwa, apabila “kita menanti-nantikan atau berharap kepada Tuhan maka kita akan beroleh kekuatan yang baru”. Ya, sebagaimana arus-arus udara panas menyediakan tenaga atau memberikan kekuatan kepada kedua sayap burung rajawali, demikian Roh Kudus akan memberikan kekuatan yang baru bagi orang yang menanti-nantikan/ berharap kepada Tuhan.

3. Dua “Kelopak Mata” 
Burung rajawali satu- satunya jenis burung yang memiliki dua kelopak mata. Kelopak mata yang pertama (yang dikenal ordinary eyelid) itu digunakan ketika ia sedang berada didarat atau tidak terbang (di bukit batu, puncak bukit batu, gunung atau pohon yang tinggi). Tetapi ketika ia sedang diudara maka ia memakai kelopak mata yang kedua (extraordinary eyelid).
Hal ini untuk menghindarkan tekanan angin, matahari, dan gangguan dari ranting- ranting pohon, ketika ia sedang menyerang mangsanya.

Aplikasinya? Kita harus memiliki dua mata: yaitu mata jasmani (ordinary eye) dan kedua adalah mata rohani (extraordinary eye), yaitu “iman” (2 Kor. 4: 18 & 2 Raja- raja 6: 8- 23).
Jadi, kita diajak untuk memiliki iman, yakni: percaya kepada sesuatu yang kadang tidak masuk akal (Bil. 13: 25- 33), karena tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr. 11: 6).


4. Penglihatan Yang Tajam 
Burung rajawali selalu membuat sarangnya disuatu tempat yang tinggi yang sulit untuk didatangi oleh manusia.

Umumnya burung rajawali ini membuat sarangnya dibukit batu, puncak bukit batu, digunung atau diatas pohon yang sangat tinggi (Ay. 39: 29- 32).

Burung rajawali adalah salah satu jenis binatang yang memiliki daya penglihatan yang sangat tajam. Hampir lima kali dari lebih tajam dari pada penglihatan manusia. Mata burung rajawali ini seperti sebuah teropong dengan dua lensa. Dengan demikian ia dapat mengamati/ mendeteksi mangsanya dari sarangnya dan dari ketinggian ratusan kaki, ketika ia sedang membumbung tinggi diudara. Bahkan seekor tikuspun dapat ia deteksi dari ketinggian ratusan kaki diudara.

Karena burung rajawali ini memiliki penglihatan yang sangat tajam, maka ada dua hal yang memberi keuntungan bagi burung ini:

a. Dari kejauhan (jarak jauh) ia sudah dapat mengetahui badai atau bahaya lain yang akan mengacam dirinya. Burung rajawali tidak lari dari badai melainkan ia dapat terbang melintasi badai.

b. Dari ketinggian diudara (jarak jauh) ia sudah dapat mengamati bangsanya yang dibawa (kelinci, rusa, beruang, ular, tikus, dll.) ataupun disungai dan lautan (ikan- ikan). Ia dapat melihat/ mengamati daerah yang seluas lima miles.

Nah, bukankah kita juga harus bisa melihat jauh kedepan. Dengan kata lain, memiliki visi bagi hidup kita.

Yesus sendiri memiliki visi dalam hidupNya. Ketika Ia berada dikayu salib, sebelum Ia menyerahkan nyawaNya, Ia berkata: ”Sudah selesai.” Maksudnya adalah misiNya sudah selesai. GoalNya sudah tercapai semua.

Rasul Paulus, adalah seorang rasul besar yang memiliki visi. Dia berkata, “Aku dipanggil untuk orang-orang yang kafir, bukan untuk orang-orang Yahudi.”



5. Kesabaran (Pantang Menyerah)
Burung rajawali ini dikenal dengan keperkasaanya dan ketajaman dari kedua matanya. Jenis burung ini bisa menjadi sombong. Tetapi burung rajawali ini dikenal sebagai jenis burung yang paling ‘sabar’. Dengan demikian, burung rajawali ini bukan melulu burung yang sombong, karena burung ini sering gagal didalam memburu mangsanya. Oleh sebab itu, jenis burung ini sangat tenang dan sabar untuk beroleh makanannya. Burung ini hanya makan sehari sekali. Kadang kala ia harus berada diudara selama berjam- jam untuk beroleh makanan baginya. Jadi burung ini tidak gampang menyerah.

Nah, sekalipun kita orang kristen yang memiliki kuasa, penuh dengan Roh Kudus, tetapi kalau kita tidak memiliki kualitas kesabaran, maka semuanya tidak ada gunanya. Ingat, bahwa kasih itu ‘sabar’ (1Kor. 13: 4). Juga kesabaran itu termasuk salah satu dari buah Roh Kudus (Gal. 5: 22). Bahkan ‘iman’ itu selalu bekerja sama dengan kesabaran.

Kesabaran adalah sebuah faktor yang membuat kita tidak menjadi sombong. Definisi dari kesabaran sendiri adalah:
1. Tidak menyerah dengan keadaan yang sulit (tekanan hidup).
2. Menunggu tanpa kekuwatiran.
3. Menerima situasi yang sulit tanpa memberi batas waktu kepada Tuhan.

Konklusi:
Burung rajawali adalah burung yang paling sabar (Amsal 24: 16a).
Sekalipun burung rajawali harus membuat sarang bagi dirinya dan mencari makanan dengan tidak dapat menghindari hujan, angin badai , dan salju yang dingin, ia telah dipilih Allah sebagai suatu illustrasi dari karakter ilahi bahkan menjadi lambang bagi negara Amerika, dan bagi orang-orang seperti: Alexander the Great, Julius Caesar, Napoleon, Genghis Khan. Intinya, burung rajawali ini dipakai sebagai ‘lambang dari pemenang’ (symbol of a conqueror).

Di dunia modern sekarang ini, burung rajawali masih merupakan lambang, seperti pilot- pilot tempur Amerika yang nomer satu,’Eagle pilot’ (the best, the top fighter pilot).
Adapun orang kristen rajawali itu sbb.:

• Sekalipun mereka hidup di dalam dunia yang gelap ini, mereka tetap memiliki terang dalam hidupnya. Yesus adalah terang bagi mereka. Dengan kata lain, mereka selalu melihat terang di dalam kegelapan

• Sekalipun mereka hidup di dalam tekanan, kesengsaraan, dan penganiayaan , mereka tetap berharap kepada Tuhan.

• Sekalipun mereka beroleh tantangan demi tantangan, mereka tetap memiliki iman untuk mengalahkan tantangan tersebut. Bahkan mereka menjadi dewasa dan bertumbuh didalam tantangan tersebut.

• Sekalipun mereka selalu gagal di dalam melakukan sesuatu, mereka tidak pernah putus asa/ menyerah, tetapi tetap bersabar.

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar