Ads 468x60px

Selasa 03 Juni 2014

Pw. Karolus Lwanga dkk, Martir
Kis 20:17-27Mzm 68:10-11.20-21Yoh 17:1-11a

"Deus semper maior - Allah selalu menjadi yang lebih besar." Inilah salah satu semangat "magis", menjadi orang beriman lebih dari yang ada, bukan menjadi seadanya atau menjadi yang suka mengada-ada. Dengan kata lain: Ia mengajak kita menjadi orang beriman yang penuh utuh teduh menyeluruh, yang dalam bahasa pedagogis sering disebut sebagai pribadi "integratif". Adapun, bersama peringatan martir Karolus Lwanga dkk, kita diajak menjadi orang yang integral dengan tiga sikap dasarnya, antara lain:


1."KAsihi Tuhan": Kita diajak mempunyai cinta pada Yang Ilahi, seperti yg ditunjukkan Yesus: "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk Kulakukan." Atau menurut bahasa Latihan Rohani St. Ignatius Loyola: “Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati dan mengabdi Allah, dan dengan jalan itu menyelamatkan jiwanya”, atau dalam bhs St Angela dan para suster Ursulin, "Soli Deo Gloria-semata bagi kemuliaan Tuhan!"

2."RObohkan setan": Kita diajak untuk merobohkan pelbagai "setan" dalam hidup harian kita. Setan bukan cuma "kuntilanak/jin/sundel bolong/suster ngesot" dan sebangsanya tapi setan yang kadang banyak ada di hati kita. Tepatlah Dostoyevsky yang mengatakan, "seandainya setan tidak ada-manusia kadang menciptakannya dlm hatinya sendiri.

3."tuLUSkan pelayanan": Mengacu pada ajaran konsili bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan kita (SC 10, LG 11), maka kita juga diajak untuk mengingat bahwa inti ekaristi yakni, "bersyukur dan berbagi", menjadi "roti" bagi sesama, yang siap dipecah dan dibagi bagi. Inilah sebuah ketulusan hidup yang harus selalu diwartakan secara real dan kontekstual.

"Cari bahan di Sriwedari - Muliakan Tuhan setiap hari."

Tuhan memberkati + Bunda merestui.
Fiat Lux! (@RomoJostKokoh).

PIN HIK: 752D878C

Tidak ada komentar:

Posting Komentar