Ads 468x60px

Senin 7 September 2015

Pekan Biasa XXIII
Kol 1:24-2:3; Mzm 62:6-7.9; Luk 6:6-11

“Sensus Catholicus – Citarasa Kekatolikan.”
Inilah yang ditawarkan Yesus pada bacaan hari ini dengan tiga ciri dasarnya, antara lain:

1. Berdasar pada keselamatan jiwa. 
“Salus animarum suprema lex” adalah sebuah prinsip dasar dari Kitab Hukum Kanonik yang berarti “keselamatan jiwa adalah hukum yang terutama”. Hal ini dipertegas oleh Yesus yang berkata dan bertanya kepada kalian: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” 
Bukankah manusia tidaklah diciptakan dengan main-main, ataupun secara serampangan, namun diciptakan secara mengagumkan untuk sebuah tujuan yang agung?


2. Bertumbuh pada semangat keterbukaan.
Kasih dan kebaikan tidak dibatasi oleh hari, karena pada dasarnya kasih dan kebaikan itu bersifat universal (“Katholik: Universal, bersifat umum). Setiap kasih dan kebaikan harus tetap dilakukan kapan saja karena di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan'. Bagi Yesus, tidak ada batasan waktu untuk berbuat baik, menolong, dan menyelamatkan manusia. Meskipun ada aturan tidak boleh melakukan pekerjaan di hari Sabat, Yesus tetap menyembuhkan orang sakit karena Dia tahu bahwa menyembuhkan itu merupakan perbuatan baik. Meski orang Farisi dan ahli Taurat marah atas tindakan-Nya itu, Yesus tidak mengurungkan niat-Nya untuk berbuat baik. Tuhan tidak pernah memisah-misahkan apalagi mengotak-kotakkan umatNya. Bukankah kita sendirilah yang kerap malah mengotak-kotakkannya?

3. Berbuah pada kesejahteraan.
Yesus mengingatkan lagi bahwa salah satu tujuan hukum adalah “bonum commune – kesejahteraan bersama.” Ia berkata kepada orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. Jelasnya, kita bukanlah "waduk" untuk menimbunan, kita adalah "saluran" untuk membagi maka terangilah jalan-jalan di dunia ini dengan terang Kristus yang kita bawa dalam hati dan diri kita

“Bolak balik cari kayu jati - Jadilah orang Katolik yang sejati.”



"Liberator- Sang Pembebas!"
Inilah salah satu gelar yang dikenakan pada Yesus. Ia hadir untuk membebaskan, bukan hanya orang yang sakit fisik tapi juga orang yang sakit nuraninya karena belenggu hukum dan aturan yang menindas.

Bacaan hari ini sebenarnya adalah salah satu konflik antara Yesus vs Farisi, selain ketika Yesus menyembuhkan orang yang sakit busung lapar dan yang sakit punggungnya pada hari Sabat: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?"

Pada bacaan hari ini, Yesus membebaskan orang yang mati tangan kanannya pada hari Sabat. Namun para ahli Taurat dan kaum Farisi mengawasi Yesus. Mereka menuduh-Nya melanggar hari Sabat hingga mereka meluap dalam amarah.

Disinilah, orang Farisi dan para ahli Taurat gagal memahami tindakan Yesus, mereka memandang apa yang dilakukanNya sebagai pelanggaran hukum. Sedangkan Yesus sendiri lebih mengutamakan perbuatan kasih dan menyelamatkan manusia daripada sekedar ketaatan buta terhadap peraturan.

Melalui tindakanNya, Yesus ingin menunjukkan kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat semangat hari Sabat yang sebenarnya, yakni Sabat merupakan anugerah Tuhan bagi umat manusia (Kel 16:21-30); dengan demikian hari Sabat bukanlah hambatan untuk berbuat kasih terhadap sesama manusia.

Disinilah menjadi nyata ketika seseorang tidak lagi peka mendengar keluh kesah orang yang terbelenggu tapi melulu sibuk pada aturan belaka, maka itu merupakan suatu ruang untuk jatuh dalam dosa (Luk 13:11-14). Bagaimana dengan kita?

"Sungai Sambas ada di Kalimatan - Jadilah pembebas dari segala kejahatan!"

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 7EDF44CE/54E255C0.


NB:
MOM - Mary Our Mother - Maria Ibu Kita Semua.
Holy Feast "HUT" Bunda Maria.
Selasa 8 Sept 2015
18.00 - 20.00.
MAP - Misa Adorasi Prosesi Mawar.
@Gereja St Yohanes Bosco Sunter Jakarta.
Datanglah dan kamu akan melihat NYA
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar