Ads 468x60px

Senin, 26 Maret 2018



HIK. HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH.
Senin, 26 Maret 2018
Hari Senin dalam Pekan Suci
Yesaya (42:1-7)
(Mzm 27:1.2.3.13-14; R:1a)
Yohanes (12:1-11)
“Perfectae caritas - Cinta kasih yang sempurna”.
Inilah yang ditampil-kenangkan Maria Betania hari ini. Memang, ada banyak nama “Maria” dalam Injil, bahkan National Geographic meneliti bahwa nama terpopuler bayi perempuan dari thn 1905-1995 di Amerika ialah “Mary”. Tapi, yang mana dan siapakah persisnya Maria yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu dan mengeringkan dengan rambutnya ini?
Seperti yang saya tulis dalam buku “HERSTORY” (RJK, Kanisius), Paus Gregorius Agung (abad VI) pernah mengatakan bahwa Maria yang dimaksudkan hari ini merupakan gabungan tiga figur: “Pendosa besar/pelacur - Maria Betania dan Maria Magdalena”.
Adapun perdebatan tentang identitas dan entitas “Maria” telah berlangsung sejak Gereja Perdana. Mengacu pada naskah injil apokrif, Henri-Dominique de Lacordaire, malah menegaskan bahwa “Ia tak setinggi Petrus dalam hirarki, tapi lebih dekat kepada Yesus melalui hatinya".
Lepas dari itu semua, kita bisa belajar pada tokoh ini yang jelas-jelas adalah pengikut Yesus, dengan 3 sikap dasar, antara lain:
1. Meminyaki kaki Yesus:
Ia murah hati. Walaupun harga setengah kati minyak Narwastu adalah mahal, yakni 300 dinar (1 dinar=upah buruh sehari, berarti orang harus bekerja 300 hari untuk dapat membelinya), tapi Maria bermurah hati. Ia tidak hitung-hitungan pada Tuhan, bahkan minyak mahal ini dipakainya untuk meminyaki kaki Yesus. Jelas, cinta dan kemurahan hatinya tulus dan tanpa pamrih karena ia mempunya “intentio pura-maksud yang murni”, bukan “intentio pura-pura” yang palsu dan penuh akal bulus.
2. Menyeka dengan rambutnya:
Ia rendah hati. Rambut adalah mahkota bagi perempuan, tp ia berkenan menyeka minyak di kaki Yesus dg rambut indahnya yg panjang dan bergelombang. Ia merendahkan hati: Bagian yang paling tinggi (rambutnya Maria) diberikannya utk bagian yang paling rendah (kaki Yesus) krn ia sadar sebagai orang berdosa yg telah memperoleh pengampunan dan persahabatan dg Tuhan.
3. Menyebarkan keharuman:
Ia sepenuh hati. Ia menjadi saksi sepenuh hati, bukan seperti para murid lain yang setengah hati. Ia adalah murid yang selalu setia menyertai Yesus: saksi karya dan sengsara Yesus, saksi wafat-pemakaman dan kebangkitan Yesus. Ada sebuah legenda populer bahwa Maria Betania-Martha- Lazarus mendaratdan bersaksi di Marseilles dimana “Maria Betania” juga bertapa 30-an tahunan di goa La Sainte-Baume.
Adapun atribut “Maria Betania” yakni: Biru gelap/lambang harapan-pertobatan; Merah/simbol iman; Botol minyak narwastu/simbol kasih dan pengurapan.
Atribut-atribut lain yang juga dikenakannya adalah “tengkorak”/mati terhadap dunia; Buku/kekayaan iman; Memandang ke surga/pribadi yang kontemplatif, “jembatan” antara yang manusiawi dan ilahi: "divine ascended masters".
Yang pasti dari banyak atribut itulah, ia menyebarkan “keharuman“ cinta Tuhan bagi gereja dan dunia sekitar kita, bukan?
“Cari bahan bakar di Jalan Sudirman - Mari selalu berakar di dalam iman.”
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux - Be the Light -
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)
NB:
1.
"Oleum catechumenorum - Minyak katekumen/OC"
Ini adalah salah satu minyak yang diberkati Gereja selain minyak untuk orang sakit (OI/oleum infirmorum) dan minyak krisma (SC/sacrum chrisma).
Mengacu pada bacaan injil hari ini, Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni untuk meminyaki kaki Yesus.
Adapun pelbagai referensi Kitab Suci yang menyatakan pentingnya minyak: Ia digunakan untuk memasak dan membuat roti sebagai bahan makanan pokok (Bil 11:7-9); bahan bakar pelita (Mat 25:1-9); unsur penyembuh dalam pengobatan (Yes 1:6+Luk 10:34).
Di samping itu, orang Yahudi mengurapi kepala tamu mereka dengan minyak sebagai ucapan selamat datang (Luk 7:46), memperelok penampilan (Rut 3:3) dan memburat jenazah sebelum dimakamkan (Mrk 16:1). Dalam praktek keagamaan, minyak juga dipakai untuk mempersembahkan kurban (Kel 29:40) dan tugu peringatan (Kej 28:18); menguduskan kemah pertemuan, tabut perjanjian, meja, kandil, mezbah pembakaran ukupan, mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan (Kel 30:26-29). Jelasnya, minyak menjadi bagian dari hidup masyarakat sehari-hari.
Sebenarnya, kita juga diajak menjadi "minyak yang hidup" dengan 3 ciri, antara lain:
A."Menguatkan":
“Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak (Maz 23:5) menggambarkan kekuatan dari Tuhan. Atau dalam bahasa Maz 45:8: “Allah telah mengurapimu dengan minyak sebagai tanda kesukaan." Disinilah kita diajak untuk saling menguatkan sesama dalam hidup harian
B."Mengharumkan":
Seperti Maria yang mengharumkan Yesus dan seisi rumahnya, kita juga diajak untuk belajar mengharumkan nama Tuhan dan sesama dengan smua ucapan dan tindakan baik kita, tidak malah menyebarkan "bau busuk" dengan bergunjing dan menyebarkan kejelekan orang lain.
C."Menyembuhkan":
Yesus yang menggemakan kata Yesaya: “Roh Tuhan ada padaKu oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk membebaskan orang tawanan-miskin-tertindas..” (Luk 4:18) mengajak kita untuk saling menyembuhkan, menjadi teman dalam kelemahan di tengah dunia yang terluka ini.
"Cari sikat di Taman Sari - Jadilah berkat slalu dan setiap hari."
2.
Kutipan Teks Misa:
Sengsara Tuhan dan Penyelamat kita Yesus Kristus memberikan kepada kita harapan akan kemuliaan dan ketabahan dalam penderitaan. (St. Agustinus)
Antifon Pembuka (bdk. Mzm 35 (34): 1-2; 140 (139): 8)
Ya Tuhan, adililah mereka yang merugikan daku, perangilah mereka yang memerangi aku. Angkatlah senjata dan perisai dan bangkitlah membantu aku, ya Tuhan, sumber selamatku.
Contend, O Lord, with my contenders; fight those who fight me.Take up your buckler and shield; arise in my defense, Lord, my mighty help.
Doa Pembuka
Allah yang mahakuasa, kami sering patah semangat karena kelemahan kami. Maka kami mohon, semoga berkat sengsara Putra Tunggal-Mu kami mendapat kekuatan baru. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Yesaya (42:1-7)
"Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan."
Beginilah firman Tuhan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya, atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” Beginilah firman Allah, Tuhan, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang menghuninya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya, “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 801
Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.
atau Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
Ayat. (Mzm 27:1.2.3.13-14; R:1a)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Ketika penjahat-penjahat menyerang untuk memangsa aku, maka lawan dan musuh itu sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
3. Sekali pun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekali pun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.
4. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.
Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Salam, ya Raja kami. Hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (12:1-11)
"Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku."
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang Ia bangkitkan dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia. Marta melayani, dan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak itu semerbak memenuhi seluruh rumah. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar, dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus, “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania. Maka mereka datang, bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Yesus senang akan kenangan, Dia mengizinkan kaki-Nya diminyaki dengan minyak mahal "Narwastu" untuk menampik kedekilan hati Yudas yang seolah mencintai orang miskin. Yesus menegaskan bahwa Dia akan mati! Kematian Yesus amat penting dengan itu kita percaya bahwa Dia bangkit, itulah inti Paskah yang akan kita rayakan. Banyak orang yang tidak meyakini Yesus mati. Maka sia-sialah imannya karena mereka juga tidak bisa mengerti akan kebangkitan badan yang mengangkat makna hidup keilahian, sesuatu yang memang adikodrati.
Saat ini banyak orang berperilaku seperti Yudas. Kata-katanya meyakinkan seakan-akan dia memihak orang miskin tetapi dibalik itu, sikapnya ada kejahatan yang dia sembunyikan. Lihatlah banyak pejabat publik kita bukannya melayani dengan baik tetapi memanfaatkan jabatan dan kekuasaan untuk melakukan korupsi, pungli dan berbagai penyelewengan lainnya untuk memperkaya diri dan kelompoknya.
Semoga bacaan hari ini serta sikap Maria yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu menginspirasi kita untuk memberi yang terbaik bagi Yesus dalam hidup kita sehari-hari.
Antifon Komuni (Bdk. Mzm. 102(101):3)
Janganlah Kau palingkan wajah-Mu dari padaku. Bila aku sedih, dengarkanlah keluhanku. Bila aku memohon, kabulkanlah doaku.
Do not hide your face from me in the day of my distress. Turn your ear towards me; on the day when I call, speedily answer me.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar