Ads 468x60px

Minggu, 15 Februari 2015

Minggu Biasa VI
Im.13:1-2,44-46; Mzm.32:1-2,5,11; 1Kor.10:31 - 11:1; Mrk.1:40-45.

“Nil sine numini - Tak ada yg dapat terjadi tanpa kehendak Ilahi.”
Mengacu pada bacaan hari ini, adalah seorang kusta dmana penderitanya tidak layak menyembah Allah di tempat ibadat dan dicap najis (Im. 13:1-3).

Ada beberapa pokok iman yang bisa kita petik dari dua tokoh utama, Yesus dan orang kusta, antara lian:

1.Orang Kusta:
a.Perjuangan hidup:
Ia berjuang untuk datang sambil berlutut di hadapanNya dan memohon bantuanNya.
b.Pengakuan iman:
Ia memiliki keyakinan kuat akan kuasa ilahi: “Engkau dapat mentahirkan aku”.
c.Penyerahan diri:
Ia tunduk dan merendahkan hati: “kalau Engkau mau.”
Inilah sikap sederhana sebagai seorang beriman yang berpasrah pada kehendakNya:
“Fiat voluntas Tua-Jadilah kehendakMu.”

2.Yesus:

a.Tergerak:
Ia tergerak hatiNya oleh belas kasihan.
Ini menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang rahim, yang selalu berbela rasa dan ikut hadir dalam derita/pergulatan hidup kita.

b.Bergerak:
Ia bergerak mengulurkan tangan dan menjamah orang itu.
Ketika seorang raja/imam menjamah orang sakit, ia berkata: 
"Aku menjamah, Allah menyembuhkan".
Namun, Yesus menjamah sekaligus menyembuhkan.

c. Berkuasa:
"Aku mau, jadilah engkau tahir." 
Kuasa Yesus bekerja juga di dalam dan melalui perkataanNya
(Mzm. 107:20; Yoh. 15:3; 17:17).
Ia dengan senang hati memberikan kuasa sekaligus kemurahan hati bagi mereka yang mau datang dan menyerahkan diri kepada kehendakNya.

Akhirnya, Yesus menyuruh orang itu pergi, atau secara lebih harafiah:
"mendorong ke luar" (exebalen).

Disinilah kita diajak untuk juga mau "pergi", berangkat keluar dari kungkungan kenajisan dan cinta diri, mau lahir baru dengan penuh rasa syukur karena Tuhan selalu mengasihi kita.

"Mbak Sus makan indomie -
Tuhan Yesus sembuhkanlah kami!"

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar