Ads 468x60px

Selasa 10 Maret 2015

Dan 3:25.34.43; Mzm 25; Mat 18:21-35.

“Miserere mei Deus- Kasihanilah aku ya Allah!”
Sampai berapa kali kita harus mengasih pengampunan? 7 kali tidaklah cukup tapi harus 70 x 7 kali atau dengan kata lain tak terbatas. “7” sendiri melambangkan karakteristik sempurna dalam bangsa Yahudi: Kita melihat imam harus memerciki darah/minyak di hadapan Tuhan sebanyak 7 kali (Im 4:6; Im 14:16), memerciki darah sebanyak 7 kali kepada orang yang ditahirkan dari kusta (Im 14:7). 

Kita juga melihat bahwa angka 7 dipakai dalam peristiwa tembok Yeriko, “dan 7 orang imam harus membawa 7 sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ke7, 7 kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.” (Yos 6:4).

Bahkan dikatakan dalam Maz 119:164: “7 kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau”. Kitab Wahyu juga menuliskan tentang gulungan kitab yang dimaterai 7 materai (lih. Why 5:1).
Dengan kata lain: angka 7 menyatakan sesuatu yg penuh dan sempurna.

Contohnya..
Yusuf yang telah dicelakai dan dijual oleh saudaranya, akhirnya mau memaafkan
(Kej 45:5-15; Kej 50:10-21). Musa mengampuni Harun dan Miryam yg memberontak (Bil 12:1-13). Daud juga mengampuni Saul, walaupun Saul berusaha berkali-kali membunuhnya (1Sam 24:10-12; 1Sam 26:9; 1Sam 26:23; 2Sam 1:14-17 ) dan Daud juga memaafkan penghinanya (2Sam 16:9-13; 2Sam 19:23; 1Raj 2:8-9).

Dan akhirnya, contoh paling sempurna adalah ketika di kayu salib Yesus mengatakan wasiat pertamanya: “Ya Bapa, ampunilah mereka.."(Luk 23:34).
Bagaimana dengan kita sendiri?

"Ada karang di Goa Sriningsih-
Jadilah orang yang selalu berbelaskasih."


Salam HIKers,
Tuhan
memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar