Ads 468x60px

Manusia Kain Kafan


Penemuan Terpenting Seputar "Manusia Kain Kafan"
1. Apa itu Kain Kafan?
Adalah sehelai kain linen (4,36 x 1,10) yang pasti membungkus mayat orang yang telah didera, dimahkotai duri, dipakukan pada salib dengan paku, yang lambungnya dibuka dengan tombak. Noda-noda darah dan serum tidak bisa dibuat secara manual.
Darah adalah darah yang membeku di atas kulit seorang terluka dan yang mencair kembali (fibrinolisis) karena bersentuhan/nempel dengan kain lembab.

Adalah darah manusia laki-laki dari golongan AB, yang setelah diselidiki melalui proses DNA ternyata adalah darah sangat kuno.
Darah sangat merah kendati sudah sangat tua, hal mana disebabkan karena orang mati dalam penyiksaan yang hebat.
Darah ini adalah sama dengan darah yang ditemukan pada Kain Peluh yang disimpan di Oviedo (Spanyol); kain (83 x 52) yang menunjukkan noda-noda darah sama dengan KK.
Menurut tradisi kain ini disebut Sagrado Rostro (Wajah Kudus), datang ke Spanyol dalam sebuah peti, melalui Afrika Utara. Darah Sagrado Rostro termasuk golongan sama dengan KK dan profil genetik sama dengan Manusia KK.
Selain darah, pada KK terlihat sebuah gambar manusia yang dibungkus olehnya.
Gambar ini merupakan foto negatif.
Foto hanya di permukaan, tridimesional, stabil secara ilmiah.
Stabil juga dalam air, tanpa pigmen, tanpa arah, dan tidak terjadi karena bersentuhan antara kain dan tubuh.
Jadi pada KK ada gambar juga dimana kain tidak bersentuhan dengan tubuh. Hitam-putihnya tergantung dan jarak dekat-jauh antara tubuh dan kain.
Maka bisa disimpulkan bahwa gambar itu terjadi karena suatu radiasi cahaya dari tubuh itu sendiri.
2- Apa yang pasti bukan Kain Kafan?
Gambar bukan hasil alat-alat artifisial. Bukan lukisan dan bukan cetakan.
Tidak ada pigmen sama sekali. Bukan juga hasil strinatura (kain ditempel pada patung panas), sebab gambar hasil strinatura menembus, condong hilang, pantulan cahaya berbeda.
3- Apa yang belum diketahui tentang Kain Kafan?
Yang belum diketahui adalah mekanisme fisik-kimia yang menyebabkan gambar itu. Dapat disamakan dengan suatu pancaran sinar yang tidak menembus kain, yang berkurang dengan semakin jauh dari sumber.
4- Kain Kafan tak mungkin dari masa pertengahan.
Kain itu kemungkinan besar berasal dari daerah Palestina karena:
a) Cara kerja agak kasar; benang diputar arah Z (jam): tenunan 3 a 1, adanya bekas bekas katun mesir sangat kuno; tidak ada fiber binatang (wol), sebab menurut ketetapan hukum Yahudi tidak boleh mencampur benang alami dari benang wol.
b) Banyak sekali jenis sari bunga yang berasal dan Timur Tengah; aloe dan mur; adanya aragonite, yaitu sejenis kalcium yang banyak ditemukan di gua-gua sekitar Yerusalem; adanya bekas/gambar mata uang yang diedarkan oleh Ponsius Pilatus pada tahun 29.
Lagipula pada Masa Pertengahan sama sekali tidak ada pengetahuan tentang pencambukan dan penyaliban, sebab hukuman itu sudah tidak dipakai lagi sejak akhir abab pertama.
Seandainya KK adalah hasil pemalsuan dari abad pertengahan, si jenius pemalsu tidak bisa membuat sesuatu yang bertentangan dengan ikonografi (cara menggambar) pada masa itu, yaitu: mahkota duri seperti topi; memikul patibulum (palang); paku pada pergelangan tangan; telanjang total, tanpa kayu penahan kaki. Selain itu seharusnya memperhatikan adat-adat pemakaman orang Yahudi pada masa Kristus.
Selain itu, si pemalsu seharusnya memakai mikroskop, untuk menambah beberapa elemen yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, seperti sari bunga, serum, rempah rempah, aragonit; padahal mikroskop ditemukan pada akhir abad XVI.
Seharusnya juga mengenal alat foto (ini baru ditemukan pada abad XIX). Seharusnya juga mengetahui dua jenis aliran darah (vena dan arteri, yang diketahui pada tahun 1593), dan menodai KK dengan dua jenis darah, tepat pada tempatnya, biarpun dia belum mengetahui dimana ada darah vena dan dimana darah arteri.
Lagipula, seandainya si pemalsu mengetahui segala yang diatas tadi, ia seharusnya memiliki kemampuan dan alat-alat untuk membuat sesuatu seperti KK. Dan orang seperti itu, yang luar biasa akan jeniusnya, tidak meninggalkan bekas, atau catatan, atau sesuatu yang kelak dikemudian hari, dengan adanya alat-alat canggih seperti hari ini, dapat mendeteksi kain dari masa pertengahan itu?
Yang pasti bahwa KK telah membalut mayat orang, itu berarti bahwa, kalau KK palsu, Si pemalsu adalah seorang pembunuh.
Dalam kasus ini kesulitan-kesulitan Iebih besar lagi. Pikirkan:
• Si pemalsu memakai orang yang bentuk wajahnya yang sangat mirip dengan semua “wajah Kudus” yang beredar sebelumnya; seharusnya menyiksa korbannya sehingga mendapat bengkakan sesuai juga dengan ikon-ikon yang ada dimana-mana waktu itu; dan hal lain lagi.
• Seharusnya ia menembus Iambungnya kepada sang korbannya setelah ia mati dengan tombak romawi, dan memasang disana darah dan serum, hal yang tidak mudah dilakukan. Seharusnya lagi membalut mayat itu selama kurang lebih 35 jam, tanpa dibiarkan mengalami pembusukan; hal mana sangat sulit, sebab mayat orang yang mati dalam penyiksaan akan lebih cepat membusuk.
• Dan akhirnya si pemalsu seharusnya “mengeluarkan” mayat itu dan KK tanpa mengakibatkan pergeseran dan kerusakan pada noda-noda darah beku. Terus-terang, saat ini juga sangat sulit membuat hal seperti KK, apalagi pada Masa Pertengahan.
5- Mengapa KK adalah KK Yesus?
Terdapat kecocokan sempurna antara ceritera Injil Sengsara dan apa yang kita lihat pada KK :
• Pendarahan tersendiri, terlalu banyak pukulan sebagai pendahuluan penyaliban (120 kali dari yang biasanya 21).
• Pemahkotaan duri, hal yang luar biasa.
• Memikul patibulum.
• Terpakunya pada salib, dan pada diikat dengan tali padanya.
• Luka pada Iambungnya dibuat setelah mati, dan keluar darah dan serum.
• Tidak dipatahkan betisnya.
• Mayat tidak dimandikan sebelum dikuburkan, karena hari Sabat dekat.
• Jenazah dibungkus dengan KK baru, yang mahal, dari pada dibuang dalam lobang umum.
• Tidak lama tinggal dalam bungkus KK itu.
Mengingat semua hal diatas ini, tidak mungkin orang lain mengalami hal-hal yang sama dengan Yesus. Maka kesimpulan adalah bahwa Manusia KK adalah Yesus Kristus.
6- Tanda-tanda kebangkitan pada KK
• pada Manusia KK tidak tedapat tanda-tanda pembusukan; berarti bahwa Ia tinggal dalam bungkusan itu 30-36 jam.
• Terjadinya gambar, mungkin disebabkan oleb pancaran cahaya yang berkaitan dengan kebangkitan.
• Tidak adanya tanda pergeseran tubuh dalam KK. Tubuh itu seperti keluar dari KK.
7- Penemuan-penemuan paling baru.
John Jackson dan Eric Jumper yang menemukan bahwa foto KK adalah foto tiga dimensi, menegaskan beberapa hal-hal berikut ini:
• Gambar itu terjadi karena “buluh’ KK berubah warnanya. Dimana lebih hitam, disitu lebih banyak buluh berubah warna; dimana lebih putih, disitu kurang banyaknya.
• Warna berubah karena buluh tadi kehilangan airnya (dehidradasi).
• Gambar adalah proyeksi vertikal pada meja horizontal.
• Tidak ada gambar kiri-kanan, sedangkan ada noda darah samping.
• Di bawah noda darah tidak ada gambar. Berarti darah melekat lebih dahulu, sehingga menghalangi gambar terjadi dibawahnya, baru terjadi gambamya.
Menurut mereka, dahulu darah menempel pada KK, kemudian, pada saat kebangkitan posisi tubuh berubah, dan kain itu “melewati” tubuh yang menjadi mekanis tasparan.
8- Pancaran cahaya
Terdapat beberapa teori lain, yang semuanya bertolak dari pancaran cahaya. Pada saat Yesus bangkit, suatu cahaya yang tidak dikenal terpancar dari tubuhnya, dan cahaya itulah yang menggambarkan tubuh Yesus pada Kain Kafan. Dikatakan, dibutuhkan 34 trilliun watt tenaga cahaya untuk dapat meninggalkan bekas gambar demikian.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
SENGSARA MANUSIA KAIN KAFAN
DAN SENGSARA YESUS KRISTUS
Berhadapan dengan gambar manusia KK, dengan sendirinya timbul satu pertanyaan: Siapakah manusia yang telah meninggalkan gambar itu? Pertanyaan yang sama boleh saya lontarkan kepada para hadirin Seminar ini dengan mengutip dari Injil sendiri. Pernah Yesus bertanya kepada para muridNya: “Menurut kamu, Siapakah Aku ini ?”
Jawabannya tidak mudah; namun kita mencoba (Yoh 20,27), seperti Rasul Tomas pada malam Paska itu, mendekati Dia dan mencucukkan tangan kita ke dalam lubang luka di lambungNya. Semoga kita juga pada akhir dari Pameran dan Seminar Kain Kafan ini, berani berkata seperti Rasul itu: “Ya Tuhanku dan Allahku”.
Kalau kita memandang dengan saksama gambar itu, kita langsung menyadari bahwa kita berhadapan dengan seorang yang telah mengalami sederetan penyiksaan di antara yang paling hebat dan mengerikan, serta paling merendahkan dan menghina sepanjang masa: penyaliban.
Beberapa hal yang pasti
Biar kita dipimpin oleh ilmu kedokteran untuk menentukan beberapa hal yang pasti.
Secara ilmiah menjadi pasti bahwa KK ini telah membungkus mayat yang telah
mengalami sederetan penyiksaan dan tanda-tanda penyiksaan itu dapat kita baca dengan jelas di atas KK itu. Secara skematis bisa didaftarkan sebagai berikut:
1. Tubuh manusia KK didera
2. Kepala memperlihatkan banyak luka tusukan. seperti suatu topi duri.
3. Punggungnya menunjukkan luka-luka memar; kiri lebih rendah sedangkan kanan lebih tinggi. Tanda bahwa dia memikul “patibulum”.
4. Lututnya -terutama kiri- memperlihatkan bekas benturan keras dengan batu.
5. Banyak luka memar pada wajahnya, akibat pukulan dan benturan karena jatuh berkali-kali.
6. Pergelangan tangan dan kakinya tertembus oleh paku.
7. Lambungnya tertembus oleh tombak.
8. Akhirnya, tubuhnya dilepaskan dari salib, telanjang dan tanpa dimandikan, dibaringkan di atas sehelai kain baru dan bersih dan ditutup lagi dengan kain yang sama.
Coba kita sekarang melihat satu persatu tanda-tanda kemartiran itu yang nampak pada Kain Kafan.
I. Penderaan.
Para suster Klaris yang memperbaiki KK setelah kebakaran di Chambery pada malam 3/4 Desember 1532, dan sempat mengamati gambar itu cukup lama, berkata bahwa seluruh tubuh tertutup oleh luka pukulan, sehingga hampir tidak ada tempat tanpa luka... Sekarang, berkat penelitian dan peralatan canggih bisa direkonstruksi bagaimana terjadi penderaan itu.
a. Manusia KK menanggung sejumlah besar pukulan —lebih dan 120-; scdangkan hukum Yahudi memperbolehkan 40 dikurangi satu. Berarti hukuman itu menurut hukum romawi, yang mempunyai tiga macam cara untuk hukuman itu.
b. Setiap pukulan dijatuhkan secara sistematis, bukan sembarangan, berarti dilaksanakan oleh orang profesional.
c. Cambuk yang digunakan dilenggkapi dengan dua bulatan timah atau tulang pada ujungnya.
d. Manusia KK didera telanjang, karena kelihatan bekasnya dimana-mana pada seluruh tubuhnya; dalam posisi terikat dan membungkuk. Ia didera sebelum memikul salib, berarti hukuman penderaan tersendiri. Kemudian Ia memikul palang salib (patibulum). Kclihatan dari luka-luka memar pada pundaknya di atas luka cambuk.
II. Mahkota duri.
Kalau kita memandang kepala Manusia KK, kelihatan bahwa disitu terdapat banyak luka tusukan. Tusukan-tusukan itu tak lain, adalah akibat pemahkotaan duri. Mahkota ini buka terdiri dan satu dua lingkaran, tetapi lebih-lebih merupakan suatu mahkota berbentuk topi, yang menutup seluruh kepala. (Yang di gambar atau patung yang beredar sekarang adalah hasil devosi dan gaya lukis artis Eropa abad pertengahan).
Dari yang dapat diamati, kepala itu —kiri dan kanan- mengalami lebih dari 50 tusukan duri. Duri-duri itu menembus juga beberapa pembuluh darah (vena dan arteri) dan itu kelihatan dan jenis darah yang menutupi seluruh kepala Manusia KK.
Terutama dua noda darah akibat tusukan duri perlu diperhatikan:
Yang pertama, yang mengalir dari dahi Manusia KK dan membentuk angka tiga. Darah itu adalah jenis darah vena dan keluar dari pembuluh vena di dahi; karena terhalang oleh kerut dahi akibat kesakitan tusukan duri.
Yang kedua adalah yang mengalir di bagian kanan atas kepala manusia KK. Darah itu keluar dari pembuluh arteri, dan karena tekanan lebih kuat, maka mengalir lebih jauh.
Masalahnya: Adanya dua jenis tekanan darah pada manusia (vena-arteri) ditemukan pada tahun 1595 oleh Andrea Cesalpino. Seandainya KK adalah hasil rekayasa manusia abad 13, bagaimana mungkin si pemalsu itu bisa memakai dua jenis darah itu dan pada tempatnya, padahal Ia tidak tahu perbedaan itu? Makajelas bahwa ilmu mernbenarkan KK!!!
III- Manusia KK memikul patibulum.
Sebagian besar dari lukisan dimana Yesus memikul salib, kelihatan bahwa salib itu lengkap, yaitu tiangnya dan palangnya. Itu adalah hasil devosi dan buka berdasarkan ilmiah. Tetapi dari penelitian yang cermat KK, kelihatan dua luka memar pada punggung manusia itu; yang kiri lebih rendah dan yang kanan lebih tinggi. Seandainya dia memikul seluruh salib, luka seharusnya terjadi di bagian atas bahu dan bukan di belakangnya. Mengingat bagaimana si terhukum terpaksa berjalan, maka bisa dipastikan bahwa kedua luka memar adalah gesekan dengan kayu patibulum.
IV- Luka-luka pada lutut.
Dalam penjalanan ke tempat eksekusi, Kalvari, apabila orang yang akan disalibkan lebih dari satu, diikatkan satu dengan yang lain.
Manusia KK berjalan dengan sangat susah, sebab sudah mengalami penderaan, pemahkotaan duri serta perlakuan yang sangat kasar — semuanya kelihatan jelas dari KK
— Keadaannya yang sangat lemah dan reaksi dari kedua orang yang akan disalibkan bersama dia, membuatkan dia berkali-kali jatuh, yang mengakibatkan benturan keras lututnya dengan batu di jalan.
Telah ditemukan “tanah lumpur” pada lutut, hidung dan tumit, jelas akibat benturan.
V- Wajah Manusia KK.
Wajah Manusia KK adalah bagian tubuh yang paling mengalami kerusakan. Namun wajah itu tetap memancarkan cahaya keagungannya; sedih dan tetap tcnang. Bukan seperti wajah orang yang telah mengalami sekian banyak penyiksaan.
Memang pada wajah itu nampak sangat jelas akibat dari bermacam-macam siksaan, antara lain:
• Dipukul dengan tongkat kayu; lihat pipi kanan dan hidung.
• Mata kiri tertutup darah. Darah juga pada mata kanan.
• Memar pada tulang pipi
• Darah keluar dari hidung
• Telopak mata, kiri dan kanan, memar.
• Darah keluar dari bawah bibir atas.
Setelah saudara mendengar beberapa keterangan ini, saudara bisa mengerti mengapa tradisi devosi kristiani menempatkan seorang wanita di jalan Salib, yang bernamanya Veronika, dengan tugas mengusapi wajah kudus Yesus ini! Perhentian ke VI mencoba mengungkapkan justru pada devosi, hormat dan cinta terhadap wajah itu.
VI- Luka pada tangan dan kaki
Tangan:
Manusia KK memperlihatkan tangannya bersilang di depannya: yang kiri di atas yang kanan. Sehingga kita bisa melihat luka paku hanya di tangan kiri.
Banyak ilmuwan mempelajari luka yang nampak jelas pada tangan manusia KK ini dan mereka berkesimpulan bahwa paku menembus pergelangan tangan, di tempat yang disebut Destot. Dari luka ini mengalir tiga aliran darah, dua yang langsung ke pinggir dan jatuh ke tanah; dan yang satunya sampai ke siku.
Arah yang berbeda ini bisa dijelaskan sebagai berikut: Manusia KK dipakukan tangannya dalam posisi berbaring di tanah pada patibulum, kemudian diangkat ke atas stipes (tiang) sehingga posisi tangan berubah dari horisontal menjadi vertikal.
Tangan kanan kelihatan lebih tersiksa dari yang kiri. Punggung tangan kelihatan rusak akibat gesekan dengan kayu.
Pada tangannya tidak kelihatan ibu jari yang tertekuk ke dalam, akibat tarikan paku di pergelangan tangan sendiri.
Kaki:
Memperhatikan gambar Manusia KK, nampak bahwa kaki kiri lebih pendek dan yang kanan. ini disebabkan penyaliban, dimana kaki kiri ditaruh di atas yang kanan. dalam penyalibannya. Karena Manusia itu menjadi kaku setelah kematiannya, maka kaki kiri itu tetap kelihatan lebih pendek.
VII- Sakrat maut dan wafat di salib
Biasanya orang tersalib mati setelah mengalami sakrat maut yang panjang. Bapak gereja Origenes berkata bahwa orang yang disalibkan bertahan “satu malam dan hari berikutnya”. Mengenai Yesus yang bertahan cuma beberapa jam. kiranya apa yang menyebabkan wafat yang demikian cepat? Beberapa hipotese:
1. Asfissia: Manusia KK tidak bisa bernafas dalam posisi bergantung seperti itu; akhirnya terjadi keadaan seperti tetanus: otot-otot akan kejang, dan akhirnya mati.
2. Kolaps ortostatik: yaitu tensi tiba-tiba turun dan mengakhibatkan ke tidak sadaran sampai koma dan mati.
3. Emotoraks: karena benturan keras pada dada (karena jatuh) maka terjadi pendarahan pada paru-paru. Darah yang keluar dari luka-luka dalam itu, terkumpul dalam pleura (kantung pembungkus paru-paru). Karena banyaknya maka si tersalib tidak bisa bernafas lagi dan akhirnya mati.
4. Jantung pecah: Sekarang sebagian besar dari mereka yang mempelajari fenomena kematian itu, dengan pertimbangan sebab-sebab interen dan eksteren (dalam dan luar yang dialami Yesus selama sengsara), mengatakan bahwa kematian itu terjadi karena jantungnya pecah dan diikuti pendarahan cukup besar pada emo-perikardium, (yaitu kantong elastis yang membungkus jantung).
Berikut ini bukti-bukti yang mereka kemukakan:
1. Seruan yang keluar dari tenggorokannya sebelum mati (Yoh 19,30)
2. Kematian cepat, yang mengherankan Pilatus. Biasanya bertahan lebih lama.
3. Adanya noda darah dan air di bawah luka lambung
4. Banyaknya darah dan air (Yoh 19,34) yang menyembur dari luka-luka itu; aneh bagi orang yang sudah mati dan sudah kehilangan banyak darah.
Penjelasan lanjut dari teori ini:
Mereka yang mati karena jantung pecah dan diikuti oleh emoperikardium, sebelum mati berteriak karena kesakitan; perikardium mereka penuh darah lebih dari satu liter. Kalau orang yang mati demikian dibiarkan satu setengah atau dua jam dalam posisi vertikal, darah dalam perikardium akan terpisah dalam dua bagian: yang merah di bawah dan yang putih/kuning di atas. Kemudian, kalau perikardium itu ditusuk, maka akan segera menyembur keluar isinya —darah dan air yang dilihat oleh Yohanes.
Pada Manusia KK kita melihat luka terbuka pada lambung kanan; luka itu terganga, yang berarti terjadi setelah orangnya mati. Luka itu panjang cm 4,5 dan lebar 1,5, dan diperkirakan 5 atau 6 cm dalamnya. Tombak yang membuat luka itu masuk dari bawah ke atas dan menembus perikardium sehingga “darah dan air” menyembur keluar. Semuanya kelihatan cocok dengan apa yang tergambar pada Kain Kafan.
5. Tak seorang pun dalam mengambilnya, tetapi Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. “Belum tiba saatnya, sehingga Yesus tidak bisa ditanggap. Motivasi paling cocok dengan Injil dan seluruh rencana Allah, adalah bahwa Yesus mati karena Dia sendiri menyerahkannya karena cintaNya. Sebab Ia datang untuk menyerahkan karena cinta.
Kesimpulan:
Secondo Pia, sang fotografer yang pertama kali memotret KK, dengan fotonya itu menimbulkan sangat banyak reaksi, terutama di antara para ilmuwan.
Para ilmuwan ini telah mendekati KK terdorong untuk memahami misterinya. Dan justru pada abad teknologi ini, kita bisa mmpelajari misteri KK dengan peralatan paling cangih. Rasanya bahwa Yesus menyapa setiap orang yang mendekatinya melalui gambarNya di KK. dengan kata-kata pernah diarahkan kepada Thomas: “Taruhlah jarimu disini dan lihatlah tanganKU; ulurkan tanganmu dan cucukkan pada lambungKu; jangan sangsi lagi, tetapi percayalah” (Yoh 20,27).
Puluhan sektor ilmu telah mempelajari KK. Dan, anehnya, telah terjadi dengan dia apa yang telah terjadi dengan Kitab Suci; dipelajari dan diselidiki oleh banyak orang dengan memakai banyak metode justru dalam upaya untuk menghancurkannya. Tetapi akhirnya menimbulkan reaksi untuk semakin memahami dan membela Kitab Suci sendiri.
Hal yang sama telah terjadi dengan KK. Orang-orang pertama yang menentang keaslian adalah justru orang-orang katolik. Tetapi melawan mereka telah bangkit banyak ilmuwan dan segala aliran kepercayaan dan ilmu. Lihat Ives Delage —agnostik-; Max Frei —protestan; Adler —Yahudi; Pellicori —agnostik; Vernon Miler —mormom. Mereka-mereka ini semua yang telah mendekati KK sebagai peninggalan sejarah dan mempelajarinya dengan metode dan teknik yang berbeda; telah menyatakan bahwa KK adalah asli. Mereka semua sependapat bahwa hanya tubuh orang yang telah didera, dimahkotai duri, disiksa dan disalibkan dan berumuran darah, dapat menimbulkan gambar pada kain itu; kalaupun masih merupakan suatu misteri bagaimana gambar itu bisa terjadi.
Pada titik penelitian ini, kekaguman para ilmuwan mesti diganti dengan kekaguman iman. Tidak cukup membuat daftar dari tanda-tanda penderitaan yang dilihat tergambar pada KK, dan juga tidak cukup mengatakan bahwa gambar itu adalah gambar Yesus dari Nazaret. Kita harus menambah bahwa Dia itu adalah Yesus yang kita imani, yaitu Dia yang telah mengalahkan maut dan bangkit.
Beberapa catatan khusus
1. Manusia KK dimakamkan secara pantas. Hal nama aneh bagi seorang yang mati di salib.
2. Manusia KK tidak dimandikan.
3. Hanya orang kaya atau dari kalangan atas boleh menghadap penguasa. Itulah Yosef dari Arimatea. Dan bisa menyediakan makam baru bagi orang. Keberanian Yosef ini menghadap Pilatus dan memakamkan Jenazah orang mati di salib.
4. Manusia KK tinggal dalam makam hanya beberapa jam, duapuluh sampai tiga puluh; lebih lama lagi pasti mulai proses pembusukn yang akan meninggalkan bekas pada KK.
5. Jenazah terpisah dari Kain Kafan secara khusus atau luar biasa, sebab pasti kain itu melekat pada seluruh tubuh orang yang dibungkusnya. Pada KK tidak terdapat tanda pelepasan itu.
6. KK disimpan orang kendati ternoda darah. ‘Hal ini secara historis tidak bisa dimengerti, kecuali ada alasan yang sungguh luar biasa, seperti dengan Yesus.
B.
"KAIN KAFAN YESUS"
Kejadian-kejadian terpenting seputar "kain kafan"
Abad I : Tanggal 7 April 30 Masehi, jenazah Yesus dibungkus dengan sehelai kain kafan baru (linen). Hari pertama setelah Sabat itu, kain Kafan itu didapati kosong (kempes), diambil dan disimpan. Dalam lingkup kehidupan dan adat orang Yahudi, kain yang telah membalut tubuh mayat dianggap najis, maka tidak boleh dipamerkan. Selama tiga abad pertama orang kristiani dikejar, bahkan benda-benda suci mereka dikumpulkan dan dibakar.
Abad II: Di kota Edessa, Turki selatan, terdapat suatu gambar khusus, di atas kain, yang diyakini adalah wajah Yesus.
Tahun 525: Diadakan perbaikan Gereja Santa Sofia di Edessa, dimana ditemukan kembali gambar “Wajah Yesus”, di atas kain; gambar itu diyakini acheropita (tidak terbuat oleh tangan manusia) yang disebut mandilion (serbet, sapu tangan). Banyak bukti menghubungkan mandilion ini dengan Kain Kafan. Terdapat sangat banyak kesamaan antara mandilion ini dengan “Wajah Kudus-Wajah Kudus” yang ada dimana-mana (lebih dan seratus titik kesamaan itu; padahal diperlukan cuma 60 titik itu untuk menyatakan bahwa dua gambar adalah sama). Wajah Kudus Edessa dijadikan contoh/model untuk ratusan gambar dan mata uang masa itu.
944: Angkatan bersenjata Bisantium, menyerang kota/kalifat Edessa, dan berhasi1 menguasai lagi Kain Kafan, yang dibawa dengan perarakan meriah ke kota Kostantinopel. Tgl 16 Agustus. Setelah Mandilion itu dibuka, untuk perbaikan bingkainya, ternyata bentuknya/besarnya lain dan yang nampak. Kain itu temyata dilipat delapan kali (tetradiplon), dan gambarnya bukan hanya wajah Yesus, tetapi seluruh tubuhnya, depan dan belakang. Sejak saat itu, gambar Yesus dibuat dengan banyak kesamaan dengan Kain Kafan contoh Codex Pay (1192) dengan empat jari pada tangannya. Asimetria (kedua kakinya panjangnya berbeda) melahirkan legenda bahwa Knistus cacat kakinya. Lihat semua ikon Rusia dan Salib Yunani.
1147: Aloisyus VII, Raja Perancis, pada kesempatan kunjungannya ke Kostantinopel,
menghormati Kain Kafan.
1171: Kaisar Kostantinopel Manuel I Comneno, memperlihatkan kepada Amalrikus, Raja Latin di Jerusalem, reliqui-reliqui sengsara, antara lain Kain Kafan.
1204: Robert de Clary, yang menulis jalannya Perang Suci IV, menulis bahwa “Setiap hari jumat Kain Kafan diperlihatkan di Kostantinopel (...) letapi sekarang tak seorangpun tahu apa yang terjadi setelah kota Kosiantinopel dijarah”. Maka Kain Kafan hilang dan Kostantinopel, dan karena ketakutan pengucilan yang dikenakan bagi yang mencuri benda-benda suci dan reliqui, maka Kain Kafan disembunyikan. Pelbagai dokumen membenarkan pendapat bahwa Kain Kafan disimpan oleh anggota Ordo Temple, selama satu setengah abad.
1314: Ordo Temple dibubarkan dan anggotanya dijatuhi hukuman dibakar hidup-hidup sebagai bidaah, karena juga mereka menyembah lukisan sebuah Wajah yang ternyata dibuat berdasarkan contoh model KK. Salah satu anggota Ordo itu namanya Geoffroy de Charny.
1356: Geoffroy de Charny, tentara perang suci, yang namanya sama dengan yang dibakar hidup-hidup tahun 1314, menyerahkan KK kepada para Pastor kota Lirey, dekat Troyes, Perancis. Dia sudah memiliki KK itu paling tidak tiga tahun sebelumnya.
1389: Pierre d’Arcis, uskup Troyes, melarang pameran KK.
1390: Klemens VII, anti paus, membicarakan KK dua kali dalam surat-suratnya.
1453: Marguerite de Charny, cucu Geffroy, menyerahkan KK kepada Anna di Lusignano, isteri Ludovikus Savoia, yang memeliharanya di kota Chambery.
1506: Paus Yulius II menyetujui Misa dan Ofisi Kain Kafan, serta mengijinkan Kultus umum.
1532: Gereja Chambery, dimana disimpan KK, terbakar pada malam antara tgl 3 dan 4 Desember. Peti kayu yang dilapisi perak, mulai terbakar juga dan perak satu sisi meleleh ke dalam dan menghanguskan lipatan KK. Dua tahun kemudian diperbaiki oleh Suster-suster Klaris kota itu. Tambalan itu tetap kelihatan sampai sekarang.
1578: Emanuele Filiberto tgl 14 september memindahkan KK ke Torino, guna memperpendak perjalanan Santo Karolus Borromeus, yang mau pergi ke Chambery untuk menghormati KK. Sejak saat itu KK selalu dipamerkan di Torino.
1694: KK diletakkan d dalam Kapel yang baru dibangun untuk itu oleh arsitek Guarino Guarini, disamping Katedral Torino.
1898: Foto pertama dibuat oleh Secondo Pia, antara tgl 25 dan 28 Mci. Ternyata foto itu adalah foto positif. Maka mulailah penelitian-penelitian melalui puluhan bidang ilmu, sampai sekarang.
1931: Pada kesempatan pernikahan Umbertus I (Raja Italia) KK dipamerkan lagi dan diperbolehkan difoto oleh Giuseppe Enrie.
1933: Pada kesempatan 19 abad Keselamatan, KK dipamerkan lagi.
1969: Foto warna pertama oleh Professor Giovanni Battista Yudica CordiglIa (16-18/6).
1973: Pameran pertama via TV (23 November). Max Frei mengangkat debu dan sari bunga dari KK.
1983: Mantan Raja Italia Umberto II di Savoia, menyerahkan KK kepada Paus.
1988: Tgl 21 April diambil sebagian dari KK untuk diselidiki melalui Karbon 14 (14C). Berdasarkan hasil ini, KK berasal antara tahun 1260 dan 1360. Namun pengalaman dan segala peristiwa yang dialami oleh KK sangat meragukan hasil tersebut. Antara lain Ilmuwan Rusia Dmitri Kouznetsov, yang membuktikan secara ilmiah, bahwa kebakaran th 1532, telah sangat mempengaruhi “status” KK, sehingga hasil yang sebenarnya adalah bahwa KK berasal dari abad I Masehi.
Pada waktu yang sama ilmuwan Amerika Leoncio Garza Valdes telah menemukan suatu lapisan jamur dan bakteri pada permukaan KK yang tidak bisa dihilangkan dengan cara biasa; hanya bisa dihilangkan dengan memakai enzim tertentu, baru KK kembali ke status yang asli. Setelah hal ini dilakukan, temyata kain itu memberikan data lain, bahwa berasal dari abad I juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar