Ads 468x60px

Senin 09 November 2015


Pesta Pemberkatan Basilika Lateran
Yeh 47:1-2.8-9.12; 1Kor 3:9b-11.16-17; Mzm 46:1-3.5-6.8-9; Yoh 2:13-22

"Extra ecclesiam nulla salus - Di luar gereja tidak ada keselamatan."
Inilah salah satu paham lama dalam gereja yang sudah ditinggalkan karena yakin bahwa Tuhan itu juga bisa berkarya lewat pelbagai ruang dan semua orang yang berkehendak baik.

Nah, hari ini bersama dengan peringatan pemberkatan gereja basilika Lateran, kitapun diajak meninggalkan paham lama sehingga menjadi gereja yang hidup, bukan dengan "g" tapi "G", bukan batu batanya tp batu-batu rohaninya.

Adapun, Yesus membersihkan Bait Allah: "Rombak Bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali". Yesus sungguh-sungguh memulihkan kehormatan Bait Allah dengan membersihkan Bait Allah dari para pedagang dan penukar uang. Lebih lanjut, ada beberapa pemaknaan kecilnya, antara lain:

1. TubuhNya dibangun langsung oleh perintah Ilahi:
"Engkau telah menyediakan Tubuh bagiku" (Ibr.10:5)

2. TubuhNya pun adalah bait yang kudus, yang disebut dengan yang kudus itu.

3. TubuhNya, seperti Bait Allah, merupakan tempat kediaman kemuliaan Allah.
Di sanalah Firman yang kekal berdiam, shekinah yang sesunggguhnya.
Dialah Imanuel Allah beserta kita.

4. Bait Allah merupakan tempat dan sarana hubungan antara Allah dan umat.
Disana Allah menyatakan diriNya kepada mereka, di sana mereka mempersembahkan diri dan ibadah mereka kepadaNya.

Umat yang beribadah memandang ke arah rumah itu (1 Raj. 8:30,35). 
Jadi, kita pun harus menyembah Allah dengan mata yang tertuju kepada Kristus, bukan?

"Dari Sedayu ke Maluku - Dirgahayu Gerejaku!"




"Ecclesia semper reformanda - Gereja harus selalu diperbaharui!"
Inilah salah satu pesan iman ketika Yesus "membersihkan" Bait Allah. Pembersihan ini sendiri menjadi tindakan besar pertama pelayananNya di muka umum (Yoh 2:13-22) dan sekaligus tindakan besar terakhir pelayananNya di muka umum (Mat 21:12-17; Mrk 11:15-17). Dikisahkan bahwa Ia mengusir orang fasik, orang tamak dan mereka yang merusak tujuan rohani yang benar dari Bait Allah.

Tindakan Yesus yang dua kali membersihkan Bait Allah selama tiga tahun pelayananNya menunjukkan betapa pentingnya reformasi/perubahan dengan 4 pilar dasar ini, antara lain:

1.Kekudusan.
Ia sangat menginginkan kekudusan dalam gerejaNya (Yoh 17:17,19).
Ia mati untuk "menguduskannya, menyucikannya dan menempatkan jemaat, kudus dan tidak bercela" (Ef 5:25-27).

2.Kesatuan.
Ibadah gerejani haruslah bersatu dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:24). Dengan kata laiin: Gereja harus menjadi suatu tempat doa yg bersekutu dengan Allah dan jemaatNya (Mat 21:13).

3.Keadilan.
Ia akan menghukum semua orang yg menggunakan gereja dan Injil demi keuntungan, kemuliaan/kemajuan pribadi dan kelompoknya.

4.Kemurnian.
Kita diajak untuk tulus dan murni melawan mereka yang mencemarkan/merendahkan GerejaNya (1Kor 6:9-11;?Gal 1:6-10;Why 2:1-3:22). Nah, bersama dengan peringatan St.Maria yang dipersembahkan di Bait Allah, mari kita persembahkan juga hidup kita kepadaNya, supaya semakin menjadi gereja yang hidup, yang punya kekudusan-kesatuan-keadilan & kemurnian hidup setiap harinya.

"Ke Pasar Koja naik bis patas - Bangunlah gereja yang punya vitalitas dan kualitas."


Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 7EDF44CE/54E255C0
https://www.facebook.com/Romo-Jost-Kokoh-1395538197386918/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar