Ads 468x60px

Selasa, 27 Maret 2018



HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Selasa, 27 Maret 2018
Hari Selasa dalam Pekan Suci
Yesaya (49:1-6)
(Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15.17)
Yohanes (13:21-33.36-38)
"Fides est discipulus - Iman adalah pemuridan".
Hari ini, Yesus "menegur" 2 muridnya: Yudas Iskariot (Iskariot adalah nama Yunani dari bahasa Ibrani "isy kariot"= orang dari Kariot, yang dalam bahasa Ibrani="palsu", dalam bahasa Yun= "pembunuh bayaran") serta Simon Petrus (Simon adalah nama Yunani, Petrus adalah nama Latin yang dalam bahasa Yun: Petros, Ibr: Kefas= "batu karang").
Adapun dalam teks bahasa Inggris, para murid Yesus tidak disebut sebagai "student" tapi sebagai "disciple" (murid yang selalu belajar, learner), yang erat terkait-paut dengan sikap "disiplin". Dengan kata lain: Bukankah pemuridan lekat dengan kedisiplinan? Bukankah Tuhan juga banyak "mendidik dan mendisiplinkan" hidup kita (Ibr 12:5-6)?
Adapun dua hal dasar yang membuat kita tidak bisa menjadi "disciple" seperti yang saya tulis dalam buku "3 Bulan 5 Bintang 7 Matahari" (RJK, Kanisius), antara lain:
1. "KUTU - Kurang bersatu":
Yudas ("Yang Ucapannya peDAS") adalah rasul yang selalu diletakkan paling belakang dengan predikat "yang mengkhianatiNya" (Mat 10:4, Mrk 3:19, Luk 6:16). Karena "kutu", ia terpengaruh iblis (Yo 13:2,27, Luk 22:3-4) dan tega "menjual" Yesus untuk mencari laba pribadi.
Bukankah hidup kita juga pernah penuh "kutu", ketika kita mudah mengadu domba, bergosip-ber"issue" ria dan mempergunjingkan orang lain, menjadi "LIPI-Lembaga Intrik Penyebar Isu", bahkan terhadap rekan yang seiman?
2. "KUMAN-KUrang beriMAN":
Simon Petrus yang seakan selalu menjadi "batu karang", rasul paling tegar dan "paus pertama" (Mat 10:1-4, Mrk 3:13-19, Luk 6:12-16), ternyata karena kesombongan dirinya malahan "jatuh". Imannya yang tampaknya "tegar" ternyata "keropos": Ia menyangkal Yesus berkali-kali (Yo 13:38, 18:17-18, 25-27, Bdk: Mat 26, Mark 14, Luk 22).
Bukankah kita punya "kuman", ketika kita juga merasa sok kuat dan "takabur", congkak hati dalam hidup beriman padahal di dalamnya hidup beriman kita malahan keropos: menyangkal Tuhan dan membohongi hati nurani?
Hari inilah, kita diajak meninggalkan "petrus dan yudas" tapi mengenakan "kristus" yang ber-"enkrateia" (bertanggungjawab). Ia "disiplin" pada jalan imannya yang mesti dilewati karena Ia percaya bahwa tidak ada kebangkitan tanpa salib, tidak ada kemuliaan tanpa kematian?
Maukah kita mati dari "kutu" dan "kuman" kita?
"Cari sepatu pakai delman - Mari bersatu dan makin beriman."
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
A.
Daily Quote from the Early Church Fathers
"As Christians, our task is to make daily progress toward God. Our pilgrimage on earth is a school in which God is the only teacher, and it demands good students, not ones who play truant. In this school we learn something every day. We learn something from the commandments, something from examples, and something from Sacraments. These things are remedies for our wounds and materials for our studies." (Augustine of Hippo, 345-430 A.D., excerpt from Sermon 16A,1)
B.
Kutipan Teks Misa:
“Manusia diselamatkan dalam penderitaan, salib, pemakaman, dan kebangkitan Kristus.” (St. Basilius Agung)
Antifon Pembuka (Bdk. Mzm. 27(26):12)
Ya Tuhan, janganlah menyerahkan aku kepada yang mengejar-ngejar aku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta dan yang bersumpah palsu.
Do not leave me to the will of my foes, O Lord, for false witnesses rise up against me and they breathe out violence.
Doa Pembuka
Allah yang kekal dan kuasa, perkenankanlah kami memperingati misteri sengsara Yesus Kristus, Tuhan kami, dengan penuh iman dan cinta kasih, agar kami memperoleh pengampunan dosa. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Nyanyian "Hamba Yahweh" menggambarkan pilihan dan tugasnya sebagai nabi. Cita-citanya ialah membangun kembali Israel sesudah pulang dari pembuangan, bukan di bidang politik, melainkan terutama di bidang kehidupan sebagai umat beriman.
Bacaan dari Kitab Yesaya (49:1-6)
"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing, dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku, “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.” Tetapi aku berkata, “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia! Namun, hakku terjamin pada Tuhan, dan upahku pada Allahku.” Maka sekarang berfirmanlah Tuhan yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya; yang karenanya aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allahku menjadi kekuatanku; beginilah firman-Nya, “Terlalu sedikit bagimu untuk hanya menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub, dan mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15.17)
1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-sekali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
2. Jadilah padaku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik!
3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku!
4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Salam, ya Raja kami yang setia kepada Bapa; Engkau dibawa untuk disalibkan, tidak membuka mulut seperti domba yang dibawa ke pembantaian.
Yesus mengatakan, bahwa salah satu di antara kedua belas murid-Nya akan mengkhianati Diri-Nya. Kata-kata Yesus ini menggelisahkan hati mereka. Yesus juga meramalkan bahwa Petrus akan menyangkal Dia tiga kali.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (13:21-33.36-38)
"Salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku ... Sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali."
Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya Yesus sangat terharu, lalu bersaksi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain; mereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid-murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata, “Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!” Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada Yesus, “Tuhan, siapakah itu?” Jawab Yesus, “Dia adalah orang, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya, “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus, Sekarang Anak Manusia dipermuliakan, dan Allah dipermuliakan dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, tinggal sedikit waktu saja Aku bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi ‘Ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang’ demikian pula Aku mengatakannya sekarang kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus, “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus, “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang,, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu.” Sahut Yesus, “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U Terpujilah Kristus.
Renungan
Tuhan menghendaki semua orang diselamatkan. Nabi Yesaya mengungkapkan rahasia panggilannya. Ia telah dipanggil dari rahim ibunya. Ia diutus untuk mewartakan kabar gembira keselamatan sampai ke ujung bumi. Inilah juga tugas kita para murid Yesus. Tugas ini tidak gampang. Banyak penderitaan dan salib harus kita tanggung. Yesus mendahului kita dengan penderitaan dan salib-Nya. Kita pun harus mengikuti jejak-Nya. Beranikah kita menjadi saksi-Nya untuk mewartakan keselamatan kepada sesama? Bersediakah kita menanggung derita dan memikul salib dalam kehidupan kita sehari-hari?
Antifon Komuni (Rm. 8:32)
Allah tidak menyayangkan Putra-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita semua.
God did not spare his own Son, but handed him over for us all.
Doa Malam
Ya Yesus, hati-Mu teguh seperti gunung batu saat menghadapi ketidaksetiaan murid-Mu. Jadilah kekuatan di saat langkahku menjadi terasa berat dan kelu dalam menjalani hidup ini. Semoga aku setia mengusahakan kebaikan-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan dan Penyelamatku. Amin.
C.
Cuiusvis hominis est errare - Setiap org bs berbuat salah”.
Inilah slh satu kutipan dari Cicero (Philippica XII, 5) yg menyadarkan bhw hdp kt penuh kerapuhan+kepalsuan. Hari ini, Yudas Iskariot mengkhianati Yesus, gurunya yg sdh 3 tahunan hidup bersama. Yudas sendiri adl anak Simon Iskariot (Yoh 6:71)+sll diletakkan paling belakang dlm daftar para rasul dg predikat “yg mengkhianati Dia” (Mat 10:4; Mrk 3:19; Luk 6:16).
Adapun 3 arti buruk yg melekat pada namanya, al:
1. Dlm bhs Ibrani: isy kariot berarti “org dari Kariot”.
Kariot adl sebuah kota kecil dekat Hebron Yudea (Hos 15:25), jadi ia adl satu-satunya rasul Yesus yg tdk berasal dari Galilea tp berasal dr Yudea. Bisa jadi, ia mengalami “alienasi-keterasingan” dari teman2nya krn berbeda latar belakang daerah. Nah, sudahkah kt mau belajar menyapa “org yg terasing, yudas-yudas modern” di sekitar hidup harian kita?
2. Dlm bhs Aram: “kariot” merujuk pd sebuah karaketer pribadi “isyqarya” yg berarti “palsu”.
Scr lahiriah, Yudas tampak simpatik tp batinnya trnyata penuh intrik; kata-katanya seakan tulus tp trnyata penuh akal bulus; hidupnya tampak berdedikasi tp ternyata menyimpan ambisi pribadi. Ia seperti “musuh dlm selimut-serigala berbulu domba-duri dlm daging”. Ciumannya mengandung khianat+sapaannya mengandung laknat: “Org yg kucium itulah Dia, tangkaplah Dia” (Mat 26:48; Mrk 14:44; Luk 22:47-48). Penginjil Yohanes menambahkan “ia sering mengambil uang yang disimpan dlm kas yg dipegangnya” (Yoh 12:6). Kadang hdp kt juga “palsu” ketika kita tampaknya bersimpati tp rnyata penuh iri hati + tak peduli lagi sampai nama baik org lain "mati".
3. Dlm bhs Yunani: “sikarios” berarti “pembunuh bayaran”.
Pengkhianatan Yudas dilakukan dg penyerahan Yesus kpd imam2 kepala (Mrk 14:10; Luk 22:4; Yoh 12:4). Yudas mdpt upah 30 uang perak sbg “pembunuh bayaran” (Mat 26:15; bdk. Mrk 14:11; Luk 22:5).
Adapun ttg akhir hidup Yudas, Matius mencatat bhw ia menggantung diri: “Lalu ia mengembalikan uang 30 perak itu kpd imam kepala+tua-tua+berkata: Aku telah berdosa krn menyerahkan darah org yg tak bersalah. Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dlm Bait Suci, lalu pergi dari situ+menggantung diri” (Mat 27:3,5). Menurut legenda, ia menggantung diri pd sebatang pohon yg kuncupnya berwarna merah, tp dlm Kis 1:16-19, Lukas mengaitkan kematian Yudas dg Hakal-Dama, yg artinya “Tanah Darah”.
Bagaimana dengan hidup kita sendiri?
“Naik kuda sampai desa Bayat - Hilangkan noda sampai akhir hayat”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar