Ads 468x60px

Senin 15 Juni 2015

2 Kor 6: 1-10; Mzm 98:1,2-3ab,3cd-4; Mat 5:38-42

“Imago Dei – Citra Allah!”
Ada sebuah ajaran "lex talionis" (mata ganti mata, gigi ganti gigi) yang pada dasarnya mencegah pembalasan yang berlebihan dan tidak main hakim sendiri. Di lain matra, Yesus tidak menentang pelaksanaan keadilan (Rom 13:1-4) tapi Ia menunjukkan “misericordiae vultus-wajah kerahiman” dengan mengasihi musuh (Mat 5:44; Luk 6:27). Bila diperlakukan tidak adil, kita jangan langsung membenci tapi harus menunjukkan reaksi yang memperlihatkan bahwa kita memiliki kasih yang berpusat padaNya sehingga akan menyebabkan banyak orang melihat wajahNya lewat kita (Kej 13:1-13, Kej 14:14 ; Kej 50:19-21, Kej 37:18-28; 1Sam 24:1-23; 26:1-25; Luk 23:34; Kis 7:60).
 
Ya, kita dituntutNya untuk bersemangat “magis”: melakukan lebih. Membalas orang yang menyakiti adalah hal yang biasa dilakukan tapi kita dituntut untuk menyatakan kebaikan Allah kepada setiap orang: “kado-kasihi dan doakan”.

Ada 3 dasar supaya kita bisa bersemangat “magis”, antara lain :

1.Mengimani:
Kita diajak untuk melihat pengalaman+pergulatan dlm mata iman bahwa Tuhan telah lebih dulu mencintai kita dan pastinya akan sll menyertai kita (Mat 28:20).

2.Mengampuni:
Kita sudah mendapatkan pengampunan, bahkan lebih daripada itu Ia memberkati kita dengan limpahnya. Kesalahan org lain, betapa pun besarnya tidak pernah dapat melampaui keberdosaan kita di hadapanNya.

3.Mengamini:
Tuntutan Yesus yg kita amini adalah kesempurnaan dalam kasih krn walau kt ada di tengah dunia tp kt bukan milik dunia.

Nah, bila anak anak dunia hidup “hina” dg prinsip berkompetisi+saling mengalahkan, anak-anak Tuhan hrs hidup “mulia” dg prinsip bersaksi+saling menguatkan: sll memberkati walau disakiti, memahami walau dihakimi, mencintai walau dilukai.

“Ikan sepat ikan pari–
Jadilah berkat setiap hari.”


Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK 7EDF44CE/54E255C0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar