Ads 468x60px

Rabu 23 Desember 2015


Pekan Khusus Adven IV
Mal 3:1-4;4:5-6; Mzm 25:4-5b,-9,10,14; Luk 1:57-66

"Gratia plena - Penuh rahmat."
Inilah salah satu identitas dari figur Yohanes Pembaptis yang kita kenangkan pada bacaan injil hari ini. Ia yang adalah anak dari pasangan Zakaria dan Elisabeth, menjadi penuh rahmat, karena 3 hal mendasar yang dimilikinya, antara lain:


1."Rendah hati": 
Ia sadar bahwa ia dirinya hanyalah sebagai pembuka jalan bagi Tuhan. Semua yang diperbuatnya semata supaya org bertobat dan banyak menyiapkan jalan bagi datangnya Tuhan, bukan bagi dirinya sendiri.

2."Lurus hati": 
Ia selalu tegas-jelas mewartakan kebenaran, dari padang gurun sampai istana Herodes. Ia lurus, tidak takut dihukum karena kebenaran semata.

3."Tegar hati": 
Ia selalu hadir sebagai figur asketis, yang makan belalang dan minum madu hutan, yang bajunya dan hidupnya juga sederhana. Ia tetap tegar hati walaupun banyak yang harus dihadapinya, bahkan ketika ia harus selalu berteriak-teriak di padang gurun sambil mengatakan: "Bertobatlah-Kerajaan Allah sudah dekat."

"Mba Agnes pergi ke Sukabumi - Nabi Yohanes doakanlah kami."

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 7EDF44CE/54E255C0.


NB:

1."Yohanes (Ibr: Yohanan) - Allah itu pemurah."
Inilah arti nama nabi besar "padang gurun" yang lahir dari pasutri Zakaria dan Elisabeth.
Walaupun Shakespeare berkata: "Apalah arti sebuah nama", tapi bagi bangsa Israel kuno, nama itu mengandung banyak arti. Itu sebabnya bayi yang lahir biasanya diberi nama menurut nama ayahnya atau leluhurnya.

Dalam kasus ini, pemilihan nama yang berbeda menjadi penting mengingat harapan khusus bagi Yohanes yang menghadirkan berkat dan kemurahan Allah.
Adapun beberapa sikap jika kita juga hendak menghadirkan kemurahan hati Allah, al:

A.Sukacita:
Kelahiran Yohanes membawa sukacita. Adapun Kidung Zakharia yang didasari oleh kuasa Roh Kudus sarat dengan pujian syukur kepada Tuhan. Sumber sukacita Zakharia sendiri tidaklah hanya kelahiran anaknya tetapi juga kedatangan Dia, yang jalanNya akan dipersiapkan oleh anaknya.

B.Cinta:
Allah hadir dengan cintaNya.
Ia memberi cinta kepada Elisabeth dan Zakaria: Elisabeth yang tadinya mandul diberi kesuburan dan Zakaria yang tadinya bisu diberi kesembuhan.
Hal ini juga menunjukkan karya penyelamatan Allah bagi kita. 
Allah tidak pernah melupakan janjiNya kepada semua umat yang berpegang padaNya.

C.Taat:
Sikap taat dan menerima kehendak Allah itulah yang membukakan mulut dan membebaskan Zakaria dari kebisuan.
Dengan taat dan terbuka pada rencana Allah, ia telah mempersiapkan hati dan mulutnya untuk menaikan puji-pujian ilahi.
Bagaimana dengan kita?

"Ada Siti ada Johan-Siapkanlah hati bagi datangnya Tuhan." 



3."Misericordia - Kerahiman"
Inilah yang dialami oleh Zakaria dan Elisabeth yang boleh memiliki anak bernama Yohanes ("Allah yang memberkati") di masa tuanya. Mereka semakin diberkati ketika saudara-saudara dan tetangga-tetangganya pada hari yang ke-8 ikut datang dan turut bersukacita.
Adapun hari ini, saya juga merasakan "penuh rahmat"Nya lewat 3 kalimat yang kembali saya jumpai, al:

A. "Soli Deo Gloria-Hanya utk/kemuliaanNya": 
Inilah yang saya maknai ketika saya memberi retret triduum untuk para suster OSU di Surakarta bahwa kita diajak untuk selalu "bersemangat" take dan give-memberi dan menerima, karena semua berkatNya ini hanyalah semata bagi kemuliaanNya, datang gratis dariNya dan kita persembahkan gratis kembali kepadaNya (Rahmat = Lat: Gratia, Inggris: Grace, Ind: Gratis).

B. "Deus providebit - Tuhan yang menyelenggarakan":
Inilah yang saya jumpai ketika saya juga diminta memberikan retret bagi para suster OSF di Bandungan, bahwa hidup dan gulat geliat kita tak lepas dari penyelenggaraanNya maka kita diajak untuk selalu peka dan"bersahabat" denganNya lewat doa dan olah rohani secara pribadi/bersama-sama.

C. "Solo-Spirit Of Loving Others": 
Inilah kalimat khas dalam buku saya berjudul "FX" yang pernah kembali diluncurkan di Paragon Solo bersama dengan Walikota Solo dan para sahabat yang bahwasannya kita diajak menjadi "manfaat" untuk yang lain.

Sebenarnya, kalimat ini mengajak kita untuk berani mencintai yang "lain", berani berpindah pusat. Inilah yang dibuat Zakaria dan Elisabeth: Dalam tradisi Yahudi, seorang anak laki-laki kerap diberi nama sesuai nama ayahnya tapi karena Allah meminta mereka untuk memberi nama anaknya dengan "Yohanes", maka mereka pun "berpindah pusat", taat dan terbuka hatinya karena semangatnya adalah mau menjadi orang yang bermanfaat dengan mencintai "yang lain", termasuk mencintai kehendakNya. Nah, Natal sendiri adalah momentum kita untuk mencintai kehendaknya: "menerima" terangNya sekaligus mau bermanfaat dengan "memberi" terang kepada yang lain sehingga terang Natal boleh semakin dialami banyak orang.

"Ke Tangerang naik Xenia - -Jadilah Terang bagi dunia." 


4."Imago et similitudo Dei-Citra dan cerminan Allah."
Inilah kesadaran awal yang harus selalu kita ingat dan buat dalam lika liku keseharian hidup. Bersama dengan kelahiran nabi besar Kitab Suci Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis (Ibr: Allah yg menganugerahi), adapun tiga peran dasarnya supaya kita juga selalu bisa menjadi citra dan cerminan Allah seperti yang saya tulis dalam buku "TANDA" (Kanisius), al:

a."Model": 
Yohanes Pembabtis adalah model/teladan iman yang penuh kerendahan hati (HUMILITAS): "Aku bukanlah Dia yang kamu sangka tapi Ia yang akan datang kemudian daripadaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak". Hati dan hidupnya sederhana tapi kaya makna karena ia benar-benar mau miskin di hadapan Allah dan sesamanya: "IA harus makin besar dan aku harus makin kecil."

b."Messenger": 
Ia datang sebagai nabi (naba: kabar), agen dan juru bicaranya Allah. Ia berseru di padang gurun sambil membawa pesan kebenaran (VERITAS): "Bertobatlah dan luruskan jalan bagi Tuhan. Kerajaan Allah sudah dekat." Ia adalah orang yang berani, jujur dan berkomitmen total untuk mewartakan pesan kenabian/profetik walau kadang mendapat stigmatisasi/dicap buruk, marginalisasi/disingkirkan dan viktimisasi/dikambinghitamkan oleh pelbagai intrik dari orang yang iri dan dengki pada kehadirannya sebagai pembawa kebenaran.

c."Mediator": 
Ia menjadi "perantara" para muridnya untuk bisa berjumpa dengan Yesus. Ia tidak mencibir/marah/kecewa/iri hati dan dengki ketika para muridnya berpindah/beralih+mengikuti Yesus karena hatinya tulus, lurus dan penuh kasih sejati (CARITAS): "Lihatlah Anak Domba Allah". Ia sadar bahwa tugasnya adalah semacam "vord raider", pembuka jalan kasih bagi "yang Ilahi" berjumpa dengan "yang insani". Ia hanyalah "instrumen cum Deo", pensil di tangan Tuhan. Sudahkah kita juga menjadi "model-messenger dan mediator"?


"Makan bihun dan lotis - Selamat ulangtahun buat Yohanes Pembaptis."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar