Ads 468x60px

Senin 1 April 2013

"Ite et gaudete"
Oktaf Paskah
Kis 2:14.22-32; Mat 28:8-15

"Ite et gaudete – Pergi dan bersukacitalah." Para perempuan yang banyak diremehkan oleh mata insani (mereka dicap sebagai sumber dosa-"hawa nafsu", banyak stereotif: "3ur/dapur-sumur-kasur", "4wa/wadah-wadi-waduk-wadon", "5ah/tunggu omah-olaholah-momongbocah-asahasah-mlumah") ternyata berharga di mata ilahi. Per"empu"an yang dalam buku saya, "HERSTORY" (Kanisius) dulu dicap sebagai "problem maker" kini menjadi "problem solver". Mereka menjadi "empu yang ber"per-an" sebagai saksi ("Paskah-Perempuan Adalah Saksi Kebangkitan Allah"). 

Perjumpaan akan kebangkitan Yesus jelasnya mendatangkan perutusan dan sukacita besar. Dalam bahasa RA Kartini: "Habis malam datanglah siang - habis topan datang reda - habis perang datang menang dan habis duka datanglah suka". Yah, para perempuan adalah wajah orang kecil yang diremehkan oleh dunia tapi sebenarnya mereka adalah para saksi iman yang penuh afeksi dan intimasi yang diutus langsung oleh Allah untuk pergi dan bersukacita dengan bermodal 3 sapaan dasar yang adalah inisiatif langsung dari Allah, antara lain: 


1. "Salam bagimu": 
"Salam" (Ibr: Shalom-syalom), dalam bahasa Yunani mengandung 3 arti dasar, al: 
- eirene / damai sejahtera, 
- hugianinein / keadaan baik-sehat, 
- soteria / pembebasan dan keselamatan-sembuh. 
Dengan kata lain: Yesus datang sebagai raja Shalom yang membawa "damai sejahtera, pembebasan dan keselamatan". Maka, kita juga diajak untuk membawa "shalom" bagi semua orang dengan doa, kata dan tindakan nyata kita setiap harinya. 

2. "Jangan takut": 
Ia selalu hadir dan tidak pernah meninggalkan kita. Ia adalah kehadiran ilahi. Sebuah analogi sederhana: kata “takut” memiliki 5 huruf, di tengah-tengah huruf itu ada huruf “K”, yang bisa berarti “Kristus.” Jadi, mengapa kita takut jika kita yakin dan mengimani ada “K”, yaitu “Kristus” di tengah-tengah pergulatan hidup kita? Dengan kata laiin: Kt diajak untuk berani bersaksi karena "K" (Kristus) selalu hadir di setiap sisi kehidapan kita bukan? 

3. Pergilah ke Galiliea: 
Inilah tempat Yesus berkarya, (Ibr: Ghelil: "wilayah") yang mencakup wilayah dari suku Neftali Zebulon Asyer dan Isakhar (Yos 19:10-39) mulai zaman Yosua hingga Daud. Sejak zaman Salomo daerah itu dikenal juga dengan nama tanah Kabul (lRaj 9:10-13). Daerah Galilea memiliki luas sekitar 100 x 50 km, dengan batas utara di Pegunungan Hermon, selatan di Dataran Esdraelon, timur di Sungai Yordan hulu dan barat di pantai Laut Tengah. Daerah itu dibagi menjadi Galilea atas dan Galilea bawah. Galilea atas meliputi wilayah bagian selatan Pegunungan Libanon hingga lembah Huleh dengan ketinggian maksimal 1.208 m di Gunung Meron. Galilea bawah mencakup wilayah dataran Akko hingga lembah Esdraelon dengan beberapa perbukitan yang bervariasi ketinggiannya, yakni perbukitan Hazon 504 m, Atsmon 548 m, Tir’an 548 m, Karmel 550, dan Tabor 588 m. 
Galilea sendiri mempunyai 204 kampung dengan kota-kota kecil. Beberapa diantaranya, yakni: 
- Nazaret (Ia tumbuh dalam keluarga kudus bersama Maria dan Yosef"), 
- Kana (Ia "kerja" membuat mukjizat pertama: air menjadi anggur,, Yoh 2:1-11), - Kapernaum (Ia menyembuhkan org yg sakit, Yohanes 4:46-54) 
- Danau Galilea (Ia menguatkan Petrus dkk yang takut, Yohanes 6:16-24). 
Dengan kata lain: Kita juga diajak untuk"pergi dan bangkit" mulai dari keluarga, tempat kerja, rasa sakit dan ketakutan kita masing-masing2 karena disanalah Tuhan selalu hadir bersama pergulatan hidup kita. 

"Cari nafkah di RawaBuaya - Selamat Paskah sorak alleluya." 
Tuhan memberkati + Bunda merestui. 
Fiat Lux! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar