Ads 468x60px

Jumat 22 Mrt 2013

"Miserere nobis".
Prapaska V
Yer 20:10-13; Yoh 10:31-42

"Miserere nobis - Kasihanilah kami," karena Yeremia (bac I) dan Yesus (Injil) mendapat "penolakan": Musuh-musuh bahkan "sobat" Yeremia merancang intrik dan taktik licik supaya ia tersingkir. Yesus juga dilempari batu oleh "sobat", yakni orang-orang sebangsanya sendiri. Jelasnya, kita perlu meminta pengasihan Tuhan karena jangan-jangan kita yang malahan membuat "penolakan dengan "melempari batu" "yeremia/yesus" jaman sekarang dengan kata/warta dan sikap hidup kita yang penuh intrik taktik konflik akal bulus yang problematik yang banyak mengorbankan/nmenjatuhkan orang lain.

Adapun 3 semangat dasar untuk meminta pengasihan Tuhan, antara lain:


1. "Passio-penderitaan": 
Sebagai muridNya, bukankah wajar kalau kita juga mengalami hal yang sama dengan guru kita: "dilempari batu"? Kita sudah banyak berbuat baik tapi masih saja kadang mengalami trilogi penyaliban seperti yang saya tulis dalam buku "357" (Kanisius), yakni "dicap jelek-disingkirkan-dikorbankan" bahkan oleh orang-orang yang seharusnya menjadi "teladan/panutan". Ya, pastinya iman tidak melenyapkan "passio/derita", tapi sekaligus selalu memberi "consolatio/penghiburan" karena Tuhan selalu ada dalam derita hidup dan iman kita. 

2. "Oratio-pengendapan": 
Ia mengajak kita untuk selalu mencecap-recap dan mengunyah-kunyah semua "penyaliban dan pergulatan" dengan selalu bertekun dalam doa, bukankah dengan doa, tepatlah kataNya hari ini: "Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa"? 

3. "Actio-Tindakan": 
Ia tidak ngambek/"muntaber-mundur tanpa berita" (Jawa: "mutung"), atau memaksakan kehendakNya bagi orang yang masih "tertutup" hatinya. Ia "just do it": Ia "pergi" dan terus bersaksi dengan "aneka perbuatan baik" kepada semua orang. Bagaimana dengan hidup kita sendiri? 

Tuhan memberkati + Bunda merestui. Fiat Lux! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar