Ads 468x60px

Sabtu, 26 Jan 2013


Pw.St.Timotius dan St. Titus
Tit 1:1-5; Mrk 3:20-21

"Apostolicam actuositatem" ad
alah dekrit KV II tentang Kerasulan Awam, bahwa setiap orang dipanggil untuk merasul secara aktual sebagai "jesus-jesus kecil" ("Jesus - Jadilah Engkau Saksi Untuk Selamanya”). Secara kebetulan, tadi pagi saya diminta untuk mempersembahkan misa "Angela's Day" bagi semua guru dan anak-anak di aula SMU Regina Pacis Ursulin Solo. Setelah misa, saya dikenalkan dengan salah satu murid penggiat sinema dan fotografi bernama Nina "imaNI dengan sederhaNA". Nah bersama dengan St.Timotius dan St. Titus yang kita kenangkan hari ini, kita juga diajak untuk belajar "imaNI dengan sederhaNA" lewat 2 pola dasar, al:


1."Titus - sehaTI dengan Kristus." Ia adalah orang muda yang murah hati dan giat bekerja bersama Paulus. Ia terkenal sebagai pembawa damai dan uskup di Kreta. Kepada Titus, Paulus juga selalu memberikan salam damai: "Kasih karunia  rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Yesus Kristus besertamu". Salam damai itu juga selalu kita terima dalam setiap Ekaristi bukan? Dengan "salam", kita diharapkan selalu mempunyai "shalom/damai"-"sehati dengan Kristus", dalam pikiran, kata dan tindakan kita karena kita adalah anak-anak Allah yang sejak dibaptis selalu disertai dan dianugerahiNya dengan "KDRT"- Kasih Damai dan Rahmat Tuhan."

2."Timotius-
 sepenuh haTI MO ikuTI YesUS". Timotius (Yun: Τιμόθεος: "memuliakan Tuhan”) mengabarkan Injil ke Phrygia, Galatia, Mysia, Troas, Filipi, Veria dan Korintus. Adapun tiga hal pokok yang membuatnya selalu bisa memuliakan Tuhan, yakni:
- Ia "bertekun" d
engan isi kitab suci /2 Tim 3:14-15;
- Ia "beriman" s
ecara mendalam/2 Tim 1:5;
- Ia "berhati-hati":cakap
 dan selalu mawas diri / l Tim 4:12,14-16.


Selain itu, ia juga berkarya sebagai gembala di 5 sidang jemaat: Tesalonika/1 Tes 3:1-2,6; Korintus/1 Kor 4:17; 16:10-11; Filipi/Fil 2:19-22; Berea/Kis 17:14+Efesus/1 Tim 1:3. Seperti gurunya, yakni Yesus dan Paulus, Timoteus yang masih muda ini juga dianggap "gila"oleh dunia. Ia "gila" dalam Tuhan, semua hidupnya bagi Tuhan dan dalam Tuhan karena ia sepenuhchati mo' ikuti Yesus. Hidupnya tidak penuh iri hati/tinggi hati, tapi selalu sepenuh hati ikuti Yesus karena yakin bahwa Yesus juga sepenuh hati mencintainya. Bagaimana dengan kita?

“Makan nasi di Kramat Jati
 - Jadilah saksiNya dengan sepenuh hati "

Tuhan memberkati + Bunda merestui.
Fiat Lux! (@romojost@blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar