Ads 468x60px

Selasa 01 Desember 2015


B. Dionisius dan Redemptus
Yes 11:1-10, Mzm 72:2,7-8,12-13,17, Luk 10:21-24

Bacaan Injil: Luk 10:21-24. 
21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."


Renungan:

“Gaudete – Bersyukurlah!”
Yesus pun bersyukur: "Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus" (Luk 10:21). Ia bersyukur karena yang diajarkanNya dimengerti dan diikuti oleh orang-orang sederhana: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu" (Luk 10:21).

Pada kenyataannya, ada dua hal yang sering membuat kita tak mudah bersyukur, yakni: 
Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah kita telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi kita masih merasa kurang. Pikiran kita dipenuhi berbagai target dan keinginan. Kita begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Dalam bahasa Doraemon: “aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini –ingin itu, banyak sekali.” Kita dapat mengubah rasa-perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Dalam bahasanya seorang psikolog Jerman, Maria Kallen, “jika kita tak punya apa-apa yang kita cintai, maka cintailah apa-apa yang kita punyai.”

Kedua, kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Dalam bahasa populer: rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau daripada rumput di pekarangan sendiri.

Bagaimana dengan kita sendiri? Semoga kita tidak terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain sampai mata hati tertutup, sehingga lupa untuk senantiasa bersyukur.

“Burung tekukur di Kalvari – Mari bersyukur setiap hari.”

Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 7EDF44CE/54E255C0.



NB:
SKI – Sekolah Kerahiman Ilahi 
Menyambut Tahun Kerahiman Ilahi.
8 Desember 2015 - 20 November 2016.

1. Tiga Vitamin Iman : “ABC”
@ Aula Kevikepan Keuskupan Agung Makasar Sulawesi
Selasa, 1 Desember 2015, 19.30 – 21.30

2. MOM – Mary Our Mother: Perbincangan tentang Bunda Maria dan Kerahiman Ilahi 
Bersama Para Warakawuri KAJ (Janda Katolik di KAJ)
@ Aula Gereja Fransiskus Asisi Tebet Jkt
Minggu, 6 Desember 2015, 08.00 – 12.00

3. HUT Goa Maria Kaliori dan Pembukaan Tahun Kerahiman Ilahi
Misa dan Prosesi Lilin
@ Goa Maria Kaliori Purwokerto
Selasa, 8 Desember 2015, 19.00 – selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar