Ads 468x60px

Kamis, 19 Januari 2017

Hari Kedua Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani
Pekan Biasa II
Markus 3:7-12

"Odor sanctitas - Aura Kekudusan".
Itulah yang tampak pada diri Yesus Anak Allah. “KUD”, yakni Karya, Ucapan dan Doa Nya menyebar-pancarkan aura kekudusan sehingga dapat dirasakan oleh banyak orang.Dengan aura kekudusan inilah, aneka dusta dan nista, kejahatan pun kepalsuan akan tersungkur dengkur dan terlelah kalah.
Seperti yang saya tulis dalam buku "HERSTORY" (RJK, Kanisius), adapun 3 jalan kekudusanNya, antara lain:

1. "Via purgativa - Jalan pemurnian". Dalam hidup karya, Ia memiliki "intentio pura" (penuh ketulusan), bukan "intentio pura-pura" (penuh akal bulus). Tindakan kasihNya bukan untuk menjadi terkenal/dikagumi tapi murni demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan manusia. Hatinya bebas dari intrik taktik dan konflik problematik.

2."Via illuminativa - Jalan pencerahan". Dalam hidup doa dan matiraga, Ia memiliki "lux aeterna - terang sejati". Kata dan hidupnya yang "sentire cum Deo - sehati dengan Bapa" bisa mencerahkan hati dan pergulatan banyak orang sehingga banyak orang yang dating dan mau selalu berjumpa dengan-Nya.

3."Via unitiva - Jalan persatuan". 
Dalam hidup sosialita dengan sesama, Yesus tidak cuek, Ia hadir dan terlibat di tengah pergulatan hidup sesamanya. Ia satu hati dan menjadi teman satu perjalanan bagi semua orang, terlebih yang kecil lemah sakit dan tersingkir.

Bagaimana dengan kita?
"Cari kardus di kompleks Kopassus - Hiduplah kudus dalam Tuhan Yesus".

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)


NB:
1.Asperges me - Percikilah aku."

Inilah harapan panitia "YOS"-"Yayasan Oikumene Surakarta" dalam Perayaan Natal dan Peluncuran buku saya tentang Walikota Solo beberapa tahun lalu, supaya Tuhan selalu setia memercikkan air rahmat buat setiap rencana dan acara mereka.

Inilah juga yang diharapkan banyak orang ketika Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-muridNya Banyak orang dari Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea, seberang Yordan, dan dari Tirus serta Sidon.

Adapun tiga hal yang mereka lakukan, antara lain:’

A."Mendengar segala yg dilakukanNya: 
Mrk selalu berhasrat untuk mendengarkan warta dan sabda ilahi lewat diri Yesus. De facto, bukankah kita lebih mudah besar mulut dibanding lebar telinga, bukankah kita lebih mudah sibuk berbicara daripada mendengarkan? Disinilah lewat misa dan aneka sakramentali Gereja, kita diajak untuk terus mendengarkan ajaran Gereja dari Magisterium dan para gembala kita dengan sikap yang terbuka.

B."Datang kepadaNya": 
Mereka datang kepada Yesus, mereka ingin semakin mengenali dan mengalami apa yang mereka dengarkan selama ini. Dengan doa pribadi, devosi-adorasi an olah rohani, kita diajak untuk selalu datang kepadaNya di tengah pelbagai kesibukan, supaya bisa semakin mengenali dan mengalami Tuhan secara pribadi.

C."Mengikuti Dia": 
Setelah mendengarkan dan mendatangiNya, kita diajak untuk urut mengikutiNya dengan karya-karya baik kita. Kita diajak ada bersamaNya, berjalan bersamaNya mengikuti segala jalan kasih yang dilewatiNya juga.
"Ikan louhan di Kota Batu - Dalam Tuhan kita semakin bersekutu."


2."Imitatio Christi - Mengikuti Kristus."
Inilah yang terkenang ketika bacaan hari ini memberikan gambaran ttg meluasnya ketenaran Tuhan yang membuat orang dari jauh dan dari dekat datang untuk melihat-tendengar dan mengikutiNya.
Orang banyak itu terdiri dari orang-orang yang berasal dari semua daerah, bahkan juga dari wilayah di luar Palestina seperti Tirus dan Sidon. Popularitas yang besar ini berkembang karena Yesus menyembuhkan banyak orang.

Keinginan besar dari orang sakit dan orang yg menderita untuk memperoleh bantuan tampak dari kata-kata: "mereka berdesak-desakan kepada-Nya."

Ini berarti bahwa mereka datang kepada-Nya dengan penuh semangat. Kata kerjanya mengandung arti berkesinambungan, melukiskan tindakan terus-menerus.

Sayangnya, kesediaan mereka mengikut Yesus hanya karena tertarik pada mukjizat yang dilakukan Yesus. Itu sebabnya Ia mengambil jarak, menghindar dari orang banyak dengan naik ke perahu. Ia juga melarang keras pengakuan roh-roh jahat bahwa Ia adalah Anak Allah.

Nah, mengapa Yesus menghindari desakan orang banyak dan juga melarang pengakuan tentang identitas-Nya? Bukankah Yesus sesungguhnya adalah Anak Allah? Sebenarnya, mukjizat penyembuhan dan pengusiran roh-roh jahat merupakan bagian dari rencana yang besar, yaitu mewujudkan pemerintahan Allah di dunia. Ini hanya terwujud melalui salib-Nya.

Ia mengingat bahwa para murid belum memahami prinsip ini dengan jelas. Sebab bila mereka salah memahami, maka bisa saja mereka jadi memiliki motivasi yang salah, seperti yang terjadi pada orang banyak. Dan itulah yang diharapkan oleh roh-roh jahat.

Bagaimana dengan kita? Menjadi pengikut Yesus karena mencari mukjizat atau benar-benar karena selalu mau mengenalNya secara utuh?

"Dari Efesus ke Kramat Jati - Ikuti Yesus dengan sepenuh hati."

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar