Ads 468x60px

Minggu, 01 Januari 2017

Hari Raya Santa Maria Bunda Allah.
Hari Perdamaian Dunia.
Perayaan Tahun Baru
Bil 6:22-27; Mzm 67:2-3.5.6.8; Gal 4:4-7; Luk 2:16-21

"O sancta simplicitas - O kesederhanaan yang kudus!"
Itulah kata-kata yang kerap saya tulis dalam buku buku saya yang bertema "Bunda Maria dan Kerahiman", dari “BBM” (2008) sampai TTM” (2016). Itulah juga yang kembali terkenang di hari pertama tahun baru 2017 ini bersamaan dengan Minggu Pertama sekaligus “Hari Raya Maria Bunda Allah” dan “Hari Perdamaian Sedunia”.

Adapun tiga hal mendasar yang bisa kita maknai untuk semakin beriman bersama Maria, sebuah kesederhanaan yang kudus, al:

1."Bersaudara adalah jalan menuju kedamaian":
Maria terbuka dan bersaudara dengan semuanya: Di kandang Betlehem, ia bersaudara dengan tiga raja dan para gembala yang bersahaja. Di Yerusalem, dia bersaudara dengan pengalaman dukacita dan Golgota.
Sudahkah kita juga "bersaudara" (terbuka) dengan banyak orang dan aneka pengalaman lainnya, entah baik/buruk?

2."Berdamai adalah jalan menuju keberimanan":
Maria disebut sebagai "Regina Pacis - Ratu Damai" karena hidupnya selalu membawa kedamaian dan bukan pergunjingan, ketulusan dan bukan kepalsuan, pujian dan bukan gosipan. Ia tidak mudah menjadi orang yang hiruk pikuk seperti pepesan kosong tapi ia menjadi pribadi yang kontemplatif, yang menyimpan segala perkara dalam hati dan merenungkannya. Hatinya peka dan sikapnya yang introspektif membuat hidup dan hadirnya selalu mendamaikan bagi semua orang.
Sudahkah kita juga selalu mengusahakannya?

3."Beriman adalah jalan menuju kebahagiaan":
Inilah hari pertama di Tahun 2017 sekaligus Hari Raya Maria Bunda Allah dan Hari Perdamaian yang penuh sukacita. Dalam iman kita, Maria diberi gelar Bunda Allah (Theotokos) karena ia dipilih untuk menjadi Bunda Yesus. Dan karena Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia, maka Maria juga pantas disebut sebagai Bunda Allah sekaligus "Ratu Damai".

Bersama Maria, sudahkah kita juga semakin mengimani Tuhan yang tampak hadir lewat sesama setiap harinya? Iman yang mengajak kita menjadi "peacemaker" dan bukan "troublemaker", sebuah iman yang harus dihorisontalkan secara real dan aktual setiap harinya.

"Ada salju di Pulau Buru - Mari maju di tahun yang baru."
Felix sit annus novus:
“Tuhan memberkati dan melindungimu. Ia menyinarimu dengan wajahNya dan memberimu kasih karunia. Ia menghadapkan wajahNya dan memberimu damai sejahtera" (Bil 6:24-26)

Salam HIKERS
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!


NB:

"Felix sit annus novus - Selamat Tahun Baru".
Itulah ucapan klise yang kerap dikirimkan lewat sms/bbm/wa/fb/twitter/instasgram dll, pada hari pertama di tahun baru.

Adapun di awal tahun ini kita merayakan 3 hal, antara lain:

A."Hari Perdamaian Dunia":
Pax et bonum – Damai dan kebaikan. Itulah yg selalu diharapkan. Lihat saja: setiap awal misa: "Peace be with u", lalu pad akhir misa: "Go in peace" bahkan pada setiap nisan di makam: "Rest in peace".
Jelas bahwa Tuhan mengajak kita untuk pergi beristirahat dan selalu hidup dalam damai. Kita diajak menjadi "peacemaker" dan bukan "troublemaker". Lewat kata warta, kita diajak “BERSAHABAT” dengan semua orang yang berkehendak baik bukan?

B."Tahun Baru":
Tahun 2017 disebut " Tahun Ayam Api ". Salah satu ciri positif ayam, al: CAKAP. Ayam adalah makhluk pertama yang bangun dan berkokok di pagi hari. Mereka akan sangat menekankan disiplin dan kompetensi karena hidupnya terfokus, apalagi ayam yang dimaksud adalah ayam api. Bukankah api adalah lambang roh kudus, spirit, semangat yang berkobar-kobar?
Dengan kata lain: Kualitas dan semangat hidup yang baik akan menjadi kunci di tahun 2017. Semoga pada tahun yang baru, kita juga bisa selalu "CAKAP" - punyai kualitas dan semangat hidup menghadapi "HTAG” – “Hambatan, Tantangan, Ancaman dan Gangguan" dengan tetap menjadi orang yag rajin dan terfokus.

C."Hari Raya Santa Maria Bunda Allah":
Hari ini Tuhan yang sudi menjadi bayi diberi nama "Yesus" oleh Maria, ibuNya Dkl: Maria adalah Bunda Tuhan/(Yun;Theothokos, Lat:Mater Dei). Esensi "ibu/bunda/nyak/mama/nyokap/simbok/emak" yang kita rayakan hari ini ada pada "rahim"nya yang “HANGAT”.

Bersama Maria, Gereja mengajak kita juga belajar mempunyai "rahim" yang hangat bagi orang lain, terlebih orang yang kecil, miskin dan tersingkir/disingkirkan. Jadi di awal hari di tahun baru 2017, kita diajak mempunyai "BCH"- "Bersahabat-Cakap-Hangat." Sudahkah? "

Si Ndaru dapet HP baru - Mari kita selalu lahir baru di tahun yang baru"
Tuhan memberkati dan Bunda merestui.
Fiat Lux!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar