Ads 468x60px

Selasa, 01 Agustus 2017


HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Selasa, 01 Agustus 2017
Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
Keluaran (33:7-11;34:5b-9.28)
(Mzm 103:6-7.8-9.10-11.12-13)
Matius (13:36-43)
"Lumen Fidei – Terang Iman”.
Inilah salah satu ensiklik dari trilogi HIK kepausan. Ya, inilah ensiklik pertama Paus Fransiskus bertema “IMAN” yang melengkapi dua tema dari ensiklik sebelumnya dari Paus Benediktus XVI, yakni tema “KASIH” dalam “Deus Caritas Est” dan tema “HARAPAN” dalam “Spe Salvi”.
Adapun ensiklik tentang iman yang sejatinya dikeluarkan bertepatan dengan Tahun Iman yang lalu ini mengajak kita untuk semakin beriman dalam kehidupan harian karena iman bukanlah sesuatu yang terpisah dari realitas.
Mengacu pada bacaan injil hari ini, adapun tiga sikap dasar supaya kita semakin memiliki terang iman, al:
1.Berhati-hati:
Tuhan menabur benih “gandum” yang baik di ladang dunia. Sebaliknya, setan juga menabur benih “lalang” yang jahat di ladang dunia kita. Yang pasti, “lalang” ini akan tetap tumbuh bersama dengan “gandum” di tengah hidup harian kita, walaupun keduanya akan berakhir di tempat yang berbeda.
Disinilah, kita diajak berhati-hati dalam berkata dan bertindak sehingga kita senantiasa peka untuk membersihkan lalang dalam ladang hati kita sendiri.
2.Berjuang:
Perhatikan bahwa kedua tanaman ini, “lalang” dan “gandum” tumbuh di tempat yang sama dan kelihatannya cukup sulit untuk dipilah. Di saat gandum mulai berbulir, lalang pun mulai kelihatan juga. Keduanya jelas mempunyai karakteristik berbeda, tapi tumbuhnya berbarengan di tempat yang sama. Bahkan dalam bahasa Inggrisnya gandum dan ilalang ini pun hampir sama namanya: “Wheat” dan “Weeds”.
Jelasnya, kita diajak untuk rajin berjuang menumbuh-suburkan “gandum kebaikan” sekaligus mematikan “lalang keburukan” dalam diri kita. Ya, kita dipanggil untuk menjadi “gandum yang baik”, yang setia mencintai kebenaran, memperjuangkan kebenaran dan mewartakan kebenaran.
3.Berharap:
Tuhan bukan hanya maha baik tapi sekaligus juga maha adil. Ia tidak buta. Ia melihat perjuangan iman kita dan menghargai setiap gulat geliat perjuangan kita.
Perumpamaan ini juga mengajarkan kepada kita kesabaran Allah yang tidak menghakimi sebelum saatnya tiba.
Ya, inilah harapan kita, bahwa ada hidup setelah mati, ada surga setelah dunia: “Pada waktu itu, orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” Ya, ketika “waktu menuai” yakni akhir zaman tiba, maka “lalang” dikumpulkan untuk dibakar (masuk ke neraka) sedangkan “gandum” itu dikumpulkan untuk dimasukkan ke lumbung (masuk ke surga).
“Jangan lelah jangan mudah dahaga – Selalu carilah dahulu Kerajaan Surga”.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
“Veritas aeterna - Kebenaran sejati."
Inilah salah satu hal yang bisa dimaknai lewat perumpamaan gandum dan lalang pada bacaan hari ini.
Penabur gandum adalah Allah yang datang sebagai Kebenaran Sejati sedangkan penabur lalang adalah Setan yang datang sebagai ketidakbenaran sejati.
Yang menarik, gandum dan lalang ini sejatinya tumbuh di tempat yang sama dan sulit untuk dipilah. Inilah perumpamaan tentang orang baik dan orang jahat yang sejatinya dibiarkan hidup berdampingan, yang mempunyai karakteristik berbeda tapi tumbuh bersama di tempat yang sama (Inggris: Gandum+Lalang=Wheat+Weeds).
Adapun, 3 poin dasarnya, antara lain:
1."Kebaikan/bonum":
Tuhan menabur benih “gandum” yang baik di ladang dunia. Gandum adalah lambang manusia yang berhati baik dan menjadi berkat bagi yang lainnya. Ia melambangkan orang yang mendengar dan melakukan firmanNya.
2."Kejahatan/malum":
Setan menabur benih “lalang” yang jahat di ladang dunia. Lalang adalah lambang orang berhati jahat yang kerap menjadi batu sandungan. Yang pasti, “lalang” ini tumbuh bersama dengan “gandum”, tapi akan berakhir di tempat yang berbeda.
3."Keadilan/iustitium":
Inilah semangat “fairness” Tuhan: “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.” Mereka dibiarkan tumbuh bersama dan ketika “waktu menuai” tiba, maka “lalang” akan dibakar (neraka) tapi “gandum” akan dimasukkan ke lumbung (surga). Jelas terlihat bahwa di surga itu tidak sama dengan di bumi: Kalau di bumi, ada orang baik dan jahat, maka di surga yang ada hanyalah orang baik. Orang baik mendapat ganjaran di surga, orang jahat mendapat hukuman di neraka: "Mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang hidup dan mati." Bagaimana dengan kita?
“Bang Maman cari sikat - Akhir zaman semakin mendekat.”
B.
Kutipan Teks Misa
Bersama Tuhan, penebusan berlimpah. (St. Alfonsus Maria de Liguori)
Antifon Pembuka (Mzm 131:9)
Tuhan bersabda, "Seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak menurut maksud dan keinginan-Ku."
Doa Pembuka
Allah Bapa, Penyelamat Umat Manusia, Engkau selalu membangkitkan tokoh-tokoh agung untuk menyegarkan semangat Gereja-Mu. Semoga kami mengikuti jejak Santo Alfonsus Maria dan giat mengusahakan keselamatan sesama, supaya kami pantas memperoleh ganjaran di surga. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan-bacaan dan Mazmur Tanggapan dari hari biasa, atau dari Rumus Umum Gembala Umat atau Pujangga Gereja, misalnya Rm 8:1-4; Mzm 119:9.10.11.12.13.14; R:12b; Mat 5:13-19.
Tuhan hadir di mana-mana. Namun, Tuhan juga punya rumah kediaman-Nya di mana umat Allah dapat bertemu secara istimewa dan menimba segala harta surgawi yang berasal dari pada-Nya.
Bacaan dari Kitab Keluaran (33:7-11;34:5b-9.28)
"Tuhan bersabda kepada Musa dengan berhadapan muka."
Waktu Israel ada di padang gurun Musa mengambil sebuah kemah dan membentangkannya jauh di luar perkemahan. Kemah itu diberi nama Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari Tuhan, pergi ke Kemah Pertemuan itu di luar perkemahan. Apabila Musa pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah itu. Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, maka turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah lalu berbicaralah Tuhan dengan Musa di sana. Setelah seluruh bangsa melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. Dan Tuhan berbicara dengan Musa dengan berhadapan muka seperti orang yang berbicara dengan temannya. Kemudian kembalilah Musa ke perkemahan. Tetapi Yosua bin Nun, hambanya, orang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. Pada suatu hari, pagi-pagi benar, Musa naik ke Gunung Sinai. Ia menyerukan nama Tuhan. Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya; rahmat dan kesetiaan-Nya berlimpah-limpah. Ia meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, Ia mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa. Tetapi orang yang bersalah tidak sekali-kali Ia bebaskan dari hukuman. Dan kesalahan bapa akan dibalaskan-Nya kepada anak-anak dan cucunya, sampai keturunan yang ketiga dan keempat.” Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah, serta berkata, “Jikalau aku mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang berkeras kepala, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu.” Musa berada di sana bersama-sama Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tanpa makan roti dan tanpa minum air. Dan seluruh perjanjian, yakni kesepuluh sabda, dituliskannya pada loh batu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 823
Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang
Atau: Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim
Ayat. (Mzm 103:6-7.8-9.10-11.12-13)
1. Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi semua orang yang diperas. Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan memaklumkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.
2. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak terus menerus Ia murka, dan tidak untuk selamanya Ia mendendam.
3. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan, atas orang-orang yang takut akan Dia!
4. Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya.
Sabda Allah membutuhkan hati yang subur dan baik agar sabda itu tumbuh dan berbuah kasih dan kuasa dari Allah. Banyak pihak yang akan mengambil benih sabda yang baik itu, maka kita perlu waspada dan minta berkat dari Tuhan.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:36-43)
"Seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman."
Pada suatu hari Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya, “Jelaskanlah kepada kami arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang itu ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Antifon Komuni (Yoh 10:10)
Aku datang supaya mereka memiliki hidup, bahkan hidup berlimpah.
Doa Malam
Tuhan, Engkau adalah pemilik kehidupan. Ampunilah segala kelemahan manusiawiku dan sempurnakanlah agar aku layak di hadapan-Mu. Jauhkanlah aku dari segala ratapan dan kertak gigi sehingga kelak aku dapat senantiasa hidup bersama-Mu. Amin.

C.
Santo Alfonsus Maria de Liguori
ALFONSUS MARIA DE LIGUORI lahir di Marianella, Napoli, Italia, pada 27 September 1696. Ia adalah seorang yang jenius. Bayangkan, dalam usia 16 tahun ia telah meraih gelar Doktor Hukum di Universitas Napoli. Setelah 3 tahun menjadi imam, pada 9 November 1732 ia mendirikan Tarekat "Sanctissimi Redemptoris".
Pada usia 66 tahun ia diangkat menjadi Uskup Agata dan meninggal pada 1 Agustus 1787. Dibeatifikasi di Roma pada 15 September 1816 oleh Paus Pius VII dan dinyatakan sebagai Santo oleh Paus Gregorius XVI pada 26 Mei 1839.
REFLEKSI:
"Seluruh kesucian dan kesempurnaan jiwa terletak pada cinta akan Yesus Kristus, Tuhan kita, harta kita tertinggi, Penebus kita." (St. Alfonsus Maria de Liguori).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar