Ads 468x60px

Sabtu 28 Maret 2015


Yeh 37:21-28; MT Yer 31:10-13; Yoh 11:45-56.

"Yerusalem- Kota Damai."
Inilah kota yang hendak dimasuki Yesus pada pekan suci. Inilah juga kota yang menyimpan "war and peace", bukan hanya kota "shalom/kedamaian" tapi juga "zalim/kebencian", karna disinilah Yesus yang dielu-elukan juga menjadi Yesus yang ditinggalkan dan ditanggalkan, disingkirkan dan dikorbankan. Jelasnya, di kota inilah Yesus mengalami kehinaan sebagai jalan menuju kemuliaan.
Di balik itu semua, Yesus tetap hadir dengan 3 berkat ilahiNya, antara lain: 

1.Mempersatukan:
Seperti Yehezkiel yang meyakini kehadiran Tuhan yang mempersatukan dan membuat segalanya baru, itu jugalah yang dihadirkan Yesus. Ia "mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yg tercerai-berai" (Yoh 11:52).

2.Menggembalakan:
Yeremia sebagai nabi dan pemazmur memproklamirkan Allah sebagai Gembala.
Indahnya, Yesus juga datang sebagai Gembala Baik (Yoh 10:11). Ia mengenal dan menggembalakan semua dombaNya dengan penuh kerahiman.

3.Menghidupkan:
Pasca Yesus membuat Lazarus ("pertolongan Tuhan") yang mati menjadi hidup kembali, makin tersiarlah kabar untuk membunuh Yesus, sampai sampai Kayafas-Imam Besar Yahudi bernubuat:
"Lebih berguna jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa binasa."
Inilah nubuat bahwa Yesus harus mati untuk menghidupkan bukan hanya bangsa-Nya sendiri tapi seluruh bangsa (Yoh 11,51-52).

Ia menjadi tebusan bagi banyak orang (Mrk 10,45, Rm 5,12-20).

Tiga berkat ilahi ini pastinya membutuhkan pengorbanan ("silaban-SIap reLA berkorBAN") karena bukankah Yesus sendiri datang sebagai hosti yang artinya adalah korban?
Ia siap dipilih- diberkati- dipecah+ dibagi bagi.
Bagaimana dengan kita?

"Cari baki cari moci -
Selamat memasuki pekan suci."


Salam HIKers,Tuhan mrmberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 752D878C

Tidak ada komentar:

Posting Komentar