Ads 468x60px

Jumat, 06 Januari 2017


Masa Natal
1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15.,19-20; Mrk. 1:7-11

"Asperges Me - Percikilah aku!"
Inilah harapan kita dalam mengenangkan pembaptisan Yesus oleh Yohanes yang adalah wujud "kenosis", pengosongan diri-Nya (Flp 2:6-7; Ibr 4:15 ).

Ya, pembaptisan menjadi titik awal dari karya dan perutusan Yesus di depan publik. Hal ini mempunyai makna luar biasa bagi kita kalau kita kaitkan dengan kehidupan kita sebagai orang beriman. Kita tahu bahwa pembaptisan Yohanes adalah pembaptisan untuk pertobatan dan pengampunan dosa dan Yesus berkenan dibaptis oleh Yohanes, padahal Ia tidak berdosa. Ia bersolider dengan kita.

Pastinya, Yesus mengosongkan diri menjadi sama seperti para pendosa supaya selalu bisa memerciki kita dengan baptisan sejati setiap harinya.

Adapun, tiga point permenungan iman "LMS" yang bisa kita petik, antara lain:

1.Langit: Keterbukaan
Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, “langit” (Yun. skhizo) dimaknai sebagai tempat kediaman Allah. Yesaya pernah memohon agar Allah berkenan mengoyakkan langit dan turun ke bumi (Yes 64:1).
Kata itu juga mengingatkan kita pada tirai Bait Allah yang terkoyak dari atas sampai ke bawah pada saat Yesus wafat (Mrk 15:38). Terkoyaknya langit menjadi tanda keterlibatan sekaligus keberpihakan atau campur tangan Allah dalam kehidupan untuk memenuhi janjiNya dan pulihnya komunikasi antara Allah dan manusia serta manusia dengan sesama dan semestanya.

2.Merpati: Kedamaian
Roh Kudus digambarkan serupa dengan burung merpati yang tidak pernah "berantem". Inilah gambaran Roh Allah yang mendamaikan, yang melayang-layang di atas air (Kej 1:2).
Dalam Hos 11:11, burung merpati dipakai untuk melambangkan umat Allah, “seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah mereka”. Bisa jadi, turunnya Roh Kudus dalam rupa burung merpati adalah simbol penciptaan baru yang ditandai dengan terbentuknya Umat Allah.

3.Suara: Kesaksian
"Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Mrk 1,11). Sejak semula, yakni sejak sebelum inkarnasi-Nya, Yesus adalah Anak Allah. Maka, peristiwa pembaptisan-Nya, di mana pada waktu itu diperdengarkan suara: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan", bukan merupakan awal mula pengangkatan Yesus sebagai Anak Allah tapi lebih merupakan bentuk "kesaksian ilahi", pernyataan kepada publik, supaya mereka mendengar dan mengimani Yesus sebagai Anak Allah.

Inilah maklumat surgawi yang berisi gabungan Mzm 2:7 (“Engkaulah anakku”) dan Yes 42:1 (“orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan”). Dengan kata lain: Mesias sebagai Putera Terkasih bercampur dengan Hamba Yahwe yang menderita dimana Roh Kudus dicurahkan dalam kepenuhannya.

Pencurahan Roh Kudus juga merupakan anugerah yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan tugas khusus (Hak 3:10; 6:34; 11:29; 13:25; 1Sam 10:6; 11:6 dan 19:20.23).

"Dari Pasar Baru ke Pasar Kenari - Lahirlah baru setiap hari."

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui.
Fiat Lux!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar