Ads 468x60px

Selasa, 28 Maret 2017

Pekan IV Prapaskah
Yeh. 47:1-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; Yoh. 5:1-3a.5-16
“Aegroto dum anima est, spes est - Selama orang yang sakit masih punya semangat, maka ada harapan.”
Ya, selama Pekan Prapaskah IV yang disebut Minggu Laetare”, kita juga diajak untuk selalu memiliki semangat dan harapan karena Tuhan selalu berkarya di tengah gulat-geliat hidup kita: Kalau kemarin Tuhan membuat anak pegawai istana yang sakit menjadi sembuh di Kapernaum, maka hari ini Tuhan membuat orang yang lumpuh menjadi berjalan di Kolam Betesda. Kolam ini sendiri terletak dekat Gereja St.Anna di Tanah Suci, sebuah kolam berbentuk segi 4 dengan 5 serambi dan dibagi dalam 2 bagian.
Adapun 3 semangat dasar yang diajarkan Yesus yang juga disebutkan tiga kali oleh Yesus - orang Yahudi dan orang lumpuh itu sendiri, antara lain:
1."Bangunlah":
Kita diajak untuk ”bangun” dari kubangan dosa dan kelumpuhan hati kita masing-masing. Seperti yang saya tulis dalam buku “3 Bulan 5 Bintang 7 Matahari” (RJK, Kanisius), kita diajak untuk berusaha “bangun:membuka mata dan hati” karena bukankah kita pernah lumpuh? Lumpuh pengampunannya: mendendam terus; Lumpuh syukurnya: berkeluh terus; Lumpuh imannya: bermalas malasan terus, dsbnya.
2. "Angkatlah tilammu":
Kita diajak mengangkat “tilam/tempat tidur”, semacam beban pergulatan hidup kita. Kita angkat dan bawa sebagai persembahan yang hidup bagi Tuhan dalam doa-doa kita. Dengan kata lain: Kita diajak untuk menengadah kepadaNya: berdoa dan membawa semua dalam hadirat Tuhan. Bukankah segala sesuatu jika dikerjakan bersama Allah akan terasa lebih indah dan lebih mudah?
3. "Berjalanlah":
“O bone Jesu, exaudi me –Yesus yang murah hati luluskanlah doa kami!” Orang sakit ini sangat bahagia karena sembuh dari kelumpuhannya selama 38 tahun. Ia sangat bersuka cita sehingga ia menuruti semua kata Yesus untuk bangun dan berjalan. Ia berjalan untuk bersaksi bahwa kasih Tuhan melampaui segala sekat dan aturan sabat: " Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk!"
Jelasnya bersama Yesus, mereka semua menjadi “sembuh - SEMakin bertumBUH”: "Cari usus di Sukabumi - Tuhan Yesus sembuhkanlah kami." Ya, kasih Tuhan seperti air hujan yang turun jatuh dan berpendar ke bumi dan memberi kehidupan kepada semua makhluk: yang sakit menjadi sembuh - yang lumpuh menjadi berjalan - yang dahaga menjadi lega - yang lapar menjadi kenyang.
“Makan srikaya di Parakan - Orang percaya pasti disembuhkan.”
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
"Ecclesia - Gereja!"
Pada zaman Kitab Suci Perjanjian Lama, Gereja yang dalam tradisi Yahudi disebut Bait Allah/Beit HaMikdash בית המקדש dipandang sebagai tempat kediaman Allah.
Secara singkat, semua Gereja sebagai Bait Allah itu sebenarnya mempunyai arti sebagai kumpulan orang beriman (Porto: Igreja, Lat: Ecclesia, Ibr: qahal). St Ignatius menjelaskan, "Dimana Kristus ada, disanalah Grj". St Irenaeus: "Dimana Roh Allah ada, disana ada Gereja". St.Timotius juga menekankan, Gereja adalah “jemaat Allah yg hidup”.
Pastinya Gereja sebagai “Bait Allah”, yaitu yang tidak dibuat dengan tangan manusia (1 Kor 3:16; Kis 7:48). Gereja adalah rumah tapi bukanlah bangunan, sebuah rumah untuk keluarga Allah yg dibangun di atas landasan batu penjuru "Yesus Kristus" dan batu-batu yang hidup yaitu kita. Itu sebabnya, kata “Gereja”, bisa dimulai dengan “G” (jemaatnya) atau “g” (tempatnya).
Mengacu pada kata "Gereja", ada 3 ajakan iman, antara lain:
A.GEmakan Tuhan dengan karya:
Seperti Yesus yang berkarya menyembuhkan orang lumpuh di Betesda, kita juga diajak selalu menggemakan Tuhan dengan menjadi penyembuh untuk dunia sekitar kita lewat segala karya nyata yang baik.
B.REsapkan iman dengan cinta:
Kita tidak dapat membuat Gereja tapi kita harus menjadi Gereja. Tidak seperti banyak orang Yahudi yang selalu buta aturan/memutlakkan hukum Sabat, Yesus tetap menganggap yang penting adalah "kselamatan jiwa-jiwa, itu sebabnya Ia tetap berbuat baik di hari sabat karena iman dan kasihNya mengatasi segala aturan dan hukum yg ada.
C.JAuhkan setan dengan doa: Seperti orang lumpuh yang diminta Yesus untuk "bangun-angkat tilammu dan berjalanlah", kiranya itulah juga yang dimintaNya kepada kita, yakni: "berbenah/bangun dari kubangan dosa dan kelemahan", "berpasrah/mengangkat tilam-beban hidup kepadaNya" serta "berkarya/berjalan sebg mns baru". Inilah yang kita dapat ketika tekun berjumpa dengan Nya lewat doa dan karya kasih, bukan?
"Ada baja ada besi - Jadilah Gereja yang terus bersaksi."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar